Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN STUDI KELAYAKAN APOTEK

MITRA FARMA

Nama Anggota Kelompok :

1. Sri Harumawati (1607062038)


2. Dewi Noor Azizah (1607062048)
3. Sharfina Absharina (1607062074)

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

2017

1
Daftar Isi

COVER ................................................................................................. 1
Daftar Isi................................................................................................ 2
A. Latar Belakang Pendirian Apotek ................................................... 3
B. Tujuan Pendirian Apotek ................................................................ 4
C. Visi dan Misi ................................................................................... 4
D. Aspek Lokasi .................................................................................. 6
E. Peluang/Prospek Pemasaran ........................................................... 9
F. Aspek Pasar dan Pemasaran ......................................................... 10
G. Pengelolaan Sumber Daya Manusia ............................................. 10
H. Alat dan Perbekalan Farmasi yang Diperlukan ............................ 17
I. Tenaga Kerja ................................................................................. 19
H. Aspek Modal dan Biaya ............................................................... 20
K. Lampiran ....................................................................................... 34

2
A. Latar Belakang Pendirian Apotek

Berdasarkan KepMenkes No.1027/MENKES/SK/IX/2004, Apotek adalah


tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan
farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Sebagai bagian dari
rantai distribusi obat, apotek berkewajiban memberikan pelayanan obat dengan
atau tanpa resep dokter. Menurut PP 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan
Kefarmasian, Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan
praktek kefarmasian oleh apoteker.
Apotek juga merupakan sarana pelayanan kesehatan yang melakukan
pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat dan
mempunyai dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan (patient oriented)
dan unit bisnis (profit oriented). Sarana pelayanan kesehatan yang melakukan
pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat.
Hal ini dapat terwujud apabila ada kerja sama antar pemerintah, masyarakat dan
tenaga kesehatan. Apoteker sebagai salah satu tenaga kesehatan memberi fungsi
penting dalam apotek untuk memberikan informasi obat yang akurat dan obyektif
untuk menunjang penggunaan obat yang rasional. Sedangkan apotek sebagai
institusi bisnis bertujuan untuk memperoleh keuntungan, dalam hal ini mengingat
investasi yang ditanam pada apotek dan operasionalnya terhitung relatif mahal,
untuk itu apoteker harus dapat menyeimbangkan antara aspek klinis dan aspek
ekonomi demi kepentingan pasien dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas
hidup pasien.
Untuk mewujudkan fungsi apotek agar sesuai dengan yang diharapkan maka
dilakukan study kelayakan apotek. Study kelayakan dilakukan sebagai suatu
rancangan komprehensif terhadap segala sesuatu tentang rencana pendirian apotek
untuk dapat melihat kelayakan usaha ditinjau dari sisi pengabdian profesi maupun
dari sisi ekonominya. Manajemen yang baik diawali dari perencanaan yang
matang. Salah satu pertimbangan yang harus diperhatikan adalah jumlah
penduduk, tingkat pendidikan, apotek lain yang ada disekitar lokasi, pelayanan
kesehatan lain seperti puskesmas, rumah sakit, dokter praktek, dan pemilihan
lokasi.

3
Melihat daerah Lowanu yang ramai dan belum terdapat apotek maka
pendirian Apotek Mitra Farma, akhirnya dibangun di Jl. Lowanu Nomor 56
Yogyakarta, sehingga pendirian Apotek Mitra Farma diharapkan mampu
memberikan kontribusi terhadap kebutuhan dan kepercayaan masyarakat akan
obat dan perbekalan kesehatan yang berkualitas dengan pelayanan yang
professional, menerapkan prinsip islami, lengkap dan terjangkau harganya.

B. Tujuan Pendirian Apotek

Tujuan pendirian Apotek Mitra Farma ini adalah sebagai berikut :


1. Sebagai tempat pengabdian dan eksistensi profesi apoteker.
2. Melayani dan mempermudah untuk memperoleh kebutuhan obat, bahan obat,
alat kesehatan serta perbekalan farmasi lainnya sesuai dengan kebutuhan
Apotek Mitra Farma dan masyarakat sekitar yang berorientasi kepada
kepentingan dan kepuasaan pasien untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat yang optimal.
3. Memberikan konseling, informasi, dan edukasi kepada pasien untuk
meningkatkan pengetahuan pasien akan obat dan tercapainya pengobatan
yang rasional.
4. Sebagai sarana bisnis dan lapangan kerja bagi pemilik, pengelola, dan
masyarakat sekitar.
5. Menciptakan lingkungan kesehatan yang dapat mendukung program
kesehatan pemerintah.

C. Visi dan Misi


1. Visi Pendirian Apotek
Menjadi apotek yang menerapkan pelayanan kefarmasian kesehatan yang
bermutu, berkualitas dan terpercaya serta menguntungkan bagi masyarakatdengan
mengedepankan konsep Pharmaceutical Care untuk meningkatkan kualitas
kesehatan masyarakat.

4
2. Misi Pendirian Apotek
a. Menyediakan serta menyalurkan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan
yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat.
b. Memberikan pelayanan kefarmasian berbasis pharmaceutical care kepada
masyarakat.
c. Melakukan pelayanan konsultasi, informasi serta edukasi kesehatan kepada
masyarakat.
d. Mengutamakan keselamatan dan kepentingan pasien.
e. Mengevaluasi kinerja di apotek secara rutin dan menyeluruh serta senantiasa
melakukan perbaikan.
f. Melaksanakan sistem manjemen yang efektif dan efisien.

3. Strategi
a. Pelayanan pasien yang datang ke apotek akan disambut dengan pelayanan
yang sopan, ramah dan memuaskan.
b. Menjamin bahwa proses terapi obat yang diberikan merupakan terapi obat
yang tepat, efektif, nyaman dan aman bagi pasien.
c. Menyediakan obat, alat kesehatan dan perbekalan farmasi yang sesuai dengan
kebutuhan masyarakat sekitar.
d. Memberikan pelayanan kepada pasien atau masyarakat yang ingin melakukan
pengobatan mandiri.
e. Menyediakan fasilitas ruang tunggu yang nyaman dengan fasilitas tempat
duduk yang nyaman, memiliki area parkir yang luas dan gratis.
f. Melakukan efisiensi biaya kesehatan masyarakat,
g. Memberikan informasi dan konsultasi obat.
h. Menjalin kerjasama dengan Klinik Utama Mulia
i. Menciptakan suasana kerja yang nyaman berasaskan pada kekeluargaan.
j. Merancang SOP (standart operating procedure) dan standar organisasi kerja.
k. Melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap kinerja pelayanan apotek dan
ketersediaan obat secara berkala.
l. Memberlakukan sistem reward dan punishment bagi seluruh karyawan.

