Anda di halaman 1dari 72

Ayo, Melek Gizi!

buku petunjuk kader vol. 002


Ayo, Melek Gizi!
buku petunjuk kader vol. 002
Sambutan Presiden Direktur Sari Husada
Berdasarkan hasil riset, permasalahan malnutrisi di Indonesia masih banyak ditemui dari
Sabang sampai Merauke¹. Data Riskesdas 2010 menunjukkan lima persen dari balita
Indonesia masih mengalami kurang gizi dan tiga puluh tujuh persen balita Indonesia
mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak. Salah satu penyebab dari
permasalahan ini adalah kurangnya pengetahuan ibu akan gizi balita, serta sedikitnya
produk bagi balita yang bergizi dengan harga terjangkau.

Sari Husada yang mengemban misi Nutrisi untuk Bangsa meluncurkan Program Ayo
Melek Gizi pada tahun 2009 dalam rangka turut mengatasi permasalahan gizi tersebut
dan turut mendukung Indonesia dalam mencapai Millenium Development Goals 2015.
Ayo Melek Gizi merupakan program yang dikembangkan bersama dengan para ahli gizi
dan bekerja sama dengan PKPU yang bertujuan untuk memberikan pendidikan gizi bagi
masyarakat, khususnya para ibu untuk memahami lebih jauh mengenai pentingnya gizi.
Program Ayo Melek Gizi dilengkapi dengan buku panduan yang mudah dimengerti dan
menarik untuk dipelajari serta memuat informasi yang lengkap seputar gizi. Program ini
akan dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Posyandu.

Di tahun 2011 ini Sari Husada telah menyempurnakan buku panduan Ayo Melek Gizi yang
secara khusus membahas mengenai permasalahan pada usia rawan gizi yaitu bayi, balita,
dan ibu hamil dan menyusui. Kelompok usia tersebut merupakan kelompok rawan gizi
karena merupakan masa yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan.

Dengan buku panduan ini diharapkan dapat memudahkan para kader dan ibu dalam
memahami pentingnya gizi dan memberikan bimbingan bagi masyarakat sekitar beserta
keluarga. Dengan demikian semua masyarakat menjadi melek gizi dan permasalahan
kekurangan gizi dapat teratasi.

Jakarta, September 2011

Boris Bourdin
Presiden Direktur Sari Husada

1
World Food Program, 2009.

ii
iii
Daftar Isi
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iv
Pengenalan Zat Gizi
A. Apa itu zat gizi? 2
B. Mengapa tubuh kita perlu zat gizi? 2
C. Angka Kecukupan Gizi 4
D. Kelompok rawan gizi 6
E. Mengukur status gizi dengan KMS 7

Pengelompokkan Zat Gizi


A. Zat gizi makro 10
1. Apa itu zat gizi makro? 10
2. Jenis zat gizi makro, manfaat, dan sumbernya 10
3. Apa yang terjadi jika kekurangan zat gizi makro? 13
4. Apa yang terjadi jika kelebihan zat gizi makro? 15
B. Zat gizi mikro 16
1. Apa itu zat gizi mikro? 16
2. Jenis zat gizi mikro, manfaat, dan sumbernya 16
Vitamin; manfaat dan sumbernya 16
Mineral; manfaat dan sumbernya 16
3. Apa yang terjadi jika kekurangan zat gizi mikro? 24

Gizi Seimbang Untuk Ibu Hamil


A. Zat gizi apa yang dibutuhkan ibu hamil? 28
B. Akibat menu makanan tidak bergizi seimbang 31
C. Contoh menu seimbang ibu hamil 32
Gizi Seimbang Untuk Anak Usia 0-6 Bulan
Kebutuhan zat gizi anak usia 0-6 bulan 34

Gizi Seimbang Untuk Anak Usia 6-24 Bulan


A. Zat gizi apa yang dibutuhkan anak usia 6-24 bulan? 38
B. Akibat menu makanan tidak bergizi seimbang 41
C. Contoh menu seimbang anak usia 6-24 bulan 42
Gizi Seimbang Untuk Anak Usia 2-5 Tahun
A. Zat gizi apa yang dibutuhkan anak usia 2-5 tahun? 44
B. Akibat menu makanan tidak bergizi seimbang 45
C. Contoh menu seimbang anak usia 2-5 tahun 46
Susu
A. Kandungan Nutrisi Susu 48
B. Manfaat Susu 50
Pentingnya Air Bagi Kehidupan
A. Mengapa air penting? 54
B. Perbedaan air sehat dan tidak sehat 54
C. Cara mendapatkan air bersih dan sehat 55
D. Kebutuhan air minum setiap hari 56
Pentingnya Mencuci Tangan 57
Mengenal Makanan yang Aman dan Bersih 61

iv
Pengenalan Zat Gizi
Pengenalan
Zat Gizi
Mengetahui apa itu zat gizi sangat penting agar kita bisa memahami
fungsinya bagi tubuh kita. Karenanya, yuk, kita berkenalan dengan yang
namanya zat gizi!

A. Apa Itu Zat Gizi?


Zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk
melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun
dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses
kehidupan.
Sumber: Almatsier 2002, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta: Gramedia.

B. Mengapa Tubuh Kita Perlu Zat Gizi?


Di dalam tubuh, zat gizi yang kita peroleh lewat makanan berfungsi
untuk:

Memberi energi
agar kita bisa
melakukan
berbagai macam
aktivitas.

2
Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.

Menunjang pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel tubuh.

Contohnya :
Tinggi badan bertambah
Karena tulang juga tumbuh
dan bertambah besar.
Membantu penyembuhan
Jika luka, luka jadi kering dan menutup.

Mengatur proses
yang terjadi di dalam
tubuh, seperti proses
pencernaan
makanan di dalam
perut, pengaturan
metabolisme tubuh
(proses pengolahan
zat gizi dalam
tubuh), produksi ASI,
dan lain-lain.

3
C. Angka Kecukupan Gizi
Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalah taraf konsumsi zat-zat
esensial yang dibutuhkan tubuh, yang berdasarkan
pengetahuan ilmiah dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan
hampir semua orang sehat. AKG dibedakan berdasarkan
kelompok usia, jenis kelamin serta keadaan seperti hamil dan
menyusui.
Sumber: Almatsier 2002, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta: Gramedia.

