Anda di halaman 1dari 55

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR PEGAWAI NEGERI SIPIL

OPTIMALISASI PELAYANAN GIGI MULUT PADA IBU HAMIL


DAN CALON PENGANTIN DI PUSKESMAS SIMO BOYOLALI

Disusun oleh:

Nama : Puteri Ismulia Yuanita


NIP : 19850101 201902 2 001
Angkatan : XXVII
No. presensi : 11
Jabatan : Dokter Gigi Ahli Pertama
SKPD/Instansi : Puskesmas Simo Boyolali
Coach : Ir. Wahyu Istiyanti, MM
Mentor : drg. Ninuk Sri Sunarsih
Narasumber : Sutardi, A.Pi, MMA
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH BEKERJASAMA DENGAN
BADAN KEPEGAWAIAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
DAERAH KABUPATEN BOYOLALI
TAHUN 2019
HALAMAN PERSETUJUAN

Judul : OPTIMALISASI PELAYANAN GIGI MULUT PADA IBU HAMIL


DAN CALON PENGANTIN DI PUSKESMAS SIMO BOYOLALI

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada :


Hari : Selasa
Tanggal : 30 April 2019
Tempat : Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala
Sekolah Karanganyar

Karanganyar, 30 April 2019


Peserta

drg. PUTERI ISMULIA YUANITA


NIP. 198501012019022001

Menyetujui,

Coach, Mentor,

Ir. WAHYU ISTIYANTI, MM drg. NINUK SRI SUNARSIH


Widyaiswara Ahli Madya Pembina
NIP. 196405021990032002 NIP. 196406131992032006

2
HALAMAN PENGESAHAN

Judul : OPTIMALISASI PELAYANAN GIGI MULUT PADA IBU HAMIL


DAN CALON PENGANTIN DI PUSKESMAS SIMO BOYOLALI

Telah diseminarkan pada :


Hari : Kamis
Tanggal : 2 Mei 2019
Tempat : Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan
Kepala Sekolah Karanganyar

Karanganyar, 2 Mei 2019


Peserta

drg. PUTERI ISMULIA YUANITA


NIP. 198501012019022001

Mengetahui dan Menyetujui,

Coach, Mentor,

Ir. WAHYU ISTIYANTI, MM drg. NINUK SRI SUNARSIH


Widyaiswara Ahli Madya Pembina
NIP. 196405021990032002 NIP. 196406131992032006

Narasumber,

SUTARDI, A.Pi, MMA


Widyaiswara Ahli Utama
NIP. 196005311985031005

3
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha


Esa atas segala rahmat, dan berkah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan rancangan aktualisasi dan habituasi yang berjudul
“Optimalisasi Pelayanan Gigi Mulut Pada Ibu Hamil Dan Calon Pengantin
Puskesmas Simo Boyolali” dengan baik. Rancangan kegiatan aktualisasi
dan habituasi nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil ini bertujuan untuk
meningkatkan kualitas PNS di Puskesmas Simo dengan sikap perilaku
PNS dan nilai-nilai dasar ASN yang terdiri dari: Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA).
Penulis menyadari bahwa rancangan ini dapat terwujud karena
bantuan dan dorongan dari banyak pihak. Penulis dengan tulus
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Drs. Agus Santoso, sebagai Kepala Badan Kepegawaian,
Pengembangan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Boyolali.
2. drg. Ninuk Sri Sunarsih sebagai Kepala Puskesmas Simo yang
telah menugaskan dan mendukung saya untuk mengikuti pelatihan
dasar CPNS Golongan III ini.
3. Sutardi, A.Pi, MMA selaku narasumber atas saran masukan yang
diberikan untuk perbaikan rancangan aktualisasi
4. Ir. Wahyu Istiyanti, MM selaku coach atas semua inspirasi,
dorongan, masukan dan bimbingannya.
5. drg. Ninuk Sri Sunarsih selaku mentor atas semua arahan,
motivasi, dukungan, masukan dan bimbingan selama perancangan
program aktualisasi.
6. Keluarga besar Puskesmas Simo atas dukungan dan
kerjasamanya.
7. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dalam perkuliahan
dan memberikan pengarahan terkait materi ANEKA untuk dapat
diinternalisasikan dan diaktualisasikan di instansi.
8. Seluruh Panitia dan Binsuh yang telah membantu dan memfasilitasi
kegiatan latsar.

4
9. Orangtua dan keluarga yang selalu memberikan semangat dan doa
untuk dapat menyelesaikan Latsar Golongan III ini dengan baik.
10. Keluarga besar peserta Latsar Golongan III Angkatan XXVII
tahun 2019.
Penulis sadar bahwa rancangan aktualisasi ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh sebab itu penulis berharap dapat masukan dari
berbagai pihak supaya rancangan aktualisasi menjadi lebih baik. Semoga
rancangan ini dapat dijadikan dasar dalam pelaksanaan dan pelaporan
aktualisasi dan habituasi nilai-nilai dasar PNS, serta memberikan manfaat
yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang membutuhkan.

Boyolali, 30 April 2019

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................. i
HALAMAN PERSETUJUAN.............................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN............................................................... iii

5
KATA PENGANTAR........................................................................... iv
DAFTAR ISI....................................................................................... vi
DAFTAR TABEL................................................................................ vii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................ 8
B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah....................................... 10
C. Tujuan ........................................................................................ 17
D. Manfaat ...................................................................................... 17
BAB II LANDASAN TEORI
A. Sikap Perilaku Bela Negara........................................................ 19
B. Nilai-nilai Dasar ASN................................................................... 21
C. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI................................... 25
D. Kesehatan Gigi dan Mulut Sebelum dan Selama Kehamilan..... 30
BAB III TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA
A. Profil Puskesmas........................................................................ 32
1 Dasar Hukum Pembentukan Organisasi ................................ 32
2 Visi, Misi, Nilai dan Tujuan Organisasi ................................... 32
3 Struktur Organisasi dan Job Diskripsi .................................... 33
4 Deskripsi SDM, Sarpras, dan Sumber Daya Lainnya ............ 35
B............................................Tugas Jabatan Peserta Diklat
..........................................................................................36
C. Role Model.................................................................................. 36
BAB IV RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan
Nilai ANEKA................................................................................ 38
B. Jadwal Rancangan Aktualisasi................................................... 47
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala............................. 49

BAB V PENUTUP.............................................................................. 51
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………52
DAFTAR RIWAYAT HIDUP.................................................................. 53
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Identifikasi Isu .......................................................................11


Tabel 1.2. Analisis Isu APKL ...............................................................13
Tabel1.3 Analisa Isu USG.....................................................................14
Tabel 1.4 Kegiatan Isu Terpilih...............................................................15
Tabel 3.1 Jumlah SDM UPT Puskesmas Simo Tahun 2018.................36

6
Tabel 4.1. Rancangan Aktualisas............................................................39
Tabel 4.2. Jadwal Rancangan Aktualisasi...............................................45
Tabel 4.3. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala …….................47

7
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk wajib
memberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terintegrasi bagi
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 1 (satu) tahun masa
percobaan. Tujuan dari Diklat terintegrasi ini adalah untuk
membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi
nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul
dan bertanggungjawab dan memperkuat profesionalisme serta
kompetensi bidang.
Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang
Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS),
ditetapkan bahwa salah satu jenis diklat yang strategis untuk
mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN yang profesional
seperti tersebut di atas adalah Diklat Prajabatan. Diklat ini
mengedepankan penguatan nilai-nilai dasar profesi PNS dan
pembangunan karakter dalam mencetak PNS. Kompetensi inilah
yang kemudian berperan dalam membentuk karakter PNS yang
kuat, yaitu PNS yang mampu bersikap dan bertindak profesional
dalam melayani masyarakat serta berdaya saing.
Pegawai ASN berfungsi sebagai : 1) Pelaksana kebijakan
publik; 2) Pelayan publik; dan 3) Perekat dan pemersatu bangsa.
Fungsi-fungsi ASN ini harus dilakukan dengan penuh tanggung
jawab dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Dalam
menjalankan fungsinya, seorang ASN harus selalu memegang
teguh dan mengamalkan nilai-nilai dasar ANEKA yang meliputi
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti
korupsi. ASN juga mempunyai kedudukan peran yaitu sebagai :

