Anda di halaman 1dari 4

KELOMPOK 4

SOAL MENGENAI LEASING

Jessica Fitri F

Renita Ramadhani S

Ashil Nasywa H

Rice Lola Lolo

Nidya Kurnia

Al Fawwaz Ramadhani A

Eben Ezer P

PT. Advisi merencanakan penawaran sewa. Produk yang disewakan adalah mesin
percetakan dengan harga Rp 18.600.000 dengan usia ekonomi 8 tahun. Peralatan
tersebut didepresiasi dengan garus lurus. Diketahui tingkat pajaknya adalah 30%

Soal:

1. Jika perusahaan tersebut menginginkan tingkat keuntungan 12% (setelah pajak),


berapa besar sewa yang sebaiknya ditawarkan jika sewa dibayar setiap awal tahun?

2. Jika produk tersebut mempunyai nilai residu 4 jt pada tahun ke-8, berapa besarnya
sewa yang sebaiknya ditawarkan?

Jawaban:

1. Depresiasi dengan garis lurus, makan 12/12 x 18.600.000 : 8 = 2.325.000

Tahun Depresiasi Penghematan Present Value Present Value x


Pajak (30%) (12%) Penghematan Pajak

1 2.325.000 697.500 0,893 622.867,5

2 2.325.000 697.500 0,797 555.907,5


3 2.325.000 697.500 0,712 496.620

4 2.325.000 697.500 0,636 443.610

5 2.325.000 697.500 0,567 395.482,5

6 2.325.000 697.500 0,507 353.632,5

7 2.325.000 697.500 0,452 315.270

8 2.325.000 697.500 0,404 281.790

TOTAL 3.465.180

Karena aset didepresiasi dengan garis lurus, tidak ada nilai residu, depresiasi per
tahun adalah Rp 2.325.000 per tahun (kolom 2). Penghematan pajak karena depresiasi
adalah depresiasi x pajak atau 2.325.000 x 30% = Rp 697.500 (kolom 3). Kolom (4)
menyajikan present value dari discount factor sebesar 12%. Dan yang terakhir kolom
(5) menyajikan present value dari penghematan pajak. Total present value
penghematan pajak adalah Rp 3.465.180. Harga aset tersebut adalah !8.600.000.
Dengan demikian ada sisa sebesar (18.600.000 - 3.465.190 = 15.134.820) sisa
tersebut akan dibebankan ke sewaguna.

Pembayaran sewa dimulai awal tahun, dibayar 8x, dengan tingkat keuntungan
yang diisyaratkan 12%, tugas kita adalah mencari nilai X sehingga total present value
dari X sama dngan Rp 15.134.820. Maka akan dihitung sebagai berikut:

15.134.820 = X + (PVIFA12%,8)

15.134.820 = X + 4.968 X

15.134.820 = 5.968 X

X = 2.535.995,3

Biaya sewa setelah pajak adalah Rp 2.535.995,3. Dengan sewa guna tersebut,
perusahaan dapat memperolah tingkat keuntungan 12%.
2. Nilai residu pada tahun ke-8 adalah 4 jt, maka depresiasi dengan garis lurus, makan
(12/12 x 18.600.000 - 4.000.000) : 8 = 1.825.000

Tahun Depresiasi Penghematan Present Value Present Value x


Pajak (30%) (12%) Penghematan Pajak

1 1.825.000 547.500 0,893 488.917,5

2 1.825.000 547.500 0,797 436.357,5

3 1.825.000 547.500 0,712 389.820

4 1.825.000 547.500 0,636 348.210

5 1.825.000 547.500 0,567 310.432,5

6 1.825.000 547.500 0,507 277.582,5

7 1.825.000 547.500 0,452 247.470

8 1.825.000 547.500 0,404 221.190

TOTAL 2.719.980

Karena aset didepresiasi dengan garis lurus, dan nilai residu sebesar 4 jt, maka
depresiasi per tahun adalah Rp 1.825.000 per tahun (kolom 2). Penghematan pajak
karena depresiasi adalah depresiasi x pajak atau 1.825.000 x 30% = Rp 547.500
(kolom 3). Kolom (4) menyajikan present value dari discount factor sebesar 12%. Dan
yang terakhir kolom (5) menyajikan present value dari penghematan pajak. Total
present value penghematan pajak adalah Rp 2.719.980. Harga aset tersebut
adalah !8.600.000 dengan nilai residu 4 jt. Dengan demikian ada sisa sebesar
((18.600.000 - 4.000.000) - 2.719.980 = 12.080.020) sisa tersebut akan dibebankan ke
sewaguna.

Pembayaran sewa dimulai awal tahun, dibayar 8x, dengan tingkat keuntungan
yang diisyaratkan 12%, tugas kita adalah mencari nilai X sehingga total present value
dari X sama dngan Rp 12.080.020. Maka akan dihitung sebagai berikut:
12.080.020 = X + (PVIFA12%,8)

12.080.020 = X + 4.968 X

12.080.020 = 5.968 X

X = 2.024.132

Biaya sewa setelah pajak adalah Rp 2.024.132. Dengan sewa guna tersebut,
perusahaan dapat memperolah tingkat keuntungan 12%.