5
D. Aspek Lokasi

Nama apotek yang didirikan adalah “Apotek Mitra Farma”, terletak di Jl.
Lowanu Nomor 56 Yogyakarta. Lokasi apotek strategis dan belum terdapat
apotek di daerah Lowanu sehingga akan menentukan keberhasilan apotek dan erat
hubungannya dengan aspek pasar.
1. Denah lokasi : terlampir
2. Data - data pendukung:
a. Kepadatan penduduk
Apotek Apotek Mitra Farma berada didaerah dengan kepadatan
penduduk yang sedang, dekat dengan kawasan perkantoran, instansi
pendidikan, dan pertokoan, serta perumahan penduduk.
b. Tingkat sosial dan ekonomi
Tingkat pendidikan masyarakat relatif sedang mengingat letak Apotek
Apotek Mitra Farma yang berada di sekitar instansi pendidikan, rumah sakit,
pertokoan, pom bensin, perumahan penduduk serta swalayan. Dengan
demikian tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan cukup baik.
Keadaan ekonomi secara relatife cukup baik.
c. Pelayanan kesehatan lain
Sarana pelayanan kesehatan di sekitar apotek yang akan didirikan antara
lain:
1) RSUD Wirosaban
2) RS Pratama
d. Jumlah Pesaing
Belum ada apotek disepanjang jalan, sehingga dengan melihat lokasi yang
sangat strategis dan jarak yang tidak terlalu berdekatan dengan apotek yang
lain, maka diharapkan apotek dapat berkembang.
e. Dekat Pusat Keramaian
Apotek Mitra Farma dekat dengan pusat keramaian sepertiinstansi
pendidikan, rumah sakit, pertokoan, pom bensin, perumahan penduduk serta
swalayan.

6
f. Keamanan
Lingkungan Apotek Mitra Farma relatif aman.
g. Mudah dijangkau
Lokasi apotek sangat mudah dijangkau karena terletak di pinggir jalan
utama Lowanu, mudah terlihat dari jarak kejauhan, dapat dijangkau dengan
berbagai kendaraan umum.Apotek ini juga memiliki area parkir yang cukup
untuk kendaraan besar seperti mobil.
3. Data hasil survey
Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang telah dilakukan terhadap peta
lokasi dan peta pasar terutama keberadaan apotek-apotek lain yang lebih dahulu
berdiri sebagai Kompetitor, praktek dokter dan rumah sakit di sekitar lokasi,
diperoleh data-data sebagai berikut :
a. Data demografi
a). Jumlah penduduk : 14973 jiwa = 4693 KK
 Laki-laki : 7301 jiwa
 Perempuan : 7672 jiwa
 Usia 0-15 : 3494 jiwa
 Usia 15-65 : 10618 jiwa
 Usia 65 ke-atas : 861 jiwa
b). Luas Wilayah : 1,68 km2
c). Batas Wilayah
 Sebelah Utara : Kelurahan Wirogunan KecamatanMergangsang dan
Kelurahan Pandeyan mengikuti batas kecamatan mergangsang dengan
kecamatan Umbolharjo gang kampong jln. Menteri Supeno, jln. Sidikan
dan batas bulak Sidikan
 Sebelah Selatan : Desa Banguntapan Kecamatan Banguntapan bantul
mengikuti batas antara kodya Yogyakarta dengan Kabupaten Bantul.
 Sebelah barat : Kelurahan Brontokusuman Kecamatan Mergangsan
 Sebelah Timur : Kelurahan Giwangan kecamatan umbulharjo mengikuti
Kali Belik

7
b. Fasilitas Kesehatan
a). Apotek Kompetitor
No. Apotek Jarak Ke Apotek Mitra Farma
1 Panti Afiat ± 750 m
2 K24 ± 1 km
3 Viva Generic ± 1,2 km
b). Rumah Sakit

No Nama Jarak dari Apotek Mitra Farma


1 RSUD Wirosaban ± 850 m
2 RS Pratama ± 1,2 km

c. Data kunjungan pasien Puskesmas Umbulharjo I


No Kode ICDX Diagnosis Jumlah
1 I10 Essential (primary hypertension) 5.417
2 J06.9 Acute upper respiratory infection, unspecified 2.341
3 M79.1 Myalgia 1.847
4 J00 Acute nasopharyngitis (common cold) 1.822
5 K30 Dyspepsia 1.771
6 E11.9 Non-Insulin dependent diabetes mellitus 1.535
without complications
7 J06.0 Acute laryngopharyngitis 1.166
8 Z00.0 General medical examination 1.143
9 Z30.8 Other contracptive management 1.131
10 R50.9 Fever,unspecified 1.082

d. Pemakaian obat 3 bulan terakhir (Agustus-Oktober 2016)


No Nama Obat Total
1 Amoxicillin 9.500
2 Dexamethason 0,5 mg 4.500
3 Amlodipin 5 mg 4.380
4 Ambroxol 2.700
5 Antasida kombi 2.700
6 Asam Askorbat 2.700
7 Asam mefenamat 2.400
8 Kalsium Laktat 500 mg 2.200
9 GG 100 mg 2.000
10 Glimepirid 1mg 1.600

