Anda di halaman 1dari 43

TUGAS

METODE PERHITUNGAN CADANGAN


METODE ISOLINE

Oleh:

Jumarinda 16137010
Lady Ayu Sapitri 16137012
M. Fajar Hidayat 16137064
Qori Dies Hardila 16137076
Riova Habi Fitra 16137032
Yuyun Frediana 16137090

Dosen Pengajar:
ADREE OCTOVA, S.Si., M.T.

LABORATORIUM TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2018
A. Pendahuluan

Investasi di bidang pertambangan memerlukan jumlah dana yang


sangat besar yaitu puluhan sampai ratusan miliar dolar. Agar investasi yang
akan dikeluarkan tersebut menguntungkan maka komoditas endapan mineral
yang keterdapatannya masih insitu harus mempunyai kualitas maupun
kuantitas yang cukup untuk mempengaruhi keputusan Investasi. Sistem
penambangan dan pengolahan yang digunakan untuk mengekstrak komoditas
insitu tersebut harus dapat beroperasi dengen baik untuk menghasilkan
pendapatan. Disamping itu semua teknologi dan pembiayaan yang
direncanakan dengan matang juga dipertimbangkan terhadap aset mineral
yang dimiliki. Dengan demikian perhitungan cadangan mineral harus dapat
dilakukan dengan derajat kepercayaan yang dapat diterima dan
dipertanggungjawabkan.

Perhitungan cadangan merupakan sebuah langkah kuantitas formal


terhadap suatu material yang keterdapatannya secara alamiah. Perhitungan
dilakukan dengan berbagai metode/prosedur yang didasarkan pada
pertimbangan empiris maupun teoritis. Volume, tonase, kadar, dan kuantitas
mineral merupakan atribut-atribut (variabel/parameter) umum yang
diperhitungkan. Perhitungan atribut tersebut harus optimal dalam arti takbias
dan kesalahan acak tidak melebih kriteria yang dapat dipertanggungjawabkan.

Metode perhitungan dapat berbeda untuk endapan yang akan


ditambang secara terbuka dengan endapan yang akan ditambang secara
underground mine. Metode perhitungan cadangan juga berbeda sesuai dengan
tujuan penambangan, maksudnya apakah jumlah cadangan yang diperoleh
akan dipergunakan untuk perencanaan tambang jangka panjang, jangka
pendek atau untuk keperluan lain.

Perhitungan secara global diaplikasikan untuk memperoleh kadar rata-


rata dan tonase dari sebuah volume endapan yang sangat besar. Umumnya
digunakan untuk memperkirakan kontinuitas produksi tambang dalam
kaitannya dengan perencanaan jangka panjang. Perhitungan ini masih bersifat
insitu karena hanya berdasar pada faktor ekonomi yang masih bersifat umum.
Hasil perhitungan dalam tahapan ini umumnya dikategorikan sebagai
sumberdaya dan masih membutuhkan tambahan data eksplorasi.

Perhitungan secara lokal dilakukan baik pada tahapan studi kelayakan


maupun pada saat kegiatan penambangan sedang dilakukan. Hasil
perhitungan umumnya dipakai untuk perencanaan jangka pendek atau
menengah dan diklasifikasikan sebagai cadangan.

Perhitungan cadangan merupakan proses yang kompleks, karena itu


membutuhkan ahli-ahli yang profesional. Sebuah tim yang besar dibutuhkan
untuk proses ini, tidak hanya ahli eksplorasi, teknisi pertambangan dan ahli
metalurgi tetapi juga melibatkan ahli ekonomi mineral, keuangan dan lain
sebagainya.

Pada dasarnya, perhitungan cadangan merupakan pengetahuan


mengenai distribusi spasial kadar dan penentuan lokasi batuan mineral yang
bernilai di atas cut off grade (cog). apapun tujuan dari perhitungan cadangan,
proses ini harus dilakukan berdasarkan aturan-aturan yang terstruktur.

Pentingnya perhitungan cadangan, Semua keputusan teknis yang


berhubungan dengan kegiatan penambangan sangat tergantung pada jumlah
cadangan endapan. Dengan demikian perhitungan cadangan merupakan hal
yang penting pada evaluasi suatu kegiatan penambangan. Harus pula diingat
bahwa perhitungan cadangan menghasilkan suatu kisaran. Model cadangan
yang dibuat adalah hasil pendekatan dari kondisi sebenarnya yang diharapkan
berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil eksplorasi. Sehingga hasil
dari perhitungan ini masih mengandung ketidakpastian. Tugas seorang ahli
eksplorasi adalah meminimalkan ketidakpastian tersebut dengan
menggunakan teknik-teknik perhitungan yang komprehensif.
Banyak metode yang digunakan dalam menghitung cadangan, baik
manual maupun software. Dalam tulisan ini kelompok kami akan membahas
tentang metode perhitungan cadangan, Metode Isoline.

