Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL BOOK REPORT

Sejarah Pemikiran Ekonomi

Dosen Pengampu : Revita Yuni, S.Pd., M.Pd.


Di Susun Oleh : Melati Br Pelawi (7173141020)

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunianya tugas
Critical Book Report ini dapat tersusun hingga selesai. Tak lupa kami ucapkan terimakasih
kepada Ibu Revita Yuni S.pd M.pd. Selaku dosen mata kuliah Pendidikan Kewargnegaraan yang
telah membimbing saya dalam penyelesaian tugas ini.
Penulis berharap semoga tugas ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, umtuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi critical book
report ini agar lebih baik lagi. Penulis juga menyadari bahwa penulisan maupun pelaporan tugas
ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu saran dan kritik dari pembaca yang membangun
sangat penulis harapkan guna menyempurnakan tugas ini. Semoga para pembaca mendapatkan
informasi dari tugas ini dan dapat bermanfaat untuk kami juga pada para pembaca sekalian.
BAB I
PENDAHULUAN

Identitas buku

Buku Utama
Judul Buku : Sejarah Pemikiran Ekonomi
Penulis : Deliarnov
Tahun Terbit : Bandung
Penerbit : Rajawali Pers
Kota terbit : 2003
ISBN : 9794214094

Buku Pembanding :
Judul Buku : Sejarah Pemikiran Ekonomi
Penulis : Sang Maestro
Tahun Terbit : 2014

BAB II
PEMBAHASAN

RINGKASAN BUKU UTAMA

BAB II PEMIKIRAN EKONOMI MASA PRAKLASIK

Pada masa Yunani Kuno sudah ada teori dan pemikiran tentang uang, bunga, jasa tenaga kerja
manusia dari perbudakan dan perdagangan. Bukti tentang itu dapat dilihat dari buku Respublika
yang ditulis Plato (427-347 SM) sekitar 400 tahun sebelum Masehi. (Deliarnov, 2003: 12).
Karena dia yang melahirkan pemikiran paling awal tentang perekonomian, maka pemikirannya
tentang praktek ekonomi banyak dipelajarai orang. Hanya sayang, walau Plato ada membahas
masalah-masalah ekonomi, tetapi pembahasan itu tidak dilakukan secara khusus, melainkan
sejalan dengan pemikiran tentang bentuk suatu masyarakat sempurna, atau sebuah utopia.

Pada masa Yunani Kuno memang pembahasan tentang ekonomi masih merupakan bagian
Filsafat, khususnya filsafat moral. Gagasan Plato tentang ekonomi timbul secara tidak sengaja
dari pemikirannya tentang keadilan (justice) dalam sebuah negara ideal (ideal state). Dalam
sebuah negara ideal, demikian Plato, kemajuan tergantung pada pembagian kerja (division of
labor) yang timbul secara alamiah dalam masyarakat.

Suatu hal yang patut dicatat dari masa Yunani Kuno ini adalah bahwa orang sudah mengenal
hedonisme, yang dapat dikatakan sebagai cikal bakal paham materialistik yang dikembangkan di
Eropa pada abad ke-17 dan ke-18 kemudian. Hedonisme merupakan paham materialisme
mekanistik, yang menganggap kenikmatan egoistis sebagai tujuan akhir dari kehidupan manusia.
Paham yang pertama kali digagas oleh Aristippus ini menganggap bahwa kenikmatan adalah
tujuan akhir dari kehidupan manusia.

BAB III TEORI KLASIK ADAM SMITH


Aliran atau mazhab yang dikembangkan oleh Adam Smith (1729-1790) disebut mazhab
klasik sebab gagasan-gagasan yang ia tulis sebetulnya sudah banyak dibahas dan dibicarakan
oleh pakar-pakar ekonomi jauh sebelumnya.
Pembahasan Smith lebih bersifat mikro dengan penekanan pada penentuan harga.
Melalui analisis mikro, ia menguraikan masalah pembangunan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan
untuk mmacu pertumbuhan ekonomi. Pendekaaatan yang digunakan Smith adalah pendekatan
deduktif , yang digabung dengan penjelaan histories Karyanya yang berjudul The Wealth of
Nations (1776) ditulis lebih dari 900 halaman. Buku ini pula yang menyebabkan ia diberi gelar
''Bapak Ilmu Ekonomi''. Tapi Landerth (1979), seorang pakar ekonomi matematis masa
sekarang, memadatkan semua preposisi dasar yang berjumlah lebih dari 900 halaman tersebut
menjadi beberapa halaman saja.
Para pemikir yang berpengaruh pada diri Smith waktu belajar di Universitas Glasgow
adalah Francis Hutceson(1694-1748) dan David Hume(1711-1776). Bidang yang paling disukai
Adam Smith adalah falsafah moral. Buku pertamanya The Theory Sentiments(1759) banyak
menghubungkan masalah ekonomi dengan masalah moral.
Kaum fisiokrat menganggap alamlah yang paling menentukan kemakmuran bangsa-
bangsa. Sebaliknya Smith menganggap manusia sebagai factor produksi utama. Alasannya,
alam(tanah) tidak ada artinya kalau tidak ada sumberdaya manusia yang pandai mengolahnya
sehingga bermanfaat bagi kehidupan.

