Anda di halaman 1dari 9

Manajemen IKM, September 2017 (178-186) Vol. 12 No.

2
ISSN 2085-8418 http://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalmpi/

Analisis Strategi Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil Melalui Dana Bergulir pada
Lembaga Pengelola Dana Bergulir

Analysis of Micro and Small Business Financing Strategies through Revolving Funds at Revolving
Fund Management Institutions

Adi Trisnojuwono1*, Aida Vitayala S. Hubeis2#, dan Eko Ruddy Cahyadi3#

1 Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM)
2Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia, IPB

3Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB

#Jl. Kamper Kampus IPB Dramaga Bogor 16680

ABSTRAK

Kementerian Koperasi dan UKM mendirikan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha
Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), dalam rangka mewujudkan amanat undang-undang
nomor 20 tahun 2008, yang bertujuan mengelola dan mengembangkan dana bergulir KUMKM secara
profesional dan akuntabel. Meningkatnya jumlah layanan penyaluran dana bergulir oleh LPDB-KUMKM
dan terjadinya penurunan tingkat klasifikasi pinjaman dalam kategori lancar mendorong perlunya
melakukan evaluasi penyaluran pinjaman atau pembiayaan melalui (1) analisis faktor-faktor yang
memengaruhi kinerja dana bergulir LPDB-KUMKM dan (2) merumuskan strategi efektif untuk
meningkatkan kinerja dana bergulir LPDB-KUMKM. Metode dalam penelitian ini meliputi analisis
deskriptif, analisis regresi logistik dan AHP. Hasil analisis menunjukkan faktor-faktor nyata memengaru-
hi kinerja dana bergulir adalah pola pinjaman atau pembiayaan (pola konvensional atau syariah), plafon
pinjaman dan lama berdirinya usaha. Usulan strategi yang dapat dipertimbangkan dalam meningkatkan
kinerja LPDB-KUMKM dengan memerhitungkan peningkatan efektivitas penyaluran pinjaman atau
pembiayaan, yang meliputi saluran pinjaman atau pembiayaan dan faktor-faktor yang berpengaruh
nyata terhadap sukses pengembalian.

Kata kunci: analisis strategi, dana bergulir, LPDB, pembiayaan usaha, usaha mikro dan kecil

ABSTRACT

The Ministry of Cooperatives and SMEs established a Revolving Fund Management Institution for
the Micro, Small and Medium Enterprises (LPDB-KUMKM) in order to realize the mandate of Law No.
20 of 2008, with the aim of managing and developing revolving funds for the Micro, Small and Medium
Enterprises professionally and accountably. The increasing number of Revolving Fund distribution
services and the decreasing level of loan classification in the current category encouraged the need to
evaluate loan or financing distribution through (1) analysis of factors affecting LPDB-KUMKM revolving
fund performance and (2) to formulate effective strategies to improve the performance of revolving fund
for the Micro, Small and Medium Enterprises. The method used in this research are, descriptive analysis,
logistic regression analysis and AHP. The analysis result shows the significant factors that influence the
performance of the revolving fund efficiency are financing schemes (conventional or syariah schemes),
loan plafond and business establishment period. The proposed strategies that can be considered in
improving LPDB-KUMKM's performance take into account the increasing effectiveness of loan or
financing disbursement, which includes loan or financing channels and factors that significantly influence
the success of return.

Key words: business financing, LPDB, micro and small business, revolving fund, strategy analysis

________________
*) Korespondensi:
Jl. MT Haryono Kav. 52-53 Jakarta Selatan, email: aditrisnojuwono@gmail.com
Analisis Strategi Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil 179

PENDAHULUAN pemanfaatan oleh Koperasi dan UMKM; dan (4)