B. Teori

Metoda isoline atau yang biasa disebut metode kontur ini dipakai

untuk digunakan pada endapan bijih dimana ketebalan dan kadar mengecil

dari tengah ke tepi endapan atau pola kadarnya memusat. Volume dapat

dihitung dengan cara menghitung luas daerah yang terdapat di dalam batas

kontur, kemudian mempergunakan prosedur-prosedur yang umum dikenal.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk menghitung cadangan


dengan menggunakan metode isoline adalah:
a. Mempersiapkan peta kontur
b. Menghitung luas area per interval
c. Menghirung volume
d. Menghitung cadangan
Metode ini dilakukan yaitu meliputi menghitung luas masing-

masing elevasi kontur dimulai dari elevasi terendah sampai elevasi tertinggi

biasanya menggunakan software Land Desktop, menggunakan rumus mean

area untuk menghitung volume tiap interval kontur sehingga didapatkan

volume cadangan terukur. Selajutnya menghitung cadangan.

Volume dapat dihitung dengan cara menghitung luas daerah yang

terdapat dalam batas kontur Kadar rata-rata dapat dihitung dengan cara

membuat peta kontur, kemudian mengadakan weighting dari masing-masing

luas daerah dengan contour grade.

Dengan rumus:
Bila kondisi mineralisasi tidak teratur maka akan muncul masalah. Hal ini

dapat dijelaskan melalui contoh berikut ini:

Gambar Kontur mineralisasi tidak merata

Dapat dihitung dengan rumus:


C. DATA-DATA YANG DIBUTUHKAN DALAM METODE ISOLINE
Dalam metode isoline di butuhkan koordinat xyz, peta topografi , peta
situasi dan data-data yang memuat batasan alamiah seperti alairan sungai,
jalan, perkampungan, peta geologi lokal.
D. TEKNIK PENGOLAHAN DATA
Diagram teknik pengolahan data metode isoline

Data-data
metode isoline LUAS

 koordinat xyz
 peta topografi VOLUME
 peta situasi
 data-data yang
memuat batasan
alamiah seperti TONASE
alairan sungai, jalan,
perkampungan, peta
geologi lokal.

Dalam metode isoline dilakukan dengan beberapa tahap/proses


a. Luas
 Trapezoidal’s Rule

Metode Trapezoidal’s Rule ini biasa digunakan untuk daerah


yang tidak teratur. Prinsip perhitungan metode ini mirip dengan
metode koordinat dari segi bentuk yang diasumsikan, yaitu
trapesium.Mencari Luasan Metode Trapezoidal’s Rule dengan Offset
(L) Sama

Untuk menghitung luas ABCD, maka terlebih dahulu dibagi dalam


ruas-ruas ‘trapesium’ dengan tinggi/offset trapesium sama (L), maka
luas ABCD merupakan jumlah dari A1, A2, A3 dan A4, di mana
Rumus