8
1) Manajemen ASN, 2) Whole of government, dan 3)
Pelayanan Publik.
Namun pada kenyataannya, pelaksanaan fungsi ASN belum
dilaksanakan dengan baik dan belum mengamalkan nilai-nilai dasar
ANEKA. Nilai-nilai dasar ANEKA belum diaplikasikan dalam
manajemen ASN, whole of government dan pelayanan publik.
Sebagian besar masyarakat memandang negatif para Pegawai
Negeri Sipil (PNS). Pegawai Negeri Sipil (PNS) dipandang
masyarakat yang tidak serius dalam bekerja, malas bekerja,
bekerja tidak sesuai jam kerja, kurang ramah, sombong dan
melakukan pelayanan secara tebang pilih. Oleh karena itu, saat ini
pemerintah Republik Indonesia sedang menggalakkan reformasi
birokrasi dengan tujuan agar para PNS dapat menjalankan tugas
secara baik, akan tetapi untuk terciptanya reformasi birokrasi perlu
didukung oleh sumber daya manusia dan sistem yang berkualitas.
Untuk tujuan tersebut maka perlu dibangun kompetensi yang harus
dimiliki oleh seorang PNS.
Puskesmas Simo adalah salah satu sarana pelayanan
kesehatan masyarakat yang penting karena bertanggungjawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerja
Kecamatan Simo. Puskesmas Simo adalah suatu unit pelaksanaan
fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan,
pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan
serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
menyelenggarakan kegiatan secara menyeluruh terpadu yang
berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal
di wilayah Kecamatan Simo. Indikator utama yang harus dimiliki
setiap puskesmas termasuk Puskesmas Simo adalah lingkungan
sehat, perilaku sehat, cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu
dan derajat kesehatan penduduk kecamatan.
Sesuai dengan indikator cakupan pelayanan kesehatan yang
bermutu, maka inovasi merupakan salah satu upaya untuk

9
meningkatkan mutu cakupan pelayanan kesehatan di Puskesmas
Simo sesuai dengan tugas pokok dokter gigi. Dalam rangka
merancang sebuah inovasi, yang pertama harus dilakukan adalah
identifikasi isu yang terjadi di Puskesmas Simo. Setelah isu
diidentifikasi dan ditetapkan, maka selanjutnya dapat disusun
kegiatan yang akan diaktualisasikan. Salah satu masalah yang
terjadi adalah cakupan pelayanan kesehatan gigi mulut ibu hamil
dan calon pengantin di Puskesmas Simo perlu ditingkatkan. Ibu
hamil dan calon pengantin yang nantinya akan mempunyai anak
dari usia nol bulan maka harus dipersiapkan kesehatannya.
Terutama kesehatan gigi mulut, apabila terganggunya kesehatan
gigi mulut ibu hamil dan calon pengantin maka akan berpengaruh
pada kesehatan janin atau calon bayi.
Berdasarkan masalah-masalah tersebut maka penulis akan
merancang kegiatan aktualisasi dengan menerapkan ilmu dan nilai-
nilai yang telah didapatkan selama pelatihan sehingga mampu
memberikan perubahan yang bermanfaat untuk Puskesmas Simo
dalam meningkatkan mutu cakupan pelayanan.
B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah
dalam rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS terdiri atas
identifikasi isu dan penetapan isu sebagai berikut:
1. Identifikasi Isu
Isu atau masalah dapat ditemukan dari gap antara kondisi yang
terjadi di Puskesmas Simo dengan kondisi yang diharapkan.
Beberapa isu yang ditemukan oleh penulis terkait dengan
manajemen ASN, whole of government, dan pelayanan publik
adalah :

10
Tabel 1.1 Iden
tifikasi Isu

Identifikasi
No Sumber Isu Kondisi Saat Ini Kondisi yang Diharapkan
Isu

1 Belum Manajemen 1. Sudah ada 1. Adanya kunjungan


optimalnya ASN, kunjungan bila berkala setiap trimester
pelayanan Pelayanan ada kehamilan, dengan
gigi mulut ibu Publik, Whole permasalahan mengisi kartu Penilaian
hamil dan of oleh ibu hamil Kesehatan Gigi dan
calon Government untuk Mulut
pengantin di pemeriksaan 2. Dilaksanakan pelayanan
Puskesmas gigi mulut di poli pemeriksaan gigi mulut
Simo gigi pra nikah dengan
2. Belum mengisi Kartu Penilaian
dilaksanakan Kesehatan Gigi dan
pelayanan Mulut, terutama ada
pemeriksaan tidaknya gangren radiks
gigi mulut pra (sisa akar)
nikah
2. Belum Pelayanan Sudah ada Adanya kunjungan berkala,
optimalnya Publik, Whole kunjungan pasien dengan mengisi kartu
pelayanan of anak dengan odontogram gigi dan mulut
gigi mulut Government keluhan usia gigi pergantian
anak usia gigi mencabutkan gigi dewasa, serta mengetahui
pergantian susu yang goyang gigi geraham dewasa yang
dewasa di dan pengobatan tumbuh pertama kali
Puskesmas gigi yang sakit
Simo
3. Belum Pelayanan Sedikitnya Adanya kunjungan berkala,
optimalnya Publik, Whole kunjungan pasien dengan mengisi kartu
pelayanan of lansia dengan odontogram gigi dan mulut
gigi mulut Government keluhan lansia. Apabila perlu
pada Lansia mencabutkan gigi dilakukan rehabilitasi
di pembuatan gigi tiruan bisa
Puskesmas dirujuk antar faskes
Simo pertama
4. Waktu tunggu Manajemen Kurang selarasnya Selarasnya input data
pelayanan di ASN, input data pasien pasien masuk di simpus
poli gigi dan Pelayanan masuk di simpus dengan kedatangan rekam
mulut yang publik, Whole dengan medik di poli gigi mulut
masih lama of kedatangan rekam

11
Government medik di poli gigi
mulut
5. Belum Manajemen Belum terbentuk Terbentuk kegiatan rutin
optimalnya ASN, kegiatan rutin PPI PPI
pencegahan Pelayanan
dan publik, Etika
pengendalian publik
Infeksi (PPI)
di poli gigi
Puskesmas
Simo

2. Penetapan Isu
Penetapan isu dilakukan melalui analisis isu dengan
menggunakan alat bantu penetapan kriteria kualitas isu. Analisis
isu ini bertujuan untuk menetapkan kualitas isu dan menentukan
prioritas isu yang perlu diangkat untuk diselesaikan melalui
gagasan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. Analisis isu
dilakukan dengan menggunakan alat bantu APKL (Aktual,
Problematik, Kekhalayakan dan Kelayakan) dan USG (Urgency,
Seiourness, dan Growth).
a. Analisa Kriteria Isu dengan APKL
Berdasarkan identifikasi isu yang telah diuraikan di atas
dianalisis menggunakan APKL (Aktual, Problematik,
Kekhalayakan dan Kelayakan).
1) Aktual, benar-benar terjadi dan sedang hangat
diperbincangkan dalam masyarakat
2) Problematik, isu yang memiliki dimensi masalah yang
kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya
3) Kekhalayakan, isu yang menyangkut hajat hidup orang
banyak
4) Kelayakan, isu yang masuk akal dan realistis serta relevan
untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

12
Tabel 1.2 Analisis Isu APKL
No. Isu A P K L Keterangan
1. Belum optimalnya pelayanan
Memenuhi
gigi mulut ibu hamil dan calon pengantin + + + +
syarat
di Puskesmas Simo
2. Belum optimalnya pelayanan
gigi mulut anak usia pergantian gigi - + + + Positif 3
dewasa di Puskesmas Simo
3. Belum optimalnya pelayanan
gigi mulut pada Lansia pada Puskesmas - + - + Positif 2
Simo
4. Waktu tunggu pelayanan di poli gigi dan Memenuhi
+ + + +
mulut yang masih lama syarat
5. Belum optimalnya program pencegahan
pengendalian Infeksi (PPI) di Puskesmas - + + + Positif 3
Simo
Keterangan :
+ = Memenuhi syarat - = Tidak memenuhi syarat

b. Analisa Prioritas Isu dengan USG


Berdasarkan Tabel 1.2, isu yang teridentifikasi memenuhi syarat
analisa APKL, yaitu :
1. Belum optimalnya pelayanan gigi mulut ibu hamil dan calon
penganten di Puskesmas Simo

2. Waktu tunggu pelayanan di poli gigi dan mulut yang masih


lama
Isu tersebut kemudian dianalisa dengan matriks USG
(urgency, Seriousness, Growth).
1. Urgency, mendesak untuk dibahas dikaitkan dengan waktu

13
2. Seriousness, seberapa serius dikaitkan dengan akibat yang
muncul bila penyebab isu tidak dipecahkan dan masalah yang
akan timbul akan lebih serius dari masalah pokok
3. Growth, seberapa akan berkembang dikaitkan dengan
kemungkinan masalah akan makin memburuk bila dibiarkan.

