Anda di halaman 1dari 4

Peningkatan Nilai Ekonomi Susu Sapi

Oleh : ………………..

Sapi merupakan salah satu hewan yang diternakkan secara besar-besaran tak
hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Tujuan utama dari berternak sapi
adalah untuk diambil dagingnya dan juga untuk diambil susunya. Sapi merupakan
binatang mamalia yang memiliki kelenjar susu. Susu sapi sudah sejak lama telah
dikonsumsi oleh manusia baik itu secara langsung atau dengan diolah terlebih dahulu.
Berdasarkan survey yang telah dilakukan, susu sapi yang paling banyak dijumpai di
pasaran. Keberadananya memang melimpah jika dibandingkan dengan susu kambing
atau kuda. Walaupun harga susu sapi lebih murah dibandingkan dengan harga susu
hewani lainnya, namun manfaat susu sapi ini cukup beragam. Hal ini erat kaitannya
dengan kandungan senyawa aktif yang tersimpan di setiap tetes susu sapi.
Susu merupakan suatu emulsi lemak dalam air yang mengandung beberapa
senyawa terlarut. Agar lemak dan air dalam susu tidak mudah terpisah, maka protein
susu bertindak sebagai emulsifier (zat pengemulsi). Kandungan air di dalam susu
sangat tinggi, yaitu sekitar 87,5%, dengan kandungan gula susu (laktosa) sekitar 5%,
protein sekitar 3,5%, dan lemak sekitar 3-4%. Susu juga merupakan sumber kalsium,
fosfor, dan vitamin A yang sangat baik. Sumber yang lain menyebutkan secara umum
susu sapi mengandung kalsium, protein, kalium, fosfor, vitamin D, vitamin B12,
vitamin A, vitamin B2 kompleks atau dikenal juga dengan nama riboflavin, niasin,
potasium, magnesium, tiamin, asam amino, protein, yodium, seng, leticin dan masih
banyak lagi lainnya. Semua komponen senyawa ini menjadikan manfaat susu sapi
cukup kompleks. Mutu protein susu sepadan nilainya dengan protein daging dan
telur, dan terutama sangat kaya akan lisin, yaitu salah satu asam amino esensial yang
sangat dibutuhkan tubuh.
Susu ialah salah satu sumber protein hewani yang memiliki berbagai
keunggulan, diantaranya daya cerna dan keseimbangan yang tinggi serta merupakan
makanan yang lengkap. Komposisi utamanya adalah protein, lemak dan laktosa yang
berperan sebagai sumber energi, mineral dan vitamin. Selain itu susu sapi juga
bermanfaat untuk :

1. Sebagai sumber nutrisi alami dan kompleks yang berperan memenuhi


kebutuhan gizi manusia.
2. Menjaga kesehatan tulang juga mengoptimalkan pertumbuhan tulang.
Kandungan kaslium, protein, fosfor dan magensiumnya membuat susu sangat
baik untuk anak-anak yang sedang tumbuh dan para lansia untuk memelihara
kesehatan tulang.
3. Menyehatkan gigi. Kalsiumnya bisa mencegah timbulnya gigi yang
berlubang. Sementara itu, kandungan protein, kalsium dan juga fosfornya
mampu melindungi lapisan email gigi dan juga merangsang saliva atau air liur
dan bermanfaat menetralisir asam dalam mulut.
4. Mencegah dan juga mampu mereduksi potensi terkena serangan jantung.
Manfaat ini telah teruji secara klinis di laboratorium Universitas Cardiff di
Inggris.
5. Menjaga dan menurunkan tekanan darah. Hal ini terkait dengan kandungan
kalsium, kalium dan proteinnya. Selain itu, kalsiumnya juga mampu mengikat
dan juga mengurangi penyerapan lemak jahat di dalam usus dan mencegah
tekanan darah naik.
6. Kandungan zat besi, vitamin A dan juga tembaga di dalam susu sangat baik
terhadap kecantikan kulit.
7. Kandungan magnesium di dalam susu mampu menjaga jantung dan juga
sistem saraf lebih kuat.
8. Kandungan seng pada susus sapi membuat luka pada tubuh bisa sembuh lebih
cepat.
9. Kandungan senyawa tyrosine mampu merangsang hormon yang
bertanggungjawab atas rasa bahagia sehingga akan membuat kita lebih rileks.
10. Susu bisa menetralisir racun yang ada di dalam tubuh.
11. Kandungan leticin dan juga seng bisa membuat kinerja otak jauh lebih baik.
12. Vitamin B2 pada susu juga mampu memelihara kesehatan mata.
13. Minum susu sebelum tidur akan membuat kualitas istirahat lebih optimal.