A. Hakikat Manusia Serakah


Kenyataan bahwa manusia pada hakikatnya memiliki sifat serakah sudah dikenal oleh
pemikir-pemikir masa Yunani Kuno, terutama oleh Plato. Pemikiran yang sama juga dilontarkan
oleh Bernard de Mandeville (1670-1733) dalam bukunya yang telah menjadi klasik: The Fable of
the Bees tahun 1714. Adam Smith, seperti halnya Mandeville, juga percaya bahwa pada
hakikatnya manusia rakus, egoistis, selalu ingin mementingkan diri sendiri. Walaupun asumsi
mereka tentang hakikat manusia sama, konklusi mereka berbeda seperti bumi dan langit.
Mandeville menganggap sifat rakus manusia yang selalu lebih mementingkan diri sendiri ini
akan memberikan dampak sosial-ekonomi negative bagi masyarakat. Untuk menghindari
dampak negative ini, Mandeville menganjurkan adanya campur tangan pemerintah dalam
perekonomian. Sebaliknya, Smith tidak anti dengan sifat egoistis manusia, malahan menganggap
sifat ini akan memacu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan secara keseluruhan. Smith
berpendapat bahwa sikap egoistis manusia ini tidak akan mendatangkan kerugian dan merusak
masyarakat sepanjang ada persaingan bebas. Menurut penjelasannya lebih lanjut, setiap orang
yang menginginkan laba dalam jangka panjang (artinya serakah), tidak akan pernah menaikkan
harga di atas tingkat harga pasar.

B. Mekanisme Pasar Bebas


Smith sangat mendukung moto laissez faire-laissez passer ( biarkan semua terjadi,
biarkan semua berlalu), yang menghendaki campur tangan pemerintah seminimal mungkin
dalamperekonomian. Smith menghendaki agar pemerintah sedapat mungkin tidak terlalu banyak
campur tangan mengatur perekonomian. Biarkan sajalah perekonomian berjalan dengan wajar
tanpa campur tangan pemerintah, nanti akan ada suatu tangan tak kentara (invisible hands) yang
akan membawa perekonomian tersebut kearah keseimbangan. Jikat terlalu banyak campur
tangan pemerintah justru pasar akan mengalami distorsi yang akan membawa perekonomian
pada ketidakefisienan dan ketidak seimbangan.

Sekarang bagaimana pasar bebas yang didasarkan kepada keinginan-keinginan pribadi


tersebut bisa membawa perekonomian pada suatu keseimbangan yang efisien? Smith
mengekspresikannya dalam suatu paragraf yang mungkin paling sering dikutip orang dari
seorang ahli ekonomi sebagai berikut : “ Walaupun tiap orang mengerjakan sesuatu didasarkan
kepada kepentingan pribadi, tetapi hasilnya bisa selaras dengan tujuan masyarakat. Dampak
daripada aktivitas tiap individu dalam mengejar kepentingan diri mereka masing-masing
terhadap kemajuan masyarakat justru lebih baik, dibanding dengan tiap orang berusaha
memajukan masyarakat, selanjutnya Smith menulis : Smith paling tidak percaya dengan apa
yang disebut “maksud baik”, baik dari orang perorangan dan bahkan juga dari pemerintah.

C. Teori Nilai (Value Theory)


Berbicara mengenai arti nilai dalam ekonomi, Smith mengidentifikasikan barang
memiliki dua nilai yakni nilai guna (value in use) dan nilai tukar (value in exchange). Nilai tukar
barang akan ditentukan oleh jumlah tenaga (labor) yang diperlukan untuk menghasilkan barang
tersebut, sedangkan nilai guna adalah nilai kegunaan atau fungsi barang itu sendiri. Contoh nilai
tukar barang dapat dilihat dari tingkat keterampilan ataupun lama waktu yang digunakan dalam
proses pembuatan barang yang nantinya dipakan dalam menentukan harga. Menurut Smith,
hubungan antara nilai tukar dan nilai guna bersifat relatif. Hal ini terlihat dari perumpamaan air
dan intan yang ia jelaskan sebagai contoh kasus dimana air yang notabene memiliki nilai guna
lebih tinggi, tidak memiliki harga yang lebih tinggi pula dibandingkan intan yang sebenarnya
tidak memiliki nilai guna. Teori nilai Smith sebenarnya merupakan salah satu kelemahan dari
teori klasik yang tidak mengedepankan nilai utilitas, namun persoalan paradoks ini selanjutnya
mampu dipecahkan oleh murid Smith yakni Alfred Marshall.

D. Teori Pembagian Kerja


Teori ini menyatakan bahwa produktivitas tenaga kerja dapat ditingkatkan jika dilakukan
suatu pembagian kerja. Dengan dilakukannya pembagian kerja, setiap tenaga kerja akan
memiliki spesialisasi kerja sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing. Peningkatan
produktivitas pekerja akibat spesialisasi ini pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas
perusahaan tempat mereka bekerja. Jadi, menurut Smith pembagian kerja dan spesialisasi dapat
membawa efisiensi kerja dan hasil optimal bagi masyarakat secara menyeluruh. Semakin luas
pasarannya, semakin banyak terbuka kesempatan untuk spesialisasi yang pada akhirnya akan
meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Sebaliknya, pasar yang terbatas menjadi kendala
terhadap pelaksaan pembagian kerja dan spesialisai.

