Anda di halaman 1dari 6

RS.

BAKTI TIMAH
PANGKALPINANG
Jl. Bukit Baru Pangkalpinang 33121, Telpon.  (0717) 421091, 433026, 433027 - FAX .(0717) 424212

GAGAL GINJAL KRONIS

Pengertian :
Merupakan akibat akhir dari kehilangan fungsi ginjal lanjut secara bertahap. Penyebabnya termasuk glumerulonefritis, infeksi kronis,
nefrosklerosis, proses obstruksi (kalkuli), penyakit endokrin (diabetes).

Dasar data pengkajian :


Pengkajian Data
Aktifitas/ istirahat Kelelahan, kelemahan, insomnia, kelemahan otot, penurunan rentang
gerak
Sirkulasi Riwayat hipertensi lama, nyeri dada, nadi kuat, edema jaringan umum,
irama jantung tak teratur, pucat, kecendrungan perdarahan
Integritas ego Perasan tidak berdaya, cemas, takut, marah, menolak perawatan
Eliminasi Penurunan frekwensi urin, oliguria, anuria, kembung, urin pekat/ merah/
coklat/ berawan, diare atau konstipasi
Makanan/ cairan Peningkatan BB (edema), tidak nafsu makan, mual/ muntah, nyeri ulu
hati, asites, perubahan turgor kulit dan kelembaban, ku lemah, perdarahan
gusi
Neurosensori Sakit kepala, penglihatan kabur, kram otot, penurunan tingkat kesadaran,
kesemutan/ kelemahan terutama ekstremitas
Nyeri/ kenyamanan Nyeri panggul, sakit kepala, nyeri kaki, gelisah, fokus pada diri sendiri
Pernafasan Sesak, peningkatan pernafasan dan kedalaman (pernafasan kusmaul),
batuk dengan atau tanpa sputum
Keamanan Kulit gatal, pruritus, demam
RENCANA KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN INTERVENSI


1. Resiko penurunan curah jantung Mempertahankan curah jantung  Monitor TD, frekwensi dan kekuatan nadi perifer,
berhubungan dengan Ditandai dengan : frekwensi pernafasan dan keluhan sesak
ketidakseimbangan cairan TD dan frekwensi jantung dalam  Monitor pengisian kapiler dan adanya edema
mempengaruhi volume sirkulasi, batas normal, nadi perifer kuat,  Monitor adanya keluhan nyeri dada, perhatikan
keerja miokardial, dan tahanan pengisian kapiler normal lokasi, radiasi, beratnya (skala 0 – 10)
vaskular sistemik, atau akumulasi  Kaji adanya hipertensi, perhatikan perubahan
toksin (urea) postural, contoh duduk, berbaring dan berdiri
 Kolaborasi dalam :
- Pemeriksaan laboratorium, seperti elekrolit dan
BUN
- Berikan therapi obat sesuai instruksi dokter.

2. Perubahan proses pikir Proses pikir dalam batas normal  Kaji luasnya gangguan kemampuan berorientasi,
berhubungan dengan akumulasi Ditandai dengan : berpikir, memori dan lapangan perhatian
toksin (urea, amonia), hipoksia, Kesadaran CM, dapat  Pastikan dari orang terdekat, tingkat mental pasien
ketidakseimbangan elektrolit berorientasi terhadap tempat, biasanya
(kemungkinan dibuktikan oleh : orang dan waktu, memori dan  Berikan orang terdekat tentang status pasien
Disorientasi terhadap orang/ lapang perhatian normal,  Berikan lingkungan yang tenang
tempat/ waktu, deficit memori dan perubahan prilaku tidak ada  Orientasikan klien terhadap lingkungan, orang dan
gangguan lapang perhatian, sebagainya
perubahan prilaku; peka, menarik  Komuknikasikan informasi/ instruksi dalam
diri, depresi, dan penurunan kalimat pendek dan sederhana. Tanyakan
kesadaran) pertanyaan dengan jawaban ya/ tidak.
 Buat jadwal teratur untuk aktivitas yang
diharapkan
 Tingkatkan istirahat adekuat
 Kolaborasi dalam pengawasan hasil pemeriksaan
laboratorium, contoh BUN, kreatinin, elektrolit
serum, kadar glukosa
3. Resiko terjadi kerusakan integritas Integritas kulit baik  Kaji keadaan kulit terhadap perubahan warna,
kulit berhubungan dengan Ditandai dengan : turor. Perhatikan kemerahan, eskoriasi
gangguan status metabolik, Keadaan kulit utuh, tanda infeksi  Inspeksi area yang terdapat edema
sirkulasi (anemia dengan iskemia (kemerahan, bengkak, nyeri,  Ubah posisi secara teratur; gerakan pasien secara
jaringan), gangguan turgor kulit panas tidak ada), klien perlahan; beri bantalan pada tonjolan tulang
(edema, dehidrasi), imobilisasi, menunjukan prilaku untuk  Pertahankan linen kering, bersih dan bebas lipatan
akumulasi toksin dalam kulit mencegah kerusakan kulit  Kaji adanya keluhan gatal
 Anjurkan klien berkuku pendek untuk menghindari
trauma saat menggaruk
 Anjurkan klien mempertahankan hidrasi sesuai
yang dianjurkan
 Anjurkan klien memakai pakaian yang longgar dan
menyerap keringat
RS. BAKTI TIMAH
PANGKALPINANG
Jl. Bukit Baru Pangkalpinang 33121, Telpon.  (0717) 421091, 433026, 433027 - FAX .(0717) 424212

GAGAL GINJAL AKUT

Pengertian
Prarenal : Berhubungan dengan perfusi ginjal (contoh kekurangan volume cairan, perpindahan volume) dan dimanifestasikan oleh
penuruan laju filtrasi glomerulus (LFG).
Renal : Kerusakan langsung pada ginjal. Parenkim berubah disebabkan oleh iskemia atau substansi nefrotik.
Postrenal: Terjadi akibat dari obstruksi pada sepanjang saluran perkemihan dari tubulus sampai meatus uretral.

