Anda di halaman 1dari 19

PT PLN (PERSERO)

WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PT PLN (Persero) sebagai perusahaan kelistrikan yang terbesar di Indonesia


mempunyai visi ”Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh-
kembang, unggul, dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani ” visi ini
menunjukkan bahwa PT PLN (Persero) bercita-cita untuk meraih pengakuan dari
pihak luar dengan menunjukkan kinerja yang melebihi ekspektasi pihak-pihak
yang berkepentingan, untuk mencapai cita-cita ini bukanlah persoalan mudah,
tetapi harus dengan semangat perubahan ke arah yang lebih baik. Indikator diakui
sebagai perusahaan kelas dunia adalah tergambar dari performance / kinerja
perusahaan, baik dari segi finansial, keandalan sistem, maupun standar tingkat
mutu pelayanan. Tolak ukurnya adalah semakin cepat konsumen dilayani semakin
sedikit pelanggan komplain dan pelayanannya dirasakan semakin memuaskan.

Salah satu indikator kinerja Perusahaan adalah Susut Distribusi, susut distribusi
terdiri dari susut teknis dan susut non teknis. Susut non teknis yang dikonvensasi
bila tidak tercapai salah satunya adalah tidak terukurnya energi listrik yang
disalurkan kepelanggan akibat kerusakan Kwh Meter, fungsi pengukuran energi
listrik pada Kwh Meter merupakan fungsi yang mempunyai peran yang sangat
strategis di dalam proses bisnis untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Banyaknya jumlah Kwh Meter yang rusak / macet dan buram yang sangat
signifikan merupakan kumpulan Kwh Meter yang rusak / macet dan buram dari
beberapa bulan sebelumnya yang tidak terselesaikan dengan cepat. Kwh Meter
yang rusak/macet dan buram yang tidak terselesaikan ini dikarenakan penggantian
Kwh Meter rusak/macet dan buram yang dilaksanakan dengan metode
pemeliharaan rutin berjalan lambat walau telah mengoptimalkan tenaga yang ada
karena dilakukan bersamaan dengan pekerjaan rutin lainnya serta persediaan
material Kwh Meter yang minim ikut menambah keterlambatan pelaksanaan
penggantian Kwh Meter tersebut.

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
1
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

Sesuai Keputusan Direksi PLN No.139.K/DIR tahun 2011 tentang Manajemen


APP, Penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram harus segera dilakukan agar
Kwh yang tersalur dapat terukur dengan data hasil pengukuran yang dapat
dipertanggung jawabkan .

Adanya Program 4DX ( 4 Disciplines of Execution , dimana 4DX adalah suatu


tool atau cara yang digunakan untuk memonitoring percepatan Eksekusi
pekerjaan, karena gap susut Area Bulukumba yang masih besar antara target
dengan realisasi pencapaian, maka salah satu Lead Measure (LM) dari WIG
(Whirlwind Important Goals) yaitu Program Penurunan Susut dari 13,66 %
menjadi 8,78 % pada 31 Desember 2016 adalah Penggantian Kwh Meter
rusak/macet dan buram sesuai data di Aplikasi Catat Meter Terpusat (ACMT).

1.2. Permasalahan

Kwh Meter pada pelanggan merupakan titik ujung dari transaksi penjualan tenaga
listrik PT. PLN (Persero), dimana proses bisnis yang ada di PLN mulai dari
Pembangkitan, Transmisi dan Distribusi tidak berguna jika penjualan tenaga listrik
yang diproduksi oleh pusat pusat pembangkit tidak terukur pada Kwh Meter yang
terpasang pada pelanggan.
Data gangguan Kwh Meter rusak/macet dan buram sesuai data pada ACMT adalah
sebagai berikut :

Tabel 1. Data Kwh Meter rusak/macet dan buram s/d Juni 2016

NO RAYON KWH METER RUSAK


1 PANRITA LOPI 892
2 KALUMPANG 232
3 JENEPONTO 281
4 BANTAENG 214
5 SELAYAR 80
6 SINJAI 562
7 TANETE 50
TOTAL AREA 2311

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
2
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