8
E. Peluang/Prospek Pemasaran
Berdasarkan data‐data yang diperoleh dari survey pendahuluan terhadap
posisi strategis daerah/peta lokasi dan keberadaan kompetitor, dapat
diterangkan beberapa hal yang penting. Hal ini dapat dilihat dari aspek kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman terhadap apotek baru yang akan didirikan
(SWOT Analisis).
1. Kekuatan (Strength)
Yang menjadi kekuatan kompetitif apotek yang telah didirikan adalah
sebagai berikut:
a. Lokasi apotek berada di pinggir jalan Lowanu yang ramai dilalui arus
kendaraan.
b. Pelayanan yang cepat dengan memberikan standar waktu pengerjaan.
c. Apotek menggunakan sistem manajemen dan komputerisasi yang
baik.
2. Kelemahan (Weakness)
a. Merupakan apotek baru dan belum mempunyai pelanggan
b. Terdapat jarak ke pemukiman penduduk, karena pemukiman berada di
seberang jalan.
Untuk menutupi kelemahan
a. Nama apotek harus dibuat jelas begitu juga dengan tulisan pada papan
nama tersebut dan neon box, tanda/marka apotik di tepi jalan.
b. Memberikan promosi kesehatan yaitu senam sehat setiap bulannya
kepada masyarakat sekitar wilayah apotek.
c. Melakukan promosi yang menarik orang untuk berkunjung, melalui
leaflet informasi kesehatan dan kegiatan penyuluhan kesehatan rutin
d. Lebih mengenali pola dan budaya masyarakat sekitar untuk memenuhi
obat-obat yang dibutuhkan.
3. Peluang (Opportunity)
a. Pinggirjalan yang ramai.
b. Dekat dengan keramaian (sarana pendidikan, pom bensin, dan
swalayan)

9
c. Potensi daerah
- Jumlah penduduk disekitar lokasi apotek ramai, sehingga dapat
menjadi pelanggan apotek
- Latar belakang sosial dari warga yang beragam, memungkinkan
untuk menjadi pelanggan.
- Tingkat pendidikan masyarakat yang cukup tinggi, golongan
masyarakat yang lebih kritis, lebih bisa menerima pikiran logis,
dan lebih peduli dengan pola hidup sehat. Maka menarik mereka
dengan ada nya rutinitas konseling untuk penyakit degeneratif.
4. Ancaman (Threaths)
a. Transportasi umum yang belum ada.
b. Apotek tidak bisa dibuka selama 24 jam karena melihat kondisi sekitar
daerah Lowanu pada malam hari sepi.

F. Aspek Pasar dan Pemasaran

1. Potensi pasar
Letak apotek sangat strategis dan dekat dengan berbagai pusat keramaian
yang menjadikan potensi pasar Apotek Mitra Farma cukup menjanjikan. Perkiraan
konsumen: Diperkirakan jumlah pasien Apotek Mitra Farma 25 orang/hari.
Potensi pasar lainnya adalah konsumen yang membeli OTC dan komoditi lain.
2. Market Share
Jumlah pesaing di sekitar apotek : 0 apotek pada sepanjang jalan lowanu.
Jumlah perkiraan pasien disekitar Apotek Mitra Farma : pasien setiap hari.

G. Pengelolaan Sumber Daya Manusia


Untuk dapat mengelola sebuah apotek diperlukan tenaga kerja yang sesuai
bidangnya, oleh karena itu diperlukan sumber daya manusia yang efektif dan
efisien sehingga tujuan organisasi tercapai. Apotek Mitra Farma merekrut 3
karyawan dengan susunan sebagai berikut:
 Apotek Pengelola Apotek : 1 orang
 Apoteker pendamping : 1 orang

10
 Asisten Apoteker : 1 orang
Dasar pertimbangan perekrutan karyawan tersebut adalah :
1. Jam kerja 08.00-21.00, dibagi menjadi 2 shift (masing-masing 6,5 jam),
yaitu jam 08.00-14.30 dan jam 14.00-21.00.
2. Volume pekerjaan
Jumlah pasien setiap hari : 25 pasien
Setiap pasien dengan resep non-racikan membutuhkan waktu : 10 menit
Waktu untuk 20 pasien: 20 x 10 = 200 menit
Setiap pasien dengan resep racikan membutuhkan waktu : 20 menit
Waktu untuk 5 pasien: 5 x 20 = 100 menit
Total : 300 menit
3. Dana yang tersedia (bagian aspek modal dan biaya)
4. Sumber daya manusia merupakan aset terbesar dari apotek itu sendiri.
Kerjasama antar karyawan harus dijaga sehingga dapat menciptakan
suasana kerja yang kondusif serta mampu memberikan kenyamanan pada
pasien. Karenanya diperlukan adanya pembagian tugas, wewenang, hak dan
kewajiban serta rasa memiliki terhadap apotek dari karyawan. Untuk itu
kemampuan managerial dari apoteker sangat diperlukan.
Job Description
1. Apoteker Pengelola Apotek
Tugas dan kewajiban:
a. Memimpin seluruh kegiatan apotek
b. Berkewajiban serta bertanggungjawab penuh untuk mengelola apotek yang
meliputi beberapa bidang antara lain:
a) Pelayanan kefarmasian
b) Administrasi dan keuangan
c) Personalia
d) Bidang lainnya yang berkaitan dengan tugas dan fungsi apotek
c. Melakukan langkah-langkah untuk mengembangkan hasil dan kualitas
apotek

11
Tanggungjawab pengelola apotek yaitu:APA bertanggungjawab atas
kelancaran segalan bidang dalam apotek serta bertanggungjawab terhadap
kelancaran hidupapotek yang dipimpinnya.
2. Asisten Apoteker
Tugas dan kewajiban:
1. Melaksanakan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya sebagai asisten
apoteker, yaitu meliputi:
a) Pelayanan kefarmasian (pelayanan obat bebas dan obat dengan resep)
sesuai petunjuk pimpinan apotek.
b) Mengerjakan pengubahan bentuk pembuatan sediaan racikan dan
meracik.
c) Menyusun, membendel dan menyimpan resep dengan baik.
d) Mencatat laporan penggunaan obat dan perbekalan farmasi (narkotik,
psikotropik, statistik resep dan OGB, OWA) dan waktu kadaluarsa.
e) Mendata kebutuhan obat dalam defekta dan membantu kelancaran
kegiatan pembelian
f) Menerima barang pesanan, memeriksa dan menandatangani faktur,
mencatat ke dalam buku pembelian (komputer) dan menjaga agar daftar
harga tetap up to date.
g) Memelihara kebersihan, kerapian serta keteraturan ruang pelayanan dan
peracikan obat.
h) Mengelompokkan dan menata obat sesuai abjadnya.
2. Dalam keadaan tertentu dapat menggantikan tugas kasir, reseptir dan lai
sebagainya.
Tanggungjawab dan wewenang: Bertanggungjawab kepada pimpinan
apotek atas segala kebenaran tugas yang diselesaikannya. Berwenang
melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai petunjuk dan atau instruksi pimpinan
apotek.
a. Standar Operating Procedure (SOP)
1) SOP Pelayanan OTC
a) Pasien datang,

