Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH PERSENTASE KELOMPOK

VII

Dosen pengampuh: Indra koto, S.T., M.Eng.

Disusun Oleh:

MARTO DEDEK SIMBOLON ( 5173121017 )


KARLOS DOMINGGO PANGARIBUAN ( 5171121009 )
FELIX INDRA RAJAGUKGUK ( 5173121009 ) RIZKY
HAIKAL FADLY ( 5163121028 )

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan kasih karuniaNya
penulis masih di beri nafas kehidupan, kesehatan, serta kekuatan sehingga dapat
menyelesaikan “TUGAS RUTINITAS” ini dalam bidang studi “PNEUMATIK DAN
HIDROLIK”.

Mungkin dalam pembuatan tugas ini masih banyak terdapat kekurangan baik dalam segi
penulisan,isi, kerapian, dan lainnya. Maka penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran
guna penulisan di hari yang akan datang.

Demikianlah sebagai pengantar kata, dengan harapan semoga laporan ini dapat
bermanfaat bagi semua pembaca. terkhusus penulis, penulis mengucapkan terimakasih

Medan, 2019

PENULIS

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ 1
DAFTAR ISI .......................................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................1 A.
Rumusan masalah.................................................................................................1
B. Tujuan penulisan...................................................................................................1
C. Manfaat penulisan.................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................2
I. Kontrol beberapa akuator....................................................................................2
II. Konflik sinyal......................................................................................................3
III. Pemisahan dengan katup pembalik.....................................................................4
IV. Konflik sinyal dengan mempergunakan katup pembalik....................................4

BAB III PENUTUP........................................................................................................15


A. KESIMPULAN...................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................16
BAB I
PENDAHULUAN

Kebanyakan proses industry menuntut pemindah objek atau bahan dari satu bahan ke
tempat yang lain, atau membutuhkan gaya untuk menahan, membentuk, atau menekan suatu
produk. Kegiatan – kegiatan semacam itu dilakasanakan oleh penggerak mula ( prime moves
), yaitu kuda pekerja (work horses ) pada industry manufaktur.

Di banyak tempat, penggerak yang digunakan adalah penggerak elektrik. Gerakan putar dapat
diberikan oleh motor-motor sederhana, dan gerak linier dapat diperoleh dari gerakan berputar
yang dilakukan peralatan seperti screw jack ( dongkrak sekrup ) atau dongkrak (racks dan
minions ). Ketika gaya murni atau stroke ( langkah ) linier pendek dibutuhkan, maka solenoida
dapat digunakan ( walaupun gaya yang diperoleh dengan cara ini ada batasnya. )

Pada jaman dewasa ini sistem pneumetik dan hidrolik sangat banyak digunakan
didalm dunia indutri sebagai alat bantu dalam pengoperasian. Karna sistem ini sangat
memudahkan dalam penoperasian didalam pekerjaan. Sebelum Perusahaan memiliki ini,
setidaknya harus mengetahui karakter Sistem pneumetik dan hidrolik, karna setiap alat
produksi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dan struktur pada sistem
pneumetik
A. Rumusan masalah
1. Mengetahui kontrol beberapa akuator
2. Mengetahui tentang konflik sinyal
3. Pemisah dengan katup pembalik
4. Mengetahui konflik sinyal dengan mempergunakan katup pembalik
B. Tujun penulisan
1. Untuk menyelesaikan tugas dari mata kuliah Pneumatik dan hidrolik
2. Untuk mengetahui materi yang ingin dipresentasikan
3. Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan pada suatu tugas yang diberikan
4. Untuk menyelesaikan tugas presentasi di mata kuliah pneumatic dan hidrolik
C. Manfaat penulisan
1. Dapat menyelesaikan tugas dari mata kuliah Pneumatik dan Hidrolik.
2. Dapat mengetahui apa kelebihan dan kekurangan dalam bahan materi dan tugas
tersebut. Dan dapat mengetahui dan memahami materi.

