Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM KROMATOGRAFI

PEMISAHAN ZAT WARNA DENGAN KROMATOGRAFI KERTAS

Dosen Pengampu:
Rusmini, S. Pd., M. Si.

Disusun Oleh:
Irvandar Nurviandy | 16030194039 | PKU 2016

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2018
A. JUDUL PRAKTIKUM:
Pemisahan Zat Warna Dengan Kromatografi Kertas

B. WAKTU DAN TANGGAL PRAKTIKUM:


05 Maret 2018, 18:00 – 19:00 WIB

C. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Memahami prinsip dasar kromatografi kertas.
2. Melakukan pemisahan campuran menjadi komponennya dengan kromatografi kertas.

D. HIPOTESIS
1. Prinsip dasar dari kromatografi kertas yaitu komponen-komponen terdistribusi dalam
dua fase yaitu fase gerak dan fase diam, diantara kedua fase tersebut terjadi transfer
pada bagian permukaan komponen tersebut.
2. Satu warna pada tinta spidol terdiri dari beberapa komponen warna lain yang dapat
dipisahkan melalui metode kromatografi.

E. VARIABEL:
Variabel Bebas : warna spidol.
Variabel Terikat : banyaknya zat warna yang terurai
Variabel Kontrol : kertas saring, gelas, volume air, waktu perendaman,

F. ALAT DAN BAHAN


Alat:
1. Kertas saring (ukuran 9 × 4,5 cm) 6 buah
2. Spidol warna 6 buah
3. Gunting 1 buah
4. Penggaris 1 buah
5. Pensil 1 buah
6. Penjepit kertas 1 buah
7. Gelas 1 buah
Bahan:
1. Air Secukupnya

G. ALUR / PROSEDUR PERCOBAAN


1. Menyiapkan gelas yang sudah disi air ±2,5 cm dari permukaan bawah gelas.

1
2. Menandai(berupa garis) bagian bawah kertas(1,5 cm dari permukaa bawah) dengan
pensil.
3. Menotolkan spidol pada garis di bagian bawah kertas.
4. Menjepit kertas dengan penjepit dan dimasukkan ke dalam gelas (bagian yang
ditotolkan tinta spidol tidak sampai terendam).
5. Ditunggu selama 5-6 menit.
6. Mengangkat kertas saring dari gelas dan dihitung jarak tempuh pelarut dan eluen.
7. Diamkan selama beberapa menit sampai cukup kering, kemudian identifikasi warna apa
saja yang terbentuk dan jarak tempuh dari masing-masing warna.
8. Diulangi mulai dari langkah ke-3 untuk 5 warna spidol yang lain.
9. Menghitung nilai Rf dari masing-masing eluen.

2
H. HASIL PENGAMATAN
Sampel
No Objek Identifikasi
Biru Hijau Merah Ungu Cokelat Hitam
1 Jumlah warna yang
3 2 3 2 4 4
terbentuk (spot / noda)
2 Warna spot / noda Kuning, Biru Tua, Hijau
Violet, Hijau Kuning, Hijau Kuning, Orange, Ungu Tua,
Orange, Merah Toska, Cokelat,
Toska, Biru Toska Merah Muda Ungu
Muda, Violet Ungu
3 Jarak Tempuh pelarut 4,5 cm 3,2 cm 3,4 cm 3,6 cm 3,5 cm 3,9 cm
4 Jarak Tempuh Eluen
4,5 cm 1,6 cm 3,1 cm 2,9 cm 3,0 cm 3,9 cm
(total)
5 Jarak Tempuh spot / Violet: 3,5 cm Kuning: 1,4 cm Kuning: 0,6 cm Ungu Tua: 1,7 Kuning: 1,7 cm Biru Tua: 0,2 cm
noda Hijau Toska: 1 Hijau Toska: 0,6 Orange: 0,3 cm cm Orange: 0,6 cm Hijau Toska: 1 cm
cm cm Merah Muda: 2,5 Ungu: 1,3 m Merah Muda: 1 Cokelat: 1,5 cm
Biru: 0,2 cm cm cm Ungu: 2,5 cm
Violet: 1,5 cm

