Anda di halaman 1dari 550

LAPORAN TAHUNAN

ANNUAL REPORT

2013

PENINGKATAN KUALITAS

TATA KELOLA
DAN INOVASI OPERASIONAL

N u ntuk
a PL rsih,
Car e
ih B ju dan
Leb a
ih M hat
Leb e
ih S
Leb

Good Corporate Governance’s Excellence


and Innovative Operation

Path way to Become Cleaner, More Advanced and


More Healthy

IDX : PPLN

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 1


Mengubah persepsi dan mengatasi rintangan di tengah keterbatasan
merupakan tantangan yang berat untuk diatasi.

Namun dilandasi komitmen kuat dari jajaran manajemen puncak


dan keyakinan akan kemampuan seluruh insan perusahaan dalam
mewujudkan misi perusahaan, PLN kini telah menapakkan langkah pada
arah yang tepat untuk menjadi perusahaan kelistrikan berkelas dunia.

Komitmen tinggi jajaran Manajemen untuk menjalankan kegiatan usaha


yang bersih, menjunjung tinggi etika bisnis, etika moral serta etika bekerja
dengan meningkatkan kualitas penerapan tata kelola perusahaan yang
baik, membuahkan berbagai pengakuan dan peningkatan kepercayaan
pihak eksternal serta menimbulkan keyakinan seluruh jajaran internal
akan manfaat berbagai program perbaikan kualitas penerapan GCG bagi
perkembangan perusahaan dalam jangka panjang.

Kami menindaklanjuti peningkatan kepercayaan publik dengan


menerapkan inovasi di berbagai aspek operasional dengan tujuan,
meningkatkan tingkat elektrifikasi, tingkat operasional dan mutu layanan
serta optimalnya kegiatan pembangunan nasional.

Kami meyakini bahwa peningkatan kualitas penerapan tata kelola


perusahaan dan inovasi di segala aspek operasional akan membuat
PLN semakin bersih, maju dan sehat serta semakin mampu memenuhi
harapan pemangku kepentingan di seluruh pelosok tanah air.

2 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Changing perceptions and tackling impediments under constraining
condition are heavy challenges.

Nonetheless, with high-ranked management’s strong commitment and its


belief in all the company people’s ability to realize the corporate mission,
PLN can now move with the right orientation to become a world-class
electricity company.

The Management’s high commitment in running clean business activities,


upholding business ethics, moral ethics and work ethics by improving the
good corporate governance (GCG) application quality, garnering external
party’s acknowledgment and raising internal party’s trust in the benefits of
GCG application quality improvement programs for the company’s growth
in the long run.

We response to the public trust rise by applying innovations in various


operational aspects with the purpose to increase electrification ratio,
operational efficiency rate and service quality and optimize the national
development activities.

We believe that the improvement of GCG application quality and


innovations in all operational aspects will make PLN cleaner, more
advanced and healthier as well as more able to meet the expectations of all
the stakeholders across the country.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 1


2 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)
Tahun 2013 ditandai dengan dicapainya kesepakatan
“Service Level Agreement” (SLA) antara PLN dengan 12
Kementerian dan Lembaga Negara untuk mendukung
pengembangan ketenagalistrikan Indonesia yang akan
mulai berlaku sejak tahun 2014.

Sebagai penanggung jawab utama perkembangan


ketenagalistrikan di Indonesia, kami menyambut baik
kesepakatan tingkat tinggi yang diyakini akan sangat
membantu mengurai berbagai hambatan dan disinkronisasi
di lapangan yang membuat perkembangan ketenagalistrikan
belum berjalan optimal.

Menghadapi dinamika pertumbuhan kebutuhan listrik


di tahun 2013 dan perkembangan terbaru tersebut, kami
konsisten menerapkan program peningkatan kualitas GCG
dan inovasi-inovasi operasional dengan tujuan memperkuat
landasan Perusahaan serta menyiapkan seluruh jajaran
PLN menyambut era baru pengembangan ketenagalistrikan
yang semakin mandiri dan optimal dalam mendukung
pembangunan nasional yang berkelanjutan.

The year 2013 was marked with the achievement of the Service Level Agreement
between PLN and 12 Ministries and State Institutions, to support Indonesia’s
electricity development, which shall be effective starting 2014.

As the main institution responsible for electricity in Indonesia, we welcome the high-
level agreement which will very much help solve the impediments and unsynchronized
matters on the site that hamper the electricity development.

Facing the dynamics of electricity needs in 2013 and the latest development, we
consistently apply the GCG quality improvement programs and operational
innovations which are aimed to strengthen the Company’s foundation and prepare all
ranks of PLN in welcoming the new era of more independent and optimum electricity
development to support sustainable national development.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 3


1
Konsisten
Meningkatkan Kualitas
Penerapan Praktik Tata
Kelola Perusahaan
Yang Baik

Consistently
Improve the Quality
of Good Corporate
Governance
Application

88,52% 83,35%
81,51%*
Nilai Penerapan GCG
GCG Assessment Score

2013 2012 2011

* Mulai tahun 2012 penilaian menggunakan parameter sesuai Surat Sekretaris Menteri BUMN No.SK-16/S.MBU/2012 tentang indikator/Parameter Penilaian
dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Coporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara. Sedangkan untuk tahun 2011
dan sebelumnya menggunakan Surat Edaran Kementerian Negara BUMN Nomor. S-168/MBU/2008 tentang Penerapan Praktik GCG di BUMN.
* Starting 2012, assessment has used the parameters stipulated in Ministry of State-Owned Enterprises Secretary Letter No. SK-16/S.MBU/2012 on
the Parameters of Good Corporate Governance Assessment and Evaluation in State-Owned Enterprise. While up to 2011, the assessment referred to
Ministry of SOE Circular Letter Number S-168/MBU/2008 on GCG Application in State-Owned Enterprise.

4 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PLN meyakini beragam manfaat yang dapat diraih Perusahaan
dari peningkatan kualitas penerapan tata kelola perusahaan yang
baik (GCG) dalam jangka panjang. Maka seluruh jajaran PLN
menunjukkan komitmen dan konsisten tinggi untuk merealisasikan
berbagai program untuk meningkatkan kualitas penerapan GCG,
mencakup:
• Pemantapan dan Sosialisasi Gerakan “PLN Bersih, No Suap”,
dengan empat pilar utama, Partisipasi, Integritas, Transparansi,
dan Akuntabilitas (PITA).
• Penguatan dan sosialisasi butir-butir kode etik di seluruh
jajaran insan PLN.
• Intensifikasi kerjasama dengan pihak independen yang kredibel
untuk meningkatkan kualitas praktik GCG.
• Asesmen periodik mengenai kualitas penerapan GCG oleh pihak
independen.

Hasil • Meningkatnya persepsi PLN sebagai institusi yang


yang
semakin bersih, bebas dari tindakan korupsi, kolusi
diraih
dan nepotisme.
• Raihan berbagai penghargaan pihak eksternal
terkait kualitas penerapan GCG.
• Meningkatnya skor asesmen kualitas penerapan
GCG di tahun 2013.

With the belief in the benefits the Company can gain in the long run out of the
improvement of good corporate governance (GCG) application, the entire PLN people
show their commitment in consistently realize the programs of the GCG application
quality improvements, comprising:
• Strengthening and Socialization of “Clean PLN, No Bribery” movement with four
main pillars, i.e. Participation, Integration, Transparency and Accountability (PITA).
• Strengthening and socialization of code of ethics amidst all PLN people.
• Intensifying cooperation independently and credibly to improve GCG
application quality.
• Periodical assessment into GCG application quality by independent party.

The outputs include:


• More wide-spread perception toward PLN as a cleaner institution, free from
corruption, collusion and nepotism acts.
• Achievement of awards from external parties related to GCG application quality.
• Higher score of GCG application quality assessment in 2013.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 5


2
INOVASI PELAYANAN
UNTUK MENINGKATKAN
KEPUASAN PELANGGAN
Service Innovation
For Driving Customer
Satisfaction

Gambar piagam Gambar piagam: “Contact Center Service Excellence” dalam


Center for Customer Satisfaction and Loyalty (CCSL) ajang Call Center Awards dari Care Center for Customer
in Jakarta”. Satisfaction and Loyalty (CCSL)di Area Jakarta.
Photo of other awards in service field.
Pictures of awards ‘Contact Center Service Excellence’ in
the Call Center Awards from Care center for customer.

6 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PLN melaksanakan tanggung jawab untuk memenuhi tugas
korporasi yang bergerak dengan pasti menjadi perusahaan
kelistrikan berkelas dunia. PLN memberi perhatian tinggi pada
peningkatan kualitas layanan bagi para pelanggan, dengan
merealisasikan:
• Peningkatan inovasi layanan berbasis teknologi komunikasi
terkini.
• Penyediaan fitur layanan virtual service dan tanpa sekat
(borderless) 24 jam melalui akun facebook PLN 123 dan akun
twitter @pln_123 maupun call center 123.
• Solusi mudah bagi pelanggan dalam memenuhi kebutuhan
listrik, cepat dan akurat.

Hasil
yang
diraih • Peningkatan persepsi kepuasan pelanggan.
• Berbagai penghargaan pihak eksternal.
terkait mutu layanan maupun program Call
Center 123.

PLN is taking the responsibility to do corporate duties while moving forward steadily to become
a world class electricity company. PLN pays a lot of attention to the improvement of service
quality for customers by realizing:
• Development of latest communication technology-based service innovations.
• Providing 24-hour virtual service and borderless service feature through PLN 123 Facebook
account and @pln_123 Twitter account as well as Call Center 123.
• Easy solution for customers by meeting electricity needs quickly and accurately.

These result in:


• The increase of customer satisfaction perception.
• A variety of external party’s awards concerning service quality and Call Center 123 program.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 7


3
INOVASI PENDANAAN
UNTUK MENGELIMINASI
KETERBATASAN
ANGGARAN NEGARA

Innovations
of Funding for
Overcoming State
Budget Limitation

pendanaan bagi pembangunan


beberapa unit pembangkit dengan
skema ECA (Export Credit Agency)
tanpa jaminan Pemerintah.
funding for the construction of some plant units under the Export
Credit Agency (ECA) scheme without the Government’s guarantee.

8 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PLN berupaya mencari alternatif pendanaan untuk membiayai
pembangunan fasilitas pembangkit maupun distribusi untuk
mengurangi ketergantungan terhadap anggaran negara.

Peningkatan kepercayaan publik dan investor dalam maupun


luar negeri sebagai salah satu keuntungan peningkatan
kualitas penerapan GCG telah memberi kontribusi nyata.

Hasil
yang • PLN berhasil menandatangani perjanjian
diraih
kerjasama (MoU) dengan Korean Exim Bank
melalui skema ECA (Export Credit Agency)
tanpa jaminan Pemerintah untuk pendanaan
pembangunan beberapa unit pembangkit.

PLN seeks funding alternatives to finance the power plant and distribution
facility construction apart from the reliance on state budget.

The increasing trust of the public and investors, local and overseas, is one of
the real contributions of the improvement of GCG application quality.

• PLN successfully signed the Memorandum of Understanding (MoU) with


Korean Exim Bank under the Export Credit Agency (ECA) scheme without the
government’s guarantee, for funding of some plant constructions.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 9


4
INOVASI PROSES PRODUKSI
UNTUK MENGURANGI
BIAYA POKOK PRODUKSI

Production Process
Innovation to
Reduce Basic Cost of
Production

Hasil
yang
diraih
87,65 85,03
Bauran Energi (%) 75,22
Fuel Mix (%)

24,78 NON BBM


12,35 14,97 BBM

2013 2012 2011

10 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PLN konsisten mengembangkan proses pembangkitan berbahan
bakar non-BBM untuk menekan rasio bauran energi primer BBM dan
mengurangi biaya pokok produksi. Berbagai inovasi penggunaan
bahan bakar yang telah diterapkan, mencakup:
• Pemanfaatan teknologi Compressed Natural Gas (CNG) yang
lebih ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan listrik
pada beban puncak.
• Pemanfaatan sumber energi terbarukan dari biomassa,
seperti biodiesel, biogas.
• Pemanfaatan sumber energi terbarukan, meliputi energi
surya dan bayu untuk daerah-daerah terpencil, serta potensi
panas bumi.

PLN consistently develops non oil-based fuel fired power plant to improve of fuel
mix and reduce the basic cost of production. Fuel usage innovations that have been
applied include:
• The use of environmental-friendly Compressed Natural Gas (CNG) technology to
meet electricity needs during peak hours.
• The use of renewable energy from biomass, such as biodiesel and biogas.
• The use of renewable energy of solar and wind power for remote areas, as well as
geothermal.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 11


5
INOVASI PROGRAM
PENGELOLAAN ASET DAN
PENGEMBANGAN KAPASITAS
PEMBANGKITAN MAUPUN
DISTRIBUSI
Innovations in
Asset Management
Program and
Power Plant and
Distribution
Capacity
Development

12 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PLN melangkah semakin maju dengan menerapkan berbagai
inovasi dalam pengelolaan aset perusahaan termasuk proses
pembangunan maupun pemeliharaan pembangkit dan jaringan
distribusi. PLN telah menerapkan sistem enterprise asset
manajemen (EAM) yang memungkinkan diperolehnya optimasi
pemanfaatan aset yang dimiliki, termasuk sarana pembangkit
dan distribusi.

Untuk meningkatkan kemandirian dalam menyediakan


kebutuhan listrik sekaligus mendorong tumbuh dan
berkembangnya industri kelistrikan didalam negeri, PLN
menerapkan persyaratan pemenuhan konten lokal dalam
pembangunan stasiun pembangkit maupun sarana distribusi.

PLN is progressing fast by applying various innovations in company asset management


including the construction process as well as power plant and distribution network
maintenance. PLN has applied the enterprise asset management (EAM) which allows the
optimization of asset usage, including plant and distribution facilities.

To procure electricity more independently and push the domestic electricity industry
growth, PLN applies the requirements of local content in the construction of plant and
distribution facilities.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 13


6
PENINGKATAN KOMPETENSI
DAN INTEGRITAS SDM

Human Resources
Competence
and Integrity
Improvement

14 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PLN menunjukkan komitmen tinggi untuk meningkatkan
kompetensi dan integritas SDM untuk mendukung proses
transformasi menjadi perusahaan kelistrikan berskala dunia.
PLN merealisasikan berbagai program pelatihan kompetensi
maupun peningkatan integritas, mencakup:
• Pelaksanaan program pelatihan.
• Deklarasi sarana pendidikan pelatihan menjadi PLN -
Corporate University.
• Penyelenggaraan pekan inovasi Knowledge, Norm, Innovation,
Festival and Exhibition (KNIFE) ke empat di tahun 2013.
• Deklarasi kepatuhan terhadap Code of Conduct (CoC).

PLN demonstrates high commitment in improving the human resources competence and
integrity to support the transformation into a world class electricity company. PLN has realized
competence and integrity improvement training programs, comprising:
• Conducting training programs.
• Declaration of training - education facility becoming the PLN - Corporate University
• Organizing the 4th Knowledge, Norm, Innovation, Festival and Exhibition (KNIFE)
innovation week in 2013.
• Declaration of compliance with Code of Conduct.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 15


7
MENUNJUKKAN
PENINGKATAN KINERJA
OPERASIONAL
Operational Performance
Improvement

Produksi Daya Listrik


Electrical Power Production

216.189 GWh
Electrification Ratio

80,38%
16 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)
Realisasi berbagai program peningkatan kualitas penerapan
GCG dan inovasi membuat PLN berhasil mencatatkan berbagai
kinerja operasional, yang juga menunjukkan kesiapan seluruh
jajaran menyambut era baru pengembangan ketenagalistrikan
di masa mendatang, mencakup:
• Meningkatnya produksi daya listrik menjadi sebesar
216.189 GWh.
• Meningkatnya rasio elektrifikasi menjadi sebesar 80,38%.
• Meningkatnya jumlah pelanggan menjadi 54,0 juta
pelanggan.
• Meningkatnya pendapatan perusahaan, mencapai
Rp257,40 triliun.

JUMLAH PELANGGAN (ribu pelanggan) PENDAPATAN USAHA (Rp triliun)


NUMBER OF CUSTOMER (THOUSAND CUSTOMER) OPERATING INCOME (Rp trillion)

53.996 257,4

49.795 232,7

45.895 208,0

2013 2012 2011 2013 2012 2011

The realization of various GCG application quality improvement programs as well as


innovations brought PLN to record good operational performance and show all PLN
people’s preparedness to welcome the new era of the future electricity development,
which comprises:
• The increase of electrical power production to 216,189 GWh.
• The increase of electrification ratio to 80.38%
• The increase of total customers to 54.0 millions.
• The increase of company’s revenue to Rp257.40 trillion.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 17


DAFTAR ISI
Contents
92
Strategi Pengembangan
Usaha
Business Development
Strategy

PREFACE 3 Kepemilikan Saham Shareholders Ownership 76


RINGKASAN KINERJA UTAMA 4 Struktur Grup Perusahaan 77
MAIN PERFORMANCE HIGHLIGHTS Business Structure and Subsidiary
Konsisten Meningkatkan Kualitas Penerapan Praktik Tata 4 Segmentasi Geografis Geographical Segmentation 78
Kelola Perusahaan yang Baik
Struktur Organisasi Organizational Structure 80
Consistently Improve The Quality of Good Corporate
Governance Application Lembaga dan Profesi Penunjang Perusahaan 81
di Pasar Modal
Inovasi Pelayanan untuk Meningkatkan Kepuasan 6
Corporate Institutional and Professional Support
Pelanggan in Capital Market
Service Innovation for Driving Customer Satisfaction
Inovasi Pendanaan untuk Mengeliminasi Keterbatasan 8
Anggaran Negara PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA 84
Innovations of Funding for Overcoming State Budget Business Development Program
Limitation Arah Pengembangan Jangka Panjang 86
Inovasi Proses Produksi untuk Mengurangi Biaya 10 Long-Term Development Roadmap
Pokok Produksi Strategi Pengembangan Usaha 92
Production Process Innovation to Reduce Basic Cost Business Development Strategy
of Production
Pengembangan Organisasi Organizational Development 98
Inovasi Program Pengelolaan Aset dan Pengembangan 12
Kapasitas Pembangkitan Maupun Distribusi
Innovations in Asset Management Program and Power LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL 104
Plant and Distribution Capacity Development OPERATIONAL MANAGEMENT REPORT
Peningkatan Kompetensi dan Integritas Sdm 14 Strategi Usaha di Tahun 2013 106
Human Resources Competence and Integrity Improvement Business Strategy in 2013
Menunjukkan Peningkatan Kinerja Operasional 16 Pengelolaan Sumber Daya Manusia 108
Operational Performance Improvement Human Resource Management
Pengembangan Teknologi Sistem Informasi 124
IKHTISAR UTAMA 20 Information Technology System Development
HIGHLIGHTS Transmisi dan Distribusi Transmission and Distribution 132
Ikhtisar Keuangan Financial Highlights 20 Pembangunan Stasiun Pembangkit 138
Ikhtisar Operasional Operational Highlights 22 Power Plant Construction
Obligasi Bond 24 Kerja Sama dengan Berbagai Pihak 150
Collaboration with Other Parties
Peristiwa Penting Event Highlights 26
Pendanaan Funding 154
Penghargaan dan Sertifikasi Awards and Certification 36

PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN 160


LAPORAN MANAJEMEN 40 Management Discussion and Analysis
MANAGEMENT REPORT
Tinjauan Ekonomi dan Prospek Usaha 162
Laporan Dewan Komisaris 43 Economic Review and Business Prospect
Board of Commissioners’ Report
Tinjauan Kinerja Operasional 164
Laporan Direksi 53 Operational Performance Review
Board of Directors’ Report
Pemasaran Marketing 165
Tinjauan Kinerja Keuangan Financial Performance 186
PROFIL PERUSAHAAN 66
Company Profile Ikhtisar Posisi Keuangan Balance Sheet Overview 188

Nama dan Alamat Name and Address 68 Struktur Modal dan Kebijakan Struktur Modal 201
Capital Structure and Capital Structure Policy
Sekilas Tentang Pln Pln in Brief 69
Ikhtisar Laporan Laba Rugi Komprehensif Perseroan 203
Tonggak Sejarah Milestone 70 Analysis on Company Statements of Comprehensive Income
Bidang Usaha Line of Business 72 Arus Kas Cash Flow 210
Visi, Misi dan Nilai-Nilai Luhur Perusahaan 74 Rasio-Rasio Keuangan Financial Ratios 212
Vision, Mission and Company’s Core Values

