Anda di halaman 1dari 9

Syarat-syarat menjadi seorang wirausahawan adalah sebagai berikut:

a. Memiliki modal berupa sarana maupun prasarana yang


digunakan dalam proses produksi barang maupun jasa

b. Memiliki kemampuan untuk menemukan peluang dan menilai


serta mengevaluasi peluang-peluang yang ada, termasuk dalam hal
pengumpulan
sumber-sumber daya yang dibutuhkan serta mampu bertindak secara efektif
dan
efisien guna memeroleh keuntungan dari peluang-peluang tersebut

c. Memiliki jiwa kepemimpinan dalam kegiatan kewirausahaan


serta dalam mengorganisir segala sumber daya yang dibutuhkan

d. Berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan guna


mencapai tujuan yang diinginkan

e. Mampu membuat rencana bisnis

f. Dapat bekerja sama dalam keadaan apapun dan dengan


siapapun

1. Kurang kompeten dalam manajemen


2. Kurang berpengalaman
3. Tata kelola keuangan yang kurang baik
4. Strategi perencanaan mengambang
5. Pemilihan lokasi kurang strategis dan sempit
6. Kurangnya pengawasan peralatan
7. Kurang tekad dan kesungguhan dalam berusaha
8. Kurang siap menghadapi peralihan dunia bisnis
9. Berteman dengan orang yang salah
1. Man (Manusia/Orang)
2. Money (Uang/Modal)
3. Material (Bahan Baku)
4. Machine (Mesin)
5. Method ( Metode/Cara)
6. Market ( Pasar)

KUPAS-CUCI-KUKUS-DIBERI RAGI-DISIMPAN 3 HARI

1. Biaya produksi yaitu semua biaya yang terkait dengan aktivitas pengolahan bahan baku menjadi
barang jadi. Biaya produksi selanjutnya akan dibagi menjadi : biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung dan biaya overhead pabrik.
2. Biaya tenga kerja yaitu semua karyawan ataupekerja yang memberikan jasa bagi perusahaan dalam
memproduksi barang atau jasa.
3.Biaya pemasaran yaitu biaya yang timbul pada proses penjualan produk jadi samapai dengan
pengumpulan piutang menjadi kas.
4. Biaya administrasi dan umum adalah seluruh biaya yang berhubungan dengan fungsi administrasi dan
umum. Umumnya biaya ini meliputi biaya yang timbul dari proses manajemen perusahaan secara
menyeluruh.
5. Biaya keuangan adalah biaya yang timbul akibat proses pelaksanaan fungsi keuangan, seperti
misalnya biaya bunga untuk memperoleh modal atau bunga pinjaman untuk membeli bahan baku.
6. Pada biaya overhead pabrik yaitu baiaya produksi diluar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung maka penggolongan biayanya adalah menjadi :

o Biaya bahan penolong,


o Biaya tenaga kerja tidak langsung
o Penyusutan dan amortisasi aktiva tetap
o Pemeliharaan aktiva tetap
o Biaya listrik dan air
o Biaya asuransi
o Biaya overhead lainya

Pengemasan makanan adalah penyimpanan makanan di dalam kemasan supaya makanan terjaga.
Tujuan dari pengemasan makanan yaitu:[1]

 Perlindungan dari bahaya fisik (getaran, shock, dsb)


 Perlindungan dari kondisi iklim mikro luar kemasan (kelembaban, temperatur, cahaya, dsb)
 Kemudahan transportasi, terutama untuk makanan yang bersifat curah (cairan, butiran)
 Menentukan porsi yang sesuai untuk penjualan dan/atau konsumsi
 Pemberian informasi, karena kemasan dapat diberikan label yang mencantumkan berbagai
informasi, termasuk barcode[2]
 Estetika

Prosedur pembuatan yoghurt:


1. Pasteurisasi susu segar pada suhu 75°C selama 15 menit.
2. Angkat dan masukkan dalam Jar/ toples kaca.
3. Dinginkan hingga mencapai suhu ± 40°C.
4. Masukkan inokulum sebanyak 2% dari berat susu (jadi untuk 1 liter susu diperlukan
20 ml starter/ inokulum.
5. Tambahkan susu skim secukupnya.
6. Tutup toples/ jar dengan cling wrap.
7. Inkubasi pada suhu ruang selama 12 – 24 jam.
8. Setelah yoghurt tampak jadi (terlihat menggumpal), panen yoghurt dan beri gula dan
perasa buah sesuai dengan yang diinginkan.