Melihat banyak sekali maanfaat susu bagi kesehatan manusia. Sangat


dianjurkan kita untuk mengkonsumsi susu. Akan tetapi jumlah konsumsi susu di
Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara Asia. Rata – rata masyarakat
Indonesia mengkonsumsi susu 9,0 liter per kapita per tahun, sedangkan Vietnam
mengkonsumsi susu sebanyak 10,7 liter per kapita per tahun dan Malaysia mencapai
25,4 liter per kapita per tahun. Rendahnya konsumsi susu dapat disebabkan oleh
terbatasnya populasi sapi perah di Indonesia, masyarakat tidak mengetahui manfaat
dari mengkonsumsi susu, dan kesadaran masyarakat yang masih rendah. Selain itu,
rendahnya konsumsi susu juga terjadi karena sebanyak 60% masyarakat Indonesia
mengalami lactose intolerance.
Sumber yang lain menyebutkan konsumsi susu nasional tahun 1997 mencapai
1.246 juta ton meningkat 31 % dari tahun 1993 sebesar 895,9 ton. Meningkatnya
konsumsi susu nasional tidak berarti bahwa Indonesia telah berswasembada susu.
Dari konsumsi sebesar itu, baru 1/3 dipenuhi dari susu impor. Kenyataan ini
memberikan peluang baru bagi pengusaha Indonesia untuk berwirausaha pada bidang
persusuan, baik pada bidang produksi maupun pengolahan produksi susu.
Harga susu sapi dikoperasi saat ini berkisar antara 2.700 sampai 3.500
perliter. Sedangkan harga susu ditingkat industri mencapai 4.000 perliter. harga susu
sapi akan meningkat apabila susu dioleh menjadi bebepara produk yaitu susu
fermentasi (yohgurt dan kefir), es krim susu, keju, pudding, tahu maupun produk
lainnya diperlukan sebagai alternatif bagi kelompok masyarakat tersebut.
Pengolahan susu mempunyai peranan penting karena susu segar merupakan
bahan pangan yang mudah sekali mengalami kerusakan (perishable food), sehingga
dengan proses pengolahan maka daya simpan susu menjadi lebih panjang. Untuk
memperpanjang kegunaan susu, meningkatkan daya tahan dalam penyimpanan, serta
untuk meningkatkan nilai ekonomi susu, maka diperlukan teknik penanganan dan
pengolahan susu. Salah satu upaya pengolahan susu yang sangat prospektif adalah
dengan fermentasi susu. Salah satu produk olahan dari fermentasi susu yaitu yoghurt.
Keuntungan pengolahan air susu menjadi yoghurt adalah dapat meningkatkan
kandungan gizi. Umumnya kandungan gizi yoghurt relatif lebih tinggi dibandingkan
dengan air susu segar yang merupakan bahan baku untuk pembuatan yoghurt, karena
yoghurt memiliki padatan lebih tinggi. Yoghurt juga dapat digunakan untuk
mengatasi kendala bagi penderita Lactose intolerance (gejala tidak tahan terhadap
gula susu/laktosa). Alternatif selain yoghurt, penderita lactose intolerance dapat
mengkonsumsi susu kedelai yaitu sejenis susu yang terbuat dari biji kedelai.
Minuman ini sudah sangat dikenal masyarakat dan bergizi tinggi. Baik yoghurt
maupun susu kedelai dapat diproduksi dengan skala industri besar maupun usaha
kecil (home industry), dengan demikian kedua produk ini dapat dijadikan salah satu
pilihan bagi wirausaha baru. Selain itu nilai jual dari susu yang telah difermentasi
dapat meningkat beberapa kali lipat, yaitu berkisar antara 15.000 sampai 25.000
perliter.