E. Teori Akumulasi Kapital


Karena Smith menganggap pentingnya arti akumulasi kapital bagi pengembangan
ekonomi, maka sistem ekonomi yang dianut sesuai dengan pemikiran Smith selain sering disebut
sistem liberal (karena memberikan keleluasaan yang besar bagi tiap individu untuk bertindak
dalam perekonomian), juga sering disebut sistem ekonomi kapitalisme (karena sangat
menekankan arti akumulasi kapital dalam pembangunan ekonomi.
F. Pengaruh Pandangan Adam Smith
Pengaruh pandangan dan pemikiran Adam Smith sangat luas. Dapat dikatakan bahwa
hampir semua pembahasan di bedang ekonomi dikaitkan dengan hampir semua pembahasan di
bidang ekonomi dikaitkan dengan pandangan Smith.
Sebagai contoh, individualisme dan materialisme tidak murni ajaran Smith. Jika
ditelusuri ke belakang, paham individulisme sebelumnya berasal dari paham hedonisme, yang
sudah dikembangkan oleh pemikir-pemikir ekonomi dari masa Yunani Kuno. Paham hedonisme
dirumuskan pertama kali oleh pemikir Yunani Kuno Aristippus, dan disempurnakan oleh
Epicurus.
Paham materialisme oleh pemikir-pemikir ekonomi klasik disebarluaskan, dan ternyata
kemudian ikut dianut oleh banyak orang di bnyak negara. Paham materialisme dan
individualisme sukar dibendung, bahkan oleh kekuasaan gereja sekalipun. Karena perbedaan
diatas, tidak heran kalau pada mulanya kekuasaan gereja ingin membendung ajaran materialisme
yang lebih memperhatikan kebahagiaan di bumi ini.
Sistem ekonomi pasar tidak membutuhkan perencanaan dan pengawasan dari pihak mana
pun. Orang sering keliru menganggap bahwa sistem ekonomi liberal yang didasarkan pada
paham individualisme ini akan mengakibatkan terganggunya harmoni sosial. Tetap Smith justru
berpandangan sebaliknya. Menurut Smith, walau tiap orang didorong untuk mengejar
kepentingan masing-masing, adanya persaingan bebas akan menjamin bahwa masyarakat secara
keseluruhan akan menerima benefit.
Dalam doktrin perekonomian liberal harmoni sosial justru bisa timbul dari konflik
individu-individu. Dalam hal ini perlu dijelaskan bahwa paham individualisme Smith tidak sama
dengan egoisme. Kedua sifat tersebut mamang sama-sama mementingkan diri sendiri. Akan
tetapi implikasi kedua paham tersebut sangat berbeda dikaitkan dengan perhatian terhadap orang
atau kelompok masyarakat lain.

G. Adam Smith atau Nabi Muhammad?


Hampir semua di buku teks tentang ide mekanisme pasar mengatakan bahwa ide
ini merupakan sumbangan pemikiran Adam Smith. Padahal, kalau ditelusuri dari sejarah, jauh
sebelum Adam Smith lahir, Nabi Muhammad sudah terlebih dahulu menganjurkan kepada
umatnya untuk memanfaatkan mekanisme pasar dalam penyelesaian masalah-masalah ekonomi,
dan menghindari sistem penetapan harga oleh otoritas negara kalau tidak terlalu diperlukan.
Lebih jelas, dalam ajaran Islam, otoritas negara dilarang mencampuri, memaksa orang menjual
barang pada suatu tingkat harga yang tidak mereka ridhai. Muhammad melarang pemerintah ikut
campur menetapkan harga jika masyarakat tidak melakukan pelanggaran atau penyimpangan
yang mengharuskan munculnya tindakan control atas harga
Bahwa Islam mengaanjurkan penggunaan mekanisme pasar dan menghindari
panetapan harga yang tidak perlu oleh pemerintah, bisadiikuti hadits yang diriwayatkan oleh
Anas sebagau berikut ; orang-orang berkata : Ya Rasulullah, harga-harga melonjak tinggi, maka
tentukanlah harga bagi kami.. Muhammad menjawab : Sesungguhnya Allah-lah yang menetukan
harga dan menahan rezeki kepada yang disukai-Nya.

Walaupun Islam telah menganjurkan penggunaan mekanisme pasar jauh sebelum


Adam Smith menulis The Wealth of Nations tahun 1776, perlu dikatakan bahwa adakalanya
pemerintah boleh menggunakan kebijakan penetapan harga dalam kondisi-kondisi khusus. Ini
terutama diperlukan jika kebijakan itu dipandang lebih adil.

BAB IV PEMIKIRAN TOKOH – TOKOH KLASIK LAINNYA

A. Thomas Robert Malthus (1766 – 1834)

Smith optimis bahwa kesejahteraan umat mannusi akan selalu meningkat sebagai dampak
positif dari pembagian kerja dan spesialisasinya. Sebaliknya, Malthus jjustru pesimis tentang
masa depan umat manusia. Sumber pesimisme Malthus tidak lain dari kenyataan bahwa tanah
sebagai salah satu factor produksi utama jumlahnya tetap.