12
b) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien obatapa
yang dibutuhkan,
c) Tanyakan lebih dahulu keluhan atau penyakit yang diderita
pasienkemudian bantu pasien untuk mendapatkan obat yang tepat,
d) Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal harga,
e) Bila sudah terjadi persetujuan, ambilkan obat yang diminta pasien sesuai
dengan permintaan meliputi : nama obat dan jumlah obat,
f) Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang
obat meliputi dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu
penggunaan obat,cara penggunaan dan efek samping obat yang
mungkin timbul setelah penggunaan obat, dan jika diperlukan
pengatasan pertama terhadap efek samping yang ditimbulkan.
2) SOP Pelayanan OWA
a) Pasien datang,
b) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien obat apa
yang dibutuhkan,
c) Tanyakan pada pasien apa keluhan yang dialamlinya dan gejala
penyakitnya,
d) Tanyakan pada pasien apakah sebelumnya pernah menggunakan obat
tertentu dan bagaimana hasilnya (kondisi membaik atau bertambah
parah),
e) Bila pasien telah menggunakan obat sebelumnya dan hasilnya tidak
memuaskan maka pilihkan obat lain yang sesuai dengan kondisi pasien,
begitu juga untuk pasien yang sama sekali belum pernah minum obat,
f) Menghitung harga dan minta persetujuan terhada nominal harga,
g) Setelah pasien setuju dengan harga obat, ambilkan obat diatas,
h) Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat
meliputi: dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu penggunaan obat,
cara penggunaan dan efek samping obat yang mungkin timbul setelah
penggunaan obat dan dan

13
i) Jika diperlukan pengatasan pertama terhadap efek
samping yang ditimbulkan,
j) Catat nama pasien, alamat, dan no telp pasien.
k) Buat catatan khusus tentang pasien yang nantinya sebagai patien data
recoord.

3) SOP Pelayanan Resep


a) Menerima resep pasien,
b) Lakukan skrining resep meliputi adsministrasi, pharmaceutical dan
klinik,
c) Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal harga,
d) Pasien diberi no antrian,
e) Tulis no struk (print out) pada resep dan satukan resep dengan printout
f) Cocokkan nama, jumlah dan kekuatan obat dalam resep dengan
print out,
g) Siapkan obat sesuai dengan resep,
h) Jika obat racikan maka patuhi SOP meracik,
i) Buat etiket dan cocokkan dengan resep,
j) Teliti kembali resep sebelum diserahkan pada pasien termasuk
salinan resep dan kuitansi (jika diminta oleh pasien),
k) Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat
meliputi dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu penggunaan obat,
cara penggunaan dan efek samping obat yang mungkin timbul setelah
penggunaan obat dan jika diperlukan pengatasan pertama terhadap efek
samping yang ditimbulkan,
l) Catat nama pasien, alamat dan no telp pasien.
m) Buat catatan khusus tentang pasien.

4) SOP Meracik Obat


a) Siapkan alat yang akan digunakan dan bersihkan meja untuk
meracik,

14
b) Buatlah instruksi meracik meliputi: no resep, nama pasien, jumlah dan
cara mencampur,
c) Siapkan etiket dan wadah obat sertakan bersam obat dan
instruksinya untuk diracik,
d) Cucilah tangan bila perlu gunakan sarung tangan, masker,
e) Siapkan bat sesuai resep dan ccocokkan dengan yang tertera pada
struknya
f) Jika ada bahan yang harus ditimbang makapersiapkan lebih dahulu.
g) Bacalah instruksi meracik dengan seksama dan lakukanlah hati-hati.
h) Pastikan hasil racikan sesuai dengan instruksinya.
i) Masukkan dalam wadah yang telah disediakan dan beri etiket,
kemudian serahkan pada petugas lain untuk diperiksa dan
diserahkan.
j) Bersihkan peralatan dan meja meracik setelah selesai.
k) Cucilah tangan sampai bersih.

5) SOP Konseling OTC


a) Menanyakan keluhan pasien dan mengapa menggunakan obat
tersebutdan sudah berapa lama pasien mengalami keluhan tersebut,
b) Menanyakan bagaiman kondisi pasien setelah menggunakan obat
tersebut
c) Apabila obat yang diminta sesuai dengan kondisi pasien dan
memberikan efek seperti yang diharapkan maka obat boleh
diberikan,
d) Apabila obat yang diminta tidak sesuai dengan kondisi pasien maka
pasien dipilihkan obat yang tepat untuk kondisinya,
e) menanyakan tentang bagaiman pasien menggunakan obat tersebut, bila
ada yang kurang atau salah maka farmasi wajib membenarkan dan
melengkapinya.

15
6) SOP Konseling OWA
a) Menanyakan keluhan pasien sehingga pasien menggunakan obat
tersebut dan sudah berapa lama pasien mengalami gejala tersebut,
b) Cocokkan kondisi pasien dengan obat yang diminta, bila obat
kurang sesuai untuk pasein maka rekomendasikan obat yang tepat
untuk pasien,
c) Menanyakan tentang bagaimana pasien menggunakan obat tersebut
meliputi dosis, frekuensi, durasi,dan cara penggunaan; bila ada yang
kurang atau salah maka farmasis wajib membenarkan dan
melengkapinya,
d) Menanyakan bagaimana kondisi pasien setelah menggunakan obat
tersebut,
e) Apabila obat yang diminta sesuai dengan kondisi pasien dan
memberikan efek seperti yang diharapkan maka obat boleh
diberikan,
f) Apabila kondisi pasien tidak membaik atau semakin memburuk makan
sebaiknya dirujuk ke dokter,
g) Informasikan kepada pasien bahwa pasien diperbolehkan konsultasi
dengan apoteker untuk berdiskusi tentang terapi yang dijalani pasien.

