Anda di halaman 1dari 32

RANCANGAN AKTUALISASI HABITUASI

OPTIMALISASI PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT


PADA POLI GIGI UPT PUSKESMAS TALEGONG
KABUPATEN GARUT

Oleh :
DHONY FIRMANSYAH
201904073447

Peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar CPNS


Angkatan II Tahun 2019

LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI


PUSAT PENDIDIKAN ADMINISTRASI
TAHUN 2019
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
PUSAT PENDIDIKAN ADMINISTRASI

PENJELASAN COACH
TENTANG KEMAMPUAN PESERTA

Nama Peserta Diklat : Dhony Firmansyah


Nosis : 201904073447

Saya menilai peserta Sangat Mampu / Mampu /


Kurang Mampu / Tidak Mampu melaksanakan
Perencanaan Inovasi / Manajemen Perubahan,
dengan penjelasan sebagai
berikut :…………………………………………………
…………………………………………………………
…………………………………………………………
…………………………………………………………
…………………………………………………………
…………………………………………………………
…………………………………………………………
…………………………………………………………
…………………………………………………………
…………………………………………………………
……………………….................................................
........

Bandung, April 2019

Coach
Rendroko Buwono, S.Pd
AKBP NRP 67040035

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
rancangan laporan habituasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara
(ASN) Perawat Gigi Terampil di Puskesmas Talegong. Penyusunan
rancangan aktualisasi dan habituasi ini merupakan tahapan sebagai syarat
menyelesaikan Latihan Dasar calon pegawai negeri sipil golongan II. Dalam
penyusunan Rancangan aktualisasi dan habituasi ini, penulis mendapatkan
banyak pengarahan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak yang
tentunya memberikan kelancaran dalam penulisan karya tulis ilmiah ini. Oleh
karena ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada :
1. KOMBESPOL Drs. Bobyanto, I.O.R. ADOE selaku Kepala Pusat
Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polisi
Republik Indonesia;
2. AKBP Mohamad Rois, S. Ik,M. Si, selaku Wakil Kepala Pusat
Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polisi
Republik Indonesia;
3. AKBP Dr. Hanjaya Fatah, S.Pd., M.M.Pd selaku Kepala Bagian
Pendidikan dan Pelatihan
4. AKBP Grace K Rahakbau, S.Ik, M. Si selaku Kepala Bagian Tenaga
Pendidik
5. AKBP Drs Kasman Hindriana,S.H., M.M.Pd, selaku kepala bagian
Bimbingan Siswa
6. AKBP Rendroko Bhuwono, S.Pd selaku Coach yang membimbing,
mengarahkan dan motivasi penulis;
7. Bapak Jakaria,S. SOS,SKM selaku Mentor yang membimbing dan
memotivasi penulis;

ii
8. Ibu Nenden dan alamrahum Bapak Uci Sanusi selaku orangtua penulis
yang selalu mendoakan, memberi arahan dan kasih sayang yang tidak
terhingga;
9. Rekan seperjuangan Peleton C yang selalu semangat dalam
menjalani Latsar CPNS Gelombang II;
Dalam penyusunan Laporan habituasi ini, penulis mengharapkan kritik
dan saran yang membangun karena Laporan habituasi ini masih jauh dari
sempurna. Semoga Allah SWT. membalas semua amal kebaikan kita semua,
serta Laporan habituasi ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan
umumnya bagi yang berkepentingan.

Bandung, April 2019

Penulis

iii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………... i
KATA PENGANTAR…………………………………………………. ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………... iv
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………... 1
A. Latar Belakang (Pengantar Isu)……………………………... 1
1. Gambaran Umum Organisasi……………………………. 3
2. Visi dan Misi Organisasi…………………………………... 6
3. Tugas dan Fungsi Organisasi……………………………. 6
a. Tugas Dinas Kesehatan……………………………… 6
b. Fungsi Dinas Kesehatan…………………………….. 7
4. Tugas dan Fungsi Unit Kerja……………………………... 8
a. Tugas Puskesmas……………………………………. 8
b. Fungsi Puskesmas……………………………………. 8
c. Tupoksi Perawat Gigi…………………………………. 9
5. Struktur Organisasi………………………………………… 13
B. Tujuan………………………………………………………….. 14
C. Manfaat………………………………………………………… 14
BAB II KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI…………… 17
A. Rancangan Kegiatan Aktualisasi……………………………. 17
B. Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi……………… 25
BAB III PENUTUP…………………………………………………… 28
A. Simpulan ……………………………………………………… 28
B. Saran ………………………………………………………….. 28

