Anda di halaman 1dari 22

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kita ke hadirat Allah SWT
atas keberhasilan penyusunan Panduan Pencegahan Pasien Resiko Jatuh Sakit Umum
Daerah Toto Kabila ini. Buku Panduan di terbitkan bulan januari., Panduan ini
berperan dalam meningkatkan kesadaran (awareness) pimpinan-staf manajemen-
karyawan rumah sakit menerapkan Assesmen Pasien Jatuh.

Assesmen Pasien Jatuh sebagai salah satu dari 6 sasaran keselamatan pasien
bertujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengidentifikasi adanya
pasien yang berisiko jatuh, sehingga dapat mencegah terjadinya pasien jatuh selama
perawatan.

Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah meluangkan waktu dan fikirannya untuk mendukung dan berperan serta
dalam penyusunan Buku Panduan Pencegahan Pasien Resiko Jatuh dari awal sampai
terbitnya buku ini. Semoga menjadi amal dan kebaikan bagi kita semua.

Kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak agar buku pedoman ini
dapat dijadikan acuan dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit

DIREKTUR RSUD TOTO KABILA

dr. SERLY DAUD, M.Kes


NIP. NIP. 19740818 200604 2 005
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii

BAB I DEFINISI........................................................................................................... 1

A. Latar Belakang .................................................................................................. 1

B. Pengertian .......................................................................................................... 2

C. Tujuan ................................................................................................................ 2

D. Faktor Risiko Jatuh........................................................................................... 2

1. Faktor resiko intrinsik................................................................................... 2

2. Faktor risiko ekstrinsik ................................................................................. 4

BAB II RUANG LINGKUP ........................................................................................ 5

BAB III TATA LAKSANA.......................................................................................... 6

A. Petugas penanggung jawab .............................................................................. 6

B. Perangkat kerja ................................................................................................. 6

C. Assesmen/ Pengkajian Risiko Pasien Jatuh dan Identifikasi Pasien Berisiko


Jatuh
................................................................................................................................
..........6

1. Pasien anak menggunakan skala Humpty Dumpty ................................... 7

2. Pasien dewasa menggunakan skala Morse .................................................. 8

3. Pasien lansia menggunakan skala Ontario ................................................ 10

D. Instruksi dalam Melengkapi Asesmen Risiko Jatuh .................................... 11

E. Pemberian Tanda Pasien Berisiko Jatuh ...................................................... 12

F. Intervensi Mencegah Cedera Karena Jatuh pada Pasien Risiko Jatuh ..... 13

G. Pemantauan Risiko Jatuh ............................................................................... 16


H. Pelaporan Kejadian Cedera Jatuh ...................................................................... 16

BAB IV DOKUMENTASI ......................................................................................... 18

LAMPIRAN ................................................................. Error! Bookmark not defined.


BAB I
DEFINISI

A. Latar Belakang
Keselamatan (safety) telah menjadi issue global dalam pelayanan rumah
sakit. Mengingat keselamatan pasien sudah menjadi tuntutan masyarakat maka
pelaksanaan program keselamatan pasien rumah sakit menjadi kewajiban rumah
sakit untuk melaksanakannya, karena itu diperlukan panduan yang jelas.
Pelaksanaan program keselamatan pasien rumah sakit meliputi: 7 Standar
Pelayanan Keselamatan Pasien Rumah Sakit, 7 Langkah menuju Keselamatan
Pasien Rumah Sakit dan 9 Solusi Keselamatan Pasien Rumah Sakit serta 6
sasaran keselamatan pasien.
Harus diakui, rumah sakit adalah lembaga yang kompleks yang memiliki
tugas utama memberikan pelayanan kesehatan. Rumah sakit dalam memberikan
pelayanan kesehatan selalu dituntut untuk berkualitas dan dilakukan oleh staf
professional dan dedikatif. Dirumah sakit terdapat ratusan macam obat, ratusan
tes dan prosedur, banyak alat dengan tehnologinya, bermacam jenis tenaga
profesi dan non profesi yang siap memberikan pelayanan pasien 24 jam terus
menerus. Keberagaman dan kerutinan pelayanan tersebut apabila tidak dikelola
dengan baik dapat terjadi KTD.
Dalam menerapkan program keselamatan pasien dengan 6 sasaran yang
mana sasaran 6 adalah Mengurangi risiko cedera karena pasien jatuh. RSUD
Toto Kabila mengembangkan pendekatan assesmen pasien jatuh yang bertujuan
untuk:
1. Pengkajian risiko jatuh pada pasien.
2. Melakukan tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan risiko jatuh
pada pasien.
3. Meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien yang mempunyai risiko jatuh
dengan pemberian memasang gelang kuning pada tangan pasien serta
memberi tanda khusus risiko jatuh.
Mengingat assesmen pasien jatuh sangat penting untuk dilaksanakan.
Sehingga diperlukan panduan yang jelas untuk pelaksanaannya. Panduan

