Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

KERAJAAN HINDHU BUDHA


DI INDONESIA

DISUSUN OLEH :
1. GANGGAS AYU GUPITA
2. ELI ERMAWATI

KELAS VII B

SMPN 3 BANDAR
2019
KERAJAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA

1. KERAJAAN KUTAI
Kerajaan Kutai merupakan kerjaan Hindu tertua di Indonesia yang berdiri sekitar abad ke-5 M.
Kerajaan yang namanya berasal dari tempat ditemukannya prasasti tersebut terletak di hulu sungai
Mahakam, Kalimantan Timur. Tidak ada prasasti yang menjelaskan nama kerajaan sehingga para
ahli memberi nama sesuai dengan ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut.
Keterangan terkait keberadaan Kerajaan Kutai terdapat pada prasasti berbentuk Yupa, yakni tiang
batu berjumlah 7 yang ditulis menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Isi prasasti
menerangkan bahwa Raja pertama dari Kerajaan Kutai bernama Kudungga yang memiliki putra
bernama Aswawarman sebagai penggantinya. Kemudian Aswawarman digantikan lagi oleh
anaknya bernama Mulawarman.

Nama Kudungga merupakan nama asli pribumi yang belum mendapat pengaruh Hindu, namun
keturunan setelahnya diduga sudah terpengaruh kebudayaan Hindu dengan adanya nama
“warman”. Dimana kata tersebut berasal dari bahasa Sanskerta.

Kejayaan Kerajaan Kutai

Sesuai dengan isi prasasti Yupa, Kerajaan Kutai mencapai puncak kejayaan pada masa
pemerintahan Raja Mulawarman. Dimana wilayah kekuasaanya hampir seluruh wilayah
Kalimantan Timur. Selain itu, raja ketiga dari Kerajaan Kutai ini berhasil mensejahterakan
kehidupan rakyatnya.

Runtuhnya Kerajaan Kutai

Runtuhnya Kerajaan Kutai akibat meninggalnya raja Kutai ke-21, Maharaja Dharma Setia dalam
peperangan melawan Raja Aji Pangeran Sinum Panji dari Kerajaan Kutai Kartanegara. Pada
akhirnya Kerajaan Kutai Kartanegara menjadi Kerajaan Islam yang bernama Kesultanan Kutai
Kartanegara.
Peninggalan Kerajaan Kutai
1. Prasasti Yupa
Prasasti Yupa adalah keliru satu peninggalan sejarah kerajaan kutai yang paling tua. benda
bersejarah satu ini merupakan bukti terkuat ada kerajaan hindu yang bercokol di atas tanah
Kalimantan. Sedikitnya tersedia 7 prasasti yupa yang sampai kini masih selalu ada.
2. Ketopong Sultan
Ketopong adalah mahkota Sultan Kerajaan Kutai yang terbuat berasal dari emas. Beratnya 1,98
kg dan pas ini disimpan di Musium Nasional di Jakarta. Ketopong sultan kutai ditemukan pada
1890 di daerah Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Di Musium Mulawarman sendiri, ketopong
yang dipajang adalah ketopong tiruan.
3. Kalung Ciwa
Kalung Ciwa adalah peninggalan sejarah kerajaan Kutai yang ditemukan pada era pemerintahan
Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Penemuan terjadi pada th. 1890 oleh seorang masyarakat di
sekitar Danau Lipan, Muara Kaman. Kalung Ciwa sendiri sampai pas ini masih digunakan sebagai
perhiasan kerajaan dan dipakai oleh sultan pas tersedia pesta penobatan sultan baru.
4. Kalung Uncal
Kalung Uncal adalah kalung emas seberat 170 gram yang dihiasi liontin berelief cerita ramayana.
Kalung ini menjadi atribut kerajaan Kutai Martadipura dan merasa digunakan oleh Sultan Kutai
Kartanegara pasca Kutai Martadipura berhasil di taklukan.
Adapun berdasar penelitian para ahli, kalung uncal sendiri diperkirakan berasal berasal dari India
(Unchele). Di dunia, pas ini cuma tersedia 2 kalung uncal, satu berada di India dan satunya
kembali tersedia di Museum Mulawarman, Kota Tenggarong.
5. Kura-Kura Emas
Peninggalan sejarah kerajaan kutai yang menurut aku memadai unik adalah kura-kura emas.
Benda ini sekarang tersedia di Musium Mulawarman. Ukurannya sebesar setengah kepalan
tangan. Dan berdasarkan label yang tertera di dalam etalasenya, benda unik ini ditemukan di
daerah Long Lalang, daerah yang terletak di hulu sungai Mahakam.
Adapun berdasar riwayat, benda ini diketahui merupakan persembahan berasal dari seorang
pangeran berasal dari Kerajaan di China bagi sang putri raja Kutai, Aji Bidara Putih. Sang
Pangeran memberikan lebih dari satu benda unik pada kerajaan sebagai bukti kesungguhannya
yang dambakan mempersunting sang putri.
6. Pedang Sultan Kutai
Pedang Sultan Kutai terbuat berasal dari emas padat. Pada gagang pedang terukir gambar seekor
harimau yang tengah siap menerkam, pas pada ujung sarung pedang dihiasi bersama seekor buaya.
Pedang Sultan Kutai pas ini dapat Anda lihat di Museum Nasional, Jakarta.
7. Tali Juwita
Tali juwita adalah peninggalan kerajaan kutai yang menyimbolkan 7 muara dan 3 anak sungai
(sungai Kelinjau, Belayan dan Kedang Pahu) yang dimiliki sungai mahakam. Tali juwita terbuat
berasal dari benang yang banyaknya 21 helai dan biasanyan digunakan dalam upacara tradisi
Bepelas.
8. Keris Bukit
Kang Keris bukit kang adalah keris yang digunakan oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu,
permaisuri Raja Kutai Kartanegara yang pertama. Berdasarkan legenda, permaisuri ini adalah
putri yang ditemukan dalam sebuah gong yang hanyut di atas balai bambu.
Dalam gong tersebut, tidak cuman tersedia seorang bayu perempuan, di dalamnya termasuk
terdapat sebuah telur ayam dan sebuah keris, keris bukit kang.
2. KERAJAAN TARUMANEGARA

Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan bercorak Hindu yang ada sejak abad 5 Masehi
yang berada di daerah Jawa Barat. Pada saat itu wilayah kekuasaannya sudah membentang Jawa
Barat dari Cirebon hingga Jakarta.
Rajanya sekaligus pendiri kerajaan Tarumanegara bernama Purnawarman.
Purnawarman sendiri digambarkan dalam beberapa sumber sejarah adalah seorang raja yang baik
hati dan merakyat. Dia selalu perhatian terhadap kemakmuran rakyatnya dan sering memberikan
hadiah berupa lembu
Kemudian kerajaan tersebut runtuh di Abad ke 7 setelah diserang kerajaan Sriwijaya.
Adapun beberapa peninggalan dari kerajaan Tarumanegara ialah:
1. Prasasti Ciaruteun (Ciampea, Bogor)
2. Prasasti Pasir Kaleangkak
3. Prasasti Pasir awi
4. Prasasti kebon Kopi
5. Prasasti Cidangiang lebak
6. Prasasti tugu
7. Prasasti Muara Ciantern

3. KERAJAAN SRIWIJAYA
Salah satu kerajaan terbesar di Indonesia ini merupakan kerajaan yang bercorak Budha yang ada
sejak abad 7 masehi dan berada di Sumatera. Kerajaan ini begitu besar karena wilayahnya hampir
seluruh wilayah Nusantara dan beberapa negara sekitar.
Beberapa wilayah taklukannya ialah tepian Sungai Musi di Sumatra Selatan sampai ke Selat
Malaka (merupakan jalur perdagangan India – Cina pada saat itu), Selat Sunda, Selat Bangka,
Jambi, dan Semenanjung Malaka.

Kawasan perdagangannya juga luas dan berhasil menjalin perdagangan dengan beberapa kerajaan
seperti dengan Benggala dan Colamandala, kerajaan dari India.
Beberapa barang yang di ekspor adalah Gading, kulit, dan jenis binatang sedangkan untuk
impornya adalah kain sutra, permadani, porselin.
Berikut beberapa nama raja yang pernah memerintah kerajaan Sriwijaya
1. Dapunta Hyang (Pendiri kerajaan)
2. Balaputradewa
3. Sanggrama Wijayatunggawarman
Raja yang terkenal dari kerajaan Sriwijaya adalah Raja Balaputra yang mengantarkan pada masa
kejayaannya.

