Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

“ANGKUTAN UMUM KHUSUS ATASI KEMACETAN KOTA MEDAN”


PKM GAGASAN TERTULIS

DI USULKAN OLEH :

NIA ARTIKA MELINDA; 7162210005; 2016

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


MEDAN
2017

1
PENGESAHAN PKM GAGASAN TERTULIS

1. Judul Kegiatan : Angkutan Umum Khusus atasi Kemacetan


Kota Medan
2. Bidang Kegiatan : PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Nia Artika Melinda
b. NIM : 7162210005
c. Jurusan : Manajemen
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Negeri Medan
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl. Pelita VI, 082273116367
f. Email : nmelinda26@yahoo.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan :-
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : M.Andi Abdillah Triono SE M.si
b. NIDN : 198505142010121008
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : 081375314134

Medan,25 November 2017

Mengetahui
Dekan Fakultas Ekonomi Ketua Tim Pengusul

(Johnson) (Nia Artika Melinda)


NIP/NIK. 196111021987031000 NIM. 7162210005

Wakil Rektor Kemahasiswaan Dosen Pendamping

( Prof. Dr. Sahat Siangian, M.Pd) (M. Andi A Triono SE, M.S)
NIP/NIK NID. 19850514201012100

2
DAFTAR ISI

HALAMAN MUKA ……………………………………………………………1


LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………………….2
DAFTAR ISI…………………………………………………………………….3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………4
1.2 Tujuan Penulisan…………………………………………………………….5
1.3 Manfaat Penulisan…………………………………………………………...5

BAB II GAGASAN
2.1 Kondisi KekinianPerkembangan Angkutan Umum di Kota Medan……….6
2.2 Solusi yang Pernah Ditawarkan …………………………………………...7
2.3 Seberapa Jauh Gagasan Dapat Memperbaiki Kondisi ……………………..8
2.4 Gagasan Baru yang Ditawarkan……………………………………….........9

BAB III KESIMPULAN……………………………………………………….10


DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….11
LAMPIRAN……………………………………………………………………12

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dampak yang meresahkan dari perkembangan kota yang tidak terarah dan tidak
terkontrol adalah kemacetan sistem lalu lintas yang dapat menyebar ke seluruh
wilayah kota, waktu tempuh ke tempat kerja semakin panjang dan biaya perjalanan
juga semakin tinggi akibat bertambahnya penggunaan BBM yang selanjutnya
menyebabkan rendahnya produktivitas tenaga kerja karena stres dalam kemacetan.

Sisi lain yang tak kalah penting adalah minimnya akses untuk jalur hijau atau
open space seperti taman yang merupakan paru-paru kota, tingginya kebutuhan
akan pengadaan infrastruktur baru, tingginya polusi udara, polusi air dan suara,
rendahnya mutu kesehatan hingga menurunnya tingkat moralitas penduduk yang
mengakibatkan tingginya tingkat kriminalitas perkotaan.

Belum adanya konsep tata ruang yang jelas dan tegas untuk Kota Medan secara
menyeluruh terintegrasi dengan rencana jaringan transportasi untuk jangka panjang
dan bukan hanya untuk 5-10 tahun mendatang saja mengakibatkan perkembangan
Kota Medan tidak terarah dan mementingkan keuntungan sesaat saja, maksudnya
tidak mengutamakan perkembangan kota yang berkelanjutan dan ramah
lingkungan. Misalnya belum memperhatikan nilai estetika atau keindahan kota dan
tidak adanya jalur hijau atau taman kota di wilayah inti kota khususnya.