Batita (1-3 tahun) Balita (4-5 tahun) Ibu hamil

4
Tabel Angka Kecukupan Gizi Rata-rata yang Dianjurkan (Per Orang Per Hari)
Angka Kecukupan Gizi 2004 Bagi Orang Indonesia

Kelompok Berat Tinggi Energi Protein Vit.A Vit.D Vit.E Vit.K Tiamin Ribo- Asam Piridok- Vit. Vit.C Kalsium Besi Yosium Seng Sele-
No Umur badan badan flavin folat sin B12 nium
(kg) (cm) (Kkal) (gl) (RE) (ug) (mg) (ug) (mg) (mg) (ug) (mg) (ug) (mg) (mg) (mg) (ug) (mg) (ug)

Anak
1 0-6 bl 6 60 550 10 375 5 4 5 0,3 0,3 65 0,1 0,4 40 200 0,4 90 1,3 5
2 7-12 bl 8,5 71 650 16 400 5 5 10 0,4 0,4 80 0,3 0,5 40 400 0,5 90 7,5 10
3 1-3 th 12 90 1000 25 400 5 6 15 0,5 0,5 150 0,5 0,9 40 500 0,9 90 82 17
4 4-6 th 17 110 1550 39 450 5 7 20 0,6 0,6 200 0,6 5 45 500 5 120 9,7 20
5 7-9 th 25 120 1800 45 500 5 7 25 0,9 0,9 200 1 1,5 45 600 1,5 120 11,2 20

Laki-laki
6 10-12 th 35 138 2050 50 600 5 11 35 1 1 300 1,3 1,8 50 1000 1,8 120 14 20
7 13-15 th 46 150 2400 60 600 5 15 55 1,2 1,2 400 1,3 2,4 75 1000 2,4 150 17,4 30
8 16-18 th 55 160 2600 65 600 5 15 55 1,3 1,3 400 1,3 2,4 90 1000 2,4 150 17 30
9 19-29 th 56 165 2550 60 600 5 15 65 1,2 1,3 400 1,3 2,4 90 800 2,4 150 12,1 30
10 30-49 th 62 165 2350 60 600 5 15 65 1,2 1,3 400 1,3 2,4 90 800 2,4 150 13,4 30
11 50-64 th 62 165 2250 60 600 10 15 65 1,2 1,3 400 1,7 2,4 90 800 2,4 150 13,4 30
12 60+ th 62 165 2050 60 600 15 15 65 1 1,3 400 1,7 2,4 90 800 2,4 150 13,4 30

Wanita
13 10-12 th 37 145 2050 50 600 5 11 35 1 1 300 1,2 1,8 50 1000 1,8 120 12,6 20
14 13-15 th 48 153 2350 57 600 5 15 55 1,1 1 400 1,2 2,4 65 1000 2,4 150 15,4 30
15 16-18 th 50 154 2200 50 600 5 15 55 1,1 1 400 1,2 2,4 75 1000 2,4 150 14 30
16 19-29 th 52 156 1900 50 500 5 15 55 1 1,1 400 1,3 2,4 75 800 2,4 150 9,3 30
17 30-49 th 55 156 1800 50 500 5 15 55 1 1,1 400 1,3 2,4 75 800 2,4 150 9,8 30
18 50-64 th 55 156 1750 50 500 10 15 55 1 1,1 400 1,5 2,4 75 800 2,4 150 9,8 30
19 60+ th 55 156 1600 50 500 15 15 55 1 1,1 400 1,5 2,4 75 800 2,4 150 9,8 30

Hamil (+an)
20 Trimester 1 +180 +17 +300 +0 +0 +0 +0.3 +0.3 +200 +0.4 +0.2 +10 +150 +0.2 +50 +1.7 +5
21 Trimester 2 +300 +17 +300 +0 +0 +0 +0.3 +0.3 +200 +0.4 +0.2 +10 +150 +0.2 +50 +1.7 +5
22 Trimester 3 +300 +17 +300 +0 +0 +0 +0.3 +0.3 +200 +0.4 +0.2 +10 +150 +0.2 +50 +1.7 +5

Menyusui
(+an)
23 6 bl pertama +500 +17 +350 +0 +4 +0 +0.3 +0.4 +100 +0.5 +0.4 +45 +150 +0.4 +50 +4.6 +10
24 6 bl kedua +550 +17 +350 +0 +4 +0 +0.3 +0.4 +100 +0.5 +0.4 +45 +150 +0.4 +50 +4.6 +10

Sumber : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

5
D. Kelompok Rawan Gizi
Kelompok rawan gizi adalah suatu kelompok di dalam masyarakat yang
paling mudah menderita gangguan kesehatan atau rentan kekurangan
gizi. Kelompok-kelompok umur tersebut berada pada suatu siklus
pertumbuhan atau perkembangan yang memerlukan zat-zat gizi dalam
jumlah yang lebih besar dari kelompok umur yang lain.

Kelompok-kelompok rawan gizi ini terdiri dari:


a. Kelompok bayi: b. Kelompok di bawah c. Kelompok anak sekolah
0-1 tahun 5 tahun (Balita): 1-5 tahun : 6-12 tahun

d. Kelompok remaja: e. Kelompok ibu hamil f. Kelompok usia lanjut


13-20 tahun dan menyusui

Sumber: Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo, 2003, Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat,
Cet. ke-2, Mei, Jakarta: Rineka Cipta.

6
E. Mengukur Status Gizi Dengan KMS
KMS atau Kartu Menuju Sehat adalah kartu yang digunakan untuk
memantau kesehatan dan pertumbuhan anak (khususnya balita). Berisi
catatan penting pertumbuhan, perkembangan anak, imunisasi,
penanggulangan diare, pemberian kapsul Vitamin A, kondisi kesehatan
anak, pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI, juga
pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas/Rumah Sakit.

Pertumbuhan balita dapat diketahui apabila setiap bulan ditimbang,


hasil penimbangan dicatat di KMS, dan dihubungkan antara titik berat
badan pada KMS dari hasil penimbangan bulan lalu dan hasil
penimbangan bulan ini. Rangkaian garis-garis pertumbuhan anak
tersebut membentuk grafik pertumbuhan anak. Pada balita yang sehat,
berat badannya akan selalu naik, mengikuti pita pertumbuhan sesuai
dengan umurnya.

7
Balita NAIK berat badannya bila:
• Garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna, atau
• Garis pertumbuhannya naik pindah ke pita warna diatasnya.

Balita TIDAK NAIK berat badannya bila:


• Garis pertumbuhannya turun, atau
• Garis pertumbuhannya mendatar, atau
• Garis pertumbuhannya naik, tetapi pindah ke pita warna di bawahnya.

Berat badan balita di bawah garis merah artinya pertumbuhan balita


mengalami gangguan pertumbuhan dan perlu perhatian khusus,
sehingga harus langsung dirujuk ke Puskesmas/Rumah Sakit.
Berat badan balita tiga bulan berturut-turut tidak naik (3T), artinya
balita mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga harus langsung
dirujuk ke Puskesmas/ Rumah Sakit.
Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2011
(www.gizi.depkes.go.id/pedoman-gizi/download/KMSbaganrev.doc).