18 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


230
TATA
LAKSANAAN
LAPORAN PE
USAHAAN
KELOLA PER
Report
Governance
Corporate

Realisasi Belanja Modal Capital Expenditure Realization 213 TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 322
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
Realisasi Dibandingkan Target 214
Realization - Target Comparison Ruang Lingkup Kegiatan dan Sumber Dana Kegiatan CSR 325
CSR Program Scope and Funding
Dividen dan Kebijakan Dividen Dividends and Dividend Policy 215
Tanggung Jawab Terhadap Lingkungan, Keselamatan 326
Informasi Keuangan Lainnya 216 Ketenagalistrikan (K2) dan Perubahan Iklim
Other Financial Information Environmental, Electricity Safety (K2) and Climate Change
Informasi Material Mengenai: Investasi, Ekspansi, Divestasi, 216 Responsibility
Penggabungan, Akuisisi, Restrukturisasi Utang/Modal Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja 328
Material Information on Investment, Expansion, Divestment, Workforce, Occupational Health and Safety
Merger, Acquisition, Debt/Capital Restructuring
Kesehatan dan Keselamatan Kerja 329
Ikatan Material Untuk Barang Modal 219 Occupational Health and Safety
Material Commitment On Capital Expenditure
Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan 331
Perubahan Peraturan Regulation Changes 224 Social and Community Development
Tanggung Jawab Terhadap Konsumen 338
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan 230 Responsibility to Consumer
Good Corporate Governance
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan 232 INFORMASI PERSEROAN 340
Corporate Governance Report CORPORATE INFORMATION
Tujuan Objective 232 Profil Dewan Komisaris 342
Pedoman, Struktur dan Mekanisme Tata - kelola 233 Profile of The Board of Commissioners
Guidelines, Structure and Mechanism Profil Direksi 348
Kebijakan Pokok Perusahaan Corporate Policies 236 Profile of The Board of Directors

Implementasi Praktek GCG Gcg Practices Implementation 237 Sekretaris Perusahaan dan Sekretaris Dewan Komisaris 353
Board of Commissioners’ Secretary and Corporate
Penilaian Penerapan GCG Gcg Assessment 239 Secretary
Peningkatan Kualitas Penerapan Praktik Terbaik GCG 244 Anggota Komite Manajemen Risiko 354
Improvement of Gcg Best Practices Quality Risk Management Committee Members
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 246 Anggota Komite Audit 355
The General Meeting of Shareholders (Gms) Audit Committee Members
Dewan Komisaris Board of Commissioners 248 Kepala Satuan Pengawasan Intern 356
Head of Internal Supervisory Unit
Direksi Board of Directors 260
Daftar Unit Bisnis dan Alamat 357
Komite dan Laporan Komite Dewan Komisaris 272 Address and Business Unit
Committees and Board of Commissioners’ Committee Report
Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi 362
Sekretaris Dewan Komisaris 282 Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Tahunan 2013
Board of Commissioners’ Secretary PT PLN (Persero)
Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary 283 Statement of The Members of The Board of Commissioners
and The Board of Directors Concerning Responsibility Upon
Risiko dan Manajemen Risiko Risk and Management Risk 290 The 2013 Annual Report of PT PLN (Persero)
Satuan Pengawasan Intern (Spi) Internal Supervisory Unit 300
Sistem Pengawasan dan Pengendalian Internal 306 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 364
Internal Control
And Supervision System
Article Consolidated Financial Statements
Mekanisme Pelaporan The Mechanism 308 Referensi Peraturan OJK 528
Perkara Hukum yang Melibatkan Perseroan 309 Cross Reference to Bapepam-OJK Rule
Legal Proceedings Involving The Company

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 19


Ikhtisar Keuangan/Financial Highlights

IKHTISAR KEUANGAN
Financial Highlights
Dalam Rp Miliar In Billion Rp
IKHTISAR POSISI KEUANGAN 2013 2012*) 2011*) OVERVIEW OF FINANCIAL POSITION
ASET TIDAK LANCAR 511.040 472.066 409.531 NON-CURRENT ASSETS
Aset Tetap - Bersih 488.103 462.318 402.261 Fixed Assets - Net
Pekerjaan dalam pelaksanaan 95.738 102.810 98.057 Construction in Progress
ASET LANCAR 84.837 77.310 66.922 CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 25.530 22.640 22.088 Cash and cash equivalents
Piutang usaha - Bersih 15.697 12.522 12.174 Trade accounts receivables - Net
Piutang subsidi listrik 21.794 20.566 12.102 Receivables on electricity subsidy
Persediaan - Bersih 11.343 16.738 15.654 Inventories - Net
JUMLAH ASET 595.877 549.376 476.453 TOTAL ASSETS
LIABILITAS JANGKA PANJANG 374.331 315.503 258.219 NON-CURRENT LIABILITIES
Utang sewa pembiayaan 129.719 107.609 77.690 Lease liabilities
Utang bank dan surat utang jangka menengah 66.458 54.272 46.003 Bank loans and medium term notes
Utang obligasi 81.018 67.251 55.908 Bonds payable
LIABILITAS JANGKA PENDEK 88.315 74.603 63.550 CURRENT LIABILITIES
JUMLAH LIABILITAS 462.646 390.106 321.770 TOTAL LIABILITIES
TOTAL EKUITAS 133.232 150.600 146.013 TOTAL EQUITY
MODAL KERJA BERSIH 3.478 (2.707) (3.371) NET WORKING CAPITAL
INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN Investment in associates and
2.029 1.625 1.144
VENTURA BERSAMA joint ventures
IKHTISAR LABA RUGI KOMPREHENSIF 2013 2012 2011 OVERVIEW OF STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME
PENDAPATAN USAHA 257.405 232.656 208.018 REVENUES
Penjualan tenaga listrik 153.486 126.722 112.845 Sale of electricity
Subsidi listrik pemerintah 101.208 103.331 93.178 Government’s electricity subsidy
LABA USAHA 36.493 29.541 22.378 OPERATING PROFIT
LABA SEBELUM PAJAK (39.221) 1.032 5.515 INCOME BEFORE TAX
BEBAN PAJAK 9.654 2.174 (89) TAX EXPENSE
LABA TAHUN BERJALAN DAN PENDAPATAN INCOME FOR THE YEAR AND TOTAL
(29.567) 3.206 5.426
KOMPREHENSIF LAIN COMPREHENSIVE INCOME
Laba tahun berjalan dan jumlah laba Income for the year and total comprehensive income
     
komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: attributable to:
Pemilik entitas induk (Laba Bersih) (29.564) 3.208 5.426 Owners of the Company
Kepentingan Non Pengendali (4) (3) (0) Non-controlling interest
Jumlah (29.567) 3.206 5.426 Total
LABA PER SAHAM DASAR BASIC EARNINGS PER SHARE
(639.947) 69.451 117.594
(dalam Rupiah penuh) (in full Rupiah amount)
RASIO-RASIO (DALAM PERSEN) 2013 2012 2011 Ratios (in percentage)
RASIO LIKUIDITAS       LIQUIDITY RATIO
Rasio lancar 92,01 92,01 91,66 Current ratio
Rasio Kas 30,85 30,85 35,76 Cash ratio
RASIO SOLVABILITAS       SOLVENCY RATIO
Jumlah kewajiban terhadap jumlah aset 72,15 72,15 68,79 Debt to asset ratio
Jumlah kewajiban terhadap jumlah ekuitas 259,04 259,04 220,37 Debt to equity ratio
RASIO PROFITABILITAS       PROFITABILITY RATIO
Margin laba kotor 23,31 23,31 19,83 Gross profit margin
Margin laba bersih 2,53 2,53 4,81 Net profit margin
RASIO RENTABILITAS       RENTABILITY RATIO
Rasio laba terhadap ekuitas 2,13 2,13 3,72 Return on equity (ROE)
Rasio laba terhadap aset 0,59 0,59 1,16 Return on assets (ROA)
RASIO OPERASIONAL       OPERATIONAL RATIO
Perputaran piutang (hari) 7,95 7,95 7,35 Accounts receivable turn over (day)
Perputaran utang usaha (hari) 25,84 25,84 27,90 Accounts payable turn over (day)
Perputaran aset tetap 0,26 0,26 0,33 Fixed asset turn over (times)
Perputaran 0,71 0,71 0,86 Inventory turn over (times)
*)
Penyajian ulang Laporan Keuangan tahun 2011 dan 2012
*)
Restatement of Financial Statements year 2011 and 2012

20 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


IKHTISAR UTAMA HIGHLIGHTS

01

Pertumbuhan Total Aset (Rp triliun) Pertumbuhan Aset Tetap (Rp triliun)
Total Asset Growth (Rp trilLiOn) Total FIX Asset Growth (Rp trilLiOn)

90%
595,9 90%
488,1
462,3
549,4
402,3
476,5

2013 2012 2011 2013 2012 2011

EBITDA (Rp triliun) & EBITDA MARGIN (%) Pertumbuhan Pendapatan (Rp triliun)
EBITDA (RP trilLiOn) & EBITDA MARGIN (%) REVENUE GROWTH (Rp trilLiOn)

90% 90%
257,4
232,7
22,7% 208,0
21,1%

18,6%

58,4 52,4 41,6

2013 2012 2011 2013 2012 2011

Penjualan TEnaga Listrik (Rp triliun) LABA BERSIH (Rp triliun)


Sales of electricity (Rp trilLiOn) NET PROFIT (Rp trilLiOn)

90%
153,5 90% 5,4
3,2
126,7
112,8 2013 2012 2011

2013 2012 2011

(29,6)

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 21


Ikhtisar Operasional/Operational Highlights

IKHTISAR OPERASIONAL
Operational Highlights

KETERANGAN UNIT 2013 2012 2011 DESCRIPTION

Daya Terpasang *)
MW 46.104 43.972 39.099 Installed Capacity*)

Penjualan GWh 187.541 173.991 157.993 Sales

PRODUKSI PRODUCTION

Produksi Sendiri GWh 144.220 131.684 128.853 Own Production

Sewa Diesel GWh 19.746 18.071 13.886 Diesel Rental

Pembelian GWh 52.223 50.563 40.682 Purchase

Total Produksi GWh 216.189 200.318 183.421 Total Production

Persen
Susut Jaringan 9,91% 9,21% 9,41% Network Losses
Percentage

MUTU QUALITY

jam/pelanggan/tahun System Average Interruption


SAIDI 5,76 3,85 4,71
hour/customer/year Duration Index

kali/pelanggan/tahun System Average Interruption


SAIFI 7,26 4,22 4,90
times/customer/year Frequency Index

ribu pelanggan
Jumlah Pelanggan 53.996 49.795 45.895 Number of Customers
thousand customers

Daya Tersambung MVA 93.095 83.898 75.189 Connected Capacity

Panjang Transmisi kms 39.395 38.096 36.719 Transmission Length

Kapasitas Gardu Induk MVA 81.435 77.073 71.615 Sub-station Capacity

Jumlah Karyawan**) Orang Personel 63.204 47.976 47.615 Total Employees

*)
Termasuk IPP dan Sewa *) Including IPP and Lease
**)
Termasuk jumlah karyawan anak perusahaan **) Including subsidiaries employees

22 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


IKHTISAR UTAMA HIGHLIGHTS

01

Daya Terpasang (MW)*) Penjualan (GWh)


Installed Capacity (MW)*) Sales (GWh)

90%
46.104 90%
187.540

43.792
173.991
39.099

157.993

2013 2012 2011 2013 2012 2011

TOTAL PRODUKSI (GWh) Susut Jaringan (%)


PRODUCTIOn (GWh) Network Losses (%)

90%
216.189 90%
9,91

200.318
9,41
183.420 9,21

2013 2012 2011 2013 2012 2011

SAIDI (jam/pelanggan/tahun) SAIFI (kali/pelanggan/tahun)


SAIDI (hour/customer/year) SAIFI (times/customer/year)

90%
5,76 90%
7,26
4,71
3,85
4,90

4,22

2013 2012 2011 2013 2012 2011

*)Termasuk IPP dan sewa *)Including IPP and rented

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 23


Obligasi/Bonds

OBLIGASI
Bonds

Daftar Efek Domestik yang Diterbitkan Pln dan Belum Jatuh Tempo
List of Outstanding Domestic Bonds
Nama Plafond Tanggal Terbit Tenor Jatuh Tempo Tingkat Peringkat
Name Date of Issuance (Tahun) Maturity Date Bunga Rating
Tenor Interest
(in Year) Rate
Obligasi Bonds              

1 Obligasi PLN VII 2004 IDR 1.500.000.000.000 11 November 04 10 11 November 14 12,25% idAA+
2 Obligasi PLN VIII 2006 SERI A IDR 1.335.100.000.000 21 Juni June 2006 10 21 Juni June 16 13,60% idAA+
3 Obligasi PLN VIII 2006 SERI B IDR 865.000.000.000 21 Juni June 2006 15 21 Juni June 21 13,75% idAA+
4 Obligasi PLN SYARIAH IJARAH I IDR 200.000.000.000 21 Juni June 2006 10 21 Juni June 16 13,60% idAA+ (sy)
5 Obligasi PLN IX 2007 SERI A IDR 1.500.000.000.000 10 Juli July 2007 10 10 Juli July 17 10,40% idAA+
6 Obligasi PLN IX 2007 SERI B IDR 1.200.000.000.000 10 Juli July 2007 15 10 Juli July 22 10,90% idAA+
7 Obligasi PLN SYARIAH IJARAH II IDR 300.000.000.000 10 Juli July 2007 10 10 Juli July 17 10,40% idAA+ (sy)
8 Obligasi PLN X 2009 SERI A IDR 1.015.000.000.000 9 Januari January 2009 5 9 Januari January 14 14,75% idAA+
9 Obligasi PLN SYARIAH IJARAH IDR 293.000.000.000 9 Januari January 2009 5 9 Januari January 14 14,75% idAA+ (sy)
III SERI A
10 Obligasi PLN XI 2010 SERI A IDR 920.000.000.000 12 Januari January 2010 7 12 Januari January 17 11,95% idAA+
11 Obligasi PLN XI 2010 SERI B IDR 1.783.000.000.000 12 Januari January 2010 10 12 Januari January 20 12,55% idAA+
12 Obligasi PLN SUKUK IJARAH IV IDR 130.000.000.000 12 Januari January 2010 7 12 Januari January 17 11,95% idAA+
SERI A
13 Obligasi PLN SUKUK IJARAH IV IDR 167.000.000.000 12 Januari January 2010 10 12 Januari January 2020 12,55% idAA+
SERI B
14 Obligasi PLN XII 2010 SERI A IDR 645.000.000.000 8 Juli July 2010 5 8 Juli July 15 9,70% idAA+
15 Obligasi PLN XII 2010 SERI B IDR 1.855.000.000.000 8 Juli July 2010 12 8 Juli July 22 10,40% idAA+
16 Obligasi PLN SUKUK IJARAH V IDR 160.000.000.000 8 Juli July 2010 5 8 Juli July 15 9,70% idAA+
SERI A
17 Obligasi PLN SUKUK IJARAH V IDR 340.000.000.000 8 Juli July 2010 12 8 Juli July 22 10,40% idAA+
SERI B
18 Obligasi Berkelanjutan I PLN IDR 182.000.000.000 5 Juli July 2013 7 5 Juli July 2020 8% AAA
Tahap I Tahun 2013 Seri A
19 Obligasi Berkelanjutan I PLN IDR 697.000.000.000 5 Juli July 2013 10 5 Juli July 2023 8,25% AAA
Tahap I Tahun 2013 Seri B
20 Sukuk Ijarah Berkelanjutan I IDR 121.000.000.000 5 Juli July 2013 7 5 Juli July 2020 8% AAA (sy)
PLN Tahap I Tahun 2013
21 Obligasi Berkelanjutan I PLN IDR 593.000.000.000 10 Desember 5 10 Desember 9% AAA
TahapII Tahun 2013 Seri A December 2013 December 2018
22 Obligasi Berkelanjutan I PLN IDR 651.000.000.000 10 Desember 10 10 Desember 9,60% AAA
Tahap II Tahun 2013 Seri B December 2013 December 2023
23 Sukuk Ijarah Berkelanjutan I IDR 321.000.000 10 Desember 5 10 Desember 9% AAA (sy)
PLN TahapII Tahun 2013 Seri A December 2013 December 2018
24 Sukuk ijarah Berkelanjutan I IDR 108.000.000.000 10 Desember 10 10 Desember 9,60% AAA (sy)
PLN Tahap II Tahun 2013 Seri B December 2013 December 2023

Surat Hutang Jangka Menengah Medium Term Notes


1 MTN PLN I Tahun 2008 Seri I IDR 500.000.000.000 15 Desember December 2008 4,5 15 Juni June 13 2,50% idAA+
2 MTN PLN I Tahun 2008 Seri J IDR 500.000.000.000 15 Desember December 2008 5 15 Desember 2,50% idAA+
December 2013

24 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


IKHTISAR UTAMA HIGHLIGHTS

01

Daftar Efek Internasional Yang Diterbitkan Pln dan Belum Jatuh Tempo
List of Outstanding International Bonds

Nama Nominal Tanggal Terbit Tenor Tanggal Jatuh Tempo Kupon Peringkat
Name Value Date of Issuance (Tahun) Maturity Date Coupon Rating
Tenor
(In Year)

OBLIGASI

Global Bond I Tahun US$ 550.000.000 16 Oktober October 2006 10 16 Oktober October 2016 7,7500% BB/Ba1
2006 Tr. B

Global Bond II Tahun US$ 500.000.000 28 Juni June 2007 10 28 Juni June 2017 7,2500% BB/Ba1
2007 Tr. A

Global Bond II Tahun US$ 500.000.000 28 Juni June 2007 30 29 Juni June 2037 7,8750% BB/Ba1
2007 Tr. B

Global Bond III Tahun US$ 750.000.000 7 Agustus August 2009 10 7 Agustus August 2019 8,0000% BB/Ba1
2009

Global Bond IV Tahun US$ 1.250.000.000 6 November 2009 10 20 Januari January 2020 7,75% BB/Ba1
2009

GMTN 1st Drawdown US$ 1.000.000.000,00 22 November 2011 10 22 November 2021 5,50% BB/Ba1
2011

GMTN 2nd Drawdown US$ 1.000.000.000,00 24 Oktober October 2012 30 24 Oktober October 2042 5,25% BB/Baa3/
2012 BBB-

Catatan: Notes:
BB berdasarkan Lembaga Pemeringkat Standard & Poor’s BB based on Standard & Poor’s rating
Ba1 berdasarkan Lembaga Pemeringkat Moody’s Ba1 based on Moody’s rating
Disajikan dalam nilai penuh Presented in full amount

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 25


Peristiwa Penting/Events Highlights

PERISTIWA PENTING
Event Highlights

I
JANUARar FEBRUARI
y Janu February

11 Januari 2013 1 Februari 2013


Direktur Operasi Indonesia Timur PT PLN (Persero) Vickner Dalam forum CEO Breakfast Meeting yang diikuti oleh CEO
Sinaga meresmikan PLTMH Kokok Putih, Lombok Timur. perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia, PT Garuda
Indonesia, PT Siemens Indonesia, Chevron dan lainnya,
January 11, 2013 Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyampaikan aksi
PT PLN (Persero) East Indonesia Operations Director bersama melawan korupsi pada Program PLN Bersih.
Vickner Sinaga inaugurated Kokok Putih micro-hydro power
plant, East Lombok. February 1, 2013
In the ‘CEO Breakfast Meeting’ forum attended by CEO
of major companies such as PT Freeport Indonesia,
PT Garuda Indonesia, PT Siemens Indonesia and Chevron,
PLN President Director Nur Pamudji declared a joint action
to fight corruption in the Clean PLN Program.

15 Februari 2013
PLN Siap Pasok Industri Skala Besar
Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, Direktur PT Earthstone
21 Januari 2013 Metals and Mining, Hemankur Upadhaya dan Bupati Bantaeng
Direktur Utama PT PLN (Persero), Nur Pamudji dan Direktur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah memperlihatkan nota
Utama  PT Pertamina, Karen Agustiawan menandatangani kesepahaman terkait persiapan pasokan listrik 70 MW ke
Heads of Agreement  (HoA) tentang Regasifikasi LNG untuk lokasi pabriknya di Kabupaten Bantaeng – Sulawesi Selatan.
Kebutuhan Pusat Listrik di  Wilayah Aceh dan Sumatera
Bagian Utara. Pada kesempatan yang sama ditandatangani pula nota
kesepahaman antara PLN dengan PT Kawasan Industri
January 21, 2013 Medan (Persero), terkait persiapan pasokan listrik 200 Mega
PT PLN (Persero) President Director Nur Pamudji and Watt (MW) ke kawasan industri Medan di Medan, Sumatera
PT Pertamina’s counterpart Karen Agustiawan signed Utara dan PT Timah (Persero) Tbk, terkait persiapan
the Heads of Agreement (HoA) on LNG Re-gasification pasokan listrik 25 MW untuk kegiatan operasional PT Timah
for Electricity Center Needs in Aceh and North Sumatra. di kabupaten Bangka, Bangka Belitung.