Di Kota Medan, angkutan umum penumpang terdiri dari berbagai jenis moda
angkutan darat, seperti: becak, taksi, mobil penumpang umum dan bus damri.
Selama tahun 2004-2005 jumlah armada angkutan umum penumpang yang
beroperasi jelas semakin meningkat. Pemilik-pemilik angkot pada umumnya adalah
perorangan sehingga terdapat begitu banyak stakeholders angum di Kota Medan.
Hal ini mengakibatkan sulitnya untuk mengontrol, mengawasi dan mengendalikan
pelaksanaan pelayanan angum tersebut apalagi menjaga mutu pelayanannya. Izin
operasional diberikan untuk kenderaan dan bukan untuk trayek. Jadi setiap pemilik
angkutan mengurus izin trayek untuk kenderaannya dan hal ini sering sekali
dijadikan sebagai “uang masuk” bagi oknum pemerintah terkait baik itu untuk
kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan dinasnya.

Satu alternatif solusi untuk pemberdayaan angum perkotaan di Kota Medan


secara maksimal adalah dengan mengadakan manajemen satu payung bagi angum
perkotaan. Bila masyarakat sekarang ini sulit untuk mempercayai Pemda/Pemko,
maka dibentuklah suatu badan/lembaga yang anggotanya dipercaya oleh baik
masyarakat umum maupun Pemko Medan yang dapat menjembatani kedua belah
pihak untuk duduk bersama mendiskusikan segala sesuatu perubahan dalam sistem
angum perkotaan, misalnya seperti Dewan Transportasi Kota Medan atau Badan

4
Koordinasi Transportasi Kota Medan atau Badan Otorita Angkutan Umum/BOAU
Kota Medan (Heru Sutomo, 2005).

1.2 Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan PKM ini adalah untuk menganalisa alternatif atau
solusi untuk pemberdayaan angkutan umum agar mengatasi kemacetan di Kota
Medan.

1.3 Manfaat Penulisan


a. Hasil penelitian ini akan dijadikan sebagai bahan referensi bagi para
mahasiswa berikutnya sekaligus menjadi bahan komparasi untuk
penelitian sejenis.

b. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan atau


menambah pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas mengenai
masalah yang di teliti.

5
BAB II
GAGASAN

2.1 Kondisi Kekinian Perkembangan Angkutan Di Kota Medan


Dalam upaya menghindari kemacetan arus lalu lintas di inti Kota Medan maka
Pemerintah Kota Medan telah membangun 2 unit terminal yaitu :

1. Terminal Terpadu Amplas


2. Terminal Terpadu Pinang Baris

Kedua terminal ini adalah tempat keluar masuk angkutan umum Antar Kota
dan Antar Provinsi (AKAP), dengan kata lain angkutan umum jarak jauh. Dengan
adanya terminal ini volume kemacetan lalu lintas dalam Kota Medan dapat
dikurangi, sehingga keluar masuk angkutan dari dan ke sentra-sentra produksi dapat
berjalan dengan lancar.

Di samping terminal yang telah ada 2 unit tersebut, ada juga terminal
pembantu yaitu :
1. Terminal Sambu
2. Terminal Aksara

Kedua terminal pembantu ini diperuntukkan bagi armada angkutan dalam


kota, untuk mengatasi kepentingan masyarakat Kota Medan, Pemerintah Kota telah
mengambil langkahlangkah kebijaksanaan dengan meningkatkan jumlah armada
angkutan umum dalam kota, yang di antaranya dikelola oleh Koperasi
Pengangkutan Umum Medan, sehingga angkutan umum dalam wilayah Kota
Medan dapat dijangkau oleh masyarakat Kota Medan. Dengan demikian
masyarakat Kota Medan, baik yang berada di pinggiran kota mendapat kemudahan
mempergunakan jasa angkutan umum, dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Pembangunan sarana dan prasarana adalah syarat utama pada kota-kota besar
di Indonesia. Keadaan sarana dan prasarana jalan di wilayah Kota Medan pada
realitanya sudah cukup memadai, sehingga seluruh wilayah yang mencapai 21
kecamatan di Kota Medan telah dapat dijangkau oleh kendaraan bermotor baik
umum dan pribadi. Dalam hal ini kebijakan Pemerintah Kota Medan diperlukan
untuk memberikan perhatian pada sektor pelayanan jasa angkutan umum sebagai
sarana yang menghubungkan antar wilayah. Mobil Penumpang Umum (MPU)
harus dipastikan telah melakukan wajib uji oleh Dinas LLAJR Kota Medan sebagai
uji kelayakan kendaraan tersebut.