BAB II
PEMBAHASAN

1. KONTROL BEBERAPA AKUATOR


Diagram gerakan langkah digunakan untuk menggambarkan gerakan yang berurutan di
dalam daerah kerja pneumatik. Apabila sistem kontrol lebih dari satu aktuator, aktuator
kedua dan seterusnya digambarkan dibawahnya dalam daerah yang sama.
Hubungan antar atuator dapat dilihat melalui langkah-langkahnya.
Penggunaan rangkaian kontrol pneumatik dengan aktuator jamak di industri
diantaranya adalah kontrol pembalik beban, pemindah benda kerja datar oleh
pengayun, kontrol untuk perbedaan tingkat distribusi benda kerja, kontrol perubahan
arah dari konveyor, alat distribusi untuk 2 atau lebih lintasan, alat pembuang dan
pemutar, dan sebagainya. Nah di bawah ini (gambar 1) ditunjukkan rangkaian kontrol
dengan dua silinder kerja ganda yang bekerja secara berurutan.
Sedangkan pada gambar 2 ditunjukkan suatu sistem produksi terdapat sub sistem
pengecapan produk dengan menggunakan rangkaian pneumatik. Dua buah silinder
kerja ganda digunakan untuk membuat sub sistem ini. Proses dimulai dengan
menekan tombol pada katup 3/2 yang menyebabkan silinder A bergerak maju, setelah
silinder A bergerak maju diikuti oleh silinder B bergerak maju untuk mengecap
produk dan kemudian silinder B bergerak mundur, mundurnya silinder B
menyebabkan silinder A kembali bergerak mundur ke posisi semula.
2. KONFLIK SINYAL
susunan urutannya dalam sistim pneumatik dapat kita jelaskan
sebagai berikut:
- Sinyal masukan atau input element mendapat energi langsung dari
sumber tenaga (udara kempa) yang kemudian diteruskan ke pemroses
sinyal.
-Sinyal pemroses atau processing element yang memproses sinyal
masukan secara logic untuk diteruskan ke final control element. -Sinyal
pengendalian akhir (final control element) yang akan mengarahkan
output yaitu arah gerakan aktuator (working element) dan ini
merupakan hasil akhir dari sistem pneumatik.

C. Pemisah dengan katup pembalik


1. Katup Pengarah (Directional Control Valves)
Katup 3/2 Way valve (WV) penggerak plunyer, pembalik pegas (3/2
DCV plunger actuated, spring centered), termasuk jenis katup piringan (disc
valves) normally closed (NC).
Katup 4/2 penggerak plunyer, kembali pegas (4/2 DCV plunger
actuated, spring centered), termasuk jenis katup piringan (disc seat
valves)

Katup 4/3 manually jenis plate slide valves.


Katup 5/2, DCV-air port jenis longitudinal slide.

2. Katup Satu Arah (Non Return Valves)


Katup ini berfungsi untuk mengatur arah aliran udara kempa hanya
satu arah saja yaitu bila udara telah melewati katup tersebut maka udara tidak
dapat berbalik arah. Sehingga katup ini juga digolongkan pada katup
pengarah khusus.
Macam-macam katup searah:
2.1 Katup Satu Arah Pembalik Pegas
Katup satu arah hanya bisa mengalirkan udara hanya dari satu sisi
saja. Udara dari arah kiri (lihat gambar 30) akan menekan pegas sehingga
katup terbuka dan udara akan diteruskan ke kanan. Bila udara mengalir dari
arah sebaliknya, maka katup akan menutup dan udara tidak bisa mengalir
kearah kiri. Katup satu arah dalam sistem elektrik identitik dengan fungsi
dioda yang hanya mengalirkan arus listrik dari satu arah saja.

2.2 Shuttle Valve


Katup ini akan mengalirkan udara bertekanan dari salah satu sisi, baik
sisi kiri saja atau sisi kanan saja. Katup ini juga disebut katup “OR”
(Logic OR function).
3. Katup DuaTekan (Two Pressure Valve)
Katup ini dapat bekerja apabila mendapat tekanan dari kedua saluran
masuknya, yaitu saluran X, dan saluran Y secara bersama-sama (lihat
gambar 32). Bila udara yang mengalir dari satu sisi saja, maka katup akan
menutup, namun bila udara mengalir secara bersamaan dari kedua sisinya,
maka katup akan membuka, sehingga katup ini juga disebut ”AND” (Logic
AND function).