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berdasarkan Undang-undang ASN no.5 tahun 2014, Aparatur Sipil
Negara (ASN) merupakan profesi bagi pegawai negeri sipil dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah. ASN memiliki tiga peran utama, yaitu: sebagai
pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan
pemersatu bangsa. Dalam hal ini, dapat dikatakan ASN berperan
penting dalam menentukan keberhasilan pemerintahan. Untuk itu,
setiap ASN dituntut harus memiliki integritas yang tinggi, bertindak
sesuai dengan nilai dasar dan kode etik ASN serta memiliki integritas,
profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik
korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan
pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran
sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945.
Hal ini ditegaskan dalam peraturan Lembaga Administrasi Negara
Nomor 39 Tahun 2014 tentang pedoman penyelenggaraan pelatihan
dasar calon pegawai negeri sipil Golongan I dan II. Dalam sistem
penyelengaraan pelatihan dasar calon PNS memadukan pembelajaran
klasikal dan non-klasikal di tempat pelatihan lain dan di tempat kerja
sehingga memungkinkan peserta mampu menginternalisasi,
menerapkan, serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi).

1
2

Upaya kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas adalah upaya


kesehatan gigi dasar paripurna yang ditujukan kepada individu,
keluarga, dan masyarakat berpenghasilan rendah khususnya
kepada kelompok masyarakat yang rawan terhadap penyakit gigi
dan mulut. Perawat gigi puskesmas yang merupakan salah satu
unsur ASN dalam bidang kesehatan gigi sangat perlu untuk bersikap
profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya dalam
peningkatan kesehatan gigi dan mulut yang berupa kegiatan
pencegahan penyakit gigi dan mulut (preventive), memberikan
informasi kesehatan gigi dan mulut (promotif) serta tindakan
pengobatan sederhana (kuratif), sehingga mengoptimalkan derajat
kesehatan masyarakat sekitar. Sebagai pusat kesehatan gigi
masyarakat yang berada di garda terdepan, puskesmas, perawat
gigi, dituntut untuk memberikan pelayanan prima. Hal ini sejalan
dengan Visi Indonesia Sehat 2020, yaitu pelayanan kesehatan yang
bermutu, adil, dan merata merupakan unsur pokok dalam
pembangunan nasional.
Upaya kesehatan gigi dan mulut di pusat kesehatan
masyarakat desa masih sangat kurang karena belum tersedianya
peralatan yang memadai, begitu pula pada UPT Puskesmas
Talegong Kabupaten Garut, sebelumnya pelayanan kesehatan gigi
dan mulut belum terlalu baik karena tidak adanya peralatan, namun
pada tahun 2018 alat – alat kedokteran gigi sudah cukup memadai,
sehingga perlu adanya pengelolaan serta perawatan alat dan
bahan agar selalu tersedia dan dapat bertahan lama, selain itu
masyarakat yang masih kurang mengetahui tentang pelayanan
yang bisa di dapatkan di poli gigi UPT Puskesmas Talegong
mengakibatkan sedikitnya masyarakat yang memeriksakan dan
mengobati keluhan gigi dan mulutnya, sehingga perlu adanya
informasi mengenai pelayanan yang tersedia.
3

Untuk itu, melalui kegiatan yang dirancang ini diharapkan


perawat gigi puskesmas, yang menjadi calon ASN, dapat
memberikan pelayanan prima, dapat menginformasikan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut serta melakuan perencanaan dan
perawatan alat serta bahan kedokteran gigi yang ada sebagai wujud
aktualisasi dari nilai-nilai dasar: akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu, dan anti korupsi. Sehingga, secara tidak
langsung dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.
Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik mangangkat isu
“Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Poli
Gigi UPT Puskesmas Talegong Kabupaten Garut”
1. Gambaran Umum Organisasi
Puskesmas Talegong merupakan salah satu puskesmas di
Kabupaten Garut. Terletak dibagian sebelah selatan Wilayah
kabupaten Garut 130 km kearah barat daya dari pusat
pemerintahan. Wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Talegong
meliputi 7 desa, yaitu:
- Desa Sukamulya
- Desa Sukamaju
- Desa Sukalaksana
- Desa Mekarmulya
- Desa Selaawi
- Desa Mekarmukti
- Desa Mekarwangi
a. Batas wilayah kerja Puskesmas Talegong :
- Sebelah Utara: Kecamatan Pangalengan Kabupaten
Bandung
- Sebelah Selatan: Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut
- Sebelah Barat: Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur
- Sebelah Timur: Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut
4

b. Jalur transportasi ke Puskesmas dan antar desa dapat dilalui


dengan kendaraan roda dua dan roda empat.