1
assesmen pasien bersikan tujuan assesmen, prosedur pemasangan gelang, dan
prosedur pelaksanaan assesmen pasien jatuh

B. Pengertian
Risiko jatuh adalah peningkatan kemungkinan untuk jatuh yang dapat
menyebabkan cedera fisik/keadaan ketika individu mengalami peningkatan
kerentanan untuk jatuh.(Carpenito Lynda Juall,2006).
Pasien jatuh adalah peristiwa jatuhnya pasien dari tempat tidur ke lantai atau
tempat lainnya yang lebih rendah pada saat istirahat maupun saat pasien terjaga
yang tidak disebabkan oleh penyakit stroke, epilepsi, seizure, bahaya karena terlalu
banyak aktifitas.
Pasien yang berisiko jatuh adalah pasien yang dikatagorikan mempunyai satu
atau lebih faktor risiko jatuh pada saat pengkjian/assesmen.

C. Tujuan
Sebagai suatu proses untuk mencegah kejadian jatuh pada pasien, dengan cara:
1. Mengidentifikasi pasien yang memiliki risiko tinggi jatuh dengan
menggunakan “Asesmen Risiko Jatuh”.
2. Melakukan asesmen ulang pada semua pasien(setiap hari)
3. Melakukan asesmen yang berkesinambungan terhadap pasien yang berisiko
jatuh dengan menggunakan “Asesmen Risiko Jatuh Harian”
4. Menetapkan standar pencegahan dan penanganan risiko jatuh secara
komprehensif

D. Faktor Risiko Jatuh


1. Faktor resiko intrinsik
a. Karakteristik pasien dan fungsi fisik umum
1) Usia 65 tahun atau lebih
2) Gender : osteoporosis
3) Disability/imobility
4) Ketidakseimbangan kemampuan gaya jalan
5) Gangguan motorik
6) Ketidakmampuan aktifitas fisik

2
7) Menggunakan alat bantu (kursi roda, walker dll)
8) Riwayat jatuh tiga bulan terakhir karena kondisi fisiknya
9) Gangguan sensori
10) Hambatan komunikasi
11) Slow reaction times
12) Defisit mental
13) Inkontinentia alvi dan urin
b. Diagnosis/perubahan fisik
1) Defisit mental
2) Penyakit akut
3) Kondisi musculoskletal dan neuromuscular
4) Ketidaknormalan gaya berjalan (fatique, arthritis, parkinson,
osteoporosis)
5) Keterbatasan mobilitas karena problem pada kaki
6) TIA (vertigo, dizzines)
7) Seizure
8) Stroke
9) Penyakit serebral
10) Hipotensi orthostatik
c. Medikasi dan interaksi obat
1) Polifarmasi (lebih dari empat medikasi)
2) Diuretik dan laxative
3) Sedative, tranquilizer
4) Psycotropic
5) Antidepresan
6) Obat yang dapat meningkatkan injuri seperti anti koagulan, antiaritmia
d. Kondisi mental/penggunaan alkohol
1) Gangguan memori
2) Mental confution
3) Impulsive
4) Kecemasan tinggi
5) Delirium

