Anda di halaman 1dari 31

MAKALAH ANALISA SWOT DI RS GATOEL

MATA KULIAH MANAJEMEN KEPERAWATAN

Dosen Pembimbing :
Duwi Basuki, M.Kep

Oleh :
Kelompok 1 / Kelas VI-E
1. WIDIYAWATI NENGSEH ( 201601124 )
2. RATIH RACHMA WATI ( 201601139 )
3. LYA SHELVIANA ( 201601140 )
4. CHANDRA NUR KUMAIROH ( 201601145 )
5. MIFTAKHUL MAGHFIROH ( 201601146 )
6. NABILLAH CHOIRUNNISA ( 201601152 )
7. MOSES PARDJER ( 201601157 )

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO
TAHUN AJARAN 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya sehingga penulis berhasil menyelesaikan tugas Manajemen
Keperawatan ini tepat pada waktunya dengan judul “Analisa SWOT DI RS
GATOEL”.
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Manajemen Keperawatan. Makalah ini tidak akan selesai tanpa adanya
bantuan dari berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dr. M. Sajidin, S.Kp., M.Kes Selaku Ketua STIKes Bina Sehat PPNI.
2. Ana Zakiyah., M.Kep Selaku Kepala Prodi S1 Ilmu Keperawatan.
3. Duwi Basuki, S.Kep,Ns. M.Kep selaku dosen Keperawatan management
yang telah membimbing penulis.
4. Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak, Ibu serta keluarga
dan teman-teman yang telah mendukung, mendorong memberikan fasilitas
kepada penulis sehingga terselesainya makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak


kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari
semua pihak demi kesempurnaan penyusunan makalah selanjutnya. Penulis
berharap semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi yang positif bagi
perkembangan pendidikan khususnya keperawatan, Amin.

Mojokerto, 11 April 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul............................................................................................................i
Kata Pengantar ...........................................................................................................ii
Daftar Isi.....................................................................................................................iii
BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................4
1.1 Latar Belakang .............................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................5
1.3 Tujuan ..........................................................................................................5
1.4 Manfaat ........................................................................................................5
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ...............................................................................6
2.1 Pengertian Analisis SWOT .........................................................................6
2.2 Faktor – Faktor Analis SWOT ....................................................................7
2.3 Kegunaan Analisis SWOT ..........................................................................10
2.4 Hubungan Antara Strength, Weaknesses, Opportunities, Dan Treaths ......10
2.5 Manfaat Analisis SWOT .............................................................................13
2.6 Macam – Macam Pendekatan Analisi SWOT ............................................13
BAB 3 TINJAUAN LAPANGAN .............................................................................19
3.1 Profil RSUD Prof. Soekandar ......................................................................19
3.2 Gambar Pelayanan RSUD Prof. Soekandar .................................................19
3.3 Visi, Misi, Tujuan dan Motto RSUD Prof. Soekandar .................................20
3.4 Struktur organisasi .......................................................................................25
3.5 Produk RSUD Prof. Soekandar ....................................................................28
3.6 Pembagian Departemen Kerja RSUD Prof. Soekandar ...............................29
BAB 4 PEMBAHASAN ANALISIS SWOT ............................................................31
4.1 Data Wawancara ..........................................................................................31
4.2 Analisis SWOT .............................................................................................33
BAB 5 PENUTUP .....................................................................................................36
5.1 Kesimpulan ...................................................................................................36
5.2 Saran .............................................................................................................36
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................iv

iii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Rencana strategis merupakan konsep yang digunakan dalam berbagai
organisasi untuk menentukan arah, tujuan dan masa depan yang hendak
dicapai secara komprehensif. Rencana strategis menjadi perangkat penting
bagi organisasi untuk menjelaskan apa yang hendak dicapai dan bagaimana
mencapainya.

Bahwa RS GATOEL keberadaannya dibutuhkan untuk memberikan


pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah suatu keniscayaan. Kemampuan
RS Gatoel dalam memberikan pelayanan harus bisa diandalkan. Untuk itu maka
RS Gatoel harus bisa memberikan pelayanan secara bermutu. Pelayanan Rumah
sakit yang bermutu adalah pelayanan yang aman, rasional efektif, efisien (murah)
dan memberikan kenyamanan bagi pasien. Kebutuhan untuk memberikan
pelayanan yang bermutu tersebut menjadi semakin penting bagi RS Gatoel.
Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien RS Gatoel pada tahun 2016
secara garis besar meliputi program peningkatan mutu pelayanan, peningkatan
mutu SDM dan peningkatan mutu sarana dan prasarana. Antara lain kegiatan
monitoring Clinical Pathway, Indikator Mutu Kunci (klinis, manajemen, sasaran
keselamatan pasien, unit kerja, surveilance PPI), Keselamatan Pasien (Insiden
Keselamatan Pasien, Manajemen Risiko, FMEA), Penilaian Kinerja (rumah sakit,
unit kerja, para pimpinan rumah sakit, tenaga profesi, staf), Evaluasi Kontrak &
perjanjian lainnya, Diklat PMKP, Program PMKP di unit kerja, Pencatatan &
Pelaporan, Monitoring dan Evaluasi kegiatan PMKP.

Upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien dilakukan dengan


metode PDSA (Plain – Do – Study – Action), dan untuk mencapai dan

4
mempertahankan peningkatan dilaksanakan melalui pendekatan peningkatan mutu
berkelanjutan (Continuous Quality Improvement).

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimana analisa SWOT di RS Gatoel

1.3 Tujuan
Untuk mengetahui bagaimana analisa SWOT di RS Gatoel.

1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan analisa swot ini adalah agar mampu
memahami masalah manajemen secara jelas dan spesifik mempermudah
penentuan prioritas, mempermudah penentuan alternatif pemecahan masalah.

5
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Analisis Swot


Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan
untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang
(opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu
spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT
(strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi
bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang
mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah
berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian
menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah
bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage)
dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan
(weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang
(opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu
menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara
mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats)
menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Menurut Daniel Start dan Ingie Hovland analisis SWOT adalah
instrumen perencanaaan strategis yang klasik dengan menggunakan kerangka
kerja kekuatan dan kelemahan serta kesempatan ekternal dan ancaman.
Instrumen ini memberikan cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik
untuk melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana
apa yang bisa dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh
mereka.
6
Metode SWOT pertama kali digunakan oleh Albert Humphrey yang
melakukan penelitian di Stamford University pada tahun 1960-1970 dengan
analisa perusahaan yang bersumber dalam Fortune500. Meskipun demikian,
jika ditarik lebih ke belakang analisa ini telah ada sejak tahun 1920-an
sebagai bagian dari Harvard Policy Model yang dikembangkan di
Harvard Business School. Namun, pada saat pertama kali digunakan terdapat
beberapa kelemahan utama di antaranya analisa yang dibuat masih bersifat
deskriptif serta belum bahkan tidak menghubungkan dengan strategi-strategi
yang mungkin bisa dikembangkan dari analisis kekuatan-kelemahan yang
telah dilakukan.
Hasil analisis biasanya adalah arahan/rekomendasi untuk
mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari peluang yang
ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman. Jika
digunakan dengan benar, analisis SWOT akan membantu kita untuk melihat
sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini.
Analisis ini bersifat deskriptif dan terkadang akan sangat subjektif,
karena bisa jadi dua orang yang menganalisis sebuah organisasi akan
memandang berbeda keempat bagian tersebut. Hal ini wajar terjadi, karena
analisis SWOT adalah sebuah analisis yang akan memberikan output berupa
arahan dan tidak memberikan solusi “ajaib” dalam sebuah permasalahan.

2.2 Faktor-Faktor Analisis Swot


Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu :
1. Strengths (Kekuatan)
Faktor-faktor kekuatan dalam lembaga pendidikan adalah kompetensi
khusus atau keunggulan-keunggulan lain yang berakibat pada nilai plus
atau keunggulan komparatif lembaga pendidikan tersebut. Hal ini bisa
dilihat jika sebuah lembaga pendidikan harus memiliki skill atau
keterampilan yang bisa disalurkan bagi perserta didik, lulusan terbaik atau

7
hasil andalan, maupun kelebihan-kelebihan lain yang dapat membuat
sekolah tersebut unggul dari pesaing-pesaingnya serta dapat
memuaskan steakholders maupun pelanggan (peserta didik, orang tua,
masyarakat dan bangsa).
Sebagai contoh dari bidang keunggulan, antara lain kekuatan pada
sumber keuangan, citra yang positif, keunggulan kedudukan di masyrakat,
loyalitas pengguna dan kepercayaan berbagai pihak yang berkepentingan.
Sedangkan keunggulan lembaga pendidikan di era otonomi pendidikan
atara lain yaitu sumber daya manusia yang secara kuantitatif besar, hanya
saja perlu pembenahan dari kualitas. Selain itu antusiasme pelaksanaan
pendidikan yang sangat tinggi, didukung dengan sarana prasarana
pendidikan yang cukup memadai. Hal lain dari faktor keunggulan lembaga
pendidikan adalah kebutuhan masyarakat terhadap yang
bersifat transendental sangat tinggi, dan itu sangat mungkin diharapkan
dari proses pendidikan lembaga pendidikan yang agamis.
Bagi sebuah lembaga pendidikan untuk mengenali kekuatan dasar
lembaga tersebut sebagai langkah awal atau tonggak menuju pendidikan
yang berbasis kualitas tinggi merupakan hal yang sangat penting.
Mengenali kekuatan dan terus melakukan refleksi adalah sebuah langkah
besar untuk menuju kemajuan bagi lembaga pendidikan.