1.1 Gambar Peta Wilayah Kerja Puskesmas Talegong

c. Jumlah Pertumbuhan Penduduk


1) Jumlah Penduduk :
L = 16.138 jiwa
P = 15.732 jiwa
∑ = 31.870 jiwa
2) KK:10.530
3) Bumil: 620
4) Bulin:570
5) Buteki: 1.010
6) Neonatal: 527
7) Bayi: 519
8) Anak Balita: 2654
5

d. Penduduk Miskin
1.1 Tabel
Jumlah Penduduk Miskin
Di Wilayah Kerja Puskesmas Talegong Tahun 2017

Penduduk Miskin Jumlah KK


KK Miskin
Penduduk Yg memiliki kartu seluruhnya
Desa
seluruhnya berobat gratis
Jml % Jml %
Sukamulya 6.369 2512 40 1934 767 39
Sukamaju 5.821 2361 45 1919 820 42
Sukalaksana 5.671 2295 40 1935 741 38
Mekarmulya 3.545 1203 35 1225 510 41
Selaawi 4.267 1829 43 1390 535 38
Mekarmukti 3.868 809 21 1284 595 46
Mekarwangi 2.329 611 27 843 312 37
Total 31.870 11.620 37 10.530 4.280 40

e. Mata Pencaharian Penduduk


1) Petani
a) Pemilik tanah : 2437 orang
b) Penggarap tanah : 4709 orang
c) Buruh tani : 1317 orang
2) Nelayan :-
3) Pengusaha sedang/besar :-
4) Pengrajin / indrusti kecil : 55 orang
5) Buruh indrustri :-
6) Buruh bangunan : 255 orang
7) Buruh tambang :-
8) Buruh perkebunan (besar/kecil) : 351 orang
9) Pedangang : 781 orang
10) PNS : 211 orang
11) ABRI : 5 orang
12) Pensiunan ( PNS/ABRI) : 115 orang
13) Peternak
a) Sapi : 105 orang
b) Kerbau : 526 orang
6

c) Kambing : 631 orang


d) Domba : 1574 orang
e) Ayam : 1050 orang
f) Itik : 575 orang

2. Visi dan Misi Organisasi


Visi :
Terwujudnya pembangunan kesehatan masyarakat Menuju
talegong sehat 2020
Misi :
1. Menyelenggarakan pelayanan yang bermutu dan terjangkau
2. Menyegerakan masyarakat untuk hidup sehat melalui kegiatan
phbs ( pola hidup bersih sehat )
3. Menggerakan masyarakat dalam penelamatan kesehatan ibu
dan bayi
4. Meningkatkan kesehatan berbasis maasyarakat melalui desa
siaga
5. Meningkatkan pelayanan preventiv promotif kuratif dan
rehabilitatif
6. Meningkatkan institusi masyarakat untuk peduli terhadap
program kesehatan
3. Tugas dan Fungsi Organisasi
a. Tugas Dinas Kesehatan
Dinas Kesehatan mempunyai tugas pokok membantu
Gubernur dalam melaksanakan kewenanganan wajib
Pemerintahan dibidang kesehatan yang diserahkan kepada
Pemerintah Daerah sesuai dengan PP Nomor
38/2007,melaksanakan tugas dekonsentrasi dan tugas
pembantuan dibidang kesehatan sesuai dengan PP nomor 7/
2007, melaksanakan tugas lainnya yang dilimpahkan oleh
Gubernur sesuai dengan tugas-tugas Dinas Kesehatan.
7

