Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL JURNAL REEVIEW

SISTEM DISTRIBUSI

Dosen Pengampu

( Ir. Mustamam, M.T )

Disusun Oleh :

Nama : Abu Bakar Siddik

Nim : 5172230001

Prodi : Teknik Elektro

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
RahmatNya sehingga penulis dapat menyelesai kan tugas Critical Journal Reeviw ini..
Penulis berterima kasih kepada bapak dosen yang bersangkutan yang sudah memberikan
bimbingannya.

Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena itu
penulis minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga mengharapkan kritik
dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya semoga dapat
bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan , 27 Maret 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... .........1
1.2 Rumusan Masalah..............................................................................................1
1.3 Tujuan ................................................................................................................ 1
1.3 Manfaat .............................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Identitas Jurnal ................................................................................................... 2
2.2 Ringkasan Jurnal I ............................................................................................. 4
2.3 Ringkasan Jurnal II............................................................................................7

BAB IV PENUTU
4.1 Kesimpulan .................................................................................................... ..10
4.2 Saran ............................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu bagian dari proses penyediaan tenaga listrik bagi konsumen pelanggan
listrik adalah operasi jaringan distribusi. Karena sistem jaringan distribusi merupakan
titik pertemuan dari para pemakai tenaga listrik dengan sistem penyaluran tenaga listrik.

Sistem distribusi ini merupakan bagian yang langsung berhubungan dengan konsumen,
jadi sistem ini berfungsi menerima daya listrik dari sumber daya (trafo distribusi), juga akan
mengirimkan serta mendistribusikan daya tersebut ke konsumen. mengingat bagian ini
berhubungan langsung dengan konsumen, maka kualitas listrik selayaknya harus sangat
diperhatikan

1.2 Rumusan Masalah


1.Mengetahui Materi tentang Sistem Distribusi
2.Menegtahi penerapan Sistem Distribusi

1.3 Tujuan

Makalah ini dibuat dengan tujuan utama untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem
Distrubusi, yang diberikan oleh dosen kami. Dan tujuan berikutnya adalah sebagai sumber
informasi yang kami harapkan bermanfaat dan dapat menambah wawasan para pembaca
makalah ini.

1.4 Mampaat
1.Mengetahi Materi yang di berikan
2.Menambah penegtahuan / Wawasan Mahasiswa

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Identitas Jurnal

A. Jurnal Utama

Judul Jurnal : STUDI ANALISA PERENCANAAN INSTALASI DISTRIBUSI


SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) 20 KV

Pengarang : Badaruddin, Heri Kiswanto

Volume :6

Nomor :1

Tahun : 2015

ISSN : 2086‐9479

B. Jurnal Pembanding

Judul Jurnal : EVALUASI KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI PADA


PENYULANG CEKO (FEEDER 3) GARDU INDUK PANGKAL
PINANG PLN AREA BANGKA

Pengarang : Dedy Syah Putra, Wahri Sunanda, Rudy Kurniawan

Volume :2

Nomor :2

Tahun : 2015

ISSN : 2355-5068

2
2.2 Ringkasan Jurnal ( I )

1.PENDAHULUAN

Salah satu bagian dari proses penyediaan tenaga listrik bagi konsumen
pelanggan listrik adalah operasi jaringan distribusi. Sistem distribusi merupakan titik
pertemuan dari para pemakai tenaga listrik dengan sistem penyaluran tenaga listrik. Salah
satu komponen yang membutuhkan biaya pada saluran udara distribusi tegangan
menengah adalah kawat penghantar (konduktor), untuk itu perlu ditentukan ukuran
konduktor yang sesuai dengan kebutuhan permintaan agar didapat biaya yang ekonomis
tanpa mengurangi persyaratan penyaluran tenaga listrik.

a.Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ukuran penampang


penghantar (konduktor) pada rancangan suatu saluran udara dari jaringan distribusi tegangan
menengah dalam upaya mendapatkan biaya penyaluran yang paling ekonomis, dilihat dari
segi investasi dan operasinya, termasuk biaya rugi- rugi atau susut jaringan yang
mengiringinya dengan pendekatan linearisasi.

b. Batasan Masalah

Pada penelitian ini pembahasan dibatasi pada penentuan ukuran penampang


penghantar pada saluran udara jaringan distribusi tegangan menengah dan masalah teknis
yang berkaitan dengan ukuran penghantar.