2. Weakness (Kelemahan)
Kelemahan adalah hal yang wajar dalam segala sesuatu tetapi yang
terpenting adalah bagaimana sebagai penentu kebijakan dalam lembaga
pendidikan bisa meminimalisasi kelemahan-kelemahan tersebut atau
bahkan kelemahan tersebut menjadi satu sisi kelebihan yang tidak dimiliki
oleh lembaga pendidikan lain. Kelemahan ini dapat berupa kelemahan
dalam sarana dan prasarana, kualitas atau kemampuan tenaga pendidik,
lemahnya kepercayaan masyarakat, tidak sesuainya antara hasil lulusan
dengan kebutuhan masyarakat atau dunia usaha dan industri dan lain-lain.
8
Oleh karena itu, ada beberapa faktor kelemahan yang harus segera
dibenahi oleh para pengelola pendidikan, antara lain yaitu :
a. Lemahnya SDM dalam lembaga pendidikan
b. Sarana dan prasarana yang masih sebatas pada sarana wajib saja
c. Lembaga pendidikan swasta yang pada umumya kurang bisa
menangkap peluang, sehingga mereka hanya puas dengan keadaan yang
dihadapi sekarang ini.
d. Output pada lembaga pendidikan yang belum sepenuhnya bersaing
dengan output lembaga pendidikan yang lain dan sebagainya.

3. Opportunities (Peluang)
Peluang adalah suatu kondisi lingkungan eksternal yang
menguntungkan bahkan menjadi formulasi dalam lembaga pendidikan.
Situasi lingkungan tersebut misalnya :
a. Kecenderungan penting yang terjadi dikalangan peserta didik.
b. Identifikasi suatu layanan pendidikan yang belum mendapat perhatian
c. Perubahan dalam keadaan persaingan.
d. Hubungan dengan pengguna atau pelanggan dan sebagainya.
Peluang pengembangan dalam lembaga pendidikan dapat dilakukan
antara lain yaitu :
a. Di era yang sedang krisis moral dan krisis kejujuran seperti ini
diperlukan peran serta pendidikan agama yang lebih dominan.
b. Pada kehidupan masyarakat kota dan modern yang cenderung
konsumtif dan hedonis, membutuhkan petunjuk jiwa, sehingga kajian-
kajian agama berdimensi sufistik kian menjamur. Ini menjadi salah satu
peluang bagi pengembangan lembaga pendidikan ke depan.
c. Secara historis dan realitas, mayoritas penduduk Indonesia adalah
muslim, bahkan merupakan komunitas muslim terbesar di seluruh
dunia. Ini adalah peluang yang sangat strategi bagi pentingnya
manajemen pengembangan lembaga pendidikan.
9
4. Threats (Ancaman)
Ancaman merupakan kebalikan dari sebuah peluang, ancaman
meliputi faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan bagi sebuah
lembaga pendidikan. Jika sebuah ancaman tidak ditanggulangi maka akan
menjadi sebuah penghalang atau penghambat bagi maju dan peranannya
sebuah lembaga pendidikan itu sendiri.
Contoh ancaman tersebut adalah minat peserta didik baru yang
menurun, motivasi belajar peserta didik yang rendah, kurangnya
kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut dan lain-
lain.

2.3 Kegunaan Analisis Swot


Secara umum, analisis SWOT dipakai untuk :
1. Menganalisis kondisi diri dan lingkungan pribadi
2. Menganalisis kondisi internal lembaga dan lingkungan eksternal lembaga
3. Menganalisis kondisi internal perusahaan dan lingkungan eksternal
Perusahaan.
4. Mengetahui sejauh mana diri kita di dalam lingkungan kita
5. Mengetahui posisi sebuah lembaga diantara lembaga-lembaga lain
6. Mengetahui kemampuan sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya
dihadapkan dengan para pesaingnya.

