Anda di halaman 1dari 22

ANALISIS KRITIK SASTRA MIMESIS

NOVEL DUNIA ANNA “Sebuah Novel Filsafat Semesta”

Disusun oleh:

Aldian Ghani Rahman

NIS. 1516.10.223

XII IPA 7

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 GARUT


Jalan Merdeka 91 Telepon (0262) 233782 Garut
I. PENDAHULUAN
1.1. Teori Kritik Sastra
Kritik sastra adalah salah satu cabang ilmu sastra untuk
menghakimi suatu karya sastra. Kritik sastra mencakup penilaian guna
memberi keputusan bermutu tidaknya suatu karya sastra. Kritik sastra
biasanya dihasilkan oleh kritikus sastra. Kritik sastra memungkinkan
suatu karya dapat dianalisis, diklasifikasi dan akhirnya dinilai. Sebuah
kritik sastra yang baik harus menyertakan alasan-alasan dan bukti-bukti
baik langsung maupun tidak langsung dalam penilaiannya.
Kegiatan kritik sastra pertama kali di dunia dilakukan oleh dua
orang Yunani, yaitu Xenophanes dan Heraclitus sekitar tahun 500 SM.
Xenophanes dan Heraclitus mengecam keras seorang pujangga besar
bernama Homerus yang sering bercerita tentang hal-hal yang tidak
senonoh tentang dewa-dewi.
Hal inilah yang mengawali pemikiran Plato tentang “pertentangan
purba antara puisi dan filsafat”. Pada tahun 405 SM Aristophanes
secara lebih terbuka mengkritik Euripides yang begitu menjunjung nilai
seni tanpa memperhatikan nilai social. Aristoteles kemudian menulis
buku mengenai kritik sastra yng mulai menemukan bentuk yang
berjudul Poetica.
Pada masa ini Plato memunculkan tiga poin penting mengenai
baiknya suatu karya sastra : memberikan ajaran moral yang lebih tinggi;
memberikan kenikmatan; dan memberikan ketepatan dalam bentuk
pengungkapannya.

1.2. Jenis Kritik Sastra


a. Berdasarkan Bentuknya
Pradopo (2002:18) mengatakan bahwa kritik sastra berdasarkan
bentuknya dibagi menjadi dua, yaitu:
 Kritik Teoritis
Bidang kritik sastra yang berupa prinsip-prinsip kritik sebagai
dasar pembahasan karya sastra yang konkret (Abrams:1981:35-36)
 Kritik Terapan
Pembicaraan karya-karya sastra dan sastrawan-sastrawannya
(Abrams 1981:36)

b. Berdasarkan Pelaksanaannya
 Kritik Judisial (Judicial Criticism)
Kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menilai karya
sastra atas dasar standar-standar umum tentang kehebatan atau
keluarbiasaan sastra yang telah ditetapkan sebelumnya
 Kritik Impresionistik
Kritik sastra yang mengemukakan kesan-kesan (impresi) kritikus
terhadap karya sastra yang telah dibacanya.
 Kritik Induktif
Kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian sastra
berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif.

c. Berdasarkan Orientasi Kritik


 Kritik Mimetik
Kritik yang berorientasi atau memfokuskan perhatian pada
hubungan karya sastra dengan realitas atau kenyataan. Kritik ini
memandang karya sastra sebagai imitasi, refleksi, atau representasi
dunia dan kehidupan manusia.
 Kritik Ekspresif
Kritik sastra yang berorientasi atau memfokuskan perhatian
kepada pengarang sebagai pencipta karya sastra. Kritik ini
memandang karya sastra sebagai ekspresi atau luapan perasaan
atau sebagai produk imajinasi penyair yang beroperasi pada
persepsi-persepsinya.
 Kritik Pragmatik
Kritik yang berorientasi atau memfokuskan perhatian kepada
tanggapan pembaca terhadap karya sastra dan dampak atau
pengaruh sastra pada pembaca
 Kritik Objektif
Kritik yang berorientasi atau memfokuskan perhatian kepada
karya sastra itu sendiri. Kritik ini memandang karya sastra sebagai
suatu objek yang mencukupi dirinya sendiri atau sebagai sebuah
dunia yang mandiri.

