Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS PENILAIAN BISNIS

PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk

A. PENDAHULUAN
A.1 PENILAIAN BISNIS
Dalam era pasar bebas dan tingkat persaingan usaha diantara perusahaan-perusahaan
yang semakin ketat, mengakibatkan perusahaan dituntut untuk meningkatkatkan strategi
keunggulan usahanya. Strategi ini dapat dicapai baik dengan memperbaiki kondisi internal
perusahaan , yaitu dengan memperbaiki strategi pengelolaan, dengan penekanan pada market for
product, focus, pangsa pasar dan laba, maupun dengan melakukan ekspansi eksternal. Ekspansi
eksternal dapat dilakukan dengan penggabungan usaha atau penyatuan dua atau lebih perusahaan
yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi, karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan
lain.
Jenis penggabungan usaha dapat berbentuk merger dan akuisisi. Merger adalah
penggabungan dua atau lebih perusahaan dimana satu perusahaan tetap hidup sedang perusahaan
lainnya likuidasi. Harta dan kewajiban perusahaan yang dilikuidasi diambil alih oleh perusahaan
yang masih berdiri. Akuisisi merupakan penggabungan usaha dimana satu perusahaan, yaitu
pengakuisisi memperoleh kendali atas aktiva netto dan operasi perusahaan yang diakuisisi.
Akuisisi sering dianggap sebagai investasi pada perusahaan anak yaitu suatu penguasaan
mayoritas saham perusahaan lain sehingga tercipta hubungan perusahaan induk dan anak.
Di Indonesia, merger dan akuisisi ini dilakukan karena adanya faktor keuangan, dan
keinginan pemilik untuk mengurangi beban kewajiban kepada pihak ketiga. Terlepas dari alasan-
alasan dibalik aktivitas untuk melakukan merger dan akusisi ini, hal yang paling penting adalah
bagaimana perusahaan pengakusisi menentukan nilai perusahaan dan melakukan business
valuation atas perusahaan yang akan diambil alihnya, dan atau metode penilaian apa yang akan
diterapkan dalam melakukan penilaian bisnis dari suatu perusahaan yang akan dibelinya?
Kesalahan dalam penetapan harga jual beli perusahaan ini akan menimbulkan dampak negatif,
ketika perusahaan-perusahaan publik akan melakukan merger dan akuisisi terhadap perusahaan
lain ataupun terhadap perusahaan dalam kelompoknya sendiri. Harga dianggap tidak wajar dan
menguntungkan pemilik perusahaan yang diakuisisi yang merupakan pemilik saham mayoritas
dari perusahaan pengakuisisi tersebut.
Business valuation menurut teori adalah penilaian suatu perusahaan, yang merupakan
tindakan atau proses kegiatan untuk sampai pada suatu pendapat atau perkiraan tentang value
dari suatu perusahaan atau suatu penyertaan dalam perusahaan tersebut. Nilai perusahaan adalah
1
nilai pasar asset dikurangi dengan utang lancar. Sedangkan nilai ekuitas dalam akuntansi dikenal
dengan nilai net worth, yaitu seluruh nilai aset dikurangi nilai utang jangka pendek dan nilai
utang jangka panjang.
Dari uraian di atas penulis tertarik untuk memaparkan berbagai metode dan pendekatan
penilaian dalam rangka melakukan valuasi bisnis terhadap suatu perusahaan sehingga dapat
menghasilkan nilai yang wajar baik bagi perusahaan pengakuisisi dan yang diakuisisi.

A.2 MENGAPA DAN UNTUK APA PENILAIAN BISNIS


Seperti telah diuraikan di atas tujuan dilakukannya penilaian bisnis adalah disamping
untuk melakukan aktivitas merger dan akuisisi, tetapi juga untuk 1) divestasi ataupun
penambahan ekuitas dari mitra baru dalam perusahaan, 2) penjualan sebagian saham kepada
publik. Dengan business valuation, pelaku bisnis dapat mengetahui nilai wajar ekuitas suatu
perusahaan untuk perolehan pendanaan dan investor perlu mengukur berapa capital gain dari
saham untuk menilai perkembangan kekayaannya.

