Anda di halaman 1dari 1

DANA FAUZIYAH RAHMAT

2016210052
FARMAKOTERAPI INFEKSI & TUMOR (E)

Seorang ibu berusia 56 tahun dengan berat badan 65 kg tinggi badan 165 cm datang ke rumah
sakit bersama suaminya dengan keluhannya : Batuk sudah 2 minggu, batuk kering, tidak
napsu makan, badan lemah, susah tidur, dan berkeringat di malam hari, sudah makan obat
warung.

Dokter menyarankan untuk periksa lab dan foto rongent, selama menunggu hasil lab dan foto
rontgen pasien diberikan obat amoxilin 500 mg, diminum 3 kali sehari. Dari hasil lab yang
diperoleh ternyata BTA positif dan rongent menunjukan ada infiltrate.

Efek Samping Amoxilin : Mual, muntah, diare, lidah menghitam, reaksi seperti serum-
sickness, ruam makulopapular eritematosa, eritema multiforme,
sindrom Steve-Johson, dermatitis eksfoliatif.

S : pasien mengeluhkan batuk kering (sudah 2 minggu), tidak nafsu makan, badan lemah,
susah tidur dan badan berkeringat di malam hari), pasien sejauh ini telah mengosumsi obat
warung.
O: dari data hasil pemeriksaan lab diperoleh BTA (+) dan hasil rontgen menunjukan adanya
infiltrate.
A: dari data subjektif dan objektif yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pasien menderita
TB Tipe I.
P: Saran Terapi :
1. Fase awal (intensif) : Kombinasi 4 obat, yaitu Isoniazid, Rifampisin, Pirazinamid, dan
Etambutol selama 2 bulan.
2. Fase lanjutan : Kombinasi Isoniazid + Rifampisin selama 4 bulan.

Efek Samping dari Obat yang disarankan :


Gejala GI (mis. Anoreksia, mual, muntah, diare, ketidaknyamanan perut, pankreatitis,
mulut kering, sembelit, takanan epigastrium), kolitis pseudomembran, memerah dan gatal
tanpa ruam, urtikaria, eritema, hepatitis, trombositopenia, sesak napas, leukopenia, vertigo.