3
2. Faktor risiko ekstrinsik
a. Karakteristik lingkungan
1) Tingkat pencahayaan yang dapat menyebabkan gangguan pengelihatan
2) Permukaan lantai yang menyebabkan terpeleset
3) Furniture
4) Posisi ketinggian tempat tidur
5) Kunci tempat tidur
6) Penggunaan bedside rails
7) Ketersediaan handrails, call bell
8) Penggunaan alat bantu : wheelchair
9) Lama rawat

4
BAB II
RUANG LINGKUP

Komponen utama dari proses pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan
adalah assesmen pasien untuk memperoleh informasi terkait status medis pasien,
begitu juga untuk pasien yang mempunyai resiko jatuh. Asesmen pasien dengan resiko
jatuh dibutuhkan dalam membuat keputusan-keputusan terkait:
1. status kesehatan pasien.
2. kebutuhan dan permasalahan keperawatan
3. intervensi guna memecahkan permasalahan kesehatan yang sudah
teridentifikasi atau juga mencegah permasalahan yang bisa timbul dimasa
mendatang serta
4. tindak lanjut untuk memastikan hasil-hasil yang diharapkan pasien terpenuhi.
Pengelolaan risiko pasien jatuh terutama dapat terjadi pada pasien yang dirawat
di ruangan:
1. UGD
2. Rawat jalan
3. Rawat inap
4. ICU
5. NICU

Semua petugas yang bekerja di rumah sakit harus memahami bahwa semua
pasien yang dirawat inap memiliki risiko untuk jatuh, dan semua petugas tersebut
memiliki peran untuk mencegah pasien jatuh

5
BAB III
TATA LAKSANA

Dalam pentatalaksanan pengelolaan pasien dengan resiko jatuh meliputi :


A. Petugas penanggung jawab:
1. Perawat

B. Perangkat kerja
1. Status Rekam Medis Pasien
2. Tanda risiko pasien jatuh (gelang kuning)
3. Formulir pengkajian risiko pasien jatuh
4. Formulir dokumentasi informasi risiko pasien jatuh
5. Formulir catatan kegiatan perawat tentang asesmen dan intervensi risiko jatuh

C. Assesmen/ Pengkajian Risiko Pasien Jatuh dan Identifikasi Pasien Berisiko


Jatuh
Asessmen/pengkajian risiko pasien jatuh dilakukan pada semua pasien
yang menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan baik di instalasi gawat darurat,
instalasi rawat jalan dan instalasi rawat inap rumah sakit yang dilaksanakan oleh
seluruh klinisi yang menerima pasien tersebut dan selama pasien dalam perawatan
menggunakan format pengkajian risiko jatuh yang sudah disepakati dan
menskoring sesuai standar yang ditetapkan.

Pengkajian resiko jatuh pada pasien dilakukan pada saat pasien masuk
rumah sakit (pengkajian awal) dan pengkajian ulang dilakukan secara kontinyu
setiap hari atau setiap ada perubahan kondisi dan pengobatan pasien secara
berkesinambungan selama pasien dirawat di rumah sakit.
Pengkajian risiko pasien jatuh menggunakan tiga skala penilaian yaitu
skala Humpty Dumpty untuk identifikasi risiko pasien jatuh pada anak/pediatri,
skala Morse pada pasien dewasa, dan skala Ontario pada lansia .

