Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kehadirat Allah swt. Yang telah melimpahkan nikmat dan
karunia-Nya kepada seluruh umat. Tidak lupa shalawat serta salam senantiasa
tercurahkan kepada Baginda Nabi Besar Muhammad shalallahu’alaihi wassalam.
Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan dapat menyelesaikan laporan praktikum
ini.

Dalam hal ini, penulisan laporan praktikum yang berjudul “Asam


karboksilat dan Ester” ini sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi
mahasiswa yang telah melaksanakan praktikum kimia organik.

Dalam menulis laporan ini, penulis banyak mengalami kesulitan dan


kendala. Tetapi berkat bimbingan dan dukungan yang diberikan berbagai pihak
maka dapat diselesaikanlah laporan ini. Masih banyak kesalahan dalam penulisan
laporan ini. Oleh karena itu sangat diharapkan kritik dan saran yang konstruktif
dari pihak yang telah membaca makalah ini agar makalah ini lebih bermanfaat dan
menjadi bahan evaluasi saya sebagai penulis untuk memperbaiki kesalahan.

Penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat dan dapat digunakan


sebagaimana mestinya, terlepas dari berbagai macam kekurangan yang ada pada
laporan ini.

Pontianak, 30 Maret 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i


DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii
DAFTAR TABEL.............................................................................................................. iii
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1
B. Tujuan Praktikum.................................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................ 2
BAB III METODE PRAKTIKUM ..................................................................................... 5
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ............................................................................. 5
B. Alat dan Bahan ........................................................................................................ 5
C. Prosedur Kerja ........................................................................................................ 6
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................................ 7
A. Hasil ........................................................................................................................ 7
B. Pembahasan............................................................................................................. 7
BAB V PENUTUP ........................................................................................................... 10
A. Kesimpulan ........................................................................................................... 10
B. Saran ..................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 11
LAMPIRAN...................................................................................................................... 12

ii
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Uji Asam Karboksilat ........................................................................................... 7


Tabel 2. Uji Esterifikasi ...................................................................................................... 7

iii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Laporan Sementara ....................................................................................... 12


Lampiran 2. Hasil uji asam karboksilat ............................................................................ 14
Lampiran 3.Hasil uji esterifikasi ....................................................................................... 14

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Asam karboksilat atau Asam Alkanoat adalah senyawa turunan alkana


dengan gugus fungsi –COOH yang memiliki rumus molekul CnH2nO2. Asam
karboksilat merupakan senyawa hidrokarbon karena tersusun atas unsur
karbon, dan hidrogen. Ester atau alkil alkanoat adalah senyawa turunan
alkana yang memiliki gugus fungsi –COO- dan memiliki rumus molekul
CnH2nO2.
Asam karboksilat berisomer fungsi dengan Ester karena memilki rumus
molekul sama, tetapi memiliki gugus fungsi yang berbeda. Asam Karboksilat
dan Ester pada kehidupan sehari-hari banyak terdapat pada bahan pangan .
Contoh asam karboksilat salah satunya adalah Asam propionat digunakan
sebagai pengawet keju, sedangkan Ester banyak digunakan sebagai esens
karena mempunyai aroma yang khas salah contohnya Etil butirat
menghasilkan aroma nanas.
Pada acara I mengenai asam Karboksilat dan Ester dilakukan percobaan
salah satunya untuk mengindentifikasi senyawa asam karboksilat dan ester
yang berguna untuk meneliti bahan pangan bagi mahasiswa ilmu dan
teknologi pangan kedepannya.

B. Tujuan Praktikum

Tujuan dilaksanakannya praktikum Acara I tentang Asam


Karboksilat dan Ester adalah :
1. Mengetahui senyawa yang termasuk asam karboksilat dan ester
2. Mengetahui reaksi pada identifikasi asam karboksilat dan ester

1
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Asam karboksilat adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus


karboksil, -COOH. Gugus karboksil mengandung gugus gugus karbonil dan
sebuah gugus hidroksil, antara aksi dari kedua gugus ini mengandung gugus suatu
kereaktifan kimia yang unik untuk asam karboksilat (Fesseen, 1997)

Asam karboksilat ialah segolongan senyawa organik yang dicirikan oleh


gugus karboksil yaitu nama yang berasal dari nama gugus fungsi karbonil dan
hidroksil. Rumus umum asam karboksilat ialah RCOOH. Asam karboksilat
tergolong asam karena senyawa ini mengion dalam larutan, menghasilkan ion
karboksilat dan proton.