sukses peningkatan usaha koperasi dan UMKM
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai (Tamba et al., 2013).
salah satu komponen dalam industri nasional, Pemberian pinjaman atau pembiayaan
mempunyai peranan sangat penting dalam kepada pelaku koperasi dan UMKM, baik secara
perekonomian nasional, penyerapan tenaga kerja, langsung maupun melalui perantara, merupakan
pemerataan distribusi hasil-hasil pembangunan, wujud dari pelaksanaan fungsi dan peran LPDB-
dan penanggulangan kemiskinan (Munizu, 2013). KUMKM sebagai instrumen kebijakan pemerintah
Peran strategik UMKM dalam perekonomian di bidang pembiayaan kepada koperasi dan
Indonesia ditunjukkan oleh besarnya kontribusi UMKM, meningkatkan akses pembiayaan bagi
UMKM dalam pembentukan Product Domestic koperasi dan UMKM, agar dapat meningkatkan
Brutto (PDB), penyerapan tenaga kerja dan usaha dan daya saing produk yang akan
pembentukan total ekspor secara nasional. Jumlah dihasilkan. Data realisasi penyaluran dana
pelaku UMKM tercatat 57,8 juta unit usaha, atau bergulir LPDB-KUMKM periode 2008 hingga
99,99% dari total pelaku usaha di Indonesia yang akhir tahun 2015, menunjukkan adanya jumlah
tercatat sebanyak 57,9 juta unit usaha pada tahun layanan kepada UMKM yang meningkat dari
2013. Kontribusi UMKM dalam pembentukan tahun ke tahun, yaitu dari 3.820 UMKM pada
total PDB nasional (atas dasar harga berlaku) tahun 2008 menjadi 186.733 UMKM pada tahun
tercatat 5.440 triliun rupiah atau 60,34% dari total 2015 (LPDB-KUMKM, 2015). Meningkatnya
PDB nasional, penyerapan tenaga kerja sebanyak jumlah layanan penyaluran dana bergulir oleh
114,14 juta atau 96,99% dari total tenaga kerja LPDB-KUMKM dan terjadinya penurunan tingkat
yang bekerja dan pembentukan total ekspor 182 klasifikasi pinjaman dalam kategori lancar, maka
triliun rupiah atau 15,68% dari total ekspor perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja dan
nasional (Kementerian Koperasi dan UKM 2014). strategi penyaluran pinjaman yang selama ini
Pendekatan pembangunan yang ditujukan dilaksanakan oleh LPDB-KUMKM.
pada pelaku ekonomi, khususnya pada Koperasi Penelitian ini bertujuan menganalisis
dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), faktor-faktor yang memengaruhi kinerja dana
dipandang amat penting. Langkah ini sekaligus bergulir dan merumuskan strategi efektif untuk
mempertegas penataan struktur pelaku ekonomi meningkatkan kinerja dana bergulir LPDB-
nasional yang selama ini dalam kondisi dualistik KUMKM.
dan timpang. Pembangunan yang ditujukan
kepada Koperasi dan UMKM diharapkan meng-
METODE PENELITIAN
hantarkan penataan struktur pelaku ekonomi
nasional lebih padu dan seimbang, baik dalam
Penelitian ini dilakukan dengan metode
skala usaha, strata dan sektoral, sehingga berkem-
analisis deskriptif, analisis regresi logistik dan
bang struktur pelaku ekonomi nasional yang
Analytic Hierarchy Process (AHP). Analisis deskrip-
kokoh dan mandiri (Kementerian Koperasi dan
tif dilakukan untuk mengetahui profil atau
UKM, 2011).
gambaran umum kondisi penyaluran pinjaman
Kementerian Koperasi dan UKM mendiri-
atau pembiayaan oleh LPDB-KUMKM. Analisis
kan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi,
regresi logistik dilakukan untuk mengetahui
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-
faktor-faktor yang memengaruhi kinerja dana
KUMKM) dalam rangka mewujudkan amanat
bergulir LPDB-KUMKM. AHP dilakukan untuk
undang-undang nomor 20 tahun 2008, yang
memberikan gambaran berdasarkan wawasan
bertujuan mengelola dan mengembangkan dana
dan pengalaman pengelola dana bergulir yang
bergulir KUMKM secara profesional dan akunta-
terkait saluran pinjaman atau pembiayaan efektif
bel, guna mendukung upaya peningkatan akses
dalam penyaluran pinjaman. Hasil analisis akan
pembiayaan usaha KUMKM di Indonesia. Menga-
digunakan sebagai dasar dalam merumuskan
cu pada visi dan misi LPDB-KUMKM, tolok ukur
strategi pembiayaan dana bergulir oleh LPDB-
keberhasilan LPDB-KUMKM adalah: (1) sukses
KUMKM.
dalam penyaluran dana secara transparan dan
akuntabel; (2) sukses dalam pengembalian yang
diukur dengan tingkat kolektibilitas yang terken-
dali sesuai dengan yang ditetapkan; (3) sukses