1.3. Teori Kritik Sastra Mimesis


Pandangan pendekatan mimetik adalah pendekatan yang
mengkaji karya sastra berkaitan dengan realitas atau kenyataan.
Mimetik dalam bahasa yunani disebut tiruan. Pendekatan yang
memandang karya sastra sebagai imitasi dan realitas. Hal ini diperkuat
oleh pendapat Najid (2009:47) pendekatan mimetik adalah pendekatan
yang memandang prosa fiksi sebagai hasil ciptaan manusia yang ditulis
berdasarkan bahan-bahan yang diangkat dan semesta (pengalaman
hidup penulis atau hasil penghayatan penulis terhadap kehidupan
disekitarnya).
Dalam pendekatan ini, karya sastra merupakan hasil tiruan atau
cermin dari kehidupan. Dalam mengkaji sebuah karya sastra dengan
menggunakan pendekatan mimetik, dibutuhkan data-data yang
berkaitan dengan realitas kehidupan yang ada dalam karya sastra
tersebut. Karena pendekatan mimetik menghubungkan karya sastra
dengan realitas, maka kemudian muncul anggapan bahwa karya
merupakan cerminan dari realitas, sehingga hakikat karya sastra yang
bersifat fiktif sering kali dilupakan. Hal ini sangat berbeda dengan
makna karya sastra yang merupakan hasil karangan fiktif pengarang.
Kajian semacam ini dimulai dari pendapat plato tentang seni.
Plato berpendapat bahwa seni hanya dapat meniru dan
membayangkan hal-hal yang tampak pada dunia nyata. Ia berdiri di
bawah kemyataan itu sendiri. Wujud yang ideal tidak bisa terjelma
langsung dalam karya seni. Seni yang terbaik lewat mimetik dan benar.
Sedangkan menurut Aristoteles, seniman tidak meniru kenyataan,
manusia dan peristiwa sebagaimana adanya. Seniman menciptakan
dunianya sendiri. Dalam memilih tema cerita, sastrawan harus punya
kepekaan terhadap keadaan masyarakat dan zamannya. Sastrawan
harus bisa menangkap berbagai persoalan yang sedang dihadapi oleh
masyarakat.
Sangat disayangkan bila karya sastra hanya menggambarkan hal-
hal yang indah dan baik, padahal masyarakat sekitarnya dalam
kesulitan dan kesusahan. Banyak novel, cerpen dan film Indonesia
yang menggambarkan kehidupan mewah, padahal kebanyakan
masyarakat Indonesia dalam kenyataan hidup yang getir (Lubis,
1997:8). Dalam pandangan mimetik, karya sastra tidak mungkin dapat
dipahami tanpa mengkaitkannya dengan semesta sebagai sumber
penciptannya.
II. ISI

2.1. Unsur Instrinsik


2.1.1. Latar
Menurut Nurgiantoro, latar memberikan pijakan cerita secara
konkret dan jelas. Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis
kepada pembaca, menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah
sungguh ada dan terjadi. Unsur latar dapat dibedakan ke dalam tiga
unsur pokok, yaitu tempat, waktu, dan suasana.
a. Latar Tempat
1) Ibu kota (Oslo)
- “Konsultasi berakhir saat psikolog itu menyarankan Anna
untuk diperiksa oleh seorang psikiater di Oslo.” (Dunia
Anna : 14)
- “Mama pulang naik kereta sore, sementara Anna dan
Jonas bergandengan menyusuri jalan-jalan di ibu kota.”
(Dunia Anna : 30)
- “Nova sedang berada di ibu kota bersama dengan anak
lelaki Arab yang dahulu pernah menginap di kamar
bantal.” (Dunia Anna : 160)
- “Mereka berjalan-jalan sepanjang jalan utama ibu kota
dan memeriksa mesin-mesin otomat hijau yang akan
segera tersedia untuk umum.” (Dunia Anna : 160)

Pada empat kutipan di atas menunjukkan jika latar tempat


novel “Dunia Anna” adalah Oslo. Digambarkan bahwa Oslo
adalah nama ibu kota dari suatu negara. Ibu kota tersebut dapat
ditemukan di dalam peta dunia, yaitu berada di benua Eropa
Utara atau lebih tepatnya Norwegia.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Oslo adalah nama ibu kota


Norwegia dan dapat ditemui di dunia nyata.

2) Pondok Gunung (Norwegia)


- “Anna mengunci dirinya dalam pondok gunung. Tadi di
luar sungguh dingin menggigit dalam embusan angin, tapi
dia kini sudah menghidupkan oven dan merebus air untuk
teh.” (Dunia Anna : 128)
- “Mereka mulai berbenah di pondok itu. Anna menutup
ventilasi oven, dan Jonas mengeringkan meja dapur.”
(Dunia Anna : 200)

Dalam novel digambarkan bahwa pondok gunung adalah latar


paling dominan. Di mana pondok gunung ini dikarakteristikan
dengan hawa dingin atau salju. Hal ini sesuai dengan
karakteristik negara Norwegia. Di mana daratan di Norwegia
banyak ditemuinya salju-salju (dikarenakan dekat dengan kutub
utara/Antartika). Maka kemungkinan besar tempat itu juga dapat
ditemui di dunia nyata.

3) Hutan Liaskogen
- “Nova duduk di bawah hamparan langit bermandikan
cahaya bintang di sebuah padang terbuka di hutan. Dia
memegang terminal di pangkuannya dan mengarungi
dunia maya untuk mencari informasi akurat…” (Dunia
Anna : 97)
- “Sekarang Anna sampai di hutan Liaskogen tempat Nova
di masa depan duduk mencermati terminal portabelnya di
bawah cahaya bintang-bintang.” (Dunia Anna : 122)

Tempat yang dijelaskan oleh penulis yaitu Hutan Liaskogen


tidak terdapat di dunia nyata. Di dalam peta tidak ditemukan
suatu tempat berupa hutan yang bernama Liaskogen. Maka
kemungkinan besar nama tempat itu hanya merupakan imajinasi
penulis saja.