4. Katup Buang Cepat (Quick Exhaust Valve)


Quick Exhaust Valve bekerja mengalirkan udara bertekanan dari
lubang P menuju lubang A, akan tetapi jika ada udara yang masuk dari lubang
A maka udara langsung dibuang cepat ke lubang R.
5. Katup Pengatur Tekanan
Pressure Regulation Valve, katub ini berfungsi untuk mengatur
besarkecilnya tekanan udara kempa yang akan keluar dari service unit
dan bekerja pada sistim pneumatik (tekanan kerja).

6. Katup Pembatas Tekanan/Pengaman (Pressure Relief Valve) Katup


ini berfungsi untuk membatasi tekanan kerja maksimum pada sistem.
Apabila terjadi tekanan lebih maka katup out-let akan terbuka dan
tekanan lebih dibuang, jadi tekanan udara yang mengalir ke sistem tetap
aman.

7. Sequence Valve
Prinsip kerja katup ini hampir sama dengan relief valve, hanya fungsinya
berbeda yaitu untuk membuat urutan kerja dari sistem. Perhatikan gambar
berikut:
8. Time Delay Valve (Katup Tunda Waktu)
Katup ini berfungsi untuk menunda aliran udara hingga pada waktu yang
telah ditentukan. Udara akan mengalir dahulu ke tabung penyimpan, bila suda
penuh baru akan mengalir ke saluran lainnya. Katup penunda ini juga dikenal
pula dengan timer.

9. Katup Pengatur Aliran (Flow Control Valve)


Katup ini berfungsi untuk mengontrol/mengendalikan besar-kecilnya
aliran udara kempa atau dikenal pula dengan katup cekik, karena akan
mencekik aliran udara hingga akan menghambat aliran udara. Hal ini
diasumsikan bahwa besarnya aliran yaitu jumlah volume udara yang mengalir
akan mempengaruhi besar daya dorong udara tersebut.
Macam-macam flow control: a) Fix flow control yaitu besarnya lubang
laluan tetap (tidak dapat disetel), b) Adjustable flow control yaitu lubang laluan
dapat disetel dengan baut penyetel, c) Adjustable flow control dengan check
valve by pass. Adapun penampang dan simbol flow control valve adalah sebagai
berikut:

10. Shut of Valve


Katup ini berfungsi untuk membuka dan menutup aliran udara. Lihat
gambar berikut:

D. Konflik sinyal dengan mempergunakan katup pembalik


Ranglaian yang terjadi konflik adalah beradunnya 2 sinyal pada satu buah
katup 5/2. Untuk mengatasi konflik tersebut dapat diselesaikan dengan
metode sistem cascade.
Sistem cascade merupakan suatu metode dalam perencanaan sistem
peneumatic yang terstruktur. Metode ini biasanya digunakan untuk
menyelesaikan yang tidak dapat diselesaikan metode intuitif,
Misalnya digunakan untuk mengatasi bentrok. Peraturan dalam sistem
cascade antara lain :
a. Mendenfinikasikan langkah kerja sesuai dengan permasalahannya.
Contoh : A+, B+, B-, A-
B. membagi kelompok dan pemberian nomor kelompok pada notasi
singkat tersebut dimana tidak terjadi sinyal bentrok. Masing masing
kelompok membutuhkan satu jalur pembekalan jalur terakkir harus
ada di udara
c. memerlukan katup pembalik ( katup 4/2, 5/2 dengan 2 kontrol ).
Jumlah kelompok minimal 1 yang harus berfungsi untuk memindahkan
jalur udara maksimal katup pembalik yang diperolehkan dalam
perencanaan sisrtem peneumatic dengan metode gaaket adalah 4 buah
katup.
D. penempatan katup kontrol arah 3/2 yang mengontrol langkah kerja.
Katup 3/2 yang berhubungan dengan star diletakkan dibawah sublai
line. Katup 3/2 yang mengubah kelompok, diletakkan dibawah sublai
line katup 3/2 lainnya diletakkan diatas sublai line.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat di simpulkan bahwa sistem pneumatik dan hidrolik bukanlah alat
yang sempurna, setiap alat yang dibuat pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-
masing. Maka dari itu sebagai pemiliki atau yang menggunakan alat tersebut setidaknya bisa
memahami alat tersebut, sistem kerja dan pengoperasiannya agar alat tersebut dapat beroperasi
dengan baik dan awat.

DAFTAR PUSTAKA
http//www.kontrol menggunakan beberapa akuator
http//www.konflik sinyal pada peneumatic
http//www.pemisah dengan katup pembalik