A1 =

A2 =

A3 =

A4 =

 Simpson
Seperti terlihat pada gambar 4.3, misalkan persamaan garis
lengkung bidang tersebut adalah y = a0 + a1.x + a2.x².
Denganintegrasi, luasbidanglengkung di atas (A)
dapatdihitungsebagaiberikut :
• Persamaangaris : y = a0 + a1.x + a2.x² ……….. [I]
• Luassemua : A = 0∫2h dA = 0∫2h ydx = 0∫2h (a0 + a1.x + a2.x²)dx
A = 0∫2h (a0.dx) + 0∫2h (a1.x.dx) + 0∫2h (a2.x²dx)
A = a0.x + ½ a1.x² + 1/3a2.x³ = a0.2h + ½ a1.(2h)² + 1/3a2.(2h)³
A = 2a0.h + 2a1.h² + 8/3a2.h³………. [II]
Misalkan : A = B.y0 + C.y1 + D.y2 ………. [III]
Dari persamaan [I]:
Bila : x = 0 maka : y0 = a0 + a1.0 + a2.0 = a0
x=h maka : y1 = a0 + a1.h + a2.h²
x = 2h maka : y2 = a0 + 2a1.h + 4a2.h²
Masukkan y0, y1 dan y2 di atas kepersamaan [III], didapat :
A = B(a0) + C(a0 + a1.h + a2.h²) + D(a0 + 2a1.h + 4a2.h²)
= (B.a0 + C.a0 + D.a0) + (C.a1.h + 2D.a1.h) + (C.a2.h² +
D.4a2.h²
= (B + C + D)a0 + (C + 2D)a1.h + (C + 4D)a2.h² ………. [IV]
Dari persamaan [II] : A = 2h. a0 + 2h.a1.h + 8/3h. a2.h²
dan [IV], didapat :
( B + C + D ) = 2 h …….(1)
( C + 2D ) = 2 h …….(2)
( C + 4D ) = 8/3 h … .(3)
Dari (3) – (2) didapat : (C+ 4D – C – 2D) = 8/3 h – 2h
2D = 2/3 h, D = 1/3 h
Dari (2) : (C + 2/3h) = 2 h, C = 2h – 2/3h = 4/3 h
Dari (1) : (B + 4/3 h + 1/3 h) = 2 h, B = 2h – 5/3 h = 1/3 h
Jadi didapat : B = D = 1/3 h dan C = 4/3 h
Dimasukkan kepersamaan [III], didapat :
A = 1/3 h.y0 + 4/3 h.y1 + 1/3 h.y2
Pengukuran luas pada metode kontur dilakukan dengan
menggunakan tiga cara yaitu dengan menggunakan Planimeter,
rumus Simpson 1/3, dan Simpson 3/8, Sedangkan volume untuk
metode kontur digunakan dua cara yaitu dengan menggunakan
rumus mean area dan rumus Frustum.

Metoda isoline atau yang biasa disebut metode kontur ini


dipakai untuk digunakan pada endapan bijih dimana ketebalan dan
kadar mengecil dari tengah ke tepi endapan atau pola kadarnya
memusat.
b. Volume
Volume dapat dihitung dengan cara menghitung luas daerah yang
terdapat di dalam batas kontur, kemudian mempergunakan prosedur-
prosedur yang umum dikenal.
Perhitungan volume untuk metode Cross section dan metode
kontur dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu dengan
menggunakan rumus mean area dan rumus Frustum.
o Mean Area.
Rumus Mean Area merupakan salah satu rumus yang
digunakan untuk mengestimasi volume dari suatu endapan metode
kontur. Rumus ini digunakan apabila terdapat dua buah penampang
dengan Luas S1 dan S2 dengan jarak L, seperti yang terlihat pada
Gambar 3.5. dengan memenuhi S1 relatif sama S2 atau (S1/S2) lebih
besar 0,5 sampai mendekati 1.

Adapun persamaan untuk mengestimasi volume


batugamping dengan menggunakan rumus Mean Area adalah
sebagai berikut :
S1  S 2  S 2  S3  S n1  S n 
V= L1  L2  ...  Ln
2 2 2
Keterangan :
L1 ,L2 ,L3,……,Ln = elevasi (m).
S1 , S2 ,S3 , …., Sn = luas (m2).
c. Tonase
Tonase adalah perkalian volume dengan berat jenis material
T = V * BJ
keterangan
T = tonase
V = volume
Bj = berat jeni
A. TEKNIK INTREPETASI
Pada Metode Contour perhitungan yang dilakukan dengan
menggunakan pedoman perubahan bertahap (rule of gradual change),
perhitungan pada metode contour dilakukan setiap kontur agar lebih
akurat.
Hasil estimasi sumberdaya pada daerah penelitian dengan metode
contour dengan pedoman perubahan bertahap (rule of gradual change)
memiliki volume. Hasil pengolahan data volume sumberdaya dengan
menggunakan metode contour dengan rumus mean area. Selanjutnya dari
volume sumberdaya didapatkan tonase dengan perkalian berat jenis bahan
galian.
a. Luas
Peta kontur
Pada kontur diatas diambil batas-batas daerah/ boundary
dan buat interval elevasi 2 m, dengan skala peta 1 : 100
Luas pertama