b. Latar Tempat
1) 10 Desember
- “Hari ini 10 Desember, dua hari lagi Anna akan berulang
tahun yang ke-16.” (Dunia Anna : 12)
2) 11 Desember 2012
- “Hari ini tanggal 11 Desember 2012, dan besok adalah
hari ulang tahun Anna yang keenam belas!” (Dunia Anna :
58)
- “Dia yang berumur enam belas tahun pada tahun 2082,
dan dia yang akan berulang tahun keenam belas besok.
Besok, dia sudah berumur enam belas tahun!” (Dunia
Anna : 79)
3) 12.12.12
- “Hari ini tanggal 12.12.12. Anna sebenarnya agak kecewa
karena tidak terjadi sesuatu yang istimewa saat jarum jam
melewati tengah malam.” (Dunia Anna : 217)
4) Sabtu, 12 Desember 2082
- “…dan ketika dia kembali berbaring sambil memegang
terminalnya, alat itu otomatis teraktifkan. Di layarnya
tercantum Sabtu, 12 Desember 2082.” (Dunia Anna : 33)

Pada empat kutipan di atas menunjukkan jika latar waktu


novel “Dunia Anna” adalah selama 3 hari di dimensi waktu
“Dunia Anna” dan 1 peristiwa yang berurutan di dimensi waktu
“Dunia Nova”. “Dunia Anna” berlatar waktu 10 Desember 2012 –
12 Desember 2012, di mana pada tanggal 12 Desember 2012
adalah waktu ulang tahun Anna dan bumi sedang gencar dengan
isu pemanasan global. Sedangkan “Dunia Nova” berlatar waktu
masa depan atau Sabtu, 12 Desember 2082; di mana bumi pada
saat itu sudah tidak layak ditinggali karena rusaknya iklim, dan
punahnya keanekaragaman flora dan fauna karena korban dari
peristiwa “pemanasan global” yang sudah berlangsung di zaman
Anna, yaitu tahun 2012.

Di tahun 2012 sendiri, dunia nyata mengalami banyak isu


lingkungan, yaitu salah satu contohnya pemanasan global.
Pemanasan global ini disebabkan oleh aktivitas manusia, yaitu
salah satu contohnya penggunaan bahan bakar fosil yang
menghasilkan karbon dioksida. Peristiwa ini menyebabkan
meningkatnya suhu bumi, naiknya permukaan air laut; iklim mulai
tidak stabil; sampai terjadinya pergeseran ekosistem karena
rusaknya lingkungan oleh aktivitas manusia.

Kisah-kisah yang terdapat dalam novel ini sebagian sudah


terjadi (di tahun 2012) dan beberapa peristiwa di masa depan (di
Dunia Nova, tahun 2082) mungkin saja bisa terjadi dalam
kehidupan nyata.

c. Latar suasana
1) Gelisah
- “Menurut Anna, munculnya rusa kutub ini sebuah kejadian
yang cukup menggelisahkan.” (Dunia Anna : 9).
- “Kegelisahan ini yang telah membangunkan Anna dari
mimpinya tadi, tapi mimpi itu terus bergolak dalam
benaknya.” (Dunia Anna : 65)

Pada kutipan pertama menjelaskan bahwa tokoh utama, Anna


merasa gelisah ketika peristiwa kemunculan rusa kutub ke
permukiman desanya. Hal tersebut belum pernah terjadi
sebelumnya dan Anna mengerti apa yang telah terjadi pada rusa
kutub itu. Pada kutipan kedua, Anna merasa gelisah dengan
mimpi-mimpinya yang nyata, di mana ia bermimpi tentang
permasalahan iklim maupun berbagai masalah terkait ancaman
terhadap keanekaragaman hayati akibat dari keserekahan
manusia.

Kegelisahan pada cerita di “Dunia Anna” mungkin dapat


terjadi terhadap orang-orang yang memiliki kepekaan yang tinggi
terhadap lingkungannya, terutama para ahli lingkungan yang
terus meneliti kehidupan-kehidupan di Bumi. Pada abad ke-21,
isu pemanasan global sangat gencar di masyarakat terutama
pada tahun 2008-2012. Kegelisahan di dalam masyarakat pun
terjadi. Poster, pamflet, iklan bahkan media berita pun banyak
menyiarkan tentang bahayanya pemanasan global dan dibuatlah
gerakan penghijauan atau disebut “Go Green”. Gerakan tersebut
mempunyai tujuan untuk menanggulangi dampak-dampak dari
pemanasan global.

2) Khawatir
- “Ada sesuatu yang kamu khawatirkan, Anna?” (Dunia
Anna : 20).
- “Jonas berkata dengan nada khawatir: “Tapi jika mimpimu
itu benar, maka sebagian besar alam ini akan hilang.
Seluruh planet akan hancur.”” (Dunia Anna : 149)

Dari kedua kutipan tersebut, dijelaskan bahwa Anna merasa


khawatir akan bahayanya “pemanasan global” terhadap bumi, di
mana ia juga telah bermimpi di masa depan dan melihat kondisi
bumi telah rusak/hancur karena pemanasan global.