KMS harus disimpan dan harus selalu dibawa setiap kali mengunjungi
Posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk bidan dan dokter.

8
Pengelompokan Zat Gizi
Pengelompokkan
Zat Gizi
Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh, zat gizi dibagi menjadi
dua kelompok, yaitu zat gizi makro dan zat gizi mikro.

A. Zat Gizi Makro


Apa Itu Zat Gizi Makro?
Zat gizi makro adalah zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang
banyak. Zat gizi ini digunakan untuk membentuk dan memelihara
jaringan sel-sel tubuh, sebagai sumber tenaga agar bisa beraktivitas,
dan sebagai zat pengatur sistem di dalam tubuh.

Jenis zat gizi makro, manfaat, dan sumbernya


Zat gizi makro terdiri dari:

Karbohidrat
Menghasilkan energi bagi tubuh Sumber: Banyak terdapat di
(sumber 50-70% dari total energi makanan pokok seperti beras,
yang dibutuhkan). kentang, jagung, sagu,
singkong, dan gula.

10
Protein
Membangun dan melihara jaringan tubuh, berperan sebagai
pembentukkan antibodi atau zat kekebalan tubuh. Protein juga
membantu keseimbangan kadar air dalam tubuh.

Protein hewani bisa didapatkan dari ikan segar, telur,


daging ayam, daging sapi, susu sapi, keju, dan lain-lain.

Protein nabati banyak terdapat di kacang-kacangan


seperti kedelai,kacang hijau, tempe, tahu, dan oncom.

11
Lemak
Penghasil energi bagi tubuh, melindungi organ penting (jantung dan
ginjal) juga janin dalam perut ibu hamil. Lemak juga memelihara suhu
tubuh dan sumber asam lemak penting (omega 3, omega 6, DHA)
yang membantu proses pembentukan sel saraf balita ataupun janin di
masa kehamilan.

Sumber: Terdapat di minyak tumbuh-tumbuhan


(minyak kelapa,kelapa sawit, kacang tanah, kacang kedelai,
jagung, dan sebagainya), mentega, margarin, dan
daging ayam dan sapi.

12
Apa yang terjadi jika kekurangan zat gizi makro?
Kekurangan zat gizi makro dapat menimbulkan penyakit-penyakit seperti:

1. Marasmus
Marasmus adalah keadaan energi yang parah¹
yang pada umumnya terjadi pada bayi (di
bawah 12 bulan), karena terlambat diberikan
makanan tambahan².

Gejala: Pertumbuhan terhambat, lemak bawah


tubuh berkurang, anak terlihat lebih tua, anak
terlihat waspada dan lapar².

2. Kwashiorkor (Busung Lapar)


Disebabkan oleh kurang protein dan mikronutrien¹
yang banyak terdapat pada usia 2-3 tahun².

Gejala: Pertumbuhan terhambat, otot-otot


berkurang dan melemah, edema (pembengkakan
terutama di kaki, perut, dan tangan), muka bulat
seperti bulan, tidak ada nafsu makan, rambut
mudah rontok, hati membesar dan berlemak².

Sumber:
1. Matt Doyle, 2011, Ending Child Hunger and Undernutrition, UNICEF.
2. Almatsier 2002, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta: Gramedia.

13
3. Pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir
dengan BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah)

Kondisi di atas, jika terjadi pada balita dapat mengganggu pertumbuhan


dan perkembangan anak di masa depan, karena berpengaruh terhadap
kecerdasan dan tentu saja penurunan daya tahan tubuh, sehingga anak
gampang sakit.

14
Apa yang terjadi jika kelebihan zat gizi makro?
Kelebihan zat gizi makro biasanya terjadi karena konsumsi makanan yang
berlebihan. Ini dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan yang bisa
memicu penyakit diabetes mellitus (gula darah), hipertensi (darah tinggi),
kelebihan kolesterol, dan lain-lain. Pada balita, kegemukan dapat memicu
terjadinya penyakit tersebut ketika anak tumbuh dewasa.

15
B. Zat Gizi Mikro
Apa Itu Zat Gizi Mikro?
Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah
sedikit, tubuh kita tidak dapat memproduksi sendiri zat gizi ini sehingga
harus diperoleh melalui makanan. Meskipun cuma sedikit, zat gizi mikro
sangat penting untuk membantu mengatur berbagai fungsi tubuh.
Sehingga tubuh akan terganggu fungsinya jika kekurangan zat gizi
mikro.

Jenis zat gizi mikro, manfaat, dan sumbernya


Zat gizi mikro terdiri dari vitamin dan mineral.

Vitamin digolongkan menjadi:

Vitamin Larut Air Vitamin Larut Lemak


Vitamin B dan C Vitamin A, D, E, K

Mineral digolongkan menjadi:

Mineral Makro Mineral Mikro


Mineral yang dibutuhkan Mineral yang dibutuhkan
tubuh dalam jumlah lebih dari kurang dari 100 mg sehari.
100 mg sehari.
Terdiri dari zat besi, iodium,
Terdiri dari natrium, kalsium, dan sebagainya
kalium, dan sebagainya.

16
Vitamin; manfaat dan sumbernya

Vitamin A
Penting untuk pertumbuhan, terutama kesehatan kulit, mata dan
menjaga daya tahan tubuh.

Sumber: Terdapat dalam hati, kuning telur, keju, sayuran berwarna hijau
tua seperti daun singkong, bayam, serta sayuran dan buah-buahan yang
berwarna kuning-jingga (wortel, mangga, tomat, pepaya, dan lain-lain).

1590 mcg RE 84 mcg RE


1 sdm (15 g) hati matang 1 kuning telur sedang (50 g) matang

86 mcg RE 822 mcg RE 489 mcg RE


1 iris (30 g) keju ¾ cangkir (100 g) 1 buah mangga ukuran kecil
bayam matang (130 g)

75 mcg RE 260 mcg RE 2400 mcg RE


1 buah tomat ukuran 1 potong pepaya (130 g) ¾ cangkir (100 g) wortel
sedang (100 g) matang

Sumber: Great Discoveries, Danone, 2010.

17
Vitamin B
Ada banyak jenis Vitamin B, yaitu Vitamin B1, B6, B12 dan lain-lain. Kumpulan
Vitamin B disebut dengan Vitamin B kompleks. Vitamin B kompleks penting
untuk mencegah penyakit beri-beri, memproduksi dan memperbaiki sel-sel
darah merah, serta mengubah karbohidrat, protein dan lemak menjadi energi.
Sumber: Terdapat dalam hati, ginjal, susu, telur, ikan, keju, daging, kecambah
gandum, serealia tumbuk, kacang-kacangan, kacang hijau, kentang, pisang,
sayuran berwarna hijau, dan sebagainya.