b. Fungsi Dinas Kesehatan


Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut
di atas Dinas Kesehatan mempunyai fungsi:
1) Perumusan kebijakan teknis dibidang kesehatan sesuai
dengan kebijaksanaan yang ditetapkan Gubernur
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
2) Koordinasi penyusunan program pembangunan kesehatan,
pengolahan data dan informasi kesehatan serta penelitian
dan pengembangan kesehatan;
3) Pelaksanaan pengendalian dan pencegahan penyakit,
penanggulangan wabah dan kejadian luar biasa (KLB)
serta pembinaan penyehatan lingkungan;
4) Penyusunan perumusan dan penjabaran kebijakan teknis
pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan khusus;
5) Pengendalian kefarmasian dan alat kesehatan, makanan
dan minuman serta obat tradisional;
6) Pemberian registrasi, sertifikasi, lisensi dan akreditasi
terhadap tenaga kesehatan, teknologi kesehatan dan gizi
7) Pembinaan, pendayagunaan dan pengembangan sumber
daya kesehatan, teknologi kesehatan dan gizi;
8) Pembinaan promosi kesehatan, pemberdayaan kesehatan
masyarakan, Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Masyarakat ( JPKM ) dan komunikasi publik;
9) Pembinaan, pelayanan, pengawasan,
pengendalian,monitoring, evaluasi dan pelaporan
penyelenggaraan kesehatan;
10) Penyelenggaraan urusan kesekretariatan dinas;
11) Melaksanakan fungsi lainnya yang dilimpahkan oleh
Gubernur sesuai dengan fungsi Dinas Kesehatan;
4. Tugas dan Fungsi Unit Kerja
8

a. Tugas Puskesmas
Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan
kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan
kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung
terwujudnya kecamatan sehat.
b. Fungsi Puskesmas
Menurut Permenkes RI no 75 tahun 2014 tentang fungsi
puskesmas ada 3 (tiga) fungsi puskesmas yaitu: pusat
penggerak pembangunan berwawasan kesehatan yang berarti
puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau
penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh
masyarakat dan dunia Upaya di wilayah kerjanya, sehingga
berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan.
Disamping itu puskesmas aktif memantau dan melaporkan
dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program
pembangunan diwilayah kerjanya.
Dalam menyelenggarakan fungsi sebagaimana
dimaksud tersebut, Puskesmas berwenang untuk:
1) Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah
kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan
yang diperlukan;
2) Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan
kesehatan;
3) Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan
pemberdayaan
4) Masyarakat dalam bidang kesehatan;
5) Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan
menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat
perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan
sektor lain terkait;
9

6) Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan


pelayanan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat;
7) Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya
manusia Puskesmas;
8) Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan
kesehatan;
9) Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi
terhadap akses, mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan;
dan memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan
masyarakat, termasuk dukungan terhadap sistem
kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit.
c. Tupoksi Perawat Gigi
Dalam menjalankan praktik keprofesiannya, Terapis Gigi
dan Mulut memiliki wewenang untuk melakukan pelayanan
asuhan kesehatan gigi dan mulut meliputi:

Upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut;

1) Upaya pencegahan penyakit gigi;

2) Manajemen pelayanan kesehatan gigi dan mulut;

3) Pelayanan kesehatan dasar pada kasus kesehatan gigi


terbatas; dan

4) Dental assisting.

5) Asuhan kesehatan gigi dan mulut sebagaimana dimaksud


pada ayat (1) dilakukan melalui:

a) Pengkajian;
b) Penegakan diagnosa asuhan kesehatan gigi dan mulut;
c) Perencanaan;
d) Implementasi; dan
e) Evaluasi.
6) Promosi kesehatan gigi dan mulut kepada individu, keluarga,
kelompok, dan masyarakat;
10

7) Pelatihan kader kesehatan gigi dan mulut, guru serta dokter


kecil;
8) Pembuatan dan penggunaan media/alat peraga untuk
edukasi kesehatan gigi dan mulut; dan konseling tindakan
promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut.
9) Bimbingan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut untuk
individu kelompok dan masyarakat;
10) Penilaian faktor resiko penyakit gigi dan mulut;
11) Pembersihan karang gigi;
12) Penggunaan bahan/material untuk pencegahan karies gigi
melalui:
a) Pengisian pit dan fissure gigi dengan bahan fissure
sealant;

b) Penambalan Atraumatic Restorative Treatment/ART;


dan/atau

c) Aplikasi fluor;

13) Skrining kesehatan gigi dan mulut; dan

14) Pencabutan gigi sulung persistensi atau goyang derajat 3


dan 4 dengan lokal anastesi.
15) Pengendalian infeksi, hygiene, dan sanitasi klinik;
16) Manajemen program UKGS; dan
17) Manajemen program UKGM/UKGMD.
18) Pencabutan gigi sulung dan gigi tetap satu akar dengan
lokal anastesi
19) Penambalan gigi satu atau dua bidang dengan glass
ionomer atau bahan lainnya
20) Perawatan pasca tindakan
11

5. Struktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI
UPT PUSKEMAS TALEGONG

KEPALA PUSKESMAS
Atep Cahya, S.Kep KEPALA TATA USAHA
Erdi Komarudin Soleh, A.md.Kep