Kekhawatiran tentang pemanasan global juga banyak


dirasakan oleh kalangan para ahli dan para aktivis di basis
lingkungan saat ini. Pada saat ini juga, mereka tengah gencar
menyebarkan gerakan “Go Green” kepada masrayakat terutama
kalangan generasi muda dalam rangka menyelamatkan bumi dari
bahaya pemanasan global.

3) Mengecewakan
- “Namun, dalam hati dia menyadari kenyataan pahit
bahwa apa yang sedang disaksikannya di layar lebar itu
telah pergi untuk selama-lamanya.” (Dunia Anna : 40).

Kutipan tersebut menceritakan bahwa Anna sedang bermimpi


di masa depan dan menjadi Nova, dalam keadaan itu ia kecewa
dengan kondisi yang sudah terjadi di masanya, yaitu dunia telah
rusak, keanekaragaman flora dan fauna telah banyak yang
punah, iklim sudah tidak stabil. Ia terus membayangkan keadaan
bumi yang masih hijau dan kaya akan keanekaragaman hayati
pada zaman nenek buyutnya, yaitu pada tahun 2012.
Kondisi tersebut berkemungkinan besar dapat dialami oleh
generasi di masa depan apabila kondisi bumi di masa itu
memang sama apa yang telah diceritakan di novel “Dunia Anna”.

4) Marah dan sedih


- “Dia menatap nenek buyutnya itu. Wajah tuanya
menampakkan kesedihan mendalam. Atau kemarahan,
mungkin itu sebuah kemarahan.” (Dunia Anna : 49)
- “Detik itu dia memandang ke kedalaman mata nenek
buyutnya itu. Kedua mata itu bergetar. Takut dan sedih.
Namun, Nova segera menyanggah.” (Dunia Anna : 51)
- “Aku cuma bilang kalau aku mau dunia tempat hidupku ini
seindah dunia yang Nenek nikmati waktu seumurku. Tahu,
kan kenapa? Karena itu utang kalian pada generasi kami!”
(Dunia Anna : 50)

Kutipan tersebut menceritakan bahwa Anna dan Nova merasa


sedih dengan kondisi dunianya pada tahun 2082. Anna sendiri
pada saat itu sedang bermimpi menjadi Nova dan kecewa
dengan kondisi dunia saat itu. Lantas ia bertemu dengan nenek
buyutnya dan langsung memarahinya, ia menyalahkan karena
generasi nenek buyutnya lah yang telah merusak bumi sampai
rusak seperti yang telah diceritakan di dalam novel, di mana
salah satu contohnya adalah keanekaragaman hayati telah
banyak yang punah.

Kondisi tersebut mungkin saja dapat terjadi di masa depan


apabila apa yang diceritakan di dalam novel “Dunia Anna”
memang terjadi di dunia nyata. Di dalam cerita tersebut,
beberapa peristiwa terkait kerusakan bumi sudah terjadi di masa
kini, di mana permukaan air laut meningkat dan
menenggelamkan pulau-pulau dan banyak habitat hewan yang
dirusak oleh manusia yang menyebabkan kepunahan satwa-
satwa di habitat tersebut.
2.1.2. Tokoh Penokohan
Penokohan merupakan suatu cara yang dilakukan pengarang
untuk menggambarkan dan mengembangkan tentang karakter tokoh –
tokoh yang terdapat dalam cerita.
a. Anna Nyrud : remaja SMU/remaja cerdas.
Cerdas, tekun, berimajinasi yang luar biasa, dan cara berpikirnya lebih
dewasa daripada umur seusianya.
- “Sang psikiater menatap terbelalak, dan Anna piker mungkin dia
terpana oleh pengetahuan alamnya.” (Dunia Anna : 16)
- “Saya tidak melihat adanya tanda-tanda kamu mengalami kelainan.
Kamu punya kekuatan imajinasi yang luar biasa, dan kamu punya
sebuah kemampuan unik untuk membayangkan dirimu dalam
berbagai situasi yang tidak pernah kamu alami sendiri.” (Dunia
Anna : 18)
- “Sepanjang percakapan, Anna merasa diperlakukan sebagai orang
dewasa oleh sang psikiater, dan dia senang dianggap begitu.”
(Dunia Anna : 24)
- “Anna memandang ke arah meja dengan semua tumpukan printout
dan kliping koran itu, lalu menatap Jonas lagi dan berkata: “Kalau
begitu mulai sekarang kita harus bekerja keras!”” (Dunia Anna :
150)