Dalam menyikapi kondisi dinamis Kota Medan, khususnya pertumbuhan


penduduk dan pengembangan wilayah, diikuti pula dengan pertumbuhan jaringan

6
transportasi yang meluas, tentu membutuhkan sarana pengangkutan umum dan
sistem yang harus dapat menjawab masalah transportasi.

2.2 Solusi Yang Pernah Ditawarkan Oleh Pemerintah Kota Medan


Satu alternatif solusi untuk pemberdayaan angum perkotaan di Kota Medan
secara maksimal adalah dengan mengadakan manajemen satu payung bagi angum
perkotaan. Bila masyarakat sekarang ini sulit untuk mempercayai Pemda/Pemko,
maka dibentuklah suatu badan/lembaga yang anggotanya dipercaya oleh baik
masyarakat umum maupun Pemko Medan yang dapat menjembatani kedua belah
pihak untuk duduk bersama mendiskusikan segala sesuatu perubahan dalam sistem
angum perkotaan.
Kebijakan pembangunan sistem angkutan massal di perkotaan yang nyaman,
murah dan efisien waktu, adalah salah satu solusi mengatasi kemacetan di per-
kotaan. Dengan adanya angkutan massal dalam kota yang disediakan pemerintah
daerah secara memadai jumlahnya, sudah barang tentu akan menjadi pilihan ma-
syarakat untuk melakukan aktivitas bepergian untuk berbagai tujuan di dalam di
kota ini.
Penyediaan angkutan massal di perkotaan yang dapat menjangkau antara
pusat-pusat kegiatan ekonomi (bisnis) dari zona Medan Barat dan Medan Timur,
Medan Selatan dan Medan Utara ke jantung Kota Medan, diyakini akan menda-
pat sambutan sangat positif dari masyarakat luas.

Kebijakan lain yang dapat dipertimbangkan dalam upaya mengatasi kema-


cetan di kota ini adalah penerbitan Peraturan Daerah (Perda) yang membatasi
jumlah Kendaraan yang beraktivitas di jalan raya. Caranya adalah, bahwa dalam
Perda itu ditegaskan bahwa Kendaraan yang boleh memasuki jalan raya kota
adalah Kendaraan yang memiliki tahun pembuatan 5 (lima) tahun terakhir.
Artinya, bila sekarang tahun 2017, maka Kendaraan yang layak beroperasi di
jalan raya kota adalah Kendaraan yang diproduksi mulai tahun 2012 hingga 2017,
baik untuk jenis roda dua maupun roda empat. Sistem ini telah diterapkan di Kota
Singapura.
Mungkin kebijakan seperti ini akan dianggap sebagian pihak diskriminatif,
karena Kendaraan lama tidak boleh beroperasi di jalan raya, dan Kendaraan yang
relatif baru boleh memasuki jalan raya. Namun perlu dipahami bahwa kebijakan
ini memiliki dampak positif yang besar yakni dapat mengurangi jumlah
Kendaraan yang beroperasi di jalan raya secara signifikan, dan sekaligus
mengurangi terjadinya pencemaran udara akibat pembakaran BBM.

Proses penghentian operasional Kendaraan lama tentu dapat dilakukan


dengan tidak menerima atau menghentikan pembayaran pajak Kendaraan lama
di Dinas Pendapatan Daerah, dan menaikkan biaya pajak Kendaraan baru secara

7
signifikan, sehingga masyarakat tidak terdorong untuk menambah jumlah
Kendaraan baru di rumahnya.