3
I. PEMBAHASAN
Prinsip dari kromatografi yaitu komponen-komponen terdistribusi dalam dua
fase yaitu fase gerak dan fase diam. Transfer massa antara fase bergerak dan fase diam
terjadi bila molekul-molekul campuran serap pada permukaan partikel-partikel atau
terserap. Berdasarkan perbedaan koefisien dari zat-zat terhadapa dua fase, sebagai
pendukung disini ialah kertas saring yang sifatnya kapiler. Pelarut yang sering digunakan
ialah pelarut yang cepat menyerap sehingga akan naik lebih cepat. Metode kromatografi
kertas digunakan karena pelarutan yang dipakai tidak perlu alat-alat yang teliti dan mahal.
Dimana hasil-hasil yang lain dapat diperoleh dengan peralatan dan materi-materi yang
sederhana. Jadi dengan metode kromatografi kertas, kita sudah dapat melakukan percobaan
dengan hasil yang baik. Prinsipnya pun adsorbsi dan kepolaran, dimana adsorbsi
didasarkan pada panjang komponen dalam campuran yang diadsorbsi pada permukaan fase
diam dan kepolaran, karena komponen akan larut dan terbawa oleh pelarut jika memiliki
kepolaran yang sama serta kecepatan migrasi pada fase gerak.
Pada percobaan pertama digunakan sampel tinta spidol berwarna biru. Langkah
pertama adalah menyiapkan gelas yang sudah diisi air ±2,5 cm dari permukaan bawah.
Selanjutnya disiapkan sebuah kertas saring dengan ukuran 9 × 4,5 cm dan diberi tanda
berupa garis 1,5 cm dari permukaan bawah kertas saring. Setelah itu ditotolkan spidol biru
pada bagian garis tersebut. Kertas saring dijepit dengan penjepit kertas dan dimasukkan ke
dalam gelas. Setelah sekitar 5-6 menit, dapat diidentifikasi terbentuknya beberapa warna
(spot / noda) yaitu: violet, hijau toska, dan biru. Panjang jarak tempuh pelarut yaitu 4,5 cm
dan panjang jarak tempuh total eluen juga 4,5 cm. Selanjutnya kertas saring didiamkan
beberapa saat dan setelah cukup kering diidentifikasi jarak tempuh dari masing-masing spot
/ noda, yaitu:
▪ Violet : 3,5 cm
▪ Hijau Toska : 1,0 cm
▪ Biru : 0,2 cm
Sehingga dapat dihitung nilai Rf dari masing-masing spot / noda sebagai berikut.
▪ Violet : 0,2222
▪ Hijau Toska : 0,2222
▪ Biru : 0,0444
Pada percobaan kedua digunakan sampel tinta spidol berwarna hijau. Langkah
pertama adalah menyiapkan gelas yang sudah diisi air ±2,5 cm dari permukaan bawah.
Selanjutnya disiapkan sebuah kertas saring dengan ukuran 9 × 4,5 cm dan diberi tanda
4
berupa garis 1,5 cm dari permukaan bawah kertas saring. Setelah itu ditotolkan spidol hijau
pada bagian garis tersebut. Kertas saring dijepit dengan penjepit kertas dan dimasukkan ke
dalam gelas. Setelah sekitar 5-6 menit, dapat diidentifikasi terbentuknya beberapa warna
(spot / noda) yaitu: kuning dan hijau toska. Panjang jarak tempuh pelarut yaitu 3,2 cm dan
panjang jarak tempuh total eluen juga 1,6 cm. Selanjutnya kertas saring didiamkan
beberapa saat dan setelah cukup kering diidentifikasi jarak tempuh dari masing-masing spot
/ noda, yaitu:
▪ Kuning : 1,4 cm
▪ Hijau toska : 0,6 cm
Sehingga dapat dihitung nilai Rf dari masing-masing spot / noda sebagai berikut.
▪ Kuning : 0,4375
▪ Hijau Toska : 0,1875
Pada percobaan ketiga digunakan sampel tinta spidol berwarna merah. Langkah
pertama adalah menyiapkan gelas yang sudah diisi air ±2,5 cm dari permukaan bawah.
Selanjutnya disiapkan sebuah kertas saring dengan ukuran 9 × 4,5 cm dan diberi tanda
berupa garis 1,5 cm dari permukaan bawah kertas saring. Setelah itu ditotolkan spidol
merah pada bagian garis tersebut. Kertas saring dijepit dengan penjepit kertas dan
dimasukkan ke dalam gelas. Setelah sekitar 5-6 menit, dapat diidentifikasi terbentuknya