A.3 PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN


Metode penilaian didalam suatu pendekatan, adalah cara khusus untuk menetapkan nilai.
Berbagai pendekatan sering digunakan oleh para praktisi penilai perusahaan, yang
dikelompokkan dalam 3 pendekatan :
1. pendekatan laba (income approach)
2. pendekatan pasar (market approach)
3. pendekatan asset atau neraca (asset based /balancesheet approach)
Berdasarkan pandangan finansial, nilai dari suatu perusahaan adalah jumlah dari future
benefit return yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Pendapatan tersebut kemudian
didiskontokan dengan tingkat diskon yang sesuai sehingga diperoleh present value dari jumlah
pendapatan tersebut. Pendekatan ini memfokuskan penilain pada upaya pengkuantifikasian
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan return kepada pemilik.

B. PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk


B.1 Sejarah PT Indofood Sukses Makmur Tbk
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (dahulu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, PT
Gizindo Primanusantara, PT Indosentra Pelangi, PT Indobiskuit Mandiri Makmur, dan PT
Ciptakemas Abadi) (IDX: ICBP) merupakan produsen berbagai jenis makanan dan minuman
yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1990 oleh Sudono

2
Salim dengan nama Panganjaya Intikusuma yang pada tahun 1994 menjadi Indofood.
Perusahaan ini mengekspor bahan makanannya hingga Australia, Asia, dan Eropa.
Dalam beberapa dekade ini PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) telah
bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional
yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan
bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang eceran.

B.2 Kegiatan Usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk


Dalam beberapa dekade ini PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) telah
bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional
yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan
bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang eceran. Kini,
Indofood dikenal sebagai perusahaan yang mapan dan terkemuka di setiap kategori bisnisnya.
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Indofood memperoleh manfaat dari ketangguhan
model bisnisnya yang terdiri dari empat Kelompok Usaha Strategis (Grup) yang saling
melengkapi sebagai berikut:
 Produk Konsumen Bermerek (CBP). Kegiatan usahanya dilaksanakan oleh PT Indofood
CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI)
sejak tanggal 7 Oktober 2010. ICBP merupakan salah satu produsen makanan dalam
kemasan yang terkemuka di Indonesia yang memiliki berbagai jenis produk makanan dalam
kemasan. Berbagai merek produk ICBP merupakan merek-merek yang terkemuka dan
dikenal di Indonesia untuk makanan dalam kemasan.
 Bogasari, memiliki kegiatan usaha utama memproduksi tepung terigu dan pasta. Kegiatan
usaha Grup ini didukung oleh unit perkapalan dan kemasan.
 Agribisnis. Kegiatan usahanya terkonsentrasi pada Indofood Agri Resources Ltd., yang
tercatat di Bursa Efek Singapura, dan anak-anak perusahaanya termasuk PT PP London
Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), yang tercatat
di BEI. Kegiatan usaha utama Grup ini meliputi penelitian dan pengembangan, pembibitan,
pemuliaan dan pengolahan kelapa sawit hingga produksi dan pemasaran minyak goreng,
margarin dan shortening bermerek. Di samping itu, kegiatan usaha Grup ini juga mencakup
pemuliaan dan pengolahan karet dan tebu serta tanaman lainnya.
 Distribusi, memiliki jaringan distribusi yang paling luas di Indonesia. Grup ini
mendistribusikan hampir seluruh produk konsumen Indofood dan anak-anak perusahannya,
serta berbagai produk pihak ketiga.