Banyak asam karboksilat rantai lurus mula-mula dipisahkan dari lemak


sehingga dijuluki juga sebagai asam lemah. Asam propionat yaitu asam dengan
tiga karbon, secara harfiah berarti asam lemak pertama (Yunani : protos =
pertama; pion = lemak). Asam berkarbon empat atau asam butirat diperoleh dari
lemak mentega (Latin : butyrum = mentega) (Wilbraham dan Matta, 1992)

Asam karboksilat berbeda dari alkohol dari segi derajat kemudahan


melepaskan ion hidrogen. Dapat diketahui bahwa kekuatan suatu asam diukur dari
konsentrasi ion hidrogen yang diberikannya dalam larutan berair. Asam
karboksilat termasuk asam lemah bila dibandingkan dengan asam anorganik
seperti asam klorida dan asam sulfat. tetapi senyawa ini termasuk asam kuat bila
dibandingkan dengangolongan senyawa organik lainnya. Kekuatan asam
karboksilat bergantung pada keelektronegatifan gugus R dalam R-COOH.
Semakin besar keelektronegatifan gugus R, semakin mudah hidrogen mengion,
sehingga semakin kuat asam itu (Staley, 1992).

Suatu ester asam karboksilat ialah suatu senyawa yang menggandung


gugus -CO2R dengan R dapat berbentuk alkil maupun aril. Suatu ester dapat

2
dibentuk dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dan suatu alkohol,
suatu reaksi yang disebut reaksi esterifikasi. Esterifikasi berkataliskan asam dan
merupakan reaksi yang reversibel. (Casey, 1993)

Ester adalah molekul polar, namun titik didihnya lebih rendah


dibandingkan dengan asam karboksilat dan alkohol dengan berat molekul serupa
karena ikatan hidrogen antar molekul antara molekul ester adalah tidak mungkin.
Ester dapat berikatan hidrogen melalui atom oksigen dan atom hidrogen dari
molekul air. Dengan demikian, ester yang sedikit larut dalam air. Namun, karena
ester tidak memiliki atom hidrogen untuk membentuk sebuah ikatan hidrogen
atom oksigen dari air, mereka kurang larut dari asam karboksilat(Ouellette, 1994)

Ester dibuat dari asam karboksilat dan alcohol melalui reaksi esterifikasi
dengan bantuan katalis H2SO4 pekat. Reaksi esterifikasi sebenarnya merupakan
reaksi kesetimbangan. Reaksi esterifikasi bersifat reversible. Untuk memperoleh
randemen tinggi dari ester itu, kesetimbangan harus digeser kearah sisi ester.
Suatu teknik untuk mencapai ini adalah menggunakan salah satu zat pereaksi yang
murah secara berlebihan. Teknik lain ialah membuang salah satu produk dari
dalam campuran reaksi (misalnya dengan destilasi air secara azeotrop). (Tim
kimia organic, 2014)

Ester adalah salah satu dari kelas-kelas senyawa organik yang sangat
berguna dapat diubah menjadi aneka ragam senyawa lain. Ester lazim dijumpai
dalam alam, lemak dan lilin adalah ester. Ester juga digunakan untuk polimer
sintetik Dacron misalnya, adalah suatu poliester. Ester atsiri menyebabkan aroma
yang sedap dalam buah dan parfum. Cita rasa buah alamiah merupakan ramuan
rumit bermacam-macam. Citarasa buah sintetik biasanya hanya merupakan
ramuan sederhana dari berbagai ester dengan beberapa ester yang lain. Oleh
karena itu, citarasa sintetik jarang dapat menyamai citarasa alamiah yang
sesungguhnya. (Fessenden. 1982).