Beberapa benda peninggalan dari kerajaan Sriwijaya yaitu:


1. Prasasti Kedukan Bukit
2. Prasasti Talang Tuo
3. Prasasti karang Berahi
4. Prasasti Telaga Batu
5. Prasasti Ligor
Kesemua prasasti tersebut menggunakan bahasa Melayu Kuno dan aksara Palawa.

4. KERAJAAN MATARAM KUNO


Kerajaan mataram Kuno atau kerajaan Medang adalah kerajaan bercorak budha yang berdiri pada
abad 8 Masehi berlokasi di Jawa Tengah. Selama berdirinya kerajaan ini ada beberapa dinasti
yang pernah berkuasa yaitu Dinasti Sanjaya, Dinasti Syailendra, dan Dinasti Isana.
Kerajaan ini sebenarnya terbagi menjadi 2 yaitu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerajaan ini
berdiri di Jawa Timur setelah Mpu Sendok memindahkan ibukota yang semula berada di Jawa
Tengah ke Jawa Timur.
Baru kemudian muncullah dinasti baru yang bernama dinasti Isana.
Negara Mataram kuno sendiri adalah kerajaan yang tertutup baik secara politik maupun ekonomi
sehingga sulit untuk berkembang. Namun ada masa kejayaannya pada kerajaan ini diantaranya
adalah masyarakat pedesaan dibebaskan dari pajak, dan hubungan lalu lintas sungai lancar.
Adapun benda peninggalan kerajaan mataram kuno diantaranya ialah:
1. Candi Sewu
2. Candi Borobudur
3. Candi Arjuna
4. Candi Bima