3
C. PENILAIAN BISNIS PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk
C.1 Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan merupakan salah satu alat untuk menilai kinerja perusahaan
yang telah dicapai pada masa sekarang dan masa lalu. Selain itu, analisa laporan keuangan juga
dapat digunakan untuk memprediksi kinerja keuangan masa yang akan datang. Secara umum,
amalisis laporan keuangan dilakukan dengan membandingkan data keuangan perusahaan yang
satu dengan yang lain, atau yang dikenal dengan analisis laporan keuangan.
C.1.1 Rasio Keuangan
Tujuan dari analisa ini adalah memberikan gambaran kemampuan dan kelemahan
finansial perusahaan dari tahun ke tahun. Rasio keuangan yang biasanya dipakai untuk
menilai perusahaan :
1. Rasio Likuiditas. Rasio yang dipakai untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban-kewajiban finansial yang harus segera dipenuhi (kewajiban
jangka pendek).
𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
a. 𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 = ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 − 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
b. 𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜 𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡 = ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

 Semakin tinggi rasio likuiditas maka kinerja perusahaan semakin baik


2. Rasio Aktivitas. Rasio yang dipakai untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam
mengelola aset-asetnya.
𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
a. 𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 = 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
b. 𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 = 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
c. 𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛 = 𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
d. 𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑖𝑎𝑛 = 𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
e. 𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑒𝑡

 Semakin tinggi rasio profitabilitas maka kinerja perusahaan semakin baik


3. Rasio Leverage. Rasio yang dipakai untuk mengetahui sejauh mana perusahaan
menggunakan hutang untuk pembiayaan dan juga kemampuan perusahaan untuk
membayar hutang.
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
a. 𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
b. 𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜 ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟ℎ𝑎𝑑𝑎𝑝 𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙 = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙

 Semakin rendah rasio leverage maka kinerja perusahaan semakin baik

4
4. Rasio Keuntungan. Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya.
𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ − ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
a. 𝑚𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑘𝑜𝑡𝑜𝑟 = 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
b. 𝑚𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ = 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
c. 𝑅𝑂𝐴 (𝑟𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑜𝑛 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠) = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
d. 𝑅𝑂𝐸 (𝑟𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑜𝑛 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦) = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑒𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠
𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
e. 𝑅𝑂𝐼 (𝑟𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑜𝑛 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑚𝑒𝑛𝑡) = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖

 Semakin tinggi rasio keuntungan maka kinerja perusahaan semakin baik


5. Rasio Pasar. Rasio untuk mengukur kinerja pasar perusahaan.
𝑑𝑒𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛
a. 𝐷𝑃𝑅 (𝑑𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑝𝑎𝑦𝑜𝑢𝑡 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜) = 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
𝑑𝑒𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚
b. 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑦𝑖𝑒𝑙𝑑 = ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚
𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
c. 𝐸𝑃𝑆 (𝑒𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒) = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟
ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚
d. 𝑃𝐸𝑅 (𝑝𝑟𝑖𝑐𝑒 𝑒𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜) = 𝐸𝐴𝑇

 Semakin tinggi rasio pasar maka kinerja perusahaan semakin baik


Hasil analisis rasio keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk secara lengkap disajikan
dalam lampiran 1.
Keterbatasan Analisa Laporan Keuangan
Laporan keuangan sangat perlu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan.
Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan hanyalah sebagai ‘alat penguji’
dari pekerjaan bagian pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya
sebagai alat penguji saja tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai
posisi keuangan perusahaan tersebut, dimana dengan hasil analisa tersebut pihak-pihak
yang berkepentingan mengambil suatu keputusan. Jadi untuk mengetahui posisi keuangan
suatu perusahaan serta hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan tersebut perlu
adanya laporan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.
Meskipun demikian, penilaian kinerja oleh perusahaan yang hanya bersumber dari
laporan keuangan saja belum cukup untuk menggambarkan kondisi perusahaan. Hal ini
dikarenakan laporan keuangan memiliki keterbasan, antara lain :
a. Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan intern report
(laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara) dan bukan
merupakan laporan final. Karena itu semua jumlah-jumlah atau hal-hal yang