3,2 m 2,8 m

3,16 m 3,16 m 3,16 m

Luas dengan trapeziodal

S1 = x 3,16 m = 5,056 m2

S2= x 3,16 m = 9,48 m2

S3= x 3,16 m = 4,424 m2


Luas total pertama adalah 18,96 m2

Luas ke dua

2,3 m

3,5 m 3,5 m
Luas dengan trapezeodal
S1 = x 3,5 = 4,025 m2

S2= x 3,5 = 4,025 m2


Luas ke total dua adalah 8,05 m2
Luas ke tiga

1,4m

2,1m 2,1 m
Luas dengan trapezeodal

S1 = x 2,1 m = 1,47 m2

S2= x 2,1 m = 1,47 m2


Luas total ke tiga adalah 2,94 m2
Luas Ke Empat
0,6 m

0,7m 0,7m

Luas trapezeodal

S1 = x 0,7 m = 0,21 m2

S2= x 0,7 m = 0,21 m2


Luas todal ke empat adalah 0,42 m2
b. Volume
Volume dengan means area

V1 =
V1 = X 2 = 27,01 m3

V2 = X 2 = 10,99 m3

V3 = X 2 = 3,36 m3
Volume total adalah 41,36 m3

c. Tonase
Berat jenis batu bara 1,3 ton/m3
T = V * BJ
T = 41,36 m3 * 1,3 ton/m3
= 53,768 ton
Dari soal tersebut didapatkan luas 30,37 m2, volume 41,36 m3 dan
tonase 53,768 ton
C. Kelebihan dan Kekurangan Metode Isoline

a. Kelebihannya, perhitungan metode isoline berdasarkan pada tingkat

elevasi kontur, jadi dengan elevasi yang semakin rapat maka

perhitungan area akan semakin detail.

b. Kekurangan metode isoline adalah metode ini tidak memperhitungkan

perubahan topografi yang berada diantara interval kontur.

D. Studi Kasus

Estimasi cadangan batu kapur di lakukan oleh PT. Semen Sentosa untuk
menghitung besarnya cadangan batu kapur dengan menggunakan metode
isoline (metode kontur) yaitu menggunakan interval kontur per 5 meter,
diketahui peta topografi skala 1:4000 dan skala peta geologi daerah penelitian
1:15000 Hitunglah tonase cadangan terukur batu kapur.( JURNAL, Arno
Edwin Gilang Pratama, ESTIMASI CADANGAN BATUKAPUR DENGAN
METODE CROSS SECTION DIBANDINGKAN DENGAN METODE
KONTUR

(Studi Kasus di PT. Semen Tonasa Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi


Selatan)

NO Elevasi (m) Luas (m2)


1 40 1602784,89
2 45 1551794,97
3 50 1529701,97
4 55 1509309,45
5 60 1485375,06
6 65 1423878,53
7 70 1378487,64
8 75 1321826,04
9 80 1290933,40
10 85 1276452,95
11 90 1257814,64
12 95 1236780,15
13 100 1202247,76
14 105 1172966,81
15 110 1129328,06
16 115 1100012,76
17 120 1073400,85
18 125 1043151,31
19 130 1012258,50
20 135 976984,27
21 140 939319,87
22 145 866004,95
23 150 818542,66
24 155 762050,51
25 160 708305,42
26 165 665334,90
27 170 618200,69
28 175 568808,60
29 180 516645,48
30 185 480091,50
31 190 439894,31
32 195 407508,68
33 200 370216,63
34 205 333356,19
35 210 289848,87
36 215 244672,33
37 220 200422,47
38 225 150190,57
39 230 123554,02
40 235 100788,84
41 240 79033,86
42 245 55253,32
43 250 29912,38
44 255 11150,00
45 260 3996,21
46 265 1849,82
TOTAL 35.360.443,09

Data diatas telah dihitung luasannya dimana bentuk


perhitungan luas telah dilakukan dengan menggunakan aplikasi
autocad land desktop.
Selanjutnya dilakukan perhitungan tonase antar dua level,
dimulai dari elevasi 40 dan 45, dengan menggunakan interval
kontur 5 m dan seterusnya denagn menggunakan rumus mean area.
Rumusan mean area digunakan untuk endapan yang mempunyai
area kontur uniform.