TAHAP PEMBUATAN LAPORAN


1. Pendahuluan

 Latar belakang kegiatan


 Dasar hukum kegiatan
 Maksud dan tujuan kegiatan
 Ruang lingkup
2. Isi Laporan

 Jenis kegiatan
 Tempat dan waktu
 Petugas kegiatan
 Persiapan dan rencana kegiatan
 Peserta kegiatan
 Kesulitan dan hambatan
 Hasil kegiatan
 Kesimpulan dan saran
3. Penutup

Penutup dari isi laporan biasa dituliskan ucapan terima kasih kepada yang pemberi mandat
sehingga sang penerima mandat dapat mengikuti kegiatan tersebut dan telah berlangsung
dengan baik apa adanya.
A. Pengumpulan data dan fakta
B. Pemindahan tabulating data dan fakta
C. Membuat kerangka Laporan
1. Pendahuluan
2. Tubuh Laporan
3. Saran-saran
4. Konklusi dan Penutup

1. Perencanaan (planning) yaitu sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan
langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti
mempersiapkan segala kebutuhan, memperhitungkan matang-matang apa saja yang
menjadi kendala, dan merumuskan bentuk pelaksanaan kegiatan yang bermaksuud untuk
mencapai tujuan.
2. Pengorganisasian (organization) yaitu sebagai cara untuk mengumpulkan orang-orang
dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang
sudah direncanakan.
3. Pelaksanaan (actuating) yaitu untuk menggerakan organisasi agar berjalan sesuai dengan
pembagian kerja masing-masing serta menggerakan seluruh sumber daya yang ada dalam
organisasi agar pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan
bisa memcapai tujuan.
4. Pengawasan (controlling) yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini
sudah sesuai dengan rencana atau belum. Serta mengawasi penggunaan sumber daya
dalam organisasi agar bisa terpakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng
dari rencana.
Orientasi Eksternal didapat dari :

1. Konsumen
2. Perusahaan yang sudah ada
3. Saluran distribusi
4. Pemerintah
5. Penelitian dan Pengembangan

Orientasi Internal didapat dari :

Tiga Tahap penggunaan sumber daya – sumber daya internal yaitu :

1. Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah
yang perlu dipecahkan
2. Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsurunsur yang
nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalahmasalahnya
3. Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk
memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bisa dipraktekkan
Break even point dalam unit.

Keterangan rumus :

 BEP : Break Even Point


 FC : Fixed Cost
 VC : Variabel Cost
 P : Price per unit
 S : Sales Volume.
Break even point dalam rupiah.
Macam-macam media promosi
1. Brosur
2. Catalog
3. Pamphlet
4. Booklet
5. Spanduk
6. Billboard atau Papan Reklame
7. Banner
8. Flyer
9. Kartu nama
10.Media cetak
Koran dan majalah
13.Social Media (media Sosial)
Facebok
Twitter
Youtube
Blog
Google Plus
Konsinyasi adalah salah satu strategi pemasaran yang dilakukan oleh produsen
(pemilik barang) dengan pemilik toko dimana produsen menitipkan produknya di
toko milik orang lain.
 Konsinyasi artinya perdagangan dengan cara pemilik komoditas menitipkan
komoditasnya terhadap pihak yang lainnya untuk didagangkan dengan syarat dan harga
yang sudah ditulis dalam kesepakatan. Perjanjian konsinyasi membahas tentang
kewajiban dan hak pem,ilik komoditas dan pihak yang dititipkan.
 Pihak-pihak yang berpartisipasi pada konsinyasi yaitu:
1.Pengamanat artinya kelompok yang menitipkan komoditas atau pemilik komoditas.
Pengamanat akan selalu menulis komoditas yang dititipkannya selaku persediaan, selama
komoditas yang telah dititipkan belum pasti terjual atau menanti laporan dan pelaporan dari
komosioner.