2.LANDASAN TEORI

EnergListrik pada umumnya dibangkitkan oleh pusat pembangkit tenaga listrik yang
letaknya jauh dari tempat para pelanggan listrik. Pada umumnya sistem tenaga listrik terdiri
dari tiga bagian, yaitu:

a) Pusat pembangkit tenaga listri.

b) Instalasi jaringan Transmisi

3
Gambar: Diagram satu garis penyaluran tenaga listrik Alokasi Biaya Investasi Penyaluran
Tenaga Listrik

Dalam menyalurkan tenaga listrik ke para pelanggan, mulai dari pusat pembangkit
tenaga listrik, transmisi dan distribusi, ternyata bagian distribusinya menyerap biaya
investasi paling besar kira-kira 45% dari biaya investasi keseluruhannya

3. SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI

Distribusi adalah bagian dari sistem tenaga listrik yang menyalurkan tegangan
listrik dari gardu induk ke gardu distribusi yang kemudian disalurkan ke pemakai tenaga
listrik (konsumen).

a. Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM)

SUTM disebut saluran udara tegangan menengah karena kawat hantarnya yang
bertegangan menengah berada di udara.

b. Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM)

SKTM disebut saluran kabel tegangan menengah karena kawat hantarnya


berisolasi penuh (kabel) dan berada di dalam tanah.

4.BIAYA SALURAN DISTRIBUSI

1.Biaya Saluran

Biaya saluran terdiri dua komponen utama yaitu biaya investasi dan biaya
operasional, termasuk dalam biaya operasional adalah biaya pemeliharaan dan rugi-rugi
(susut) teknis. Biaya terbagi atas beberapa komponen sesuai ketergantungannya dengan
penampang konduktor, karena ukuran konduktor diambil sebagai variabel.

4
5. ANALISA
1. Tinjauan Lokasi
Sebagai bahan analisis perencanaan, diambil sebuah Gardu Induk (GI) di area
Cikokol yang merupakan penyulang 20 KV, 3 fasa, saluran udara menggunakan
penghantar AAAC . Direncanakan akan ditarik instalasi jaringan distribusi baru sepanjang 2
km dari Gardu Distribusi DK 102 (titik B) ke Gardu Distribusi DK 103S (titik C)
untuk mensuplai beban ke pelanggan dan jaringan yang terlalu jauh. Sesuai dengan
kebutuhan beban yang ada, maka direncanakan Transformator yang digunakan adalah sebesar
250 kVA.

Maka besar arus (I) adalah: I = 7,2 A

6. MENGHITUNG RUGI-RUGI TOTAL PER TAHUN PADA SALURAN untuk q =


300 mm².

Untuk mempermudahkan analisis, maka perhitungan biaya hanya dilakukan pada


satu jurusan yaitu titik B– C, dan parameter yang digunakan untuk mendapatkan pola
penyaluran yang baik seperti dijelaskan pada Menghitung faktor pertumbuhan (G),
dengan menggunakan bagian adalah a = 2, b = 0,5 sehingga untuk menghitung
jatuh jatuh tegangan pada titik B– C ( VBC ) .