7) SOP Konseling Resep


a) Obat diserahkan pada pasien sekaligus dicocokkan dengan data
pasien,
b) Mencocokkan obat dengan kondisi pasien dengan cara menanyakan pada
pasien tentang keluhan yang dialaminya,
c) Memberitahukan pada pasien tentang obat yang diberikan dan
tujuan penggunaan obat tersebut,
d) Memberikan informasi pada pasien tentang aturan penggunaan obat
(dosis, frekuensi, durasi, cara penggunaan),
e) Menanyakan kembali tentang semua informasi yang telah
disampaikan untuk memastikan bahwa pasien telah paham dan
mengerti tentang aturan penggunaan obat,

16
f) Memberitahukan pada pasien tentang ESO obat yang mungkin
terjadi dan cara penanganan yang mungkin bisa dilakukan oleh pasien
terhadap efek samping yang terjadi,
g) Menyarankan pasien untuk pergi ke dokter bila dirasa ESO cukup berat
dan mengganggu,
h) Informasikan pada pasien tentang hal apa saja yang perlu dihindari atau
yang perlu dilakukan untuk menunjang keberhasilan riset,
i) Catat nama pasien dan no telp pasein,
j) Buat catatan khusus tentang pasien sebagai.

8) SOP Penerimaan dan Penyimpanan Barang


a) Saat barang datang dari PBF,
b) Cek kesesuaian antara SP dengan faktur dan barangnya (kecocokan
tentang nama barang, bentuk, jumlah sediaan, no batch dan tanggal ED),
c) Cek kondisi barang (rusak, pecah, tersegel atau tidak),
d) Faktur ditandatangani oleh apoteker atau asisten apoteker dilengkapi
dengan no SIK/SIA/NIP seta dibubuhi stempel apotek,
e) Faktur diambi 1 lembar untuk arsip apotek,
f) Serahkan faktur kapada bagian adsministrasi untuk diedit di
komputer,
g) Ccocokkan harga yang sudah ada di computer dengan harga yang
tertera pada faktur baru, apakah ada kenaikan atau tidak,
h) Tandatangani faktur yang telah diedit di komputer,
i) Hargai barang-barang/obatbebasdanletakkansesuai denga
spesifikasinya.Untukobatkeraslangsungdisimpandalamalmarisesuai
dengan efek Farmakologinya atau berasarkan abjad,
j) Arsip faktur sesuai dengan nama PBF masing‐masing.

H. Alat dan Perbekalan Farmasi yang Diperlukan


Bangunan :
 Tanah dan bangunan : Sewa
 Luas bangunan : 6 x 10 m2

17
Perlengkapan Bangunan:
 Kursi tunggu (panjang) 1buah
 Meja 2 buah
 Etalase 2 m x 107 cm x 50 cm
 Lemari Obat
 Meja Racik
 Papan Apotek
 Penerangan Listrik
 Handphone
 Stempel apotek
 Literatur (Iso,FI, Dll)
 Instalasi air
 Mortir dan stamper diameter 10 cm
 Blender obat lengkap
 Neraca obat
 Alat tensimeter digital
 Alat ukur kolesterol, dll Easy Touch
 Kipas angin
 Printer
 Komputer
 Lemari es

Alat Administrasi
 Nota
 Blangko salinan resep
 Blangko SP / rim
 Blangko Kartu stock/bendel
 Blangko etiket (biru & putih)/bendel
 Buku catatan
 Buku Besar
 Pulpen pilot / pack
 Steples & isi
 Alat pelubang kertas
 Gunting
 Cutter
 Penggaris
 Selotip dan alat

18
Perlengkapan Operasional
 Pot salep 20 g
 Pot salep 10 g
 Plastik klip besar / pack
 Plastik klip kecil / pack
 Kapas / kg
 Alkohol 70 % / L
 Kertas puyer / rim
 Cangkang kapsul No. 1
 Cangkang kapsul No. 2
 Sarung tangan
 Masker
 Sabun Cuci tangan

I. Tenaga Kerja
Struktur Organisasi :

Asisten Apoteker

Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 4 orang, dengan rincian sbb :
APA : 1 orang
APING : 1 orang
AA : 1 orang

19
H. Aspek Modal dan Biaya
1. MODAL
Modal diperoleh dari kerjasama antara 3 pemegang saham apotek, yaitu :
a. Sri Harumawati Rp. 34.000.000
b. Dewi Noor Azizah Rp. 33.000.000
c. Sharfina Absharina Rp. 33.000.000

2. TOTAL INVESTASI

MODAL
No. Uraian Jumlah
MODAL TETAP
1 Biaya Perizinan Rp 2.160.000
2 Perlengkapan Apotek Rp 23.135.000
MODAL OPERASIONAL
3 Biaya Bangunan / tahun Rp 40.000.000
4 Sediaan Farmasi Rp 30.000.000
5 Perlengkapan Administrasi Rp 447.000
6 Perlengkapan Operasional Rp 247.500
CADANGAN MODAL Rp 4.010.500
TOTAL Rp 100.000.000

Modal Tetap
a. Biaya perizinan

No. Uraian Biaya


1 Biaya Rekomendasi dari IAI Rp 100.000
2 Biaya MAterai Rp 60.000
3 Biaya Gangguan (HO) Rp 200.000
4 Biaya Notaris Rp 1.800.000
TOTAL Rp 2.160.000

b. Perlengkapan Apotek

No. Uraian Biaya


1 Kursi tunggu (panjang) 1buah 2.275.000
2 Meja 2 buah 500.000
3 Etalase 2 m x 107 cm x 50 cm 5.130.000
4 Lemari Obat 1.700.000
5 Meja Racik 400.000
6 Papan Apotek 170.000
7 Penerangan Listrik 500.000
8 Handphone 400.000

