Anda di halaman 1dari 7

Dalam geometri, jarak berarti panjang ruas garis terpendek antara dua objek geometri.

Berdasarkan kedudukan objek dalam ruang, kajian jarak dalam ruang terdiri atas:

A. Jarak antar dua titik dalam ruang

Jarak antara titik A dan titik B adalah panjang ruas garis AB.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut.
Contoh 1:
Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 4 cm terdapat titik P di tengah-tengah
AB. Tentukan jarak titik G ke titik P!

Penyelesaian:
1 1
𝑃𝐵 = 𝐴𝐵 = (10) = 5 cm
2 2
𝐵𝐺 = √𝐵𝐶 2 + 𝐶𝐺 2
𝐵𝐺 = √102 + 102
𝐵𝐺 = √100 + 100
𝐵𝐺 = √200

𝑃𝐺 = √𝑃𝐵 2 + 𝐵𝐺 2
𝑃𝐺 = √52 + (√200)2
𝑃𝐺 = √25 + 200
𝑃𝐺 = √225
𝑃𝐺 = 15 cm

B. Jarak antara titik dan garis

Jarak antara titik A dan garis g adalah panjang ruas garis AA1.
Contoh2:

Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 10 cm, tentukanlah jarak titik


C ke garis AG!
Penyelesaian:
𝐴𝐶 = 𝐵𝐺 = √200 = 10√2
𝐴𝐺 = √𝐴𝐶 2 + 𝐶𝐺 2
𝐴𝐺 = √(√200)2 + 102
𝐴𝐺 = √200 + 100
𝐴𝐺 = √300
𝐴𝐺 = √3 × 100
𝐴𝐺 = 10√3
Pada segitiga ACG berlaku:

1 1
𝐿 = 𝐴𝐶. 𝐶𝐺 𝐿 = 𝐴𝐺. 𝐶𝑃
2 2
1 1
𝐿 = (10√2).10 𝐿 = (10√3). 𝐶𝑃
2 2
𝐿 = 50√2 ……….(i) 𝐿 = 5√3 𝐶𝑃 ……….(i)
Dari persamaan (i) dan (ii):
50√2 = 5√3 𝐶𝑃
10√2
𝐶𝑃 =
√3
10√2 √3
𝐶𝑃 = ×
√3 √3
10√6
𝐶𝑃 =
3
10
𝐶𝑃 = √6
3
10
Jadi jarak titik C ke garis AG adalah 3
√6 cm.

C. Jarak antara titik dan bidang

Jarak antara titik A dan bidang 𝜶 adalah panjang ruas garis AA1.
Contoh3:

Contoh:
Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 10 cm terdapat titik P
ditengah-tengah AE. Tentukanlah jarak titik P ke bidang BDHF

Penyelesaian:

𝐵𝐺 = 𝐸𝐺 = 10√2
1
𝑃𝑅 = 2
𝑃𝑄
1 Jadi jarak titik P ke bidang BDHF adalah 5√2 cm
𝑃𝑅 = 2 10√2
𝑃𝑅 = 5√2
D. Jarak antara dua garis sejajar

Jarak antara garis g dan garis l adalah ruas garis AA 1,


dimana A terdapat pada garis g dan A1 terdapat pada
garis l.

Contoh 4:

Pada kubus ABCD.EFGH di samping, tentukanlah jarak antara


ruas garis AB dan GH!
Penyelesaian:
Jarak antara garis AB dan GH adalah ruas garis BG.

𝐵𝐺 = √𝐵𝐶 2 + 𝐶𝐺 2
𝐵𝐺 = √122 + 122
𝐵𝐺 = √144 + 144
𝐵𝐺 = √288
𝐵𝐺 = √144 .2
𝐵𝐺 = 12√2
Jarak antara garis AB dan GH adalah 12√2 cm.
E. Jarak antara dua garis bersilangan tegak lurus

Jarak antara garis g dan l yang bersilangan adalah panjang


ruas garis AA1, dimana A pada g dan A1 pada l sehingga
AA1 tegak lurus g dan AA1 tegak lurus l

Contoh 5:
Sebuah kubus ABCD.EFGH memiliki panjang rusuk
12 cm. Tentukan jarak BG dan CE.
Penyelesaian:
Garis BG tegak lurus dengan garis CE. Kita pilih
bidang melalui BG dan tehak lurus CE yaitu bidang
BDG yang memotong CE di titik P, sehingga jarak
BG ke CE sama saja dengan jarak titik P ke BG atau
panjang PQ.