5. KERAJAAN KEDIRI

Sejarah Kerajaan Kediri, Kadiri atau juga dikenal dengan nama Panjalu merupakan kerajaan Jawa
Timur di tahun 1042 sampai 1222 yang berpusat di Kota Daha yang sekarang merupakan Kota
Kediri. Kota Daha sendiri sudah ada sebelum Kerajaan Kediri didirikan dan Daha merupakan
singkatan dari Dahanapura yang memiliki arti kora api. Ini bisa dilihat dari sebuah prasasti
Pamwatan dari Airlangga pada tahun 1042. Pada akhir tahun 1042. Airlangga secara terpaksa
harus membagi wilayah kerajaan sebab perebutan tahta dari dua orang putranya yakni Sri
Samarawijaya yang mendapat Kerajaan Barat Panjalu di Kota Baru Daha dan Mapanji Garasakan
mendapat Kerajaan Timur yakni Janggala di Kota Lama, Kahuripan.
Pada awal Sejarah Kerajaan Kediri atau Panjalu sebenarnya tidak terlalu diketahui dan pada
prasasti Turun Hyang II tahun 1044 yang dibuat Kerajaan Janggala hanya menceritakan tentang
perang saudara dari kedua kerajaan peninggalan Airlangga tersebut. Sejarah dari Kerajaan Panjalu
baru mulai terkuak saat Prasasti Sirah keting tahun 1104 atas nama Sri Jayawarsa ditemukan. Dari
beberapa raja sebelum Sri Jayawarsa hanya Sri Samarawijaya saja yang sudah diketahui,
sementara untuk urutan raja sedudah Sri Jayawarsa diketahui secara jelas lewat beberapa prasasti
yang akhirnya ditemukan. Kerajaan Panjalu yang berada di bawah pemerintahan Sri Jayabhaya
bisa menaklukan Kerajaan Janggala dengan semboyan yang ada pada Prasasti Ngantang tahun
1135 yakni Panjalu Jayati, atau Panjalu Menang.
Di maa pemerintahan Sri Jayabhaya tersebut, Kerajaan Panjalu memperoleh masa kejayaan dan
wilayah kerajaan tersebut adalah seluruh Jawa dan juga beberapa buah pulau Nusantara dan juga
mengalahkan pengaruh dari Kerajaan Sriwijaya di Sumatra. Bukti ini semakin diperkuat dengan
kronik Cina yang berjudul Ling wai tai ta dari Chou Ku fei pada tahun 1178. Dalam prasasti
tersebut dijelaskan jika menjadi negeri paling kaya selain Cina secara berurutan merupakan Arab,
Jawa dan juga Sumatra dan pada saat itu yang berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah, sementara
di daerah Jawa merupakan Kerajaan Panjalu dan di Sumatra adalah Kerajaan Sriwijaya,
Chou Ju Kua melukiskan jika di Jawa menganut 2 agama yang berbeda yakni Buddha serta Hindu
dengan penduduk Jawa yang sangat berani serta emosional dan waktu senggangnya dipakai untuk
mengadu binatang, sedangkan untuk mata uang terbuat dari campuran perak serta tembaga. Dalam
buku Chu fan chi disebutkan jika Jawa merupakan maharaja yang memiliki wilayah jajahan
Pacitan [Pai hua yuan], Medang [Ma tung], Tumapel, Malang [Ta pen], Dieng [Hi ning], Hujung
Galuh yang sekrang menjadi Surabaya [Jung ya lu], Jenggi, Papua Barat [Tung ki], Papua [Huang
ma chu], Sumba [Ta kang], Sorong, Papua Barat [Kulun], Tanjungpura Borneo [jung wu lo],
Banggal di Sulawesi [Pingya i], Timor [Ti wu] dan juga Maluku [Wu nu ku]. Situs Tondowongso
yang ditemukan pada awal 2007 dipercaya sebagai peninggalan Kerajaan Kediri yang dianggap
bisa membantu mendapatkan lebih banyak informasi tentang Kerajaan kediri.
Di tahun 1222, Kertajaya sedang berseteru deengan kaum Brahmana yang lalu memohon
perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel dan Ken Arok sendiri juga bercita-cita untuk membuat
merdeka Tumapel yang menjadi daerah bawahan dari Kediri. Perang Kediri Tumapel tersebut
terjadi di Desa Ganter, pasukan Ken Arok akhirnya berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya
sehingga membuat Kerajaan Kediri runtuh dan mulai detik itu berbalik menjadi bawahan Tumapel
atau Singasari. Sesudah Ken Arok berhasil untuk mengalahkan Kertajaya, Kediri lalu menjadi
wilayah di bawah kekuasaan Singasari dan Ken Arok mengangkat Jayasabha, putra Kertajaya
untuk menjadi Bupati Kediri.
Tahun 1258, Jayasabha kemudian diganti oleh outranya yakni Sastrajaya dan di tahun 1271
Sastrajaya digantikan kembali oleh putranya yakni Jayakatwang. Jayakatwang lalu melakukan
pemberontakan pada Singasari yang masih dipimpin Ken Arok, sesudah berhasil membunuh
Kertanegara, Jayakatwang kemudian membangun ulang Kerajaan Kediri, akan tetapi Kerajaan
tersebut hanya bertahan selama 1 tahun sebab terjadi serangan gabungan pasukan Mongol dan
pasukan Menantu Kertanegara, Raden Wijaya.
Beberapa peninggalan Kerajaan Kediri :
1. Candi Penataran
2. Candi Gurah
3. Candi Tondowongso
4. Arca Buddha Vajrasattva
5. Prasasti Kamulan
6. Prasasti Galunggung
7. Prasasti Jaring
8. Candi Tuban
9. Prasasti Panumbangan
10. Prasasti Talan