B. David Richardo (1772 – 1823)

David Ricardo membagi masyarakat dalam tiga golongan, yaitu :


1. Masyarakat pengusaha atau kapitalis, adalah golongan yang memimpin produksi dan
memegang peranan yang penting karena mereka selalu mencari keuntungan dan
menginvestasikan kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi kapital yang mengakibatkan
naiknya pendapatan nasional.
2.Masyarakat pekerja atau buruh, adalah golongan yang terbesar dalam masyarakat, namun
sangat tergantung pada capital
3.Tuan tanah atau bangsawan, adalah golongan yang memikirkan sewa saja dari golongan kapital
atas areal tanah yang disewakan
Tentang teori nilai kerja dan upah alami, Ricardo menjelaskan bahwa nilai tukar suatu barang
ditentukan oleh ongkos yang perlu dikeluarkan untuk menghasilkan barang terebut.

C. Jean Baptiste Say (1767 – 1832)


Pendapat Say di atas disebut Hukum Say (Say’s Lay). Hukum Say didasarkan pada asumsi
bahwa nilai produksi selalu sama dengan pendapatan. Dengan dasar asumsi seperti ini ia
menganggap bahwa peningkatan produksi akan selalu diiringi oleh peningkatan pendapatan,
yang akhirnya akan diiringi pula oleh peningkatan permintaan. Jadi, dalam perekonomian yang
menganut pasar persaingan sempurna tidak akan pernah terjadi kelebihan penawaran. Kalaupun
terjadi sifatnya hanya sementara. Pendapat Say nahwa “produksi akan selalu menciptakan
permintaannya sendiri” menjadi pedoman dasar dalam kebijaksanaan – kebijaksanaan ekonomi
selama kurun waktu seratus tahun. Say dapat dikatakan sebagai orang pertama yang berbicara
tentang entrepreneur.

BAB V SOSIALISME SEBELUM MARX

A. Pengertian Sosialisme/Komunisme
Sosialisme oleh sementara orang juga diartikan sebagai bentuk perekonomian
yang pemerintahannya paling kurang bertindak sebagai pihak yang dipercayai oleh
seluruh warga masyarakat. Pemerintah juga sebagai pihak yang menasionalisasikan
industry-industri besar seperti pertambangan, jalan-jalan yang menyangkut hajat hidup
orang banyak. Dalam bentuk paling lengkap, sosialisme melibatkan pemilikan semua
alat-alat produksi, termasuk di dalamnya tanah-tanah pertanian oleh negara, dan
menghilangkan milik swasta. Jadi sosialisme menunjukkan sistem-sistem pemilikan dan
pemanfaatan sumber-sumber produksi secara kolektif.
Komunisme secara historis sering digunakan untuk menggambarkan sistem-
sistem sosial. Barang-barang dimiliki secara bersamaan dan didistribusikan untuk
kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing anggota masyarakat.
Produksi dan konsumsi bersama berdasarkan kapasitas ini merupakan hal pokok dalam
mendefenisikan paham komunis.
Aliran sosialisme sebelum Marx sering dimasukkan ke dalam “sosialis”,
sedangkan sosialisme yang dikemykakan Marx digolongkan ke dalam “komunis”. Cara
lain menamakan sosialisme Marx adalah Marxisme, Akan tetapi, kemudian paham
marxisme ini juga mengalami perkembangan. Jenis-jenis marxisme juga bervariasi, ,ulai
dari marxisme ortodoks, neo-marxis, aliran Kiri Baru, sosialis independen, dan
sebagainya.

B. Sosialisme Utopis
Tokoh sosialis-utopis yang paling terkenal adalah Sir Thomas More. Bahkan,
istilah “sosialis-utopis” diberikan karena More pernah menulis tentang sebuah “negara
impian” dalam sebuah tulisannya yang terkenal : “Utopia”. More menjelaskan bahwa di
sebuah pulau khayal bernama Utopia, yang dapat juga ditafsirkan sebagai sebuah negara ,
semua milik brsama. Semua orang tinggal dalam suatu tempat bersama. Makanan serta
segala kebutuhan lainnya disediakan secara bersama-sama pula.
Untuk menghasilkan barang-barang dan jasa, semua orang harus bekerja.
Masyarakat dianjurkan untuk hidup sederhana. Orang tidak perlu bekerja mati-matian
dalam waktu terlalu lama, melainkan cukup sekedar dapat memenuhi kebutuhan dengan
bekerja sekitar enam jam setiap hari.