Perhatikan ∆𝐺𝑁𝐶, panjang 𝐺𝑁:

𝐺𝑁 = √𝐶𝑁 2 + 𝐶𝐺 2
𝐺𝑁 = √(6√2)2 + 122
𝐺𝑁 = 6√6
Perhatikan ∆𝐺𝑁𝐶, luasnya:
1 1
𝑁𝐶 . 𝐶𝐺 = 𝐺𝑁 . 𝑃𝐶
2 2
𝑁𝐶 . 𝐶𝐺 = 𝐺𝑁 . 𝑃𝐶
6√2 .12 = 6√6 𝑃𝐶
12√2
𝑃𝐶 =
√6
𝑃𝐶 = 4√3

Perhatikan ∆𝐺𝑃𝐶

𝐺𝑃 = √𝐶𝐺 2 − 𝑃𝐶 2 = √122 − (4√3 )2 = 4√6

Perhatikan ∆𝐺𝑁𝐵
∆𝐺𝑃𝑄 sebangun dengan ∆𝐺𝑁𝐵, sehingga perbandingan sisi-sisi yang bersesuain sama yaitu:
𝑃𝑄 𝐺𝑃
=
𝑁𝐵 𝐺𝐵
𝑃𝑄 4√6
=
6√2 12√6
𝑃𝑄 4√6
=
1 2
𝑃𝑄 = 2√6
Jadi jarak BG dan CE adalah 2√6 cm.

F. Jarak antara dua garis bersilangan tidak tegak lurus

Jarak garis g dan l bersilangan tidak tegak lurus.


Langkah-langkah menentukan jarak kedua garis g dan
l yaitu:
1. Buat bidang W melalui garis g dan sejajar garis l.
2. Pilih sembarang satu titik pada garis l, misalkan
titik P
3. Jarak g ke l = jarak titik P ke bidang W.

Contoh 6:
Pada kubus ABCD.EFGH yang memiliki panjang rusuk 6 cm,
tentukanlah jarak CH dan BD!
Penyelesaian:
 Garis CH dan BD bersilangan tidak tegak lurus. Kita buat
bidang melalui CH sejajar BD yaitu bidang CFH. Sehingga
jarak yang kita hitung sama saja dengan jarak garis BD ke
bidang CFH. Untuk memudahkan kita pilih titik P ditengah-
tengah BD, sehingga jaraknya sama dengan jarak P ke
bidang CFH. Kita buat bidang melalui titik P dan tegak
lurus bidang CFH yaitu bidang ACGE yang berpotongan
dengan bidang CFH di garis CM, sehingga jaraknya
sekarang sama dengan jarak P ke garis CM yaitu panjang
PQ.
 Untuk memudahkan menghitung jarak P ke CM, kita hubungkan titik P ke M dan ke C
sehingga terbentuk segitiga CPM yang siku-siku di P.
 Perhatikan ∆𝐶𝐺𝑀

𝐶𝑀 = √𝐺𝐶 2 + 𝐺𝑀2 = √62 + (3√2)2 = 3√6


1
Panjang 𝑃𝐶 = 2 𝐴𝐶 = 3√2 dan PM = 6
 Perhatikan ∆𝐶𝑃𝑀 dengan konsep luas ∆𝐶𝑃𝑀:
1 1
𝑃𝐶 . 𝑃𝑀 = 𝐶𝑀 . 𝑃𝑄
2 2
3√2 .6 = 3√6 . 𝑃𝑄
6 = √3 . 𝑃𝑄
6
𝑃𝑄 = = 2√3
√3
Jadi jarak CH dan BD adalah 2√3 cm

G. Jarak antara garis dan bidang yang sejajar

Jarak antara garis g dan bidang V yang saling sejajar adalah


panjang ruas garis AA1, dimana A adalah titik sembarang pada
g dan A1 adalah proyeksi A pada bidang V.

Contoh: Pada kubus ABCD.EFGH dengan rusuk 8 cm tentukanlah jarak


garis ADHE dan bidang BCGF

Penyelesaian:

Jarak ADHE dan BCGF = AB = 8 cm

H. Jarak antara dua bidang yang sejajar

Jarak antara bidang V dan W yang saling sejajar adalah


panjang ruas garis AA1, dimana A adalah titik sembarang pada
V dan A1 adalah proyeksi A pada bidang W.

Untuk lebih jelasnya ikutilah contoh soal berikut:

Contoh 7:
Pada kD.EFGH dengan rusuk 6 cm, tentukanlah jarak bidang BDG
dan bidang AFH!
Penyelesaian:
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝐵𝐷𝐺 𝑑𝑎𝑛 𝐴𝐹𝐻 = 𝑃𝑄
1
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝐵𝐷𝐺 𝑑𝑎𝑛 𝐴𝐹𝐻 = 𝐸𝐶
3
1
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝐵𝐷𝐺 𝑑𝑎𝑛 𝐴𝐹𝐻 = (6√3 )
3
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘 𝐵𝐷𝐺 𝑑𝑎𝑛 𝐴𝐹𝐻 = √3
Jadi jarak bidang BDG dan bidang AFH adalah √3 cm.
Perhatikan contoh soal nomor 5, 6, dan 7 di atas, kesulitan utamanya adalah menentukan
bidang yang dimaksud sehingga membutuhkan imajinasi yang tinggi untuk bisa menjawab
soal-soal ini. Nah sebagai alternative penyelesaian lainnya maka saya menawarkan solusi
agar menguasai materi prasyarat (konsep segitiga) dan agar lebih mudah lagi dalam
menyelesaikan soal tentang konsep jarak dalam dimensi ruang ada baiknya jika kita
menggunakan kerangka bangun ruang dan benang sebagai alat peraga.