beberapa warna (spot / noda) yaitu: kuning, orange, dan merah muda. Panjang jarak tempuh
pelarut yaitu 3,4 cm dan panjang jarak tempuh total eluen juga 3,1 cm. Selanjutnya kertas
saring didiamkan beberapa saat dan setelah cukup kering diidentifikasi jarak tempuh dari
masing-masing spot / noda, yaitu:
▪ Kuning : 0,6 cm
▪ Orange : 0,3 cm
▪ Merah Muda : 2,5 cm
Sehingga dapat dihitung nilai Rf dari masing-masing spot / noda sebagai berikut.
▪ Kuning : 0,1765
▪ Orange : 0,0882
▪ Merah Muda : 0,7353
Pada percobaan keempat digunakan sampel tinta spidol berwarna ungu. Langkah
pertama adalah menyiapkan gelas yang sudah diisi air ±2,5 cm dari permukaan bawah.
Selanjutnya disiapkan sebuah kertas saring dengan ukuran 9 × 4,5 cm dan diberi tanda
berupa garis 1,5 cm dari permukaan bawah kertas saring. Setelah itu ditotolkan spidol ungu
pada bagian garis tersebut. Kertas saring dijepit dengan penjepit kertas dan dimasukkan ke
5
dalam gelas. Setelah sekitar 5-6 menit, dapat diidentifikasi terbentuknya beberapa warna
(spot / noda) yaitu: ungu tua dan ungu. Panjang jarak tempuh pelarut yaitu 3,6 cm dan
panjang jarak tempuh total eluen juga 2,9 cm. Selanjutnya kertas saring didiamkan
beberapa saat dan setelah cukup kering diidentifikasi jarak tempuh dari masing-masing spot
/ noda, yaitu:
▪ Ungu Tua : 1,7 cm
▪ Ungu : 0,6 cm
Sehingga dapat dihitung nilai Rf dari masing-masing spot / noda sebagai berikut.
▪ Ungu Tua : 0,4722
▪ Ungu : 0,3611
Pada percobaan kelima digunakan sampel tinta spidol berwarna cokelat.
Langkah pertama adalah menyiapkan gelas yang sudah diisi air ±2,5 cm dari permukaan
bawah. Selanjutnya disiapkan sebuah kertas saring dengan ukuran 9 × 4,5 cm dan diberi
tanda berupa garis 1,5 cm dari permukaan bawah kertas saring. Setelah itu ditotolkan spidol
cokelat pada bagian garis tersebut. Kertas saring dijepit dengan penjepit kertas dan
dimasukkan ke dalam gelas. Setelah sekitar 5-6 menit, dapat diidentifikasi terbentuknya
beberapa warna (spot / noda) yaitu: ungu tua dan ungu. Panjang jarak tempuh pelarut yaitu
3,5 cm dan panjang jarak tempuh total eluen juga 3,0 cm. Selanjutnya kertas saring
didiamkan beberapa saat dan setelah cukup kering diidentifikasi jarak tempuh dari masing-
masing spot / noda, yaitu:
▪ Kuning : 1,7 cm
▪ Orange : 0,6 cm
▪ Merah Muda : 1 cm
▪ Violet : 1,5 cm
Sehingga dapat dihitung nilai Rf dari masing-masing spot / noda sebagai berikut.
▪ Kuning : 0,4857
▪ Orange : 0,1714
▪ Merah Muda : 0,2857
▪ Violet : 0,4286
Pada percobaan keenam digunakan sampel tinta spidol berwarna hitam. Langkah
pertama adalah menyiapkan gelas yang sudah diisi air ±2,5 cm dari permukaan bawah.
Selanjutnya disiapkan sebuah kertas saring dengan ukuran 9 × 4,5 cm dan diberi tanda
berupa garis 1,5 cm dari permukaan bawah kertas saring. Setelah itu ditotolkan spidol hitam
pada bagian garis tersebut. Kertas saring dijepit dengan penjepit kertas dan dimasukkan ke
6
dalam gelas. Setelah sekitar 5-6 menit, dapat diidentifikasi terbentuknya beberapa warna
(spot / noda) yaitu: ungu tua dan ungu. Panjang jarak tempuh pelarut yaitu 3,9 cm dan
panjang jarak tempuh total eluen juga 3,9 cm. Selanjutnya kertas saring didiamkan
beberapa saat dan setelah cukup kering diidentifikasi jarak tempuh dari masing-masing spot
/ noda, yaitu:
▪ Biru Tua : 0,2 cm
▪ Hijau Toska : 1,0 cm
▪ Cokelat : 1,5 cm
▪ Ungu : 2,5 cm
Sehingga dapat dihitung nilai Rf dari masing-masing spot / noda sebagai berikut.
▪ Biru Tua : 0,0512
▪ Hijau Toska : 0,2564
▪ Cokelat : 0,3846
▪ Ungu : 0,6410