Di dunia nyata, karakter seperti ini sangatlah langka. Pada


umumnya, seseorang yang mempunyai pemikiran yang lebih maju
daripada setingkatannya, dan menjadi penggerak gerakan di
sekitarnya sangatlah sedikit. Namun tidak berkemungkinan, bahwa
karakter tersebut dimiliki oleh Presiden Turki sekarang, yaitu
Erdogan. Namun pemikirannya bukanlah berbasis lingkungan,
tetapi berbasis di dalam memimpin politik dan negara.
b. Nova : remaja/cicit Anna.
Mempunyai rasa ingin tahu tentang lingkungan yang tinggi, ada
pemarah.
- “Nova memutuskan untuk terus menonton berbagai video dan
gambar dari awal abadi ini sepanjang hari.” (Dunia Anna : 37)
- “Nova terus melihat-lihat simpanan ARSIP, dan dia memulai dari
jenis manusia kera (Hominoidea).” (Dunia Anna : 38)
- “Aku cuma bilang kalau aku mau dunia tempat hidupku ini seindah
dunia yang Nenek nikmati waktu seumurku. Tahu, kan kenapa?
Karena itu utang kalian pada generasi kami!” (Dunia Anna : 50)
- “Atau, Nenek mau aku usir ke hutan? Ayo, kembalikan dunia yang
indah itu. Berikan padaku rusa-rusa kutub liar di Hardangervidda, di
Jotunheimen, dan di Rondane. Ayo, penuhi permintaanku. Kalau
tidak, lebih baik Nenek segera pergi saja.” (Dunia Anna : 50)

Karakter ini biasanya dapat dimiliki oleh semua orang,


terutama wanita yang memiliki kepekaan rasa yang tinggi. Sifat ini
juga terlihat tegas apabila mengetahui sesuatu yang tidak
diinginkan namun telah terjadi dan biasanya melekat pada
seseorang yang sedang mencari ilmu.

c. Jonas : remaja SMU/pacar Anna.


Pengertian, kooperatif, dan cerdas.
- “‘Ada tugas yang kamu bisa bantu untuk aku pecahkan,’ ucap
Anna. ‘Aduh, aku akan melakukan apa saja untukmu.’” (Dunia Anna
: 106)
- “Di bawahnya tertulis dengan huruf yang lebih kecil : Jawaban
untuk tugas dari Anna. Anna membaca cepat ketujug lembar yang
ditik itu. Dia lalu memandang Jonas: ’Aku kira kamu tadi agak
terlambat, tapi bagaimana kamu sempat mengetik semua ini?’ ‘Itu
rahasia. Ayo baca terus.’” (Dunia Anna : 163)
- “’Tapi Jonas, ini nggak oke. Nggak mungkin kamu mengetik semua
ini hari ini. Aku nggk percaya.’ ‘gimana kalu terus aja bacanya?’”
(Dunia Anna : 172)
Di kehidupan nyata, karakter ini dapat ditemui di perusahaan-
perusahaan. Orang-orang yang ahli/para ahli cenderung memiliki
sikap kooperatif atau dapat bekerja sama dan cerdas, terutama
para ahli yang bergerak di bidang lingkungan. Mereka dapat
mengerti setiap keadaan lingkungan yang terjadi di
masyarakat/kondisional.

d. Benjamin Antonsen : dokter psikiater/teman dekat Anna.


Cerdas, kreatif, dan multitalenta.
- “Anna terkesan. Tidak banyak orang yang benar-benar bisa
menjawab pertanyaan semacam itu, bahkan orang-orang
berwenang sekalipun.” (hal Dunia Anna :)
- “Mungkin kamu dan Jonas bisa membentuk sebuah organisasi
lingkungan hidup bersama-sama. Kali bisa jadi harimau kecil yang
nyaring mengaum di lingkungan tempat kalin tinggal.” (Dunia Anna :
28)
- “Kamu adalah seorang teman, Benjamin. That`s all.” (Dunia Anna :
221)

Karakter ini juga sangat jarang ditemui di masyarakat, di


mana seseorang yang menguasai/ahli di beberapa bidang
studi/keahlian. Dengan sikap kreatif terhadap berbagai situasi dan
dapat menyalurkan ide serta saran kepada seseorang, sifat ini
sangat melekat terhadap penasihat-penasihat yang berkerja di
instansi/lembaga negara.

2.1.3. Tema
Tema adalah inti dari apa yang ingin di sampaikan oleh
pengarang kepada pembaca melalui jiwa sudut ceritanya, yang mana
jiwa tersebut di wujudkan dalam bentuk pemberian wadah yang
berupa rangkaian-rangkaian peristiwa atau kejadian.
Tema utama dari novel “Dunia Anna” adalah perusakan alam,
perubahan iklim bumi yang ekstrim dan punahnya satwa langka. Novel
ini berkutat dengan lingkungan dan dibumbuhi dengan petualangan-
petualangan misteri. Terutama misteri dalam cerita ini terjadi di masa
depan.
Dibuktikan oleh sepenggal tulisan novel ini, “Nova sayang, aku
tidak tahu bagaimana rupa dunia saat kau membaca surat ini. Tapi,
kau tentu tahu. Kau tahu bagaimana kesudahan perusakan iklim,
seberapa menurunnya kondisi alam dan mungkin tahu secara
terperinci jenis-jenis hewan dan tumbuhan apa saja yang telah punah
…”. (Dunia Anna : 60)