26 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


IKHTISAR UTAMA HIGHLIGHTS

01

MARET
March

February 15, 2013


PLN Ready to Serve Big Scale Industries
PLN President Director Nur Pamudji, PT Earthstone Metals
And Mining President Director Hemankur Upadhaya and
Bantaeng, South Sulawesi Regent Nurdin Abdullah showed
the Memorandum of Understanding (MoU) for the preparation
of 70 MW electricity supply to Bantaeng, South Sulawesi.

On that occasion, the MoU between PLN and PT Kawasan


Industri Medan (Persero) was also signed, regarding the
preparation for 200 MW electricity supply to the industrial
zone in Medan, North Sumatra, and PT Timah (Persero) Tbk
regarding preparation for 25 MW electricity supply for the latter’s
operations activities in Bangka district, Bangka Belitung.

7 Maret 2013
Peresmian 7 Pembangkit Listrik Non BBM di Sulawesi
PLTU 2 Sulut Amurang (2×25 MW), PLTU Kendari Unit 2
(10 MW) dan PLTP Lahendong IV (20 MW), PLTMH Tomini
II (2×1 MW), PLTS Miangas (85 kWp), PLTS Bunaken (335
kWp) serta PLTS Marampit (125 kWp) di Sulawesi yang
mampu menghemat biaya pemakaian BBM lebih dari Rp1
triliun per tahun.
27 Februari 2013
PLN Siap Beli Listrik PLTU Mamuju & PLTP Ijen
March 7, 2013
Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik untuk
Inauguration of 7 Power Plant of Non Fuel in Sulawesi
PLTU Mamuju 2×25 MW (IPP) dilakukan antara Direktur
Namely: PLTU 2 Sulut Amurang (2×25 MW), PLTU Kendari
Utama PLN, Nur Pamudji dengan Direktur Utama PT Rekind
Unit 2 (10 MW) dan PLTP Lahendong IV (20 MW), PLTMHTomini
Daya Mamuju, Harry Fardiman. Sedangkan Perjanjian Jual
II (2×1 MW), PLTS Miangas (85 kWp), PLTS Bunaken (335 kWp)
Beli Tenaga Listrik untuk PLTP Ijen 2×55 MW dilakukan
serta PLTS Marampit (125 kWp) in Sulawesi which are able to
antara Direktur Utama PLN, Nur Pamudji dengan Presiden
save fuel cost over Rp1 trillion a year.
Direktur PT Medco Cahaya Geothermal, Fazil Erwin Alfitri.

February 27, 2013


PLN ready to buy electricity from PLTU Mamuju & PLTP Ijen
The Electricity Purchase Agreement for Mamuju steam
power plant 2x25 MW (an IPP) was signed by PLN President
Director Nur Pamudji and PT Rekind Daya Mamuju President
Director Harry Fardiman. While the Electricity Purchase
Agreement for Ijen geothermal power plant was signed by
PLN President Director and PT Medco Cahaya Geothermal
President Director Fazil Erwin Alfitri.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 27


Peristiwa Penting/Events Highlights

26 Maret 2013
Direktur Utama PLN, Nur Pamudji bersama Direktur Utama
PTBA, Milawarma menandatangani Perjanjian Jual Beli
Batubara (PJBB) untuk keperluan bahan bakar Pembangkit
Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN. PJBB berlaku efektif
sejak 1 Januari 2013.

March 26, 2013


PLN President Director Nur Pamudji and PTBA President
Director Milawarma signed a coal purchase agreement for
15 Maret 2013 the fuel needs of PLN’s steam power plants. The agreement
PLN Amankan Pasokan Gas dengan menggandeng Transgasindo is effective starting January 1, 2013.
Untuk menekan pemakaian bahan bakar minyak di Sumatera
Bagian Utara, PLN akan memaksimalkan pemanfaatan gas untuk
beberapa pusat listriknya. Salah satunya, untuk pusat listrik
di Duri, Riau, PLN memanfaatkan gas dari Joint Operation Body
(JOB) Jambi Merang dengan mengalirkannya melalui pipa milik
PT Transportasi Gas Indonesia (Transgasindo).

March 15, 2013


Collaborating with Transgasindo, PLN Secures Gas Supply
In order to minimize oil-based fuel usage in northern Sumatra,
PLN will use more gas in some of its electricity centers. One of
them is Duri, Riau electricity center, where PLN uses gas from
joint operation body (JOB) Jambi Merang by channeling the gas
through PT Transportasi Gas Indonesia (Transgasindo).

22 Maret 2013
PLN merupakan BUMN Pertama yang menandatangani SLA
Pemerintah
PLN menandatangani kesepakatan bersama dengan Pemerintah
yang melibatkan 12 Kementerian/lembaga dalam rangka 27 Maret 2013
mendukung pencapaian target-target PLN. Kesepakatan
Peluncuran dan Bedah Buku Anti Korupsi “Saatnya Hati
tersebut dituangkan dalam Service Level Agreement (SLA) yang
Bicara”.
akan mengikat masing-masing pihak yang menandatangani
kesepakatan tersebut.
March 27, 2013
March 22, 2013 Anti-corruption Book “Saatnya Hati Bicara” Launching,
PLN Named First SOE to Sign Govt’s SLA Discussion.
PLN signs an agreement with the Government, which involve 12
ministries/institutions in supporting the achievement of PLN’s
targets, The agreement is stated in a Service Level Agreement
which will bind each signatory.

28 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


IKHTISAR UTAMA HIGHLIGHTS

01

APRIL MEI
April May

15 Mei 2013
PLN Peroleh Gas untuk Pembangkit Listrik di Gresik
Penandatanganan perjanjian jual beli gas (PJBG) oleh para
pihak yaitu PLN diwakili Kepala Divisi Gas dan BBM, Suryadi
Mardjoeki, dengan President and General Manager Santos
Madura Offshore Pty. Ltd., Marjolijn Majong, Director PC
Madura Ltd., Zainal Anuar Abdullah, dan Direktur Utama PT
Petrogas Pantai Madura, Heru Pramono.

May 15, 2013


PLN Secures Gas for Power Plant
The gas purchase agreement was signed by PLN Gas and
Oil-based Fuel Division Head Suryadi Mardjoeki and Santos
24 April 2013 Madura Offshore Pty. Ltd. President and General Manager
PLN menandatangani Nota Kesepahaman Tentang Marjolijn Majong, PC Madura Ltd. Director Zainal Anuar
Hak Kekayaan Intelektual dengan Direktur Jenderal Abdullah and PT Petrogas Pantai Madura President Director
Hak Kekayaan Intelektual yang berkaitan dengan Heru Pramono.
Teknologi Ketenagalistrikan dan berlaku selama 2 tahun.
Penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia, Amir Syamsuddin.

April 24, 2013


PLN signed a Memorandum of Understanding on Intellectual
Property Rights with director general of Intellectual Property
Rights, related to electricity technology. The MoU is valid
for two years. Justice and Human Rights Minister Amir
Syamsuddin witnessed the event.
20 Mei 2013
Pulau Miangas Gunakan Pembangkit Hybrid
Pulau Miangas merupakan pulau pertama di Indonesia
yang mengoperasikan pembangkit secara hybrid, yaitu:
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas
85 kilo Watt peak (kWp), Pembangkit Listrik Tenaga
Biomassa (PLTB) berkapasitas 40 kilo Watt (kW) yang
memanfaatkan potensi tempurung kelapa yang tersedia
di pulau Miangas serta Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
(PLTD) berkapasitas 2 x 40 kilo Watt (kW) untuk melayani
200 pelanggan PLN di Miangas.

30 April 2013 May 20, 2013


PLN & USAID tandatangani MoU Kerjasama Program Miangas Island Uses Hybrid Power Plants
Pengembangan Energi Bersih. Miangas Island becomes the first island in Indonesia that
operates a hybrid power plants, namely: 85 kWp solar power
April 30, 2013 plant, 40 kW biomass power plant which uses coconut shell
PLN, USAID Sign Clean Energy Development Program potentials available in the island and 2x40 kW diesel power
Cooperation MoU. plant, to serve 200 PLN customers there.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 29


Peristiwa Penting/Events Highlights

JUNI ne
Ju

12 Juni 2013
PT PLN (Persero) secara resmi mengoperasikan 4 buah
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berada di
propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu: PLTS Raijua
berkapasitas 150 kilo Watt peak (kWp) yang berlokasi di
Kabupaten Sabu Raijua, PLTS Nule berkapasitas 250 kWp
dan PLTS Pura berkapasitas 175 kWp, keduanya berlokasi
di Kabupaten Alor serta PLTS Solor Barat berkapasitas
275 kWp yang berlokasi di Kabupaten Flores Timur,
17 Juni 2013
sehingga total kapasitas dari ke-4 PLTS yang diresmikan
PT PLN (Persero) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I
sebesar 850 kWp.
Tahap 1 Tahun 2013 sebanyak-banyaknya sebesar Rp2,5
triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013
June 12, 2013
sebanyak-banyaknya Rp500 miliar. Adapun total penerbitan
PT PLN (Persero) officially operated four solar power plants
untuk Penawaran Umum Berkelanjutan (“PUB”) adalah
located in East Nusa Tenggara, i.e. Raijua power plant with
sebanyak-banyaknya sebesar Rp10 triliun untuk Obligasi dan
capacity of 150 kWp in Sabu Raijua, 250 kWp Nule power plant
sebanyak-banyaknya sebesar Rp2 triliun untuk Sukuk Ijarah.
and 175 kWp Pura power plant in Alor as well as 275 kWp
Solor Barat power plant in East Flores. The total capacity of
June 17, 2013
the four power plants is 850 kWp.
PT PLN (Persero) issued Continuous Bonds I Phase 1 Year
2013 amounting to Rp2.5 trillion and Continuous Sukuk
Ijarah I Phase 1 Year 2013 amounting to Rp500 billion. The
Continues Public Offering issuance totaled Rp10 trillion and
14 Juni 2013
Rp2 trillion respectively.
PLN mengoperasikan Compressed Natural Gas (CNG) plant
yang terbesar di dunia dengan kapasitas 15 MMSCFD. CNG
plant ini memiliki kemampuan menyalurkan gas untuk 3 unit
gas turbin pembangkit listrik dengan total kapasitas 300 MW.

June 14, 2013


PLN operated the world’s largest compressed natural gas
(CNG) with capacity of 15 MMSCFD. The CNG plant is capable
to distribute gas for three units of power plant gas turbines
with capacity totaling 300 MW.

30 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


IKHTISAR UTAMA HIGHLIGHTS

01

24 – 25 Juni 2013 June 24 – 25, 2013


PLN Bersih No Suap di Workshop International Anti Korupsi Clean PLN No Bribery at Anti - Corruption International
Inisiatif PLN dalam melakukan pencegahan dan Workshop
pemberantasan korupsi dijadikan sebagai paparan utama PLN’s initiative in the corruption prevention and eradication
dalam Workshop International Anti Korupsi dan Gratifikasi became the main topic in the Anti Corruption and Anti
yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Gratification International Workshop organized by the
(KPK) dan Transparency International Indonesia (TII) di Medan Corruption Eradication Commission (KPK) and Transparency
24-25 Juni 2013. International Indonesia (TII) in Medan, June 24-25, 2013.

Workshop yang merupakan bagian dari aktivitas kelompok The workshop, an activity of Asia Pacific Economic Cooperation
kerja Anti Korupsi dan Transparansi dari negara-negara yang (APEC) nations’ Anti Corruption and Transparency work unit,
tergabung dalam APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) raised the theme “Strengthening Integrity through Public-
mengangkat topik “Strengthening Integrity through Public Private Partnership: Preventing Facilitation Payments and
Private Partnership: Preventing Facilitation Payments and Managing Gratuities”. The invitation for PLN to be a speaker
Managing Gratuities”. Undangan ke PLN sebagai pembicara is a form of appreciation.
adalah sebuah apresiasi.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 31


Peristiwa Penting/Events Highlights

JULI US
AGUSugTus
July A t

8 Juli 2013
Direktur Utama PLN, Nur Pamudji dan Direktur Utama PT 20 Agustus 2013
Wijaya Karya (Persero) Tbk, Bintang Perbowo menandatangani PLN menandatangani Kontrak Pembelian Listrik PLTA
kontrak Gas Engine Power Plant Arun 184 MW. Rajamandala 47 MW.
  
July 8, 2013 August 20, 2013
PLN President Director Nur Pamudji and PT Wijaya Karya PLN Signs Electricity Purchase Contract with PLTA
(Persero) Tbk. President Director Bintang Perbowo signed a Rajamandala 47 MW. 
Gas Engine Power Plant Arun 184 MW contract.

19 Juli 2013 28 Agustus 2013  


PLN Tandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik PLTU Direktur Operasi (Jawa-Bali-Sumatera) PLN, Ngurah
Lombok Timur Adnyana menandatangani perjanjian dan kick-off
Direktur Utama PLN, Nur Pamudji dan Direktur Utama PT implementasi manajemen aset transmisi dengan Presiden
Lombok Energy Dynamics, Banu Pradipto menandatangani Direktur Astra Graphia Information Technology (AGIT),
Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik pembangkit listrik tenaga Michael A.R. Roring.
uap (PLTU) Lombok Timur berkapasitas 2 × 25 MW, di PLN
Kantor Pusat. August 28, 2013  
PLN Director of Operations (Java-Bali-Sumatra)
July 19, 2013 Ngurah Adnyana signs the agreement and kick-off of
PLN Signs PLTU East Lombok’s Power Purchase Agreement transmission asset management implementation with
PLN President Director Nur Pamudji and PT Lombok Energy Asta Graphia Information Technology President Director
Dynamics President Director Banu Pradipto signs an Electric Michael A.R. Roring.
Power Purchase Agreement of steam power plant Lombok
Timur of 2 x 25 MW capacity, at PLN Headquarters.

32 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


IKHTISAR UTAMA HIGHLIGHTS

01

SEPTEMBER
September

29 Agustus 2013 5 September 2013


Direktur Utama PLN, Nur Pamudji menyampaikan Lampu SEHEN Raih Rekor MURI
materi mengenai PLN BERSIH, dihadapan peserta “Asian Direktur Operasi Indonesia Timur PT PLN (Persero) Vickner
Workshop” mengenai Tranparansi yang diselenggarakan Sinaga menerima penghargaan dari MURI sebagai penemu
oleh Transparency International Indonesia (TII), di Jakarta. lampu penerang Super Ekstra Hemat Energi (SEHEN).
Penyerahan penghargaan MURI diserahkan oleh Paulus
August 29, 2013 Pangka sebagai perwakilan MURI dan diterima langsung
PLN President Director Nur Pamudji gave a presentation oleh Vikcner Sinaga. 
on Clean PLN before the participants of “Asian Workshop”
which was held by Transparency International Indonesia (TII) September 5, 2013
in Jakarta. ‘Sehen’ Lamp Breaks MURI’s Record
PT PLN (Persero) East Indonesia Operations Director Vickner
Sinaga received an award from Indonesian World Records
Museum (MURI) for inventing Super Extra Energy Saving
(SEHEN) lamp. The award was bestowed by Paulus Pangka,
representing MURI, and handed to Vickner Sinaga.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 33


Peristiwa Penting/Events Highlights

OKTOBER
October

17 Oktober 2013
Dirut PLN Raih Bung Hatta Anti-Corruption Award 2013
16 Oktober 2013 Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Nur
Presiden SBY Resmikan 4 PLTU Proyek 10 Ribu MW Pamudji, mendapat Bung Hatta Anti-Corruption Award
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan (BHACA) 2013 atas upayanya dalam memberantas dan
beroperasinya 4 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di mencegah korupsi di perusahaan yang dipimpinnya.
Pulau Jawa dengan total kapasitas 2.550 Mega Watt (MW).
Empat PLTU tersebut adalah PLTU 1 Jawa Timur, Pacitan, October 17, 2013
unit 1 dan unit 2 kapasitas 2 x 315 (MW), PLTU 2 Jawa Timur, PLN’s President Director Grabs Bung Hatta Anti-Corruption
Paiton, unit 9 kapasitas 1 x 660 MW, PLTU 3 Banten, Lontar, Award 2013
unit 2 dan unit 3 kapasitas 2 x 315 MW, dan PLTU 1 Jawa PLN President Director Nur Pamudji is awarded the Bung
Tengah, Rembang, unit 1 dan unit 2 kapasitas 2 x 315 MW. Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2013 for his efforts
in eradicating and preventing corruption in the company
October 16, 2013 he runs.
President Yudhoyono Inaugurates 4 PLTU of 10,000 MW
Project 31 Oktober 2013
President Susilo Bambang Yudhoyono inaugurates four Tingkatkan Pemanfaatan Energi Terbarukan, PLN
steam power plants in Java with capacity of 2,550 MW in total. Resmikan 9 Pembangkit Surya di Maluku
The power plants are PLTU 1 Pacitan, East Java unit 1 and PLN meresmikan 9 PLTS yang termasuk dalam Program PLN
unit 2 with 2 x 315 MW capacity, PLTU 2 Paiton, East Java unit “100 Pulau dengan 100% Tenaga Surya” dilakukan oleh Direktur
9 with 1 x 660 MW capacity, PLTU 3 Lontar, Banten unit 2 and (Operasi Indonesia Timur) PLN, Vickner Sinaga, di Ambon.
unit 3 with 2 x 315 MW capacity and PLTU 1 Rembang, Central
Java unit 1 and unit 2 with 2 x 315 MW capacity. Adapun PLTS tersebut yaitu: PLTS Kelang, PLTS Pulau Tiga,
PLTS Banda, PLTS Pulau Panjang, PLTS Manawoka, PLTS
Tioor, PLTS Kur, PLTS Kisar dan PLTS Wetar, dengan total
kapasitas 900 kilo Watt peak (kWp).

October 31, 2013


Raising Renewable Energy Use, PLN Inaugurates 9 Solar
Plants in Maluku
PLN inaugurates nine solar power plants included in its
program the “100 Island with 100% Solar Power”. This was
done by PLN East Indonesia Operations Director Vickner
Sinaga in Ambon.

These plants are Kelang, Pulau Tiga, Banda, Pulau Panjang,


Manowoka, Tioor, Kur, Kisar and Wetar solar power plants,
with total capacity of 900 kWp.

34 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


IKHTISAR UTAMA HIGHLIGHTS

01

NOVEMBER DESEMBER
November December

20 November 2013
PLN bersama PT Indonesia Comnets Plus (ICON+), anak
perusahaan PLN meluncurkan aplikasi Field Service
Operation (FSO) Mobile untuk mempercepat layanan 9 Desember 2013
listrik kepada pelanggan. Peluncuran FSO dilaksanakan PT PLN (Persero) menjadi tuan rumah gelaran The 2nd Meeting
di PLN Area Bogor, Jawa Barat oleh Direktur Niaga, of The HAPUA Working Group No. 5 on Human Resources yang
Manajemen Risiko dan Kepatuhan (NRK) PLN, Moch. diikuti oleh 9 negara ASEAN ditambah dengan delegasi dari
Harry Jaya Pahlawan. Japan Electric Power Information Center (JEPIC).

November 20, 2013 December 9, 2013


Together with its subsidiary PT Indonesia Comnets Plus PT PLN (Persero) hosted the 2nd Meeting of the HAPUA
(ICON+), PLN launched the Field Service Operation Working Group No. 5 on Human Resources. As many as nine
(FSO) Mobile application to accelerate electricity service ASEAN members attended this event, also the Japan Electric
to customers. The launching which took place at PLN Power Information Center (JEPIC) delegation.
Bogor Area, West Java was done by PLN Commerce,
Risk Management and Compliance Director Moch. Harry
Jaya Pahlawan.
11 Desember 2013
PLN Sharing Pengelolaan Pembayaran Online Ke Pemda DKI
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
melakukan kunjungan kerja ke kantor PLN Pusat. Diterima
langsung oleh Direktur Utama PLN, Nur Pamudji bersama
Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi Anak
Perusahaan PLN, Murtaqi Syamsuddin.

December 11, 2013


PLN shares online payment management with Jakarta
Government
Jakarta Deputy Governor Basuki Tjahaja Purnama made
an official visit to PLN Headquarters. He was welcomed
by PLN President Director Nur Pamudji, along with PLN
Subsidiary Affiliation Planning and Development Director
Murtaqi Syamsuddin.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 35


Penghargaan dan Sertifikasi/Awards & Certification

PENGHARGAAN & SERTIFIKASI


Awards & Certification

Pada tahun 2013 PLN menerima berbagai penghargaan baik In 2013 PLN received a range of awards, either directly or through
secara langsung maupun melalui unit bisnis dan anak usaha dari its business units and subsidiaries, from independent institutions.
berbagai lembaga independen.