Kendaraan-Kendaraan lama dengan sendirinya akan digeser ke daerah-


daerah lain karena tidak dapat lagi beroperasi di perkotaan. Demikian halnya,
penambahan Kendaraan baru baik roda dua ataupun roda empat akan bertumbuh
lebih lambat dibanding dengan kondisi seperti selama ini, yang bebas tanpa
instrumen pembatas.

Di sisil lain, pembatasan kenderaan yang beroperasi di jalan raya kota juga
dapat dilakukan dengan menerapkan peraturan nomor plat ganjil dan genap. Mo-
del ini akan bisa efektif bila ada pengawasan yang ketat di lapangan dan melaku-
kan tindakan tegas terhadap pelanggar aturan ini. Melalui sosialisasi yang terus
menerus dan pengawasan petugas di lapangan yang tidak pandang bulu, maka
sistem nomor plat ganjil untuk hari tertentu dan nomor plat genap untuk hari lain
akan berjalan efektif di lapangan.

Pada saat yang sama, ternyata ada kebijakan Pemerintah Pusat melalui Menteri
Perhubungan yang menetapkan penyaluran 15 unit angkutan Daihatsu Trimobile
(mobil roda tiga yang kemudian populer dengan nama “Bemo”) produksi Jepang
untuk Kota Medan, dengan pelaksanaan impor dilakukan oleh pemerintah Kota
Medan. Kebijakan yang bersumber dari dana Pampasan Perang Jepang, bermula
dari kunjungan Presiden Soekarno ke kota Bangkok (Thailand) pada tahun 1961,
yang melihat angkutan kota, produk Daihatsu ini efektif untuk dijadikan sarana
angkutan rakyat. Komitmen kerakyatan ini menyentuh pemikiran Presiden
Soekarno sehingga sekembalinya dari Bangkok, beliau menugaskan Menteri
Perhubungan untuk menetapkan kebijakan agar mengimpor 500 unit Daihatsu
Trimobile dan disalurkan kepada kota-kota di tanah air.

2.3 Seberapa Jauh Gagasan Dapat Memperbaiki Kondisi Terkini


Permasalahan Yang Ada
Dari banyaknya solusi yang telah diberikan dari pemerintah dan telah
dijalankan oleh pemerintah, ketika rencana tersebut berjalan dengan baik tentunya
berpengaruh terhadap tingkat kemacetan di kota Medan yang awal nya tinggi
menjadi turun, walaupun belum sepenuhnya tuntas diatasi. karena kesadaran warga
kota ini juga sangat dibutuhkan untuk ini.

2.4 Gagasan Baru Yang Ditawarkan


Gagasan baru yang ditawarkan sebagai terobosan untuk mengatasi angkutan
umum khusu yang mengatasi kemacetan ialah :

8
a. Kebijak Pemerintah dalam membangun angkutan umum massal di per-
kotaan yang nyaman, murah dan efisien waktu, Dengan adanya angkutan
massal dalam kota yang disediakan pemerintah daerah secara memadai
jumlahnya, sudah barang tentu akan menjadi pilihan masyarakat untuk
melakukan aktivitas bepergian untuk berbagai tujuan di dalam di kota ini.
b. Pemerintah harus membuat tempat koneksi penumpang Artinya,
masyarakat yang rumahnya berada di pinggiran kota ini relatif mudah ter-
hubung dengan sistem angkutan massal perkotaan
c. Dibuat nya jalur khusus untuk angkutan umum ini agar dalam segi waktu
lebih cepat dan ini akan menarik masyarakan untuk menggunakannya.
d. pemerintah kota harus mengajak sektor swasta untuk terlibat dalam pem-
bangunan sistem transportasi massal ini. Kita yakin, pasti banyak pihak
swasta yang mau menanamkan investasinya dalam pembangunan
transportasi massal di perkotaan terutama dengan model angkutan jalan
raya bus besar.

