Anda di halaman 1dari 3

Nama : Aprianto

NIM : 153037
Prodi : S1 Manajemen
Semester :6
Metode Pemisahan Biaya Campuran Ke dalam komponen tetap dan variabel

Terdapat 3 metode yang digunakan secara luas untuk memisahkan biaya campuran menjadi
komponen tetap dan variabel, yaitu :
1. Metode Tinggi Rendah
2. Metode Scatterplot
3. Metode Kuadrat Terkecil
Setiap metode menghendaki kita membuat asumsi penyederhanaan hubungan biaya linear.
Biaya – biaya campuran dianggap mengikuti hubungan linear berikut :

Y = F + VX

Y = total biaya aktivitas ( variabel tidak bebas )


F = komponen biaya tetap ( parameter titik potong )
X = ukuran keluaran aktivitas ( variabel bebas )
V = biaya variabel / unit aktivitas.

Karena catatan akuntansi hanya menyatakan X dan Y maka nilai – nilai tersebut harus
digunakan untuk mengestimasi parameter F dan V, dengan begitu komponen tetap dan
variabel dapat diestimasi dan perilaku biaya campuran dapat diperediksi ketika penggunaan
aktivitas berubah.

1. Metode Tinggi Rendah.


Pada metode ini, dua titik yang dipilih dari scattergraph adalah titik tertinggi dan titik
terendah berkenaan dengan tingkat aktivitas. Dua titik ini kemudian digunakan untuk
menghitung titik potong dan kemiringan garis dimana kedua titik tersebut terletak.
Persamaan untuk menentukan kemiringan dan perpotongan adalah sebagai berikut :

V = Perubahan_biaya = ( Y2 – Y1 )
Perubahan aktivitas ( X2 – X1 )

F = Total biaya campuran – biaya variabel = Y2 – VX2 atau Y1 – VX1

2. Metode Scatterplot
Pada metode ini menyangkut pemeriksaan scattergraph dan pemilihan dua titik yang
tampaknya terbaik untuk mewakili hubungan antara biaya dan aktivitas.
Langkah pertama dalam metode ini kita harus memplot titik data sehingga hubungan
antara biaya persiapan dan tingkat aktivitas dapat terlihat.
3. Metode Kuadrat Terkecil
Metode ini menggunakan semua tititk data pada scattergraph dan menghasilkan suatu garis
terbaik untuk semua titik. Garis terbaik adalah garis yang terdekat ke semua titik yang
diukur melalui penjumlahan kuadrat deviasi titik – titik tersebut dari garis.
Garis yang lebih mendekati titik dibandingkan garis yang lainnya disebut garis kecocokan
terbaik yaitu garis dengan jumlah kuadrat deviasi terkecil.
Rumus untuk menghasilkan garis terbaik :

( ∑XY - ∑X ∑Y / n )
V = ---------------------------
( ∑X2 – ( ∑X )2 / n )

∑Y ∑X
F = ------ - V --------
n n

Persentase variabilitas variabel tidak bebas yang dijelaskan oleh suatu variabel bebas
disebut koefisien determasi. Seamakin tinggi persentase variabelitas yang diterangkan
semakin baik garisnya. Nilainya berkisar 0 – 1 koefisien determasi diberi tanda R2.

V ( ∑XY - ∑X ∑Y / n )
R = -----------------------------
( ∑Y2 – ( ∑Y )2 / n )

Koefisien Relasi adalah akar dari koefisien determasi. Nilai koefisien korelasi – 1 dan
+1