Penghargaan yang diperoleh mencakup: The awards comprise:

28 Mei 2013 25 Juni 2013


PLN Wins Indonesia Service Quality Award PLN Raih 2 Penghargaan di Indonesia Green Awards 2013
Contact Center 123 mendapat penghargaan dalam ajang Service PLN melalui Program Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga
Quality Award 2013 yang diselenggarakan Carre-Center for Surya (PLTS), baik itu Program Pembangunan PLTS Komunal 100
Customer Satisfaction & Loyalty (Carre – CCSL) dan Majalah pulau, maupun lewat Program PLTS SEHEN Mandiri, mendapatkan
Service Excellence. PLN dinobatkan sebagai The Most Prestigious apresiasi dari “LA TOFI School of CSR” yang memberikan
Service Quality Gold Award 2013 untuk kategori perusahaan penghargaan kepada PLN sebagai   Pelestari Energi Terbarukan
penyedia layanan umum (Public Service Industries). pada kegiatan Indonesia Green Awards 2013.

May 28, 2013 Selain itu, PLN juga mendapatkan penghargaan sebagai
PLN Wins Indonesia Service Quality Award Pelopor Pengolahan Sampah melalui kegiatan Corporate Social
The Contact Center 123 won an award in the Service Quality Award Responsibility (CSR) “Bank Sampah” yang dilakukan PLN di
2013 organized by Carre - Center for Customer Satisfaction & Surabaya, Jawa Timur.
Loyalty (Care – CCSL) and Service Excellence magazine. PLN was
named the Most Prestigious Service Quality Gold 2013 for the June 25, 2013
public service industries category. PLN Takes 2 Indonesian Green Awards of 2013
PLN, for the solar power plant development programs – the 100
Islands Communal solar power plants and the SEHEN Mandiri,
27 Juni 2013 was appreciated by LA TOFI School of CSR”. The latter awarded
PLN Raih Penghargaan “Corporate Innovation Culture & PLN the Renewable Energy Conservationist at the Indonesia Green
Management” 2013 Awards 2013.
PLN dinilai sebagai salah satu BUMN yang memiliki Budaya
dan Komitmen Manajemen yang tinggi terhadap pengembangan In addition, PLN was also awarded for being a waste management
inovasi secara korporat. initiator through the corporate social responsibility (CSR) program
“Waste Bank” that PLN conducts in Surabaya, East Java.
June 27, 2013
PLN Achieves ‘Corporate Innovation Culture & Management’ 2013
PLN is regarded as one of the SOEs which have high
Management Culture and Commitment in corporate-scaled
innovation development.

36 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


IKHTISAR UTAMA HIGHLIGHTS

01

24 September 2013
PT PLN (Persero) mendapatkan 2 Penghargaan Emas untuk
Kategori State Owned Enterprise, yaitu masing-masing sebagai
Most Trusted Public Institution serta Most Valuable Policy of
Public Institution. Penyerahan penghargaan ini dilakukan dalam
acara Brand Champion Public Service yang diselenggarakan oleh
MarkPlus Insight dan Majalah Marketeers.

September 24, 2013


PT PLN (Persero) received two gold awards for the State-Owned
Enterprise category, i.e. as Most Trusted Public Institution and
Most Valuable Policy of Public Institution. The awards were given
at the Brand Champion Public Service, organized by MarkPlus
Insight and Marketeers magazine.

17 Oktober 2013
BHACA untuk Nur Pamudji, Program PLN Bersih Mendapat
Darah Baru
Perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA)
menobatkan Direktur Utama PLN, Nur Pamudji dan Wakil
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai tokoh
anti korupsi 2013. Penganugerahan tokoh anti korupsi 2013
ini diberikan secara langsung oleh putri sulung Bung Hatta,
Meutia Hatta kepada Dirut PLN Nur Pamudji, di Jakarta.

October 17, 2013


BHACA for Nur Pamudji Stimulates ‘Clean PLN’ Program
20 November 2013
The Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) Association
PLN Raih 555 Skor Baldridge Pada IQA 2013
named PLN President Director Nur Pamudji and Jakarta Deputy
Dalam ajang penganugerahan penghargaan kepada perusahaan
Governor Basuki Tjahaja Purnama as anti-corruption figure 2013.
yang telah menerapkan kriteria kinerja ekselen berdasarkan
The award for PLN was handed by Hatta’s eldest daughter, Meutia
“Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence”
Hatta, to PLN President Director Nur Pamudji in Jakarta.
(MBCfPE), Indonesia Quality Award Foundation (IQAF) memberikan
skor Baldridge sebesar 555 kepada PLN.

Skor ini diberikan atas asesmen IQAF kepada PLN yang dilakukan 5 Desember 2013
sebelumnya. Penghargaan IQA 2013 tersebut, secara langsung Dalam ajang prestisius Anugerah BUMN 2013, PLN menyabet
diberikan oleh Ketua Dewan Pembina IQAF, Bacelius Ruru runner up penghargaan kategori BUMN Infrastruktur Berdaya
didampingi Ketua Umum IQAF, Orie Andari Soetadji, kepada Saing Terbaik 2013.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji.
December 5, 2013
November 20, 2013 In the prestigious 2013 SOE Awards, PLN came runner up for the
PLN Scores 555 for Baldridge in IQA 2013 Most Competitive Infrastructure SOE.
On the occasion of award bestowing for companies with
excellence performance based on “Malcolm Baldridge Criteria
for Performance Excellence” (MBCfPE), Indonesia Quality Award
Foundation (IQAF) gave PLN 555 Balridge score.

The score demonstrates the result of IQAF’s earlier assessment into


PLN. The IQA 2014 Award was handed by IQAF Board of Trustees
Chairman Bacelius Ruru to PLN President Director Nur Pamudji.
IQAF General Chairman Orie Andari Soetadji was also present.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 37


Penghargaan dan Sertifikasi/Awards & Certification

SERTIFIKASI CERTIFICATION

Sejak 2004, secara intensif PLN melaksanakan program sertifikasi Since 2004, PLN has been intensively conducting certification
Bidang Pembangkitan dan Pelayanan Pelanggan meliputi: programs in Power Generation and Customer Service, including:

1. ISO 9001 tentang Pelayanan Pelanggan, 1. ISO 9001 on Customer Service,


2. ISO 14001 tentang Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan, 2. ISO 14001 on Environmental Management,
3. SMK3, 3. Occupational Health & Safety Systems,
4. Kelaikan Operasi, 4. Operational Worthiness,
5. Sertifikasi Kompetensi Operasi dan Pemeliharaan, 5. Operations and Maintenance Competency Certification,
6. OHSAS untuk Keselamatan dan Kesehatan pegawai, dan 6. OHSAS for Employee Safety and Health, and
7. Sertifikasi dari Pihak Independen Lainnya. 7. Certifications from other Independent Parties.

Realisasi Kebijakan Sertifikasi tersebut membuat hampir seluruh The certification policy implementation resulted in nearly all
Unit Bisnis (47 Unit Bisnis) dan Anak Usaha (10 anak usaha) Business Units and Subsidiaries (out of the total 47 and 10
telah memiliki sertifikasi standar dimaksud, dengan rekapitulasi respectively) having been certified for the above, with recapitulation
sertifikasi untuk tahun 2013 sebagai berikut. for the year 2013 as follows.

No. Jenis Sertifikasi Keterangan Description 2013 2012

1. ISO 14001:2004 Sertifikasi Manajemen 18 11


Management Certificate

2. ISO 9001:2000 Sertifikasi Manajemen 3 0


Management Certificate

3. ISO 9001:2008 Sertifikasi Manajemen 68 61


Management Certificate

4. OHSAS 18001:1999 Sertifikasi Manajemen 1 0


Management Certificate

5. SMK3 Sertifikasi Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja 39 51


Occupational Safety and Environment Management
Certificate

6. ISO 28000:2007/SNI Sertifikasi Manajemen Rantai Pasokan 14 14


ISO 28000:2007 Supply-Chain Security Management System

7. Sertifikasi Pemeliharaan 7 0

8. SLO Sertifikasi Laik Operasi 14 38


Operational Adequacy Certificate

9. OHSAS 18001:2007 Sertifikasi Keselamatan Kerja dan Keamanan Lingkungan 1 1


Occupational Safety and Environment Certificate

10. ISO/IEC 17021:2006 Sertifikasi Sistem Mutu 1 0


Quality System Certificate

11. BSN 401-2000 Sertifikasi Produk 1 0


Product Certificate

12. SNI/ISO/IEC 17201:2008 Sertifikasi Manajemen Lingkungan 1 0


Environmental Management Certificate

38 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


IKHTISAR UTAMA HIGHLIGHTS

01

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 39


40 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)
LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT

02

02

Laporan Manajemen
Management Report

Laporan Dewan Komisaris


43
Board of Commissioners’ Report

Laporan Direksi
53
Board of Directors’ Report

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 41


42 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)
LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT

02

LAPORAN DEWAN KOMISARIS


Board of Commissioners’ Report

Dewan Komisaris menilai bahwa


Direksi beserta seluruh jajarannya telah
melaksanakan pengelolaan perusahaan
dengan baik dan telah memenuhi kaidah
tata kelola yang baik sebagaimana
ditunjukkan oleh perolehan tingkat
kesehatan “SEHAT” dengan kategori A.

The Board of Commissioners is of the view that the


Board of Directors along with all levels below have
managed the company well and met the good corporate
governance as demonstrated in the level of health of
which classified as a “ healthy” with A category.

YOGO PRATOMO

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 43


Laporan Dewan Komisaris/Board of Commissioners’ Report

Pemangku Kepentingan yang Terhormat, Respected Stakeholders,


Memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dengan In fulfillment of the prevailing laws and regulations, as the year
telah berakhirnya tahun 2013, bersama ini Dewan Komisaris 2013 has ended, the Board of Commissioners hereby submits
menyampaikan laporan sebagai berikut. its report.

Penilaian Kinerja Direksi Performance Evaluation on the Board


Sepanjang tahun 2013, perusahaan telah melaksanakan of Directors
berbagai program kerja prioritas jangka pendek yaitu: i) menjaga Throughout 2013, the Company has performed various programs
kecukupan pasokan listrik, ii) mengoptimalkan bauran energi of short-term priority, namely (i) maintaining electricity supply
guna menurunkan Biaya Pokok Penyediaan tenaga listrik (BPP), sufficiency, (ii) optimization of fuel mix to reduce Basic Cost of
iii) meningkatkan efisiensi operasi, iv) menyelesaikan PLTU Electricity Production, (iii) increasing operational efficiency, (iv)
10.000 MW dan meningkatkan pencapaian Equivalent Availability completing the 10,000 MW steam power plant and improving
Factor (EAF), v) memperbaiki tingkat kesehatan keuangan EAF achievement, (v) improving the Company’s financial
perusahaan, vi) meningkatkan konsolidasi proses bisnis untuk positions, (vi) increasing business process consolidation for
integrasi pelayanan dan efisiensi, serta vii) meningkatkan sinergi service integration and efficiency, also (vii) improving synergy
usaha Anak Perusahaan. among Subsidiaries’ business.

Walaupun tidak semua target dapat dicapai karena kondisi Despite not all the targets were achieved due to less favorable
eksternal yang tidak kondusif, namun Dewan Komisaris menilai external conditions, the Board of Commissioners is of the opinion
bahwa secara umum Direksi telah melaksanakan pengelolaan that in general the Board of Directors had managed the company
perusahaan dengan baik dan telah memenuhi kaidah tata kelola well and had met the good corporate governance.
perusahaan yang baik.

Atas pencapaian kinerja tersebut, Dewan Komisaris For the performance, the Board of Commissioners expresses its
menyampaikan apresiasi kepada Direksi dan seluruh jajaran high appreciation to the Board of Directors and all ranks of the
karyawan. Dewan Komisaris akan terus mendorong Direksi employee. The Board of Commissioners will continue to encourage
untuk tetap berkomitmen penuh terhadap peningkatan kinerja the Board of Directors to be fully committed to the improvement of
di masa depan. performance in the future.

Kinerja Operasional OPERATIONAL PERFORMANCE


Pada tahun 2013 total produksi tenaga listrik sebesar 216.189 In 2013, the electricity production totaled 216,189 GWh, comprising
GWh (produksi sendiri dan sewa sebesar 163.965 GWh, serta own production and lease of GWh and purchase of 52,222 GWh.
pembelian sebesar 52.222 GWh). Penjualan tenaga listrik The sales of electric power amounted to 187,541 GWh, with largest
sebesar 187.541 GWh dengan bagian terbesar dikonsumsi oleh consumption portion of household customer accounting for 41%
pelanggan rumah tangga (41%) dan pelanggan industri (34%). and industry customer, 34%. This amount of sales increased
Penjualan tenaga listrik tersebut meningkat 7,92% dibandingkan 7.92% compared to the previous year.
tahun sebelumnya.

Pada tahun 2013 penambahan pelanggan sebesar 4.200.959 In 2013, the addition of customers by 4,200,959, making
pelanggan sehingga total pelanggan di akhir tahun 2013 mencapai the total customers by end 2013 to 53,996,208, or a 8.44%
53.996.208 pelanggan atau meningkat 8,44% dibandingkan tahun increase compared to the previous year. At national scale,
sebelumnya. Rasio Elektrifikasi secara nasional mencapai 80,38% electrification ratio reached 80.38%, an increase from the
meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 76,16%. previous year’s 76.16%.

44 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT

Realisasi susut tahun 2013 mencapai 9,91%, yang berarti lebih The network losses realization of 2013 was 9.91%, which means 02
buruk dibandingkan dengan realisasi susut tahun sebelumnya, worse, compared to the previous year of 9.21%.
yaitu sebesar 9,21%.

Realisasi tingkat keandalan pelayanan yang dinyatakan dengan Service reliability level is also translated in the length of disruption
System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dan System index (SAIDI - System Average Interruption Duration Index) and
Average Interruption Frequency Index (SAIFI) tahun 2013 menurun disruption frequency index (SAIFI - System Average Interruption
dibanding tahun sebelumnya, yaitu SAIDI mencapai 5,76 jam/ Frequency Index). The indexes in 2013 are lower than the 2012 index,
pelanggan dan SAIFI mencapai 7,26 kali/pelanggan. with 5.76 hour/customer and 7.26 times/customer respectively.

Penambahan daya pembangkit baru hanya mencapai 2.419 MW The addition of new power plant capacity only reached 2,419 MW,
dikarenakan mundurnya jadwal Commercial Operation Date (COD) due to the delay in the Commercial Operation Date (COD) of the
proyek-proyek pembangkit batubara 10.000 MW yang semula 10,000 MW coal plant projects, which was initially scheduled to be
dijadwalkan pada tahun 2013. Dengan mundurnya jadwal in 2013. As the 10,000 MW coal plant projects’ COD was delayed,
COD proyek-proyek pembangkit batubara 10.000 MW tersebut the effects are: i) oil-based fuel consumption remained high
maka berakibat: i) pemakaian BBM yang masih tinggi karena because power plants fired by this fuel were still in operation,
masih beroperasinya pembangkit berbahan bakar minyak, ii) ii) maintenance of the existing plants did not fully take place, or
pelaksanaan pemeliharaan pembangkit eksisting tidak dapat were delayed.
sepenuhnya dilaksanakan/tertunda.

Kinerja Keuangan FINANCIAL PERFORMANCE


Total Pendapatan Usaha pada tahun 2013 mencapai Rp257,41 Company’s revenue from electric power sales reached Rp257.41
triliun atau meningkat sebesar 10,64% dibandingkan tahun trillion, an 10.64% increase from 2012. While the operating
sebelumnya, sedangkan total Beban Usaha mencapai Rp220,91 expenses totaled Rp220.91 trillion, or 8.8% higher than in 2012.
triliun atau meningkat sebesar 8,8% dibandingkan tahun Therefore the company gained revenues amounting to Rp36.49
sebelumnya. Dengan demikian maka perusahaan memperoleh trillion, a 23.53% increase from the previous year.
Laba Usaha sebesar Rp36,49 triliun yang berarti meningkat
23,53% dari tahun sebelumnya.

Sebagai dampak terdepresiasinya nilai tukar rupiah hingga The impact of the Rupiah depreciation up to 20.8% (middle rate
sebesar 20,8% (kurs tengah akhir tahun 2013), perusahaan in end 2013), the company bore loss on currency difference
mengalami kerugian akibat selisih kurs sebesar Rp48,10 triliun. amounting to Rp48.10 trillion. After the interest and others, Other
Setelah ditambah dengan beban bunga dan lain-lain maka jumlah Expenses in 2013 totaled Rp75.72 trillion, making the company to
Beban di Luar Usaha menjadi sebesar Rp75,72 triliun sehingga record Net Loss of Rp29.57 trillion.
pada tahun 2013 perusahaan mengalami Rugi Bersih sebesar
Rp29,57 triliun.

Harga jual rata-rata tarif listrik tahun 2013 meningkat dari The average price of electricity sales in 2013 rose from
Rp728,32/kWh tahun 2012 menjadi Rp818,41/kWh di tahun 2013 Rp728.32/kWh in 2012 to Rp818.41/kWh, as consequence of the
sebagai konsekuensi dilaksanakannya kenaikan Tarif Tenaga application of electricity tariff hike in stages in 2013. However, this
Listrik (TTL) secara bertahap pada tahun 2013, namun harga jual average price of electricity sales is still lower than the Basic Cost
rata-rata tarif listrik ini masih di bawah Biaya Pokok Penyediaan of Electricity Production (BPP) in 2013, which is Rp1.380/kWh*,
(BPP) tahun 2013 sebesar Rp1.380/kWh* sehingga masih therefore electricity subsidy was still required.
diperlukan subsidi listrik.

*Berdasarkan audit subsidi oleh BPK


*Based on Supreme Audit Board

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 45


Laporan Dewan Komisaris/Board of Commissioners’ Report

Hal-hal yang perlu mendapat perhatian Issue to Address


Menyediakan listrik dalam jumlah yang cukup (availability) dengan Availability of electricity at adequate quality and reliability as well
mutu (quality) dan keandalan (reliability) yang memadai serta as affordable price (efficiency), is the main target that PLN must
pada harga yang terjangkau (efficiency) merupakan target utama achieve. To reach this target, certain conditions and requirements
yang harus dicapai oleh PLN. Guna mencapai target tersebut must be met, namely:
dibutuhkan kondisi dan berbagai persyaratan:
1. Kecukupan daya mampu pembangkit, jaringan, instalasi 1. Adequate plant capacity, network, installation - or electricity
(infrastruktur listrik). infrastructure.
2. Kecukupan energi (kWh) yang mampu diproduksi, disalurkan, 2. Sufficient energy (kWh) to be produced and distributed by such
didistribusikan oleh infrastruktur listrik tersebut kepada infrastructure to the customers.
pelanggan.
3. Kecukupan mutu (quality) dan keandalan (reliability) sesuai 3. Quality and reliability that are in line with the technical
spesifikasi teknis, disain dan pelaksanaan konstruksi serta specification, design and construction implementation, also
operasi/pemeliharaan. operation and maintenance.
4. Harga yang terjangkau (efficiency) terkait dengan Biaya Pokok 4. Affordable price, or efficiency, in connection with the BPP. The
Penyediaan (BPP). Dari data statistik yang ada selama ini, current statistics show that around 70% of the operational
sekitar 70% dari biaya operasi adalah biaya bahan bakar. costs is oil fuel cost.

Dengan kata lain perusahaan/PLN harus mengupayakan secara In other words, the Company must strive to do the following in
maksimal hal-hal berikut secara sungguh-sungguh sehingga order to best meet its main target.
dapat memenuhi target utama dengan baik:
1. Menyelesaikan dengan baik pekerjaan proyek/konstruksi 1. Complete the project or construction works in accordance
sesuai spesifikasi teknis dan standar konstruksinya dengan with the technical specifications and construction standards,
waktu dan biaya sesuai rencana jadwal/waktu dan pagu within time line and expense as set in the schedule and
anggarannya. budget ceiling.
2. Mengoperasikan dan melaksanakan pemeliharaan 2. Operate and perform maintenance of power plants, networks
pembangkit/jaringan/instalasi listrik sesuai Standing and installations in line with the Standard Operation Procedure.
Operation Procedure (SOP).
3. Membangun pembangkit listrik berbahan bakar non BBM. 3. Construct non-oil fuel fired power plants.

Apabila hal tersebut di atas dapat dilaksanakan dengan konsekuen If the above can be performed consequently and consistently, this
dan konsisten maka dapat dicegah mundurnya jadwal COD can prevent delayed power plant’s COD, which may cause power or
pembangkit yang dapat menyebabkan terjadinya shortage daya energy shortage (power outage, rolling blackout) and maintenance
maupun energi (gangguan pemadaman, pemadaman bergilir) delay from the schedule. All those would eventually increase the
dan tertundanya jadwal pemeliharaan. Semua itu pada gilirannya Basic Cost of Electricity Production, which would increase the
dapat menyebabkan meningkatnya BPP yang dapat berakibat electricity subsidy needs.
meningkatnya kebutuhan subsidi listrik.