Vol. 12 No. 2 September 2017


180 Analisis Strategi Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil

HASIL DAN PEMBAHASAN menemukan bahwa lama usaha beroperasi


memiliki hubungan nyata terhadap kesuksesan
Analisis Deskriptif bisnis. Data contoh menunjukkan 82 mitra (23,8%)
Data dalam penelitian ini menggunakan memiliki lama usaha 60-120 bulan, 105 mitra
data primer yang dimiliki oleh LPDB-KUMKM. (30,4%) memiliki lama usaha kurang dari 60 bulan
Data penelitian menggunakan data mitra dan 158 mitra (45,8%) memiliki lama usaha lebih
penerima pinjaman dana bergulir dari LPDB- dari 120 bulan.
KUMKM tahun 2012-2016 (data 5 tahun terakhir).
Jumlah mitra penerima pinjaman LPDB-KUMKM Analisis Regresi Logistik
dari tahun 2012-2016 sebanyak 2.500 mitra. Analisis regresi logistik dilakukan untuk
Jumlah contoh yang diambil sebanyak 345 menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi
sampel. Ukuran contoh minimum ditentukan kinerja dana bergulir LPDB-KUMKM. Permodel-
dengan menggunakan metode Slovin dengan an logit menggunakan seluruh jumlah contoh,
persen kelonggaran 5%. Komposisi jumlah dan yaitu 345 mitra LPDB-KUMKM hasil pemilihan
jenis mitra contoh disajikan dalam Tabel 1. secara acak.
Tabel 1. Jumlah dan jenis contoh mitra
Pengujian parameter secara simultan
dengan uji G menunjukkan nilai khi kuadrat
Jumlah contoh 63,791 dengan taraf nyata 0,000 (<0,05) sehingga
Jenis Mitra
(mitra) menolak H0. Hal ini menunjukkan penambahan
Koperasi 201 peubah independen dapat memberikan pengaruh
LKB 34
nyata terhadap model atau model dinyatakan fit.
LKBB 3
Klasifikasi model regresi logistik juga menunjuk-
UKM 107
Total 345 kan tingkat keakuratan model yang dihasilkan
81,2%. Nilai Nagelkerke R Square 0,265 menun-
Data contoh menunjukkan mitra yang jukkan kemampuan peubah independen dalam
masuk dalam klasifikasi lancar 274 mitra (79,4%) menjelaskan peubah dependen 26,5%, dan sisanya
dari total contoh. Jumlah mitra yang masuk dalam (73,5%) dipengaruhi oleh faktor lain di luar
klasifikasi tidak lancar 71 mitra (20,6%). Data juga model. Hasil uji model regresi logistik biner
menunjukkan bahwa jenis mitra yang masuk ditunjukkan dalam Tabel 2.
dalam klasifikasi pinjaman tidak lancar adalah Peubah dengan nilai koefisien positif ada-
koperasi dan UKM, sedangkan LKB dan LKBB lah jangka waktu, tarif layanan, plafon pinjaman
seluruhnya masuk dalam klasifikasi pinjaman dan lama usaha, sehingga dapat diartikan bahwa
lancar. peningkatan pada peubah tersebut akan mendo-
Lama usaha adalah umur usaha mitra rong kelancaran tingkat pengembalian pinjaman
LPDB-KUMKM yang diukur dalam satuan bulan. atau pembiayaan. Peubah dengan nilai koefisien
Lama usaha beroperasi berhubungan dengan negatif adalah pola pembiayaan dan ketersediaan
kurva pembelajaran, dimana pemain lama agunan, sehingga dapat diartikan peningkatan
kemungkinan besar telah banyak belajar dari pada peubah tersebut akan menghambat
pengalaman yang dibandingkan dengan pemain kelancaran tingkat pengembalian pinjaman atau
baru. Kristiansen, Furuholt, dan Wahid (2003) pembiayaan.

Tabel 2. Hasil uji model regresi logistik biner

Variabel B Sig. Exp(B) atau Odds Ratio


Jangka Waktu (X1) 0,008 0,590 1,008
Tarif Layanan (X2) 0,132 0,092* 1,141
Pola Pembiayaan (X3) -1,120 0,011** 0,326
Plafon Pinjaman (X4) 0,000 0,001** 1,000
Lama Usaha (X5) 0,004 0,006** 1,004
Ketersediaan Agunan (X6) -38,911 0,997 0,000
Saluran Koperasi (D1) -2,456 0,000** 0,086
Saluran LKB (D2) 20,498 0,997 798560521,500
Saluran LKBB (D3) -20,383 0,999 0,000
Constant 41,291 0,997 856373871100000000,000
Keterangan: ** = Signifikan pada taraf α 5%; * = signifikan pada taraf α 10%