Menghitung energi rata-rata per tahun (U) dengan menggunakan persamaan untuk Ieff =
10,4 A, V = 20kV, cos θ = 0,85 dan Fb = 0,5

sebagai berikut:

U = √3 x 20kV x 10,4 x 0,85 x 0,5 x 8,76

= 1.341,272 kWh

Makarugi total rata-rata per tahun (Et %) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

5
Dengan cara yang sama, tetapi ukuran panampang konduktor (q) dirubah, maka
akan didapat biaya penyaluran seperti terlihat pada table 4.3.

Tabel Jatuh tegangan dan rugi total rata-rata per tahun

Gbr tabel :Jatuh tegangan dan rugi total rata-rata per tahun

6
2.3 Ringkasan Jurnal ( II )

1. PENDAHULUAN

Sistem distribusi memiliki peranan yaitu menyalurkan energi listrik secara andal dan
terus menerus ke konsumen. Keandalan dalam menyalurkan energi listrik ke konsumen
sangat dipengaruhi oleh banyaknya jumlah gangguan yang terjadi, sehingga berpengaruh
terhadap pasokan energi listrik dan pelayanan ke konsumen. Untuk mendapatkan keandalan
sistem distribusi yang tinggi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu salah satunya
dengan menerapkan sistem Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA). Sistem
SCADA memiliki kelebihan dibandingkan dari sistem konvensional/manual yaitu dapat
memantau, mengendalikan, dan dapat mencatat kerja sistem secara setiap saat Namun,
seberapa besar pengaruh penggunaan SCADA terhadap peningkatan keandalan sistem
distribusi tenaga listrik, khususnya pada penyulang Ceko (feeder 3) gardu induk
Pangkalpinang PLN Area Bangka. Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan penelitian
tentang evaluasi keandalan sistem distribusi pada penyulang Ceko (feeder 3) gardu induk
Pangkalpinang PLN Area Bangka sebelum dan setelah penggunaan SCADA tahun 2013-
2014 .

2. LANDASAN TEORI

Indeks keandalan berbasis System Average Interruption Frequency Index (SAIFI),


System Average Interruption Duration Index (SAIDI), dan Customer Average Interruption
DurationIndex (CAIDI) dapat dihitung menggunakan persamaan berikut:

m = Jumlah pemadaman dalam satu tahun

= Jumlah konsumen yang mengalami pemadaman

N = Jumlah konsumen yang dilayanani.

tt= Lamanya durasi pemadaman

7
3. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang dilakukan pada penyulang Ceko (feeder 3) gardu induk
Pangkalpinang PLN Area Bangka meliputi beberapa tahapan yaitu seperti diagram alir
berikut:

Penelitian diawali dengan studi literatur atau mempelajari ilmu yang berkaitan dengan
penelitian ini dan melakukan observasi ke lapangan yaitu PLN Area Bangka. Setelah itu
dilakukan pengambilan data, data yang diambil berupa data penyulang yang telah terintegrasi
SCADA dan sebelum terintegrasi SCADA. Melakukan pengolahan data untuk menentukan
nilai indeks keandalan sistem distribusi SAIDI, SAIFI, dan CAIDI dengan persamaan (1), (2),
dan (3). Setelah itu dilakukan analisis data berupa evaluasi penggunaan sistem SCADA pada
keandalan jaringan sistem distribusi penyulang Ceko (feeder 3) PLN Area Bangka dengan
SPLN No. 59 Tahun 1985 dan menggunakan metode analisis kuantitatif dengan metode Uji
Peringkat Bertanda Wilcoxon.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian untuk keandalan sistem distribusi dalam kurun waktu per tahun pada
penyulang Ceko (feeder 3) tahun 2013 diperlihatkan Tabel 1 berikut:

8
Sedangkan untuk hasil penelitian untuk keandalan sistem distribusi dalam kurun
waktu per tahun pada penyulang Ceko (feeder 3) tahun 2014 diperlihatkan Tabel 2 berikut:

Untuk hasil pengujian perbedaan menggunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon


pada indeks keandalan sistem distribusi SAIFI sebelum dan sesudah penggunaan SCADA
dihasilkan nilai pengujian Sig (2-tailed) sebesar 0,55 untuk indeks keandalan SAIFI, dan 0,66
untuk indeks keandalan SAIDI. Nilai ini lebih besar jika dibandingkan nilai α = 5%, dengan
kesimpulan tidak ada perbedaan antara setelah dan sebelum penggunaan SCADA pada
keandalan sistem jaringan distribusi berdasarkan perbandingan data sampel periode waktu
2013-2014. Untuk grafik perbandingan indeks keandalan sistem distribusi pada penyulang
Ceko (feeder 3) dengan SPLN No. 59 Tahun 1985 adalah sebagai berikut:

Gambar2: . Perbandingan Indeks Keandalan Sistem Distribusi SAIDI, SAIFI, dan CAIDI
pada Penyulang Ceko (feeder 3) PLN Area Bangka Tahun 2013 dengan SPLN No. 59 Tahun
1985.

Gambar 3. Perbandingan Indeks Keandalan Sistem Distribusi SAIDI, SAIFI, dan CAIDI pada
Penyulang Ceko (feeder 3) PLN Area Bangka Tahun 2014 dengan SPLN No. 59 Tahun 1985

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kesimoulan yang di dapat dari kedua jurnal ini :

JURNAL I :

 Dalam instalasi jaringan distribusi, khususnya pada saluran udara, yang sangat
berpengaruh menentukan besarnya nilai investasi dan biaya penyaluran adalah
ukuran penghantar atau konduktor yang digunakan.
 Semakin kecil ukuran penghantar, maka semakin kecil pula biaya penyaluran.

JURNAL II :

Nilai keandalan sistem distribusi parameter SAIFI, SAIDI, & CAIDI pada penyulang
Ceko (feeder 3) sebelum penggunaan SCADA tahun 2013 telah memenuhi Standar PLN No.
59 Tahun 1985 untuk penyulang dengan pola radial, dengan nilai standar yang ditentukan
adalah sebesar 3,84 kali/tahun untuk indeks SAIFI, 25,2 jam/tahun untuk indeks SAIDI, dan
6,5625 jam/tahun untuk indeks CAIDI. Sedangkan untuk nilai indeks keandalan sistem
distribusi pada penyulang Ceko (feeder 3) gardu induk Pangkalpinang PLN Area Bangka
tahun 2014 setelah penggunaan SCADA yang telah memenuhi standar PLN No. 59 Tahun
1985, yaitu 25,2 jam/tahun dan 6,5625 jam/tahun untuk nilai CAIDI.

3.2 Saran
Saran yang saya berikan disini itu adalah untuk jurnal I.
Dalam merencanakan sisten jaringan tenaga listrik, hal yang sangat dibutuhkan adalah
ketepatan dalam menentukan asumsi-asumsi dan perkiraan yang digunakan. Untuk itu perlu
dibuat perkiraan yang matang yang didapat dari teori dan data yang ada, dan juga data hasil
monitoring suatu jenis pekerjaan yang sama yang disesuaikan dengan kendala- kendala
yang ada dilapangan, sehingga dapat membuahkan hasil yang sesuai dengan tujuan
perencanaan awal dengan hasil yang optimal dan dapat diandalkan.

10
DAFTAR PUSTAKA

 Marsudi,D,”Operasi Sistem Tenaga Listrik”, Graha Ilmu, Yogyakarta


 Basri, H. ,“Sistem Distribusi”, ISTN, 1994.
 Kadir, A., Distribusi Dan Utilisasi Tenaga Listrik (Jakarta: Universitas Indonesia
Press, 2006)
 Marsudi, D., Operasi Sistem Tenaga Listrik, Edisi Pertama (jakarta: Graha Ilmu,
2006)
 Pandjaitan, B., Teknologi Sistem Pengendalian Tenaga Listrik Berbasis SCADA,
(Jakarta: Prenhallindo, 1999)

11