5
dilaporkan dalam laporan keuangan tidak menunjukan nilai likuidasi atau realisasi
dimana dalam laporan ini terkandung pendapat pribadi yang telah dilakukan oleh
Akuntan atau Manajemen yang bersangkutan.
b. Laporan keuangan menunjukan angka dalam rupiah yang kelihatannya bersifat pasti
dan tepat, tetapi sebenarnya dasar penyusunannya dengan standar nilai mungkin
berbeda atau berubah.
c. Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai
rupiah berbagai waktu atau tanggal yang lalu dimana daya beli uang tersebut semakin
menurun, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya sehingga kenaikan volume
penjualan yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu menunjukan unit yang terjual
semakin besar, mungkin kenaikan itu disebabkan karena naiknya harga jual barang
tersebut yang mungkin juga diikuti kenaikan tingkat harga-harga.
d. Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat
mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena faktor-faktor tersebut
tidak dapat diukur dengan satuan uang.

C.1.2 Analisis Tren


1. Analisis Pendekatan Prosentase (common-size)
Laporan keuangan dengan pendekatan prosentase (common-size) merupakan
laporan keuangan yang terstandarisasi yang menyajikan seluruh akun dalam bentuk
prosentase. Akun-akun dalam neraca disajikan sebagai prosentase terhadap total aset,
dan akun-akun laporan laba rugi disajikan sebagai prosentase terhadap penjualan.
Hasil analisis laporan keuangan prosentase (common-size) PT Indofood Sukses
Makmur Tbk disajikan secara lengkap dalam lampiran 2.
2. Analisis Pendekatan Tahun Dasar (common-base year)
Laporan keuangan dengan pendekatan tahun dasar (common-base year)
merupakan laporan keuangan terstandarisasi yang menyajikan seluruh akun secara
relatif terhadap jumlah tahun dasar tertentu. Hasil analisis laporan keuangan tahun
dasar (common-base year) PT Indofood Sukses Makmur Tbk disajikan secara lengkap
dalam lampiran 3.

C.2 Peramalan (Proforma)


Peramalan merupakan suatu pekerjaan yang perlu dilakukan oleh setiap manajer
perusahaan dalam rangka memprediksi berapa besar peluang atau kondisi perusahaan dan pasar
yang tersedia di masa depan. Hal yang perlu diingat adalah bahwa aktivitas peramalan tidaklah
6
dapat diartikan sebagai aktivitas yang bertujuan untuk mengukur kondisi di masa yang akan
datang secara pasti, melainkan sekedar usaha untuk mengurangi kemungkinan terjadinya hal
yang berlawanan antara keadaan yang sungguh-sungguh terjadi di kemudian hari dengan apa
yang menjadi hasil peramalan. Dengan kata lain, hasil maksimal dari aktivitas peramalan adalah
melakukan minimisasi ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
Secara garis besar terdapat 2 (dua) macam metode peramalan yang biasa dilakukan,
yaitu metode kualitatif yang terdiri atas teknik survey dan teknik pengumpulan opini. Sedangkan
metode berikutnya adalah metode kuantitatif, yang merupakan metode perhitungan secara
terukur berdasarkan data-data keuangan. Untuk melakukan forecasting atau peramalan pada PT
Indofood Sukses Makmur Tbk dibatasi pada penyusunan ramalan laporan keuangan (laporan
keuangan proforma) dan penjualan melalui metode kuantitatif.