2.4 Hubungan Antara Strength, Weaknesses, Opportunities, Dan Treaths


Dalam Analisis Swot
Menurut Said, 2013 menggambarkan hubungan antara Strength,
Weaknesses, Opportunities, dan Treaths dalam analisis SWOT adalah sebagai
berikut :

10
1. Kekuatan dan Kelemahan
Kekuatan adalah faktor internal yang ada di dalam institusi yang bisa
digunakan untuk menggerakkan institusi ke depan. Suatu kekuatan
(strenghth) atau distinctive competence hanya akan menjadi competitive
advantage bagi suatu institusi apabila kekuatan tersebut terkait dengan
lingkungan sekitarnya, misalnya apakah kekuatan itu dibutuhkan atau bisa
mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Jika pada institusi lain
juga terdapat kekuatan yang memiliki core competence yang sama, maka
kekuatan harus diukur dari bagaimana kekuatan relatif suatu institusi
tersebut dibandingkan dengan institusi yang lain. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa tidak semua kekuatan yang dimiliki institusi harus
dipaksa untuk dikembangkan karena ada kalanya kekuatan itu tidak terlalu
penting jika dilihat dari lingkungan yang lebih luas.
Hal-hal yang menjadi opposite dari kekuatan adalah kelemahan.
Sehingga sama dengan kekuatan, tidak semua kelemahan dari institusi
harus dipaksa untuk diperbaiki terutama untuk hal-hal yang
tidak berpengaruh pada lingkungan sekitar.

2. Peluang dan Ancaman


Peluang adalah faktor yang didapatkan dengan membandingkan
analisis internal yang dilakukan di suatu institusi (strenghth dan weakness)
dengan analisis internal dari kompetitor lain. Sebagaimana kekuatan,
peluang juga harus diranking berdasarkan success probbility, sehingga
tidak semua peluang harus dicapai dalam target dan strategi institusi.
Peluang dapat dikategorikan dalam tiga tingkatan yaitu:
a. Low, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang kecil dan peluang
pencapaiannya juga kecil.
b. Moderate, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang besar namun
peluang pencapaian kecil atau sebaliknya.

11
c. Best, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang tinggi serta peluang
tercapaianya besar.
Sedangkan, ancaman adalah segala sesuatu yang terjadi akibat trend
perkembangan (persaingan) dan tidak bisa dihindari. Ancaman juga bisa
dilihat dari tingkat keparahan pengaruhnya (seriousness) dan kemungkinan
terjadinya (probability of occurance).
Sehingga ancaman tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Ancaman utama (Major Threats) adalah ancaman yang kemungkinan
terjadinya tinggi dan dampaknya besar. Untuk ancaman utama ini,
diperlukan beberapa planning yang harus dilakukan institusi untuk
mengantisipasi.
b. Ancaman tidak utama (MinorThreats) adalah ancaman yang
dampaknya kecil dan kemungkinan terjadinya kecil
c. Ancaman moderate (Moderate Threats) berupa kombinasi tingkat
keparahan yang tinggi namun kemungkinan terjadinya rendah dan
sebaliknya.
Dari hal tersebut dapat disimpulkan beberapa kategori situasi institusi
dilihat dari keterkaitan antara peluang dan ancamannya, yaitu sebagai
berikut:
a. Suatu institusi dikatakan unggul jika memiliki major opportunity yang
besar dan major threats yang kecil.
b. Suatu institusi dikatakan spekulatif jika memiliki high opportunity dan
threats pada saat yang sama.
c. Suatu institusi dikatakan mature jika memiliki low opportunity dan low
threat.
d. Suatu institusi dikatakan in trouble jika memiliki low opportinity dan
high threats.
Tidak ada satu cara terbaik untuk melakukan analisis SWOT. Yang
paling utama adalah membawa berbagai macam pandangan/perspektif

12
bersama-sama sehingga akan terlihat keterkaitan baru dan implikasi dari
hubungan tersebut.

2.5 Manfaat Analsis Swot


Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yangg
paling dasar, yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu
permasalahan dari 4 empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya
berupa arahan ataupun rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan
untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi
kekurangan dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan dengan benar,
analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak
terlihat selama ini. Dari pembahasan diatas tadi, analisis SWOT merupakan
instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi. Analisis ini
berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam
suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak ancaman yang
timbul dan harus dihadapi.

2.6 Macam-Macam Pendekatan Analisis Swot


1. Pendekatan Kualitatif Matriks SWOT
Pendekatan kualitatif matriks SWOT sebagaimana dikembangkan oleh
Kearns menampilkan delapan kotak, yaitu dua paling atas adalah kotak
faktor eksternal (Peluang dan Tantangan) sedangkan dua kotak sebelah kiri
adalah faktor internal (Kekuatan dan Kelamahan). Empat kotak lainnya
merupakan kotak isu-isu strategis yang timbul sebagai hasil titikpertemuan
antara faktor-faktor internal dan eksternal.