20
9 Stempel apotek 50.000
10 Literatur (Iso,FI, Dll) 350.000
11 Instalasi air 350.000
12 Mortir dan stamper diameter 10 cm 60.000
13 Blender obat lengkap 700.000
14 Neraca obat 1.550.000
15 Alat tensimeter digital 400.000
16 Alat ukur kolesterol, dll Easy Touch 300.000
17 Kipas angin 300.000
18 Printer 600.000
20 Komputer 5.700.000
21 Lemari es 1.700.000
TOTAL Rp. 23.135.000

Modal operasional
a. Biaya bangunan per tahun Rp 45.000.000
b. Sediaan Farmasi Rp 30.000.000
c. Perlengkapan Administrasi

No. Uraian Jumlah Harga Total


1 Nota 2 7.500 15.000
3 Blangko salinan resep 2 8.000 16.000
4 Blangko SP / rim 1 200.000 200.000
5 Blangko Kartu stock/bendel 5 6.500 32.500
6 Blangko etiket (biru & 3 6.500 19.500
putih)/bendel
7 Buku catatan 3 12.500 37.500
8 Buku Besar 2 16.000 32.000
9 Pulpen pilot / pack 1 15.000 15.000
10 Steples & isi 1 15.000 15.000
11 Alat pelubang kertas 1 20.000 20.000
12 Gunting 1 6.000 6.000
13 Cutter 1 2.500 2.500
14 Penggaris 1 6.000 6.000
15 Selotip dan alat 1 30.000 30.000
TOTAL Rp 447.000

21
d. Perlengkapan Operasional

No. Uraian Jumlah Harga Total


1 Pot salep 20 g 5 1.000 5.000
2 Pot salep 10 g 5 800 4.000
3 Plastik klip besar / pack 2 7.500 15.000
4 Plastik klip kecil / pack 2 5.000 10.000
5 Kapas / kg 1 29.000 29.000
6 Alkohol 70 % / L 1 35.500 35.500
7 Kertas puyer / rim 1 15.000 15.000
8 Cangkang kapsul No. 1 1 40.000 40.000
9 Cangkang kapsul No. 2 1 40.000 40.000
10 Sarung tangan 1 45.000 45.000
11 Masker 1 30.000 30.000
12 Sabun Cuci tangan 1 6.000 6.000
TOTAL Rp 247.500

3. BIAYA OPERASIONAL
Biaya rutin
a. Tenaga kerja
APA Rp. 2.000.000
Aping 1 orang Rp. 1.600.000
AA 1 orang Rp. 800.000
Jumlah Rp. 4.400.000
b. Biaya lain-lain
Biaya pemeliharaan gedung dan peralatan Rp.2.400.000
Biaya listrik, air, telepon, dsb Rp. 3.600.000
Biaya plastik, etiket, SP, copy resep, nota, dll Rp. 300.000
Jumlah Rp.6.900.000

Biaya total : Rp. 11.300.000 x 12 bulan = Rp 135.600.000

THR (50% gaji) :


APA Rp. 1.000.000
Aping 1 orang Rp. 800.000
AA 1 orang Rp. 400.000 +
Rp. 2.200.000

Total biaya rutin tahun ke I Rp. 137.800.000

22
PROYEKSI TAHUN KE-1
Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Tahun I

1. Proyeksi pendapatan tahun ke I


Pada tahun ke I diproyeksikan resep yang masuk 5 lembar/hari dengan
perkiraan harga rata-rata Rp.50.000/lembar

Penjualan obat resep dengan keuntungan 1.3 Rp. 81.000.000


(5 resep x Rp 45.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan obat bebas keuntungan 1,1 Rp. 126.000.000
(10 orang x Rp 35.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan OWA keuntungan 1,25 Rp. 126.000.000
(10 orang x Rp 35.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan Alkes,herbal dan lain lain Rp. 27.000.000
(Rp 75.000 x 30 hari x 12 bulan)
OMSET Rp 360.000.000
2. Pengeluaran rutin tahun ke I
a. Pembelian Obat Resep
77% x Rp. 120.000.000 Rp. 92.400.000
b. Pembelian Obat Bebas dan non obat, obat herbal, alkes
91% x Rp. 60.000.000 Rp. 54.600.000
c. Pembelian OWA
80% x Rp. 60.000.000 Rp. 48.000.000
HPP Rp. 195.000.000
3. Perkiraan laba rugi tahun I
No. Cashflow Tahun ke – 1
1 OMSET Rp 360.000.000
2 HPP Rp 195.000.000
3 LABA KOTOR (OMSET – HPP) Rp 165.000.000
4 BOP Rp 137.800.000
5 LABA BERSIH (LABA KOTOR – BOP) Rp 27.200.000
6 PAJAK 1% Rp 3.600.000
7 PTKP Rp 23.600.000

23
4. Perhitungan BEP tahun ke I
a. Pay Back Periode (PBP)
Total Investasi 𝑅𝑝 100.000.000
PBP = = = 3,6 tahun
LabaBersih 𝑅𝑝 27.200.000

b. ROI (Return On Investement)


LabaBersih
ROI = x 100%
Total investasi

𝑅𝑝 27.200.000
ROI = x 100%= 27,2 %
𝑅𝑝 100.000.000

c. BEP (Break Event Point)


Biaya Tetap
% BEP = x 100%
Pendapatan Biaya variable

Rp 137.800.000
= x 100%
Rp 360.000.000−Rp 195.000.000
= 83,52 %

24
PROYEKSI TAHUN KE-2
Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Tahun II

1. Proyeksi pendapatan tahun ke II


Pada tahun ke II diproyeksikan resep yang masuk 5 lembar/hari dengan
perkiraan harga rata-rata Rp.50.000/lembar