C.2.1 Laporan Keuangan Proforma berdasar Metode


1. Metode Trend Linier. Persamaan garis lurus dalam metode trend linier yaitu Yt’ =
a + bX. Dimana nilai a dan b tersebut dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :

a=
Y t
b=
 xY
t

n x 2

Berdasarkan perhitungan terlampir, maka dapat dicari ramalan penjualan PT


Indofood Sukses Makmur Tbk setiap tahun dengan memasukkan nilai a dan b ke
dalam rumus Yt’= a + bX. Nilai X disesuaikan dengan angka yang sesuai pada tahun
yang akan dicari ramalannya. Persamaannya adalah :
Yt’ = 26118 + 3283X
Hasil ramalan penjualan dengan metode trend linier :
TAHUN
PENJUALAN
TAHUN KE-
(X) (Y)
2011 5 42.534
2012 6 45.817
2013 7 49.100
2014 8 52.383
2015 9 55.666

Perhitungan ramalan penjualan dengan metode trend linier disajikan secara lengkap
dalam lampiran 4.
2. Metode Trend Kuadratik. Persamaan garis lurus dalam metode trend kuadratik yaitu
Yt’ = a + bX + cX2. Dimana nilai a, b dan c dapat dicari dengan rumus sebagai berikut
:

7
a=
Y t  c x 2
b=
 xYt
c=
n x 2Yt  ( x 2 )(  Yt )
n x 2
n  x 4  ( x 2 ) 2

Berdasarkan perhitungan terlampir, maka dapat dicari ramalan penjualan PT


Indofood Sukses Makmur Tbk setiap tahun dengan memasukkan nilai a, b, dan c ke
dalam rumus Yt’ = a + bX + cX2. Nilai X disesuaikan dengan angka yang sesuai pada
tahun yang akan dicari ramalannya. Persamaannya adalah :
Yt’ = 20112 + 3283X + 266X2
Hasil ramalan penjualan dengan metode trend kuadratik :
TAHUN
PENJUALAN
TAHUN KE-
(X) (Y)
2011 5 43.187
2012 6 49.401
2013 7 56.147
2014 8 63.427
2015 9 71.239

Perhitungan ramalan penjualan dengan metode trend kuadratik disajikan secara


lengkap dalam lampiran 5.
3. Metode Trend Simple Exponential. Persamaan garis lurus dalam metode trend simple
exponential yaitu Log Yt’ = Log a + Log b (X). Dimana nilai log a dan log b dapat
dicari dengan rumus sebagai berikut :

Log a =
 LogY t
Log b =
 x( LogY ) t

n x 2

Berdasarkan perhitungan terlampir, maka dapat dicari ramalan penjualan PT


Indofood Sukses Makmur Tbk setiap tahun dengan memasukkan nilai a dan b ke
dalam rumus Log Yt’ = Log a + Log b (X). Nilai X disesuaikan dengan angka yang
sesuai pada tahun yang akan dicari ramalannya. Persamaannya adalah :
Log Yt’ = Log 4,39 + Log 0,05(X)
TAHUN
PENJUALAN
TAHUN KE- LOG Y
(X) (Y)
2011 5 4,66 43.187
2012 6 4,72 49.401
2013 7 4,77 56.147
2014 8 4,83 63.427
2015 9 4,88 71.239

Perhitungan ramalan penjualan dengan metode trend simple eksponential disajikan


secara lengkap dalam lampiran 6.

8
C.2.2 Laporan Keuangan Proforma dengan Pendekatan Prosentase Penjualan
Laporan keuangan proforma dapat disusun secara sederhana melalui pendekatan
prosentase penjualan, yaitu perusahaan akan mengasumsikan sejumlah kenaikan
penjualan dalam satuan prosentase. Selanjutnya, perusahaan akan menentukan item
dalam laporan keuangan yang dipengaruhi oleh perubahan penjualan. Jika diberikan
suatu ramalan penjualan, perusahaan akan dapat menghitung berapa banyak pendanaan
yang dibutuhkan perusahaan untuk meramalkan tingkat penjualan yang diramalkan.
Laporan keuangan proforma dengan pendekatan prosentase penjualan PT Indofood
Sukses Makmur Tbk secara lengkap disajikan dalam lampiran 7.

