Anda di halaman 1dari 2

Indonesia akan menghadapi tantangan yang berat di tahun depan.

Di dalam negeri merupakan


tahun politik, dimana terjadinya pemillihan umum, sementara di duia internasional
dihadapkan dengan banyaknya tantangan mulai dari kerjasama bilateral, regional dan
melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Menurut anda akankah Indonesia dapat melalui
2019 dengan baik ? kebijakan apa yang sebaiknya di ambil oleh pemerintah untuk
mengantisipasi kondisi tersebut?
Terima kasih dan Selamat Mengerjakan!..

Jawban
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai bahwa tantangan utama tahun ini
adalah mendorong ekspor Tanah Air seiring dengan kondisi perkembangan perang dagangan
antara Amerika Serikat dengan China dan juga Brexit yang tidak mulus sehingga dapat
mempengaruh pertumbuhan ekonomi dunia.

"Tantangan utama tahun ini adalah trade war dan brexit yang tidak mulus yang bisa
mengurangi pertumbuhan ekonomi dunia, sehingga pada akhirnya mempengaruhi ekspor
kita," tutur Iskandar Simorangkir, Deputi Koordinasi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan,
Kemenko Perekonomian).

Kendati demikian, lanjut Iskandar, pemerintah diyakini masih memiliki peluang untuk
mendorong perekonomian Tanah Air seiring telah diambilnya sejumlah kebijakan yang dapat
mendongkrak ekspor tersebut. “Kebijakan tax holiday, relaksasi DNI [Daftar Negatif
Investasi] dan OSS [Online Single Submission] akan mendorong investasi, selanjutnya
industri dalam negeri dan ekspor”.

Meskipun, sejumlah kebijakan tersebut diyakini baru akan bisa dirasakan pada triwulan
kedua atau ketiga tahun ini. Dan Iskandar pun tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi
5,3% tahun ini diyakini akan dapat terealisasi dengan baik.

"Dampak kebijakan itu mungkin baru dirasakan pada triwulan dua atau triwulan tiga tahun
ini. Tetapi optimistis pertumbuhan ekonomi Indonsia bisa kisaran 5,3% pada tahun ini,".

Hal senada disampaikan Ekonom Institute for Development of Economics and Finance
(Indef) Ahmad Heri Firdaus yang menilai bahwa tantangan 2018 tidak lebih ringan dari 2018.
Oleh sebab itu, lanjut dia, pemerintah perlu segera mengambil kebijakan yang
sifatnya emergency dan juga fundmanetal untuk mendatangkan sebanyak mungkin devisa
melalui ekspor, penanaman modal asing, pariwisata dan lain-lain.

"Pemerintah perlu segera mengambil kebijakan jangka pendek dan jangka panjang. Lakukan
berbagai upaya untuk mendatangkan sebanyak mungkin devisa melalui ekspor, penanaman
modal asing, pariwisata dll,".

Namun demikian, selain mendorong ekspor, pada sisi lain perlu juga melakukan
pengendalian impor yang masuk ke Tanah Air, terutama impor barang konsumsi yang
sebenarnya mampu di produksi di dalam negeri.

Mohammad Faisal, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia juga


sependapat bahwa salah satu tantangan terbesar pada 2019 adalah mendorong pertumbuhan
ekspor.
"Karena ekonomi global yang melambat khususnya di negara-negara tujuan ekspor utama
kita, sehingga defisit perdagangan sukar berbalik menjadi surplus, apalagi harga komoditas
juga melemah”.

Oleh sebab itu, kata Faisal, setidaknya yang bisa dilakukan pemerintah saat ini adalah
menekan defisit sekecil mungkin agar transaksi berjalan tidak semakin melebar. "Selain itu,
peluang relatif lebih mudah adalah menekan defisit jasa dengan menggenjot pariwisata,".

Pertumbuhan ekonomi 2019 diyakini sukar untuk tumbuh lebih tinggi dari pada 2018.
"Tapi ya at least harus diusahakan tidak lebih lambat. Kuncinya jaga daya beli masyarakat
untuk mempertahankan atau meningkatkan peran konsumsi rumah tangga dan mendorong
belanja pemerintah,”.

Anda mungkin juga menyukai