Anda di halaman 1dari 7

Laporan Tugas Sistem Cerdas

Instruksi Mobil dengan Logika Fuzzy

Oleh :
Rifqa Asruroh Efnif 125060300111026
Laila Roudhotul Karimah 125060301111023
Sirojul Hadi 125060301111048
Septian Gusonela 125060307111003

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014/2015
Daftar Isi
Halaman Judul
Daftar Isi
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Definisi Permasalahan.
BAB II : SOLUSI
2.1 Penggunaan Fuzzy.
2.2 Variabel, Rule dan Contoh.
BAB III: HASIL
2.1 Capture Hasil

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Definisi Permasalahan.
Dalam laporan ini, permasalahan yang akan diselesaikan adalah
bagaimana menerapkan fuzzy inference systems dalam membuat
instruksi otomatis pada mobil.
BAB II
SOLUSI
2.1 Penggunaan Fuzzy.
Model fuzzy yang digunakan adalah model Sugeno, hal ini
karena output (konsekuen) sistem tidak berupa himpunan
fuzzy, melainkan berupa konstanta atau persamaan linear.
Proses operasinya sesuai dengan bagan berikut ini:

Aturan (fuzzy
rules)

Penalaran
input fuzzyfikasi defuzifikasi output
(inferensi)
2.2 Variabel, Rule dan Contoh.
Dalam penyelesaian masalah ini, ditemukan 2 variabel
yaitu sensor depan (S1) dan sensor kiri (S2). Berikut fungsi
keanggotaan dari masing-masing sensor :

(Sensor depan)

(Sensor kiri)
Sedangkan untuk fungsi keanggotaannya sendiri adalah sebagai
berikut :

{ }
0 a ≥ 12.5
μ(Dekat S )= 12.5−a 5<a ≤ 12.5

{ }
1 x ≤ 15
25−x
2
7.5
μ(Dekat S )= 15< x ≤25 1 a ≤5
1
10
0 x> 15 0 a ≤ 5 dan a ≥20
¿

{ }
0 x ≤ 15 x−5
5<a ≤12.5 20−a
x −15 7.5
μ(Jauh S )= 15< x ≤25
1
10 ¿ 12.5< a ≤20
1 x >25 7.5
¿
μ( NormalS )= {1 a=12.5¿ }
2

{ }
0 a ≤12.5
a−12.5
μ(Jauh S )= 12.5≤ a ≤ 20
2
7.5
1 a≥ 20

Berikut ini rule yang digunakan :


6 Rules S1 (depan)
Dekat Jauh
S2 (kiri) Dekat 10 1
Normal 10 1
Jauh 0.1 0,2
Keterangan :
• Belok Kanan = 10
• Serong Kanan = 5
• Lurus = 1
• Serong Kiri = 0.2
• Belok Kiri = 0.1
Contoh (1), Sensor depan membaca 10, sensor kiri membaca 30.
μ(Dekat S [ 10])=1
1 μ(Dekat S [ 30])=0
2

μ(Jauh S [10 ])=0


1 μ(Normal S [ 30])=0
2

μ(Jauh S [ 30])=1
2

[ R2 ]
[ R1 ] α 2=μ(Jauh S ) ∩ μ ( Dekat S )
1 2

α 1=μ(Dekat S ) ∩μ ( Dekat S )
= min ( μ(Jauh S [10 ]) , μ(Dekat S [ 3 0]) )
1 2

1 2

= min( μ(Dekat S [ 10 ]) , μ(Dekat S [ 3 0]) )


=min (0, 0)
1 2

=min (1, 0)
=0
=0
z 2 =1
z 1 =10
[ R4 ]
[ R3 ] α 5=μ(Jauh S ) ∩μ ( Normal S )
1 2

α 2=μ(Dekat S ) ∩μ ( Normal S )
= min ( μ(Jauh S [1 0 ]) , μ(Normal S [ 3 0]) )
1 2

1 2

=min( μ(Dekat S [ 10]) , μ(Normal S [ 3 0]) )


=min (0, 0)
1 2

=min (1, 0)
=0
=0
z 4 =1
z 3 =10
[ R6 ]
[ R5 ] α 6=μ(Jauh S ) ∩ μ( Jauh S )
1 2

α =μ ∩μ
0× 10+0 ×1+0 ×10+ 0 ×1+1× 0.1+0 ×0.2
Z = 0+0+0+ 0+1+0

=0.1