0,06 mg 0,04 mg
1 gelas (200 ml) 1 potong sedang
susu sapi segar (50 g) daging sapi

0,06 mg 0,06 mg 0,06 mg


1 buah sedang 1 sdm (10 g) 1 butir sedang
(75 g) pisang kacang hijau (60 g) telur ayam
ambon
Sumber: Daftar Komposisi Bahan Makanan, 2001.

Vitamin C
Berfungsi membantu penyerapan kalsium, mencegah infeksi, membantu
penyembuhan penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah
kanker serta penyakit jantung.
Sumber: Terdapat pada sayur dan buah seperti jeruk, nanas, rambutan, dan
sebagainya.

17,6 mg 7 mg
1 buah sedang (50 g) 1 potong sedang
jeruk manis (30 g) nanas

6,5 mg 49 mg
1 buah (26 g) 1 gelas (200 ml)
rambutan sari jeruk manis

Sumber: Daftar Komposisi Bahan Makanan, 2001.

18
Vitamin D
Membantu penyerapan kalsium, penting untuk pembentukan dan
pemeliharaan tulang yang kuat bersama dengan Vitamin A dan Vitamin C.
Sumber: Terdapat dalam kuning telur, hati, krim, mentega, margarin, susu,
keju, ikan (sarden, salmon), dan minyak hati ikan.

0,02 - 0,06 mcg 1,05 mcg


1 gelas (200 ml) susu sapi segar 1 butir sedang (60 g)
telur ayam

0,04 mcg 0,3 - 0,4 mcg 10,5 mcg


1 sdt (5 g) mentega 1 sdt (5 g) margarin 1 sdt (5 g) minyak hati ikan

Sumber: Holland (1991) dalam Garrow, J.S. dan W.P.T. James, Human Nutritions and Dietetics, 1993 hal. 123.

Vitamin E
Sebagai antioksidan yang berfungsi melindungi dan memperkuat daya tahan
tubuh dari penyakit, baik untuk kesehatan kulit.
Sumber: Terdapat pada minyak tumbuh-tumbuhan terutama minyak sayur,
minyak kecambah gandum, dan biji-bijian. Sayuran dan buah-buahan juga
merupakan sumber Vitamin E yang baik.

3,3 - 7,3 mg
1 sdm (10 ml) minyak kelapa sawit

Sumber: Chow (1985) dalam Garrow, J.S. dan W.P.T. James, Human Nutritions and Dietetics, 1993 hal. 230.

19
Vitamin K
Penting untuk pembekuan darah.
Sumber: Terdapat pada hati, keju, sayuran daun berwarna hijau, kacang
buncis, kacang polong, kol, seledri, dan brokoli. Juga pada buah-buahan
seperti apel, jeruk, alpukat, dan pisang.

100 mcg 62,5 mcg


½ cup (50 g) ½ cup (50 g)
brokoli mentah kol mentah

46 mcg 1,5 mcg 10,5 mcg


1 potong 1 buah sedang 30 g keju
sedang (50 g) (75 g) pisang
hati ayam

Sumber: R. E Olson (1973) dalam Wilson, E.D., K.H. Fisher, dan P.A. Garcia, Principles of Nutrition 1979 hal. 194.

Mineral; manfaat dan sumbernya

Natrium
Diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Sumber: Terdapat dalam margarin, daging, telur, garam dapur, kecap,
makanan yang diawetkan dengan garam dapur.

46 mg 1,5 mg 10,5 mg
1 sdt (5 g) margarin 1 potong sedang (50 g) 1 butir sedang(60 g)
daging sapi telur ayam

Sumber: Food Composition Table for use in East Asia, FAO, 1972.

20
Kalsium
Berfungsi dalam pembentukan tulang dan gigi serta mengatur dalam proses
pembekuan darah.
Sumber: Terdapat dalam susu dan hasil olahan susu seperti keju, ikan jika
dimakan dengan tulang termasuk ikan kering (sarden dan teri).

180 mg 91 mg
1 sdm (15 g) 1 potong (38 g) sarden
teri goreng bertulang kalengan

300-500 mg 204 mg
1 gelas (250 ml) 30 g keju
susu sapi

Sumber: Daftar Komposisi Bahan Makanan, 2001.

Kalium
Penting untuk pertumbuhan sel dan memelihara keseimbangan cairan dalam
tubuh.
Sumber: Terdapat dalam semua makanan yang berasal dari tumbuh-
tumbuhan dan hewan. Sumber utama adalah makanan mentah/segar
terutama buah, sayuran, dan kacang-kacangan.

115 mg 230 mg
1 sdm (10 g) ½ cangkir bayam
kacang merah mentah

326 mg 150 mg
1 buah sedang (75 g) 1 sdm (10 g)
pisang kacang kedelai

Sumber: Food Composition Table for use in East Asia, FAO, 1972.

21
Zat Besi
Berperan dalam menyalurkan oksigen ke seluruh bagian tubuh, membentuk
sel darah merah, meningkatkan kemampuan belajar, dan sistem kekebalan
tubuh.
Sumber: Makanan seperti susu, daging sapi, ayam, hati ayam, dan ikan. Selain
itu juga terdapat dalam telur, serealia tumbuk, kacang-kacangan, sayuran
hijau, dan beberapa jenis buah seperti alpukat dan stroberi adalah sumber
terbaik zat besi.

2,9 mg 5 mg
1 potong seukuran 1 gelas (250 ml) susu sapi
telapak tangan (90 g)
daging sapi matang

3,2 mg 18,5 mg 1 mg
½ cangkir 1 pasang (20 g) 90 g ayam
(90 g) bayam hati ayam matang
matang

Sumber: Daftar Komposisi Bahan Makanan, 2001.

Iodium/Yodium
Berfungsi dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Iodium juga
penting untuk perkembangan otak.
Sumber: Terdapat dalam garam beriodium, susu, telur, ikan, udang, kerang,
dan ganggang laut.

71 mcg 35 mcg
¼ sdt (1,5 g) garam 3 ons udang
beriodium

24 mcg 56 mcg
1 butir sedang (60 g) 1 gelas (200 ml)
telur utuh susu sapi

Sumber: National Institute of Health USA: Iodine, 2011, http://ods.od.nih.gov/factsheets/Iodine-HealthProfessional.

22
Asam Folat
Penting untuk pertumbuhan, terutama kesehatan kulit, mata, dan menjaga
daya tahan tubuh.
Sumber: Terdapat dalam hati, kuning telur, kacang-kacangan (seperti kacang
merah, kacang kedelai, kacang hijau), sayuran berwarna hijau tua seperti daun
singkong, bayam, serta sayuran dan buah-buahan yang berwarna kuning-
jingga (seperti jagung dan jeruk).