Penjualan obat resep dengan keuntungan 1.3 Rp. 84.600.000


(5 resep x Rp 47.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan obat bebas keuntungan 1,1 Rp. 133.200.000
(10 orang x Rp 37.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan OWA keuntungan 1,25 Rp. 133.200.000
(10 orang x Rp 37.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan Alkes,herbal dan lain lain Rp. 27.720.000
(Rp 77.000 x 30 hari x 12 bulan)
OMSET Rp 378.720.000
2. Pengeluaran rutin tahun ke II
a. Pembelian Obat Resep
77% x Rp. 120.000.000 Rp. 92.400.000
b. Pembelian Obat Bebas dan non obat, obat herbal, alkes
91% x Rp. 60.000.000 Rp. 54.600.000
c. Pembelian OWA
80% x Rp. 60.000.000 Rp. 48.000.000
HPP Rp. 195.000.000
3. Perkiraan laba rugi tahun II
No. Cashflow Tahun ke – 2
1 OMSET Rp 378.720.000
2 HPP Rp 195.000.000
3 LABA KOTOR (OMSET – HPP) Rp 183.720.000
4 BOP Rp 137.800.000
5 LABA BERSIH (LABA KOTOR – BOP) Rp 45.920.000
6 PAJAK 1% Rp 3.787.200
7 PTKP Rp 42.132.800

25
4. Perhitungan BEP tahun ke II
a. Pay Back Periode (PBP)
Total Investasi 𝑅𝑝 100.000.000
PBP = = = 2,2 tahun
LabaBersih 𝑅𝑝 45.920.000

b. ROI (Return On Investement)


LabaBersih
ROI = x 100%
Total investasi

𝑅𝑝 45.920.000
ROI = x 100%= 45,92 %
𝑅𝑝 100.000.000

c. BEP (Break Event Point)


Biaya Tetap
% BEP = x 100%
Pendapatan Biaya variable

Rp 137.800.000
= x 100%
Rp 378.720.000 −Rp 195.000.000

= 75 %

26
PROYEKSI TAHUN KE-3
Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Tahun III

1. Proyeksi pendapatan tahun ke III


Pada tahun ke III diproyeksikan resep yang masuk 5 lembar/hari dengan
perkiraan harga rata-rata Rp.50.000/lembar

Penjualan obat resep dengan keuntungan 1.3 Rp. 88.200.000


(5 resep x Rp 49.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan obat bebas keuntungan 1,1 Rp. 140.400.000
(10 orang x Rp 39.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan OWA keuntungan 1,25 Rp. 140.400.000
(10 orang x Rp 39.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan Alkes,herbal dan lain lain Rp. 28.440.000
(Rp 79.000 x 30 hari x 12 bulan)
OMSET Rp 397.440.000
2. Pengeluaran rutin tahun ke III
a. Pembelian Obat Resep
77% x Rp. 120.000.000 Rp. 92.400.000
b. Pembelian Obat Bebas dan non obat, obat herbal, alkes
91% x Rp. 60.000.000 Rp. 54.600.000
c. Pembelian OWA
80% x Rp. 60.000.000 Rp. 48.000.000
HPP Rp. 195.000.000
3. Perkiraan laba rugi tahun III
No. Cashflow Tahun ke – 3
1 OMSET Rp 397.440.000
2 HPP Rp 195.000.000
3 LABA KOTOR (OMSET – HPP) Rp 202.440.000
4 BOP Rp 137.800.000
5 LABA BERSIH (LABA KOTOR – BOP) Rp 64.640.000
6 PAJAK 1% Rp 3.974.400
7 PTKP Rp 60.665.600

27
4. Perhitungan BEP tahun ke III
a. Pay Back Periode (PBP)
Total Investasi 𝑅𝑝 100.000.000
PBP = = = 1,6 tahun
LabaBersih 𝑅𝑝 64.640.000

b. ROI (Return On Investement)


LabaBersih
ROI = x 100%
Total investasi

𝑅𝑝 64.640.000
ROI = x 100%= 64,64 %
𝑅𝑝 100.000.000

c. BEP (Break Event Point)


Biaya Tetap
% BEP = x 100%
Pendapatan Biaya variable

Rp 137.800.000
= x 100%
Rp 397.440.000 −Rp 195.000.000

= 68,1 %

28
PROYEKSI TAHUN KE-4
Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Tahun IV

1. Proyeksi pendapatan tahun ke IV


Pada tahun ke IV diproyeksikan resep yang masuk 5 lembar/hari dengan
perkiraan harga rata-rata Rp.52.000/lembar

Penjualan obat resep dengan keuntungan 1.3 Rp. 93.600.000


(5 resep x Rp 52.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan obat bebas keuntungan 1,1 Rp. 144.000.000
(10 orang x Rp 40.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan OWA keuntungan 1,25 Rp. 144.000.000
(10 orang x Rp 40.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan Alkes,herbal dan lain lain Rp. 28.800.000
(Rp 80.000 x 30 hari x 12 bulan)
OMSET Rp 410.400.000
2. Pengeluaran rutin tahun ke IV
a. Pembelian Obat Resep
77% x Rp. 120.000.000 Rp. 92.400.000
b. Pembelian Obat Bebas dan non obat, obat herbal, alkes
91% x Rp. 60.000.000 Rp. 54.600.000
c. Pembelian OWA
80% x Rp. 60.000.000 Rp. 48.000.000
HPP Rp. 195.000.000
3. Perkiraan laba rugi tahun IV
No. Cashflow Tahun ke – 4
1 OMSET Rp 410.400.000
2 HPP Rp 195.000.000
3 LABA KOTOR (OMSET – HPP) Rp 215.400.000
4 BOP Rp 137.800.000
5 LABA BERSIH (LABA KOTOR – BOP) Rp 77.600.000
6 PAJAK 1% Rp 4.104.000
7 PTKP Rp 73.496.000

29
4. Perhitungan BEP tahun ke IV
a. Pay Back Periode (PBP)
Total Investasi 𝑅𝑝 100.000.000
PBP = = = 1,29 tahun
LabaBersih 𝑅𝑝 77.600.000

b. ROI (Return On Investement)


LabaBersih
ROI = x 100%
Total investasi

𝑅𝑝 77.600.000
ROI = x 100%= 77,6 %
𝑅𝑝 100.000.000

c. BEP (Break Event Point)


Biaya Tetap
% BEP = x 100%
Pendapatan Biaya variable

Rp 137.800.000
= x 100%
Rp 410.400.000−Rp 195.000.000
= 63,97 %

30
PROYEKSI TAHUN KE-5
Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Tahun V

5. Proyeksi pendapatan tahun ke V


Pada tahun ke V diproyeksikan resep yang masuk 5 lembar/hari dengan
perkiraan harga rata-rata Rp.52.000/lembar