2.1.4. Alur
Alur atau disebut juga dengan ploat adalah suatu liku-liku sebuah
kejadian atau peristiwa yang di ketemukan dan dikaitkan kedalam
suatu kejadian pokok dengan kejadian pokok lainnya, sehingga dapat
menyebabkan kejadian satu dengan kejadian lainnya saling
berhubungan dan bersifat logis.
Alur yang digunakan dalam novel “Dunia Anna” adalah alur
campuran di mana penulis memecahkannya ke dalam dua dimensi
waktu yang berbeda secara bergantian.
Penulis menampilkannya sebagai dunia Anna berada di era 2012
dan dunia Nova berada di era 2082.
Dibuktikan oleh latar waktu di dalam novel ini: “Hari ini tanggal 11
Desember 2012, dan besok adalah hari ulang tahun Anna yang
keenam belas!” (Dunia Anna : 58); dan “…dan ketika dia kembali
berbaring sambil memegang terminalnya, alat itu otomatis teraktifkan.
Di layarnya tercantum Sabtu, 12 Desember 2082.” (Dunia Anna : 33)

2.1.5. Sudut Pandang


Sudut pandang atau disebut juga dengan titik pandang adalah
sebuah posisi dari mana cerita tersebut di ceritakan atau dikisahkan.
Sudut pandang dari novel “Dunia Anna” adalah pengarang
berlaku sebagai orang ketiga, Jostein Gaarder mengisahkan tentang
kondisi bumi di dua dimensi waktu yang berbeda secara bergantian.
Penulis menampilkannya sebagai dunia “Anna” dan dunia
“Nova”. Dunia saat itu (novel) “bibit kepunahan” berbagai jenis
keanekaragaman hayati (flora dan fauna) mulai muncul dan dunia saat
ini kepunahan-kepunahan itu nyata adanya.
Dibuktikan pada setiap bab pada novel ini, bab pertama dan
kedua di dalamnya terdapat tokoh Anna (Dunia Anna : 8 dan 12), dan
bab ketiga di dalamnya terdapat tokoh Nova (Dunia Anna : 33), dan
seterusnya silih berganti tokoh ketika pergantian bab.

2.1.6. Amanat
Amanat merupakan suatu pesan yang hendak disampaikan
penulis kepada pembaca. Nasehat, harapan, dan kritikan merupakan
beberapa contoh amanat yang biasa dilakukan oleh seorang penulis.

Ada beberapa pesan yang disampaikan pengarang melalui novel


“Dunia Anna”, di antaranya:
1) Kurangilah penggunaan kendaraan atau peralatan berbahan
bakar fosil, dan beralih menggunakan energi alternatif yang
ramah lingkungan guna mengurangi emisi karbon dioksida di
atmosfer.

“Tepat sekali. Kamu telah memahami hal ini sebaik saya. Kalau
kamu tiap hari makan kalori yang berlebih dari kebutuhan tubuhmu
untuk berfungsi normal, maka bobot tubuhmu akan bertambah.
Begitulah kira-kira analogi penumpukan CO2 di atmosfer.” (Dunia
Anna : 22)

2) Hormatilah tetangga, hargailah dan berperilaku baik terhadap


mereka. Baik itu tetangga di lingkungan sekitar atau lingkungan
negara bahkan tetangga antar generasi (generasi sebelum dan
generasi sesudah).

“Cintailah tetanggamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri. Dan


itu tentu saja harus mencangkup ‘tetangga’ generasi atau generasi
selanjutnya ….” (Dunia Anna : 64)
3) Mencegah lebih baik daripada mengobati. Begitu pun mencegah
sebuah bencana yang ditimbulkan oleh manusia, yaitu dengan
menjaga kondisi alam yang dilakukan sejak dini dengan hal
terkecil. Untuk mencegah sesuatu hal yang besar harus diawali
dengan sesuatu hal yang kecil.

“Banyak gejala pemanasan yang telah muncul jauh sebelum kita


mengantisipasinya, begitu juga bila kita membandingkan dengan
berbagai skenario paling pesimitis dari peneliti iklim. Jutaan orang
sudah menjadi korban dari konsekuensi yang telah kita peringatkan
beberapa tahun lalu. Kita mengalami berbagai bencana alam yang
lebih sering dan lebih menghancurkan seperti banjir, gelombang
panas, dan kebakaran hutan, serta orang-orang terpaksa
mengungsi.” (Dunia Anna : 240)

