Anda di halaman 1dari 3

Gejala Klinis

RAS paling sering muncul dimulai sekitar usia 20 tahun. Lesi terbatas pada mukosa mulut
dan dimulai dengan rasa terbakar atau benjolan kecil di mukosa 2-48 jam sebelum ulkus
muncul. Selama periode awal ini, area kemerahan semakin membesar. Dalam beberapa jam,
papula putih kecil terbentuk, berulserasi, dan secara bertahap membesar selama 48-72 jam
berikutnya (Glick, 2015).
RAS dapat dibedakan menjadi tiga jenis, meskipun perbedaan diantaranya tidak signifikan,
namun bisa menjadi tiga gangguan yang berbeda (Scully, 2013):
1. RAS minor (80% dari semua RAS)
2. RAS mayor
3. RAS herpetiform

RAS Minor
RAS Minor memiliki ciri-ciri, yaitu (Scully, 2013) :
1. Terjadi terutama pada kelompok usia 10-40 tahun
2. Gejala yang ditimbulkan minimal
3. Ulkus berbentuk bulat dengan diameter 2-4 mm, dan terjadi beberapa ulkus (biasanya 1-6)
pada satu waktu
4. Dasar lesi awalnya kekuningan dan dikelilingi oleh halo erythematous dan udema.
5. Lesi terjadi terutama pada mukosa yang tidak keratin, misalnya : bibir, pipi, dasar mulut,
atau ventrum lidah. Dan jarang terjadi pada mukosa palatal atau gingiva yang berkeratin.
6. Lesi terjadi berulang dengan interval 1- 4 bulan.
7. Penyembuhan tanpa bekas luka dan biasanya sembuh dalam 7-10 hari.

Gambar 1. RAS Minor (Scully, 2013)


RAS Mayor
Pasien dengan RAS mayor mengalami lesi yang lebih dalam dalam, diameter lebih besar
dari 1 cm. Dalam kasus yang paling parah, sebagian besar mukosa mulut dapat ditutupi dengan
ulser yang dalam dan besar, sangat menyakitkan, dan mengganggu bicara dan makan. Pasien-
pasien ini mungkin memerlukan rawat inap untuk pemberian asupan makan intravena dan
perawatan dengan kortikosteroid sistemik. Lesi dapat berlangsung selama berbulan-bulan dan
kadang-kadang salah didiagnosis sebagai squamous cell carcinoma atau penyakit granulosit.
Lesi sembuh perlahan selama 10-40 hari dan meninggalkan bekas luka yang dapat
mengakibatkan uvula dan lidah menurun (Glick, 2015).
RAS mayor juga dikenal sebagai periadenitis mucosa necrotica recurrent (PMNR), yang
dapat ditemukan pada area mukosa mulut manapun, termasuk dorsum lidah atau langit-langit
yang berkeratin. RAS mayor terjadi berulang sangat sering dan kadang-kadang ditemukan
ESR, CRP, atau PV yang meningkat (Scully, 2013).

Gambar 2. RAS Mayor (Scully, 2013).

RAS Herpertiform
Varian yang paling tidak umum dari RAS adalah tipe herpetiform, yang cenderung terjadi
pada orang dewasa, terutama pada wanita. Pasien datang dengan lebih dari 10 ulkus kecil
berukuran <5 mm, tersebar di sebagian besar mukosa mulut. (Glick, 2015)
Ciri lainnya yaitu (Scully, 2013):
1. Ukuran terus membesar dan akhirnya menyatu membentuk ulser yang besar, bulat, dan
kasar
2. Dapat terjadi pada mukosa berkeratin dan tidak berkeratin.
3. Lesi akan sembuh dalam 10 hari atau lebih.
4. Menimbulkan rasa yang sangat menyakitkan dan terjadi berulang begitu sering sehingga
ulserasi dapat terus berlanjut.

Gambar 3. RAS Herpetiform (Scully, 2013)

DAFTAR PUSTAKA :
Glick, M. (2015). Burket's oral medicine, twelfth edition. 12th ed. New York: People’s Medical
Publishing House, p.75.
Scully, C. 2013. Oral and maxillofacial medicine. 3rd ed. Edinburgh: Churchill
Livingstone/Elsevier, pp.228-229.