Dari praktikum yang telah dilakukan perlu diperhatikan beberapa hal. Pertama,
Pada saat menggambar jarak harus dengan menggunakan pensil, karena pensil bersifat
tidak berinteraksi dengan pelarut tidak seperti pena maupun spidol. Jika menggunakan pena
ataupun spidol, akan mempengaruhi kertas sehingga proses elusi akan gagal. Kemudian
spidol berwarna merah, hitam, hijau dan biru ditotolkan pada garis bawah. Kedua pada
saaat menotolkan tinta spidol, hanya sekali totolan tiap warna spidol. Hal ini bertujuan agar
komponen warna yang mau dideteksi tidak meluap. Kertas yang telah ditotolkan dengan
spidol kemudian di masukkan ke dalam pelarut berisi akuades.

J. KESIMPULAN
1. Prinsip dasar dari kromatografi, yaitu berdasarkan koefisien dari zat-zat terhadap dua
fase, tetapi pendukung disini ialah kertas saring yang sifatnya kapiler. Pelarut yang
digunakan adalah air, dimana kertas saring cepat menyerap air sehingga akan naik lebih
cepat.
2. Dari percobaan, peruraian tinta spidol terbentuk warna-warna komponen, yaitu:
✓ Warna biru terurai menjadi violet, hijau toska, dan biru.
✓ Warna hijau terurai menjadi kuning dan hijau toska.
✓ Warna merah terurai menjadi kuning, orange dan merah muda.
✓ Warna ungu terurai menjadi ungu tua dan ungu.
✓ Warna cokelat terurai menjadi kuning, orange, merah muda, dan violet.
7
✓ Warna hitam terurai menjadi biru tua, hijau toska, cokelat, dan ungu.
✓ Tiap-tiap komponen pada suatu zat didefinisikan dengan menghitung Rf nya. Rf =
Jarak Noda.

K. SARAN
Waktu yang diharapkan berperan sebagai variabel kontrol tidak sama untuk setiap
warna spidol. Oleh karena itu panjang lintasan tempuh dari pelarut pada masing-masing
warna berbeda. Hal ini akan lebih baik apabila waktu ditentukan secara spesifik dan
diberlakukan sama untuk setiap warna agar memperoleh hasil yang lebih baik.