SISTEM INFORMASI
Yayan Rusyana

PJ UKM PJ UKP FARMASI DAN LAB PJ JARINGAN PELAYANAN


KEPEGAWAIAN
Rina Patmawati,S.ST Dr. Syahrul Dhapat Tua MBS Ujang Kusnadai, S.Kep
Ayi Sulaeman

UKM ESENSIAL & RUMAH TANGGA


UKM PENGEMBANGAN
PERKESMAS Rina Patmawati, S.ST

BENDAHARA
Neti Budiani,A.Md. Keb
12

B. Tujuan
Pendidikan dan pelatihan pra jabatan perawat gigi calon ASN
memiliki tujuan:
1. Untuk membentuk perawat gigi yang akuntabel, yaitu
bertanggung jawab penuh untuk melakukan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut masyarakat dengan baik dan maksimal.
2. Untuk membentuk perawat gigi yang melayani masyarakat
akat dengan jiwa nasionalisme
3. Untuk membentuk perawat gigi yang melayani masyarakat
dengan menerapkan etika publik
4. Untuk membentuk perawat gigi yang melayani masyarakat
dengan komitmen mutu, yaitu memberikan pelayanan yang
berkualitas
5. Untuk membentuk perawat gigi yang memiliki nilai anti korupsi
dalam melaksanakan tugas.
6. Untuk mengotimalisasi pengelolaan poli gigi UPT Puskesmas
Talegong.
C. Manfaat
1. Bagi Penulis
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan khususnya
tentang nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi), serta dapat
mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam pekerjaan
sehari-hari di satuan kerja.
13

2. Bagi Puskesmas
Dapat meningkatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut
yang terdapat di puskesmas, sehingga masyarakat dapat
percaya dan puas terhadap pelayanan yang diberikan serta
menjadi masukan untuk melakukan perubahan kearah yang lebih
baik, khususnya tentang aktualisasi nilai-nilai ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan
Anti Korupsi).
3. Bagi Masyarakat
Dapat mengetahui informasi mengenai pelayanan yang
tersedia pada poli gigi UPT Puskesmas Talegong serta puas
terhadap pelayanan yang didapatkan.
14

BAB II

KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

A. Kegiatan

Upaya kesehatan gigi dan mulut di pusat kesehatan


masyarakat desa masih sangat kurang karena belum tersedianya
peralatan yang memadai, begitu pula pada UPT Puskesmas
Talegong Kabupaten Garut, sebelumnya pelayanan kesehatan gigi
dan mulut belum terlalu baik karena tidak adanya peralatan,
namun pada tahun 2018 alat – alat kedokteran gigi sudah cukup
memadai, sehingga perlu adanya pengelolaan serta perawatan
alat dan bahan agar selalu tersedia dan dapat bertahan lama,
selain itu masyarakat yang masih kurang mengetahui tentang
pelayanan yang bisa di dapatkan di poli gigi UPT Puskesmas
Talegong mengakibatkan sedikitnya masyarakat yang
memeriksakan dan mengobati keluhan gigi dan mulutnya,
sehingga perlu adanya informasi mengenai pelayanan yang
tersedia
Rencana kegiatan yang akan diaktualisasikan oleh penulis,
dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
1. Melakuan Perencanaan Bahan Kedokteran Gigi
2. Melakukan Perawatan Alat Kedokteran Gigi
3. Melakukan Penyuluhan Chair Side Talk
4. Melakukan Sosialisasi Pelayanan Poli Gigi
5. Menilai Tingkat Kepuasaan Pelayanan Pasien Poli Gigi

13
15

Kegiatan 1
Melakukan Perencanaan Bahan Kedokteran Gigi
1. Tahapan Kegiatan
a) Mereview laporan pengeluaran bahan bulan lalu
b) Menyiapkan form perencanaan bahan
c) Menuliskan kebutuhan bahan
d) Memberikan laporan perencanaan kepada penanggung
jawab alat dan bahan Puskesmas
2. Hasil Kegiatan
Dengan terlaksananya perencanaan bahan dengan baik maka
akan selalu tersedianya bahan kedokteran gigi yang akan
mengefektifkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di
Puskesmas.
3. Nilai-nilai Dasar PNS
a) Akuntabilitas
Merupakan suatu kegiatan yang harus
dipertanggungjawabkan, jujur, sesuai dengan kondisi yang
sebenarnya, sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan
b) Komitmen mutu
Dilaksanakan dengan teliti dan cermat agar tidak
terjadi kesalahan serta dilakukan double check dengan teliti.
c) Anti Korupsi
Tidak melebih-lebihkan kebutuhan bahan dari yang
seharusnya untuk kepentingan pribadi.
4. Keterkaitan dengan Mata Diklat
Kegiatan ini berkaitan dengan mata diklat:
a) Pelayanan Publik
Kegiatan ini menjadi salah satu penunjang keberhasilan
pelaksanaan perawatan kesehatan gigi dan mulut pasien
16