300 mcg 130 mcg


1 gelas (250 ml) ½ cangkir (90 g)
susu sapi bayam matang

114 mcg 80 mcg 80 mcg


½ cangkir (90 g) 50 g kacang hijau matang 1 gelas (250 ml)
kacang merah rebus sari jeruk segar

55 mcg 36 mcg
1 buah besar (260 g) 1 potong (70 g)
jagung rebus tempe

Sumber: Great Beginnings, Danone, 2010.

23
Apa yang terjadi jika kekurangan zat gizi mikro?
Kekurangan zat gizi mikro menyebabkan gangguan pertumbuhan, gangguan
penglihatan, luka sulit sembuh, dan menurunnya kekebalan tubuh seperti:

Anemia
Kekurangan darah akibat
kekurangan zat besi.

Rabun Senja
Akibat kekurangan Vitamin A.

24
Gondok
Akibat kekurangan iodium.

Kerapuhan Tulang
Akibat kekurangan Vitamin D
dan kalsium.

25
Pengelompokan Zat Gizi
Gizi Seimbang
Untuk Ibu Hamil
A. Zat Gizi Apa yang Dibutuhkan Ibu Hamil?
Saat hamil, janin memperoleh zat gizi dari makanan yang dimakan oleh ibu.
Karenanya ibu hamil mempunyai kebutuhan gizi khusus dengan jumlah yang
khusus pula. Makan makanan yang bergizi seimbang sangat penting, karena
selain untuk kesehatan ibu, juga untuk kesehatan si calon bayi. Zat gizi yang
diperlukan ibu hamil adalah:

Karbohidrat dan Lemak


Mempengaruhi proses tumbuh kembang janin dan berbagai perubahan dalam
tubuh ibu. Kurang karbohidrat dan lemak menyebabkan banyak protein
terbuang sebagai sumber energi.
Kebutuhan energi pada ibu hamil adalah 2200 kkal per hari.

28
Protein
Untuk pembangunan sel-sel baru janin dan pembentukan semua bahan
pengatur, seperti hormon ibu dan janin. Protein juga menjadi struktur dasar
bagi pembentukan organ-organ dalam tubuh.
Kebutuhan protein pada ibu hamil adalah 67 gram per hari.

Protein Hewani Protein Nabati

Asam Folat dan Seng


Kecukupan asam folat sejak sebelum hamil dan minggu-minggu pertama
kehamilan sangat penting dalam pertumbuhan janin. Kekurangan kedua jenis
zat gizi ini menyebabkan gagalnya pembentukan otak yang sempurna,
sehingga menimbulkan cacat bawaan pada susunan saraf pusat dan otak janin.

Asam Folat Seng

29
Kalsium
Jika ibu hamil kurang makan makanan yang mengandung kalsium, janin akan
mengambil persediaan kalsium yang ada dalam tulang ibu. Akibatnya ibu akan
menderita kerapuhan tulang (osteoporosis).

Zat Besi
Makan makanan yang mengandung zat besi yang cukup sangat diperlukan
karena volume darah selama hamil akan meningkat sampai 30%. Kekurangan
zat besi dapat membuat ibu menderita anemia, berisiko melahirkan bayi
dengan berat badan lahir rendah serta pendarahan sebelum dan saat
persalinan.

30
B. Akibat Menu Makanan
Tidak Bergizi Seimbang

Makan makanan yang bergizi seimbang diperlukan untuk kelangsungan


kondisi tubuh ibu hamil dan janinnya sehingga proses kelahiran akan lancar
dan anak yang dilahirkan dalam kondisi sehat. Makanan yang tidak memenuhi
gizi seimbang pada ibu hamil dapat mengakibatkan:

Janin mengalami gangguan dalam pertumbuhannya.


Mengganggu kelancaran proses melahirkan.
Mengganggu kesehatan ibu.

31
C. Contoh Menu Seimbang Ibu Hamil
Nilai Gizi

Energi: 2200 kkal Protein: 70 g

Sarapan (pukul 07.00)


Nasi Goreng 1½ piring 160 g
Telur Mata Sapi 1 butir 40 g
Jus Jeruk 1 gelas 110 g

Selingan Pagi (pukul 10.00)


Susu 1 gelas 210 g

Makan Siang (pukul 12.00)


Nasi Putih 1½ piring 150 g
Ikan Goreng 1 potong sedang 65 g
Pepes Tahu 1 buah 100 g
Sayur Asem 1 mangkok 100 g
Pepaya 2 potong sedang 200 g

Selingan Sore (pukul 15.00)


Susu 1 gelas 210 g

Makan Malam (pukul 18.00)


Nasi Putih 1½ sendok nasi 150 g
Ayam Kecap 1 potong sedang 60 g
Sayur Sop 1 mangkok 100 g
Pisang 1 buah sedang 75 g

32
Gizi Seimbang Untuk Anak Usia 0-6 Bulan
Usia 0-6 Bulan
Untuk Anak
Gizi Seimbang
Kebutuhan Zat Gizi Anak Usia 0-6 Bulan
Pemberian makanan pada anak hendaknya diperhatikan sejak masih bayi. Bayi
yang baru lahir memerlukan perhatian khusus karena pencernaan mereka
belum sempurna sehingga belum bisa mencerna makanan dengan baik.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:


Bayi yang dilahirkan dengan kondisi normal
sebaiknya diberikan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif
sebagai makanan pertamanya.

ASI eksklusif artinya bayi tidak diberikan makanan lain


selain ASI selama 6 bulan dan pemberian ASI sebaiknya
dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun dengan
makanan pendamping ASI.

34
Pemberian ASI mempunyai keunggulan yang
bermanfaat baik bagi ibu maupun bayi.

Manfaat ASI bagi bayi


1. Melindungi dari kemungkinan terkena infeksi.
2. Melindungi bayi dari berbagai jenis penyakit.
3. Melindungi bayi dari kemungkinan terjangkit alergi.
4. Mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal.
5. Sistem pencernaan bayi dapat mencerna dan menggunakan nutrisi yang
terkandung dalam ASI dengan sempurna.

Manfaat ASI bagi ibu


1. Sarana KB alami.
2. Mengurangi kemungkinan terjadinya kanker payudara, kanker rahim,
kanker ovarium, kanker endometrium.
3. Mengurangi kemungkinan terjadinya depresi setelah melahirkan.
4. Mengurangi kemungkinan terjadinya osteoporosis (tulang rapuh).
5. Mengurangi kebutuhan insulin pada wanita penderita diabetes.
6. Membantu turunnya berat badan setelah melahirkan.

