Anda di halaman 1dari 2

Tata Laksana Organisasi

Organisasi adalah kesatuan suatu sosial dalam suatu wadah yang di dalamnya
bekerja atas dasar terus-menerus untuk mencapai tujuan bersama atau tujuan kelompok.
Setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu; orang-orang, kerjasama, dan tujuan
yang ingin dicapai. Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan
kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan
mendayagunakan sumber daya yang dimiliki. Selain itu, untuk mempermudah jalannya suatu
organisasi, kerjasama antar individu dalam suatu organisasi pun dapat ditindaklanjuti dengan
adanya pembagian tugas di dalam prosesnya. Sehingga tingkat efisiensi dalam pencapaian
tujuan bersama dapat semakin diharapkan dan terealisasikan. Sebuah organisasi dapat
terbentuk karena dipengeruhi oleh beberapa faktor yaitu salah satu contohnya adalah
memiliki visi/tujuan yang sama dan penyatuan misi dalam langkah menggapai visi tersebut.
Hal tersebut bentuk perwujudan eksistensi suatu organisasi di dalam masyarakat. Suatu
organisasi juga dianggap produktif bilamana organisasi tersebut diakui di lingkungan tersebut
dan dapat memberikan manfaatnya baik secara langsung maupun tidak langsung.
Organizing atau Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) berfungsi untuk
memfasilitasi dan mendukung pencapaian misi organisasi. Struktur organisasi dan tata kerja
dibuat agar tidak terjadi tumpang tindih di dalam pencapaian tujuan sebuah organisasi
dengan memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia dikelola dengan tepat.
Jabatan (job specification), mengkualifikasikan manusia dengan menguraikan
persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh orang yang menduduki suatu jabatan, agar ia
dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik dan mampu
mengatasi segala permasalahan yang ada. Tujuan dari menyusun spesifikasi jabatan adalah
untuk menemukan seseorang yang sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan untuk
suatu jabatan, dan mengatur kompetensi organisasi. Manfaat dari hal tersebut adalah dasar
untuk menentukan standar hasil kerja seseorang, dan penempatan seseorang di organisasi.
Di dalam organisasi terdapat SOP (Standart Operating Prosedure), di mana
serangkaian intruksi kerja tertulis mengenai proses penyelengaraan administrasi organisasi
(tata laksana organisasi). Menurut Tjipto Atmoko, Standart Operasional Prosedur
merupakan suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai
dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator-indikator
teknis, administratif dan prosedural sesuai tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerjapada
unit kerja yang bersangkutan.
Tujuan dari SOP sendiri adalah agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-
tiap posisi dan memperjelas alur tugas, dan tanggungjawab setiap orang di posisinya masing-
masing dalam organisasi; organisasi dapat menjaga konsistensi dan tingkat kinerja orang-
orang di dalamnya sesuai dengan jobdesknya masing-masing; juga sebagai dasar hukum bila
terjadi penyimpangan. Manfaat dari SOP adalah sebagai standarisasi dalam operasi
(melaksanakan) pekerjaan atau tugas, meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan
tugas, mengurangi tingkat kelalaian dan kesalahan dalam melaksanakan tugas, pedoman
dalam melaksanakan tugas.
Oleh karena itu diperlukan standar-standar operasi prosedur sebagai acuan kerja
secara sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya manusia yang profesional,
handal sehingga dapat mewujudkan visi dan misi organisasi.