6
1. Pasien anak menggunakan skala Humpty Dumpty
Nama Pasien :
Tanggal Lahir :
No. RM :
Ruang Rawat :
Parameter Penilaian Skala Score

Kurang dari 3 Tahun 4


3 – 7 Tahun 3
Umur
7 – 13 Tahun 2
13 – 18 Tahun 1
Laki-laki 2
Jenis Kelamin
Perempuan 1
Kelaianan Neurologi
Gangguan Oksigenasi (Gangguan 3
Pernapasan, Dehidrasi, Anemia, Anorexia,
Diagnosis
Sinkop, Sakit Kepala, dll) 2
Kelemahan fisik / kelaianan psikis 1
Diagnosis lain
Tidak Memahami Keterbatasan 3
Gangguan
Lupa Keterbatasan 2
Kognitif
Orientasi terhadap kelemahan 1
Riwayat jatuh dari tempat tidur saat bayi –
4
anak
3
Faktor Pasien menggunakan alat bantu atau
Lingkungan menggunakan boks atau mebel
2
Pasien berada di tempat tidur
1
Pasien berada diluar area Ruang Perawatan
Respon Kurang dari 24 jam 3
terhadap Kurang dari 48 jam 2
operasi/Obat Lebih dari 48 jam 1

7
penenang/efek
anestesi
Penggunaan obat sedativ (kecuali pasien
ICU yang menggunakan sedasi dari
paralisis), Hipnotik barbital, phenothizines,
Penggunaan 3
antidepresan, laksatif/diuretic,
Obat
narkotik/metadon
2
Salah satu obat diatas
1
Pengobatan lain
Total skor

Nama dan Paraf Petugas yang melakukan penilaian

Tingkat Risiko :
Skor 7 – 11 : Risiko Rendah Untuk Jatuh
Skor ≥ 12 : Risiko Tinggi Untuk Jatuh
2. Pasien dewasa menggunakan skala Morse
Nama Pasien :
Tanggal Lahir :
No. RM :
Ruang Rawat :
No Penilaian Skala Score

Mempunyai riwayat jatuh, baru atau 3 bulan terakhir


1a. Tidak 0
b. Ya 25
Diagnosis sekunder > 1
2a. Tidak 0
b. Ya 25
Ambulasi berjalan
a. Bedrest / dibantu perawat 0
3
b. Penyangga / tongkat / walker / kursi roda 15
c. Mencengkeram furniture 30

8
Terpasang IV line / pemberian anti koagulan
(Heparin) / obat lain
4 Yang digunakan mempunyai side effects jatuh
0
a. Tidak
20
b. Ya
Cara berjalan / berpindah
0
a. Normal / bedrest / immobilisasi
5 10
b. Kelelahan dan lemah
20
c. Keterbatasan / terganggu
Status mental
6a. Normal / sesuai kemampuan diri 0
b. Lupa keterbatasan diri / penurunan kesadaran 15

Total Skor

Nama dan Paraf Petugas yang melakukan penilaian

Tingkat Resiko :
Skor 0 - 24 : Tidak berisiko, Perawatan yang baik
Skor 25 – 50 : Risiko rendah Lakukan intervensi jatuh standar
Skor ≥ 51 : Risiko Tinggi, Lakukan intervensi jatuh resiko tinggi

9
3. Pasien lansia menggunakan skala Ontario
N Jawaba Keteranga Sko
Parameter Skrining
o n n Nilai r
Apakah pasien datang ke Ya /
rumah sakit karena jatuh? Tidak Salah satu
1 Riwayat Jatuh Jika tidak, apakah pasien jawaban
Ya /
mengalami jatuh dalam 2 Ya = 6
Tidak
bulan terakhir?
Apakah pasien delirium?
(tidak dapat membuat
Ya /
keputusan, pola pikir tidak
Tidak
terorganisir, gangguan
daya ingat)
Salah satu
Apakah pasien
2 Status Mental jawaban
disorientasi? (salah Ya /
Ya = 14
menyebutkan waktu, Tidak
tempat atau orang)
Apakah pasien mengalami
Ya /
agitasi? (ketakutan,
Tidak
gelisah, dan cemas)
Apakah pasien Ya /
menggunakan kacamata? Tidak
Apakah paisen mengeluh
Ya / Salah satu
adanya penglihatan
3 Penglihatan Tidak jawaban
buram?
Ya = 1
Apakah pasien mempunyai
Ya /
Glukoma/Katarak/Degener
Tidak
asi makula?
Apakah terdapat
Kebiasaan Ya /
4 perubahan perilaku Ya = 2
berkemih Tidak
berkemih? (frekuensi,