b) Wog
Adanya kerjasama antara perawat gigi dengan penanggung
jawab alat serta bahan.
c) Manajemen ASN
Tersusun dan terencananya kebutuhan bahan perawatan
kesehatan gigi dan mulut dalam jangka waktu satu bulan
kedepan.
5. Keterkaitan dengan Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan ini terkait dengan misi organisasi dimana
menyelenggarakan pelayanan yang bermutu dan terjangkau,
sehingga dengan perencanaan dan penggunahan bahan yang
tepat dapat menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu.
6. Kontribusi terhadap Nilai-nilai Organisasi
Terciptanya pengelolaan bahan yang akurat untuk
perawatan kesehatan gigi dan mulut.
Kegiatan 2
Melakukan Perawatan Alat Kedokteran Gigi
1. Tahapan Kegiatan
a) Mengumpulkan alat instrument gigi yang terpakai
b) Mencuci alat instrument
c) Mengeringkan alat instrument
d) Mensterilkan alat instrument
e) Menyimpan alat instrument
2. Hasil Kegiatan
Dengan terlaksananya perawatan alat kedokteran gigi dengan
baik maka akan selalu terjaganya alat dari kontiminasi bakteri
serta alat dapat dipakai dalam jangka waktu yang panjang.
17

3. Nilai-nilai Dasar PNS


a) Akuntabilitas
Merupakan suatu kegiatan yang harus
dipertanggungjawabkan, dilakukan sesuai dengan tahapan
yang telah ada atau SOP yang berlaku.
b) Komitmen mutu
Dilaksanakan dengan teliti, cermat serta sesuai
standar agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatnya
rusaknya alat.
c) Anti Korupsi
Tidak melebih-lebihkan atau mengurangi bahan
perawatan dari yang seharunya dipakai.
4. Keterkaitan dengan Mata Diklat
Kegiatan ini berkaitan dengan mata diklat:
a) Pelayanan Publik,
Kegiatan ini menjadi salah satu penunjang keberhasilan
pelaksanaan perawatan kesehatan gigi dan mulut pasien
b) Wog
Adanya kerjasama antara perawat gigi dengan penanggung
jawab alat serta bahan.
c) Manajemen ASN
Terlaksananya perawatan kesehatan gigi yang sesuai SOP
dan standar yang berlaku.
5. Keterkaitan dengan Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan ini terkait dengan misi organisasi dimana
menyelenggarakan pelayanan yang bermutu dan terjangkau,
sehingga dengan perawatan alat kedokteran gigi yang tepat
dan sesuai SOP dapat menunjang pelayanan kesehatan yang
bermutu.
18

6. Kontribusi terhadap Nilai-nilai Organisasi


Terlaksananya perawatan alat-alat kedokteran gigi
sesuai dengan SOP dan standar yang berlaku sehingka
meningkatakan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Kegiatan 3
Melakukan Penyuluhan Chair Side Talk
1. Tahapan Kegiatan
a) Mempersiapkan materi penyuluhan
b) Memposisikan Dental Chair sehingga pasien merasa
nyaman
c) Meminta izin dan waktu untuk melakukan penyuluhan
d) Penyamapaian penyuluhan
e) Memberikan kesempatan bertanya kepada pasien
2. Hasil Kegiatan
Dengan terlaksananya penyuluhan dengan metode chair side
talk dengan baik dan sistematis maka pasien akan lebih
memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan
mulut.
3. Nilai-nilai Dasar PNS
a) Akuntabilitas
Kegiatan ini terdapat tanggung jawab atas materi yang
disampaikan sudah benar dan tepat serta dapat
dimengerti dan dipahami oleh pasien.
b) Nasionalisme
Dalam kegiatan ini tidak mebeda-bedakan pasien dalam
penyampaian dan pemberian penyuluhan.
c) Etika Publik
Menggunakan bahasa yang baik, mudah dimengerti,
sopan dalam memberikan informasi atau penjelasan
mengenai kesehatan gigi dan mulut
19