Berdasarkan hasil diagnostic melalui wawancara dan obsevasi di lapangan, maka


dirumuskan permasalahan dari banyaknya Kwh Meter macet/rusak dan buram
yang tidak terselesaikan penggantiannya di Area Bulukumba. Analisa akar
permasalahan menggunakan metode RCPS (root cause problem solving). Hasil
RCPS seperti pada gambar dibawah ini :

Gambar 1. Analisa RCPS

Dari analisa RCPS diatas, ditemukan akar masalah banyaknya Kwh Meter
rusak/macet dan buram yang tidak terselesaikan penggantiannya adalah karena
kurangnya tenaga pelaksana yang fokus melaksanakan pekerjaan tesebut serta
terlambatnya proses permintaan/pengadaan material baik di Rayon maupun di
Area, sehingga menyebabkan proses penggantian Kwh Meter rusak/macet dan
buram menjadi terhambat.

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
3
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

BAB II

PEMBAHASAN

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa Kwh Meter pada pelanggan


merupakan titik ujung dari transaksi penjualan tenaga listrik PT. PLN (Persero),
apabila Kwh Meter pada pelanggan rusak/macet dan buram tentu akan sangat
merugikan perusahaan. Penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram secara
berkala dan kontinyu sangatlah penting mengingat hal ini merupakan salah satu
penyebab susut non teknis. Sebelum dilakukan penugasan oleh vendor KHS,
penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram tidak dilakukan secara berkala
dan dilakukan hanya apabila ada pengaduan dari pelanggan itupun dengan telah
mengoptimalkan tenaga yang ada pada bagian Supervisor Transaksi Energi di
Rayon, seperti yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2. Realisasi Penggantian Kwh Meter macet/rusak dan buram di Rayon


sebelum pelaksanaan Project Assignment

NO RAYON JAN FEB MARET APRIL MEI JUNI


1 PANRITA LOPI 35 10 49 50 20 15
2 KALUMPANG 0 6 5 7 5 8
3 JENEPONTO 20 47 0 11 10 20
4 BANTAENG 10 21 30 8 7 15
5 SELAYAR 15 5 5 5 6 14
6 SINJAI 21 0 7 15 17 20
7 TANETE 1 0 1 14 5 5
AREA 102 89 97 110 70 97

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah realisasi penggantian Kwh Meter


macet/rusak dan buram Rayon sangat kecil, jika di rata rata hanya sebesar 94 buah
per bulan. Oleh karena itu, penulis memfokuskan pekerjaan ini dengan metode
pelaksanaan Kontrak Harga Satuan (KHS).

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
4
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

1.1. Idea Generation dan Prioritisasi Ide


a. Idea Generation

Idea Generation merupakan metode yang digunakan untuk memetakan dan


memilih solusi yang akan dieksekusi sesuai dengan kondisi (operasional,
finansial, dll) dan kebutuhan. Berdasarkan diagram RCPS (root cause
problem solving), diperoleh ide-ide perbaikan yang diharapkan dapat
menguraikan dan menyelesaikan akar permasalahan yang menjadi
penyebab Kwh Meter rusak/macet dan buram.

Tabel 3. Idea Generation

Dari tabel diatas, ide-ide perbaikan disusun sebagai solusi dari akar
permasalahan yang mencakup jadwal pelaksanaan pekerjaan, penanggung
jawab, serta prioritas pelaksanaan kegiatan. Dari 4 (empat) akar masalah
terdapat 4 (empat) macam ide perbaikan yang selanjutnya di masukkan ke
dalam mKwh Metering prioritisasi. Dalam proses idea generation terdapat
3 (tiga) status tindak lanjut yaitu “Go” artinya disetujui untuk dieksekusi,
“Not Go” artinya tidak disetujui.

b. Prioritisasi Ide
Prioritisasi Ide merupakan solusi akar permasalahan yang merupakan hasil
dari idea generation dengan kategori ”Go” berdasarkan parameter dampak
SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment
Lalla 7293060 - F
5
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

dan kemudahan implementasi. Matriks prioritisasi jenis solusi yang akan


dilakukan di Area Bulukumba dapat dilihat pada bagan berikut.