C.3 Merger dan Akuisisi


Perusahaan yang sedang mengalami pertumbuhan dapat memperluas usahanya dengan
menambahkan kapasitas produksi, membangun perusahaan baru ataupun dengan cara membeli
perusahaan lain. Apabila perusahaan memperluas usahanya dengan cara menambah kapasitas
produksi atau mendirikan perusahaan baru maka cara ini disebut dengan ekspansi. Sedang cara
lain yaitu dengan menggabungkan perusahaan lain disebut dengan merger atau akuisisi.
Alasan utama perusahaan melakukan ekspansi dalam kondisi persaingan yang semakin
tajam adalah agar dapat memanfaatkan sumber daya secara lebih efisien. Cara lain untuk
memperluas perusahaan adalah dengan cara menggabungkan 2 (dua) perusahaan, dimana salah
satu perusahaan hilang dan hanya 1 (satu) yang masih tetap hidup. Merger adalah kombinasi
antara 2 (dua) atau lebih perusahaan yang melebur menjadi 1 (satu) perusahaan baru. Jika
penggabungan melalui akuisisi maka perusahaan mengambil alih perusahaan lain yang kemudian
dijadikan anak perusahaan atau digabungkan menjadi satu.

C.3.1 Penilaian Merger dan Akuisisi


Penilaian dalam merger dan akuisisi merupakan isu penting karena salah satu
faktor merger dan akuisisi yang tidak sukses adalah membayar terlalu mahal, terlalu
optimis terhadap prospek merger dan akuisisi. Persoalan penilaian dalam merger dan
akuisisi (menaksir nilai perusahaan yang menjadi target) pada dasarnya sama dengan
persoalan penganggaran modal dalam keputusan investasi. Metode yang dapat dipakai
oleh perusahaan pengakuisisi adalah metode aliran kas. Metode aliran kas merupakan
metode dengan pendekatan peramalan aliran kas (cash flows) perusahaan yang akan
diakuisisi. Berikut ini adalah tabel perhitungan estimasi aliran kas PT Indofood Sukses
Makmur Tbk :

9
PERAMALAN ALIRAN KAS
KETERANGAN 2010
% 2011 % 2012 % 2013 % 2014 % 2015
Penjualan bersih 38.403 12% 46.108 12% 52.274 12% 59.264 12% 67.189 12% 76.174
Harga pokok penjualan (25.933) 12% (29.037) 12% (32.513) 12% (36.405) 12% (40.762) 12% (45.642)
Biaya pemasaran dan administrasi (5.741) 12% (6.428) 12% (7.198) 12% (8.059) 12% (9.024) 12% (10.104)
Biaya penyusutan 7.109 7.109 7.109 7.109 7.109 7.109
EBIT 13.838 17.752 19.672 21.909 24.512 27.538
Biaya bunga (1.172) 12% (1.312) 12% (1.469) 12% (1.645) 12% (1.842) 12% (2.063)
Penghasilan lain-lain 279 279 279 279 279 279
Biaya lain-lain (404) (404) (404) (404) (404) (404)
EBT 12.541 16.314 18.078 20.139 22.545 25.350
Pajak (1.497) 12% (1.676) 12% (1.877) 12% (2.101) 12% (2.353) 12% (2.635)
EAT 11.044 14.638 16.201 18.038 20.192 22.715
(plus) biaya penyusutan (7.109) (7.109) (7.109) (7.109) (7.109) (7.109)
Aliran kas 3.935 7.529 9.092 10.929 13.083 15.606
(minus) plock back income (982) 12% (1.100) 12% (1.231) 12% (1.379) 12% (1.544) 12% (1.728)
(plus) nilai akhir - - - - - 28.795
Aliran kas bersih 2.953 6.430 7.861 9.550 11.539 42.673