C. Ssosialisme Komunitas Bersama


Ide-ide owen tentang gerakan sosialis dapat dilihat dari bukunya: the new view of
society. Owen juga memperjuangkan peran pemerintah dalam pembangunan desa-desa
komunal berdasarkan asas koperasi. Untuk merealisasi idenya, ia mendirikan
percontohan di New Harmony, Indiana, Amerika Serikat. Sayang, percontohan tersebut,
tidak ada yang mampu bertahan lama.
Charles Fourier adalah pengikut ajaran Saint Simon, yang dalam banyak hal juga
kesamaannya dengan Owen. Perbedaanya. Owen mendirikan komunitas berdasarkan asas
koperasi atau parallelogram, Fourier mendirikan phalanges, atau phalanx. Phalax
merupakan suatu unit komunitas terdiri dari sejumlah orang, sekitar 810orang, 100 orang
atau 1620 orang. Phalanx dikelilingi oleh daerah pertaniannya sendiri, tempat kebutuhan
akan makanan dihasilkan. Dalam phalanx setiap orang harus bekerja menurut kesukaann,
kecakapan, dan bakat masing-masing.
Tokoh terakhir yang merealisir cita-citanya dengan membentuk sebuah komunitas
bersama adalaah Louis Blanc. Blanc khusus untuk koperasi produksi yang bertujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan para anggitanya. Untuk memajukan kesejahteraan
para anggota, ia memberikan kesempatan kepada para pekerja untuk memiliki
perusahaan. Sementara itu untuk mengangkat derajat kaum buruh, ia mengharapkan agar
pemerintah ikut aktif membantu usaha-usaha kaum buruh, termasuk dalam bidang
permodalan. Akan tetapi gagasan Louis Blanc tersebut tidak berhasil karena oposisi dari
beberapa kapitalis, karena kekurangan modal, tidak kuat mengikuti persaingan dalam
sistem liberal kapitalis, serta kelemahan-kelemaahan dalam pengelolaan
Kebanyakan ide-ide atau gagasan dari pemikir sosialis, kebanyakan bersifat
utopis, bersifat angan-angan, yang oleh Marx dinilai terlaalu naif untuk diikuti.

BAB VI SOSIALISME MARX (MARXISME)


Karl Marx sangat benci dengan sistem perekonomian yang digagas oleh Adam Smith dan
kawan–kawan. Untuk menunjukkan kebenciannya, Marx menggunakan berbagai argumen untuk
“membuktikan” bahwa sistem liberal/kapitalis itu buruk. Argumen-argumen yang disusun Marx
dapat dilihat dari berbagai segi, baik dari sisi moral, sosiologi maupun ekonomi.
Dari segi moral Marx melihat bahwa sistem kapitalis mewarisi berbagai ketidakadilan dari
dalam. Ketidakadilan ini akhirnya akan membawa masyarakat kapitalis ke arah kondisi ekonomi
dan sosial yang tidak bisa dipertahankan. Walau ada pengakuan bahwa sistem yang didasarkan
pada mekanisme pasar ini lebih efesien sistem ini teteap dikecam. Hal itu karena sistem liberal
tersebut tidak perduli tentang masalah kepincangan dan kesenjangan sosial. Dengan menerapkan
sistem “upah besi” kaum buruh dalam sistem perekonomian liberal tidak akan pernah mampu
mengangkat derajatnya lebih tinggi karena-sebagaimana di ucapkan Marx- “pasar bebas memang
telah mentakdirkannya demikian”. Untuk mengangkat harkat para buruh yang sangat menderita
dalam sistem liberal tersebut, Marx mengajak kaum buruh untuk bersatu.
Dari segi sosiologi, Marx melihat adanya sumber konflik antarkelas.

BAB VII PEMBAURAN TERHADAP MARXISME


Pengaruh dari Marx dan Engels sangatlah luar biasa. Hal ini terlihat dengan munculnya
gerakan-gerakan yang menyokong sosialisme dan komunisme. Sistem perekonomian
sosialis/komunis bangkit dari suatu respon terhadap era industrialisasi begitu juga dengan system
perekonomian liberal/kapitalis. Pada waktu pakar perekonommian liberal membangun ideology
untuk tatanan perekonomian baru berdasarkan ajaran Adam Smith,Pakar-pakar dari kubu
sosialis/komunis mengembangkan berbagai kritikan untuk menjatuhkan sistem perekonomian
liberal pasar bebas persaingan sempurna tersebut.
Pada kuarter pertama abad ke-20 pemikiran-pemikiran Marx dan Engels dimodifikasi
oleh Lenin. Marx meramal kapitalisme jatuh dan digantikan oleh sosialisme di Negara kapitalis
paling maju sedangkan Lenin berteori bahwa sosialisme muncul pertama kali di negara kapitalis
paling lemah (the weakest link of capitalis countries),Sosialisme di Rusia dicapai melalui
Revolusi Bolshevik 1917.