Tabel 1.3 Analisa Isu USG


No. Isu U S G Total Peringkat
1. Belum optimalnya 5 5 5 15 1
pelayanan
gigi mulut ibu hamil dan
calon pengantin di
Puskesmas Simo
2. Waktu tunggu pelayanan 4 4 4 12 2
di poli gigi dan mulut
yang masih lama
Keterangan :
5 : Sangat Besar
4 : Besar
3 : Sedang
2 : Kecil
1 : Sangat kecil

c. Penetapan Isu yang Dipilih


Dari hasil analisis APKL dan USG, ditetapkan isu yang dipilih dan
ditindaklanjuti dengan gagasan rencana kegiatan yang akan dilakukan
untuk mengatasi isu tersebut. Hasil perumusan isu yang terpilih adalah
Belum optimalnya pelayanan gigi mulut ibu hamil dan calon pengantin di
Puskesmas Simo secara rinci disajikan dalam Tabel 1.4 berikut ini :

14
15
Tabel 1.4 Kegiatan Isu Terpilih
No. Isu Terpilih Kegiatan Aktor yang Terlibat Peran Aktor yang Terlibat
1. Belum optimalnya 1. Membuat SOP 1. Kepala Puskesmas 1. Kepala Puskesmas memberikan
pelayanan pelayanan gigi mulut ibu 2. Dokter gigi poli arahan, persetujuan dan pengesahan
gigi mulut ibu hamil dan calon Puskesmas terhadap SOP yang baru
hamil dan calon pengantin di poli gigi 2. Dokter gigi poli Puskesmas
Pengantin di menyusun dan mengusulkan
Puskesmas Simo rancangan SOP yang baru dan
melaksanakan serta memantau
pelaksanaannya
2. Membuat kartu 1. Kepala Puskesmas 1. Kepala Puskesmas memberikan
Penilaian Kesehatan 2. Dokter gigi poli arahan dan persetujuan
Gigi dan Mulut Puskesmas 2. Dokter gigi poli Puskesmas
3. Pemangku Jabatan membuat isi dan desain kartu
UKP penilaian
3. Pemangku Jabatan UKP
memberi persetujuan
3 Program penyuluhan 1. Kepala Puskesmas 1. Kepala Puskesmas memberikan
dan kerja sama lintas 2. Dokter gigi poli arahan
poli (KIA dan Gigi Mulut) Puskesmas 2. Dokter gigi poli Puskesmas membuat
3. Bidan desa atau isi penyuluhan dan informasi
petugas KIA program pelayanan
4. Kasubag Tata Usaha 3. Bidan desa atau petugas KIA
5. Kader desa membuat jadwal kegiatan dan
menentukan tempat sosialisasi
penyuluhan serta membentuk tim
penyuluhan
4. Kasubag tata usaha membuat
undangan penyuluhan
16
5. Kader desa menyebarkan informasi
dan undangan sosialisasi
penyuluhan

4. Membuat brosur 1. Kepala Puskesmas 1. Kepala Puskesmas memberikan


tentang kesehatan gigi 2. Dokter gigi poli arahan dan persetujuan
mulut pada ibu hamil dan Puskesmas
calon pengantin 3. Pemangku jabatan UKP 2. Dokter gigi poli Puskesmas membuat
desain dan isi brosur
3. PJ UKP memberikan persetujuan

5. Penyuluhan kesehatan 1. Dokter gigi poli 1. Dokter gigi poli Puskesmas


gigi mulut ibu hamil dan Puskesmas bertugas memberikan penyuluhan
calon pengantin 2. Bidan desa atau 2. Bidan desa atau petugas KIA
petugas KIA membantu kegiatan penyuluhan,
3. Ibu hamil dan calon dengan koordinasi tempat
pengantin penyuluhan dan jumlah peserta yang
datang, serta membagikan brosur
3. Ibu hamil dan calon pengantin
menerima materi penyuluhan

6. Aplikas 1. Dokter gigi poli 1. Dokter gigi poli Puskesmas


i tooth mousse untuk Puskesmas memberikan contoh pemakaian tooth
menetralkan Ph rongga 2. Bidan desa atau mousse
mulut pada ibu hamil petugas KIA 2. Bidan desa atau petugas KIA

17
dan calon pengantin 3. Ibu hamil dan calon membagikan tooth mousse
sehingga mengurangi pengantin 3. Ibu hamil dan calon pengantin
terbentuknya plak gigi menggunakan tooth mousse
7. Pelaya 1. Dokter gigi poli 1. Dokter gigi poli Puskesmas
nan kuratif di poli Gigi Puskesmas memberikan pelayanan sesuai SOP
2. Ibu hamil dan calon dengan menerapkan nilai ANEKA
pengantin 2. Ibu hamil dan calon pengantin
menerima pelayanan dan mendapat
informasi dari kartu penilaian
kesehatan gigi mulut

18
3. Dampak Isu
Adapun dampak yang dimungkinkan terjadi apabila isu
tersebut tidak segera diselesaikan adalah sebagai berikut:
a. Bagi PNS
Tidak dapat menerapkan Nilai-nilai Dasar PNS (ANEKA)
pada pelaksanaan aktualisasi di Puskesmas Simo.
b. Bagi Unit Kerja / Organisasi
Tidak tercapainya visi dan misi serta tata nilai organisasi.
c. Bagi Stakeholder
Masyarakat khusus ibu hamil dan calon pengantin belum
mendapat pelayanan promotif, preventif (pencegahan),
dan kuratif (tindakan atau pengobatan) secara optimal
untuk kasus penyakit gigi mulut, sehingga dapat
berdampak pada kesehatan janin ibu hamil.
4. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjabaran identifikasi isu dan penetapan
isu di atas maka rumusan masalah dalam rancangan
aktualisasi ini adalah bagaimana cara mengaktualisasikan
nilai-nilai dasar PNS yang terkandung dalam akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti
korupsi (ANEKA) dalam optimalisasi pelayanan gigi mulut
ibu hamil dan calon pengantin di Puskesmas Simo
Boyolali.

C. Tujuan
Meningkatkan mutu cakupan pelayanan gigi mulut ibu hamil
dan calon pengantin di Puskesmas Simo

D. Manfaat
Kegiatan ini akan memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Manfaat untuk peserta diklat latihan dasar PNS
a. Dapat menerapkan nilai-nilai dasar PNS (ANEKA)
pada saat menjalankan tugas di Puskesmas Simo.

19
b. Dapat mengubah pola pikir sehingga menjadi individu
yang lebih profesional, berkomitmen, beretika dan
berintegritas.
c. Sebagai tempat belajar untuk mengemban tanggung
jawab penuh sebagai abdi Negara pada khususnya dan
pengabdi masyarakat pada umumnya.
d. Meningkatkan mutu pelayanan gigi mulut ibu hamil
dan calon pengantin di Puskesmas Simo

2. Manfaat bagi unit kerja


Terwujudnya visi dan misi, serta tata nilai organisasi pada
Puskesmas Simo. Salah satunya meningkatkan mutu cakupan
pelayanan khususnya di poli KIA dan Poli Gigi
3. Manfaat bagi masyarakat
Masyarakat khususnya ibu hamil dan calon pengantin
Mendapat pelayanan promotif, preventif (pencegahan), dan
kuratif (tindakan atau pengobatan) secara optimal untuk kasus
penyakit gigi mulut di Puskesmas Simo.

20
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Sikap Perilaku Bela Negara


1. Wawasan Kebangsaan dan Nilai-nilai Bela Negara
Pemahaman dan pemaknaan wawasan kebangsaan dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bagi aparatur,
pada hakikatnya terkait dengan pembangunan kesadaran
berbangsa dan bernegara yang berarti sikap dan tingkah laku
PNS harus sesuai dengan kepribadian bangsa dan selalu
mengaitkan dirinya dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsa
Indonesia.
Kesadaran bela negara merupakan upaya untuk
mempertahankan negara dari ancaman yang dapat mengganggu
kelangsungan hidup bermasyarakat yang berdasarkan atas cinta
tanah air. Selain itu menumbuhkan rasa patriotisme dan
nasionalisme di dalam diri PNS. Upaya bela negara selain sebagai
kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi setiap warga
negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, penuh
tanggung jawab dan rela berkorban dalam pengabdian kepada
negara dan bangsa.
2. Analisa Perubahan Lingkungan Strategis
Lingkungan strategis adalah situasi internal dan eksternal
baik yang statis (trigatra) maupun dinamis (panca gatra) yang
memberikan pengaruh pada pencapaian tujuan nasional. Analisa
perubahan lingkungan strategis ini bertujuan membekali peserta
dengan kemampuan memahami konsepsi perubahan lingkungan
strategis sebagai wawasan strategis PNS. Sehingga PNS dapat
memahami modal insani dalam menghadapi perubahan
lingkungan strategis, dapat mengidentifikasi isu-isu kritis, dan
dapat melakukan analisis isu-isu kritis dengan menggunakan
kemampuan berpikir kritis. Dengan begitu PNS dapat mengambil
keputusan yang terbaik dalam tindakan profesionalnya.