6. KERAJAAN SINGASARI

Kerajaan Singasari merupakan Kerajaan yang berada di Jawa Timur tahun 1222 dan didirikan
oleh Ken Arok. Diperkirakan lokasi Kerajaan ini berada di daerah Singasari, Malang. Nama
Kerajaan yang sebenarnya adalah Kerajaan Tumapel dan beribukota di Kutaraja.
Awalnya Kerajaan Tumapel merupakan sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri dan waktu itu
Tunggul Ametung menjabat sebagai akuwu atau setara camat. Beliau dibunuh dengan cara ditipu
oleh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok yang kemudian menjabat sebagai akuwu baru.
Kerajaan ini pernah berjaya pada masa kepemimpinan Kertanagara yang sekaligus menjadi raja
terbesar dalam sejarah Kerajaan. Beliau mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk membuat
Sumatera sebagai benteng pertahanan. Kemudian pada tahun 1284, beliau juga mengadakan
ekspedisi untuk menaklukkan Bali.
Runtuhnya Kerajaan ini adalah akibat dari sibuknya mengirim angkatan perang ke luar
Jawa serta pemberontakan Jayakatwang dan berhasil membunuh Raja Kertanegara.
Jayakatwang kemudian membangun ibukota di Kadiri atau yang sekarang disebut Kediri.
Kejayaan Kerajaan ini tentu meninggalkan sejarah serta peninggalan yang tentunya
menunjukkan bahwa Kerajaan Singasari pernah ada. Dengan adanya peninggalan
Kerajaan Singasari, tentu menjadikan Kerajaan ini menjadi Kerajaan yang pernah berjaya
di Nusantara. Berikut adalah peninggalan Kerajaan Singasari :
1. Candi Jago
Candi Jago merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Singasari yang mana memiliki arsitekstur
yang memiliki susunan layaknya teras punden berundak. Bentuk dari candi ini cukup unik,
pasalnya bagian atas dari candi ini hanya tersisa sebagian saja.
2. Candi Singasari
Letak candi ini berada di Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang, tepatnya di lembah antara
Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna. Disebutkan dalam Kitab Negarakertagama dan Prasasti
Gajah Mada tahun 1351 Masehi, bahwa candi ini merupakan kediaman terakhir dari Raja
Kertanegara. Yang tidak lain tidak bukan ialah raja Singasari terakhir
3. Arca Dwarapala
Arca Dwarapala merupakan peninggalan Kerajaan Singasari yang memiliki bentuk seperti
monster dengan ukuran yang sangat besar. Menurut juru kunci tempat ini, arca Dwarapala
merupakan sebuah tanda bahwa Anda masuk ke wilayah Kotaraja.
Akan tetapi hingga saat ini, letak Kotaraja Singasari tidak ditemukan secara pasti. Sehingga Arca
Dwarapala dikategorikan sebagai peninggalan Kerajaan Singasari.
4. Candi Sumberawan
Candi ini merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur dan berlokasi sekitar 6
kilometer dari Candi Singasari. Selain sebagai peninggalan Kerajaan, tentu candi ini juga
digunakan oleh umat Buddha pada saat itu.
Jika dilihat, pemandangan dari candi ini terlihat indah karena lokasi candi ini berada di dekat
telaga dengan air yang sangat bening. Sehingga nama candi ini diberi nama Candi Sumberawan.
5. Candi Jawi
Berada di pertengahan jalan raya antara Pandaan – Prigen serta Pringebukan, candi ini sering
dikira tempat ibadah umat Buddha. Tetapi sebenarnya, tempat ini merupakan tempat untuk
menyimpan abu dari Raja Kertanegara.
Selain di Candi Jawi, abu dari Raja Kertanegara juga disimpan di Candi Singasari. Sehingga Candi
Jago, Candi Jawi, serta Candi Singasari memiliki hubungan yang erat.
6. Candi Kidal
7. Prasasti Singasari
8. Prasasti Manjusri
9. Prasasti Wurare
10. Prasasti Mula Malurung

7. KERAJAAN MAJAPAHIT
Kerajaan Majapahit adalah kerajaan terbesar di Indonesia yang berpusat di daerah jawa Timur.
Kerajaan ini berdiri pada tahun 1293 Masehi dan runtuh pada tahun 1500 Masehi. Wilayahnya
yang dikuasai sangat luar biasa luasnya karena wilayah Indonesia sekarang masih kalah dengan
luas wilayah kerajaan Majapahit.
Beberapa wilayah yang pernah ditaklukkannya diantaranya terbentang di Jawa, Sumatra,
Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur. Kerajaan Majapahit sendiri
menganut agama Hindu dan Budha .
Berikut beberapa raja yang pernah berkuasa selama berdirinya kerajaan Majapahit.
1. Raden Wijaya
2. Kalagamet
3. Sri Gitarja
4. Hayam Wuruk
5. Wikramawardhana
6. Suhita
7. KertaWijaya
8. Rajasawardhana
9. Purwawisesa
10. Bhre Pandansalas
11. Bhre Kertabumi
12. Girindrawardhana
13. Patih Udara

Beberapa peninggalan dari kerajaan Majapahit diantaranya


1. Candi Sukuh
2. Candi Cetho
3. Candi Pari
4. Candi Jabung
5. Gapura Wringin Lawang
6. Gapura Bajang Batu
7. Gapura Brahu
8. Candi Tikus
9. Candi Surawarna
10. Kolam Segaran
11. Situs Lantai Segi enam
12. Reco Lanang
13. Api Abadi Bekucuk
14. Prasasti Gunung Butak
15. Prasasti Gajah Mada