PLN senantiasa berupaya memenuhi target-target utama meliputi: menyediakan listrik dalam
jumlah yang cukup (availability) dengan mutu (quality) dan keandalan (reliability) yang memadai
serta pada harga yang terjangkau (efficiency).

PLN always seeks to achieve the main targets, comprising: supplying sufficient
electricity (availability) with adequate quality and reliability at affordable
price (efficiency).

46 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT

Pandangan Atas Prospek Usaha Review of Business Prospects 02


Arah Strategis Perusahaan periode tahun 2013-2022 adalah The strategic objective of the Company from 2013 to 2022 is to
menjadi entitas korporasi yang sehat secara finansial sehingga become a corporate entity that is financially stable, so it can invest
dapat melakukan investasi untuk mempertahankan market share to preserve the market share and then grow in accordance with the
dan berkembang sesuai dengan kaidah-kaidah korporasi. Hal corporate conventions. This means that the company is demanded
tersebut berarti, perusahaan dituntut untuk memiliki kondisi to have healthy financial positions, efficiency, and ability to meet
keuangan yang sehat, efisien dan dapat memenuhi tingkat the reliability and service levels expected by the customers and
keandalan dan pelayanan sesuai ekspektasi pelanggan yang supported by highly competent human resources, and good
didukung oleh SDM dengan kompetensi tinggi dan berperilaku corporate governance as well as Code of Conduct in running its
sesuai GCG dan CoC (Code of Conduct) dalam menjalankan business. The Company’s long term aspirations are to transform
usahanya. Sedangkan aspirasi jangka panjang perusahaan adalah into a world class company that is profitable and treasured by its
menuju “Perusahaan Kelas Dunia, Menguntungkan dan Dicintai customers, utilizing safe and environmentally friendly practices.
Pelanggan dengan Cara yang Ramah Lingkungan dan Aman”.

Memperhatikan bahwa asumsi yang digunakan dalam menetapkan In setting the company’s strategic orientation, some estimations
arah strategis perusahaan tersebut antara lain adalah kenaikan are taken into account, i.e. the electricity basic tariff hike of 15%
TDL 15% pada tahun 2013 yang dilanjutkan dengan kenaikan tarif in 20013, followed by the tariff hike of 15% on average in 2015 and
rata-rata 15% pada tahun 2015 dan tahun 2016, pemberian Margin 2016, PSO margin provision of 7% in 2013 and 9% in 2014 to -2017,
PSO sebesar 7% pada tahun 2013 dan 9% pada tahun 2014-2017, as well as electricity consumption growth of 9.2% on average per
serta pertumbuhan konsumsi energi listrik rata-rata 9,2% per year. Thus, PLN still requires the Government’s support in the
tahun, maka PLN masih membutuhkan dukungan Pemerintah form of subsidy, PSO margin and co-investment funds as well as
berupa subsidi, margin PSO, dan penyertaan dana investasi, serta tariffs which are in line with the economic value, in order to grow
tarif yang sesuai dengan nilai keekonomiannya sehingga dapat by healthy corporate principles.
mendorong PLN untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan
kaidah-kaidah korporasi yang sehat.

Berbagai tantangan yang harus dihadapi perusahaan dalam upaya The company must face various challenges in achieving those
mencapai sasaran strategis, antara lain adalah: i) keterbatasan strategic targets, including: i) financial limitations which require
kemampuan keuangan perusahaan yang mengakibatkan the company to need large amount of new loans, ii) the yet high
perusahaan akan membutuhkan pinjaman baru yang cukup tinggi, composition of oil-based fuel fired plants, which elevated the
ii) komposisi pembangkitan berbahan bakar minyak saat ini yang Basic Cost of Electricity Production, iii) land procurement and
masih tinggi yang mengakibatkan tingginya Biaya Pokok Penyediaan, Right of Way (RoW) issues for plant and transmission projects,
iii) permasalahan pengadaan tanah dan Right of Way (RoW) untuk iv) maintaining rolling blackouts-free and improving service
proyek pembangkitan dan transmisi, iv) mempertahankan bebas reliability level.
pemadaman bergilir dan memperbaiki tingkat keandalan pelayanan.

Laporan Penerapan Tata Kelola Report of Good Corporate Governance


Perusahaan pada Aspek Pengawasan Implementation from Aspect of Board of
Komisaris Commissioners’ Supervision
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, Dewan Komisaris In accordance with the Company’s Articles of Association, the
telah melakukan pengawasan meliputi: i) Pengawasan atas Board of Commissioners carried out supervision as follows i)
Efektivitas dan Efisiensi Operasi dan Investasi, ii) Pengawasan Overseeing the Effectiveness and Efficiency of Operation and
atas Keandalan Informasi/Pelaporan Keuangan, iii) Pengawasan Investment, ii) Overseeing the Information Reliability/Financial
atas Kepatuhan terhadap Perundang-undangan dan Peraturan Reporting, and iii) Overseeing the Compliance with the Prevailing
yang berlaku. Laws and Regulations.

Dalam melakukan pengawasan tersebut, Dewan Komisaris telah In carrying out the supervision, the Board of Commissioners held
mengadakan 39 kali rapat yang dihadiri secara kuorum oleh 39 meetings, consultation meetings included, inviting the Board of
anggota Komisaris. Rapat tersebut terdiri dari rapat internal Directors and attended by Board of Commissioners members where
sejumlah 20 kali dan rapat konsultasi dengan Direksi sejumlah 19 the quorum was met. The meetings comprise 20 internal meetings
kali serta kunjungan kerja sebanyak 14 kali dengan jumlah Unit/ and 19 consultation meetings with the Board of Directors. The Board
Anak Perusahaan yang dikunjungi sebanyak 28 buah. of Commissioners made 14 work visits at 28 Units/Subsidiaries.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 47


Laporan Dewan Komisaris/Board of Commissioners’ Report

Pemberian nasehat/teguran/arahan dan pemberian tanggapan The Board of Commissioners’ extended advices/admonitions/
tertulis/persetujuan atas usulan Direksi yang memerlukan guidance and written responses/consent upon which the approval
persetujuan Dewan Komisaris maupun yang memerlukan of Board of Commissioners or General Shareholders’ Meeting is
persetujuan RUPS selama tahun 2013 sejumlah 99 surat. required, totaling 99 letters in 2013.

Selain hal tersebut, Dewan Komisaris juga telah Furthermore, the Board of Commissioners also conveyed reports/
menyampaikan laporan/tanggapan ke Menteri BUMN selaku responses to SOE Minister, who serves as a shareholder/General
Pemegang Saham/RUPS terkait kewajiban Dewan Komisaris Meeting of Shareholders in relation to the Board of Commissioners’
sesuai Anggaran Dasar. responsibility according to the Articles of Association.

Hasil pengawasan Dewan Komisaris selama setahun The results of the Board of Commissioners’ supervision
disampaikan dan dilaporkan kepada Pemegang Saham pada throughout the year was reported and submitted to the
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tentang Laporan Shareholders in the Annual General Shareholders’ Meeting on
Pertanggungjawaban Tahunan. Annual Accountability Report.

Hasil penilaian/asesmen atas pelaksanaan Good Corporate Assessment on the application of corporate governance for the
Governance (GCG) untuk Dewan Komisaris tahun 2013 sesuai PER- Board of Commissioners in 2013 in line with PER-01/MBU/2011
01/MBU/2011 mencapai nilai 88,52. stipulations resulted in a score of 88,52.

Komposisi Dewan Komisaris Composition of the Board of Commissioners


Komposisi Dewan Komisaris PLN ditetapkan oleh RUPS dan The composition of the PLN Board of Commissioners is established
sepanjang tahun 2013 telah terjadi perubahan susunan dan jumlah through General Meeting of Shareholders. Throughout 2013,
anggota Dewan Komisaris sebanyak 3 kali yaitu pada bulan April, the composition of the Board of Commissioners’ members were
Mei dan Juli 2013. changed three times, in April, May and July.

Susunan anggota Dewan Komisaris PT PLN (Persero) periode The composition of PT PLN (Persero) Board of
26 November 2012 s/d 1 April 2013 adalah: Sdr Yogo Pratomo Commissioners November 26, 2012 - April 1, 2013 period is
sebagai Komisaris Utama, Sdr Adang Firman dan Sdr Abdul Aziz as follows: Yogo Pratomo as President Commissioner, Adang
sebagai Komisaris Independen sedangkan Sdr Wimpy S. Tjetjep, Firman and Abdul Aziz as Independent Commissioners
Sdr Syahrial Loetan, Sdr Jarman dan Sdr Andin Hadiyanto while Wimpy S. Tjetjep, Syahrial Loetan, Jarman and Andin
sebagai Komisaris. Hadiyanto as Commissioners.

Pada tanggal 2 April 2013 sesuai Keputusan Menteri BUMN On April 2, 2013 pursuant to Decree of SOE Minister as General
selaku RUPS Nomor: SK-199/MBU/2013, Sdr Abdul Aziz Meeting of Shareholders No. SK-199/MBU/2013, Abdul Aziz
diberhentikan sebagai anggota Dewan Komisaris dan is dismissed from member of Board of Commissioners and
mengangkat Sdr Harry Susetyo Nugroho menjadi anggota appointed Harry Susetyo Nugroho as member of Board
Dewan Komisaris serta menetapkan Sdr Syahrial Loetan of Commissioners and conducted Syahrial Loetan as
sebagai anggota Komisaris Independen. Independent Commissioner.

Selanjutnya, berturut-turut pada tanggal 21 Mei 2013 sesuai Subsequently, on May 21, 2013 pursuant to Decree of SOE Minister
Keputusan Menteri BUMN selaku RUPS Nomor: SK-251/ as General Meeting of Shareholders No. SK-251/MBU/2013, Ahmad
MBU/2013, Sdr. Ahmad Yani Basuki diangkat sebagai anggota Yani Basuki was appointed member of Board of Commissioners,
Dewan Komisaris, dan pada tanggal 2 Juli 2013 sesuai Keputusan and on July 02, 2013, pursuant to SOE Minister Decision as General
Menteri BUMN selaku RUPS Nomor: SK-302/MBU/2013, Sdr. Meeting of Shareholders Number SK-302/MBU/2013, Zulkifli Zaini
Zulkifli Zaini diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris. was appointed member of Board of Commissioners.

Dengan demikian maka susunan anggota Dewan Komisaris PLN Thereby, the compilation of PLN Board of Commissioners
sejak 2 Juli 2013 sampai saat ini menjadi sebagai berikut: Sdr members as of July 2, 2013 is as follows: Yogo Pratomo as
Yogo Pratomo sebagai Komisaris Utama, Sdr Adang Firman dan President Commissioner, Adang Firman and Syahrial Loetan as
Sdr Syahrial Loetan sebagai Komisaris Independen sedangkan Independent Commissioners while Wimpy S. Tjeptjep, Jarman,
Sdr Wimpy S. Tjetjep, Sdr Jarman, Sdr Andin Hadiyanto, Sdr Andin Hadiyanto, Harry Susetyo Nugroho, Ahmad Yani Basuki and
Harry Susetyo Nugroho, Sdr Ahmad Yani Basuki dan Sdr Zulkifli Zulkifli Zaini as Commissioners.
Zaini sebagai Komisaris.

48 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT

Komite Dewan Komisaris BOARD OF COMMISSIONERS’ COMMITTEE 02


Pembagian tugas di antara Dewan Komisaris dilakukan dengan The task distribution among the Board of Commissioners was
mempertimbangkan bahwa pada prinsipnya Dewan Komisaris done in consideration that principally the Board of Commissioners
merupakan majelis, sehingga setiap anggota Dewan Komisaris is an assembly, so each of its member cannot take action alone.
tidak dapat bertindak sendiri sendiri. Dewan Komisaris senantiasa The Board of Commissioners must always act in accordance with
harus bertindak berdasarkan keputusan Dewan Komisaris. the Board of Commissioners’ decisions.

Untuk efektivitas tugas pengawasan, Dewan Komisaris telah For supervision task effectiveness, the Board of Commissioners
mengatur mengenai pembagian tugas dan wewenang di antara has set the distribution of task and authority among the members
anggota Dewan Komisaris dalam bentuk penetapan Komisaris in the form of installing Commissioner as president and
sebagai ketua maupun anggota pada Komite dan Tim Ad hoc yang members at Committees and Temporary Team that the Board of
dibentuk oleh Dewan Komisaris. Commissioners formed.

Sedangkan seluruh anggota Komite yang bukan Komisaris adalah While all the Committee members who are not Commissioners are
independen karena berasal dari luar perusahaan dan tidak independent, as they are not from the Company or related to the
mempunyai kaitan dengan manajemen, kepemilikan dan kegiatan management, ownership and business activities of the Company,
usaha perusahaan namun memiliki kompetensi dan pengalaman but having competency and experience in line with their field.
sesuai dengan bidang tugasnya.

Penilaian Terhadap Pelaksanaan Tugas Assessment of Performance of Committee under


Komite Komisaris Board of Commissioners
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penerapan As part of the efforts of improving GCG best practice application
praktek terbaik GCG, Dewan Komisaris melakukan upaya quality, the Board of Commissioners takes steps to improve
perbaikan terhadap kinerja Komite Dewan Komisaris. Perbaikan the performance of its Committee. These steps are periodic
dilakukan melalui pelaksanaan penilaian berkala, diikuti upaya assessment, and measures to enhance the competency of Board
meningkatkan kompetensi anggota Komite Dewan Komisaris of Commissioners’ Committee members with a target of improved
dengan target meningkatnya kualitas pemberian saran dan quality of suggestion and recommendation provided according to
rekomendasi sesuai bidangnya. their field.

Berdasarkan evaluasi dimaksud, Dewan Komisaris menilai Based on such assessment, the Board of Commissioners is of
seluruh perangkat yang meliputi Komite Audit, Komite the opinion that all the organs, comprising the Audit Committee,
Manajemen Risiko serta tim Adhoc Nominasi dan Remunerasi Risk Monitoring Committee and the temporary Nomination and
telah menjalankan tugas dengan baik. Masing-masing Remuneration team have performed their duty well. Each of the
Komite dan Tim Adhoc mampu memberikan masukan dan Committees and temporary team is able to provide quality inputs
rekomendasi yang berkualitas, yang dilengkapi dengan latar and recommendations, supported with problem background and
belakang permasalahan dan argumentasi yang tajam, untuk sharp argumentations, for every issue discussed to facilitate the
setiap permasalahan yang dibahas agar memudahkan Direksi Board of Directors in executing and considering the Board of
melaksanakan dan mempertimbangkan rekomendasi dari Commissioners’ recommendations.
Dewan Komisaris.

Namun demikian, sehubungan dengan tahapan pengembangan However, in connection with the ongoing business development
usaha yang tengah dijalankan dan bermakna semakin besarnya stage and the greater challenges to face as well as more strategic
tantangan yang akan dihadapi serta strategisnya peran Perseroan role of the Company in the development of the nation, the Board
bagi pembangunan bangsa, Dewan Komisaris mengamanatkan of Commissioners gives mandate to all Board of Commissioners
seluruh anggota Komite Komisaris meningkatkan pengetahuan Committee members to enhance their knowledge and competency
serta kompetensi dibidangnya serta konsisten melaksanakan in their respective field and consistently perform their duty with
tugas dengan dedikasi dan integritas yang tinggi. high dedication and integrity.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 49


Laporan Dewan Komisaris/Board of Commissioners’ Report

Komite Audit Audit Committee


Komite Audit membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan The Audit Committee assists the Board of Commissioners in
pengawasan dan pemberian nasehat atas keandalan (reliability) performing supervision and providing advice on the reliability
dari Laporan dan informasi keuangan Perusahaan serta of the Company’s Report and financial information as well as
Efektivitas Pengendalian Internal Perusahaan. Company’s internal control effectiveness.

Susunan anggota Komite Audit telah ditetapkan sesuai The compilation of the Audit Committee members has been set
Keputusan Dewan Komisaris dan sepanjang tahun 2013 telah in line with the Board of Commissioners’ Decision, and during
dilakukan 2 kali perubahan sejalan dengan berubahnya susunan 2013, it changed twice in line with the change of the Board of
anggota Dewan Komisaris. Commissioners’ members.

Susunan anggota Komite Audit dari tanggal 9 Januari 2013 sampai The membership of Audit Committee from January 09, 2013 to April
dengan 9 April 2013 sebagai berikut: Sdr Adang Firman sebagai 09, 2013 is as follows: Adang Firman as President, with members
Ketua dengan anggota terdiri dari Sdr Abdul Aziz, Sdr Andin comprising Abdul Aziz, Andin Hadiyanto and non-Commissioner
Hadiyanto dan anggota non Komisaris Sdr Lilik Safrudin Ismail. member Lilik Safrudin Ismail.

Susunan keanggotaan Komite Audit dari tanggal 9 April 2013 The membership of Audit Committee from April 9, 2013 to July
sampai dengan 3 Juli 2013, sebagai berikut: Sdr Adang Firman 03, 2013 is as follows: Adang Firman as President, with members
sebagai Ketua dengan anggota terdiri dari Sdr Andin Hadiyanto, comprising Andin Hadiyanto, Harry Susetyo Nugroho and non-
Sdr Harry Susetyo Nugroho dan anggota non Komisaris Sdr Commissioner member Lilik Safrudin Ismail.
Lilik Safrudin Ismail.

Susunan keanggotaan Komite Audit dari tanggal 3 Juli 2013 Compilation of Audit Committee Personnel of July 03, 2013 -
sampai dengan sekarang, sebagai berikut: Sdr Adang Firman present is as follows: Adang Firman as President, with members
sebagai Ketua dengan anggota terdiri dari Sdr Andin Hadiyanto, comprising Andin Hadiyanto, Harry Susetyo Nugroho, Zulkifli Zaini
Sdr Harry Susetyo Nugroho, Sdr Zulkifli Zaini dan anggota non and non-Commissioner member Sugeng Rochadi and Aidil Yuzar.
Komisaris Sdr Sugeng Rochadi dan Sdr Aidil Yuzar.

Komite Manajemen Risiko Risk Monitoring Committee


Komite Manajemen Risiko membantu Dewan Komisaris dalam The Risk Monitoring Committee assists the Board of
melaksanakan pengawasan atas semua kegiatan perusahaan Commissioners in performing supervision over all the
yang memilki potensi risiko dan mengawasi pengembangan company’s activities that has risk potentials and monitoring over
Enterprise Risk Management serta melakukan penelaahan atas Enterprise Risk Management development as well as analysis
sistem organisasi/remunerasi/nominasi agar sesuai dengan in organization/remuneration/nomination systems so that these
komitmen perusahaan. are in line with the Company’s commitments.

Susunan anggota Komite Manajemen Risiko telah ditetapkan The compilation of the Risk Monitoring Committee members has
sesuai Keputusan Dewan Komisaris dan sepanjang tahun 2013 been set in line with the Board of Commissioners’ Decision, and
telah dilakukan 1 kali perubahan sejalan dengan berubahnya during 2013, it changed once in line with the change of the Board
susunan anggota Dewan Komisaris. of Commissioners’ members.

Susunan keanggotaan Komite Manajemen Risiko dari tanggal 9 Compilation of Risk Management Committee Personnel of
Januari 2013 sampai dengan 1 Maret 2013, sebagai berikut: Sdr January 9, 2013 - March 1, 2013 period is as follows: Adang
Syahrial Loetan sebagai Ketua dengan anggota terdiri dari Sdr Firman as President, with members of Wimpy S. Tjetjep, Jarman
Wimpy S. Tjetjep, Sdr Jarman dan anggota non Komisaris Sdr and non-Commissioner members of Edwin R Lumban Tobing and
Edwin R Lumban Tobing dan Sdr Santosa Gitosusastro. Santosa Gitosusastro.

50 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT

Susunan keanggotaan Komite Manajemen Risiko dari tanggal Compilation of Risk Management Committee Personnel of 02
1 Maret 2013 sampai dengan sekarang, sebagai berikut: March 01, 2013 - present is as follows: Syahrial Loetan as
Sdr Syahrial Loetan sebagai Ketua dengan anggota terdiri dari President, with members comprising Wimpy S. Tjetjep, Jarman
Sdr Wimpy S. Tjetjep, Sdr Jarman dan anggota non Komisaris and non-Commissioner members Edwin R Lumban Tobing and
Sdr Edwin R Lumban Tobing dan Sdr Yusuf Hamdani. Yusuf Hamdani.