3
Aplikasi dari asam karboksilat dalam industri farmasi digunakan dalam
obat-obatan seperti aspirin, phenacetin dan lainnya. Industri makanan
membutuhkan asam karboksilat sebagai pengawet dan juga sebagai koagulan
dalam pembuatan karet. Aplikasi ester adalah sebagai essence pada makanan dan
minuman, sebagai bahan untuk membuat sabun, dan untunk pengobatan
analgesik. (Sukmanawati, 2009)

4
BAB III

METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum Acara I (Asam Karboksilat


dan Ester) dilaksanakan pada :

-Hari, tanggal : Kamis, 28 Februari 2019

- Waktu : 07:15 s.d 09:30 WIB

-Tempat : Laboratorium Kimia Pangan

B. Alat dan Bahan

Alat :

- Tabung Reaksi -Termometer

-Stirrer -Pengaduk

-Penangas Air

-Gelas Beaker

-Pipet Tetes

Bahan :

-Asam oksalat -Asam Asetat

-Aquades -H2SO4 (Asam Sulfat)

-NaOH

-HCl 3M

-Etanol

5
C. Prosedur Kerja

1. Asam Karboksilat

a. Masukkan 0,5gr asam oksalat dalam tabung reaksi, dan tambahkan


5ml aquades, kemudian di kocok perlahan (amati reaksi yang terjadi)
b. Panaskan secara berhati-hati campuran tersebut hingga mulai
mendidih (amati reaksi yang terjadi) 20 menit.
c. Kemudian tambahkan NaOH 3M ke dalam campuran sebanyak 20
tetes
d. Larutan tersebut kemudian didinginkan pada temperatur ruang dengan
menempatkannya pada beaker glass yang berisi air dingin (amati
reaksi yang terjadi)
e. Tambahkan HCL 3M sebanyak yang digunakan pada penambahan
NaOH 3M (amati reaksi yang terjadi)

2. Esterifikasi

a. Masukkan 3 ml etanol dan larutkan kedalam 1 ml asam asetat.


b. Tambahkan 15 tetes H2SO4 tetes demi tetes dan diaduk (amati reaksi
yang terjadi)
c. Kemudian panaskan tabung dalam beaker glass yang berisi air panas
(60oC-70oC) hingga 10 menit.
d. Kemudian tuangkan isinya kedalam 20ml air panas dalam beaker glass
kecil
e. Amati dan catat bau yang terjadi

6
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Tabel 1. Uji Asam Karboksilat

Larutan Sebelum Sesudah Ditambah Ditambah


dipanaskan dipanaskan 20 tetes 20 tetes HCl
NaOH3M 3M
0,5gr asam Endapan Kristal Kristal Terbentuk
oksalat + kristal putih putih tidak putih larut lagi kristal
5ml larut putih
Aquades

Tabel 2. Uji Esterifikasi

Larutan Sebelum Sesudah Setelah dituang


dipanaskan dipanaskan kedalam 20ml air
panas
3ml etanol + Tidak berwarna Tidak Tidak bewarna
1ml asam asetat dan tidak berbau berwarna dan memiliki
+ 15 tetes H2SO4 aroma seperti
balon tiup

B. Pembahasan

1. Asam karboksilat

Pada percobaan asam oksalat dimasukkan 0,5 g asam oksalat dan


ditambahkan 5 mL aquades pada tabung reaksi. Ternyata tidak terjadi
perubahan apapun. Asam karboksilat yang berbentuk padatan tidak dapat
melarut dalam air. Hal ini karena asam oksalat merupakan asam
karboksilat suku tinggi yaitu memiliki ( C>5). Begitupula saat keduanya
dipanaskan hingga mendidih, padatan asam oksalat tidak dapat larut dalam

7
air panas. Bahkan saat didinginkan kembali keduanya tidak dapat larut
homogen, terdapat kristal asam karboksilat yang mengendap dibawah
tabung reaksi
Barulah kristal asam oksalat + air diatas dapat larut ketika
ditambahkan NaOH tetes demi tetes. Larutan tersebut bercampur homogen
keseluruhan setelah penambahan 20 tetes NaOH 3M. Asam oksalat dapat
larut dengan NaOH, karena NaOH merupakan basa kuat yang akan
membentuk garam yang akan larut. Reaksi ini biasanya disebut dengan
reaksi saponifikasi
Menurut Usman (2013), Kelarutan dalam air tergantung dari panjang
dan besarnya ukuran gugus R. Hanya asam dengan berat molekul rendah
(hingga empat karbon) yang sangat larut dalam air. Meskipun termasuk
dalam asam lemah asam karboksilat dapat bereaksi dengan basa lebih kuat
dibandingkan air.
Kemudian setelah ditambahkan dengan HCl 3M sebanyak 20 tetes,
asam oksalat yang larut dengan NaOH tersebut kembali membentuk kristal
seperti semula. Pada penambahan HCl ini terjadi proses pengasaman.
Karena hasil mula-mula dari reaksi saponifikasi berupa karboksilat,
dengan adanya penambahan HCl ini karboksilat diubah menjadi asam
karboksilat kembali.