13
Matriks SWOT Kearns

Eksternal
Opportunity Treaths
Internal
Comparative
Strength Mobilization
Advantage

Weakness Divestment / Investment Damage Control

Keterangan :
Sel A : Comparative Advantages
Sel ini merupakan pertemuan dua elemen kekuatan dan
peluang sehingga memberikan kemungkinan bagi suatu organisasi
untuk bisa berkembang lebih cepat
Sel B : Mobilization
Sel ini merupakan interaksi antara ancaman dan kekuatan. Di
sini harus dilakukan upaya mobilisasi sumber daya yang
merupakan kekuatan organisasi untuk Comparative Advantage
Divestment/ Investment Damage Control Mobilization
memperlunak ancaman dari luar tersebut, bahkan kemudian
merubah ancaman itu menjadi sebuah peluang.
Sel C : Divestment/ Investment
Sel ini merupakan interaksi antara kelemahan organisasi dan
peluang dari luar. Situasi seperti ini memberikan suatu pilihan pada
situasi yang kabur. Peluang yang tersedia sangat meyakinkan
namun tidak dapat dimanfaatkan karena kekuatan yang ada tidak
cukup untuk menggarapnya. Pilihan keputusan yang diambil
adalah (melepas peluang yang ada untuk dimanfaatkan organisasi
lain) atau memaksakan menggarap peluang itu (investasi).

14
Sel D : Damage Control
Sel ini merupaka kondisi yang paling lemahdari semua sel
karena merupakan pertemuan antara kelemahan organisasi dengan
ancaman dari luar, dan karenanya keputusan yang salah akan
membawa bencana yang besar bagi organisasi. Strategi yang
harus diambil adalah Damage Control (mengendalikan kerugian)
sehingga tidak menjadi lebih parah dari yang diperkirakan.

2. Pendekatan Kuantitatif Analisis SWOT


Data SWOT kualitatif di atas dapat dikembangkan secara kuantitaif
melalui perhitungan Analisis SWOT yang dikembangkan oleh Pearce dan
Robinson (1998) agar diketahui secara pasti posisi organisasi yang
sesungguhnya. Perhitungan yang dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:
a. Melakukan perhitungan skor (a) dan bobot (b) point faktor serta jumlah
total perkalian skor dan bobot (c = a x b) pada setiap faktor S-W-O-T :
Menghitung skor (a) masing-masing point faktor dilakukan secara
saling bebas (penilaian terhadap sebuah point faktor tidak boleh
dipengaruhi atau mempengeruhi penilaian terhadap point faktor
lainnya. Pilihan rentang besaran skor sangat menentukan akurasi
penilaian namun yang lazim digunakan adalah dari 1 sampai 10, dengan
asumsi nilai 1 berarti skor yang paling rendah dan 10 berarti skor yang
peling tinggi. Perhitungan bobot (b) masing-masing point faktor
dilaksanakan secara saling ketergantungan. Artinya, penilaian terhadap
satu point faktor adalah dengan membandingkan tingkat
kepentingannya dengan point faktor lainnya. Sehingga formulasi
perhitungannya adalah nilai yang telah didapat (rentang nilainya sama
dengan banyaknya point faktor) dibagi dengan banyaknya jumlah point
factor.
b. Melakukan pengurangan antara jumlah total faktor S dengan W (d) dan
faktor O dengan T (e); Perolehan angka (d = x) selanjutnya menjadi
15
nilai atau titik pada sumbu X, sementara perolehan angka (e = y)
selanjutnya menjadi nilai atau titik pada sumbu Y.
c. Mencari posisi organisasi yang ditunjukkan oleh titik (x,y) pada
kuadran SWOT.

No. Strenght Skor Bobot Total

1.

2.

Total Kekuatan

No. Weakness Skor Bobot Total


1.

2.

Total Kelemahan

Selisih Total Kekuatan – Total Kelemahan =S–W=X

No Opportunity Skor Bobot Total


1.

2.

Total peluang

16
No Treath Skor Bobot Total
1

Total Tantangan

Selisih Total Peluang – Total Tantangan = O – T =Y

Opportunity
O

( - , + ) ubah strategi ( +, + ) progresif

Kuadran III Kuadran I

Weakness Strenghth
W S
Kuadran IV Kuadran II

( - , -) Strategi bertahan ( +,- ) Diversifikasi strategi

T
Threath

17
a. Kuadran I (positif, positif)
Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang kuat dan berpeluang,
Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Progresif, artinya organisasi
dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat dimungkinkan untuk
terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih
kemajuan secara maksimal.

b. Kuadran II (positif, negatif)


Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang kuat namun
menghadapi tantangan yang besar. Rekomendasi strategi yang diberikan
adalah Diversifikasi Strategi, artinya organisasi dalam kondisi mantap
namun menghadapi sejumlah tantangan berat sehingga diperkirakan roda
organisasi akan mengalami kesulitan untuk terus berputar bila hanya
bertumpu pada strategi sebelumnya. Oleh karenya, organisasi disarankan
untuk segera memperbanyak ragam strategi taktisnya.

c. Kuadran III (negatif, positif)


Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang lemah namun sangat
berpeluang.Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Ubah Strategi,
artinya organisasi disarankan untuk mengubah strategi sebelumnya.Sebab,
strategi yang lama dikhawatirkan sulit untuk dapat menangkap peluang
yang ada sekaligus memperbaiki kinerja organisasi.

d. Kuadran IV (negatif, negatif)


Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang lemah dan menghadapi
tantangan besar. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Strategi
Bertahan, artinya kondisi internal organisasi berada pada pilihan
dilematis. Oleh karenanya organisasi disarankan untuk meenggunakan
strategi bertahan, mengendalikan kinerja internal agar tidak semakin
terperosok.Strategi ini dipertahankan sambil terus berupaya membenahi
diri.
18
BAB 3
TINJAUAN LAPANGAN
3.1 Profil RS Gatoel
 Nama : RS Gatoel
 Tipe Fasyankes : Rumah Sakit
 Kelas : Kelas B
 Provinsi : Jawa Timur
 Kota : Mojokerto
 Alamat : Jl. RS Gatoel Jl. Raden Wijaya 56 Kota
Mojokerto
 Email : rsgatoel@yahoo.com
 Website : www.rsgatoel.co.id

3.2 Gambaran Pelayanan RS Gatoel


RS Gatoel mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan secara
berdayaguna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan
(kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara serasi dan
terpadu dengan upaya promotif, pencegahan, pelatihan tenaga kesehatan,
penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan.
Sebagai rumah sakit di Mojokerto, RS Gatoel mempunyai peran dan
fungsi sebagai :
1) Penyelenggara Pelayanan Medis
2) Penyelenggara Pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis
3) Penyelenggara Pelayanan Asuhan Keperawatan
4) Penyelenggara Pelayanan
5) Penyelenggara Administrasi Umum dan Keuangan
6) Penyelenggara Pelatihan dan Pengembangan
7) Penyelenggara koordinasi dengan instansi terkait bidang pelayanan
kesehatan

19
3.3 Visi, Misi, Tujuan Dan Motto RS Gatoel
3.3.1 Visi

Menjadi Rumah Sakit pilihan masyarakat yang mengutamakan


peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

3.3.2 Misi
Sebagai fondasi dalam melakukan prioritas, strategi,
rencana, program, dan kegiatan yang akan dilaksanakan RS Gatoel pada
tahun mendatang, dilakukan penyusunan Misi RS Gatoel, sebagai
berikut :
1. Menyediakan layanan kesehatan yang bermutu tinggi melebihi
harapan pelanggan dengan mengutamakan keselamatan pasien.
2. Meningkatkan kompetensi profesionalisme Sumber Daya Manusia.
3. Mengembangkan fasilitas Rumah Sakit berdasar kebutuhan
masyarakat.
4. Memotivasi karyawan untuk bekerja dalam tim dengan dedikasi
tinggi dan inovatif.
5. Menyediakan lingkungan rumah sakit yang aman dan menunjang
keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
6. Mewujudkan Rumah Sakit berwawasan lingkungan.

3.3.3 Motto, Value / Keyakinan Dasar dan Tujuan


a. Motto
Pelayanan Profesional Sepenuh Hati.
b. Value dan Keyakinan Dasar
1. Team Work
Meningkatkan kerjasama demi kepuasan pelanggan.
2. Integrity
Memberikan pelayanan terbaik sesuai kode etik yang berlaku.

20
3. Profesionalisme
Melaksanakan tugas sesuai standar profesi
4. Respect
Melayani semua orang dengan sopan, jujur, terbuka dan rendah hati.
5. Inovation
Selalu melakukan perubahan dan perbaikan berkelanjutan.
6. Social Responsibility
Memiliki kontribusi terhadap pembangunan kesehatan dan
social masyarakat disekitar unit kerja. Cinta. Peduli. Integritas.
Kejujuran. Empati Kasih sayang. Profesionalisme.

