Anda di halaman 1dari 6

HASIL WAWANCARA

Pewawancara: Adri Rosandri Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Angkatan 2016

Narasumber : Eva Pustika Kumala Sari Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Angkatan 2015

Dari hasil wawancara ini , narasumber sedang melaksanakan tugas praktikum dua. Dalam
proses wawancara ini saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada narasumber seputar
praktikum yang dilakukan , adapaun hasil wawancara yang telah saya lakukan yaitu sebagai
berikut.

Praktikum ini merupakan tugas dari matakuliah praktikum dan supervisi 2. Sebelum
melakukan praktikum ini narasumber melakukan persiapan seperti mempelajari materi-materi
yang telah diberikan oleh dosen pegampuh sebagai pembekalan untuk terjun langsung ke
masyarakat. Dan lokasi dimana praktikum berlangsung berada di desa pekik nyaring, dimana
sebelumnya dosen memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk memiloh sendiri dimana
lokasinya , dalam hal ini ada mahasiswa yang menjadi koordinator lapangan untuk
mengkoordinir anggota mencari lokasi, menyiapkan surat untuk perangkat desa. Adapun langkah
kerja praktikum ini sebagai berikut :

1. Observasi, dalam satu desa terbagi menjadi 5 dusun dan narasumber beserta kelompok
melakukan praktikum di dusun 2. Dalam satu kelompok terdiri dari 13mahasiswa yang
berada dk satu dusun.

2. Menemui perangkat desa, untuk memberitahukan maksud dan tujuan kedatangan


mahasiswa disana.

3. FGD(Focus Group Discussion) , dimana disini pertama membuat surat ditujukan


kepada perangkat desa yang bertempat dibalai desa. Pada hal ini praktisi mengundang
seluruh perangkat desa. Namun ,saat pelaksanaannya perangkat desa yang hadir hanya
sebagian. FGD bertujuan untuk membahas permasalahan-permasalahan yang ada di
dusun tersebut
4. MAP , bertujuan untuk seluruh masyarakat di dusun tersebut. Pelaksanaan nya hampir
sama dengan FGD namun di MAP peralatan yg digunakan yaitu:

a. Metaplan

b. metacard (disini masyarakat menulis permasalahan apa saja yang ada di dusun
tersebut) Dari hasil metacard praktisi menyimpulkan bahwa permasalah yang ada di
dusun tersebut adalah:

-kesehatan , di dusun tersebut memiliki masalah yang cukup besar seperti penyakit
rubella. Dimana masyarakat belum begitu paham tentang penyakit tersebut , dan juga
masalah kesehatan lansia,ibu dan anak.

- masalah dibidang pertanian yaitu kurangnya pengetahuan masyarkat tentang


pemamfaatan pekarangan yang ada. Dan masyarakat meminta praktisi untuk
menggalakkan sosialisasi tentang pertanian.

-masalah remaja , dimana remaja di dusun ini kurang memamfaatkan wakty luang
nya dengan baik.

Kemudian hasil MAP tersebut dikelompokkan kemudian di cari sasarannya ditujukan


kemana, sumbernya dimana dan kekuatan nya apa.

Dan mahasiswa dikelompokkan lagi untuk mengatasi permasalah yang ada dari hasil
metacard sebelumnya. Kemudian mahasiswa diwajibkan untuk mengatasi masalah tersebut.

5. TOP (Technoligy Of Partisipation) , yaitu sistem sasaran yg dilakukan oleh narasumber


mengatasi masalah di bidang anak-anak. Disini narasumber memgatakan bahwa anak-
anak didusun tersebut ingin ada pelatihan olahraga di dusun tersebut. Untuk mengatasi
masalah ini narasumber dan kelompok bekerja sama dengan karanf taruna di dusun
tersebut. Dimana disini anak-anak di kumpulkan untuk diberikan sosialisasi tentang
sistem sasaran program yang dibuat. Namun partisipasi anak-anak disana kurang , dan
banyak hambatan seperti harus menemui anak-anak agar mau ikut .
Tahapan TOP :

- pendekatan kepada anak

- belajar bersama dan melatih kepercayaan diri anak

- penyuluhan tentang kesehatan jasmani yang berkaitan dengan olahraga

- bekerja sama dengan sistem sumber , contoh nya bekerja sama dengan mahasiswa kesehatan
dan mahasiswa penjaskes

- aplikasi materi yang telah diberikan , seperti melakukan olahraga bulu tangkis dan bola kaki.

- rancangan program menemui karang taruna untuk membuat kesepakatan menjadi pendamping
dalam melaksanakan praktikum

6. Intervensi

Hal-hal apa saja yang sudah dilakukan berdasarkan program yang telah dibuat. Seperti
pendekatan (anak-anak yg datang hanya kaum lelaki), pendekatan mengenalkan kepercayaan diri
anak dan meningkatkan kemampuan anak-anak , bekerja sama dengan sisten
sasaran( penyuluhan kesehatan jasmani, apa yang harus dilakukan anak-anak dalam menjaga
kesehatan, berolhraga , memperhatikan makanan yang di konsumsi.

Setelah melakukan intervensi , anak-anak merasa senang karena mendapatkan edukasi


yang menyenangkan. Aplikasi materi yang beberapa kali dilakukan yaitu bermain bola kaki ,
bulu tangkis .

Jadi dalam hasil wawancara tersebut disimpulkan bahwa permasalahan yang muncul pada
dusun tersebut adalah masalah pendidikan, dimana narasumber lebih memfokuskan praktikum di
bidang anak, pada awalnya partisipasi anak-anak di dusun tersebut rendah , namun setelah di
lakukan penyuluhan dan intervensi anak-anak yang berada di dusun tersebut partisipasi nya
meningkat. Dan setelah dilakukan kegiatan bermain dan belajar bersama anak-anak tersebut
merasa senang.
HASIL DOKUMENTASI WAWANCARA
LAPORAN HASIL WAWANCARA PRATIKUM
(DESA PEKIK NYARING BENGKULU TENGAH)

DISUSUN OLEH :

NAMA : ADRI ROSANDRI

NPM : D1A0160051

MATA KULIAH KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN SOSIAL

DOSEN PENGAJAR: NOVI HENDRIKA JAYA PUTRA,S.Sos,MPS,Sp

JURUSAN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS NEGERI BENGKULU


2018