2. Komisioner artinya kelompok yang mendapat titipan barang

Orang melakukan promosi untuk mencapai suatu tujuan tertentu, adapun tujuan promosi
berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber adalah :

1. Untuk menyebarkanluaskan informasi suatu produk kepada calon konsumen yang potensial
2. Untuk mendapatkan konsumen baru dan untuk menjaga loyalitas konsumen tersebut
3. Untuk menaikkan penjualan serta laba/keuntungan
4. Untuk membedakan dan mengunggulkan produknya dibandingkan dengan produk
kompetitor
5. Untuk branding atau membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang
diinginkan
6. Untuk merubah tingkah laku dan pendapat konsumen tentang suatu produk

Kesimpulannya, tujuan utama dari promosi adalah produsen atau distributor akan
mendapatkan kenaikan angka penjualan dan meningkatkan profit atau keuntungan.

biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut:


1. bahan baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadi
2. bahan-bahan pembantu atau penolong
3. upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur.
4. penyusutan peralatan produksi
5. uang modal, sewa
6. biaya penunjang seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik,
biaya keamanan dan asuransi
7. biaya pemasaran seperti biaya iklan
8. pajak

secara umum unsur biaya tersebut dapat dibagi atas tiga komponen biaya, berikut :

1. komponen biaya bahan, meliputi semua bahan yang berkaitan langsung dengan produksi.
2. komponen biaya gaji/upah tenaga kerja
3. komponen biaya umum (biaya over head pabrik) meliputi semua pengorbanan
Lima keunggulan promosi dengan internet, antara lain:

 Biaya promosi lebih murah


 Jangkauan pasar lebih luas
 24 jam nonstop tanpa henti
 Mudah diukur keberhasilannya
 Dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
 Lebih Mudah
 Menghemat Biaya
 Banyak Pilihan Dalam Pemasaran
 Lebih Tepat Sasaran
 Melihat Hasil Secara Real-Time
 Bisa Segera Melakukan Perubahan
 Penjualan Terjadi dengan Cepat
 Meningkatkan Keuntungan
 Memudahkan Pengelolaan
 Membantu Riset Pasar
 Kenyamanan
 Jangkauan Promosi yang Lebih Luas
 Efisiensi Biaya Promosi
 Kebebasan yang Tidak Terbatas
 Membangun Hubungan
 Manfaatkan Media Sosial

Komponen perencanaan usaha. Membuat Deskripsi Bisnis


b. Melakukan Strategi Pemasaran
c. Membuat Analisa Pesaing
d. Desain Pengembangan
e. Rencana Operasional dan Manajemen
f. Menghitung Pembiayaan
g. Kesimpulan Usaha
Bahan Pembuatan Ketupat

Bahan untuk membuat ketupat cukup sederhana dan mudah. Kamu dapat membuatnya sendiri
di rumah.

 1 kg beras (atau sesuai jumlah ketupat yang diinginkan dan pilihlah beras yang wangi
seperti Rojolele, Pandan Wangi atau Mentik Spesial)
 Air putih secukupnya
 Garam dapur secukupnya
 Daun pandan (beberapa helai)
 Anyaman ketupat (dapat dibeli di pasar tradisional)

Cara Membuat Ketupat

 Cucilah beras dengan air yang mengalir sampai bersih.


 Rendam beras dalam wadah yang sudah diisi air baru.
 Tambahkan garam dan aduk sampai rata.
 Buang air bekas beras dan tiriskan beberapa menit.
 Masukkan beras dan daun pandan yang yang sudah ditiriskan ke dalam anyaman
ketupat.
 Rebus air setengah mendidih lalu masukkan ketupat yang sudah diisi beras.
 Pastikan seluruh badan ketupat terendam air.
 Rebuslah ketupat selama 4 - 5 jam.
 Angkat dengan hati - hati dan letakkan di wadah lain.
 Diamkan beberapa saat dan ketupat siap dihidangkan.