Kisah-kisah yang terdapat dalam novel ini sebagian sudah terjadi


dan beberapa peristiwa di masa depan (di dalam novel) mungkin
terjadi dalam kehidupan nyata. Karena semua bagian cerita dari novel
ini merupakan cerita yang diangkat dari isu-isu lingkungan di dunia
nyata.
Sesungguhnya, keadaan bumi tempat berpijaknya manusia
memang di tengah kondisi “kritis”. Kondisi ini dikenal banyak orang,
yaitu pemanasan global. Berbagai fenomena alam yang tidak wajar
semakin banyak terjadi. Contoh termudahnya adalah perubahan iklim
yang terjadi di Indonesia.
Perubahan pola curah hujan serta perubahan pola musim di
Indonesia sangat signifikan di mana pola curah hujan dan pola musim
tidak sesuai dengan waktunya dan terjadi kapan saja. Kondisi ini
sesuai dengan kisah-kisah yang terdapat dalam novel “Dunia Anna”.
2.2. Fakta yang Terungkap
1. “Segalanya terasa berbeda pada malam tahun baru. Anak-anak dan
orang-orang dewasa bersama-sama dalam keriuhan, dan inilah satu-
satunya kesempatan dalam setahun untuk berkumpul dengan seluruh
keluarga. Hanya dalam waktu semalam, mereka bisa menghabiskan
tahun yang lama dan memasuki tahun yang baru.” (Dunia Anna : 1)
Dari kutipan tersebut, dijelaskan bahwa tradisi tahun baru yang
mereka pakai sama seperti tradisi yang berlaku pada umumnya
seperti tradisi tahun baru di dunia, salah satunya Indonesia. Di
beberapa daerah Indonesia orang-orang merayakan tahun baru
dengan berkumpul sebelum tengah malam pergantian tahun baru
dan ketika pergantian tahun orang-orang akan menyalakan kembang
api dan sambil meniup terompet bersama dengan keras, kemudian
orang-orang akan menonton konser atau sekadar kumpul bersama
keluarga.

2. - “Hari ini dia mendapatkan sebuah cincin tua dari Tante Sunniva!
Sudah sejak lama Anna tahu kalau dia bakal mewarisi cincin itu pada
saat berulang tahun yang ke-16. Mereka merayakan dengan makan-
makan istimewa bersama-sama.” (Dunia Anna : 13)
- “Sebagai kado ulang tahun keenam belasnya, dia juga mendapatkan
sebuah ponsel yang sudah lama didambakannya.” (Dunia Anna : 13-
14)
Dari kedua kutipan tersebut menjelaskan bahwa pada saat itu
tokoh utama, Anna, sedang berulang tahun yang keenam belas dan
ulang tahunnya itu dirayakan serta diberi sebuah kado/pemberian
dari keluarganya. Dalam kehidupan nyata, ulang tahun adalah
sebuah tradisi yang lumrah di masyarakat, terutama di Indonesia. Di
Indonesia sendiri, seseorang yang berulang tahun akan
mengundang teman-temannya untuk merayakan acara/pesta ulang
tahunnya, acara tersebut disertai dengan doa atau harapan-harapan
dan tentu juga teman-teman dekatnya akan memberikan sebuah
kado yang terbaik bagi orang yang berulang tahun tersebut dengan
penuh harapan bagi orang tersebut.
3. “Film diakhiri dengn musik dan credit title, dilanjutkan dengan Berita
Malam : Nobel Perdamaian dianugerahkan kepada Uni Eropa.
Sebanyak 21 kepala Negara mengunjungi Oslo berkaitan dengan
penganugerahan itu.” (Dunia Anna : 32)
Di dunia nyata, Penghargaan Nobel Perdamaian adalah salah
satu dari lima Penghargaan Nobel yang dibuat oleh industrialis,
penemu dan produsen persenjataan Alfred Nobel. penghargaan
tersebut diberikan secara tahunan (dengan beberapa pengecualian)
kepada orang-orang yang telah "memberikan upaya terbesar atau
terbaik bagi persaudaraan antar bangsa, bagi penghapusan atau
pengurangan angkatan bersenjata, dan bagi pelaksanaan atau
promosi kongres perdamaian"
Sesuai dengan kehendak Alfred Nobel, penerimanya dipilih oleh
Komite Nobel Norwegia, sebuah komite lima anggota yang dipilih
oleh Parlemen Norwegia. Sejak 1990, penghargaan tersebut
diberikan pada 10 Desember di Balai Kota Oslo pada setiap tahun.
Kutipan tersebut merupakan sebuah fakta yang terjadi di dunia
nyata, dengan latar waktunya adalah 12 Desember 2010 (ditukar
dengan latar waktu di dalam novel, yaitu tanggal 10 Desember
2012). Panitia Nobel memuji Uni Eropa, organisasi yang sekarang
beranggotakan 27 negara, dalam membangun kembali kawasan
setelah Perang Dunia Kedua. Uni Eropa juga dianggap membantu
menstabilkan negara-negara bekas komunis, terutama setelah
runtuhnya Tembok Berlin pada 1989.

4. “… menggunakan beberapa mesin pencari dan akhirnya hasilnya


muncul di layar! Sepucuk surat-yang ditunjukan kepadanya, buat nova!
” (Dunia Anna : 42)
Kutipan tersebut menunjukkan bahwa pada masa Nova, atau
tahun 2082, kehidupan manusia masih menggunakan media surat
untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Terutama
surat elektronik yang telah diterima oleh Nova. Di kehidupan
sekarang, surat-menyurat masih eksis digunakan oleh orang-orang,
terutama instansi-instansi negara. Surat elektronik pun sangat ramai
karena media/aplikasi tersebut sangat banyak dan mudah dijumpai
serta mudah digunakan.