Tim Ad hoc Nominasi dan Remunerasi Temporary Nomination and Remuneration Team
Karena adanya kebutuhan untuk menangani masalah nominasi Due to the needs of handling nomination and remuneration
dan remunerasi, sedangkan Dewan Komisaris tidak memiliki matters, while the Board of Commissioners does not have a
Komite Nominasi dan Remunerasi maka dibentuklah Tim Adhoc Nomination and Remuneration Committee, the Temporary
Nominasi dan Remunerasi pada tanggal 25 Juli 2013 dengan Nomination and Remuneration Team was founded on July 25,
anggota terdiri atas: Sdr Yogo Pratomo sebagai Ketua dengan 2013, with membership as follows: Yogo Pratomo as President,
anggota Sdr Ahmad Yani Basuki. and member of Ahmad Yani Basuki

Penutup CLOSING
Dewan Komisaris meyakini bahwa Direksi bersama seluruh The Board of Commissioners believes that the Board of Directors
jajarannya telah bekerja keras untuk mewujudkan misi all ranks in the company have demonstrated good performance in
perusahaan, yaitu menjalankan bisnis kelistrikan yang berorientasi fulfilling the company’s mission, to run a power company
pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang orientated to the satisfaction of its customers, workforce and
saham. Dewan Komisaris juga meyakini bahwa Direksi akan terus shareholders. The Board of Commissioners also believes that
mengelola perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip Good the Board of Directors will continue to manage the company
Corporate Governance dan prinsip kehati-hatian. Oleh karena itu, by applying the principles of Good Corporate Governance and
kami menyampaikan penghargaan kepada Direksi beserta seluruh prudence. Therefore, we express our deepest gratitude to the
jajaran yang telah bekerja keras menyelesaikan tugas perseroan Board of Directors and all employees for their hard work during
selama tahun 2013 dan telah dituangkan dalam Laporan Tahunan 2013, as reported in the Company’s Annual Report for the fiscal
Perusahaan Tahun Buku 2013 ini. year 2013.

Dewan Komisaris akan terus bersinergi dengan Direksi dalam The Board of Commissioners will continue to perform its duties and
memberikan arahan, nasehat serta pengawasan agar pelaksanaan synergize with the Board of Directors in giving guidance, advices
program sesuai rencana dan strategi perusahaan. as well as supervision so that the programs are implemented
according to the company’s plan and strategy.

Yogo Pratomo
Komisaris Utama
President Commissioners

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 51


52 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)
LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT

02

LAPORAN DIREKSI
Board of Directors’ Report

Meningkatkan kualitas penerapan praktek


terbaik GCG untuk meningkatkan kepercayaan
dari kreditor, meningkatkan penerapan hasil-
hasil inovasi dalam kegiatan operasional
untuk meningkatkan efisiensi operasional,
dan merealisasikan seluruh rencana investasi
dengan bijaksana untuk mengawal PLN
melalui tahun yang berat dan menantang
menuju korporasi yang sehat dengan reputasi
skala global.

Increasing the quality of GCG best practices to improve the


creditors’ trust, increasing the application of innovations
in operational activities to elevate operational efficiency
and carefully realizing all investment plants to safeguard
PLN through challenging years toward a global-reputed
healthy corporation.

NUR PAMUDJI

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 53


Laporan Direksi/Board of Directors’ Report

LAPORAN DIREKSI
Board of Directors’ Report

Pemangku Kepentingan Yang Terhormat, Respected Stakeholders,


Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, To support national economic growth and bring about the vision
mewujudkan visi dan misi sebagai perusahaan kelistrikan kelas and mission of becoming a world-class electricity company, PLN
dunia, PLN konsisten merealisasikan berbagai program prioritas consistently implements various short-term priority programs as
jangka pendek sebagai bagian dari rencana pengembangan part of the its short-term development plan and provides optimal
Perseroan jangka panjang serta memberi benefit optimal kepada benefits to all stakeholders.
seluruh pemangku kepentingan.

Program prioritas jangka pendek yang dilaksanakan selama The short-term work program priorities carried out in 2013 are:
tahun 2013 adalah: (i) menjaga kecukupan pasokan listrik, (ii) (i) maintaining electricity supply sufficiency, (ii) optimization
mengoptimalkan bauran energi untuk menurunkan BPP tenaga of fuel mix to reduce Basic Cost of Electricity Production, (iii)
listrik, (iii) meningkatkan efisiensi operasi (iv) menyelesaikan PLTU increasing operational efficiency, (iv) completing the 10,000 MW
10.000 MW dan meningkatkan pencapaian EAF, (v) memperbaiki steam power plant and improving EAF achievement, (v) improving
tingkat kesehatan keuangan perusahaan, (vi) meningkatkan the Company’s financial positions, (vi) increasing business process
konsolidasi proses bisnis untuk integrasi pelayanan dan efisiensi consolidation for service integration and efficiency, also (vii)
serta (vii) meningkatkan sinergi usaha Anak Perusahaan. improving synergy among Subsidiaries’ business.

KINERJA OPERASIONAL OPERATIONAL PERFORMANCE


Konsistensi pelaksanaan berbagai inisiatif strategis berfokus Consistent implementation of strategic initiatives with a focus
pada upaya realisasi program dan target prioritas jangka pendek on efforts to implement the program and meet the short-
diiringi dengan berbagai aplikasi inovatif di bidang operasional term priority by all levels of employees resulted in a variety of
memberikan capaian sebagai berikut: achievements as follows:

Aspek Pemasaran Marketing


Penjualan tenaga listrik tahun 2013 naik 7,8% menjadi 187.541 GWh Sales of electricity in 2013 rose at 7.8% to 187,541 GWh from all
dengan seluruh kelompok pelanggan mengalami kenaikan. Namun, customer groups. However, the electricity sales growth rate in
laju pertumbuhan penjualan tenaga listrik pada hampir semua almost all customer groups slowed down, except for business
kelompok pelanggan melambat kecuali untuk kelompok bisnis group, which experienced an 11.33% increase compared the the
mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 11,33% dibandingkan previous year of 9.47%. The sale of electric power in other groups
tahun sebelumnya sebesar 9,47%. Penjualan tenaga listrik terhadap grew at 7.04% on average, lower than 2012 of 9.78%.
kelompok pelanggan lainnya rata-rata tumbuh 7,04%, lebih rendah
dari pertumbuhan tahun 2012, yang sebesar 9,78%.

Kenaikan penjualan listrik tersebut sejalan dengan pertumbuhan Electricity sales growth was in line with the growth in the number
jumlah pelanggan yang bertambah 4,2 juta atau naik 7,7% (2012: of customers, which rose by 4.2 million or an increase of 7.7% from
naik 8,5%) dari jumlah pelanggan tahun 2012, sehingga total 2012 (last year’s increase was 8.5%), making a total of 54.0
telah mencapai 54,0 juta pelanggan. Rasio elektrifikasi secara million customers. Such increase in the number of customers
nasional dengan demikian menjadi 80,38%, naik dari posisi made the national electrification ratio reaching 80.38%, up
76,16% di tahun 2012. *) 76.16% from the previous year. *)

*)
Termasuk pelanggan non PLN *)
Including non-PLN customers

Peningkatan penjualan dan jumlah pelanggan membuat daya The increase of sales and total customer pushed the
tersambung di tahun 2013 juga tumbuh 5,61% atau sebesar connected power grew at 5.61% in 2013, or 9,197 MVA,
9.197 MVA, sehingga total daya tersambung menjadi 93.095 making the total connected power be 93,095 MVA. The
MVA. Kelompok pelanggan Industri mengalami pelambatan Industry customer group was sluggish in the power growth,
pertumbuhan daya, yang mencerminkan dampak ekonomi dan which reflected the impact of economy and exchange rate on
nilai tukar terhadap kegiatan manufaktur di Indonesia. manufacturing activities in Indonesia.

54 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT

Adapun hasil realisasi usaha dibandingkan target dari aspek The Company’s achievements from marketing aspect compared to 02
penjualan adalah: the target are:
Uraian RKAP 2013 Pencapaian Persen Description
(Revisi) Achievement Percentage
Revised 2013
Company Work
Plan & Budget
Penjualan tenaga Listrik (GWh) 189.652 187.541 98,89% Sales of Electricity (GWh)
Penambahan Pelanggan 4.013.100 4.200.959 104,68% Additional Customers
Penambahan Daya Tersambung (MVA) 7.488 9.197 122,82% Additional Connected Power (MVA)

Ditinjau dari pencapaian terhadap target perusahaan yang dituangkan Compared to the Company’s targets set forth in the 2013 Revised
dalam RKAP Tahun 2013 (Revisi), maka aspek pemasaran yang tidak Company’s Work Plan & Budget, the only marketing achievement
mencapai target hanyalah penjualan tenaga listrik (GWh). that did not meet the target was the sale of electric power (GWh).

Hal ini disebabkan antara lain oleh: (i) adanya pengendalian The causes of the unmet sales target are, among others, economic
pertumbuhan untuk daerah-daerah yang produksi tenaga slowdown that affected industry consumption, the customers’
listriknya didominasi oleh bahan bakar minyak(BBM); (ii) adanya energy saving (particularly household customers) due to gradual
penghematan yang dilakukan oleh pelanggan akibat kenaikan electricity tariff hike throughout the year, and the flooding that hit
tarif tenaga listrik secara bertahap di sepanjang tahun 2013; (iii) some economic centers in early 2013. These made PLN unable to
adanya bencana banjir yang terjadi di awal tahun 2013; (iv) kondisi sell electric power optimally.
perekonomian global yang mempengaruhi kegiatan ekonomi
nasional sehingga menyebabkan PLN tidak dapat menjual tenaga
listrik secara optimal.

Produksi dan Pembelian Tenaga Listrik Electrical Power Production and Purchase
Sekalipun kondisi perekonomian kurang kondusif, PLN tetap Notwithstanding the less favorable economic condition, PLN
berupaya menyeimbangkan peningkatan permintaan tenaga listrik remains seeking to set a balance to electricity demand increase
dengan suplai tenaga listrik yang memadai, melalui produksi by supplying adequate electricity produced by its own plants,
tenaga listrik dari pembangkit yang dikelola sendiri, pembangkit rented plants or purchased from third party’s plants. As a result,
sewa maupun pembelian tenaga listrik dari pembangkit milik the electricity production reached 216,189, an increase of 7.92%
swasta. Oleh karenanya, produksi tenaga listrik mencapai 216.189 compared to the previous year.
GWh, naik sebesar 7,92% dari tahun sebelumnya.

Dalam rangka menekan biaya pokok penyediaan tenaga listrik To suppress the basic cost of electricity production, PLN
(BPP), PLN konsisten menerapkan strategi pengurangan consistently applies the strategy of oil-based fuel use reduction,
penggunaan energi BBM, sebaliknya meningkatkan penggunaan while increasing the use of coal; gas and renewable energy to create
sumber energi batu bara, gas dan sumber energi terbarukan, fuel mix composition that provides maximum benefit, namely the
sehingga tercipta pola bauran energi yang memberi benefit control over the lowest basic cost of electricity production in any
maksimal berupa pengendalian biaya pokok penyediaan tenaga circumstances faced. High oil-based fuel prices made the use of
listrik yang terendah pada setiap kondisi yang dihadapi. Harga this energy to influence the basic cost of production per kWh.
BBM yang tinggi membuat penggunaan sumber energi ini
berdampak pada tingginya BPP per kWh.

Penyelesaian pembangunan beberapa pembangkit skala besar The completion of some large-scaled FTP-1 plant construction, the
FTP-1, terpenuhinya pasokan gas, serta beroperasinya PLTA fulfillment of gas supply and the commencement of hydro power
membuat daya listrik dari pembangkit milik sendiri dengan plant operation lessened the electricity produced by PLN’s own
sumber energi BBM berkurang 22% dari tahun sebelumnya, oil-based fuel fired plants at 22% compared to the previous year, in
ditengah naiknya produksi listrik. Kondisi cuaca sepanjang tahun spite of the electricity production increase. The weather condition
2013 dengan curah hujan memadai, membuat pasokan daya listrik throughout 2013 of adequate rainfall optimized the electric power
dari stasiun PLTA menjadi optimal, sehingga mampu mendukung supply from hydro power plants, which supports the efforts of oil-
upaya pengurangan konsumsi BBM. based fuel consumption suppression.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 55


Laporan Direksi/Board of Directors’ Report

Sebagai respon atas keprihatinan masyarakat global terhadap As a response to the global community’s concern over the
kondisi lingkungan, PLN semakin mengintensifkan penggunaan environment, PLN more intensifies the use of renewable energy
sumber energi terbarukan dalam memproduksi daya listrik. in electricity production. In 2013, one of the medium-scaled
Di tahun 2013, salah satu pembangkit skala menengah yang renewable energy plants, namely Poso Energy hydro power plant
menggunakan sumber energi terbarukan, yakni IPP PLTA Poso (3 x 65 MW) has started operating.
Energy (3 x 65 MW) telah beroperasi.

Pada daerah dengan kondisi alam yang memungkinkan, PLN juga In the areas with feasible natural condition, PLN intensifies the
semakin mengintensifkan pengembangan pembangkit bertenaga development of solar power plants and bio fuel power plants,
surya dan pembangkit berbahan bakar bio fuel, sehingga total making the electricity production total 34.93 GWh. PLN is
produksi tenaga listrik yang dihasilkan mencapai 34,93 GWh. Di committed to continuing the development of renewable energy
masa mendatang PLN berkomitmen untuk terus mengembangkan plants in the future.
pembangkit menggunakan sumber energi terbarukan tersebut.

Berbagai upaya tersebut membuat PLN mampu menekan The above efforts enabled PLN to suppress the basic cost of
kenaikan BPP pada kisaran Rp1.380/Kwh, atau hanya naik 0,4% electricity production to around Rp1,380/Kwh, or a mere increase
dari Rp1.374/kWh di tahun 2012. of 0.4% compared to Rp1,374/kWh in 2012.

Adapun pencapaian perusahaan ditinjau dari sisi produksi tenaga The Company’s achievements of target from electricity
listrik dibandingkan terhadap target adalah: production aspect.

Uraian RKAP 2013 (Revisi) Pencapaian Persen Description


Revised 2013 Achievement Percentage
Company Work Plan
& Budget

Produksi Tenaga Listrik (GWh) 216.503 216.189 99,85% Electricity Production (GWh)

Bauran Energi 12,59% 12,35% 101,87% Fuel Mix

Kapasitas Terpasang dan Pemeliharaan Installed Capacity and Maintenance


Penyelesaian beberapa pembangkit milik PLN (pembangkit The completion of several PLN’s plants (FTP-1 plants and
program FTP-1 dan pembangkit reguler), pembangkit swasta regular plants), private plants under IPP scheme and lease
dalam skema IPP dan sewa pembangkit membuat total kapasitas plants made the total installed capacity of all plants increase
terpasang seluruh pembangkit naik 4,9% menjadi sebesar at 4.9% to 46,103.5 MW (43,972 MW in 2012) PLN’s own plant
46.103,5 MW (2012: 43.972 MW). Kapasitas pembangkit milik capacity rose to 34,205.6 MW, by 4.0% from previously
PLN menjadi sebesar 34.205,6 MW, naik 4,0% dari 32.901,5 MW 32,901.5 MW, and accounted for 74.2% of contribution to the
di tahun sebelumnya, dan berkontribusi sebesar 74,2% dari total total national plant capacity in 2013. To meet the electrification
pembangkit nasional di tahun 2013. Untuk mencapai sasaran rasio ratio of 85% by 2016, PLN sets the target of plant capacity
elektrifikasi menjadi sebesar 85% di tahun 2016, PLN menargetkan addition of 5 GW a year.
penambahan kapasitas pembangkit sebesar 5 GW per tahun.

Pada tahun 2013 PLN juga merealisasikan pekerjaan In 2013, PLN also realized the plant maintenance works in all
pemeliharaan pusat pembangkit pada seluruh area geografis, geographical areas, i.e. in Java-Bali as many as 20 units - with
yakni pusat pembangkit area Jawa - Bali sebanyak 20 unit - 6,126 MW capacity; Sumatra 33 units, 1,125 MW capacity; East
kapasitas 6.126 MW, Sumatera sebanyak 33 unit - kapasitas Indonesia 679 units, 571 MW capacity and subsidiary-owned
1.125 MW, Indonesia Timur sebanyak 679 unit – kapasitas 571 plants 140 units, 9,416 MW capacity. The maintenance is aimed at
MW dan pusat pembangkit milik anak usaha total 140 unit – maintaining the plant’s performance so that electricity supply in
kapasitas 9.416 MW. Pemeliharaan tersebut dilakukan dalam the future is controlled and assuring the cessation of rolling power
rangka mempertahankan unjuk kerja pusat pembangkit, sehingga outages that is due to power supply deficiency.
pasokan listrik di masa mendatang terkendali sekaligus
memastikan keberhasilan program bebas pemadaman bergilir
karena kekurangan pasokan daya.

56 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT

Inovasi Innovation 02
PLN konsisten mengembangkan langkah inovasi dengan PLN consistently develops innovations by developing power plants
membangun pembangkit listrik menggunakan berbagai sumber fired by various new and renewable energy. This plant development
energi baru dan terbarukan. Inisiatif pembangunan pembangkit ini is initiated to supply electric power in remote areas having limited
umumnya dikembangkan untuk memasok listrik pada area remote reach and the energy used varies depending on the condition,
dengan jangkauan terbatas dan menggunakan sumber energi yang consisting of wind, solar and micro hydro power. In addition, as
bervariasi sesuai kondisi setempat, meliputi energi bayu, energi there are more opportunities of geothermal use in conservation
surya, dan energi mikro hidro. Selain itu, menyusul semakin forest areas in Indonesia, PLN intensifies the efforts of developing
terbukanya peluang pemanfaatan sumber panas bumi di berbagai geothermal power plant, where the potentials are abundant.
kawasan hutan lindung di Indonesia, PLN mengintensifkan upaya
pengembangan pusat pembangkit energi panas bumi, dengan
potensi yang cukup melimpah.

Untuk meningkatkan efisiensi operasional PLN juga menerapkan To increase operational efficiency, PLN also applies innovations
beberapa inovasi dengan dukungan teknologi informasi, seperti supported by information technology, including GOLS (Self-
GOLS (Gudang On-line Swalayan) untuk mempercepat distribusi Service Online Warehouse) to accelerate spare part distribution.
suku cadang. Dalam rangka meningkatkan peran inovasi To improve the role of innovation in driving its performance, PLN
untuk meningkatkan unjuk kerja Perseroan, PLN konsisten consistently has held Innovation Contest since 2005. In 2013, 70
menyelenggarakan Lomba Karya Inovasi yang telah dimulai innovations were created at regional I level. Some innovations from
sejak 2005. Pada tahun 2013, tercatat ada 70 karya inovasi untuk the contest which have relevance and high economic value are
tingkat regional I. Beberapa karya dari hasil lomba inovasi tersebut applied in the daily work performance. PLN gives compensation
yang memiliki relevansi dan bernilai ekonomis tinggi kemudian to each application of the innovation work and strives to obtain the
diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. PLN memberikan intellectual property right.
kompensasi atas setiap penerapan karya lomba inovasi dan
mengusahakan perolehan Hak Atas Kekayaan Intelektual.

Layanan dan Keandalan Service and Reliability


Selain berupaya menurunkan BPP dari sisi bauran energi, PLN Apart from suppressing the Basic Cost of Electricity Production,
konsisten dengan upayanya meningkatkan efisiensi transmisi dan from fuel mix aspect PLN consistently increases electricity
distribusi tenaga listrik dari pusat pembangkit hingga ke pelanggan. transmission and distribution efficiency from the power plant to
Upaya meningkatkan kinerja keandalan jaringan transmisi dan customer. The efforts of increasing transmission and distribution
distrbusi di tahun 2013 menghadapi tantangan yang cukup berat, network reliability in 2013 faced heavy challenges, i.e. the
yaitu belum terealisirnya beberapa instalasi pendukung utama dan yet unrealized main supporting installations and the surge of
melonjaknya permintaan pasokan listrik di beberapa daerah yang electricity demands in some areas, which increased network
membuat susut jaringan kembali meningkat. Kondisi tersebut losses. These conditions lowered the SAIDI (System Average
juga membuat indeks lama gangguan SAIDI (System Average Interruption Duration Indexed) and SAIFI (System Average
Interruption Duration Indexed) maupun indeks frekuensi gangguan Interruption Frequency Indexed) compared to 2012.
SAIFI (System Average Interruption Frequency Indexed) lebih rendah
dari capaian tahun 2012.

PLN berupaya mengatasi kondisi tersebut dengan segera PLN sought to overcome these problems by identifying the main
mengidentifikasi penyebab utama untuk kemudian segera causes immediately and realizing the solutions also immediately.
merealisasikan upaya perbaikan. Sebagai bagian dari upaya As part of these efforts, PLN intensifies the electricity use
tersebut PLN mengintensifkan program Penertiban Pemakaian control program, street lighting control and elimination of illegal
Tenaga Listrik (P2TL), penertiban Penerangan Jalan Umum (PJU) electricity connections.
dan pemberantasan penyambungan listrik liar.