Gambar 2. Matriks Prioritisasi

Berdasarkan matriks prioritisasi diatas terdapat 3 ide perbaikan yang


mempunyai potensi dampak yang tinggi serta mudah untuk
diimplementasikan, yaitu sebagai berikut :
1. Fokus pada percepatan eksekusi penggantian seluruh Kwh Meter
rusak/macet dan buram dengan penugasan ke pelaksana vendor KHS
2. Sosialisasi ke Biller agar memberi info kode pesan di ACMT sesuai
keadaan dilapangan.
3. Mempercepat proses permintaan material ke PT PLN (Persero) Wilayah
Sulselrabar.

Pemilihan jenis penugasan dalam Pelaksanaan project assignment yang akan


diuraikan dalam bentuk bagan inistiatif perbaikan sampai perencanaan
(workplan) yaitu fokus pada percepatan eksekusi penggantian seluruh Kwh
Meter rusak/macet dan buram dengan penugasan kepada vendor KHS.

2.2. Design dengan initiative charter dan workplan

2.2.1 Bagan Initiative Perbaikan


SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment
Lalla 7293060 - F
6
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

Dari analisa RCPS setelah ditetapkan akar permasalahan terhadap banyaknya


Kwh Meter rusak/macet dan buram, maka disusun langkah-langkah perbaikan
dalam bentuk bagan inisiatif perbaikan /initiative charter seperti pada gambar
berikut :

Gambar 3. Bagan Initiative Perbaikan


Tahapan Pelaksanaan kegiatan penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram
dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4. Alur Kerja Penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram


2.2.2. Workplan

Untuk menindaklanjuti poin-poin perbaikan pada bagan inistiatif perbaikan maka


dilakukan penyusunan jadwal rencana kerja / workplan yang memuat jadwal

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
7
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

pelaksanaan kegiatan dan penanggung jawabnya. Rencana kerja / workplan yang


telah disusun seperti pada gambar berikut:

Gambar 5. Workplan Penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram

Berdasarkan gambar diatas, tahapan yang dilakukan dalam pekerjaan Percepatan


Eksekusi Penggantian KWH METER rusak/macet dan buram adalah sebagai
berikut :
1. Pengumpulan data KWH METER rusak/macet dan buram.
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data KWH METER rusak/macet dan
buram seperti pada tabel 1. Data diperoleh melalui aplikasi ACMT (Aplikasi
Catat Meter Terpusat).
2. Melakukan rapat pembahasan rencana penggantian KWH METER
rusak/macet dan buram dengan staff terkait.
3. Membuat Nota Dinas permintaan material Kwh Meter.
4. Membuat SPJ (Surat Pemesanan Jasa) Penggantian KWH METER
rusak/macet dan buram.
5. Pelaksanaan pekerjaan penggantian KWH METER rusak/macet dan buram

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
8
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

Tahapan pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara berkala dan dilaporkan setiap


minggunya oleh tiap Rayon. Monitoring penggantian Kwh Meter rusak/macet
dan buram PT PLN (Persero) Area Bulukumba dapat dilihat pada tabel
berikut:

Tabel 4. Monitoring Penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram pelaksanaan


Project Assignment

JULI AGUSTUS SEPTEMBER TOTAL


NO RAYON JUMLAH JUMLAH JUMLAH
MG IV MG I MG II MG III MG IV MG I MG II MG III MG IV
1 PANRITA LOPI 63 63 65 78 80 81 304 76 75 74 74 299 666
2 KALUMPANG 18 18 25 26 27 19 97 33 34 33 34 134 249
3 JENEPONTO 52 52 18 20 21 22 81 32 34 32 33 131 264
4 BANTAENG 10 10 19 17 18 24 78 20 21 20 22 83 171
5 SELAYAR 15 15 2 3 3 2 10 4 2 3 3 12 37
6 SINJAI 63 63 37 38 37 39 151 35 33 36 38 142 356
7 TANETE 0 0 12 13 14 14 53 0 0 0 0 0 53
TOTAL 221 221 178 195 200 201 774 200 199 198 204 801 1796