Teknik Pengemasan

1. Teknik manual adalah teknik pengemasan yang dilakukan secara manual tanpa bantuan
alat-alat canggih
2. Teknik vakum adalah teknik pengemasan yang dilakukan dengan mengedapkan udara
pada pengemas dan selanjutnya dilanjutkan porses sealing
3. Tetra pack adalah teknik pengemasan yang membentuk kemasan menjadi bentuk kotak
yang menggunakan 6 lapis bahan (polietilen, karton/kertas, polyethylen lagi, aluminium
foil, adhesive polymer, dan m-polyethylen)
4. Double seamer adalah teknik pengemasan dengan 2 prinsip yaitu operasi pertama
berfungsi untuk membentuk atau menggulung bersama ujung pinggir tutup kaleng dan
badan kaleng dan operasi kedua berfungsi untuk meratakan gulungan yang dihasilkan
oleh operasi pertama

Teknik Pengemasan Food Grade : Teknik pengemasan ini sebenarnya cukup standar,
tetapi yang perlu di perhatikan adalah bahan / material yang di gunakan sebagai wadah
pengemasannya haruslah sesuai dengan standar nasional indonesia (SNI), hal ini di rasa
penting karena yang namanya makanan haruslah di bungkus dengan tingkat keamanan
tinggi bagi kesehatan manusia.

Teknik Pengemasan Recycle : Teknik pengemasan recycle pada umumnya menggunakan


material kemasan dari sisa limbah, nah sisa lembah yang di maksud bukanlah kemasan
bekas lalu di pakai kembali..namun lebih bersifat material daur ulang seperti plastik
olahan yang di buat dengan Mesin Kemasan Otomatis
Pengemasan Fancy : model pengemasan ini menggunakan bahan kemasan standar tetapi
dengan bentuk yang memikat, bisa di bilang lebih ke model oriented. Karena
pengemasan jenis seperti ini di khususkan untuk jenis makanan anak mudah zaman
sekarang. Jadi bisa dibilang bentuknya haruslah di buat semenarik dan se catchy
mungkin

Pengemasan One Stop Useness : Pengemasan dengan jenis ini menggunakan material
wadah tahan bocor, bisa dibilang pengemasan ini bisa kita temukan pada bungkus mie
instan siap saji yang tinggal memasukan air panas untuk bahan pengolahnya. So
biasanya lebih sering menggunakan bahan strefoam untuk bahan pembungkusnya.

Cara Membuat Lontong


Cara Membuat : Ambil dua lembar daun pisang, gulung menyerupai silinder dengan
bagian bawah daun pisang berada didalam. Jika silender sudah dirasa cukup ukuran
dan posisinya rata dan lurus, semat salah satu ujungnya dengan lidi. (buatlah beberapa
sekaligus, sesuai kebutuhan) Isi silinder atau gulungan daun pisang yang sudah dibuat
dengan beras yang sudah direndam dan tiris, dengan jumlah takaran setengah(1/2)
gulungan. Semat ujung gulungan dengan lidi untuk menutupnya. Masukkan bakal
lontong kedalam panci yang tinggi dengan posisi berdiri. Susun lontong di dalam panci
tinggi dengan posisi berdiri. Tambahkan air dingin sampai bakal lontong terendam
dengan air seluruhnya. Masukkan selembar daun pandan. Rebus dengan api sedang.
Setelah 2 jam direbus, tambahkan air panas sampai lontong terendam kembali
seluruhnya. Rebus lontong sampai memadat dan kenyal. Angkat lontong dan ditiriskan
dengan posisi berdiri dan diangin-anginkan supaya dingin. Kalau ada gunakan wadah
tiris yang terbuat dari anyaman bambu, kalau tidak bisa menggunakan wadah plastik
tiruan anyaman atau berlubang-lubang.
ONGOL-ONGOL DARI SINGKONG

1. 500 g singkong, kupas, parut, peras


2. 75 g gula pasir
3. 150 ml santan
4. 1/2 bks agar-agar tawar bubuk
5. pewarna makanan kuning, merah dan hijau
6. Taburan: (aduk rata, kukus)
7. 150 g kelapa setengah tua, kupas, parut memanjang
8. 1/4 sdt garam halus
1. Campur santan, gula pasir, dan agar-agar bubuk. Aduk rata
2. Masukkan singkong, aduk rata. Bagi 3 adonan, tambahkan masing-masing adonan dengan
pewarna makanan. Aduk rata.
3. Siapkan 3 loyang segi empat, olesi dengan sedikit minyak. Tuang tiap adonan ke masing2 loyang,
ratakan.
4. Kukus adonan dalam dandang panas selama 20 menit atau sampai matang.
5. Angkat dan dinginkan. Keluarkan dari loyang dan potong-potong. Sajikan dengan taburan kelapa
parut.