Anda di halaman 1dari 10

EFEK HALL

LAPORAN AWAL

FITRI NUR ALVIDA


140310160030

PROGRAM STUDI FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................ i

BAB I .......................................................................................................................1

1.1 Latar Belakang ..........................................................................................1

1.2 Tujuan Penelitian.......................................................................................1

BAB II ......................................................................................................................2

2.1 Efek Hall ....................................................................................................2

2.2 Medan Magnet ...........................................................................................3

2.3 Gaya Lorentz .............................................................................................4

BAB III ....................................................................................................................5

3.1 Rencana Perancangan Algoritma Penelitian .............................................5

3.2 Membuat Kurva Kalibrasi IB-B .................................................................6

3.3 Perubahan Tegangan Hall .........................................................................6

DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................8

i
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Efek Hall adalah peristiwa membeloknya arus listrik dalam pelat konduktor
karena adanya pengaruh medan magnet. Peristiwa ini pertama kali ditemukan oleh
ilmuwan bernama Dr Edwin Hall pada tahun 1879. Beliau menemukan bahwa jika
medan magnet sebuah magnet akan tegak lurus dengan suatu permukaan pelat emas
yang dialiri arus. Sehingga terbentuk beda potensial pada ujung-ujung pelat yang
saling berlawanan.

Prinsip utama efek Hall adalah gaya Lorentz. Gaya Lorentz akan terjadi ketika
sebuah bahan konduktor berbentuk pelat dan diberi medan magnet yang dialiri arus
listrik. Permukaan atas pelat konduktor tersebut akan sejajar dengan muatan positif
yang arahnya ke atas, sedangkan bagian bawah konduktor akan sejajar dengan
muatan negative yang mengarah ke bawah. Oleh karena itu akan timbul medan
listrik dan beda potensial pada penghantar.

Setiap bahan konduktor dan semikonduktor akan memiliki konstanta Hall


yang berbeda. Hal ini dikarenakan jenis pembawa muatan yang berbeda. Dalam
praktikum ini akan ditentukan konstanta Hall dan konsentrasi pembawa muatan
pada bahan perak dan tungsten (wolfram).

1.2 Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konstanta Hall dan
konsentrasi pembawa muatan pada bahan perak dan tungsten.

1
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Efek Hall


Efek Hall ditemukan oleh Edward H.Hall, yang menyatakan bahwa apabila
konduktor yang dialiri arus listrik (I) diletakkan di dalam medan magnet (B) yang
tegak lurus terhadap arah aliran arus tersebut, maka pembawa muatan yang
bergerak pada konduktor tersebut akan mengalami pembelokan oleh medan magnet
tersebut. Akibat dari proses tersebut akan terjadi penumpukan muatan pada sisi-sisi
konduktor tersebut setelah beberapa saat. Penumpukan muatan tersebut dapat
menyebabkan sisi tersebut menjadi lebih elektropositif ataupun elektonegatif
bergantung pada pembawa muatannya. Perbedaan muatan disetiap sisi-sisinya
mengakibatkan perbedaan tegangan di keduanya, tegangan pada peristiwa tersebut
dikenal sebagai tegangan Hall (𝑉𝐻 ). (Nave, 2013)

Gambar 2.1 Efek Hall pada pembawa muatan negative (kiri) dan pada pembawa
muatan positif (kanan).
sumber: http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/magnetic/Hall.html

Pembelokan muatan dipengaruhi oleh Gaya Lorentz yang bekerja pada


sistemnya dan dapat diketahui arah pembelokan tersebut dengan menggunakan
kaidah tangan kanan. Persamaan gaya magnetnya dapat dituliskan sebagai berikut:

𝐹 = 𝑞𝑣̅ × 𝐵̅ ……………………………………………………………………(1)

Keterangan :
F = Gaya Lorentz
q = Muatan partikel

2
v = Kecepatan gerak q
B = Medan magnet

Tegangan Hall yang terukur dapat bernilai positif (+) atau negative (-)
bergantung dari pembawa muatan yang dominan. Potensial Hall dapat di hitung
dengan persamaan :

𝑉𝐻= 𝐼𝐵 ……………………………………………………………………………(2)
𝑞𝑛𝑑

Dengan

𝑅𝐻= 1 …………………………………………………………………………….(3)
𝑛𝑞

Keterangan :