TRISNOJUWONO ET AL Manajemen IKM


Analisis Strategi Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil 181

Pendugaan odds ratio memiliki batas keper- tempo pembayaran kewajiban, sepenuhnya ter-
cayaan 5%, nilai ini menunjukkan besar kemung- gantung pada kejujuran mitra dalam melakukan
kinan masing-masing peubah independen dalam pembayaran. Manakala mitra tidak melakukan
memengaruhi tingkat kesuksesan pengembalian. pembayaran kewajibannya sampai dengan
Peubah independen nyata di dalam model pada maksimum tanggal tujuh bulan berikutnya setelah
taraf α 5% adalah peubah pola pembiayaan (X3), jatuh tempo, maka mitra tersebut dianggap
plafon pinjaman (X4), lama usaha (X5) dan saluran mengalami kerugian atau tidak memperoleh
pemberian pinjaman melalui koperasi dibanding- keuntungan pada periode jatuh tempo tersebut.
kan dengan UKM (D1). Apabila taraf α diubah Dengan demikian mitra tidak dibebankan
menjadi 10%, maka peubah tarif layanan (X2) juga kewajiban pembayaran bagi hasil untuk periode
menunjukkan nilai nyata dalam model. tersebut. Namun demikian apabila pembayaran
Peubah jangka waktu pengembalian pin- bagi hasil dilakukan oleh mitra setelah tanggal
jaman dalam penelitian ini memiliki pengaruh tujuh bulan berikutnya setelah jatuh tempo, maka
positif, namun tidak nyata di dalam model, mitra akan dikenai denda sesuai dengan
ditunjukkan dengan nilai p value (sig) 0,590 atau > kesepakatan pada akad perjanjian pembiayaan.
0,05. Hal ini sedikit berbeda dengan penelitian Penelitian yang dilakukan oleh Elsiefy (2013) juga
Lubis dan Rachmina (2011) yang menunjukkan menunjukkan bahwa pola syariah cenderung
jangka waktu pengembalian merupakan salah lebih baik dibandingkan dengan pola konven-
satu faktor berpengaruh nyata dalam tingkat sional, dimana bank syariah hampir tidak
pengembalian Kredit Usaha Rakyat (KUR), terdampak oleh krisis finansial tahun 2008,
dimana debitur memiliki jangka waktu pengem- sebaliknya bank konvensional mengalami
balian lebih lama cenderung lebih lancer di dalam penurunan dibanyak sektor, salah satunya pada
pengembalian kreditnya. data NPL. NPL sebelum, ketika, dan setelah krisis
Peubah tarif layanan memiliki pengaruh pada sistem syariah cenderung stabil dan baik,
nyata dan positif pada taraf α 10%, sedangkan sedangkan bank konvensional mengalami pening-
pada taraf α 5% tidak nyata. Peubah tarif layanan katan terutama dibidang pembiayaan real estate
pada taraf α 10% menunjukkan peningkatan tarif dan pembiayaan perusahaan.
layanan sebesar satu satuan akan menyebabkan Peubah plafon pinjaman memiliki penga-
kecenderungan sukses pengembalian naik 1,141 ruh nyata dan positif, yang dapat diartikan bahwa
kali. Namun demikian batas atas tarif layanan semakin tinggi plafon pinjaman, maka kecende-
yang ideal masih perlu diketahui untuk rungan sukses dalam pengembalian semakin
menghindari anomali gagal bayar,dimana dengan meningkat, namun demikian berapa batas nilai
semakin tingginya tarif yang melampaui batas plafon pinjaman yang termasuk kategori tinggi
ideal, maka diduga berpotensi menimbulkan dapat dikategorikan lancar dalam pengembalian
risiko gagal bayar meningkat, sebagaimana hasil pinjaman atau pembiayaan perlu dilakukan
penelitian Ladue et al. (1984) yang menunjukkan penelitian lebih lanjut. Sebaran data contoh yang
bahwa ketika tarif layanan dinaikkan diatas batas dikategorikan berdasarkan plafon pinjaman
normal (17%), maka akan berpengaruh pada kurang dari atau sama dengan Rp500 juta rupiah
kemampuan pembayaran kredit, dengan rataan dan lebih dari Rp500 juta rupiah menunjukkan
kelambatan dalam pembayaran lima bulan, 46,1% contoh yang menerima pinjaman atau
karena kenaikan tarif memengaruhi tingkat laba pembiayaan kurang dari atau sama dengan Rp500
dan cashflow yang ada. juta rupiah dan 53,9% contoh yang menerima
Peubah pola pembiayaan memiliki penga- pinjaman atau pembiayaan lebih dari Rp500 juta
ruh nyata dannegatif, yang dapat diartikan bahwa rupiah.
pola pembiayaan syariah (kode 0 peubah Kategori penerima pinjaman atau pem-
independen) memiliki kecenderungan mengalami biayaan kurang dari atau sama dengan Rp500 juta
sukses pengembalian 0,326 kali dibandingkan rupiah adalah 67 koperasi dengan jumlah
dengan pola pinjaman konvensional (kode 1 pinjaman lancar 19 koperasi dan pinjaman tidak
peubah independen). Hal ini diduga karena lancar 48 koperasi. UKM 92 unit dengan jumlah
penerapan pola pembiayaan syariah di LPDB- lancar 89 unit dan tidak lancar tiga unit UKM.
KUMKM menganut sistem kepercayaan langsung Kategori penerima pinjaman atau pembiayaan
kepada mitra, sehingga besaran kewajiban bagi lebih dari Rp500 juta rupiah adalah 134 koperasi,
hasil yang dibebankan kepada mitra per jatuh jumlah koperasi lancar 94 koperasi dan koperasi

Vol. 12 No. 2 September 2017


182 Analisis Strategi Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil

tidak lancar 40 koperasi, selanjutnya penyaluran Peubah ketersediaan agunan dalam