Dasar data pengkajian :

Pengkajian Data
Aktifitas/ istirahat Keletihan, kelemahan, kelemahan otot
Sirkulasi Hipotensi/ hipertensi, nadi lemah/ halus, edema jaringan umum, pucat,
kecendrungan perdarahan, irama jantung tidak teratur
Eliminasi Perubahan pola berkemih ; biasanya poliuria pada fase awal dan oliguria pada
fase akhir, disuria, retensi urin abdomen kembung, perubahan warna urin
contoh kuning pekat/ merah, coklat/ berawan
Makanan/ cairan Peningkatan BB, edema, penurunan BB karena dehidrasi, mual/ muntah,
anoreksia, nyeri ulu hati, perubahan turgor kulit/ kelembaban
Neurosensori Sakit kepala, penglihatan kabur, kram otot, gangguan status mental ; contoh
penurunan lapangan pandang, penurunan konsentrasi, kehilangan memori,
penurunan tingkat kesadaran
Nyeri/ ketidaknyamanan Nyeri tubuh, sakit kepala, gelisah, fokus pada diri sendiri
Pernafasan Keluhan sesak nafas, peningkatan frekwensi dan kedalaman pernafasan
(pernafasan kusmaul), batuk dengan atau tanpa sputum
Keamanan Demam, pruritus, kulit kering
RENCANA KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN INTERVENSI


1. Perubahan volume cairan; lebih Volume cairan tubuh seimbang  Monitor tanda-tanda vital
dari kebutuhan tubuh berhubungan Ditandai dengan :  Kaji tingkat kesadaran klien
dengan retensi air sekunder gagal Masukan dan keluaran  Catat pemasukan dan pengeluaran cairan/ 24 jam
ginjal seimbang, keluaran urin dan  Catat karakteristik urin
(kemungkinan dibuktikan oleh : karakteristik normal, BB stabil,  Kaji turgor kulit dan adanya edema
pemasukan lebih besar dari tanda vital dalam batas normal,  Timbang BB secara teratur
pengeluaran, oliguria , perubahan tidak ada edema, hasil
 Auskultasi bunyi paru
pada BJ urin, edema jaringan pemeriksaan lab. Normal.
 Kolaborasi dalam :
umum, peningkatan BB,
- Pemeriksaan lab sesuai intruksi
perubahan status mental, gelisah,
- Berikan/ batasi cairan sesuai indikasi
penurunan Hb/ Ht, gangguan
- Berikan obat sesuai indikasi/ instruksi
elektrolit)
2. Resiko penurunan curah jantung Mempertahankan curah jantung  Awasi TD dan frekwensi jantung, pernafasan
berhubungan dengan kelebihan secara adekuat  Kaji warna kulit, membran mukosa, dan dasar kuku
cairan tubuh, perpindahan cairan, Ditandai dengan :  Perhatikan waktu pengisian kapiler
defisit cairan, ketidakseimbangan TD dan frekwensi nadi normal,  Perhatikan terjadinya nadi lambat, hipotensi,
elektrolit nadi perifer kuat, pengisian kemerahan, mual/ muntah dan penurunan tingkat
kapiler normal kesadaran
 Selidiki laporan kram otot, kesemutan pad jari
 Pertahankan tirah baring atau dorong istirahat
adekuat dan berikan bantuan dengan perawatan dan
aktivitas yang diingikan
 Kolaborasi dalam :
- Awasi pemeriksaan laboratorium, seperti kalium,
Natrium
- Berikan tambahan oksigen sesuai indikasi
- Berikan obat-obatan sesuai indikasi.

3. Resiko terhadap perubahan nutrisi; Nutrisi sesuai kebutuhan tubuh  Kaji/ catat pemasukan diet
kurang dari kebutuhan tubuh Ditandai dengan :  Anjurkan makan porsi sedikit tapi sering
berhubungan dengan pembatasan Mempertahankan/  Timbang berat badan tiap hari
diet untuk menurunkan produk meningkatkan BB seperti yang  Anjurkan dan berikan perawatan mulut secara
sisa nitrogen, peningkatan diindikasikan, bebas edema, teratur
kebutuhan metabolik, anoreksia porsi yang disediakan RS habis  Kolaborasi dalam :
- Konsul dengan ahli gizi
- Pemeriksaan laboratorium sesuai instruksi
serum, natrium dan kalium
- Berikan obat sesuai indikasi/ instruksi

4. Keterbatasan aktivitas Aktivitas dilakukan seoptimal  Kaji tingkat kemampuan aktivitas klien
berhubungan dengan kelelahan, kemampuan klien  Evaluasi laporan kelelahan, kesulitan
pembatasan diet, anemia, Ditandai dengan : menyelesaikan tugas
peningkatan kebutuhan energi Keluhan kelemahan berkurang,  Identifikasi faktor stres/ psikologi yang dapat
contoh demam aktivitas meningkat secara memperberat
(kemungkinan dibuktikan oleh : bertahap, berpartisipasi dalam  Rencanakan periode istirahat adekuat
Keluhan badan lemah, KU lemah, aktivitas yang diinginkan  Berikan bantuan dalam aktivitas sehari-hari dan
ketidakmampuan unutk ambulasi
mempertahankan aktivitas biasa,  Tingkatkan tingkat partisipasi sesuai toleransi
penurunan penampilan) pasien
 Kolaborasi dalam evaluasi kadar elektrolit termasuk
kalsium, magnesium dan kalium, Natrium.