Adapun pencapaian SAIDI/SAIFI dan susut jaringan dibandingkan The achievement in SAIDI/SAIFI and network losses compared to
terhadap target adalah: the target is as follows:

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 57


Laporan Direksi/Board of Directors’ Report

Uraian RKAP 2013 (Revisi) Pencapaian Persen Description


Revised 2013 Company Achievement Percentage
Work Plan & Budget

SAIDI (jam/pelanggan) 3,33 5,76 27,25 SAIDI (hours/customer)

SAIFI (kali/pelanggan) 3,77 7,26 7,43 SAIFI (times/customer)

Susut Jaringan (%) 8,97 9,91 89,59 Network Losses (%)

• Susut Transmisi (%) 2,18 2,33 93,45 • Transmission Losses (%)

• Susut Distribusi (%) 7,02 7,77 89,33 • Distribution Losses (%)

Perbaikan Proses Bisnis Business Process Improvement


Upaya konsisten PLN untuk memperbaiki proses bisnis PLN’s consistent efforts to improve business processes show
menunjukan perkembangan menggembirakan. Implementasi a satisfactory growth. The Enterprise Resource Planning (ERP)
Enterprise Resource Planning (ERP) area Sumatera - Sulawesi application in Sumatra-Sulawesi areas has been gone live
sudah go-live tahap ke-4, diikuti implementasi untuk area phase 4, followed by Kalimantan and East Indonesia areas which
Kalimantan dan Indonesia Timur yang selesai di bulan November completed in November 2013. Thus the ERP has covered all
2013, sehingga ERP telah meliputi seluruh Distribusi, Wilayah Distribution, PLN P3B Java-Bali, PLN P3B Sumatra, northern
PLN P3B Jawa - Bali, PLN P3B Sumatera, PLN Pembangkitan part of PLN Pembangkitan Sumatra and southern part of PLN
Sumatera bagian Utara dan PLN Pembangkitan Sumatera bagian Pembangkitan Sumatera. Next, ERP will be applied in the
Selatan. Implementasi ERP selanjutnya menyasar pada unit-unit supporting units. The ERP application in whole will enable PLN
penunjang. Implementasi ERP secara total akan menjadikan PLN to operate more efficiently.
dapat beroperasi semakin efisien.

PLN juga telah menyelesaikan pemusatan aplikasi korporat di PLN has also finished the corporate application centralization at
Data Center, sehingga standarisasi bisnis proses, optimalisasi the Data Center, so the business process standardization, asset
aset, keamanan data dan sebagainya dapat dikelola dengan lebih optimization, data security and so on can be managed better. The Data
baik. Data Center juga dimaksudkan untuk mendukung aplikasi Center is also aimed to support the corporate applications, comprising
korporat, meliputi ERP, AP2T (Aplikasi Pengelolaan Pelanggan the ERP, Central Application of Management and Customer
Terpusat) dan P2APST (Pengelolaan dan Pengawasan Arus (AP2T) and System of Centralized Management and Supervision of
Pendapatan Secara Terpusat). Revenue Flows (P2APST).

Di tahun 2013 PLN mulai menerapkan program Enterprise Asset In 2013 PLN started applying the enterprise asset management
Management (EAM) Distribusi dengan EAM, sebuah pilot project (EAM) program with SAP-based plant maintenance that is
implementasi EAM berbasis SAP Plant Maintenance (PM) yang integrated with eMap for PLN’s Distribution units. This system
terintegrasi dengan eMap untuk unit Distribusi PLN. Aplikasi application will allow PLN to monitor and accurately set the
sistem ini akan memungkinkan PLN memantau dan menetapkan plant unit’s or distribution facility’s feasibility, whether it is to
dengan akurat kelaikan unit pembangkit maupun fasilitas be replaced or repaired in order to provide the most optimum
distribusi untuk diganti atau diperbaiki agar memberikan nilai economic value.
ekonomi paling optimal.

KINERJA KEUANGAN FINANCIAL PERFORMANCE


Berbagai upaya yang telah dilakukan membuat kinerja Some efforts have been taken to bring PLN’s financial performance
keuangan PLN menunjukkan arah perbaikan. Pada tahun 2013, going forward. In 2013, the efforts of plant, transmission and
upaya perbaikan operasional pembangkit, jaringan transmisi dan distribution network operational improvement through the control
distribusi melalui pengendalian Biaya Pokok Penyediaan tenaga of Basic Cost of Electricity Production along with efforts to improve
listrik (BPP) disertai upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan management efficiency, increased the operating profit. But
membuat laba usaha meningkat. Namun pelemahan nilai tukar exchange rate depreciation and increased financial expenses caused
dan beban keuangan yang meningkat substansial, mengakibatkan the Company’s net profit decreased from the previous year.
PLN membukukan rugi bersih dibandingkan tahun sebelumnya.

58 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT

Nilai Pendapatan Total Revenue 02


Nilai pendapatan penjualan tenaga listrik di tahun 2013 naik Revenue from electricity sales in the year of 2013 rose 21.1%
21,1% menjadi Rp153,48 triliun, terutama disebabkan oleh amounting to Rp153.48 billion. This increase was primarily due to
pertumbuhan energi listrik terjual sebesar 7,8% yakni sebesar the growth of electric power sold by 7.8%, i.e. 187,541 GWh and
187.541 GWh dan adanya kenaikan tarif dasar listrik secara a gradual increase in the electricity tariff in 2013 at 12.37% from
bertahap di sepanjang tahun 2013, sebesar 12,37% dari Rp728.32/kWh to Rp818.41/kWh.
Rp728,32/kWh menjadi Rp818,41/kWh.

Namun demikian harga jual rata-rata tarif listrik masih berada The average selling price of electricity is below
dibawah BPP tahun 2013 yang sebesar Rp1.380/kWh, sehingga the BPP in 2012, which amounted to Rp1.380/kWh,
PLN masih membutuhkan subsidi yang ditetapkan senilai thus the company needed subsidy, which is set at
Rp101,21 triliun, turun 2,10% dari nilai subsidi tahun sebelumnya. Rp101.21 trillion, down 2.10% from the previous year. PLN also
PLN juga berhasil memperoleh pendapatan jasa penyambungan managed to obtain connection fees and other income, making total
dan pendapatan lain-lain, sehingga total pendapatan mencapai revenues to reach Rp257.41 trillion, up 10.64% from the previous
Rp257.41 triliun, naik 10,64% dari nilai tahun sebelumnya, year of Rp232.66 trillion.
sebesar Rp232,66 triliun.

Konsistensi usaha peningkatan kualitas bauran energi di tahun 2013 Consistency in efforts to improve the quality of the fuel
membuat volume penggunaan BBM menurun. Oleh karenanya mix in 2012 succeeded in reducing the volume of oil-
beban bahan bakar secara keseluruhan berhasil dikendalikan, based fuel use. The result was the overall fuel expenses
dan hanya meningkat 8,1% mencapai Rp147,63 triliun. Selain itu, only increased by 8.1% to Rp137.63 trillion. In addition, control
pengendalian komponen-komponen biaya lain terus dilaksanakan, of other expense components was continued, making the total
sehingga total beban usaha hanya meningkat 8,8% menjadi operating expenses only rose 8.8% to Rp220.91 trillion. With such
sebesar Rp220,91 triliun. Dengan keberhasilan pengendalian beban success in controlling operating expenses, PLN booked operating
usaha tersebut, PLN mencatatkan peningkatan laba usaha sebesar profit of 23.53% amounting to Rp36.49 trillion.
23,53% menjadi sebesar Rp36,49 triliun.

Sebagai dampak dari melemahnya neraca perdagangan dan As the impact of the trade balance weakening and the lower
berkurangnya cadangan devisa, nilai tukar rupiah terdepresiasi foreign exchange reserves, the Rupiah’s exchange rate was
hingga sebesar 20,8% (kurs tengah akhir tahun 2013). Kondisi depreciated 20.8% (middle rate of late 2013). This condition
ini berpengaruh signifikan terhadap pencatatan nilai kewajiban significantly affected the PLN’s recording of obligations in foreign
berdenominasi valas PLN, dan berpengaruh terhadap pembayaran currency denomination against the payment of coupon bonds
kupon obligasi yang berdenominasi valas. PLN harus membukukan in foreign currency denomination. PLN had to record losses on
seluruh kerugian selisih kurs pembukuan kewajiban sebesar foreign exchange amounting to Rp48.10 trillion, increase 809.9%
Rp48,10 triliun naik 809,9% dari selisih kurs tahun 2012 yang from that in 2012 of Rp5.94 trillion. PLN also had to record
sebesar Rp5,94 triliun. PLN juga harus membukukan peningkatan the actual amount of payment for debt in foreign currency
nilai riil pembayaran kewajiban berdenominasi valas sebesar denomination amounting to Rp30.15 trillion, increase 22.5% from
Rp30,15 triliun, naik 22,5% dari Rp24,61 triliun di tahun 2012. Total Rp24.61 in 2012. Thus PLN’s operating expenses in 2013 increase
beban usaha PLN di tahun 2013 dengan demikian naik 165,6% 165.6% to a total of Rp75.72 trillion.
menjadi sebesar Rp75,72 triliun.

Oleh karenanya peningkatan laba usaha PLN tidak dapat menutup As a result, the increase in operating profit was not able to cover
kenaikan beban keuangan dan rugi selisih kurs yang meningkat the increase in financial expenses and sharp increase in losses on
tajam tersebut, sehingga secara total PLN mencatatkan rugi foreign exchange, making PLN recorded a total of net loss after tax
bersih setelah pajak sebesar Rp29,56 triliun. amounting to Rp29.56 trillion.

Dengan demikian, sekalipun mampu memenuhi beberapa target- Thus, despite it was able to meet operational targets and improve
target operasional dan meningkatkan kinerja operasional, namun operational performance, due difference between electricity
karena masih besarnya selisih harga jual listrik dengan BPP,

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 59


Laporan Direksi/Board of Directors’ Report

besarnya beban keuangan dan besarnya dampak pelemahan nilai price and BPP also the high financial expenses, PLN has not
tukar, maka PLN masih belum berhasil mencatatkan kinerja managed to record financial performance that is balanced with
keuangan yang seimbang dengan perbaikan kinerja operasional. operational performance.

Seluruh realisasi hasil kinerja tahun 2013 mengakibatkan The entire results of the performance in 2013 brought PLN’s level
pencapaian penilaian tingkat kesehatan PLN di tahun 2013 of health in 2013 to score 77.76 under the category of HEALTHY - A.
mendapatkan nilai sebesar 77,76 dengan kategori SEHAT - A.

Perubahan Kebijakan Tarif Tariff Policy Change


Sesuai dengan peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Pursuant to the Ministry of Energy and Mineral Resources of the
Republik Indonesia No. 30 Tahun 2012 tentang Tarif Tenaga Listrik, Republic of Indonesia Regulation No. 30 of 2012 on electricity
maka efektif tanggal 1 Januari 2013, ketentuan baru tarif tenaga tariff, effective starting from January 1, 2013 new provisions of the
listrik telah diberlakukan. Sesuai ketentuan tersebut, maka electricity tariff will apply. Thus periodical increase in electricity
terhadap seluruh pelanggan, mulai dikenakan perhitungan tarif tariff at different levels for each tariff class will be imposed on all
tenaga listrik baru secara berkala dengan tingkat kenaikan yang customer groups.
berbeda untuk masing-masing golongan tarif.

Ketentuan ini diharapkan berdampak positif bagi PLN, yaitu These provisions will have a positive impact on the PLN, especially
semakin mengurangi selisih tarif tenaga listrik dengan biaya pokok it will reduce the difference between tariffs and the basic cost of
penyediaan tenaga listrik (BPP), sehingga PLN akan memiliki electricity production, which was previously significantly high. So
kemampuan finansial yang lebih baik untuk mendukung realisasi PLN will have a better financial ability to support the realization of
pembangunan stasiun pembangkit dalam rangka menambah the power plant construction in order to be able to add the capacity
daya dan meningkatkan rasio elektrifikasi secara nasional, selain and increase the national electrification ratio.
mengurangi besaran subsidi listrik.

PENGELOLAAN SDM Human Resources Management


Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan produktivitas To improve human resources competence and productivity, PLN
sumber daya manusia, PLN semakin mengintensifkan penerapan intensified performance-based human resource development
kebijakan pengembangan SDM berbasis kinerja. Di tahun 2013 policies. In 2013 PLN realized the 12 Grade Conversion concept
PLN telah merealisasikan konsep Konversi 12 Grade disertai also implemented individual and team KPI for setting the career
penerapan ukuran key performance indicator (KPI) individu dan path. The performance assessment is done on-line. To support
kelompok dalam menetapkan jenjang karir. Proses penilaian the productivity improvement efforts, PLN applied knowledge
kinerja telah dilakukan secara on-line. Untuk mendukung upaya management program in the business process, improved the
peningkatan produktivitas tersebut, PLN menerapkan program implementation of Competence-Based Human Resources
knowledge management dalam proses bisnis, menyempurnakan Management (MSDM-BK) and applied the Strengthening
implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Alignment program on the Employee Performance Management
Kompetensi (MSDM-BK) dan menerapkan Program Strengthening System for streamlining Organizational Performance and
Alignment pada Sistem Manajemen Kinerja Pegawai dalam rangka Individual Performance with pilot project at seven PLN units.
penyelarasan Kinerja Organisasi dan Kinerja Individu dengan pilot
proyek pada 7 Unit PLN.

Dalam kaitan pengembangan kompetensi tersebut, pada In relation to the competence development, in 2013 PLN improved
tahun 2013, PLN telah menyempurnakan sistem Talent the Talent Management system through the preparation of
Management melalui penyusunan Parameter Suksesi Jabatan Position Succession Parameter and Competency Development.
dan Pembinaan Kompetensi. PLN juga meningkatkan peran PLN also increased Corporate University’s role as PLN’s training
Corporate University sebagai sarana pelatihan dan peningkatan and employee knowledge improvement facility.
pengetahuan pegawai PLN.

Sebagai bagian dari penerapan kebijakan jenjang karir serta As part of the career path policy application and performance-
pemberian remunerasi berbasis kinerja, PLN telah merealisasikan based remuneration, PLN has realized performance-based
program penilaian kinerja, program Diklat Penjenjangan, assessment programs, Career Path education & training program,

60 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT

pelaksanaan uji Portofolio Kompetensi, pelaksanaan fit and proper Work Task Employee assessment and assessment into employee 02
test, penilaian Pegawai Tugas Karya dan penilaian terhadap of national and international postgraduate scholarship recipient.
pegawai penerima penghargaan beasiswa S2 di dalam dan All these activities are part of the efforts in employee optimization
luar negeri. Seluruh tahapan tersebut merupakan bagian dari to occupy the position formation due to organizational expansion in
upaya optimasi pegawai untuk mengisi formasi jabatan akibat line with the Company’s business scale growth.
pengembangan organisasi yang sejalan dengan berkembangnya
skala bisnis Perseroan.

Dalam rangka mengantisipasi pengembangan usaha di masa In anticipation of business development, in 2013 PLN recruited
mendatang, pada tahun 2013, PLN merealisasikan program 1,617 new hires with educational background ranged from high
rekrutmen terhadap 1.617 orang calon pegawai baru dengan latar school to Bachelor level.
belakang pendidikan dari jenjang SLTA sampai S-1.

PLN konsisten meningkatkan keterikatan (engagement) pegawai, To improve employee engagement, PLN optimized the use of
melalui penggunaan ECC (Employee Care Center), pelaksanaan ECC (Employee Care Center), the EES (Employee Engagement
EES (Employee Engagement Survey) dan penyusunan Juklak Survey) and prepared the EES Guidelines. In addition to improving
kinerja EES. Selain itu untuk meningkatkan integritas pegawai, employee integrity, PLN implemented programs of Code of
PLN menerapkan program evaluasi implementasi Code of Conduct Conduct (CoC) application evaluation that include the signing of
(COC), antara lain berupa penandatanganan COC oleh seluruh the CoC by all employees followed by the preparation of Action
pegawai diikuti penyusunan Action Plan Survey Culture Value. Plan Survey Culture Value.

TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BERKUALITAS QUALITY GOOD CORPORATE GOVERNANCE


Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan Perseroan In order to improve the quality of management of the Company
dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik atau Good following the Good Corporate Governance (GCG) and thoroughly
Corporate Governance (GCG) dan menerapkan prinsip dasar GCG apply the basic principles of GCG, i.e. transparency, accountability,
yakni azas keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, adil dan responsibility, fairness and independence, PLN conducted various
independen secara menyeluruh, PLN merealisasikan berbagai programs and activities, including:
program dan kegiatan, mencakup:
1. Meningkatkan kualitas kerjasama dengan Transparansi 1. Improving the quality of cooperation with Transparency
Internasional Indonesia untuk meningkatkan keterbukaan International Indonesia to encourage the openness of PLN’s
penyampaian penyelenggaraan bisnis PLN. business performance disclosure.
2. Mengkampanyekan budaya integritas dalam pelaksanaan 2. Campaigning integrity culture in the performance of
tugas-tugas operasional dengan meluncurkan buku “Ketika operational tasks by launching the book titled Ketika Hati
Hati Bicara” jilid 1 dan jilid 2. Berbicara (When the Heart Speaks) volume 1 and 2.
3. Meningkatkan kualitas kerjasama dengan Badan Pemeriksa 3. Cooperation with the Supreme Audit Board (BPK) and the
Keuangan (BPK) dan Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) Corruption Eradication Commission (KPK) to improve the
dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan responsibilitas accountability and responsibility in Company transactions,
penyelenggaraan kegiatan operasional dan pengelolaan management, recording and reporting of financial positions.
keuangan perusahaan.
4. Penindakan secara tegas setiap pelanggaran kode etik dan 4. Imposing strict sanctions against any CoC violations and
penyalahgunaan kekuasaan yang berindikasi korupsi. abuse of authority that has potential corruption.
5. Melanjutkan sosialisasi Whistleblowing System di seluruh 5. Implementation and dissemination of Whistleblowing System
jajaran PLN dan mitra kerja PLN. at all levels of PLN and PLN’s partners.
6. Mengkampanyekan PLN sebagai wilayah Bebas Korupsi dan 6. Campaigning PLN as a Corruption- and Gratification-free zone
Gratifikasi terhadap seluruh pemangku kepentingan. amidst all the stakeholders.

Untuk mendapatkan umpan balik bagi perbaikan kualitas To obtain feedback with regard for improvement measures in the
penerapan GCG di masa mendatang, PLN melakukan penilaian future, PLN had the GCG application in 2011 for Holding company
kualitas implementasi GCG tahun 2012 untuk Holding dan Anak and Subsidiary assessed by an Independent Auditor in February

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 61


Laporan Direksi/Board of Directors’ Report

Perusahaan yang dilakukan oleh Auditor Independent (BPKP) pada to March 2013. The assessment was based on assessment
bulan Februari-Maret 2013 berdasarkan metodologi asesmen methodology stipulated in Secretary to State Minister of State
sesuai Keputusan Sekretaris Menteri Negara BUMN No.S-16/S. Owned Enterprises Decision No. S-168/MBU/2012, which resulted
MBU/2012 dengan nilai capaian 81,51 dengan klasifikasi ’Baik’. a score of 81.51 with performance classification of ‘GOOD’.

Selain itu, telah dilaksanakan pula asesmen penerapan GCG Assessment of GCG application for 2013 has also been carried out,
untuk tahun 2013 sesuai PER-01/MBU/2011 dilaksanakan pursuant to PER-01/MBU/2012, by self assessment. For holding
melalui Self Assessment. Untuk holding dan anak perusahaan company and subsidiaries, the assessment was performed
dilaksanakan dengan pengawasan dan pendampingan oleh with Development Finance Controller’s (BPKP) monitoring and
BPKP. Adapun hasil Self Assessment implementasi GCG tahun coaching. The self assessment into 2013 GCG application resulted
2013 mendapatkan capaian score 88,52 dengan klasifikasi in a score of 88.52, classified as ‘Very Good’.
‘Sangat Baik’.