kepada 34 LKB yang seluruhnya masuk kategori penelitian ini memiliki pengaruh negatif, namun
lancar, 15 UKM dengan 8 UKM lancar dan 7 UKM tidak nyata di dalam model, ditunjukkan p value
tidak lancar, serta penyaluran kepada 3 LKBB (sig) 0,997atau > 0,05. Hal ini berbeda dengan
dengan kategori keseluruhan lancar. penelitian Boot et al. (1987) yang menunjukkan
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang jumlah dari jaminan berpengaruh linear dengan
dilakukan oleh Ismanto dan Diman (2014) yang faktor kegagalan bayar kredit, dimana semakin
menyebutkan dalam penelitiannya bahwa omzet tinggi jumlah jaminan, maka kegagalan bayar
usaha, lama usaha dan nilai plafon pinjaman semakin menurun, disisi lain, terjadi perubahan
adalah faktor-faktor yang berpengaruh positif kelas kredit, dari yang sebelumnya tidak lancar,
terhadap tingkat pengembalian pinjaman (lancar menjadi lancar.
atau menunggak), namun berbeda dengan hasil Peubah saluran pembiayaan menunjukkan
penelitian yang dilakukan oleh Asmara (2007) bahwa pembiayaan melalui koperasi memiliki
yang menunjukkan bahwa jumlah pinjaman pengaruh nyata dan negatif, yang dapat diartikan
memiliki pengaruh nyata terhadap besarnya bahwa pemberian pinjaman kepada UKM memili-
tunggakan, dimana dalam model yang digunakan ki kecenderungan sukses dalam pengembalian
tingkat pengembalian diproksi dari peubah nilai 0,086 kali lebih tinggi dibandingkan dengan
tunggakan. pemberian pinjaman melalui koperasi.
Peubah lama usaha memiliki pengaruh
nyata dan positif, yaitu setiap kenaikan satu Analisis AHP
satuan pada peubah lama usaha akan menyebab- Analisis AHP dilakukan melalui pengolah-
kan kecenderungan sukses pengembalian an horizontal dan vertikal dengan tujuan menen-
meningkat sebesar 1,004 kali. Sebaran data contoh tukan alternatif prioritas saluran yang mendu-
berdasarkan lama usaha dan plafon pinjaman kung strategi pembiayaan LPDB-KUMKM yang
dikategorikan dalam lama usaha kurang dari atau efektif. Analisis AHP disyaratkan memiliki batas
sama dengan 60 bulan dan lebih dari 60 bulan, rasio konsistensi (consistency ratio) tidak lebih dari
yang mana kategori lama usaha dibagi lagi ke 10%.
dalam besaran plafon pinjaman masing-masing
kurang dari atau sama dengan Rp500 juta dan Pengolahan Horizontal
lebih dari Rp500 juta. Secara umum data Hasil pengolahan horizontal antar unsur
menunjukkan semakin tinggi lama usaha dan sub-kriteria terhadap alternatif saluran penyalur-
semakin besar plafon pinjaman, maka semakin an pinjaman atau pembiayaan LPDB-KUMKM
tinggi tingkat persentase pinjaman atau pem- ditunjukkan pada Tabel 3. Perbandingan alternatif
biayaan yang berada dalam kategori lancar, yaitu saluran pembiayaan terhadap kriteria tolok ukur
38,6% dari total contoh, sedangkan persentase sukses LPDB-KUMKM menunjukkan dengan
pinjaman atau pembiayaan dengan plafon mempertimbangkan kriteria sukses pemanfaatan,
pinjaman atau pembiayaan yang lebih rendah maka prioritas saluran pemberian pinjaman yang
tingkat pengembalian dalam kategori lancar dipilih adalah koperasi dan UKM. Kriteria sukses
hanya 1,7%. Di sisi lain, pinjaman atau pembiaya- dengan bobot urutan prioritas kedua, dimana
an dengan kategori tidak lancar untuk plafon prioritas saluran pemberian pinjaman yang di-
yang tinggi tercatat 12,5% dan untuk plafon yang pilih dengan mempertimbangkan sukses pening-
lebih rendah tercatat 1,2%. Hal ini sejalan dengan katan usaha adalah UKM. Sukses pengembalian
yang dikemukakan oleh Kristiansen, et al. (2003) dengan bobot kriteria sukses urutan ketiga
bahwa lama usaha beroperasi memiliki hubungan dengan ukuran utama kepatuhan pengembalian
nyata terhadap kesuksesan bisnis. Penelitian yang pokok, menempatkan LKB dan LKBB sebagai
dilakukan oleh Ismanto dan Diman (2014) juga saluran prioritas pertama dan kedua, kemudian
menunjukkan lama usaha adalah salah satu faktor UKM dan koperasi sebagai prioritas ketiga dan
yang berpengaruh nyata dan positif terhadap keempat. Berikutnya sukses penyaluran sebagai
tingkat pengembalian pinjaman dalam penelitian- kriteria sukses urutan keempat menempatkan
nya yang terkait dengan efektivitas pemberian saluran pemberian pinjaman melalui LKB sebagai
pinjaman kepada UMKM oleh koperasi. pilihan saluran yang utama.

TRISNOJUWONO ET AL Manajemen IKM


Analisis Strategi Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil 183

Tabel 3. Bobot pengolahan horizontal unsur saluran pada tingkat kelima

Saluran
No Sub-Kriteria
Koperasi UKM LKB LKBB
1 Momentum waktu penyaluran 0,280 0,229 0,294 0,197
2 Teknik penyaluran 0,306 0,165 0,331 0,197
3 Jangka waktu 0,360 0,253 0,195 0,192
4 Tingkat balas jasa 0,345 0,232 0,218 0,205
5 Kepatuhan pengembalian pokok 0,195 0,244 0,299 0,263
6 Kepatuhan pembayaran bunga/basil 0,231 0,243 0,261 0,265
7 Skim pinjaman atau pembiayaan 0,343 0,222 0,219 0,216
8 Jumlah pinjaman 0,298 0,252 0,225 0,225
9 Lama berdirinya usaha 0,361 0,349 0,124 0,166
10 Ketersediaan agunan 0,400 0,342 0,098 0,160
11 Pertumbuhan omset 0,368 0,377 0,107 0,147
12 Penyerapan tenaga kerja 0,299 0,386 0,123 0,192
13 Kesesuaian peruntukan 0,274 0,288 0,215 0,224
14 Tingkat rentabilitas usaha 0,341 0,243 0,184 0,232