21
3. Kesiapsiagaan Bela Negara
Pasal 27 dan Pasal 30 UUD Negara RI 1945
mengamanatkan kepada semua komponen bangsa berhak dan
wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara dan syarat-syarat
tentang pembelaan negara. Dalam hal ini setiap PNS sebagai
bagian dari warga masyarakat tertentu memiliki hak dan kewajiban
yang sama untuk melakukan bela negara sebagaimana
diamanatkan dalam UUD Negara RI 1945 tersebut.
Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai-nilai
bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara sesuai peran dan profesi warga negara, demi menjaga
kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap
bangsa dari segala bentuk ancaman.
Kesiapsiagaan bela negara merupakan kondisi warga
negara yang secara fisik memiliki kondisi kesehatan, keterampilan
dan jasmani yang prima serta secara kondisi psikis yang memiliki
kecerdasan intelektual, dan spiritual yang baik, senantiasa
memelihara jiwa dan raganya, memiliki sifat-sifat disiplin, ulet,
kerja keras, dan tahan uji, merupakan sikap mental dan perilaku
warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang
berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945 dalam menjamin
kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu
dalam pelaksanaan latihan dasar bagi CPNS dibekali dengan
latihan-latihan seperti :
1. Kegiatan olah raga dan kesehatan fisik;
2. Kesiapsiagaan dan kecerdasan mental;
3. Kegiatan baris-berbaris, apel, dan tata upacara;
4. Keprotokolan;
5. Fungsi-fungsi Intelijen dan Badan Pengumpul
Keterangan;
6. Kegiatan ketangkasan dan permainan.
B. Nilai Nilai Dasar ASN
Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk memiliki nilai-nilai
dasar sebagai seperangkat prinsip yang menjadi landasan dalam
menjalankan profesi dan tugasnya sebagai ASN. Adapun nilai-nilai

22
dasar yang dimaksud adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA).
Berdasarkan dari kelima nilai dasar ANEKA yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik komitmen mutu dan Anti
korupsi yang harus di tanamkan kepada setiap ASN, maka perlu
diketahui indikator-indikator dari kelima kata tersebut, yaitu:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kata yang tidak asing lagi kita dengar,
namun sering kita susah untuk membedakannya dengan
responsibilitas. Namun dua konsep tersebut memiliki arti yang
berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung
jawab, sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban
pertanggungjawaban yang harus dicapai. Lebih lanjut
akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi
amanahnya. Adapun indikator dari nilai akuntabilitas adalah:
a. Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah di
mana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam
menciptakan hal tersebut.
b. Transparansi
Transparansi dapat diartikan sebagai keterbukaan atas
semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu
maupun kelompok / institusi.
c. Integritas
Integritas mempunyai makna konsistensi dan keteguhan
yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai
luhur dan keyakinan.
d. Tanggung jawab
Tanggung jawab merupakan kesadaran manusia akan
tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun
yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga dapat berarti
berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

23
e. Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral
mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda maupun
orang.
f. Kepercayaan
Rasa keadilan membawa pada sebuah kepercayaan.
Kepercayaan ini akan melahirkan akuntabilitas.
g. Keseimbangan
Pencapaian akuntabilitas dalam lingkungan kerja, diperlukan
adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan
kewenangan, serta harapan dan kapasitas. Selain itu,
adanya harapan dalam mewujudkan kinerja yang baik juga
harus disertai dengan keseimbangan kapasitas sumber daya
dan keahlian yang dimiliki.
h. Kejelasan
Fokus utama untuk kejelasan adalah mengetahui
kewenangan, peran dan tanggung jawab, misi organisasi,
kinerja yang diharapkan organisasi, dan sistem pelaporan
kinerja baik individu maupun organisasi.
i. Konsistensi
Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan terus
melakukan sesuatu sampai pada tercapainya tujuan akhir.
2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang
meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai
bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas
mencerai beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain.
Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan
tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara,
dan sekaligus menghormati bangsa lain.
Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-
nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia
senantiasa: menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan

24
dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan
pribadi atau kepentingan golongan; menunjukkan sikap rela
berkorban demi kepentingan bangsa dan negara; bangga
sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta
tidak merasa rendah diri; mengakui persamaan derajat,
persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan
sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai sesama
manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa.
3. Etika Publik
Etika lebih dipahami sebagai refleksi atas baik/buruk,
benar/salah yang harus dilakukan atau bagaimana melakukan
yang baik atau benar, sedangkan moral mengacu pada
kewajiban untuk melakukan yang baik atau apa yang
seharusnya dilakukan. Dalam kaitannya dengan pelayanan
publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum
dalam Undang-Undang ASN, yakni sebagai berikut:
a. memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Pancasila;
b. setia dalam mempertahankan UUD 1945;
c. menjalankan tugas secara profesional dan tidak
memihak;
d. membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
e. menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif;
f. memelihara dan menjunjung tinggi standar etika
luhur;
g. mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerja
publik;
h. memiliki kemampuan menjalankan kebijakan
pemerintah;
i. memberikan layanan kepada publik secara jujur,
tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna,
dan santun;
j. mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;
k. menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama;

25
l. mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong
kinerja pegawai;
m. mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
n. meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistem karir.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik
dengan berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai
komitmen mutu antara lain:
a. efektif, yaitu berhasil guna dapat mencapai hasil
sesuai dengan target;
b. efisien, yaitu berdaya guna, dapat menjalankan tugas
dan mencapai hasil tanpa menimbulkan pemborosan;
c. inovasi, yaitu penemuan sesuatu yang baru atau
mengandung kebaruan;
d. berorientasi mutu, yaitu ukuran baik buruk yang di
persepsi individu terhadap produk atau jasa.
5. Anti Korupsi
Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan
untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang
melawan norma–norma dengan tujuan memperoleh
keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik
secara langsung maupun tidak langsung. Tindak pidana
korupsi yang terdiri dari kerugian keuangan negara, suap-
menyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan dalam
jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan
gratifikasi.
Indikator yang ada pada nilai dasar anti korupsi meliputi:
a. mandiri yang dapat membentuk karakter yang kuat
pada diri seseorang sehingga menjadi tidak bergantung
terlalu banyak pada orang lain. Pribadi yang mandiri tidak
akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak
bertanggung jawab demi mencapai keuntungan sesaat;
b. kerja keras merupakan hal yang penting dalam
rangka tercapainya target dari suatu pekerjaan. Jika target
dapat tercapai, peluang untuk korupsi secara materiil
maupun non materiil (waktu) menjadi lebih kecil;

26
c. berani untuk mengatakan atau melaporkan pada
atasan atau pihak yang berwenang jika mengetahui ada
pegawai yang melakukan kesalahan;
d. disiplin berkegiatan dalam aturan bekerja sesuai
dengan undang-undang yang mengatur;
e. peduli yang berarti ikut merasakan dan menolong apa
yang dirasakan orang lain;
f. jujur yaitu berkata dan bertindak sesuai dengan
kebenaran;
g. tanggung jawab yaitu berani dalam menanggung
risiko atas apa yang kita kerjakan dalam bentuk segala hal;
h. sederhana yang dapat diartikan menerima dengan
tulus dan ikhlas terhadap apa yang telah ada dan diberikan
oleh Tuhan kepada kita;
i. adil yaitu memandang kebenaran sebagai tindakan
dalam perkataan maupun perbuatan saat memutuskan
peristiwa yang terjadi.
C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
Untuk mewujudkan birokrasi yang profesional dalam
menghadapi tantangan-tantangan global, pemerintah melalui UU
Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara telah bertekad
untuk mengelola aparatur sipil negara menjadi semakin profesional.
Undang-undang ini merupakan dasar dalam manajemen aparatur
sipil negara yang bertujuan untuk membangun aparat sipil negara
yang memiliki integritas, profesional dan netral serta bebas dari
intervensi politik, juga bebas dari praktik KKN, serta mampu
menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas bagi
masyarakat;
1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika
profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi,
kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan
kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar
selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul

27
selaras dengan perkembangan jaman. Adapun asas-asas
manajemen ASN, antara lain:
a. kepastian hukum;
b. profesionalitas;
c. proporsionalitas;
d. keterpaduan;
e. delegasi;
f. netralitas;
g. akuntabilitas;
h. efektif dan efisien;
i. keterbukaan;
j. non diskriminatif;
k. persatuan;
l. kesetaraan;
m. keadilan;
n. kesejahteraan.
2. Pelayanan Publik
Pelayanan Publik menurut Lembaga Administrasi Negara
adalah segala bentuk pelayanan umum yang dilaksanakan oleh
instansi Pemerintah di pusat dan daerah dan dilingkungan
BUMN/BUMD dalam bentuk barang atau jasa baik dalam
pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Adapun prinsip pelayanan publik yang baik untuk
mewujudkan pelayanan prima adalah:
a. Partisipatif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang
dibutuhkan masyarakat pemerintah perlu melibatkan
masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan
mengevaluasi hasilnya.
b. Transparan
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah
sebagai penyelenggara pelayanan publik harus
menyediakan akses bagi warga negara untuk mengetahui

28
segala hal yang terkait dengan pelayanan publik yang
diselenggarakan tersebut.
c. Responsif
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah
wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan
warga negaranya terkait dengan bentuk dan jenis
pelayanan publik yang mereka butuhkan, mekanisme
penyelenggaraan layanan, jam pelayanan, prosedur, dan
biaya penyelenggaraan pelayanan.
d. Tidak Diskriminatif
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah
tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan
warga negara yang lain atas dasar perbedaan identitas
warga negara.
e. Mudah dan Murah
Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat
harus memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee
untuk memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus
diterapkan prinsip mudah dan murah. Hal ini perlu
ditekankan karena pelayanan publik yang
diselenggarakan oleh pemerintah tidak dimaksudkan
untuk mencari keuntungan melainkan untuk memenuhi
mandat konstitusi.
f. Efektif dan Efisien
Penyelenggaraan pelayan publik harus mampu
mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapainya dan
cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan
prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan
biaya yang murah.
g. Aksesibel
Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah
harus dapat dijangkau oleh warga negara yang

29
membutuhkan dalam arti fisik dan dapat dijangkau dalam
arti non-fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan
yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk mendapatkan
layanan tersebut.
h. Akuntabel
Semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus
dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada
masyarakat. Pertanggungjawaban di sini tidak hanya
secara formal kepada atasan akan tetapi yang lebih
penting harus dipertanggungjawabkan secara terbuka
kepada masyarakat luas melalui media publik.
i. Berkeadilan
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan
sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu
menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika
berhadapan dengan kelompok yang kuat.
3. Whole Of Government
Whole of government (WoG) adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-
upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam
ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-
tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan
pelayanan publik.
Pendekatan WoG dapat dilihat dan dibedakan
berdasarkan perbedaan kategori hubungan antara
kelembagaan yang terlibat sebagai berikut:
a. Koordinasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi
menjadi:
 penyertaan, yaitu pengembangan strategi dengan
mempertimbangkan dampak;
 dialog atau pertukaran informasi;
 joint planning, yaitu perencanaan bersama untuk
kerjasama sementara.
b. Integrasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi
menjadi:
 joint working, atau kolaborasi sementara;

30
 joint ventrure, yaitu perencanaan jangka panjang,
kerjasama pada pekerjaan besar yang menjadi urusan
utama salah satu peserta kerjasama;
 satelit, yaitu entitas yang terpisah, dimiliki bersama,
dibentuk sebagai mekanisme integratif.
c. Kedekatan dan pelibatan, yang tipe hubungannya
dapat dibagi lagi menjadi:
 aliansi strategis, yaitu perencanaan jangka panjang,
kerjasama pada isu besar yang menjadi urusan utama
salah satu peserta kerjasama;
 union, berupa Unifikasi resmi, identitas masing-
masing masih nampak; merger, yaitu penggabungan
ke dalam struktur baru.
D. Kesehatan Gigi dan Mulut Sebelum dan Selama Kehamilan
Berdasarkan kebijakan pemerintah melalui Undang-Undang
No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dinyatakan bahwa pelayanan
kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian yang harus
dilaksanakan. Kesehatan gigi dan mulut dapat mendukung
percepatan pencapaian MDGs khususnya 4 dan 5 yaitu
meningkatkan kesehatan balita dan ibu hamil. Untuk mencapai
kesehatan gigi dan mulut yang optimal pada balita dan ibu hamil,
maka harus dilakukan perawatan secara berkala. Perawatan dapat
dimulai dengan memperhatikan konsumsi makanan, pembersihan
plak dan sisa makanan yang tersisa dengan menyikat gigi secara
teratur dan benar, pembersihan karang gigi, penambalan gigi
berlubang, dan pencabutan gigi yang sudah tidak bisa
dipertahankan lagi oleh dokter gigi, serta kunjungan berkala.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, maka akan dicapai suatu
kesehatan gigi dan mulut yang optimal yang akan meningkatkan
kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Keadaan rongga mulut ibu hamil dapat dapat mempengaruhi
kondisi bayi yang dikandungnya. Perawatan gigi dan mulut dapat
dilakukan pada masa kehamilan, tetapi tetap mempertimbangkan
perlindungan terhadap ibu hamil dan janin yang sedang

31
berkembang. Gigi berlubang yang tidak dirawat akan menyebabkan
masalah sistemik selama kehamilan dan dapat menyebabkan
kelahiran prematur dan berat bayi lahir rendah. Perubahan
hormonal pada saat kehamilan yang disertai adanya faktor lokal
seperti plak atau karang gigi akan menimbulkan pembesaran atau
peradangan pada gusi. Keadaan ini akan diperberat oleh kondisi
gigi dan mulut sebelum kehamilan yang sudah buruk. Sisa akar
atau gangren radik yang terdapat di rongga mulut harus diambil
terutama pada calon pengantin atau calon ibu hamil, karena
pencabutan gigi pada masa kehamilan akan meningkatkan risiko
kelahiran prematur. Untuk mencegah timbulnya gangguan di
rongga mulut selama kehamilan, perlu diciptakan tingkat
kebersihan mulut yang optimal.

32
BAB III
TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Organisasi (Unit Kerja)


1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
Puskesmas Simo berada di wilayah Kecamatan Simo yang
terletak antara 110.675827 BT dan -7439680 LS dengan ketinggian
100–400 m. Puskesmas Simo merupakan salah satu sarana
pelayanan kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Boyolali yang
berada di Kecamatan Simo. Kecamatan Simo mempunyai luas
wilayah 48.042.275 Ha, terdiri dari 13 desa yang terbagi dalam 77
RW dan 300 RT. Berdirinya Puskesmas Simo sejak tanggal 1 April
1970, semula bernama Balai Pengobatan Simo dan selanjutnya
disebut UPT Puskesmas Simo. Rehab bangunan gedung terakhir
dilaksanakan tahun 2018. Puskesmas Simo termasuk Puskesmas
Rawat Jalan yang memberikan Pelayanan sebagai berikut: Ruang
Pendaftaran, BP Umum, BP Gigi, KIA, KB, Fisioterapi,
Laboratorium, Apotek, Klinik Gizi, Klinik Sanitasi, Klinik TBC, dan
UKS. Puskesmas Simo tidak didirikan di lokasi berbahaya, berada
di desa Pelem yang bukan daerah rawan bencana.
2. Visi, Misi dan Strategi/Tata Nilai Organisasi
a. Visi
Terwujudnya Simo yang bermutu dalam pelayanan
b. Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka ditetapkan misi sebagai
berikut :
1) Memberikan pelayanan prima dan profesional