BAB VIII MAZHAB NEO-KLASIK


A. Pendekatan Marjinal
Analisis marjinal pada intinya merupakan pengaplikasian kalkulus diferensial terhadap tingkah
laku konsumen dan produsen serta penentuan harga-harga di pasar. Sejak terjadinya marjinal
revolution tersebut, pembahasan ekonomi makin bersifat mikro. Heindrich Gossen (1810-1858)
telah lama menggunakan konsep marjinal dalam menjelaskan kepuasan atau faidah (utility) dari
pengkonsumsian sejenis barang. Para pakar Neo Klasik dalam membaas ramala Marx
menggunakan konsep analisis marginal (marginal analysis). Kenyataan ini kemudian mempunyai
arti tersendiri bagi pengembangan ilmu ekonomi. Konsep marginal ini sering diakui sebagai
kontribusi utama dari aliran / mazhab Austria. Dengan adanya kendala ini, kepuasan maksimum
yang bisa diperoleh (sesuai dengan keterbatasan sumber daya dan dana tersebut) terjadi pada saat
kaidah marginal sama untuk tiap barang yang dikonsumsi tersebut. Namun, dengan syarat semua
sumber daya dan dana terpakai habis seluruhnya.
B. Mazhab Austria
Kedudukan Wieser kemudian digantikan pula oleh Eugen Von Bohm Bawerk (1851-1914).
Kontribusi utama Bohm Bawerk adalah dalam pengembangan teori tentang modal dan teori
tentang tingkat suku bunga. Hal ini dapat diikuti dari bukunya Capital Positive Theory of
Capital (1889). Kemudian diikuti dan dikembangkan lebih lanjut oleh tokot-tokoh lain seperti
Knut Wicksell (1851-1926). Ia berjasa mengasimilasikan analisis keseimbangan umum walras
dengan teori kapital dan suku bunga Bohm Bawerk menjadi teori distribusi. Asimilasi kedua
teori itu didasarkan pada analisis marjinal versi baru dikembangkan oleh Jevons, Walras dan
Menger. Pengaruh Wicksell terhadap perkembangan teori moneter juga sangat besar sebab ia
yang pertama melihat hubungan langsung antara tingkat suku bunga dengan harga-harga.
Sesuatu yang dianggap bertentangan pada waktu itu.karyanya yang utama adalah lectures on
political economy (1901). Sebelumnya sudah dikatakan bahwa para pendukung dan pemakai
konsep marginal kebanyakan berasal dari universitas Wina (Austria) pandangan mereka memiliki
ciri – ciri tersendiri yaitu penerapan kalkulus dalam pengembangan teori-teori mereka. Karena
dikembangkan oleh pakar – pakar ekonomi dari Austria, pandangan mereka dalam berbagai buku
ajar dimasukkan kedalam aliran tersendiri yang disebut mazhab Austria.

C. Mazhab Lausanne
Langkah lebih maju yang disumbangkan pemikir neo-klasik adalah analisis yang lebih
komprehensif tentang teori keseimbangan umum oleh Leon Walras. Walras dapat dianggap
sebagai pendiri aliran atau mazhab Lausanne. Karyanya Elements of pure economic (1878)
dianggap sebagai suatu mahakarya dalam bidang ekonomi. Dalam bukunya tersebut Walras
menjelaskan teori keseimbangan umum dengan pendekatan matematis.

D. Mazhab Cambridge
Alfred Marshall dianggap sebagai pelopor aliran atau mazhab Cambridge di
Inggris. Marshall dianggap sangat berjasa dalam memperbarui asas dan pos-tulat pandangan-
pandangan ekonomi yang dikemukakan pakar klasik dan pakar neo-klasik sebelumnya. Menurut
kaum klasik, harga barang ditentukan oleh besarnya pengorbanan untuk menghasilkan barang
tersebut. Dengan demkian bagi kaum klasik yang menentukan harga adalah sisi penawaran.
Pendapat klasik tersebut ditentang oleh tokoh-tokoh neo-klasik seperti : Jevons, Menger dan
Walras. Mereka sepakat bahwa yang menentukan harga adalah kondisi permintaan, karena
mereka telah mengembagkan analisis yang sifatnya revolusioner tentang faktor-faktor yang
menentukan harga-harga relatif.

BAB IX ALIRAN SEJARAH (HISTORIS)

1. Friedrich List (1789-1846)


Dalam buku - buku tersebut List menyerang pakar-pakar klasik yang disebutnya “kosmopolitan”
sebab mengabaikan peran pemerintah. Lebih lanjut List mengatakan bahwa kita biasa mengambil
kesimpulan tentang perkembangan suatu masyarakat dari data sejarah. Menurut List, system
perdagangan bebas yang dianjurkan kaum klasia hanya cocok bagi negara-negara yang sudah
berada pada tahap ke lima (waktu itu misalnya Inggris), tapi system perdagangan bebas jelas
tidak cocok untuk keadaan Jerman waktu itu, yang keadaan industrialisasinya agak tertinggal
dengan keadaan industrialisasi di negeri Inggris

2. Bruno Hildebrand (1812-1878)


Hildebrand juga menekankan pentingnya evolusi dalam perekonomian masyarakat. Menurut
Hildebrand, dilihat dari cara tiap kelompok masyarakat dalam melakukan tukar-menukar dan
berdagang, kelompok-kelompok masyarakat tersebut dapat dibedakan atas tingkatan- tingkatan
sebagai berikut:
a. Tukar-menukar secara in-natural atau barter,
b. Tukar menukar dengan perantara uang,
c. Tukar menukar dengan menggunakan kredit.
3. Gustav von Schmoler (1839-1917)
4. Werner Sombart (1863-1941)
Penelitan Sombart yang sering dikutip oleh orang adalah penelitannya tentang tahap-tahap
perkembangan kapitalisme. Sombart mengatakan bahwa pertumbuhan masyarakat kapitalis
sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan masyarakat. Dalam karyanya:Der Moderne
Kapitalismus (1902), Werner Sombart lebih lanjut mengatakan bahwa pertumbuhan masyarakat
kapitalis dapat dibedakan atas beberapa tingkatan, yaitu:
a. Tingkat pra-kapitalisme
b. Tingkat kapitalisme menengah
c. Tingkat kapitalisme tinggi
d. Tingkat kapitalisme akhir

5. Max Weber (1864-1920)


Perilaku ekonomi kapitalis, kata Weber, bertolak dari harapan akan keuntungan yang akan
diperoleh dengan mempergunakan kesempatan bagi tukar menukar yang didasarkan pada
kesempatan mendapatkan keuntungan secara damai. Hasil pengamatan Weber menunjukan
bahwa golongan penganut agama Protestan, terutama kaum Calvinis menduduki tempat teratas.

