Anda di halaman 1dari 1

Stupa Candi Borobudur

Stupa adalah lambang dari agama Buddha yang berbentuk mangkuk terbalik, dengan
bentuk persegi empat dan atau segi delapan (harmika), serta bentuk tongkat di atasnya. Stupa
pada Candi Borobudur juga sering disebut berbentuk genta atau lonceng.

Stupa pada Candi Borobudur terdiri dari stupa induk, stupa teras dan stupa-stupa kecil
sebagai ornamen tubuh candi atau pagar langkan. Stupa induk adalah stupa utama/stupa puncak
yang paling besar di antara supa teras lainnya. Stupa induk tidak berlubang dan mempunyai garis
tengah 9,90 meter dan tinggi 7 meter. Di dalam stupa induk ini terdapat rongga yang ketika
ditemukan dalam keadaan kosong (Alvarez, 2003). Hal ini menjadi perdebatan di kalangan para
ahli. Ada yang berpendapat bahwa rongga tersebut dahulunya merupakan ruangan untuk tempat
menyimpan arca atau relik (peninggalan-peninggalan yang dianggap suci; benda-benda, pakaian,
tulang belulang Sang Buddha, arhat dari bhiksu terkemuka). Sebagian lagi berpendapat bahwa
rongga dalam stupa ini memang kosong, mengingat bahwa stupa pada tingkat arupadhatu
menyimbolkan unsur tak berwujud.

Pada puncak stupa, biasanya terdapat chattra yang merupakan payung bersusun tiga.
Secara filosofi keagamaan memang ada bentuk seperti ini,misalnya di Bodh Gaya. Dalam kajian
Balai Konservasi Borobudur baru-baru ini dinyatakan bahwa prosentase batu asli di rekonstruksi
chattra oleh van Erp yang saat ini berada di Museum Borobudur adalah 42% (tanpa
memperhitungkan fragmen batu di Museum Borobudur dan werk keet). Dalam Focus Group
Disscussion pada 2-3 Februari 2018 lalu, disarankan bahwa kajian tentang chattra masih perlu
dilanjutkan kembali untuk memastikan unsur otentisitas dalam pemugaran cagar budaya.

Gagasan mengenai chattra Candi Borobudur dikemukakan pertama kali oleh van Erp pada
tahun 1931. Gagasan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk rekonstruksi stupa utuh
dengan tiga susun chattra dan ditambah susunan batu sebanyak 9 lapis di bawahnya. Namun
karena oleh beberapa ahli keberadaan chattra ini diragukan, maka rekonstruksi van Erp saat ini
tidak dipasang pada Candi Borobudur. Saat ini chattra masih dapat dilihat di Museum Borobudur
di area Taman Wisata Candi Borobudur.

Di bawah bentuk chattra terdapat susunan batu berbentuk tongkat yang dinamakan yasti.
Di bawah yasti terdapat harmika. Harmika adalah bagian antara badan dan puncak stupa.
Harmika pada Candi induk mempunyai dua bentuk, yaitu persegi empat dan persegi delapan.
Pada stupa-stupa teras melingkar, bagian harmika pada teras I dan II (bawah) berbentuk kotak,
sedangkan pada stupa teras III (atas) berbentuk persegi delapan.