33
2) Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat
Simo dalam Upaya meningkatkan Derajat Kesehatan
3) Menciptakan tata kelola administrasi Puskesmas yang
lebih bermutu
3. Strategi/Tata Nilai Puskesmas Simo
Strategi Puskesmas Simo
a. Profesional
Menjalankan tugas dengan keahlian, ketrampilan dan
pengetahuan di bidang untuk mencapai kinerja terbaik dengan
tetap menjunjung tinggi kode etik
b. Ramah
Bersikap dan tutur kata yang manis, akrab dan simpatik
c. Integritas
Membangun kepercayaan dengan kejujuran, tanggung jawab,
moral serta satu kata dengan perbuatan
d. Mutu
Memberikan layanan terbaik kepada seluruh pengunjung
dengan sikap ramah, sopan, tulus dan rendah hati sehingga
dapat memberikan kepuasan sesuai standar operasional
e. Adil
Tidak berpihak atau berat sebelah pada kepentingan tertentu.
4. Struktur Organisasi dan Job Deskripsi
Puskesmas Simo berada di kawasan perdesaan. Pola struktur
organisasi Puskesmas yang dapat dijadikan acuan di Puskesmas
kawasan perdesaan adalah sebagai berikut:
a. Kepala UPT Puskesmas
Kriteria Kepala Puskesmas yaitu tenaga kesehatan dengan
tingkat pendidikan paling rendah sarjana, memiliki kompetensi
manajemen kesehatan masyarakat, masa kerja di Puskesmas
minimal 2 (dua) tahun, dan telah mengikuti pelatihan
manajemen Puskesmas.
b. Kasubag Tata Usaha, membawahi beberapa kegiatan
diantaranya Sistem Informasi Puskesmas, kepegawaian, rumah
tangga, dan keuangan
c. Penanggungjawab UKM esensial dan keperawatan
kesehatan masyarakat yang membawahi:
1) pelayanan promosi kesehatan termasuk UKS
2) pelayanan kesehatan lingkungan
3) pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM

34
4) pelayanan gizi yang bersifat UKM
5) pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit
6) pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat
d. Penanggungjawab UKM Pengembangan
Membawahi upaya pengembangan yang dilakukan Puskesmas,
antara lain:
1) pelayanan kesehatan jiwa
2) pelayanan kesehatan gigi masyarakat
3) pelayanan kesehatan tradisional komplementer
4) pelayanan kesehatan olahraga
5) pelayanan kesehatan indera
6) pelayanan kesehatan lansia
7) pelayanan kesehatan kerja
8) pelayanan kesehatan lainnya
e. Penanggungjawab UKP, kefarmasian, dan
laboratorium Membawahi beberapa kegiatan,
yaitu:
1) pelayanan pemeriksaan umum
2) pelayanan kesehatan gigi dan mulut
3) pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP
4) pelayanan gawat darurat
5) pelayanan gizi yang bersifat UKP
6) pelayanan persalinan
7) pelayanan kefarmasian
8) pelayanan laboratorium
f. Penanggungjawab jaringan pelayanan
Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan
kesehatan, yang membawahi:
1) Puskesmas Pembantu
2) Puskesmas Keliling
3) Bidan Desa
4) Jejaring fasilitas pelayanan kesehatan
5. Deskripsi SDM, Sarpras dan Sumber Daya Lain
Puskesmas menurut Permenkes RI No. 75 Tahun 2014
adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan
tingkat pertama, dengan lebih mengupayakan promotif dan
preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi – tingginya di wilayah kerjanya.
Jumlah Puskesmas di Kecamatan Simo ada 1 (satu) buah.
Untuk meningkatkan jangkauan pelayanan Puskesmas terhadap

35
masyarakat di wilayah kerjanya, Puskesmas didukung oleh sarana
pelayanan kesehatan berupa 2 Pustu (Puskesmas pembantu ), 9
Poskesdes dan Pusling (Puskesmas keliling ).
a. Tenaga Kesehatan
1) Jenis Tenaga Kesehatan
Data sumber daya masyarakat kesehatan (SDM Kesehatan)
di Puskesmas Simo Kabupaten Boyolali terdiri dari 6 jenis
yaitu :
1. Tenaga medis meliputi dokter umum dan dokter gigi.
2. Tenaga keperawatan meliputi bidan, perawat, perawat
gigi.
3. Tenaga kefarmasian D III asisten Apoteker.
4. Tenaga gizi D III gizi.
5. Tenaga kesehatan masyarakat.
6. Tenaga teknisi medis meliputi analisis laboratorium.
7. Tenaga fisioterapis.
2) Jumlah dan Rasio Tenaga Kesehatan
Kebutuhan jumlah dan rasio tenaga kesehatan dihitung
dengan Anjab ABK (Analisis beban Kerja), serta sesuai
dengan standar ketenagaan Puskesmas Rawat jalan
mengacu pada Permenkes Nomor : 75 tahun 2014.

Tabel 3.1 Jumlah SDM UPT Puskesmas Simo Tahun 2018


JENIS STANDA RII KEKURANG STATU
NO
KETENAGAA R L AN S

1 Dokter 2 1 1 PNS
2 Dokter Gigi 1 1 PNS
3 Perawat 6 4 2 PNS
4 Bidan 4 2 2 PNS
Tenaga -
5 Kesehatan 1 1 PNS
Masyarakat
6 Sanitarian/Kesl 1 - 1 PNS
7 Laboratorium
ing 1 1 - PNS
8 Tenaga
Medik Gizi 1 1 PNS
9 Tenaga 1 1 - PNS
10 Tenaga
Kefarmasian 5 5 - PNS
11 Administrasi
Pekarya 1 1 - PNS
12 Fisioterapis 1 1 - PNS
Jumlah 25 18 7 PNS

36
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat

Uraian tugas pokok dokter gigi Puskesmas Simo yang


bertugas sebagai dokter gigi ahli pertama sesuai
KEPMENPAN NOMOR : 141/KEP/M.PAN/11/2003 adalah
sebagai berikut :

1. Memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada


sarana pelayanan kesehatan yang meliputi promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif.

2. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

3. Membina peran serta masyarakat dalam rangka


kemandirian di bidang kesehatan gigi dan mulut

C. Role Model
Panutan yang saya pilih adalah Ibu drg. Ninuk Sri Sunarsih.
Beliau adalah kepala Puskesmas Simo. Saya memilih beliau
sebagai role model karena beliau mengajarkan penerapan nilai-nilai
dasar PNS yang selaras dengan yang saya terapkan dalam
aktualisasi saya ini. Beliau mengajarkan menjadi PNS yang
profesional dan berintegritas dengan menerapkan nilai
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti
korupsi. Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut saya dapat
melaksanakan kedudukan peran saya yaitu manajemen ASN,
whole of government dan pelayanan publik dengan baik.

37
BAB IV
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan


dengan Nilai dasar ANEKA

Unit Kerja : Puskesmas Simo


Isu yang diangkat : Belum Optimalnya Pelayanan Gigi
Mulut Pada Ibu Hamil dan Calon
Pengantin Puskesmas Simo

38
Judul : Optimalisasi Pelayanan Gigi Mulut
Pada Ibu Hamil dan Calon Pengantin
Puskesmas Simo Boyolali
Gagasan Penyelesaian Isu :
1. Membuat SOP pelayanan gigi mulut ibu hamil dan calon
pengantin di poli gigi dan mulut
2. Membuat kartu penilaian kesehatan gigi dan mulut
3. Program penyuluhan dan kerja sama lintas poli (KIA dan Poli
gigi)
4. Membuat brosur tentang kesehatan gigi mulut pada ibu
hamil dan calon pengantin
5. Penyuluhan kesehatan gigi mulut pada ibu hamil dan calon
pengantin
6. Pemberian tooth mouse untuk menetralkan Ph rongga mulut
pada ibu hamil dan calon pengantin
7. Pelayanan Kuratif di poli gigi

39
TABEL 4.1 RANCANGAN AKTUALISASI

Kontribusi
Kontribusi Kegiatan
N Tahapan Keterkaitan Dengan Nilai- Kegiatan
Kegiatan Output/Hasil Terhadap Penguatan
o Kegiatan Nilai Dasar PNS Terhadap Visi
Nilai Organisasi
Misi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Membuat SOP 1. Melakukan 1. Terarahnya Nasionalisme : Visi Puskesmas Profesional
pelayanan gigi diskusi pembuatan Diskusi bersama kepala Simo, yaitu (dilaksanakan
mulut ibu hamil penyusunan SOP puskesmas dengan terwujudnya dengan keahlian dan
dan calon SOP menjunjung sila ke-4 Simo yang keterampilan)
pengantin di poli Pancasila “Kerakyatan yang bermutu dalam
gigi dipimpin oleh hikmat pelayanan Integritas (tanggung
kebijaksanaan dalam jawab)
permusyawaratan Misi Puskesmas
Sumber perwakilan dan keadilan” Simo yang
kegiatan : pertama, yaitu
penugasan dari Etika Publik : memberikan
atasan Melakukan diskusi pelayanan prima
bersama kepala puskesmas dan profesional
dengan sikap sopan dan
hormat
2. Menyusun 2. Tersusunnya Akuntabilitas:
SOP dengan SOP yang Tanggung Jawab, Cermat
cermat dan baik dan teliti
teliti Menyusun SOP dengan
sistematis mulai dari pasien
datang sampai pasien
pulang
40
3. Mengusulkan 3. Rancangan Etika Publik:
rancangan SOP disetujui Sopan saat berkomunikasi
susunan oleh Kepala mengusulkan rancangan
SOP Puskesmas susunan SOP yang telah
dibuat