Keterangan:
S1,S2 = Luas penampang endapan
L = Jarak antar elevasi
V = Volume cadangan

Selanjutnya menghitung tonase sumber daya dan cadangan,


dimana nilai berat jenis diperoleh dari perusahan. Perhitungan
tonase dapat dilakukan dengan menggunakan rumus:
T = V × BJ
Keterangan:
T = Tonase (ton)
V = Volume (m3)
BJ = Berat Jenis (ton/m3) dimana nilai Berat Jenis batuan = 2,4
ton/m
ANALISIS DATA
Berikut hasil analisis perhitungan volume dan cadangan dari data-data
diatas dengan metode isoline, sebagai beriku:

Interval
Berat Tonase
No Elevasi(m) Luas(m2) Kontur Volume(m3)
Jenis(ton/m3) (Ton)
(m)
1 40 1602784.89 5 7886449.65
2.4 18927479.16
45 1551794.97
2 45 1551794.97
5 7703742.35 2.4 18488981.64
50 1529701.97
3 50 1529701.97 7597528.55
5 2.4 18234068.52
55 1509309.45
4 55 1509309.45 5 7486711.275 2.4 17968107.06
60 1485375.06
60 1485375.06 7273133.975
5 5 2.4 17455521.54
65 1423878.53
65 1423878.53
6 5 7005915.425 2.4 16814197.02
70 1378487.64
70 1378487.64
7 5 6750784.2 2.4 16201882.08
75 1321826.04
75 1321826.04
8 5 6531898.6 2.4 15676556.64
80 1290933.4
9 80 1290933.4
5 6418465.875 2.4 15404318.1
85 1276452.95
85 1276452.95
10 5 6335668.975 2.4 15205605.54
90 1257814.64
11 90 1257814.64 5 6236486.975 2.4 14967568.74
95 1236780.15
95 1236780.15
12 5 6097569.775 2.4 14634167.46
100 122247.76
100 122247.76 5938036.425
13 5 2.4 14251287.42
105 1172966.81
105 1172966.81
14 5 5755737.175 2.4 13813769.22
110 1129328.06
110 1129328.06 5573352.05
15 5 2.4 13376044.92
115 1100012.76
115 1100012.76
16 5 5433534.025 2.4 13040481.66
120 173400.85
120 173400.85
17 5 5291880.4 2.4 12699312.96
125 1043151.31
125 1043151.31
18 5 5138524.525 2.4 12332458.86
130 1012258.5
19 130 1012258.5 5 4973106.925 2.4 11935456.62
135 976984.27
135 976984.27
20 5 4790760.35 2.4 11497824.84
140 939319.87
140 939319.87
21 5 4513312.05 2.4 10831948.92
145 866004.95
145 866004.95
22 5 4211369.025 2.4 1107285.66
150 818542.66
150 818542.66
23 5 3951482.925 2.4 9483559.02
155 762050.51
155 762050.51
24 5 3675889.825 2.4 8822135.58
160 708305.42
160 708305.42
25 5 3434100.8 2.4 8241841.92
165 665334.9
165 665334.9
26 5 3208838.975 2.4 7701213.54
170 618200.69
170 618200.69
27 5 2967523.225 2.4 7122055.74
175 568808.6
175 568808.6
28 5 2713635.2 2.4 6512724.48
180 516645.48
180 516645.48
29 5 2491842.45 2.4 5980421.88
185 480091.5
185 480091.5
30 5 2299964.525 2.4 5519914.86
190 439894.31
190 439894.31
31 5 2118507.475 2.4 5084417.94
195 407508.68
195 407508.68
32 5 1944313.275 2.4 4666351.86
200 370216.63
200 370216.63
33 5 1758932.05 2.4 4221436.92
205 333356.19
34 205 333356.19 5 1558012.65 2.4 3739230.36
210 289848.87
210 289848.87
35 5 1336303 2.4 3207127.2
215 244672.33
215 244672.33
36 5 1112737 2.4 267568.8
220 200422.47
220 200422.47
37 5 876532.6 2.4 2103678.24
225 150190.57
225 150190.57
38 5 684361.475 2.4 1642467.54
230 123554.02
230 123554.02
39 5 560857.15 2.4 1346057.16
235 100788.84
40 235 100788.84 5 449556.75 2.4 1078936.2
240 79033.86
240 79033.86
41 5 335717.95 2.4 805723.08
245 55253.32
245 55253.32
42 5 212914.25 2.4 510994.2
250 29912.38
250 29912.38
43 5 102655.95 2.4 246374.28
255 11150
255 11150
44 5 37865.525 2.4 90877.26
260 3996.21
260 3996.21
45 5 14615.075 2.4 35076.18
265 1849.82
Total 414.697.509

Metoda kontur yang digunakan dengan elevasi per 5 m , dari elevasi 40 m


– 265 m, didapatkan total luasan area 35.360.443,09 m2 . Berat jenis yang
digunakan 2,4 ton/m3 maka total tonase 414.697.509 ton

E. Pengolahan Data

Data :