6. Henry Charles Carey (1793-1879)


Carey menekankan perlunya diversifikasi industri untuk menciptakan lapangan pekerjaan lebih
luas. Menurutnya suatu negara yang hanya mengandalkan pembangunan pada ekspor produk-
produk pertanian dinilainya sebagai tindakan yang bodoh dan merugikan.

BAB X PEMIKIRAN KEYNES


Hal pertama yang dikritik Keynes dari pemikiran klasik adalah kritik dari J.B. Say bahwa
“penawaran akan menciptakan penawarannya sendiri”. Karena kritik ini juga berimplikasi
terhadap nasib kaum buruh, maka Keynes juga mengkritik pandangan klasik yang mengatakan
bahwa tidak ada pengangguran terpaksa, yang ada hanyalah pengangguran sukarela.

Bila melihat kenyataan ini terlihat bahwa hal inilah yang menjadi salah satu sebab depresi
besar-besaran tahun 1930. Di mana dengan asumsi teori tersebut para produsen melakukan
produksi yang tak terkendali. Produksi yang tak tekendali dengan tidak diimbanginya dengan
permintaan yang sepadan menyebabkan stok barang menumpuk. Ahirnya untuk menutup
kerugian biaya produksi, para pengusaha biasanya melakukan dua hal : yaitu mengurangi upah
pegawai atau rasionalisasi dengan mengurangi jumlah pegawai. Saat dua hal itu dilakukan,
pendapatan masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai buruh akan berkurang, sehingga
konsumsi masyarakat juga berkurang sehingga depresilah yang terjadi.
BAB XI
PEMIKIRAN-PEMIKIRAN KEYNES
Teori klasik dan neo-klasik tak mampu menjelaskan fenomena dan peristiwa apa
yangsesungguhnya telah terjadi . hal ini sebetulnya tidak dapat di sesalkan , sebab yang terjadi
padatahun 30-an tersebut memang sangat berbeda dengan persoalan - persoalan yang selama ini
dihadapi . Dalam situasi tidak menentu inilah lahir seorang tokoh ekonomi yang kemudian
menjadisangat berpengaruh , yaitu J.M Keynes.
John Maynard Keynes ( 1883 – 1946 ) mula - mula memperoleh pendidikan di Eton
.sebagai seorang murid yang pintar ia banyak memenangkan berbagai hadiah dalam
bidangmatematik , bahasa inggris , dan seni klasik. kemudian ia melanjutkan pendidikan ke
kings
College , dengan bidang utama matemetik . ia juga memperdalam falsafah dari gurunya
AlfredWhitehead dan pelajaran - pelajaran ekonomi di peroleh di bawah bimbingan gurunya
danA.C.Pigou .
A. KARYA– KARYA KEYNES
Pada tahun 1922 ia menulis : A Revision Of The Treaty. Kedua buku yang disebutkan
terakhir ditulis sehubungan dengan pengalamannyadalam delegasi perdamaian Versailles. Pada
tahun 1923 ia menulis : A Tract On Monetary Reform. Dalam buku ini memperlihatkan
keprihatinannya terhadap perubahan yang terjadidalam daya beli unang. Tulisannya yang lain
adalah A Treatise On Money yang diterbitkan padatahun 1930. Enam tahun berikutnya ia
menerbitkan bukunya yang paling terkenal : The GeneralTheory of Employment, Interest, and
Money.Dalam bukunya : The Economic Consequences Of The peace , ia banyak mengkritik
cara– cara yang di gunakan oleh negara - negara yang menang perang dunia pertama
(Amerikaserikat , inggris dan prancis ) dalam menekan negara - negara yang kalah perang( yaitu
pihak jerman ). Dalam buku tersebut ia mengisyaratkan bahwa tekanan dari negara-negara
yangmenang perang terhadap jerman dapat menimbulkan rasa marah dan dendam dari
masyarakat jerman.Bukunya yang lain : A Treatise on Money terdiri dari dua volume . teori
pertama khususmenyajikan teori–teori tentang arti dan peran uang,dan dalam volume yang kedua
di jelaskanbagaimana teori-teori murni tentang uang tersebut diterapkan dalam perekonomian
.Dalam hal ini perlu dicatat bahwa dalam beberapa bukunya yang terbit sebelum TheG
eneral Theory, Keynes masih berada dalam ” jalur” pemikiran klasik dan neo
-klasik.tetapi jalurpemikiran tersebut mulai ditinggalkan waktu ia menulis The General Theory.
Sebagaimana yangdikutip oleh Fusfeld ( 1977 ), paragraph pertama bab pertama buku General
Theory tersebutKeynes menulis :
“ I have called this book „The General Theory of Employment, Interest, and Money „, placing
the
emphasis on the prefix general. The object of such a little is to contrast the character of
myarguments and consclision with those of the classical theory of the subject, upon which I
wasbrought up and which dominates the economic thought, both practical and theoretical, of
thegoverning and academic classes of this generation, as it has for a hundred y
ears past. “
B. KRITIKAN KEYNES TERHADAP TEORI KLASIK
1. Keynes berpendapat bahwa permintaan lebih kecil dari penawaran karena sebagian dari
pendapatan yang diterima masyarakat akan ditabung dan tidak dikonsumsi.
2. Menurut Keynes produksi akan selalu menciptakan permintaannya sendiri hanya berlaku
pada perekonomian yang tertutup sederhana. Dalam perekonomian maju, masyarakat
sudah mengenal tabungan sehingga permintaan agregat lebih kecil daripada penawaran
agregat.
3. Keynes juga membantah bahwa jumlah tabungan sama dengan jumlah investasi karena
motif orang untuk menabung tidak sama dengan motif orang berinvestasi.
4. Investasi lebih kecil daripada jumlah tabungan
5. Tidak ada mekanisme penyesuaian