Sumber: Bedah ASI-IDAI

35
Gizi Seimbang Untuk Anak Usia 6-24 Bulan
Usia 6-24 Bulan
Untuk Anak
Gizi Seimbang
A. Zat Gizi Apa yang Dibutuhkan
Anak Usia 6-24 Bulan?
Usia ini sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak sehingga
semua kebutuhan gizinya harus terpenuhi. Anak juga baru diperkenalkan pada
makanan pendamping ASI (MPASI). Zat gizi yang mereka perlukan adalah:

Energi
Untuk menunjang keseluruhan proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

Usia 1-6 bulan kebutuhan energi meningkat sesuai


dengan berat badan (±112 kkal per kilogram
berat badan).

Sampai usia dua tahun, keperluan energi per kilogram


berat badan menurun, ini berlangsung selama
masa anak-anak.

Kebutuhan energi pada usia 6-24 bulan adalah


950 kkal per hari.

Protein
Untuk membentuk sel-sel baru yang akan menunjang proses pertumbuhan
seluruh organ tubuh, juga pertumbuhan, dan perkembangan otak anak.
Kebutuhan protein pada usia 6-24 bulan adalah 20 g.

38
Lemak

Berperan penting dalam proses tumbuh kembang


sel–sel saraf otak untuk kecerdasan anak. Lemak yang
diperlukan adalah:
Asam lemak esensial (asam linoleat/omega 6,
asam linolenat/omega 3).

Asam lemak non esensial (asam oleat/omega 9,


EPA, DHA, AA).

Vitamin A
Untuk menjaga kesehatan mata, menjaga kelembutan kulit, dan
pertumbuhan optimal anak.

Vitamin C

Untuk pembentukan kolagen (tulang rawan),


meningkatkan daya tahan tubuh dan
penyerapan kalsium yang diperlukan untuk
pembentukan tulang dan gigi yang kuat.

39
Iodium/Yodium

Untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh


sehingga tidak mengalami hambatan seperti
kretinisme/kerdil, berperan dalam proses
metabolisme tubuh, mengubah karoten yang
terdapat dalam makanan menjadi Vitamin A.

Kalsium

Penting dalam pembentukan tulang dan gigi,


kontraksi dalam otot, membantu penyerapan
Vitamin B12 (untuk mencegah anemia dan
membantu membentuk sel darah merah).

Zinc/Zat Seng

Tersebar di semua sel, jaringan, dan organ tubuh. Diperlukan untuk


pertumbuhan, fungsi otak, dan mempengaruhi respon tingkah laku dan
emosi anak.

40
Zat Besi
Diperlukan untuk pertumbuhan fisik dan mempengaruhi penggunaan
energi yang diperlukan tubuh, pembentukan sel darah yang membantu
proses penyebaran zat gizi serta oksigen ke seluruh organ tubuh.

Asam Folat
Sangat penting pada masa pertumbuhan anak, memproduksi sel darah
merah dan sel darah putih dalam sumsum tulang, berperan dalam
pematangan sel darah merah, dan mencegah anemia.

B. Akibat Menu Makanan Tidak


Bergizi Seimbang
Usia 6-24 bulan pertumbuhan dan perkembangan fisik juga psikologis
anak terjadi sangat cepat. Makan makanan yang tidak bergizi seimbang
dapat berakibat:

Menghambat dan mempengaruhi pertumbuhan anak.

Mengganggu perkembangan kecerdasan,


pertumbuhan fisik, dan mentalnya.

41
C. Contoh Menu Seimbang Anak Usia 6-24 Bulan
Nilai Gizi

Energi: 950 kkal Protein: 20 g

Sarapan (pukul 07.00)


Susu ½ gelas 100 g
Nasi Tim 1 mangkok kecil 100 g

Selingan Pagi (pukul 10.00)


Bubur Hunkue 1 mangkok kecil 20 g
Jeruk Manis ½ buah sedang 50 g

Makan Siang (pukul 12.00)


Nasi Tim 1 mangkok kecil 175 g
Ayam Sayuran

Selingan Sore (pukul 15.00)


Susu ½ gelas 100 g
Biskuit 2½ buah 25 g

Makan Malam (pukul 18.00)


Nasi Tim Ikan 1 mangkok kecil 125 g
Wortel Kukus 2 buah kecil 50 g

Selingan Malam (pukul 20.00)

Susu 1 gelas 200 g

42
Gizi Seimbang Untuk Anak Usia 2-5 Tahun
Untuk Anak
Gizi Seimbang

Usia 2-5 Tahun


A. Zat Gizi Apa yang Dibutuhkan
Anak Usia 2-5 Tahun?
Di usia ini anak memasuki usia pra sekolah, dan mempunyai risiko besar
terkena gizi kurang. Pada usia ini anak tumbuh dan berkembang dengan cepat
sehingga membutuhkan zat gizi yang lebih banyak, sementara mereka
mengalami penurunan nafsu makan dan daya tahan tubuhnya masih rentan
sehingga lebih mudah terkena infeksi dibandingkan anak dengan usia lebih
tua. Zat gizi yang mereka perlukan adalah:

Karbohidrat

Berfungsi sebagai penghasil energi bagi tubuh


dan menunjang aktivitas anak yang mulai
aktif bergerak.

Mereka biasanya membutuhkan sebesar


1300 kkal per hari.

Protein
Untuk membangun dan memperbaiki sel tubuh dan menghasilkan energi.
Mereka membutuhkan protein sebesar 35 gram per hari.

44
Mineral dan Vitamin
Sementara pertumbuhan fisik (tubuhnya) sedikit melambat, karenanya anak
perlu makan makanan yang memberikan asupan gizi yang mendukung
pertumbuhan otaknya.

Mineral dan vitamin yang penting pada makanan anak adalah:


Iodium/yodium, kalsium, zinc/seng, asam folat, zat besi,
Vitamin A, B, C, D, E, dan K.

Mineral dan vitamin ini berperan dalam perkembangan motorik,


pertumbuhan, dan kecerdasan anak serta menjaga
kondisi tubuh anak agar tetap sehat.

B. Akibat Menu Makanan


Tidak Bergizi Seimbang
Balita yang makan makanan yang beragam dan seimbang nilai gizinya
akan tumbuh sehat dan aktif. Agar kebutuhan gizi yang diperlukan oleh
tubuh terpenuhi, anak perlu dibiasakan untuk makan makanan yang
bergizi seimbang.