X Y Z
287293 9801137 62
287308 9801341 44
287166 9801238 41
286988 9801156 43
286812 9801115 62
287019 9801346 39
286839 9801284 34
286521 9801333 40
286371 9801011 51
286409 9801101 35
286616 9801254 50
286269 9801202 38
286523 9801029 57
286329 9800902 48
286919 9801041 46
286178 9801130 48
286260 9800948 56
286188 9800988 55
286310 9801050 51
286364 9801135 60
287425 9801232 45
287164 9801048 48

Kontur :

Volume kontur yang dicari (elevasi 58)


1. Menggunakan Trapezidal

Luas :

Kontur 1

1. Menggunakan Surfer 11

Tutorial menghitung cadangan suatu kontur menggunakan surfer 11 :

a. Input data x, y dan z dengan cara : klik file, open, pilih data.
b. Save As data dalam bentuk DAT. dan bln.
c. Selanjutnya grid data pada lembar kerja

Untuk lembar kerja : klik file, new, plot.

Seperti gambar berikut :


Untuk grid data : klik tools grid, data, pilih data yang akan di grid,
Klik oke. Seperti pada gambar :
Maka akan muncul :
d. Membuat kontur dengan cara pilih map, new, countur map, lalu pilih
data yang sudah di grid. Maka akan muncul peta kontur seperti
gambar :
e. Untuk memunculkan titik-titik data bor, pilih Map, New, Post Map,
Pilih data dengan tipe DAT, klik OK.

Seperti pada gambar :


f. Untuk memberikan warna peta, Klik objek peta, pilih levels pada
properties manager, centang fill collour, pilih warna yang di
inginkan.

Seperti pada gambar :


g. Untuk memunculkan skala tinggal centang kolom collor scale di
bagian bawah.

h. Untuk memunculkan elevasi, pada bagian properti manager cari


minor contour, lalu centang show labels.

i. Untuk menghitung volume, pilih level method pada properti


manager, ubah ke advanced.
Selanjutnya, pada contour level, klik edit level, pilih kontur yang
akan dihitung volumenya

Maka akan muncul pada properti manager seperti pada gambar:


Double klik pada line kontur yang akan dihitung volumenya.

Edit style untuk mengubah garis kontur, dll. Agar memperjelas


kontur yang akan dihitung. Lalu klik Ok,
Setelah tampil seperti gambar di atas, klik Ok.

Maka, akan tampil garis kontur seperti :

j. Lalu, lakukan digitasi data, dengan cara klik kanan pilik digitasi.

Klik titik titik pada garis kontur tersebut.


Makan akan tampil data x,y,z dari titik tersebuk, lalu Save As
dengan me klik file, save As, klik ok.
k. Lalu grid data titik yang di digitasi tadi. Dengan cara klik grid, klik
data, lalu pilih data yang di save As tadi.

Maka akan muncul seperti :


Lalu save.

l. Untuk menghitung volume kontur tersebut maka, klik grid, volume,


pilih data yang yang di didigitasi dan sudah di grid tadi.

Masukkan nilai z minimum pada upper surface


Maka akan didapatkan volume dari kontur 375. Seperti pada gambar:

2. Manual
Lampiran data Volume dihitung dengan software :

————————————————
Grid Volume Computations
————————————————
Thu Dec 06 03:53:42 2018

Upper Surface

Grid File Name: C:\Users\HP\Documents\mpc data fix\data\digitized 2.grd

Grid Size: 84 rows x 100 columns

X Minimum: 9758958.107
X Maximum: 9759180.807

X Spacing: 2.2494949494874

Y Minimum: 321415.1886

Y Maximum: 321601.017

Y Spacing: 2.2388963855422

Z Minimum: 374.94989157089

Z Maximum: 375.03602530781

Lower Surface
Level Surface defined by Z = 272.1416422

Volumes
Z Scale Factor: 1

Total Volumes by:

Trapezoidal Rule: 4256092.4024152

Simpson's Rule: 4256092.3632471

Simpson's 3/8 Rule: 4256092.3604901

Cut & Fill Volumes

Positive Volume [Cut]: 4256092.4244471

Negative Volume [Fill]: 0

Net Volume [Cut-Fill]: 4256092.4244471

Areas
Planar Areas
Positive Planar Area [Cut]: 41383.984679861

Negative Planar Area [Fill]: 0

Blanked Planar Area: 0

Total Planar Area: 41383.984679861

Surface Areas

Positive Surface Area [Cut]: 41383.989919148

Negative Surface Area [Fill]: 0