Komitmen mutu : Efektif


dan Efisien SOP dibuat
ringkas dan mencakup
segala yang dibutuhkan
2. Membuat kartu Membuat Terbentuknya Komitmen Mutu : Visi Puskesmas Profesional
Penilaian desain dan isi rancangan Efektif dan efisien dibuat Simo, yaitu (dilaksanakan
Kesehatan Gigi kartu penilaian kartu penilaian ringkas dan mencakup terwujudnya dengan keahlian
Mulut ibu hamil kesehatan gigi kesehatan gigi segala yang dibutuhkan Simo yang dan keterampilan)
dan calon mulut mulut ibu hamil bermutu dalam
pengantin dan calon pelayanan Integritas
pengantin Misi Puskesmas (tanggung jawab)
(Sumber Mengusulkan Terbentuk Akuntabilitas : Simo yang
kegiatan : ide rancangan kartu penilaian Bertanggung jawab pertama, yaitu
kreatif) kartu penilaian kesehatan gigi Mengusulkan rancangan memberikan
kesehatan gigi mulut ibu hamil kartu yang dapat pelayanan prima
mulut ke PJ dan calon dipertanggung jawabkan
41
UKP pengantin sesuai isi rancangan dan profesional

3. Program Melakukan Terbentuknya Etika Publik: Visi Puskesmas Integritas


penyuluhan dan koordinasi tim Sopan dan Ramah Simo, yaitu (tanggung jawab)
kerjasama lintas pembagian penyuluhan Menggunakan bahasa yang terwujudnya
poli tugas kegiatan (dokter sopan dan ramah supaya Simo yang Ramah
(akrab dan
penyuluhan gigi,bidan desa tidak terkesan memerintah bermutu dalam
simpatik)
(Sumber dan informasi atau petugas untuk meminta bantuan pelayanan
kegiatan : program KiA) Nasionalisme: Adil
Penugasan dari pelayanan Persatuan dan Kesatuan Misi Puskesmas (tidak berpihak atau
atasan dan ide Ketika diskusi pembagian Simo yaitu berat sebelah pada
kreatif ) tugas dengan menjunjung menciptakan kepentingan
sila ke 3 “Persatuan tata kelola tertentu
Indonesia” administrasi
Akuntabilitas: Puskesmas
Keseimbangan yang lebih
Pembagian wewenang akan bermutu
tugas dalam menjalankan
pelayanan publik
Koordinasi Terbentuknya Akuntabilitas:
jadwal undangan Tanggung Jawab
kegiatan dan kegiatan membuat jadwal kegiatan
tempat penyuluhan sesuai hasil diskusi dan
penyuluhan mengecek tempat

42
dengan bidan penyuluhan
desa atau
petugas KIA

4. Membuat brosur Membuat Terbentuknya Akuntabilitas: Visi Puskesmas Profesional


tentang desain dan brosur Tanggung Jawab Simo, yaitu (dilaksanakan
kesehatan gigi rancangan isi penyuluhan Menyusun materi dan terwujudnya dengan keahlian
mulut pada ibu brosur program kesehatan gigi Simo yang dan keterampilan)
hamil dan calon penyuluhan dan mulut ibu hamil dan bermutu dalam
Integritas
pengantin calon pengantin yang dapat pelayanan
(tanggung jawab)
dipercaya dan Misi Puskesmas
( Sumber dipertanggung jawabkan Simo yang
kegiatan : ide pertama, yaitu
kreatif ) Komitmen Mutu: memberikan
43
Inovasi pelayanan prima
Mencari sumber materi dan dan profesional
desain yang baru

5. Penyuluhan Membuat Terbentuknya Akuntabilitas: Visi Puskesmas Profesional


kesehatan gigi rancangan rancangan Tanggung Jawab Simo, yaitu (dilaksanakan
mulut pada ibu penyuluhan penyuluhan Menyusun materi dan terwujudnya dengan keahlian dan
hamil dan calon kesehatan gigi kesehatan gigi program kesehatan gigi Simo yang keterampilan
pengantin mulut pada ibu mulut pada ibu dan mulut ibu hamil dan bermutu dalam Integritas
hamil dan hamil dan calon pengantin yang dapat pelayanan (tanggung jawab)
calon calon dipercaya dan Misi Puskesmas Ramah
pengantin pengantin dipertanggung jawabkan Simo, yaitu (bertutur kata manis,
( Sumber menggerakkan akrab, dan simpatik)
kegiatan : SKP) Komitmen Mutu: dan
Inovasi memberdayakan
Mencari sumber materi dan masyarakat
desain yang baru dalam upaya
meningkatkan
Kegiatan Peserta (ibu Akuntabilitas: derajat
penyuluhan hamil dan Tanggung jawab dan kesehatan
dan calon Kejelasan Target
menginformasi pengantin a. Dokter gigi: memberi
kan program paham dengan materi penyuluhan dan
pelayanan, isi paparan program pelayanan
44
serta penyuluhan dengan jelas, tegas, dan
pembagian dan informasi mudah dipahami
brosur program b. Bidan desa atau
pelayanan petugas KIA : mencatat
semua kegiatan yang
terjadi dalam notulen
dan mengupayakan
adanya timbal balik
antara penyuluh dengan
peserta
c. Kegiatan diatur
sedemikian rupa agar
target dapat dicapai
Nasionalisme:
Pancasila Sila ke 3 dan
sila ke 4
Sila ke 3 “ Persatuan
Indonesia” adanya rasa
sama saling membutuhkan
dan terjalin silaturahim
Sila ke 4 “ Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam
permusyawaratan dan
keadilan” adanya
musyawarah mufakat dan
sharing atau timbal balik
Etika Publik:
45
Memberikan penyuluhan
dengan senyum, salam,
sapa, ramah dan santun
6. Pemberian Memberikan Peserta (ibu Akuntabilitas: Visi Puskesmas Profesional
tooth mousse contoh cara hamil dan Keadilan Simo, yaitu (dilaksanakan dengan
pada ibu hamil pemakaian calon Memberikan bahan tooth terwujudnya keahlian dan
dan calon tooth mousse pengantin) mousse tanpa Simo yang keterampilan)
pengantin untuk paham cara membedakan latar bermutu dalam Mutu
mengurangi pemakaian belakang peserta pelayanan (memberikan layanan
terbentuknya tooth mousse Antikorupsi: Misi Puskesmas terbaik dengan sikap
plak gigi Tanggung Jawab Simo yaitu ramah, sopan, tulus,
Mempertanggungjawabkan memberikan dan rendah hati)
(Sumber hasil kegiatan pelayanan prima Adil
kegiatan : SKP ) dan profesional (tidak membeda
bedakan)
7. Pelayanan Memberikan Ibu hamil dan Akuntabilitas: Visi Puskesmas Profesional
secara kuratif di pelayanan calon Tanggung Jawab Simo, yaitu (dilaksanakan dengan
poli gigi dan sesuai SOP pengantin Nasionalisme: terwujudnya keahlian dan
mulut menerima Pancasila sila ke 5 Simo yang keterampilan)
pelayanan di Etika publik: bermutu dalam Ramah
poli gigi dan Senyum, salam, sapa pelayanan (akrab dan simpatik)
mulut dan Komitmen mutu: Misi Puskesmas Integritas
(Sumber mendapat Efektif dan efisien Simo yang (tanggung jawab)
kegiatan : SKP ) kartu penilaian pertama, yaitu Mutu (berorientasi
kesehatan gigi memberikan mutu)
dan mulut pelayanan prima Adil
dan profesional (tidak membedakan)

46
B. Jadwal Rancangan Aktualisasi
Kegiatan aktualisasi akan dilaksanakan di Puskesmas Simo pada tanggal 4 Mei 2019 sampai dengan 15 Juni 2019.
Kegiatan-kegiatan aktualisasi akan dijabarkan dalam timeline kegiatan pada tabel 4.2
Tabel 4.2 Jadwal Rancangan Aktualisasi