45
C. Contoh Menu Seimbang Anak Usia 2-5 Tahun
Nilai Gizi

Energi: 950 kkal Protein: 20 g

Sarapan (pukul 07.00)


Nasi Goreng ½ piring 55 g
Telur Mata Sapi 1 butir 35 g
Pepaya ½ potong sedang 50 g

Selingan Pagi (pukul 10.00)


Susu 1 gelas sedang 200 g
Biskuit 2½ buah sedang 25 g

Makan Siang (pukul 12.00)


Nasi Putih ½ piring 50 g
Ayam Kecap ½ potong sedang 30 g
Pepes Tahu ½ buah besar 50 g
Sayur Bening Bayam 1 mangkok kecil 50 g
Pepaya ½ potong sedang 50 g

Selingan Sore (pukul 15.00)


Susu ½ gelas 100 g
Lemper 1 buah 100 g

Makan Malam (pukul 18.00)


Nasi Putih ½ piring 50 g
Sayur Asem 1 mangkok kecil 50 g
Ayam Goreng 1 potong sedang 55 g
Pisang 1 buah sedang 75 g

Selingan Malam (pukul 20.00)


Susu 1 gelas 200 g

46
Susu

Susu
Susu adalah sumber nutrisi yang paling lengkap dan secara alamiah sebagai
pelengkap seluruh nutrisi esensial untuk pertumbuhan, perkembangan, dan
pemeliharaan tubuh manusia. Susu juga merupakan bagian dari makanan
1
seimbang yang bermanfaat bagi semua usia.

A. Kandungan Nutrisi Susu


Susu adalah makanan yang bernutrisi tinggi yang tidak dengan mudah
digantikan dengan makanan lain, karena penggantinya tidak akan persis
sama. Penelitian menunjukkan selain membangun tulang yang kuat, susu juga
dapat meningkatkan imunitas, menurunkan tekanan darah, dan dapat
membantu menjaga berat badan dengan memberikan rasa kenyang. Susu
merupakan sumber protein yang sempurna.2
USDA menganjurkan konsumsi susu dan produk olahan susu sebanyak 3 gelas
sehari. Jika segelas susu setara dengan 250ml, maka dari 3 gelas susu akan
diperoleh lebih kurang 1200 mg Kalsium. Perolehan Kalsium tersebut telah
memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG).

1) The Dairy Council ; http://www.milk.co.uk

48 2) http://www.dairycouncilofca.org/Milk-Dairy/NutritionMain.aspx
Nutrisi Manfaat Susu
Lemak • Berperan dalam karakteristik rasa, tekstur, dan
rasa gurih.
• Sumber energi dan pelarut vitamin larut lemak (A,
D, E, dan K).

Karbohidrat • Laktosa merupakan disakarida yang terdiri dari


glukosa dan galaktosa.
• Laktosa adalah karbohidrat utama dalam susu yang
menyumbang sekitar 30% dari total energi susu.

Protein • Protein susu mempunyai nilai biologi tinggi yang


mengandung asam amino esensial yang tidak
dapat diproduksi secara alami oleh tubuh.
• Kandungan protein dalam susu sapi terbagi
menjadi whey (20%) dan kasein (80%). Whey adalah
protein yang cepat dicerna dan kasein adalah
protein yang lambat cerna.

Vitamin dan Mineral • Sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan,


kekuatan, kesehatan gigi dan tulang.
• Berperan dalam penggumpalan darah, kontraksi
otot, dan mengurangi risiko fraktur dan
osteoporosis.
• Mineral lainnya seperti magnesium, zat besi,
kalium, iodium, natrium, selenium, dan zinc
terkandung dalam susu.
• Mengandung 12 vitamin yang terdiri dari vitamin
yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K) dan
yang larut dalam air (vitamin B1, B2, B6, B12, C, asam
pantotenat, biotin, dan asam folat).

Kandungan gizi susu per 100 ml


Energi Protein Lemak Karbohidrat Kalsium Fosfor Besi Vit. A Vit. C Vit. B
Jenis Susu (Kal) (g) (g) (g) (mg) (mgl) (mg) (RE) (mg) (mg)

Full Cream 61 3.2 3.5 4.3 143 60 1.7 45 1 0.03


Susu Skim 36 3.5 0.1 5.1 123 97 0.1 0 1 0.04

Sumber : Daftar Komposisi Bahan Makanan, 2005

49
B. Manfaat Susu
Bagi Ibu Hamil dan Menyusui
Selama masa kehamilan dan menyusui, kebutuhan nutrisi ibu
akan meningkat dan harus dipastikan cukup untuk ibu dan
janin. Susu sangat penting selama masa kehamilan dan
menyusui karena banyak nutrisi dalam susu yang
dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ibu terutama
protein, asam folat, fosfor, magnesium, vitamin
B12, riboflavin, dan yang paling penting kalsium.
Konsumsi susu 1 - 3 gelas saat hamil dan
menyusui dapat membantu memenuhi
kebutuhan nutrisi tersebut.

Nutrisi Manfaat Susu

Protein Protein susu membantu pembentukan janin dan sel


otak bayi, meningkatkan kualitas ASI, serta
membantu pembentukan kembali sel tubuh yang
rusak saat kehamilan dan melahirkan.

Vitamin dan Mineral • Vitamin D bersama dengan mineral (Kalsium dan


Fosfor) berguna untuk membentuk tulang dan gigi
bayi, meningkatkan kualitas ASI.
• Kalsium mencegah proses resorpsi, yaitu
pengambilan kalsium dari tulang ibu untuk
memenuhi kebutuhan tubuh bayi.
• Vitamin A membantu meningkatkan kekebalan
tubuh ibu dan bayi.
• Asam folat dalam susu dapat menurunkan risiko
terjadinya cacat otak bayi.
• Zat besi dalam susu membantu membentuk sel
darah merah untuk mencegah anemia pada ibu dan
bayi.

50
Bagi Bayi Usia 0 – 6 bulan
ASI adalah satu-satunya sumber nutrisi yang paling
sempurna untuk bayi usia 0 – 6 bulan. ASI menyediakan
nutrisi yang cukup untuk mendukung tumbuh
kembang optimal bayi selama enam bulan
3
pertama kehidupannya.

Nutrisi Manfaat Susu


Karbohidrat • Karbohidrat utama ASI adalah laktosa yang sesuai
dengan sistem pencernaan bayi.
• Diperlukan untuk pertumbuhan optimal otak,
meningkatkan penyerapan kalsium, pertumbuhan
bakteri usus baik, dan menghambat pertumbuhan
bakteri jahat.

Protein • Protein ASI lebih mudah dicerna oleh usus bayi.


• Berguna untuk tumbuh kembang sistem kekebalan
tubuh, perkembangan otak.
• Taurin adalah protein dalam ASI yang membantu
pertumbuhan sel otak lebih optimal.

Lemak • 80% adalah asam lemak tak jenuh ganda (omega 3


EPA dan DHA dan omega 6 ARA).
• Berperan dalam tumbuh kembang otak dan
ketajaman penglihatan.
• ASI mengandung enzim lipase pencerna lemak
sehingga lemak ASI lebih mudah dicerna dan
diserap.
• Kadar lemak ASI berubah-ubah sesuai dengan
kebutuhan gizi bayi dari hari ke hari.

