Anda di halaman 1dari 4

METODE PELAKSANAAN PIER HEAD JEMBATAN

Pier head atau kepala pilar adalah bagian dari jembatan yang fungsinya untuk menopang
girder. Seperti halnya girder, pier head juga dapat dilaksanakandengan dua cara yaitu, dengan
menggunakan pier head pabrikasi, dan pier head cetak ditempat.

Pier head adalah dudukan box girder serta sebagai penyalur beban lalu lintas dan box girder
ke pier. Sedangkan pier adalah benda yang merupakan penyalur beban dari pier head ke pile cap yang
bertujuan agar beban yang tersalur dari pier head dan box girder dapat diarahkan dengan baik. Pile
cap merupakan suatu cara untuk mengikat pondasi sebelum didirikan kolom di bagian atasnya.

Pier head portal adalah suatu sistem yang terdiri dari bagian-bagian struktur yang saling
berhubungan yang berfungsi menahan beban sebagai suatu kesatuan lengkap yang berdiri sendiri
dengan atau tanpa dibantu oleh diafragma-diafragma horizontal atau sistem-sistem lantai.

Metode Pelaksanaan Pier Head

1. Pekerjaan Persiapan
a. Instalasi Lapangan

Meletakan perangkat, peralatan, serta kelengkapannya yang dipasang pada posisinya dan
siap dipergunakan (mobil crane, los kerja besi dan kayu).
b. Mobilisasi Lapangan
Mendatangkan bahan-bahan material dan alat-alat proyek yang dibutuhkan ke lokasi
pekerjaan (mobil crane, besi, kayu, dan lain-lain).

2. Pekerjaan Pengukuran
Tahap-tahapan prosedur pengukuran meliputi:
a. Tahap persiapan (personil, bahan atau alat dan administrasi)
b. Tahap survey atau pengukuran (survey pendahuluan dan survey detail)
c. Tahap pengolahan data
d. Tahap penggambaran

Pekerjaan pengukuran dilakukan sebelum penyetelan tulangan maka bekisting deck


harus telah terpasang diatas scaffolding pada posisi benar setelah dilaksanakan posisi vertikal
dan horizontal oleh tim survey.

3. Pekerjaan Perancah
Perancah berfungsi sebagai struktur sementara yang digunakan untuk menyangga
manusia dan material dalam konstruksi gedung seperti menyangga bekisting. Perancah ada
yang bertumpu langsung ke tanah dan ada juga yang tidak secara lansung bertumpu di tanah,
seperti peranca gantung.

4. Pekerjaan Penulangan

Setelah acuan selesai, maka harus diolesi dengan minyak bekisting atau oli bekas.
Setelah itu mulai pekerjaan penulangan yaitu:
a. Menyiapkan material baja tulangan sesuai dengan ukuran dan gambar yang sudah
direncanakan.
b. Menyiapkan lokasi untuk pemotongan dan perakitan tulangan.
c. Menyiapkan peralatan dan tenaga penulangan sesuai dengan yang dibutuhkan.
d. Pastikan perakitan tulangan dengan bendrat bersilang tumpang tindih.
e. Potong dan rakit pembesian dengan sesuai ukuran gambar rencana.
f. Menyiapkan lokasi pemasangan panel rakitan pembesian di lapangan bersih dari segala
kotoran.
g. Pastikan posisi ikatan antar besi tulangan sudah cukup kuat dan pada tempatnya.

5. Pekerjaan Formwork
Formwork atau bekisting adalah suatu konstruksi pembantu yang bersifat sementara
yang merupakan cetakan/mal suatu konstruksi beton yang dikehendaki. Bekisting dibuat
dengan dimensi sesuai dengan gambar rencana, mempunyai kelurusan yang baik dan tidak
bocor. Setelah selesai perakitan bekisting, maka harus diperiksa ulang kekuatannya agar tidak
melendut saat pengecoran, dan diperiksa permukaan bekisting agar tidak terjadi kebocoran
saat pengecoran.
6. Pengecoran
Pekerjaan pengecoran adalah pekerjaan penuangan beton segar ke dalam cetakan
suatu elemen struktur yang telah dipasangi besi tulangan. Sebelum pekerjaan pengecoran
diakukan, harus dilakukan inspeksi pekerjaan untuk memastikan cetakan dan besi tulangan
telah terpasang sesuai rencana. Cara pelaksanaan pengecoran adalah sebgai berikut:
a. Pengecoran elemen vertikal biasanya menggunakan alat bantu TC dan bucket cor
sedangkan untuk elemen horizontal menggunakan alat bantu concrete mixer.
b. Pada permukaan miring, pengecoran mulailah dari level terendah dan gunakanlah
moncong untuk menaburkan beton dipermukaan miring.
c. Beton yang akan dicor langsung ketempat posisi yang jadi posisi akhirnya. Mulailah dari
pojok bekisting.
d. Selalu tuangkan beton baru langsung ke beton yang sudah lama.
e. Untuk mencegah segregasi, cek beton jangan terlalu basah atau kering, beton diaduk
dengan baik, jika menjatuhkan beton secara vertikal jangan lebih dari 2 meter.
f. Pemadatan beton dilakukan dengan cara digetarkan untuk mengeluarkan udara yang
terperangkap dalam beton, sehingga beton memadat memenuhi bekisting.

7. Perawatan dan Pembongkaran


Perawatan dilakukan dengan menyiram hasil pengecoran dengan air sebanyak 3 kali
sehari selama 7 hari. Pembokaran dilakukan dengan melepaskan bekisting secara langsung.