9
BAB III
KESIMPULAN
Permasalahan Kemacetan tidak hanya merugikan masyarakat tetapi dampak
yang diakibatkan oleh kemacetan lalu-lintas sangat luas mulai dari kesehatan,
ekonomi, dan produktivitas kerja. Masalah kemacetan dapat diatasi apabila baik
masyarakat maupun pemerintah memiliki kesadaran untuk bertindak agar
kemacetan tidak terjadi. Perlunya langkah yang komprehensif untuk mengatasi
kemacetan lalu lintas.
Lalu lintas sudah sedemikian macetnya. Dari tahun ke tahun kemacetan ini
diperkirakan akan terus bertambah sebab pertambahan kendaraan bermotor 11
persen pertahun sedangkan pertambahan jalan hanya 1 persen pertahun. Dari
perbandingan ini kita dapat membayangkan mengapa kemacetan lalu lintas itu
sangat sulit untuk diatasi.
Untuk mengatasi kemacetan yang semakin bertambah bahkan untuk mengatasi
terjadinya kemacetan total, maka seluruh masyarakat dan juga pemerintah harus
bekerja sama dalam mengatasinya. Pemerintah segera membangun jalan satu arah,
serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan kereta api, busway dan angkutan
umum lainnya mulai dari sekarang. Selain itu, pemerintah juga sebaiknya
memperbaiki penegakan hukum tentang tata tertib berlalu lintas.
Masyarakat juga dapat membantu pemerintah dalam mengurangi kemacetan,
misalnya dengan selalu tertib berlalu lintas, meningkatkan kesadaran hukum
tentang lalu lintas serta juga dapat dilakukan dengan cara mematuhi semua
peraturan lalu lintas. Bila semua itu dapat dilakukan dengan baik, mungkin
kemacetan lalu lintas akan sedikit berkurang.

10
DAFTAR PUSTAKA

http://ekonomi.kompas.com/read/2017/05/06/230000626/proyek.transportasi.
massal.di.kota.medan.dapat.dukungan.kemenkeu

http://harian.analisadaily.com/opini/news/mengatasi-kemacetan-kota-
medan/394299/2017/08/10

https://www.scribd.com/doc/178564099/Studi-Angkutan-Umum-Massal-
Kota-Medan-pdf

11
LAMPIRAN 1
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Nia Artika Melinda
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Manajemen
4 NIM 7162210005
5 Tempat dan Tanggal Lahir Takengon, 30 Desember 1998
6 E-mail Nmelinda26@yahoo.com
7 Nomor Telepon/HP 082273116367

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 9 SMP N 1 Takengon SMA N 1 Takengon
Takengon
Jurusan IPS
Tahun Masuk- 2004-2010 2010-2013 2013-2016
Lulus

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan

Medan, november 2017


Pengusul

(Nia Artika Melinda)

12
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
FAKULTAS EKONOMI
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate – Kotak Pos No. 1589
Telp. (061) 6635584, 6613365, 6613276, 6618754, Fax. (061) 6614002 – 6613319
Laman : http://fe.unimed.ac.id, email : fe@unimed.ac.id

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA *)


Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Nia Artika Melinda
NIM : 7162210005
Program Studi : Manajemen
Fakultas : Ekonomi

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-GT saya dengan judul


“ANGKUTAN UMUM KHUSUS ATASI KEMACETAN KOTA MEDAN” yang
diusulkan untuk tahun anggaran 2018 adalah asli karya saya dan belum pernah
dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidak sesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
mengembalikan seluruh biaya yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-


benarnya.
Medan, november 2017
Mengetahui, Yang menyatakan,
Wakil/Pembantu Dekan atau
Ketua Jurusan/Departemen/Program Studi/
Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa Meterai Rp. 6.000

( ) ( Nia Artika Melinda )


NIP/NIK. NIM.716221000

13