𝑉𝐻 = Tegangan Hall
I = Arus
B = Medan magnet
q = Pembawa muatan
n = Jumlah q per unit volume
d = Tebal konduktor

𝑅𝐻 = Koefisien Hall

2.2 Medan Magnet


Medan magnet adalah ruang di sekitar magnet dimana jika benda-benda lain
yang diletakkan dalam ruangan magnet tersebut akan mengalami gaya magnetik.
Gaya magnetik dapat ditimbulkan oleh benda-benda yang bersifat magnetik dan
arus listrik yang bergerak. Medan magnetik dapat digambarkan dengan garis-garis
khayal yang dinamakan dengan garis-garis medan atau garis-garis gaya yang keluar
dari kutub utara masuk ke kutub selatan, kutub yang sejenis akan tolak-menolak
dan yang berlawanan jenis akan tarik menarik.
Berdasarkan sifat kemagnetan bahan terhadap tarikan dan tolakan garis gaya
magnetik luar, dibedakan atas tiga digolongkan yaitu:

1. Feromagnetik yaitu bahan yang sangat kuat menarik garis-garis gaya


megnetik luar, contohnya : Besi, Nikel, Kobalt dan Baja.

3
2. Paramagnetik yaitu bahan yang sedikit menarik garis-garis magnetik luar,
contohnya : Aluminium, Platina, dan kayu.
3. Diamagnetik yaitu bahan yang sedikit menolak garis-garis gaya magnet,
contohnya : Timah, Bismut dan Seng.

Sifat magnet bahan sebagian besar berasal dari gerakan orbital elektron dan
besaran internal yang dikenal sebagai spin. Arus yang terbentuk loop menghasilkan
momen magnet 0. Akibat adanya gerakan orbital elektron umumnya atom-atom
memiliki momen dipol magnet permanen (Beiser,1990). Besaran ini dan spin
elektron yang sangat berperan dalam menentukan sifat magnetik bahan. Bahan yang
mempunyai momen dipol magnet permanen dibedakan atas paramagnetik dan
feromagnetik berdasarkan besar kecilnya respon bahan terhadap magnet luar.
Respon akan besar jika antara momen dipol ada interaksi yang menyearahkan satu
sama lain. Pada keadaan normal (tanpa medan magnet luar) momen dipol magnet
dalam bahan paramagnetik berarah acak sehingga jumlah vektor momen dipol
magnet dalam seluruh bahan praktis berharga nol. Pada bahan feromagnetik jika
sebelumnya pernah mengalami medan magnet luar, maka jumlah momen
magnetnya nol (Soedojo, 1998).

2.3 Gaya Lorentz


Apabila sebuah muatan q bergerak dalam medan listrik (E) dan medan magnet
(B) dengan kecepatan (v), maka muatan akan mengalami gaya yang disebut dengan
Gaya Lorentz (Johannes, 1978). Gaya Lorentz memenuhi persamaan :

𝐹 = 𝑞(𝐸 + 𝑣 × 𝐵)……………………………………………………………...(4)
Jika hanya ada medan magnet saja, maka Gaya Lorentz menjadi :

𝐹 = 𝑞𝑣 × 𝐵…………………………………………………………………...…(5)
Keterangan:
F = Gaya Lorentz (Newton)
q = Muatan-muatan listrik (C)
v = Kecepatan Partikel (m/s)
B = Medan magnet (Tesla)

4
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Rencana Perancangan Algoritma Penelitian


Pada bab ini akan dibahas mengenai tahapan perancangan penelitian, mulai
dari perancangan perangkat keras, metode yang digunakan, dan langkah – langkah
yang dilakukan. Langkah – langkah penelitian dapat dilihat pada diagram alir
penelitian pada Gambar 3.1

Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian

Berikut adalah penjelasan Gambar 3.1 tentang rancangan diagram alir


penelitian yang dilakukan:

1. Tahap pertama adalah inisiasi perancangan instrumen (perakitan/


penyusunan) yang meliputi sensor – sensor dan barang barang yang akan
digunakan lalu mulai menghidupkan alat.

2. Kedua, menunda sejenak sampai terjadi peristiwa induksi magnet dari lilitan
kawat oleh arus listrik pada instrumen.
3. Ketiga, peristiwa tersebut ditangkap atau diterima oleh sensor.

