Anda di halaman 1dari 4

PROGRAM

PENGAWASAN MANAJEMEN RISIKO FASILITAS RS

I. PENDAHULUAN
Manajemen risiko merupakan disiplin ilmu yang luas. Seluruh bidang pekerjaan di
dunia ini pasti menerapkannya sebagai sesuatu yang sangat penting. Sebut misalnya:
perminyakan, perbankan, penerbangan, IT, ekspedisi luar angkasa, dan lain-lain. Makin
besar risiko suatu pekerjaan, maka makin besar perhatiannya pada aspek manajemen risiko
ini.
Manajemen risiko bertujuan untuk minimisasi kerugian dan meningkatkan kesempatan
ataupun peluang. Bila dilihat terjadinya kerugian dengan teori accident model dari ILCI,
maka manajemen risiko dapat memotong mata rantai kejadian kerugian tersebut, sehingga
efek dominonya tidak akan terjadi. Pada dasarnya manajemen risiko bersifat pencegahan
terhadap terjadinya kerugian maupun ‘accident’.

II. LATAR BELAKANG


Mengingat keselamatan pasien sudah menjadi tuntutan masyarakat dan untuk
meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Isalam Asshobirin dan belum adanya program
pengawsan risiko fasilitas rumah sakit, maka rumah sakit perlu membuat suatu program
pengawasan manajemen risiko fasilitas rumah sakit .

III. TUJUAN
Umum
Agar dapat memantau pelaksanaan pengawasan manajemen risiko fasilitas rumah sakit
Khusus :
1. Mencegah terjadinya insiden kebakaran
2. Mencegah terjadinya insiden kegagalan distribusi air
3. Mencegah terjadinya insiden kebanjiran
4. Mencegah terjadinya insiden kegagalan listrik
5. Mencegah terjadinya insiden kegagalan genset
6. Mencegah terjadinya insiden tumpahan bahan berbahaya dan beracun
7. Mencegah terjadinya insiden penculikan bayi dan penyanderaan
8. Mencegah terjadinya insiden ancaman bom

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Pemetaan kerentanan bahaya :
1.1 Kerentanan bahaya kejadian alam
1.2 Kerentanan bahaya peristiwa teknologi
1.3 Kerentanan bahaya kejadian yang berhubungan dengan manusia
1.4 Kerentanan bahaya peristiwa yang melibatkan bahan berbahaya
Sumber : Tools Kaiser Permanente
2. Melakukan pengawasan manajemen risiko fasilitas rumah sakit
3. Membuat laporan kegiatan pengawasan setiap bulan dan bila terjadi insiden.
4. Ka. Bag Umum membuat laporan triwulan kepada Direktur disertai analisa dan rencana
tindaklanjut

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Mengisi formulir pengawsan risiko fasilitas
2. Membuat rekapitulasi bulanan
3. Membuat analisis dan kesimpulan
4. Membuat usulan tindak lanjut
5. Membuat laporan secara berjenjang

VI. SASARAN
1. Manajemen risiko fasilitas terlaksana 100 %
2. Tidak ada insiden
VII. JADWAL KEGIATAN
NO NAMA KEGIATAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Melakukan sosialisi x
2 Pengisian formulir
pemantauan/ pengawasan x x x x x x x x x x x
risiko fasilitas RS
3 Membuat laporan x x x x x x x x x x x
4 Evaluasi Manajemen x x x x
risiko

VIII. LAPORAN DAN TINDAK LANJUT DAN EVALUASI


Laporan dibuat setiap bulan dan disampaikan kepada Kepala Bagian Umum oleh
pengawas fasilitas rumah sakit dan laporan triwulan dibuat oleh Ka. Bag Umum untuk
diteruskan ke Direktur