10
urgensi, inkontinensia,
nokturia)
Mandiri (boleh memakai
0
alat bantu jalan) Jumlah
Memerlukan sedikit nilai
Transfer (dari
bantuan (1 orang)/dalam 1 transfer
tempat tidur ke
pengawasan dan
5 kursi dan kembali
Memerlukan bantuan yang mobilitas.
lagi ke tempat 2
nyata (2 orang)
tidur)
Tidak dapat duduk dengan Jika nilai
seimbang, perlu bantuan 3 total 0-3
total maka skor
Mandiri (boleh = 0.
menggunakan alat bantu 0
jalan) Jika nilai
6 Mobilitas Berjalan dengan bantuan 1 total 4-6,
1
orang (verbal/fisik) maka skor
Menggunakan kursi roda 2 =7
imobilisasi 3
Total skor
Nama dan Paraf Petugas yang melakukan penilaian
Keterangan skor :
0 – 5 = Risiko rendah
6 – 16 = Risiko sedang
17 – 30 = Risiko tinggi
D. Instruksi dalam Melengkapi Asesmen Risiko Jatuh
1. Perawat yang bertugas akan mengevaluasi pasien dengan memberi skor pada
setiap kreiteria ‘risiko’ yang dimiliki pasien. Skor ini akan dipakai untuk
menentukan kategori risiko jatuh pada pasien

11
2. Pasien akan dikategorikan ke dalam salah satu dari tiga kategori berikut
Skor total asesmen risiko jatuh Humpty Dumpty Risiko Jatuh
7 – 11 Rendah (R)
≥ 12 Tinggi (T)
Skor total risiko jatuh Morse Risiko Jatuh
0 – 24 Tidak Berisiko
25 – 50 Rendah
≥ 51 Tinggi
Skor Total Asesmen Risiko Jatuh Ontario Risiko Jatuh
0–5 Rendah (R)
6 – 16 Sedang (S)
17 – 30 Tinggi (T)
3. Perawat yang bertugas akan mengidentifikasi dan menerapkan “Prosedur
Pencegahan Jatuh” berdasarkan pada :
a) Kategori risiko jatuh
b) Kebutuhan dan keterbatasan per pasien
c) Riwayat jatuh sebelumnya dan penggunaan alat pengaman (savety devices)
d) Asesmen klinis harian
4. “Prosedur Pencegahan Jatuh” pada pasien yang berisiko rendah, sedang, atau
tinggi harus diimplementasikan dan penggunaan peralatan yang sesuai harus
optimal
a) Dukomentasi/ pencatatan
b) Pencatatan dilakukan pada setiap pasien dengan menggunakan dengan
menggunakan Asesmen Risiko Jatuh Harian
c) Pendokumentasian hasil asesmen risiko jatuh dilakukan dicatatan perawat/
bidan
5. Asesmen ulang
a) Semua pasien kan dilakukan asesmen ulang oleh perawat yang bertugas
setiap harinya
b) Setiap perubahan yang terjadi pada kategori risiko jatuh pasien akan dicatat
pada catatan perawat/ bidan.
E. Pemberian Tanda Pasien Berisiko Jatuh

12
Setiap pasien yang berisiko jatuh (pasien anak jumlah skor skala humpty
dumpty ≥12 dan semua neonatus, dewasa jumlah skor skala morse >24, lansia
jumlah skor skala ontario > 6), dipasang gelang kuning pada tangan kiri pasien,
dipasang tanda pasien beresiko jatuh pada pintu masuk bagi pasien yang dirawat
dalam ruang perawatan sendiri, dan pada bed pasien bagi pasien yang dirawat
bersama dalam satu ruangan.