3.3.4 Tujuan dan Sasaran


Menjadi Rumah Sakit pilihan masyarakat yang mengutamakan
peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

3.4 Struktur Organisasi

Kepala Ruangan
Muhammad Imam Basori S.Kep Ns

Katim I Katim II

Yuliati Dwi Rosida, S.Kep Ns Ratna Dwi Pratiwi, S.Kep Ns

Anggota : Anggota :
1. Maulina Febriyanti,S.Kep 1. Umi Hanik, Amd.Kep
2. Ulfatul Zaskiyah, Amd.Keb 2. Bangun Setiawan , Amd.Kep
3. M.Zaenal Arifin, Amd.Kep 3. Silvia L.S, Amd.Kep
4. Devi Lailawati, Amd.Kep 4. Nur Fadila,S.Kep.Ns
5. Eka Sri Rahayu, Amd.Kep

21
Penjelasan:
Kelompok Jabatan Fungsional :
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai
dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
1. Kelompok jabatan fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional yang
terbagi atas berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang
keahliannya.
2. Masing – masing tenaga fungsional, berada di lingkungan unit kerja rumah
sakit sesuai dengan kompetensinya.
3. Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan peraturan perundang-
undanan yang berlaku.
4. Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

3.5 Produk RS Gatoel


Fasilitas Rumah Sakit Gatoel Mojokerto

A. Unit Rawat Jalan Terpadu melayani BPJS dan UMUM


Merupakan layanan satu atap yang terdiri dari poli umum, poli
spesialis, farmasi, radiologi, fisioterapi, sehingga lebih praktis dan
efisien bagi pasien.
B. Instalasi Gawat Darurat buka 24 Jam
Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Gatoel memberikan pelayanan
professional, cepat dan tepat dengan mengutamakan keselamatan jiwa
pasien serta didukung team medis yang bersertifikasi (ATLS & PPGD)
C. Rawat Jalan
Selain pelayanan medis dasar tersedia pula pelayanan medik
spesialistik yang terlengkap di Mojokerto :

22
b. Poli Syaraf k. Poli Bedah Syaraf
c. Poli Orthopedi l. Poli Psikiatri (Jiwa)
d. Poli Mata m. Poli Onkologi
e. Poli Jantung n. Poli Urologi
f. Poli Penyakit Dalam o. Poli Kulit dan Kelamin
g. Poli Bedah Umum p. Poli THT
h. Poli Paru q. Poli Gigi
i. Poli akupuntur r. Poli Rehabilitasi Medis
j. Poli Anak s. Poli Obgyn

2. Rawat Inap
Rawat inap (opname) adalah proses perawatan pasien oleh tenaga
kesehatan profesional akibat penyakit tertentu, dimana pasien harus
menginap di rumah sakit. Rawat inap merupakan ruang tempat pasien di
rawat, ruang rawat inap yang ada pada RS Gatoel antara lain :
a. Ruang Intensif (ICU)
b. Ruang Anggrek
c. Ruang Jasmine
d. Ruang Flamboyan
e. Ruang Dahlia
f. Ruang Delima
g. Ruang Kana
D. Pelayanan Penunjang Medis
Pelayanan penunjang medis yang ada di RS Gatoel antara lain :
a. Instalasi Gawat Darurat
b. Radiologi
c. Anastesi
d. Laboratorium
e. Instalasi Gizi

23
f. Instalasi Farmasi
g. Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
h. Instalasi Pengolahan Data Elektronik
i. Instalasi Pengolahan Limbah
j. Pelayanan Ambulan

24
BAB 4

PEMBAHASAN ANALISIS SWOT

4.1 Data
MAN (M1)
1. Kemampuan perawat dalam menangani life saving anak dan dewasa
sudah cukup baik.
2. Perawat melakukan pelayanan di ruangan dengan profesional.
3. Dokter menangani pasien dengan tanggap dalam waktu < 10 menit.
4. Jumlah perawat pada ruangan sebanyak 150 perawat.
5. Jumlah perawat yang terlibat ada sekitar 3 - 4 orang untuk setiap shift.
6. Dari 13 orang perawat yang melakukan pelayanan diruangan ± 2
orang perawat libur.
7. Pasien yang di rawat inap mengalami peningkatan tiap tahun.

MATHERIAL (M2)
1. Tersedianya fasilitas 23 bed, dan terdapat O2 di setiap bed.
2. Tersedia kursi roda berjumlah 3 dan 2 brangkar.
3. Terdapat alat kegawatan seperti EKG, Monitor, Suction, Nebulizer.
4. Tersedia kursi tunggu pasien.

METHODE (M3)
1. Informasi mengenai cara pendaftaran antrian sampai proses
pelaksanaan perawatan dijelaskan pada keluarga pasien.
2. Timbang terima di ruangan dilakukan setiap pergantian shift perawat
untuk mengetahui kondisi pasien.