C. PERAN PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN

Agar perekonomian tidak diserahkan begitu saja pada mekanisme pasar. Hingga batas
tertentu, peran pemerintah justru dibutuhkan. Misalnya: Ketika terjadi pengangguran, pemerintah
bisa memperbesar pengeluarannya untuk proyek-proyek padat karya. Ketika harga-harga naik
cepat, pemerintah bisa menarik jumlah uang yang beredar dengan mengenakan pajak yang lebih
tinggi. Ketika terjadi gerak gelombang kegiatan ekonomi, pemerintah dapat menjalankan
kebijaksanaan pengelolaan pengeluaran dan pengendalian permintaan efektif dalam bentuk
“kontra-siklis” dan “anti-siklis”.
Dari berbagai kebijakan yang dapat di ambil, Keynes lebih sering mengandalkan kebijakan
fiscal. Dengan kebijaksanaan fiscal pemerintah bisa mempengaruhi jalannya perekonomian.
Demikianlah, kalau kaum klasik pada umumnya menganggap tabu campur tangan pemerintah.
Bagi Keynes, campur tangan pemerintah merupakan keharusan. Campur tangan pemerintah
diperlukan kalau perekonomian tidak sesuai dengan yang diharakan.
BAB XII ALIRAN MONETERIS

Bagi kaum moneteris, jumlah uang beredar merupakan faktor penentu utama dari tingkat
kegiatan ekonomi dan harga-harga di dalam suatu perekonomian. Dalam jangka pendek (short
run), jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat output dan kesempatan kerja; sedangkan dalam
jangka panjang (long run) jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat harga atau inflasi.
Menurut Milton Friedman “inflasi ada di mana saja dan selalu merupakan fenomena moneter”.
Pertumbuhan moneter atau uang beredar yang berlebihan dalam hal ini bertanggung jawab
atas timbulnya inflasi, dan pertumbuhan moneter yang tidak stabil bertanggung jawab atas
timbulnya gejolak atau fluktuasi ekonomi. Oleh karena pertumbuhan moneter sangat
berpengaruh terhadap variabilitas, baik variabilitas dalam tingkat harga maupun pertumbuhan
output (GNP), maka kebijakan moneter yang diambil pemerintah sedapat mungkin haruslah
dapat menjamin terciptanya suatu tingkat pertumbuhan moneter atau jumlah uang beredar yang
konstan dan tetap terkendali pada tingkat yang rendah. Adapun gagasan pokok dari aliran
moneteris yang dianggap penting di antaranya adalah : Sektor atau perekonomian swasta pada
dasarnya adalah stabil. Kebijakan makroekonomi aktif seperti kebijakan fiskal dan moneter
hanya akan membuat keadaan perekonomian menjadi lebih buruk. Bahkan secara ekstrim
mereka mengatakan bahwa “kebijakan makroekonomi yang aktif itu lebih merupakan bagian
dari masalah, dan bukan bagian dari solusi”.

PERBANDINGAN KEDUA BUKU

ANALISIS KEDUA BUKU


BUKU UTAMA
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN :
Setelah membaca kedua buku, saya menemukan beberapa keunggulan. Keunggulan ini
dapat membantu dan mempermudah para pembaca untuk memahami apa yang sedang dibahas
dalam bab ini. Saya menyukai kenyataan bahwa penulis memberikan poin penting untuk
memudahkan para pembaca untuk memahami. Tidak hanya kelebihan yang saya temukan pada
buku kedua, saya juga menemukan kelemahan. Kelemahan yang saya temukan adalah menulis
ayat-ayat dalam bab. Penulis tidak banyak memberikan contoh dari setiap penjelasan sehingga
akan sulit dimengerti bagi pembaca yang masih pemula.
BUKU PEMBANDING
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN :
-Isi buku tersebut seacara keseluruhan sudah mencakup semua materi.
- Terdapat beberapa kata asing
- Tidak terdapat ringkasan di akhir bab

Saran

Tiada manusia yang sempurna tanpa memiliki kesalahan, kami sadar penulisan kami
belumlah sempurna, dengan mengharap partisipasi, kami berharap sekiranya pembaca dapat
memberikan kritikan maupun saran yang bersifat membangun untuk penulisan kedepannya
menjadi lebih sempurna.

Anda mungkin juga menyukai