2. Esterifikasi

Pada percobaan esterifikasi, prosedur kerja dimulai dari


memasukkan 3 mL etanol kedalam tabung reaksi yang kemudian
ditambahkan 1 mL asam asetat. Kemudian ditambahkan H2SO4 15 tetes
setelah itu dipanaskan. Setelah itu dituang ke dalam beaker kecil dan
tercium aroma balon tiup pada etanol + asam asetat + H2SO4. Asam asetat
dengan penambahan alkohol yaitu Etanol menghasilkan senyawa etil
etanoat beraroma balon tiup.

8
Pada etanol + asam asetat + H2SO4 tercium aroma balon tiup karena
reaksi ini merupakan reaksi esterifikasi fischer. Dengan persamaan reaksi
sebagai berikut :

CH3CH2OH + CH3COOH → CH3COOCH2CH3 + H2O

Menurut Hoydockx(2014), Esterifikasi adalah suatu reaksi ionik,


yang mana gabungan dari reaksi adisi dan reaksi penataan ulang eliminasi
Esterifikasi adalah reaksi pengubahan dari suatu asam karboksilat dan
alkohol menjadi suatu ester dengan menggunakan katalis asam. Reaksi ini
juga sering disebut esterifikasi Fischer. Ester adalah suatu senyawa yang
mengandung gugus -COOR dengan R dapat berbentuk alkil maupun aril.
Suatu ester dapat dibentuk dengan reaksi esterifikasi berkatalis asam.
Reaksi esterifikasi merupakan reaksi yang bersifat dapat balik (reversible).

Pada uji esterifikasi sesuai dengan literatur yaitu etanol (alkohol)


direaksikan dengan asam asetat(asam karboksilat) dengan katalis asam
H2SO4. Menghasilkan etil etanoat(ester) yang menimbulkan aroma seperti
balon tiup.

9
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pada acara I tentang Asam Karboksilat dan Ester. Dapat disimpulkan


bahwa Asam karboksilat dan ester larut dalam larutan basa, dan sukar larut
dalam larutan asam. Suatu ester dapat dibuat dengan mereaksikan asam
karboksilat dengan suatu alkohol dengan katalis asam, jika dikaitkan pada
percobaan yaitu asam asetat(Asam karboksilat) direaksikan dengan
etanol(Alkohol) menghasilkan etil etanoat(Ester). Ester memiliki bau yang
khas, pada percobaan memiliki bau khas seperti balon tiup.

B. Saran

Diharapkan praktikan mengerjakan praktikum dengan benar dan tepat agar


tidak terjadi kesalahan pada saat mereaksikan suatu percobaan, dan juga
selalu menjaga kebersihan dan keamanan pada saat menggunakan
laboratorium. Diharapkan praktikum ini dapat menjadi pembelajaran dalam
melaksanakan praktikum lainnya kedepannya.

10
DAFTAR PUSTAKA

Carey, F. 1993. Advanced Organic Chemistry Part B. London :Reaction a


Syntesis Plenum Press.

Fessenden, Ralph J dan Fessenden, Joan S. 1982. Dasar-Dasar Kimia Organik .


Jakarta: Binarupa Aksara.

Hoydonckx. 2004. Esterification and Transesterification of Renewable Chemical.


Jurnal of Chemistry. Vol 2 (7).

Ouelette, Robert J, 1994. Organic Chemistry. New York : Macmillan Publishing


Company.

Staley,D. 1992. Pengantar Kimia Organik dan Hayati. Bandung : ITB.

Sukmanawati, S. 2009. Kimia 3. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen


Pendidikan Nasional.

Tim kimia organic 2014. Penuntun praktikum kimia organic 1. Jambi : UNJA.

Usman, Hanapi. 2013. Kimia Organik. Makassar : UNHAS

Wilbraham, Antony C, Matta, Michael S. 1992. Pengantar Kimia Organik Dan


Hayati. Bandung : ITB.

11
LAMPIRAN

Lampiran 1. Laporan Sementara

12
13
Lampiran 2. Hasil uji asam karboksilat

Lampiran 3.Hasil uji esterifikasi

14