Penjualan obat resep dengan keuntungan 1.3 Rp. 97.200.000


(5 resep x Rp 54.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan obat bebas keuntungan 1,1 Rp. 147.600.000
(10 orang x Rp 41.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan OWA keuntungan 1,25 Rp. 147.600.000
(10 orang x Rp 41.000 x 30 hari x 12 bulan)
Penjualan Alkes,herbal dan lain lain Rp. 29.520.000
(Rp 82.000 x 30 hari x 12 bulan)
OMSET Rp 421.920.000
6. Pengeluaran rutin tahun ke V
a. Pembelian Obat Resep
77% x Rp. 120.000.000 Rp. 92.400.000
b. Pembelian Obat Bebas dan non obat, obat herbal, alkes
91% x Rp. 60.000.000 Rp. 54.600.000
c. Pembelian OWA
80% x Rp. 60.000.000 Rp. 48.000.000
HPP Rp. 195.000.000
7. Perkiraan laba rugi tahun V
No. Cashflow Tahun ke – 5
1 OMSET Rp 421.920.000
2 HPP Rp 195.000.000
3 LABA KOTOR (OMSET – HPP) Rp 226.920.000
4 BOP Rp 137.800.000
5 LABA BERSIH (LABA KOTOR – BOP) Rp 89.120.000
6 PAJAK 1% Rp 4.219.200
7 PTKP Rp 84.900.800

31
8. Perhitungan BEP tahun ke V
a. Pay Back Periode (PBP)
Total Investasi 𝑅𝑝 100.000.000
PBP = = = 1,1 tahun
LabaBersih 𝑅𝑝 89.120.000

b. ROI (Return On Investement)


LabaBersih
ROI = x 100%
Total investasi

𝑅𝑝 89.120.000
ROI = x 100%= 89,12 %
𝑅𝑝 100.000.000

c. BEP (Break Event Point)


Biaya Tetap
% BEP = x 100%
Pendapatan Biaya variable

Rp 137.800.000
= x 100%
Rp 421.920.000−Rp 195.000.000
= 60,72 %

32
J. Proyeksi 5 Tahun

Flow Chart

Tahun 1 Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V

Omset: Rp. 81.000.000 Rp.84.600.000 Rp. 88.200.000 Rp.93.600.000 Rp. 97.200.000


a. Resep
b. OTC Rp. 126.000.000 Rp. 133.200.000 Rp. 140.400.000 Rp.144.000.000 Rp. 147.600.000

c. OWA Rp. 126.000.000 Rp. 133.200.000 Rp. 140.400.000 Rp.144.000.000 Rp. 147.600.000

d. Alkes Rp. 27.000.000 Rp. 27.720.000 Rp. 28.440.000 Rp. 28.800.000 Rp. 29.520.000

Total Rp. 360.000.000 Rp. 378.720.000 Rp. 397.440.000 Rp.410.400.000 Rp.421.920.000


Omset
HPP Rp. 195.000.000 Rp. 195.000.000 Rp. 195.000.000 Rp.195.000.000 Rp. 195.000.000
Laba Rp. 165.000.000 Rp. 183.720.000 Rp. 202.440.000 Rp.215.400.000 Rp.226.920.000
Kotor
Biaya Rp. 137.800.000 Rp. 137.800.000 Rp. 137.800.000 Rp.137.800.000 Rp. 137.800.000
Operasio
nal
Laba Rp. 27.200.000 Rp. 45.920.000 Rp. 64.640.000 Rp. 77.600.000 Rp.89.120.000
Bersih
Sebelum
Pajak
Pajak Rp. 3.600.000 Rp. 3.787.200 Rp. 3.974.400 Rp. 4.104.000 Rp. 4.219.200

Laba Rp. 23.600.000 Rp. 42.132.800 Rp. 60.665.600 Rp.73.496.000 Rp. 89.120.000
Bersih
ROI 27,2 % 45,92 % 64,64% 77,6% 89,12 %
PBP 3,6 tahun 2,2 tahun 1,6 tahun 1,29 tahun 1,1 tahun

33
K. Lampiran
1. Denah Lokasi

Mitra Farma

2. Layout Apotek

KASIR ETALASE

34
3. Etiket

a. Pemakaian Dalam (warna: putih)


Apotek Mitra Farma
Jl. Lowanu No.56, Yogyakarta
Apoteker: Dewi Noor Azizah, S.Farm., Apt
SP.00.01.91.16
No Tgl:
Nama Pasien
Aturan Pakai

Nama dokter:
Nama obat:
Jumlah: paraf

b. Pemakaian Luar (warna: Biru)


Apotek Mitra Farma
Jl. Lowanu No.56, Yogyakarta
Apoteker: Dewi Noor Azizah, S.Farm., Apt
SP.00.01.91.16
No Tgl:
Nama Pasien
Aturan Pakai

Nama dokter:
Nama obat:
Jumlah: paraf

35
4. Copy Resep

Apotek Mitra Farma


Jl. Lowanu No.56, Yogyakarta
Apoteker: Dewi Noor Azizah, S.Farm., Apt
SP.00.01.91.16

COPY RESEP
Tgl Copy R/:
No Resep :
Resep dari : Tgl R/ :
Tanggal Resep :
Nama Pasien :

PCC

36
5. Kartu Stok

Nama Produk :

Kode Produk :

Tgl PBF Masuk Keluar Sisa Paraf

6. Laporan Penggunaan Psikotropik

37
7. Laporan Penggunaan Bahan Baku Narkotik

8. Laporan Penggunaan Bahan Jadi Narkotik

38
9. Data Record Pasien

Data Record Pasien

Nama Pasien :

List Penyakit Daftar Obat

Tgl Kode Keluhan Tanggal Tanggal Kode Nama Dosis


Kunjungan mulai berhenti obat
A

39
10. Problematika Terapi Pada Resep

Tanggal No Problema Terapi Pada


Resep

Identifikasi Penanganan

40

Anda mungkin juga menyukai