8
L. LAMPIRAN
Lampiran Perhitungan Nilai Rf
𝑱𝒂𝒓𝒂𝒌 𝒕𝒆𝒎𝒑𝒖𝒉 𝒛𝒂𝒕
𝑹𝒇 =
𝑱𝒂𝒓𝒂𝒌 𝒕𝒆𝒎𝒑𝒖𝒉 𝒑𝒆𝒍𝒂𝒓𝒖𝒕
❖ BIRU
3,5 𝑐𝑚
✓ Rf Violet = = 0,7778
4,5 𝑐𝑚
1,0 𝑐𝑚
✓ Rf Hijau Toska = = 0,2222
4,5 𝑐𝑚
0,2 𝑐𝑚
✓ Rf Biru = = 0,0444
4,5 𝑐𝑚

❖ HIJAU
1,4 𝑐𝑚
✓ Rf Kuning = = 0,4375
3,2 𝑐𝑚
0,6 𝑐𝑚
✓ Rf Hijau Toska = = 0,1875
3,2 𝑐𝑚

❖ MERAH
0,6 𝑐𝑚
✓ Rf Kuning = = 0,1765
3,4 𝑐𝑚
0,3 𝑐𝑚
✓ Rf Orange = = 0,0882
3,4 𝑐𝑚
2,5 𝑐𝑚
✓ Rf Merah Muda = = 0,7353
3,4 𝑐𝑚

❖ UNGU
1,7 𝑐𝑚
✓ Rf Ungu Tua = = 0,4722
3,6 𝑐𝑚
1,3 𝑐𝑚
✓ Rf Ungu = = 0,3611
3,6 𝑐𝑚

❖ COKELAT
1,7 𝑐𝑚
✓ Rf Kuning = = 0,4857
3,5 𝑐𝑚
0,6 𝑐𝑚
✓ Rf Orange = = 0,1714
3,5 𝑐𝑚
1,0 𝑐𝑚
✓ Rf Merah Muda = = 0,2857
3,5 𝑐𝑚
1,5 𝑐𝑚
✓ Rf Violet = = 0,4286
3,5 𝑐𝑚

❖ HITAM
0,2 𝑐𝑚
✓ Rf Biru Tua = = 0,0512
3,9 𝑐𝑚
1,0 𝑐𝑚
✓ Rf Hijau Toska = = 0,2564
3,9 𝑐𝑚
1,5 𝑐𝑚
✓ Rf Cokelat = = 0,3846
3,9 𝑐𝑚
2,5 𝑐𝑚
✓ Rf Ungu = = 0,6410
3,9 𝑐𝑚

9
Lampiran Photo

Kertas saring ditandai


dengan garis 1,5 cm dari
Alat dan Bahan permukaan bawah

Kertas saring ditotol dengan Kertas saring ditotol dengan


spidol biru sebelum direndam spidol biru pada saat Kertas saring ditotol dengan
dalam air direndam dalam air spidol biru setelah direndam
selama ±6 menit

Kertas saring ditotol dengan Kertas saring ditotol dengan


spidol hijau sebelum direndam spidol hijau pada saat Kertas saring ditotol dengan
dalam air direndam dalam air spidol hijau setelah direndam
selama ±5 menit

10
Kertas saring ditotol dengan
spidol merah sebelum Kertas saring ditotol dengan
Kertas saring ditotol dengan
direndam dalam air spidol merah pada saat
spidol merah setelah
direndam dalam air
direndam selama ±5 menit

Kertas saring ditotol dengan Kertas saring ditotol dengan Kertas saring ditotol dengan
spidol ungu sebelum direndam spidol ungu pada saat spidol ungu setelah direndam
dalam air direndam dalam air selama ±5 menit

Kertas saring ditotol dengan Kertas saring ditotol dengan Kertas saring ditotol dengan
spidol cokelat sebelum spidol cokelat pada saat spidol cokelat setelah
direndam dalam air direndam dalam air direndam selama ±5 menit

11
Kertas saring ditotol dengan Kertas saring ditotol dengan Kertas saring ditotol dengan
spidol hitam sebelum spidol hitam pada saat spidol hitam setelah
direndam dalam air direndam dalam air direndam selama ±5 menit

Hasil kromatografi pada 6 kertas saring dengan 6 tinta spidol warna berbeda

12

Anda mungkin juga menyukai