Adapun material yang dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut adalah:


1. Kwh Meter 1 phasa
2. Kabel Wiring
3. Paku dan Murbaut
Pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh vendor Kontrak Harga Satuan
(KHS) diawasi oleh Supervisor Rayon dan Staf.
6. Evaluasi dan pemantauan pelaksanaan pekerjaan penggantian Kwh Meter
rusak/macet dan buram.

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
9
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

Tabel 5. Data Perbandingan Penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram sebelum
dan sesudah pelaksanaan Project Assignment
JUMLAH KWH METER YANG DIGANTI
NO NAMA RAYON SEBELUM SESUDAH
Jan - Juni 2016 Rata rata/bln Juli - Sept.2016 Rata rata/bln
1 PANRITA LOPI 179 30 666 222
2 KALUMPANG 31 5 249 83
3 JENEPONTO 108 18 264 88
4 BANTAENG 91 15 171 57
5 SELAYAR 50 8 37 12
6 SINJAI 80 13 356 119
7 TANETE 26 4 53 18
AREA 565 94 1796 599

Dari tabel diatas bisa dilihat perbandingan jumlah realisasi penggantian Kwh
Meter rusak/macet dan buram, adapun grafik seperti dibawah ini :

Gambar 6. Grafik Perbandingan Penggantian Kwh Meter Rusak/Macet dan Buram


Per Rayon

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
10
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

Gambar 7. Grafik Perbandingan Penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram

6.1.1 Saving Energi ( Kwh ) yang diperoleh.


Dari hasil pelaksanaan Project Assignment percepatan penggantian Kwh Meter
rusak/macet dan buram diperoleh Saving Energi (Kwh) seperti tabel dibawah :

Tabel 6. Jumlah Saving Energi ( Kwh ) yang di peroleh

KWH SAVING PER PERIODE TOTAL


NO NAMA RAYON MEI JUNI JULI SAVING
Kwh Rupiah Kwh Rupiah Kwh Rupiah Kwh Rupiah
1 PANRITA LOPI 7,556.00 6,454,411.00 40,540.00 33,460,605.00 18,028.00 14,107,657.00 66,124.00 54,022,673.00
2 KALUMPANG 5,090.00 6,544,889.00 5,165.00 6,671,328.00 2,464.00 2,326,395.00 12,719.00 15,542,612.00
3 JENEPONTO 5,485.00 3,976,786.00 10,064.00 22,294,661.00 4,045.00 1,940,124.00 19,594.00 28,211,571.00
4 BANTAENG (603.00) (495,013.00) 19,880.00 20,720,268.00 9,296.00 3,350,905.00 28,573.00 23,576,160.00
5 SELAYAR 1,614.00 984,728.00 1,398.00 1,359,091.00 259.00 278,684.00 3,271.00 2,622,503.00
6 SINJAI 9,083.00 9,083,098.00 23,656.00 18,815,762.00 85,896.00 24,485,187.00 118,635.00 52,384,047.00
7 TANETE - - 5,807.00 4,428,756.00 148.00 183,667.00 5,955.00 4,612,423.00
AREA 28,225 26,548,899 106,510 107,750,471 120,136 46,672,619 254,871 180,971,989

Tabel diatas menunjukkan jumlah Saving Energi (Kwh) yang diperoleh,


disamping memperoleh saving energi (Kwh) dari hasil penggantian Kwh Meter
rusak/macet dan buram juga diperoleh sejumlah tagihan susulan ( TS ) seperti
tabel dibawah ini :

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
11
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