Habituasi Pada Tanggal Portofolio/


Bukti
4 Mei 2019 15 Juni 2019
No Kegiatan Kegiatan
1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 1 3 4 5 6 7 8 1 1 1 1 1 1
4 6 7 8 9
0 1 3 4 5 6 7 8 0 1 2 3 4 5 7 8 9 0 1 0 1 2 3 4 5
1. Membuat SOP 1. Doku-
pelayanan gigi mentasi
mulut ibu hamil berupa
dan calon foto/
pengantin di poli video
gigi 2. SOP
yang
telah
tersusun
2. Membuat kartu 1. Doku-
Penilaian mentasi
Kesehatan Gigi berupa
dan Mulut foto/
Video
2. Kartu
penilaian
47
yang
telah
tersusun
3. Program 1. Doku-
penyuluhan dan mentasi
kerjasama lintas berupa
poli (KIA dan poli foto/
gigi) video

4. Membuat brosur 1. Doku-


tentang mentasi
kesehatan gigi berupa
mulut pada ibu foto/
hamil dan calon video
pengantin 2. Brosur

5. Penyuluhan 1. Doku-
kesehatan gigi mentasi
mulut pada ibu berupa
hamil dan calon foto/
pengantin video

6. Pemberian tooth 1. Dokume


mousse untuk ntasi
menetralkan Ph berupa
rongga mulut foto/vidio
pada ibu hamil

48
dan calon
pengantIn
7. Pelayanan 1. Dokume
secara kuratif di ntasi
poli gigi dan foto/vidio
mulut

Keterangan : = pelaksanaan kegiatan ,

= tahap finalisasi pelaporan dan penyusunan kegiatan habituasi

= hari libur

C. Antisipasi dan Strategi menghadapi Kendala


Pada pelaksanaan kegiatan aktualisasi ANEKA kemungkinan dapat terjadi kendala pada kegiatan-kegiatan yang
dilakukan sehingga rancangan kegiatan aktualisasi tidak dapat direalisasikan secara optimal. Oleh karena itu perlu adanya
antisipasi untuk menghadapi kendala-kendala yang mungkin saja terjadi, sehingga dampak negatif dapat dikurangi.
Antisipasi dalam menghadapi kendala-kendala selama aktualisasi dapat dijelaskan lebih lanjut pada tabel 4.3.

Tabel 4.3 Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala


Antisipasi Strategi Menghadapi
No Kegiatan Kendala
Menghadapi Kendala Kendala
1. Membuat SOP pelayanan gigi mulut ibu Sulit bertemu dan Berkomunikasi dengan Berkoordinasi dan
hamil dan calon pengantin di poli gigi berkoordinasi dengan kepala puskesmas berkomunikasi dengan
kepala puskesmas melalui media kepala puskesmas
49
dalam penyusunan elektronik agar bisa
SOP menemukan waktu
yang tepat untuk
bertemu
2. Membuat kartu Penilaian Kesehatan Gigi Desain, biaya, dan Berkoordinasi kepala Berkoordinasi dengan
dan Mulut waktu pertemuan Puskesmas melalui rekan kerja untuk
untuk diskusi media elektronik membantu kelancaran
pembuatan kartu
penilaian kesehatan
gigi dan mulut, serta
berkomunikasi dengan
Kepala Puskesmas

3. Sulitnya menentukan Bekerja dengan ikhlas


Program penyuluhan dan kerja sama
jadwal pertemuan untuk memberi waktu Berkoordinasi dan
lintas poli (KIA dan Gigi Mulut)
dengan bidan desa pertemuan agar bisa menjaga komunikasi
dan jadwal kegiatan bekerjasama
penyuluhan program

4. Membuat brosur tentang kesehatan gigi Desain dan biaya Komunikasi dengan PJ Mencari info terbaru
mulut pada ibu hamil dan calon pengantin UKP

5. Penyuluhan kesehatan gigi mulut pada Kurangnya jumlah Menghubungi agar Berkoordinasi dengan
ibu hamil dan calon pengantin sasaran masyarakat segera datang ke petugas terkait dengan
(Ibu hamil dan calon puskesmas atau baik dan selalu
pengantin) yang mencari orang lain menjaga komunikasi

50
datang yang bisa mengurus
hal tersebut

Memastikan bahwa
semua undangan
datang
6. Aplikasi tooth mousse untuk menetralkan Kurangnya jumlah Persiapan bahan lebih Menyiapkan bahan
Ph rongga mulut pada ibu hamil dan calon sasaran masyarakat awal dan dana dari sumber
pengantin sehingga mengurangi (Ibu hamil dan calon individu terlebih dahulu
terbentuknya plak gigi pengantin) yang
datang
Menyiapkan tooth
Persiapan bahan dan
mousse dengan
dana untuk
berbagai rasa
menyiapkan tooth
mousse

Sasaran masyarakat
(Ibu hamil dan calon
pengantin) yang tidak
mau menggunakan
tooth mousse
7. Pelayanan secara kuratif di poli gigi dan Kurangnya tenaga di Meminta bantuan Meminta bantuan
mulut tempat untuk tenaga lain tenaga lain
membantu kegiatan
pelayanan dan
dokumentasi

51
52
BAB V
PENUTUP

Rancangan aktualisasi ini merupakan rancangan kegiatan untuk


menyelesaikan isu dengan identifikasi isu yang telah dirumuskan
melaui analisa APKL dan USG. Isu yang diangkat adalah belum
optimalnya pelayanan kesehatan gigi mulut ibu hamil dan calon
pengantin di Puksesmas Simo. Dari isu tersebut muncul gagasan
pemecah isu yang tertuang dalam tujuh kegiatan. Rancangan ini
dibutuhkan untuk meningkatkan cakupan mutu pelayanan di
Puskesmas Simo dan penting dalam menerapkan nilai-nilai dasar
PNS, yaitu ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) selama habituasi. Sehingga dapat
menghasilkan PNS yang berintegritas dan mampu melayani
masyarakat secara baik dan maksimal. Selain itu juga dapat
meningkatkan kedudukan peran ASN yang meliputi Manajemen ASN,
Whole of government dan Pelayanan Publik terutama Whole of
government sehingga kolaborasi dengan rekan kerja dalam rangka
pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berjalan dengan baik. Peran
pelayan publik juga dapat terlaksana dengan lebih baik lagi.

53
DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Kesehatan RI, Pedoman Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Ibu
Hamil Dan Anak Usia Balita Bagi Tenaga Kesehatan Di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan, Jakarta, 2012.

Lembaga Administrasi Negara RI, Akuntabilitas: Modul pendidikan dan pelatihan


prajabatan golongan III. LAN RI, Jakarta, 2015.

Lembaga Administrasi Negara RI, Nasionalisme: Modul pendidikan dan pelatihan


prajabatan golongan III. LAN RI, Jakarta, 2015.

Lembaga Administrasi Negara RI, Etika Publik: Modul pendidikan dan pelatihan
prajabatan golongan III. LAN RI, Jakarta, 2015.

Lembaga Administrasi Negara RI, Komitmen Mutu: Modul pendidikan dan pelatihan
prajabatan golongan III. LAN RI, Jakarta, 2015.

Lembaga Administrasi Negara RI, Anti Korupsi: Modul pendidikan dan pelatihan
prajabatan golongan III. LAN RI, Jakarta, 2015.

Lembaga Administrasi Negara RI, Manajemen ASN: Modul Pelatihan Dasar Kader
PNS. LAN RI, Jakarta, 2017.

Lembaga Administrasi Negara RI, Whole of Government: Modul Pelatihan Dasar


Kader PNS. LAN RI, Jakarta, 2017.

Lembaga Administrasi Negara RI, Pelayanan Publik: Modul Pelatihan Dasar Kader
PNS. LAN RI, Jakarta, 2017.

54
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tentang Aparatur Sipil Negara.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : PUTERI ISMULIA YUANITA

Tempat Tanggal Lahir : Boyolali, 1 Januari 1985

Agama : Islam

Alamat Rumah : Tanjung Sari Reciden N0.A3, Ngesrep,Ngemplak,

Boyolali

No. Telp : 087857773210

Instansi : Puskesmas Simo

Jabatan : Dokter Gigi Ahli Pertama

Alamat Instansi : Jl. Ngaliyan, Pelem, Simo, Boyolali

Riwayat Pendidikan :

1. SDN 1 Gumukrejo lulus tahun 1998


2. SMPN 1 Banyudono lulus tahun
2000
3. SMAN 1 Boyolali lulus tahun 2003
4. FKG UNEJ lulus tahun 2011

55