MONEY (M4)
1. Distribusi obat selalu tersedia di apotik RS.
25
2. Anggaran gaji pokok dan uang pendanaan bersumber dari pemerintah.
3. Sebagian besar pembiayaan pasien berasal dari BPJS, PBI, Non PBI,
dan biaya sendiri (umum).
4. Sumber pendapatan rumah sakit di dapat dari jasa layanan, kantin,
farmasi dan mahasiswa praktik

MARKET
1. Perawat dalam kondisi apapun siap melayani masyarakat dengan
ikhlas dan ramah.
2. Adanya kerja sama dengan instansi perusahaan, dinas, dan asuransi
terkait.
3. Terkadang pihak perawat masih membeda – bedakan pasien yang
umum dengan BPJS pemerintah.

4.2 Analisis SWOT


1. IFAS
KEKUATAN (STRENGHT) B R S (BXR)
1. Kemampuan perawat dalam menangani life 0,15 4 0,6
saving anak dan dewasa sudah cukup baik.
2. Terdapat alat kegawatan seperti EKG, 0,13 4 0,52
monitor, suction, nebulizer.
3. Distribusi obat selalu tersedia di apotik RS. 0,12 4 0,48
4. Kelengkapan pengisisian inform consent 0,13 4 0,52
setiap tindakan sudah sesuai dengan
prosedur.
5. Timbang terima dilakukan setiap 0,12 4 0,48
pergantian shift perawat untuk mengetahui
kondisi pasien.

26
TOTAL 0,65 2,54

KELEMAHAN (WEAKNESS) B R S (BXR)


1. Jumlah perawat yang terlibat setiap shift 0,30 4 1,2
hanya 3 orang dengan standart 4 orang.
2. Terkadang pihak perawat masih kurang 0,40 4 1,6
disiplin.
TOTAL 0,7 2,8
Jumlah IFAS = S – W
= 2,54 – 2,8
= 0,26

2. EFAS
PELUANG (OPPORTUNITY) B R S (BXR)
1. Lokasi rumah sakit yang strategis 0,15 4 0,6
2. Pasien yang di rawat inap mengalami 0,15 4 0,6
peningkatan tiap tahun.
3. Sumber pendapatan rumah sakit di dapat 0,30 4 1,2
dari jasa layanan, hibah, diklat, kantin,
farmasi dan mahasiswa praktik.
4. Adanya kerja sama dengan instansi 0,20 4 0,8
perusahaan, dinas, dan asuransi terkait.
TOTAL 0,80 3,2
ANCAMAN (THREATS) B R S (BXR)
1. Kemampuan perawat dalam menangani life 1 4 4
saving anak dan dewasa sudah cukup baik.

TOTAL 1 4

27
Jumlah EFAS = O – T
= 3,2 - 4
= - 0,8

3. MATRIKS
O

KUADRAN III 0 KUADRAN I

(3.2)

W S

(0.26.0,8)) 0

KUADRAN IV
KUADRAN II
T
Kesimpulan :
Kuadran II
Menggunakan kekutan untuk memanfaatkan peluang posisi sebuah
organisasi yang kuat dan berpeluang, artinya pelayanan di ruang rawat inap

28
dan Poli di RS Gatoel mampu melakukan upaya peningkatan pelayanan
kesehatan dalam mengatasi dan mempertahankan kesehatan.

Strategi SO :
1. Meningkatkan keterampilan dalam memberikan pelayanan
2. Meningkatkan sarana dan prasarana

29
BAB 5

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Pelayanan RS Gatoel mojokerto berada dalam Kuadran I (Positif-


Positif) yang berarti menggunakan kekutan untuk memanfaatkan peluang
posisi ini menandakan sebuah organisasi yang kuat dan berpeluang, artinya
pelayanan di RS Gatoel mojokerto mampu melakukan dan memajukan upaya
peningkatan pelayanan kesehatan dalam mengatasi dan mempertahankan
kesehatan.

5.2 Saran

Kita sebagai perawat hendaknya menerapkan atau mengaplikasikan


management keperawatan dengan efektif dalam melakukan proses
keperawatan, sehingga dalam memberi pelayanan bisa dilakukan secara
optimal. Managemen keperawatan dikatakan baik apabila dalam satu tim bisa
berpartisipasi secara aktif dan terus dilakukan perbaikan terhadap mutu
pelayanan di rumah sakit diharapkan memberi pelayanan yang lebih baik dari
sebelumnya kepada pasien maupun keluarga pasien. Dengan demikian,
masyarakat benar-benar memperoleh kesehatan yang cepat dan tepat.

30
DAFTAR PUSTAKA

Basuki, Dwi. 2018. Buku Ajar Manajemen Keperawatan. Sidoarjo: Indomedika


Pustaka.

Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu


Keperawatan. Jakarta: Medika Salemba.

Noto Adminodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka


Cipta.

31

Anda mungkin juga menyukai