Tabel 7. Jumlah Tagihan Susulan ( TS ) yang di peroleh


BULAN TOTAL
NO NAMA RAYOAN Juli Agustus September TAGIHAN SUSULAN
Kwh Rupiah Kwh Rupiah Kwh Rupiah Kwh Rupiah
1 Panrita Lopi 50,167 30,800,687 2,329 1,391,954 2,832 1,679,126 55,328 33,871,767
2 Kalumpang 1,198 771,650 1,198 771,650
3 Jeneponto 10,615 5,909,563 3,702 2,108,664 2,610 2,942,900 16,927 10,961,127
4 Bantaeng 350 528,471 5,279 6,393,590 5,629 6,922,061
5 Selayar 3,392 1,852,944 3,392 1,852,944
6 Sinjai 3,303 1,572,227 1,288 1,452,121 4,881 2,618,392 9,472 5,642,740
7 Tanete 744 966,095 81 40,095 60 33,300 885 1,039,490
Area 66,377 40,548,693 12,679 11,386,424 13,775 9,126,662 92,831 61,061,779

6.1.2 Trend Susut PLN Area Bulukumba tahun 2016

Tabel 8. Dupont Chart Susut Area Bulukumba Tahun 2016


SUSUT BULANAN SUSUT KOMULATIF
NO PERIODE
TOTAL TEKNIS NON TEKNIS TOTAL TEKNIS NON TEKNIS
1 Januari 12.68 8.54 4.13 12.68 8.54 4.13
2 Februari 11.89 8.41 3.48 12.29 8.48 3.81
3 Maret 16.24 8.89 7.35 13.66 8.62 5.04
4 April 10.36 8.79 1.57 12.84 8.66 4.18
5 Mei 12.73 8.86 3.87 12.81 8.70 4.11
6 Juni 9.93 8.72 1.21 12.34 8.70 3.64
7 Juli 16.44 8.94 7.50 12.95 8.74 4.21
8 Agustus 11.99 8.50 3.50 12.83 8.71 4.12

Tabel diatas menunjukkan kondisi trend susut distribusi PLN Area Bulukumba
baik teknis maupun non teknis, adapun grafik susut dibagi dalam dua kategori
yaitu susut bulanan dan susut komulatif seperti dibwah ini:

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
12
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

Gambar 8. Grafik Dupont Chart Susut Bulanan

Gambar 9. Grafik Dupont Chat Susut Kumulatif

Dari kondisi trend susut Area bulukumba dapat dilihat perbandingan antara Target
dengan Realisasi seperti grafik dibawah ini :

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
13
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

Gambar 10. Grafik Gap Susut Distibusi

Hasil Evaluasi dan pemantauan setelah pelaksanaan pekerjaan penggantian Kwh


Meter rusak/macet dan buram yaitu :

Tabel 9.Total Perolehan Saving Kwh.

Perolehan Kwh Saving


NO URAIAN KETERANGAN
Kwh Rupiah
A Saving
1 Kenaikan Pemakaian 331.687 266.645.247
2 Tagihan Susulan 92.831 61.061.779
Total 424.518 327.707.026
B Susut 1 % SUSUT
1 Komulatif 38.055.304 12,83 % setara
2 Gap 12.012.513 4,05 % 2.996.119 kWh
C Kontribusi Perbaikan Susut
1 Saving 424.518 kwh/38.055.304 kwh x 12,83 % = 0,143 %
2 Gap Susut 4,05 - 0,143 % = 3, 91 %

1. Dari percepatan pelaksanaan penggantian Kwh Meter rusak/macet dan


buram diperoleh saving sejumlah 424.518 Kwh. atau setara dengan
Rp. 327.707.026. Kwh Saving ini berkontribusi terhadap penurunan susut
sebesar 0,14% atau setara dengan penurunan Gap Susut dari 4,05%
menjadi 3,91%.