Pengolahan Vertikal LPDB-KUMKM efektif adalah kesesuaian dengan


Hasil pengolahan vertikal pada tingkat peruntukan berdasarkan laporan realisasi dengan
ketiga menunjukkan bahwa prioritas utama bobot 0,633 dan tingkat rentabilitas usaha dengan
kriteria sukses sebagai tolok ukur keberhasilan bobot 0,367. Hasil sintesis penilaian bobot saluran
LPDB-KUMKM dalam menentukan saluran yang yang mendukung strategi pembiayaan LPDB-
mendukung strategi pembiayaan LPDB-KUMKM KUMKM efektif yang tertinggi adalah koperasi
yang efektif adalah sukses pemanfaatan (0,286), (0,307), UKM (0,283), LKB (0,207) dan LKBB
sukses peningkatan usaha (0,254), sukses pengem- (0,203).
balian (0,243) dan sukses penyaluran (0,217)
sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar 1. Hasil Hasil Analisis Regresi Logistik dan AHP
pengolahan vertikal pada tingkat keempat Hasil analisis regresi logistik perlu
menunjukkan bahwa prioritas utama sub-kriteria disandingkan dengan hasil analisis AHP untuk
sukses penyaluran adalah momentum waktu mendapatkan hasil yang lebih baik dalam upaya
penyaluran (0,619). menyusun strategi pembiayaan LPDB-KUMKM
Prioritas utama sub-kriteria sukses efektif. Berdasarkan analisis regresi logistik biner
pengembalian dalam menentukan saluran yang dan AHP yang telah dilakukan terdapat fokus
mendukung strategi pembiayaan LPDB-KUMKM analisis yang saling mendukung antara satu dan
yang efektif adalah kepatuhan mitra dalam lainnya.
pengembalian pokok (0,241). Prioritas utama sub- Analisis regresi logistik biner menjelaskan
kriteria sukses peningkatan usaha dalam tentang bagaimana hubungan antara peubah
menentukan saluran yang mendukung strategi dependen dan independen yang berdasarkan
pembiayaan LPDB-KUMKM yang efektif adalah hipotesis akan memengaruhipeubah dependen
pertumbuhan omset (0,592). Prioritas utama sub- (sukses pengembalian) yang merupakan faktor-
kriteria sukses pemanfaatan dalam menentukan faktor non-linear yang memengaruhi kolektibilitas
saluran yang mendukung strategi pembiayaan dana bergulir LPDB-KUMKM.Hasil analisis AHP
LPDB-KUMKM yang efektif adalah kesesuaian memasukkan semua faktor baik linear maupun
dengan peruntukan berdasarkan laporan realisasi non-linear, yang ditujukan mengetahui faktor
(0,633). paling dominan terkait dengan empat tolok ukur
Sub-kriteria pada sukses peningkatan usaha sukses LPDB-KUMKM, sebagai prioritas saluran
yang mendapatkan prioritas utama dalam mana yang akan dipilih, sekaligus mengetahui
menentukan saluran yang mendukung strategi bobot dari masing-masing saluran yang akan
pembiayaan LPDB-KUMKM efektif adalah digunakan, untuk menjawab pencapaian strategi
pertumbuhan omset dengan bobot 0,592 dan yang paling efektif. Hasil analisis regresi logistik
penyerapan tenaga kerja dengan bobot 0,408. Sub- menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi
kriteria pada sukses pemanfaatan yang sukses pengembalian berdasarkan nilai nyata
mendapatkan prioritas utama dalam menentukan adalah pola pembiayaan (X3), plafon pinjaman
saluran yang mendukung strategi pembiayaan (X4) dan lama usaha (X5). Analisis AHP untuk

Vol. 12 No. 2 September 2017


184 Analisis Strategi Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil

FOKUS Strategi Pembiayaan LPDB-KUMKM


yang efektif

TUJUAN Peningkatan Menurunkan


Tenaga Kerja Kemiskinan
(0,612) (0,388)

KRITERIA Sukses Penyaluran Sukses Pengembalian Sukses Peningkatan Sukses


(0,217) (0,243) Usaha Pemanfaatan
(0,254) (0,286)

1 3 7 11 13
SUB KRITERIA (0,619) (0,136) (0,057) (0,592) (0,633)

2 4 8 12 14
(0,381) (0,078) (0,105) (0,408) (0,367)

5 9
(0,241) (0,065)

6 10
(0,162) (0,156)

SALURAN Koperasi UKM LKB LKBB


(0,307) (0,283) (0,207) (0,203)

Keterangan: 8=Jumlah pinjaman/pembiayaan yang diberikan kepada UKM, LKB,


1=Momentum waktu penyaluran Koperasi dan LKBB,
2=Teknik penyaluran 9=Lama berdirinya usaha
3=Jangka waktu pengembalian 10=Ketersediaan agunan
4=Tingkat balas jasa yang menjadi beban mitra 11=Pertumbuhan omset
5=Kepatuhan mitra terhadap pengembalian pokok 12=Penyerapan tenaga kerja
6=Kepatuhan mitra terhadap pembayaran bunga/bagi hasil 13=Kesesuaian dengan peruntukan berdasarkan laporan realisasi
7=Skim pinjaman/pembiayaan (konvensional atau syariah) 14=Tingkat rentabilitas usaha