5. “Dalam artikel pertama ada sebuah gambar spesies terakhir burung


moa, yang dibasmi oleh suku Maori Selandia Baru sekitar tahun 1600,
diikuti dengan gambar hewan mamalia, burung, dan reptilia yang
dinyatakan punah sejak tahun 1500-1989. Burung dodo dan burung
mao memiliki kesamaan, yaitu tidak dapat terbang. Lagi pula mereka
tidak memiliki musuh alami sebelum datangnya manusia. Dan sejak
saat itu mereka menjadi mangsa empuk.” (Dunia Anna : 91)
Kutipan dalam novel tersebut menjelaskan bahwa sejak tahun
1500-an sampai sekarang, perburuan liar marak terjadi dan sering
kali berujung dengan punahnya suatu flora/fauna. Suku Maori adalah
penduduk asli dari Selandia Baru yang kini jumlah populasinya
sebesar 14% dari total populasi Selandia Baru dan kebudayaan
serta bahasa mereka berada pada jantung identitas Selandia Baru.
Di Indonesia, perburuan liar marak terjadi terutama terhadap
hewan-hewan yang dilindungi oleh pemerintah, seperti harimau
Sumatera, dan burung cenderawasih. Alhasil hewan-hewan tersebut
berujung pada kepunahan dalam jangka waktu yang dekat.

6. “Musim panas, dan Nova mengenakan sebuah gaun musim panas


berwarna merah. Dia dipanggil sebagai saksi di Pengadilan Iklim
Internasional di Den Haag. Ini pertama kalinya dia pergi ke luar negeri.”
(Dunia Anna : 196)
Kutipan tersebut menjelaskan terjadinya Pengadilan Iklim
Internasional di Den Haag. Di dunia nyata, Den Haag adalah sebuah
kota di Belanda dan kantornya Dewan Pengadilan Internasional.
Karena itu, Den Haag sendiri sudah terkenal dengan tempat
pelaksanaannya Pengadilan tingkat Internasional.
7. “Bertahun-tahun yang lalu, Norwegia dihukum oleh Pengadilan Iklim
Internasional agar membayar 97 persen dari dana minyak nasionalnya
demi pemberantasan kemiskinan dan berbagai usaha penyelamatan
lingkungan seperti pembangunan tanggul dan bendungan.” (Dunia
Anna : 197)
Kutipan tersebut menunjukkan Norwegia dihukum karena
perusahaan minyaknya yang beroperasi di perbatasan Somalia telah
melakukan penambangan minyak tanpa melihat dampak lingkungan
alam maupun lingkungan sosial bagi negara Somalia sendiri.
Penambangan minyak ini juga bekerja sama dengan Kenya
sehingga banyak munculnya perompak-perompak di perairan
Somalia yang menentang adanya perusahaan penambang minyak di
daerahnya.
Di dunia nyata, Norwegia merupakan Negara penghasil minyak
dan gas alam per kapita terbesar di luar Timur Tengah, salah
satunya adalah Somalia. Apa yang sudah dipaparkan di dalam cerita
novel “Dunia Anna”, sebagian besarnya adalah sebuah fakta yang
nyata, di mana Somalia adalah negara miskin yang selalu terjadi
bencana kekeringan dan kelaparan.
Perusahaan penambang minyak Norwegia, Statoil, bekerja sama
dengan Kenya sehingga bermunculan lah perompak-perompak yang
menentang adanya perusahaan penambang itu dan kerap terjadinya
penyanderaan di sekitar perairan Somalia.
DAFTAR PUSTAKA

Gaarder, Jostein. 2014. Dunia Anna, Sebuah Novel Filsafat Semesta.


Bandung: Penerbit Mizan.

“Jenis-jenis Kritik Sastra” http://repository.ut.ac.id/4838/1/PBIN4434-M1.pdf


(Diunduh 15 Oktober pukul 10.50 WIB)

“Macam-macam Kritik Sastra” https://www.slideshare.net/coralreef7503/2-


macam- macam-kritik-sastra (Diunduh 15 Oktober 2017 pukul 11.26
WIB)

“Pengertian, Ciri – Ciri, dan Unsur Intrinsik Novel” https://portal-


ilmu.com/pengertian-ciri-ciri-dan-unsur-intrinsik-novel/ (Diunduh tanggal
21 Oktober 2017 pukul 11.02 WIB)

http://www.materibelajar.id/2016/06/7-unsur-unsur-intrinsik-novel.html
(Diunduh tanggal 21 Oktober 2017 pukul 11:38 WIB)

“Pengertian Teori Kritik Sastra” https://id.wikipedia.org/wiki/Kritik_sastra


(Diunduh tanggal 15 Oktober 2017 pukul 10.20 WIB)

“Pengertian Teori Kritik Sastra Mimesis”


http://mahasiswabutuh.blogspot.co.id/2017/04/kritik-mimetik-
cerpen.html (Diunduh tanggal 15 Oktober 2017 pukul 10.32 WIB)

http://okyhiory.blogspot.co.id/2012/03/analisis-kajian-mimetik-dalam-
cerpen.html (Diunduh tanggal 15 Oktober 2017 pukul 10.46 WIB)

http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/10/121012_nobel_perdamaian
(Diunduh tanggal 22 Oktober 2017 pukul 21:31 WIB)

https://www.newzealand.com/id/maori-culture/ (Diunduh tanggal 22 Oktober


2017 pukul 16:25 WIB)