F. Intervensi Mencegah Cedera Karena Jatuh pada Pasien Risiko Jatuh


1. Pasien Anak-anak
a. Resiko Rendah (Skor 7-11)
1) Orientasikan pasien pada lingkungan kamar/bangsal.
2) Edukasi pasien dan keluarga tentang strategi pencegahan resiko jatuh.
3) Pastikan rem tempat tidur terkunci
4) Pastikan pagar tempat tidur terpasang pada semua sisi.
5) Pastikan bel pasien terjangkau.
6) Singkirkan barang yang berbahaya terutama pada malam hari (kursi
tambahan dan lain-lain).
7) Minta persetujuan pasien agar lampu malam tetap menyala karena
lingkungan masih asing.
8) Pastikan alat bantu jalan dalam jangkauan (bila menggunakan).
9) Pastikan alas kaki tidak licin.
10) Pastikan kebutuhan pribadi dalam jangkauan.
11) Tempatkan meja pasien dengan baik agar tidak menghalangi.
12) Tempatkan pasien sesuai dengan tinggi badannya.
13) Pastikan penanda lantai basah terpasang bila lantai basah akibat
muntahan atau percikan air.
b. Resiko Tinggi (Skor > 12)
1) Orientasikan pasien pada lingkungan kamar/bangsal.
2) Edukasi pasien dan keluarga tentang strategi pencegahan resiko jatuh.
3) Pastikan rem tempat tidur terkunci.
4) Pastikan pagar tempat tidur terpasang pada semua sisi
5) Pastikan bel pasien terjangkau.

13
6) Singkirkan barang yang berbahaya terutama pada malam hari (kursi
tambahan dan lain-lain).
7) Minta persetujuan pasien agar lampu malam tetap menyala karena
lingkungan masih asing.
8) Pastikan alat bantu jalan dalam jangkauan (bila menggunakan).
9) Pastikan alas kaki tidak licin.
10) Pastikan kebutuhan pribadi dalam jangkauan.
11) Tempatkan meja pasien dengan baik agar tidak menghalangi.
12) Tempatkan pasien sesuai dengan tinggi badannya.
13) Pasang gelang warna kuning/ penanda resiko jatuh di luar kamar/tempat
tidur pasien
14) Minta agar pasien segera memencet bel bila perlu bantuan.
15) Awasi atau bantu sebagian ADL pasien.
16) Cepat menanggapi bel atau keluhan pasien
17) Review kembali obat-obatan yang beresiko.
18) Beritahu pasien agar mobilisasi secara bertahap: duduk perlahan-lahan
sebelum berdiri.
2. Neonatus
a. Intervensi :
1) Dekatkan box bayi dengan ibu
2) Pastikan selalu ada pendamping
3) Pastikan lantai dan alas kaki tidak licin
4) Kontrol rutin oleh perawat/bidan
5) Bila dirawat dalam incubator, pastikan semua jendela terkunci
6) Edukasi orang tua/keluarga
b. Edukasi yang diberikan :
1) Tempatkan bayi pada tempat yang aman
2) Teknik menggendong bayi
3) Cara membungkus bayi
4) Segera istirahat apabila merasa lelah
5) Tempatkan bayi pada boxnya
6) Libatkan keluarga untuk mendampingi