Vitamin dan Mineral • Zat gizi mikro penting yang dibutuhkan bayi adalah
vitamin A, tiamin, riboflavin, kalsium, fosfor.
• Zat gizi yang jumlahnya terbatas dalam ASI dan
penting untuk pertumbuhan bayi adalah zat besi,
fluor, vitamin D.
3) Sehat & Bugar Berkat Gizi Seimbang. 2010

51
Bagi Anak Usia 6 bulan – 24 bulan
Setelah usia 6 bulan, bayi tetap memperoleh ASI. Tetapi seiring
pertumbuhan bayi, ASI saja tidak lagi mencukupi nutrisi yang
dibutuhkan, karena itu perlu ditambahkan makanan pendamping
ASI dan tambahan konsumsi susu 2 - 3 gelas sehari untuk memenuhi
kebutuhan nutrisinya.

Bagi Anak Usia 2 – 5 tahun


Masa balita adalah masa anak yang aktif belajar hal-hal baru. Pada
masa ini pembentukan otot dan tulang berada pada titik yang
tinggi. Susu menjadi nutrisi penting untuk pertumbuhan dan
pencapaian massa tulang optimal untuk mencegah
osteoporosis di kemudian hari.4 Untuk anak usia di atas dua
tahun, dapat ditambahkan susu sebanyak 3 - 4 gelas dalam
sehari, di samping makanan keluarga.

Nutrisi Manfaat Susu


Lemak Lemak susu mengandung fosfolipid seperti kolin
yang membantu meningkatkan kemampuan belajar
dan memori otak.

Karbohidrat • Laktosa termasuk jenis gula yang tidak


menimbulkan karies gigi dibandingkan jenis gula
karbohidrat lainnya.
• Laktosa dapat meningkatkan kelarutan kalsium
sehingga lebih mudah diserap tubuh.

Protein • Membantu membangun dan memelihara


kelenturan otot yang penting untuk aktivitas anak.
• Berperan penting terhadap imunitas tubuh
sehingga tubuh menjadi kuat dan tidak mudah
terserang penyakit.

Vitamin dan Mineral • Kalsium susu membantu pembentukan tulang dan


gigi yang sehat dan kuat.
• Asupan kalsium saat masa anak-anak adalah
penentu utama massa tulang saat dewasa. Asupan
kalsium juga dapat mempengaruhi pertumbuhan
normal anak-anak5.
4) Choose My Plate ; http://www.choosemyplate.gov/food-groups/dairy-why.html

52 5) Eduardo Lo´ pez-Huertas, Birgit Teucher, Julio J Boza, Antonio Martínez-Férez, Gosia Majsak-Newman, Luis Baro´, Juan J Carrero, María Gonza´ lez-Santiago, Juristo Fonolla´, and
Susan Fairweather-Tait. Absorption of calcium from milks enriched with fructooligosaccharides, caseinophosphopeptides, tricalcium phosphate,
and milk solids. 2006 The American Journal of Clinical Nutrition
Pentingnya Air Bagi Kehidupan
Bagi Kehidupan
Pentingnya Air
A. Mengapa Air Penting?
70% tubuh manusia terdiri dari cairan. Karenanya jika kita kurang minum
menyebabkan tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), ini sangat berbahaya bagi
kesehatan dan kelangsungan hidup kita.

70 %
B. Perbedaan Air Sehat dan Tidak Sehat
Air yang sehat adalah air yang bersih dan bebas kuman. Air yang tidak sehat
mengandung banyak kuman yang dapat menimbulkan penyakit, salah satunya
adalah diare.

54
C. Cara Mendapatkan Air Bersih dan Sehat
Ada 2 cara untuk mendapatkan air yang bersih dan sehat, yaitu:

Rebus air, setelah mendidih jangan langsung diangkat tapi biarkan dahulu
di atas api selama 3-5 menit agar kuman benar-benar mati.

Gunakan air minum dalam kemasan dari produsen yang terpercaya, air ini
sama sehatnya karena telah diproses di pabrik agar bebas kuman.

55
D. Kebutuhan Air Minum Setiap Hari
Setiap orang memiliki kebutuhan air yang berbeda, tergantung pada usia dan
kondisinya.

Ibu Hamil Ibu Menyusui

2½ liter 3 liter
= =
10x 13x

Anak 1-2 Tahun Anak 2-5 Tahun

1½ liter 2 liter
= =
6x 8x

56
Pentingnya Mencuci Tangan
Mencuci Tangan
Pentingnya
Mencuci tangan penting agar dapat terhindar dari berbagai macam penyakit.
Karena tangan sering jadi perantara yang membawa kuman berpindah dari
satu orang ke orang lain, baik dengan sentuhan langsung ataupun tidak
langsung (lewat handuk, gelas, dan lain-lain). Dengan membersihkan tangan
dan jari-jemari menggunakan air dan sabun kita menjadi bersih dan bebas dari
kuman.

Kapan Sebaiknya Kita Mencuci Tangan:


Setelah ke jamban.
Setelah menceboki anak.
Sebelum makan.
Sebelum memberi makan anak.
Sebelum menyiapkan makanan.

58
Cara-cara Mencuci Tangan:
Basahi tangan dengan air mengalir sampai bersih dan rata.
Sabuni telapak tangan sampai berbusa dengan sabun.
Gosok kedua telapak dan punggung tangan sampai rata.
Bersihkan jari dan kuku jari sampai bersih.
Bilas dengan air bersih yang mengalir sampai busa sabun hilang.
Lap tangan dengan handuk atau tisu yang bersih sampai kering.

59
Mengenal Makanan yang Aman dan Bersih
Mengenal
Makanan

dan Bersih
yang Aman
Makanan yang tidak bersih dapat mengakibatkan keracunan bagi yang
memakannya. Anak-anak berisiko besar mengalami keracunan makanan
dibandingkan orang dewasa, karena daya tahan tubuh mereka masih rentan.
Akibat keracunan makanan bisa jadi sangat serius.

Keracunan Makanan Dapat Terjadi Karena:


Makanan tidak segar.
Makanan tercemar kuman.
Makanan tidak dimasak dengan baik sehingga masih mengandung kuman.

62
Cara Mengurangi Risiko Keracunan Makanan:
Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah masak dan makan.
Mencuci bersih sayuran dan buah-buahan sebelum dimasak dan dimakan.
Masak daging dan ayam sampai matang. Masak telur hingga putih dan
kuningnya mengeras.
Tutup makanan yang telah dimasak (dengan penutup, plastik, atau kertas
aluminium).
Buang makanan yang telah bau, berubah tekstur atau warna, atau
makanan yang tidak disimpan di dalam kulkas (berada dalam suhu ruang)
lebih dari 2 jam.
Gunakan peralatan masak dan makan yang bersih.
Ganti taplak meja secara teratur.

63