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
14
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

2. Percepatan eksekusi penggantian kWh meter rusak/macet dan buram


menjadi suatu solusi penyelesaian tingginya jumlah kWh meter
rusak/macet dan buram di unit Rayon yang selama ini belum dapat
diselesaikan melalui pemeliharaan rutin yang dilakukan.
3. Penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram didominasi oleh
pelanggan tarif rumah tangga R1/450 VA dan R1/900 VA.
4. Jumlah Kwh Meter rusak/macet dan buram yang belum terselesaikan
semakin berkurang.
5. Energi Daya (Kwh) yang hilang akibat kerusakan Kwh Meter dapat
dinormalkan kembali dan ditambah dengan pemasukan Rupiah Tagihan
Susulan (Tagsus).
6. Data yang terukur pada Kwh Meter sudah sesuai dengan yang ditagihkan
pada rekening pelanggan (data berintegritas).
7. Dapat menanamkan cara penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram
secara berkesinambungan.

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
15
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

6.1.3 Foto hasil pelaksanaan pekerjaan penggantian Kwh Meter rusak/macet dan
buram :

Sebelum Sesudah

Sebelum Sesudah
Gambar 11. Foto Sebelum dan sesudah penggantian Kwh Meter

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
16
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram sebelum pelaksanaan
Project Assignmet dari bulan Januari sampai dengan Juni 2016 sebanyak
565 pelanggan atau rata rata 94 pelanggan perbulan selama 6 bulan.
2. Penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram selama pelaksanaan
Project Assignmet dari bulan Juli sampai dengan September 2016
sebanyak 1.796 pelanggan atau rata rata 599 pelanggan perbulan selama
± 3 bulan.
3. Nilai Saving sebesar 424.518 kwh atau setara dengan Rp.327.707.026.
4. Penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram yang dilakukan dengan
mengoptimalkan tenaga yang ada di Rayon belum mampu menyelesaikan
masalah penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram secara
keseluruhan karena keterbatasan tenaga dan dilakukan bersamaan dengan
pekerjaan rutin lainnya. Melalui kegiatan Project Assignment ini dilakukan
percepatan pekerjaan dengan Metode memanfaatkan Tenaga Vendor
Kontrak Harga Satuan (KHS) yang dapat menyelesaikan permasalahan
lambatnya penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram, dengan
pengawasan yang ketat.
5. Kesesuaian nilai pemakaian energi listrik antara yang tercatat di Kwh
Meter dengan yang ditagihkan ke pelanggan akan meningkatkan citra
PLN.

3.2 Tindakan Yang disarankan


1. Membuat Standart Operation Prosedure (SOP) untuk percepatan eksekusi
penggantian Kwh Meter rusak/macet dan buram.

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
17
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

2. Pemantauan dan pemeriksaan Kwh Meter rusak/macet dan buram dari


sumber Biller (catat meter ) baik yang tertuang dalam Aplikasi Catat Meter
Terpusat (ACMT) maupun laporan langsung dari pelanggan harus segera
direspon untuk melakukan perbaikan dan penggantian setiap minggu.
3. Pengawasan dan pembinaan terhadap Biller (pencatat meter) harus
dilakukan secara berkesinambungan agar data Kwh Meter rusak/macet dan
buram dapat diketahui dengan pasti.

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
18
PT PLN (PERSERO)
WILAYAH SULSERABAR
AREA BULUKUMBA

DAFTAR PUSTAKA

- Nurjaya Amral & Tim , Buku Panduan Supervisory Education I Angkatan IV

Tahun 2016, PT PLN (Persero) Udiklat Makassar (Renewable Energy

Academy).

- Buku Panduan Aplikasi Catat Meter Terpusat ( ACMT ).

- Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T ).

- PT PLN (Persero), Keputusan Direksi No.139.K/DIR/2011, Pedoman

Manajemen Alat Pengukur dan Pembatas (APP).

- Buku Panduan The 4Disciplines of Execution ( 4DX ) oleh Chris McChesney

& Sean Covey.

SE1 Angk.IV 2016 Project Assignment


Lalla 7293060 - F
19