Gambar 1. Struktur dan nilai bobot hirarki berdasarkan analisis AHP

kriteria sukses pengembalian menunjukkan adalah koperasi, UKM, LKB dan LKBB. Hal ini
prioritas sub kriteria yang dianggap paling dapat dimaknai kemampuan koperasi dalam
dominan secara berurutan adalah kepatuhan pengembalian pinjaman UKM relatif lebih baik
mitra dalam pengembalian pokok, kepatuhan dibandingkan dengan koperasi, namun koperasi
mitra dalam pengembalian bunga, ketersediaan tetap dipilih menjadi prioritas yang perlu
agunan, jangka waktu pinjaman dan plafon dipertimbangkan sesuai analisis AHP karena
pinjaman. Hasil analisis regresi logistik dinilai pemerintah menjadikan koperasi sebagai
menyempurnakan hasil analisis AHP, dimana instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat
dalam menentukan sukses pengembalian, hasil dengan menjadikan koperasi sebagai lembaga
pengolahan dari penilaian pendapat para pakar keuangan alternatif bagi pelaku usaha mikro di
dengan menggunakan AHP menyatakan peran wilayahnya, sekaligus sebagai lembaga yang
faktor pola pembiayaan dan lama usaha masih dimiliki langsung oleh masyarakat.
belum menjadi pertimbangan prioritas. Data portofolio pemberian pinjaman atau
Hasil analisis regresi logistik menunjukkan pembiayaan yang dituangkan dalam Rencana
saluran pemberian pinjaman atau pembiayaan Bisnis dan Anggaran (RBA) LPDB-KUMKM dari
melalui koperasi cenderung memiliki mutu tahun 2012 hingga 2016, menunjukkan dari total
pinjaman lancar yang lebih rendah dibandingkan ketersediaan Dana Bergulir yang akan disalurkan
dengan UKM. Hal ini berbeda dengan hasil setiap tahun, prioritas pemberian pinjaman atau
analisis AHP yang menunjukkan urutan prioritas pembiayaan masih didominasi oleh saluran
saluran pemberian pinjaman atau pembiayaan koperasi yang selanjutnya secara berturut-turut

TRISNOJUWONO ET AL Manajemen IKM


Analisis Strategi Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil 185

disalurkan kepada UKM, LKB dan LKBB. dari calon mitra, utamanya terkait dengan
Merujuk pada portofolio pemberian pinjaman penentuan besaran plafon yang lebih tinggi
atau pembiayaan berdasarkan RBA LPDB- dalam upaya meningkatkan mutu pinjaman
KUMKM tahun 2012 hingga 2016 dan hasil atau pembiayaan dalam kategori lancar.
analisis regresi logistik serta AHP, maka 6. Memperbaiki waktu penyaluran pinjaman
portofolio pinjaman pada masa mendatang dinilai atau pembiayaan melalui peningkatan pema-
perlu untuk disesuaikan dengan lebih memerhati- haman dan pengetahuan para pengurus dan
kan porsi pemberian pinjaman atau pembiayaan pengelola koperasi, sehingga meningkatkan
kepada UKM, LKB, dan LKBB sehingga dapat efektivitas proses pemberian pinjaman atau
meningkatkan efektivitas penyaluran pinjaman pembiayaan kepada koperasi.
atau pembiayaan. 7. Mendorong pemberian pinjaman kepada
sektor usaha yang secara bisnis mampu
Strategi Peningkatan Kinerja LPDB-KUMKM mendorong terbukanya peluang penyerapan
Mengacu pada hasil analisis kinerja, analisis banyak tenaga kerja baru dengan harapan
regresi logistik dan AHP, maka usulan strategi peluang bagi tenaga kerja baru tersebut
yang dapat dipertimbangkan dalam meningkat- memberikan peluang penghasilan yang lebih
kan kinerja LPDB-KUMKM adalah memperhi- baik, sehingga mampu menekan tingkat
tungkan peningkatan efektivitas penyaluran kemiskinan.
pinjaman atau pembiayaan, yang meliputi saluran
pinjaman atau pembiayaan dan faktor-faktor yang
KESIMPULAN
berpengaruh secara nyata terhadap sukses
pengembalian. Mempertimbangkan faktor-faktor
1. Faktor-faktor yang memengaruhi kinerja dana
yang harus menjadi pertimbangan dalam
bergulir LPDB-KUMKM terkait dengan sukses
penyusunan strategi penyaluran pinjaman atau
pengembalian yang berkorelasi nyata adalah
pembiayaan dilakukan dengan cara berikut:
pola pembiayaan, plafon pinjaman dan lama
1. Memberikan prioritas penyaluran pinjaman
usaha. Faktor pola pembiayaan menunjukkan
atau pembiayaan dana bergulir melalui kope-
bahwa kecenderungan pembiayaan dengan
rasi dan menyesuaikan portofolio pinjaman
pola syariah untuk sukses dalam pengem-
dengan lebih meningkatkan porsi pemberian
balian meningkat 0,326 kali dibandingkan pola
pinjaman atau pembiayaan melalui saluran
konvensional. Faktor plafon pinjaman menun-
UKM, LKB dan LKBB.
jukkan secara positif memengaruhi kelancaran
2. Meningkatkan selektivitas dan ketelitian
pengembalian secara mutlak (linear) sebesar
proses pemberian pinjaman atau pembiayaan
satu kali, dimana bila plafon meningkat maka
kepada koperasi serta merancang sistem
dipastikan akan sukses pengembalian pinjam-
monitoring dan evaluasi yang efektif pasca
an atau pembiayaan. Faktor lama usaha
pemberian pinjaman, guna menekan potensi
menunjukkan semakin tinggi lama usaha,
terjadinya risiko meningkatnya pinjaman atau
maka kecenderungan untuk sukses dalam
pembiayaan dengan klasifikasi tidak lancar.
pengembalian semakin meningkat secara
3. Melakukan upaya mitigasi risiko yang lebih
mutlak (linear) 1,004 kali, yang berarti semakin
kuat dalam penyaluran pinjaman atau
tinggi lama usaha, maka dipastikan mutu
pembiayaan melalui saluran koperasi, karena
pengembalian pinjaman atau pembiayaan
koperasi memiliki risiko tingkat klasifikasi
akan semakin baik.
pinjaman tidak lancar lebih tinggi dibanding-
2. Mengacu pada hasil analisis kinerja, regresi
kan pemberian pinjaman atau pembiayaan
logistik dan AHP, maka usulan strategi yang
melalui saluran LKB dan LKBB.
dapat dipertimbangkan dalam meningkatkan
4. Mendorong peningkatan pemberian pembia-
kinerja LPDB-KUMKM adalah memperhitung-
yaan melalui pola syariah dengan memper-
kan peningkatan efektivitas penyaluran
timbangkan data empiris yang menunjukkan
pinjaman atau pembiayaan, yang meliputi
pembiayaan dengan pola syariah memiliki
saluran pinjaman atau pembiayaan dan faktor-
kecenderungan lebih lancar daripada pinjaman
faktor yang berpengaruh nyata terhadap
dengan pola konvensional.
sukses pengembalian.
5. Mempertimbangkan pemberian pinjaman atau
pembiayaan dengan jangka waktu lama usaha