14
7) Segera panggil perawat atau bidan jika dibutuhkan

3. Pasien Dewasa
a. Resiko Rendah (Skor 25-50)
1) Orientasikan pasien pada lingkungan kamar/bangsal.
2) Pastikan pagar tempat tidur terpasang pada semua sisi dengan baik
3) Pastikan rem tempat tidur terkunci.
4) Pastikan bel pasien terjangkau.
5) Singkirkan barang yang berbahaya terutama pada malam hari (kursi
tambahan dan lain-lain).
6) Minta persetujuan pasien agar lampu malam tetap menyala karena
lingkungan masih asing.
7) Pastikan alat bantu jalan dalam jangkauan (bila menggunakan).
8) Pastikan alas kaki tidak licin.
9) Pastikan kebutuhan pribadi dalam jangkauan.
10) Tempatkan meja pasien dengan baik agar tidak menghalangi.
11) Tempatkan pasien sesuai dengan tinggi badannya.
b. Resiko Tinggi (Skor ≥ 51)
1) Orientasikan pasien pada lingkungan kamar/bangsal.
2) Pastikan pagar tempat tidur terpasang pada semua sisi dengan baik.
3) Pastikan rem tempat tidur terkunci.
4) Pastikan bel pasien terjangkau.
5) Singkirkan barang yang berbahaya terutama pada malam hari (kursi
tambahan dan lain-lain).
6) Minta persetujuan pasien agar lampu malam tetap menyala karena
lingkungan masih asing.
7) Pastikan alat bantu jalan dalam jangkauan (bila menggunakan).
8) Pastikan alas kaki tidak licin.
9) Pastikan kebutuhan pribadi dalam jangkauan.
10) Tempatkan meja pasien dengan baik agar tidak menghalangi.
11) Tempatkan pasien sesuai dengan tinggi badannya.

15
12) Pasang gelang warna kuning/penanda resiko jatuh di luar kamar/tempat
tidur pasien.
13) Minta agar pasien segera memencet bel bila perlu bantuan.
14) Awasi atau bantu sebagian ADL pasien.
15) Cepat menanggapi bel.
16)Review kembali obat-obatan yang beresiko.
17)Beritahu pasien agar mobilisasi secara bertahap: duduk perlahan-lahan
sebelum berdiri.
18)Kaji kebutuhan BAB/BAK secara teratur tiap 2-3 jam.
19) Kolaborasi dengan fisioterapi/case manager.
20) Bila memungkinkan pindahkan pasien dekat nurse station.
21) Kaji kebutuhan dengan menggunakan pagar tempat tidur.
22) Orientasikan ulang bila perlu.
23) Observasi lebih ketat pada pasien yang mendapatkan obat
laxantia/diuretika.
24) Rendahkan sedikit posisi tempat tidur.
G. Pemantauan Risiko Jatuh
1. Semua pasien yang teridentifikasi mempunyai risiko jatuh dipantau
menggunakan cheklist yang sudah disiapkan, berupa pemantauan harian risiko
pasien jatuh
2. Semua pasien yang teridentifikasi mempunyai risiko jatuh diberikan intervensi
dan dipantau menggunakan format intervensi risiko jatuh
3. Semua unit di perawatan pasien di RSUD Toto Kabila memantau fasilitas yang
dimiliki, yang memiliki risiko menimbulkan cedera jatuh menggunakan
cheklist yang sudah ditentukan
4. Seluruh hasil pemantauan dilaporkan ke unit terkait

H. Pelaporan Kejadian Cedera Jatuh


1. Setiap kejadian cedera jatuh yang terjadi pada masing - masing
unit/departemen/instalasi baik kejadian KNC/KTD segera diberikan
penanganan

16
2. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke atasan langsung unit/departemen
/instalasi untuk dilakukan grading terhadap kejadian tersebut
3. Selanjutnya sesuai hasil grading akan dilaksanakan investigasi dan
rekomendasi dari team keselamatan pasien rumah sakit.

17
BAB IV
DOKUMENTASI

Bukti dokumen yang terdapat pada kegiatan pengelolaan pencegahan pada


pasien beresiko jatuh berupa dokumen regulasi terdiri dari :
A. Kebijakan pencegahan risiko pasien jatuh
B. Pengkajian resiko jatuh pasien deawasa menggunakan skala morse
C. Pengkajian risiko jatuh pasien anak dan neonatus menggunakan skala humpty
dumpty
D. Pengkajian risiko jatuh pada pasien lanjut usia menggunakan sydney scorcing/
skala ontario
E. SPO pengelolaan pasien anak dan neonatus
F. SPO pengelolaan pasien dewasa
G. SPO pengelolan pasien lansia
H. SPO pemasangan gelang kuning
I. SPO pemasangan safety belf
J. SPO pemantauan pasien risiko jatuh
K. SPO investigasi sederhana

18