d) Komitmen Mutu
Materi yang diberikan sesuai dengan teori dan ilmu
kesehatan gigi dan mulut terkini serta dari sumber yang
terpercaya.
e) Anti Korupsi
Dalam pelaksannan penyuluhan tidak melebihi waktu yang
telah disepakati bersama pasien. Pasien tidak dikenakan
biaya atas jasa yang diberikan.
4. Keterkaitan dengan Mata Diklat
Kegiatan ini berkaitan dengan mata diklat:
a) Pelayanan Publik
Kegiatan ini berhubungan langsung dengan pasien dalam
memberikan informasi seputar kesehatan gigi dan mulut.
b) Manajemen ASN
Terlaksananya penyuluhan kesehatan gigi dan mulut yang
terencana dan sistematis sehingga meningkatkan
pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pasien.
5. Keterkaitan Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan ini terkait dengan misi organisasi dimana
menyelenggarakan pelayanan preventif kesehatan, sehingga
menambah pengetahuan pasien terhadap kesehatan gigi dan
mulut serta salah satu upaya pencegahan terjadinya penyakit
gigi dan mulut.
6. Kontribusi terhadap Nilai-nilai Organisasi
Terlaksanya penyuluhan kesehatan dengan metode chair side
talk sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya menjaga serta merawat kesehatan gigi dan mulut.
20

Kegiatan 4
Melakukan Sosialisasi Pelayanan Poli Gigi
1. Tahapan Kegiatan
a) Mempersiapkan materi sosialisasi
b) Meminta izin dan waktu untuk melaksanakan sosialisasi
c) Melaksanakan sosialisasi
d) Memberikan kesepatan pasien untuk bertanya
2. Hasil Kegiatan
Dengan terlaksananya sosialisasi di ruang tunggu pasien
baik dan sistematis maka pasien akan lebih memahami tentan
macam-macam pelayanan perawatan gigi yang terdapat di poli
gigi di UPT Puskesmas Talegong.
3. Nilai-nilai dasar PNS
a) Akuntabilitas
Bertanggung jawab terhadap kesesuiaan materi sosialisasi
yang disampaikan dengan pelayanan kesehatan gigi dan
mulut yang tersedia.
b) Nasionalisme
Tidak terdapat diskrimatif atau membeda-bedakan pasien
dalam cara menyampaikan sosialisai.
c) Etika Publik
Menggunakan bahasa yang baik, mudah dimengerti,
sopan dalam memberikan informasi atau penjelasan
mengenai kesehatan gigi dan mulut
d) Komitmen Mutu
Materi sosialisasi sudah disepakati oleh kepala puskesmas
dan sesuai dengan pelayanan yang tersedia.
e) Anti Korupsi
Dalam pelaksannan sosialisasi tidak melebihi waktu yang
telah disepakati bersama pasien serta pasien tidak
dikenakan biaya atas jasa yang diberikan.
21

4. Keterkaitan dengan mata diklat


Kegiatan ini berkaitan dengan mata diklat:
a) Pelayanan Publik
Kegiatan ini berhubungan langsung dengan masyarakat
dalam pemberian sosialisasi seputar pelayanan kesehatan
gigi dan mulut.
b) Wog
Adanya kerjasama antara perawat gigi dengan kepala
puskesmas dalam macam-macam pelayanan kesehatan
gigi dan mulut
c) Manajemen ASN
Terlaksanya sosialisasi dengan sistematis sesuai dengan
kaidah penyampaian yang berlaku.
5. Keterkaitan Visi dan Misi Organisasi
Kegiatan ini terkait dengan misi organisasi yaitu
menyelenggarakan pelayanan yang bermutu dan terjangkau,
sehingga dengan sosalisasi pelayanan yang telah dilakukan
masyarakat mengetahui pelayanan yang bisa didapatkan pada
poli gigi UPT Puskesmas Talegong.
6. Kontribusi terhadap Nilai-nilai Organisasi
Terlaksananya sosialiasi sehingga masyarakat
mengetahui pelayanan bermutu yang disediakan oleh poli gigi
UPT Puskesmas Talegong.
Kegiatan 4
Menilai Tingkat Kepuasaan Pelayanan Pasien Poli Gigi
1. Tahapan Kegiatan
a) Meminta izin kepada pasien untuk mengisi kuisioner
penilaian kepuasan dan mengisi kotak kepuasan sesuai
yang dirasakan pasien dalam pelayanan poli gigi.
b) Menjelaskan kepada pasien tata cara pengisian kuisioner
dan tata cara pengisian kotak saran.
22