Vol. 12 No. 2 September 2017


186 Analisis Strategi Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil

DAFTAR PUSTAKA Ladue, E.L. dan A.Z. Gordon. 1984. Variable


Interest Rates and The Financial Performance of
Asmara, E. 2007. Tingkat Pengembalian Pinjaman Dairy Farm Business. USA: Cornell
Dana Ekonomi Produktif Masyarakat dan University. LPDB-KUMKM (Lembaga
Peran Lembaga Keuangan pada Program Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Usaha Mikro Kecil dan Menengah). 2015.
di Kabupaten Indramayu. Jurnal Mana- Laporan Kinerja Tahun 2015. Jakarta.
jemen Agribisnis, Vol. 4 No. 1:p22-31. Lubis, A. dan D. Rachmina. (2011). Faktor-Faktor
Boot, W.A. Arnound, dan Anjan V. Thakor. 1987. yang Mempengaruhi Realisasi dan Pe-
Collateral and Borrower Risk. Netherland: ngembalian Kredit Usaha Rakyat. Jurnal
University of Tilburg. Forum Agribisnis, Volume 1, No. 2:p112-
Elsiefy, E. 2013. Comparative Analysis of Qatari 131.
Islamic Banks Performance Versus Conven- LPDB-KUMKM. 2015. Laporan Kinerja Tahun
tional Bank Before, During, and After Financial 2015. Jakarta.
Crisis. Egypt: Alexandria University. Munizu, M. 2013. Strategi Peningkatan Kinerja
Ismanto, H dan T. Diman. 2014. Analisis dan Peran Usaha Kecil dan Menengah
Efektivitas Pemberian Pinjaman Program (UKM) Pengolah Produk Berbasis Pangan
Pembiayaan UMKM oleh Koperasi. Jurnal di Kota Makassar. Jurnal Ubaya. Repository
Economia, Vol. 10 No.2: p148-164. Universitas Hasanudin[Internet]. [diunduh
Kementerian Koperasi dan UKM. 2014. Perkem- 2016 Nov 7]; Tersedia pada: http://reposi-
bangan data Usaha Mikro, Kecil, Menengah tory.unhas.ac.id/handle/123456789/4299.
(UMKM) dan Usaha Besar (UB) tahun 2012 Tamba, H., T. Syarif dan M.A. Nakolas. 2013.
- 2013. [Internet]. [diunduh 2017 Jan 9]; Kajian Kinerja Dana Bergulir LPDB
Tersedia pada: http://www.depkop.go.id/ KUMKM. Jurnal Pengkajian Koperasi dan
berita-informasi/data-informasi/data- UKM: Jurnal. [Internet]. [diunduh 2016 Sep
umkm/. 22]; Tersedia pada: http://www.jurnal.
_________. 2011. Rencana Strategis Kementerian smecda.com/index.php/pengkajiankukm/ar
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ticle/view/89/83.
Republik Indonesia Tahun 2010-2014.
Jakarta.
Kristiansen, S., B. Furuholt & F. Wahid. (2003).
Internet cafe entrepreneurs: pioneers in
information dissemination in Indonesia. The
International Journal of Entrepreneurship
and Innovation, 4(4): p251-263.

TRISNOJUWONO ET AL Manajemen IKM