Perusahaan pengakuisisi dapat menggunakan Security Market Line (SML) untuk


menentukan berapa kira-kira biaya ekuitas pascamerger PT Indofood Sukses Makmur
Tbk. Dalam penilaian ini menggunakan asumsi suku bunga bebas risiko (Rf) 6,5% dan
premi risiko pasar (Rm) 41,55%, sehingga besaran nilai dari biaya ekuitas adalah sebagai
berikut :
Ks = Rf + (Rm x β)
= 6,5% + (41,55% x 1,5)
= 56,72%
Arus kas PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang tersedia (aliran kas bersih) diharapkan
tumbuh 6% setelah 2015. Nilai arus kas setelah 2015 (V) pada tanggal 31 Desember 2015
(yang diestimasikan dengan menggunakan model pertumbuhan konstan) adalah :
CF2016
V=
Ks − g

(15.506 − 1.728) x (1 + 0,06)


V=
56,72% − 6%

V = 28.795
Nilai saat ini PT Indofood Sukses Makmur Tbk adalah nilai sekarang arus kas (V’) yang
diharapkan akan diperoleh perusahaan yang akan mengakuisisi, yang didiskontokan
dengan tingkat Ks = 56,72%.
CF2011 CF2012 CF2013 CF2014 CF2015
V′ = + + + +
(1 + Ks)1 (1 + Ks)2 (1 + Ks)3 (1 + Ks)4 (1 + Ks)5
6.430 7.861 9.550 11.539 47.673
V′ = 1
+ 2
+ 3
+ 4
+
(1 + 0,5672) (1 + 0,5672) (1 + 0,5672) (1 + 0,5672) (1 + 0,5672)5

10
V ′ = 16.211
Jadi, nilai PT Indofood Sukses Makmur Tbk bagi perusahaan pengakuisisi adalah Rp.
16.211.000.000.000,- (enam belas trilyun dua ratus sebelas milyar rupiah).

C.3.1 Menetapkan Harga Penawaran


Dengan menggunakan hasil penilaian melalui peramalan aliran kas (discount cash
flow), angka Rp. 16.211.000.000.000,- merupakan jumlah tertinggi yang dapat
dibayarkan perusahaan pengakuisisi untuk PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Jika
perusahaan tersebut membayar di atas nilai maka posisi perusahaan pengakuisisi akan
terdilusi. Di pihak lain , jika perusahaan pengakuisisi dapat memperoleh PT Indofood
Sukses Makmur Tbk dengan harga kurang dari Rp. 16.211.000.000.000,- maka
pemegang saham perusahaan pangakuisisi akan mendapat keuntungan nilai. Oleh karena
itu, perusahaan pengakuisisi akan menawar kurang dari sekitar Rp.
16.211.000.000.000,- pada saat mengajukan tawaran ke PT Indofood Sukses Makmur
Tbk.
Bagaimana menentukan harga aktual yang tepat? Jawabannya adalah tergantung
pada keahlian negoisasi dari kedua tim manajemen. Dan yang paling penting, posisi
tawar menawar kedua pihak sebagaimana yang ditentukan oleh kondisi-kondisi ekonomi
yang mendasar. Perusahaan pengakuisisi tentu saja akan menjaga kerahasiaan tawaran
maksimumnya dan akan merencanakan strategi penawarannya secara cermat dan sejalan
dengan situasi yang ada.

D. DAFTAR PUSTAKA
Brigham, Eugene F., dan Houston, Joel F. 1999. Manajemen Keuangan. Erlangga : Jakarta
Hanafi, Mamduh M. 2005. Manajemen Keuangan. BPFE : Yogyakarta
Keown, Arthur J, dkk. 2000. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Salemba Empat : Jakarta
Ross, dkk. 2009. Pengantar Keuangan Perusahaan (Corporate Finance Fundamentals).
Salemba Empat : Jakarta
Sartono, Agus. 2010. Manajemen Keuangan (Teori dan Aplikasi). BPFE : Yogyakarta

11