5
4. Keempat, hasil perhitungan dioleh dan diproses.

5. Kelima, hasil pengukuran akan ditampilkan oleh LCD alat ukur, baik itu
multimeter, microvoltmeter ataupun teslameter.

6. Terakhir adalah penulisan hasil dan pembahasan serta kesimpulan dari


penelitian

3.2 Membuat Kurva Kalibrasi IB-B


Pengukuran arus IB dan medan magnet (B) dilakukan tanpa sampel. Nyalakan
teslameter dan sumber arus 10 A yang dihubungkan ke coil. Tempatkan probe
tangensial di tengah-tengah coil, usahakan kedudukannya konstan, misalkan
dengan memakai statip. Ubahlah harga arus sehingga didapatkan variasi medan
magnet. Catatlah setiap perubahan medan magnet untuk setiap variasi nilai arus,
sehingga didapatkan data korelasi antara pasokan arus dengan besarnya medan
magnet yang dihasilkan.

Gambar 3.2 Rangkaian eksperimental Efek Hall

3.3 Perubahan Tegangan Hall


Bahan yang diamati dihubungkan dengan sumber arus konstan, kemudian
ditempatkan pada medan magnet yang arahnya tegak lurus terhadap arus yang
mengalir pada bahan yang diuji tersebut. Tegangan Hall yang terjadi diukur dengan
microvoltmeter. Ubahlah harga-harga arus, sehingga didapatkan satu set data yang
menggambarkan perubahan Hall terhadap arus pada medan magnet tetap.

Untuk Mengukur UH sebagai fungsi dari kuat medan B pada arus bahan IB
konstan, lakukan langkah-langkah seperti di atas. Variasikan nilai-nilai medan
magnet sehingga didapatkan satu set data yang menggambarkan perubahan
tegangan Hall terhadap medan magnet pada arus bahan yang bernilai konstan.
Percobaan di atas dilakukan untuk variasi arus IB sebesar 5 A, 8 A dan 10A.

6
BAB IV
TUGAS PENDAHULUAN

4.1 Tugas Pendahuluan


1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan efek Hall?
Jawaban : Efek Hall merupakan peristiwa dimana ketika arus listrik (I)
mengalir pada sebuah bahan logam dan logam tersebut memliki medan magnet
(B) yang tegak lurus dengan arus, maka pembawa muatan (charge carrier) yang
bergerak pada logam tersebut akan mengalami pembelokan oleh medan
magnet tersebut.

2. Bagaimanakah prinsip kerja dari induksi medan magnetic akibat adanya


arus yang mengalir pada kumparan?
Jawaban : Induksi elektromagnetik adalah gejala timbulnya gaya gerak listrik
di dalam suatu kumparan/konduktor bila terdapat perubahan fluks magnetik
pada konduktor tersebut atau bila konduktor bergerak relatif melintasi medan
magnetik. Prinsip kerjanya yaitu menghasilkan arus listrik induksi dengan cara
memutar kumparan diantara kutub utara-selatan magnet, sehingga akan terjadi
perubahan fluks magnetik, yang menghasilkan arus induksi.

3. Berdasarkan kajian literatur berapakah nilai/jumlah pembawa muatan


pada bahan perak (Ag), tungsten (W) dan seng (Zn)?
Jawaban : -
Perak (Ag) = 0.60X1028 m-3
Tungsten (W) = 5,29X1028 m-3

4.2 Simulasi Percobaan yang Akan Dilakukan (Untuk Instrumentasi, Lihat


LK)
Tampilan

Analisis Sementara:

7
DAFTAR PUSTAKA

Beiser. (1990). Konsep Fisika Modern Edisi ke-4. Jakarta: Erlangga.

Griffith, D. (1980). Introduction to Electrodynamics 2 Ed., Pretice Hall. New

Jersey: Englewood Clift.

H, J. (1978). Listrik dan Magnet. Jakarta: Balai Pustaka.

Nave, R. (2013, Januari 10). Dipetik Maret 6, 2019, dari http://hyperphysics.phy-

astr.gsu.edu/hbase/magnetic/Hall.html

Soedojo, P. (1998). Azas- Azas Ilmu Fisika Jilid 2. Yogyakarta: UGM.

Sutrisno. (1987). Elektronika Teori Dasar dan Penerapannya. Bandung: ITB.