c) Melakukan evaluasi terhadap hasi survey setiap 1 bulan


sekali
2. Hasil Kegiatan
Dengan adanya feedback dari pasien, dapat meningkatkan
kualitas pelayanan yang optimal sesuai harapan masyarakat.
3. Nilai-nilai Dasar ASN
a) Akuntabilitas
Sebagai tanggung jawab dalam menjalankan tugas,
sebagai saran transparansi antara pasien dengan petugas
pelayanan kesehatan dalam hal peningktan pelayanan.
b) Etika Publik
Menggunakan bahasa yang baik, mudah dimengerti dalam
memberikan informasi atau penjelasan tentang cara
pengisian kuisioner dan kotak saran.
c) Komitmen Mutu
Adanya alat penilai (kuisioner) dan kotak saran yang bisa
digunakan untuk evaluasi terhadap penilaian kepuasan
pasien terhadap pelayan yang diberikan.
d) Anti Korupsi
Dalam penilaian benar-benar berdasarkan apa yang
pasien rasakan dan alami selama mendapat pelayanan
bukan karena ada unsur lainnya.
4. Keterkaitan dengan mata Diklat
Dalam kegiatan ini terkait dengan mata diklat pelayanan publik,
karena perawat gigi berinteraksi langsung dengan pasien.
5. Keterkaitan dengan Visi Misi Organisasi
Dengan kegiatan ini bisa mewujudkan kualitas pelayanan poli
gigi yang optimal dari segi kepuasan pasien terhadap
pelayanan yang diberikan.
23

6. Keterkaitan terhadap Nilai-nilai Organisasi


Dengan adanya penilaian kepuasan pasien pada poli gigi,
maka akan menciptakan kualitas pelayanan yang diharapkan
pasien.
24

B. Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi


Bulan Mei 2019
Tanggal
Kegiatan
13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
Melakuan
Perencanaan
Bahan Kedokteran
Gigi
Melakukan
Perawatan Alat
Kedokteran Gigi
Melakukan
Penyuluhan Chair
Side Talk
Melakukan
Sosialisasi
Pelayanan Poli Gigi
Menilai Tingkat
Kepuasaan
Pelayanan Pasien
Poli Gigi

Ket : Hari Libur


25

Bulan Juni 2019


Tanggal
Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Melakuan Perencanaan
Bahan Kedokteran Gigi

Melakukan Perawatan Alat


Kedokteran Gigi
Melakukan Penyuluhan Chair
Side Talk
Melakukan Sosialisasi
Pelayanan Poli Gigi
Menilai Tingkat Kepuasaan
Pelayanan Pasien Poli Gigi

Ket : Hari Libur


26
BAB II
PENUTUP
A. Kesimpulan
Rancangan aktualisasi habituasi yang dibuat yakni
dilaksanakan dalam rangka mengatasi isu aktual organisasi yaitu
kurang optimalnya pengelolaan pelayanan kesehatan gigi dan
mulut pada UPT Puskesmas Talegong. Ide kreatif yang akan
disusun dalam rangka mengatasi hal tersebut yaitu pengoptimalan
pengelolaan poli gigi serta penilaian evaluasi terhadap kepuasan
pasien.
Adapun rancangan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan
dalam rangka menjawab isu yang terjadi di Poli Gigi UPT
Puskesmas Talegong yaitu melakuan perencanaan bahan
kedokteran gigi, melakukan perawatan alat kedokteran gigi,
melakukan penyuluhan chair side talk, melakukan sosialisasi
pelayanan poli gigi, menilai tingkat kepuasaan pelayanan pasien
poli gigi.
Dengan adanya pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan ada
perbaikan kualitas pengelolaan pelayanan poli gigi pada instansi
dan kegiatan tersebut akan menjadi suatu habituasi kedepannya,
sehingga masyarakat dapat merasakana pelayanan kesehatan gigi
dan mulut yang optimal
B. Saran
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, adapun saran yang
disampaikan penulis yaitu agar sekiranya pimpinan berkenan
memberikan perhatian dan mendukung untuk kegiatan rancangan
aktualisasi ini sehingga rancangan kegiatan dapat terlaksana
dengan baik untuk peningkatan pelayanan kesehatan gigi dan
mulut di UPT Puskesmas Talegong.

28

Anda mungkin juga menyukai