Kedua proses asesmen tersebut menyertakan berbagai Both the assessments provided a variety of recommendations
rekomendasi bagi perbaikan kualitas penerapan praktik terbaik for improving the quality of implementation of best corporate
GCG di tahun - tahun mendatang yang kini tengah ditindaklanjuti. governance practices in the coming years. The recommendations
are now being followed up.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN CORPORATE SOCIAL AND ENVIRONMENTAL


PERUSAHAAN RESPONSIBILITY
PLN merealisasikan program tanggung jawab sosial perusahaan PLN realized its corporate social responsibility programs through
melalui dua skema pelaksanaan kegiatan, yakni PKBL dan the implementation of the two schemes, namely Partnership
Program CSR. Program PKBL dilakukan dengan mengacu pada and Environmental Care (PKBL) Program and Corporate Social
Peraturan Menteri Negara BUMN No: PER-05/MBU/2007 tentang Responsibility Program. The PKBL program is conducted with
Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha reference to the SOE Minister Regulation No. PER-05/MBU/2007 on
Kecil dan Program Bina Lingkungan, sebagaimana telah diubah SOE Partnership Program with small businesses and Environmental
dengan Peraturan Menteri Negara BUMN No.Per-20/MBU/2012 Development Programs, amended by SOE Minister Regulation No.
tanggal 27 Desember 2012. Sesuai ketentuan terakhir tersebut, Per-20/MBU/2012 dated December 27, 2012. Pursuant to the latest
kegiatan BUMN Peduli ditiadakan, serta menambahkan 2 regulation, the SOE Care program had been stopped, while two
ruang lingkup bantuan Program Bina Lingkungan yaitu bantuan scopes of Environmental Development Program were added, namely
transportasi untuk buruh dan bantuan sosial kemasyarakatan transportation assistance for labor and societal aid for alleviating
dalam rangka pengentasan kemiskinan. PLN juga mendasarkan poverty. PLN’s CSR activities are also based on the Decision of the
kegiatan pada Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. 366.K/ Board of Directors of PT PLN (Persero) No. 366.K/DIR/2007 dated
DIR/2007 tanggal 28 Desember 2007 tentang Pelaksanaan December 28, 2007 on the implementation of the SOE Partnership
Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan program Bina Program with small businesses and Partnership and Community
Lingkungan/Program Partisipasi Pemberdayaan Lingkungan Development Program/Environmental Empowerment Participation
(PKBL/P3L). Program (PKBL/P3L).

Untuk Program Kemitraan, PLN mengacu pada ketentuan For Partnership Program, PLN refers to the provisions in SOE
Kementerian BUMN dalam surat No.S-92/D5.MBU/2013. Sesuai Ministry letter No. S-92/D5.MBU/2013. Pursuant to the provisions,
ketetapan tersebut, PLN tidak lagi mengalokasikan laba untuk PLN no longer allocates profits for Partnership Program, or
Program Kemitraan, dan tidak ada penyaluran baru, melainkan disburse funds, but rather merely monitoring the partners’
hanya monitoring terhadap kinerja realisasi tahun - tahun performance. Pursuant to the SOE Ministry’s policy, the existing
sebelumnya. Program Kemitraan yang saat ini sudah berjalan Partnership Programs will later on be transferred to a SOE
sesuai dengan kebijakan Kementerian BUMN nantinya akan appointed by the SOE minister.
diserahkan kepada salah satu BUMN yang akan ditentukan
oleh Menteri BUMN.

PLN juga mengacu pada Surat Kementerian BUMN no. S-119/ PLN refers to SOE Ministry Letter No. S-119/D5.MBU/2013 dated
D5.MBU/2013 tanggal 29 April 2013 yang diterbitkan untuk April 29, 2013 which was issued to emphasize the SOE Ministry
mempertegas Surat Kementerian BUMN no. S-92/D5.MBU/2013 Letter No. S-92/D5.MBU/2013 dated April 3, 2013 that in 2013
tanggal 3 April 2013, yaitu pada tahun 2013 tidak dilakukan there is no fund allocation for the Partnership Program from

62 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT

pengalokasian dana untuk Program Kemitraan dari laba BUMN SOE profit financial year 2012. SOEs are not to undertake a new 02
tahun buku 2012. BUMN agar tidak melakukan penyaluran Program Partnership Program disbursement, except the commitment to
Kemitraan baru, kecuali untuk komitmen kepada mitra binaan yang the partners which have been agreed prior to the issuance of SOE
telah disepakati sebelum terbitnya Surat Kementerian BUMN no. Ministry Letter No. S-92/D5.MBU/2013 dated 3 April 2013.
S-92/D5.MBU/2013 tanggal 3 April 2013.

Untuk Program Bina Lingkungan, PLN menyalurkan dana For the Environmental Development Program, PLN disbursed
sebesar Rp26,63 miliar untuk kegiatan dibidang bencana alam, funds of Rp26.63 billion for activities related to natural disasters,
pambangunan sarana/prasarana pendidikan, pendidikan dan education facility/infrastructure development, education and
pelatihan, sarana ibadah, peningkatan kesehatan, pelestarian training, houses of worship development, health improvement and
alam serta pengentasan kemiskinan. nature conservation.

Untuk kegiatan CSR, PLN mengalokasikan dana sebesar total For CSR activities, PLN allocated a total of Rp60 billion and
Rp60 miliar dan telah menyalurkan dana senilai Rp24,69 miliar has disbursed funds worth Rp24.69 billion for the four areas
untuk enam bidang kegiatan, yakni: pelestarian alam sebesar of activity, namely: conservation activities with Rp961.86
Rp961,86 juta, Sasaran Fasilitas Umum sebesar Rp7,72 miliar, million; public facility with Rp7.72 billion; house of worship
Sarana Ibadah senilai Rp2,19 miliar, Bencana Alam sebesar with Rp2.96 billion; natural disaster with Rp67.0 million,
Rp67,0 juta, Peningkatan Kesehatan sebesar Rp1,67 miliar health care with Rp1.67 billion and Education and Training
serta dana sebesar Rp12,15 juta untuk Peningkatan Pendidikan improvement with Rp12.15 million.
dan Pelatihan.

Perubahan Komposisi Direksi Change in Board of Directors Composition


Pada tanggal 3 Maret 2013, sesuai dengan Keputusan Menteri As of March 3, 2013, pursuant to SOE State Minister Decision No.
Negara BUMN No:SK-179//MBU/2013 telah terjadi perubahan SK-179/MBU/2013, there is a change in the composition of the
komposisi anggota Direksi, dengan deskripsi tugas masing- Board of Directors members, with each director’s job description
masing sebagai berikut: as follows:

Jabatan Nama Name Tugas dan Wewenang Duties and Authority Position

Direktur Utama Nur Pamudji President Director

Direktur I.G.A Ngurah Adnyana Operasi Jawa - Bali - Sumatera Director


Java - Bali - Sumatera Operations

Direktur Moch. Harry Jaya Pahlawan Niaga, Manajemen Risiko dan Kepatuhan Director
Commerce, Risk Management and Compliance

Direktur Vicner Sinaga Operasi Indonesia Timur Director


East Indonesia Operations

Direktur Bagiyo Riawan Pengadaan Strategis dan Energi Primer Director


Strategic Procurement and Primary Energy

Direktur Nasri Sebayang Konstruksi dan Energi Baru Terbarukan Director


Construction and New Renewable Energy

Direktur Murtaqi Syamsuddin Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi PLN Director


Planning and Development Affiliates PLN

Direktur Eddy D. Emingpraja SDM dan Umum Director


Human Resource and General Affairs

Direktur Setio Anggoro Dewo Keuangan Finance Director

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 63


Laporan Direksi/Board of Directors’ Report

Berdasarkan RUPTL 2013-2022 yang dimodifikasi sesuai proposal Service Level


Agreement (SLA), PLN telah mencanangkan serangkaian strategi pengembangan
jangka pendek dan menentukan program-program prioritas.

In line with the 2013-2022 Electricity Power Supply Business Plan


(RUPTL) that has been adjusted to the SLA proposal, PLN has
declared short-term strategies and set the priority programs.

Sesuai dengan Keputusan tersebut, sebutan jabatan para In accordance with the Decision, the position of PLN Director
Direktur PLN menjadi “direktur” saja. Pembagian tugas antar is named as “director”. The job assignment to directors is set
direktur ditetapkan melalui Keputusan Direksi PLN, hal ini untuk forth in the PLN Board of Directors’ Decision. This would provide
memberikan fleksibilitas kepada anggota - anggota Direksi PLN flexibility to PLN Board of Directors’ members to organize job
untuk mengatur pembagian tugas secara internal dari waktu ke assignment internally from time to time in accordance with the
waktu sesuai dengan prioritas dan urgensi yang dihadapi. priority and urgency.

PROSPEK DAN STRATEGI 2014 2014 OUTLOOK AND STRATEGY


Sesuai dengan asumsi - asumsi yang dituangkan dalam RJP In accordance with the assumptions set forth in 2013-2017 Long-
2013-2017, yang meliputi pertumbuhan penduduk 1,6% per tahun, Term Plan, which include the 1.6% of annual population growth,
pertumbuhan GDP 7,2% per tahun maka kebutuhan listrik akan GDP annual growth of 7.2%, the demand for electricity will grow by
tumbuh rata-rata 9,2% per tahun. Berdasarkan RUPTL 2013-2022 an average of 9.2% per year In line with the 2013-2022 Electricity
yang dimodifikasi sesuai proposal Service Level Agreement (SLA), Power Supply Business Plan (RUPTL) that has been adjusted to
PLN telah mencanangkan serangkaian strategi pengembangan the SLA proposal, PLN has declared short-term strategies and set
jangka pendek dan menentukan program-program prioritas. the priority programs.

Strategi yang akan diterapkan pada dasarnya sama dengan Strategies to be implemented are essentially the same as the
strategi pengembangan jangka pendek yang diterapkan di short-term development strategies adopted in 2013, but with some
tahun 2013, namun disertai beberapa penyesuaian dengan adjustments to the condition that would likely take place in 2014 As
pra kondisi yang berlangsung di tahun 2014. Sedangkan untuk for the priority programs, PLN refers to the 2013-2022 long-term
program prioritas, PLN mengacu pada Arah Strategis 2013- development plan, which comprises two periods, namely growth
2022 yang kemudian dibagi dalam dua periode, yakni yaitu masa period in 2013-2017 and excellence period in 2018-2022.
tumbuh (growth) pada periode 2013-2017, dan masa ekselen
pada periode 2018-2022.

Sesuai dengan tujuan strategis untuk periode 2013-2017, PLN In accordance with the strategic objectives of 2013-2017 period,
menerapkan program prioritas yang bertumpu pada pemenuhan PLN implements priority program which is based on meeting
kebutuhan listrik melalui penyelesaian seluruh pembangunan the demand for electricity through the completion of the entire
pembangkit FTP-I, penggunaan sumber energi surya dan bayu FTP-1 power plants, using solar and wind power in remote areas
di daerah terpencil untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, to increase electrification ratio, developing EBT and energy
mengembangkan EBT dan konservasi energi melalui pelanggan, conservation through customers, starting tender for Java-Sumatra
memulai tender interkoneksi Jawa - Sumatera, merealisasikan interconnection, realizing tender for large steam power plant Mulut
tender PLTU besar mulut tambang di Sumatera, mengembangkan Tambang in Sumatra, developing peaker plants using compressed
pembangkit Peaker dengan memanfaatkan teknologi compressed natural gas (CNG) technology, replacing diesel power plant with
natural gas (CNG), PLTGB dan Biomass, menggantikan PLTD BBM, coal- and gas- fired power plant and biomass power plant, increasing
peningkatan efisiensi penyaluran daya listrik dan bauran energi efficiency of electric power distribution and primary fuel mix to
primer untuk mengendalikan peningkatan BPP guna mengurangi control the increase in basic cost of electricity production in order to
subsidi listrik. minimize electricity subsidies.

64 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT

PENUTUP CLOSING 02
Tahun 2013 merupakan tahun yang berat bagi seluruh pelaku The year 2013 was a challenging time for all economic players
ekonomi, termasuk PLN. Keberhasilan PLN melalui salah including the Company. PLN’s success in undergoing the year
satu tahun yang berat tersebut dengan mencatatkan berbagai by recording progress in operational field, increasing connected
kemajuan di bidang operasional, meningkatkan daya terpasang, power, raising electrification ratio and applying innovations to
menaikan rasio elektrifikasi dan menerapkan berbagai inovasi support operational efficiency and improving performance this
untuk mendukung efisiensi operasional dan memperbaiki year and the coming years are a prominent achievement. The
kinerja di tahun 2013 maupun tahun mendatang suatu prestasi difficult macro economic condition in 2013 made PLN to remain
tersendiri. Kondisi makro ekonomi yang berat di tahun 2013 facing heavy challenges in the years to come.
membuat PLN masih akan menghadapi tantangan besar
ditahun - tahun mendatang.

Namun demikian, Direksi meyakini kerja keras dan kebersamaan However, the Board of Directors believe that all PLN people’s
seluruh jajaran insan PLN yang semakin padu akan menjadikan hard work and closer unity will enable PLN to overcome those
PLN mampu mengatasi tantangan tersebut, seperti telah challenges, as evidenced by the achievements made so far. For
ditunjukkan melalui berbagai prestasi yang berhasil diraih selama that, representing the Board of Directors we give appreciation to
ini. Untuk itu, mewakili Direksi, kami memberikan penghargaan, and encourage all permanent employees to remain raising their
sekaligus menghimbau agar seluruh pegawai tetap meningkatkan dedication and loyalty in work and provide the best service to the
dedikasi dan loyalitas dalam berkarya dan bekerja untuk community and the state.
memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dan negara.

Atas nama Direksi, kami mengucapkan terima kasih yang On behalf of Board of Directors, we express our deep gratitude
mendalam atas dukungan dan arahan dari Dewan Komisaris for the support and guidance of the Board of Commissioners
beserta seluruh jajarannya, sehingga seluruh program kerja and all ranks of PLN, that the all PLN work programs were
PLN dapat terlaksana dengan baik. Kepada seluruh pemangku well implemented. To all other stakeholders, we thank you
kepentingan lainnya, kami juga mengucapkan terima kasih atas for the inputs on improvements and the better cooperation as
sumbang saran perbaikan dan kerja sama yang terjalin dengan well as stronger transparency in creating continuous mutually
semakin baik, semakin menjunjung tinggi transparansi untuk beneficial cooperation.
memberi manfaat terbaik dalam merealisasikan seluruh kerja
sama yang berkelanjutan.

Menghadapi tahun 2014, kami bertekad untuk terus menyediakan Ahead of 2014, we are determined to continue to provide electricity
tenaga listrik bagi kepentingan umum, memberikan pelayanan for public interest, giving the best service to customers and meet
terbaik kepada pelanggan serta memenuhi kepentingan the interests of stakeholders in accordance with the principles of
stakeholder dengan menerapkan praktek terbaik Tata Kelola Good Corporate Governance.
Perusahaan Yang Baik.

Atas nama Direksi PT PLN (Persero)


On behalf of PT PLN (Persero) Board of Directors

NUR PAMUDJI
Direktur Utama
President Director

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 65


66 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)
PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE

03 03

PROFIL PERUSAHAAN
Company Profile

68 Nama dan Alamat


Name and Address
69 Sekilas Tentang Pln
Pln in Brief
70 Tonggak Sejarah
Milestone
72 Bidang Usaha
Line of Business
74 Visi, Misi dan Nilai-Nilai Luhur Perusahaan
Vision, Mission and Company’s Core Values
76 Kepemilikan Saham
Shareholders Ownership
77 Struktur Grup Perusahaan
Business Structure and Subsidiary
78 Segmentasi Geografis
Geographical Segmentation
80 Struktur Organisasi
Organizational Structure
81 Lembaga dan Profesi Penunjang Perusahaan di Pasar Modal
Corporate Institutional and Professional Support in Capital Market

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 67


Nama dan Alamat/Name and Address

NAMA DAN ALAMAT


Name and Address
Nama Company Name PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)

Bidang Usaha Business Line Pembangkitan, Distribusi, Transmisi dan Jasa lain terkait kelistrikan.
Generation, Distribution, Transmission and other Services related to electricity.

Kepemilikan Ownership 100% Pemerintah Indonesia 100% by the Government of Indonesia

Tanggal Pendirian 1 Januari 1961, dengan nama Jawatan Listrik dan Gas dilingkungan Kementerian
Date of Establishment Pekerjaan Umum dan Tenaga.
1 January 1961, under the name of Electricity and Gas Bureau under the
Department of Public Works and Power.

Dasar Hukum Pendirian 1. Peraturan Pemerintah No1/S.D. tanggal 27 Oktober 1945 berdiri sebagai
Jawatan Listrik dan Gas,
2. Peraturan Pemerintah No 67 tahun 1961, diganti sebagai Perusahaan Negara,
disebut sebagai Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara.
3. Peraturan Pemerintah no 19 tahun 1965, dibentuk sebagai Perusahaan Listrik
Negara.
4. Peraturan Pemerintah no 18 tahun 1972, tanggal 3 Juni 1972, ditegaskan
menjadi Perum Perusahaan Listrik Negara.
5. Akta 169, 30 Juli 1994 dari Sutjipto, Notaris, Perum PLN dirubah menjadi
Perseroan Terbatas dengan nama PT. PLN (Persero).
Legal Basis of Establishment 1. Government Regulation No. 1/S.D. dated 27 October 1945 established as
Electricity and Gas Bureau,
2. Government Regulation No 67 of 1961, renamed BPU-PLN (Board of General
Administration of the State Electricity Company).
3. Government Regulation No. 19 of 1965, established as State Electricity Company.
4. Government Regulation No. 18 of 1972, dated 3 June 1972, enacted as a General
State-owned Electricity Company.
5. Deed 169, 30 July 1994 by Sutjipto, Notary, Public Company PLN was changed to
Limited Company with the name PT PLN (Persero).

Modal Dasar Rp63.000,00 miliar billion


Authorized Capital

Modal ditempatkan dan disetor penuh 46.197,38 miliar billion


Subscribed and Paid-up Capital

Jumlah Tenaga Kerja per 2013 63.204 orang personel


Number of workers as of 2013

Kantor Pusat Head Office

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)


Jl. Trunojoyo Blok M-I No.135
Kebayoran Baru, Jakarta 12160, Indonesia
Tel. +62 21 7251234, 7261122
Fax. +62 21 7221330
Website: www.pln.co.id.

Alamat Kontak Contact address

Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary


Tel. +62 21 725 1234 ext 4000
Fax. +62 21 722 2328
Email: adi.supriono@pln.co.id
Jl. Trunojoyo Blok M-I No.135
Kebayoran Baru, Jakarta 12160, Indonesia

68 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE

SEKILAS TENTANG PLN


PLN in Brief

Perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia bermula sejak The development of electricity in Indonesia started in late 19th
akhir abad ke-19, melalui pembangunan pembangkit listrik century, through the construction of the power plant for own
untuk keperluan sendiri di beberapa perusahaan asal Belanda purposes by several Dutch companies engaged in the sugar mills
yang bergerak di bidang pabrik gula dan perkebunan teh. Hingga and tea plantations. Between 1942 and 1945, there was a shift in
03
kemudian antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan management from Dutch companies to Japanese.
perusahaan-perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang.

Seiring dengan kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, di akhir As the Japanese was defeated in world war II, at the end of 1945
tahun 1945, para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi the youth and the electricity workers through a delegation of
Buruh/Pegawai Listrik dan Gas bersama-sama dengan Pimpinan Electricity and Gas Labourers/Employees along with the leaders of
Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) berinisiatif menghadap the National Committee of Indonesia (KNI) took the initiative to
Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan meet with President Soekarno to request the handover of these
tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. companies to the Government of the Republic of Indonesia.

Tanggal 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno kemudian On October 27, 1945, President Soekarno established the
membentuk Jawatan Listrik dan Gas, yang berada di bawah Electricity and Gas Bureau, under the Department of Public works
Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas and Energy with a total power generation capacity of 157.5 MW.
pembangkit tenaga listrik saat itu adalah sebesar 157,5 MW. On January 1, 1961, the Electricity and Gas Bureau was renamed
Tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Board of General Administration of the State Electricity
BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) Company) working in the fields of electricity supply, gas and
dengan bidang usaha penyediaan listrik, gas dan kokas. Tanggal coke. On January 1, 1965 BPU-PLN was disbanded and two (2)
1 Januari 1965 BPU-PLN dibubarkan, diikuti pembentukan 2 state-owned enterprises were inaugurated, i.e. State Electricity
(dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) Company (PLN) to manage electric power and the National Gas
sebagai pengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas Negara Company (PGN) to manage gas.
(PGN) sebagai pengelola gas.

Tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status In 1972, in accordance with Government Regulation No.17,
Perusahaan Listrik Negara (PLN) berubah menjadi Perusahaan the status of the State Electricity Company (PLN) was defined as
Umum Listrik Negara, bertindak sebagai Pemegang Kuasa General State-Owned Electricity Company and as Authorized
Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan Agency for Electrical Power Business (PKUK) assigned the duty
tenaga listrik bagi kepentingan umum. Tahun 1994 Pemerintah of providing electricity to meet the public needs. In 1994 the
memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak Government opened opportunities to the private sector to work
dalam bisnis penyediaan listrik. PLN kemudian beralih menjadi in electricity supply business. PLN later be Company (Limited) as
Perusahaan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan well as PKUK in providing electricity for public use.
listrik bagi kepentingan umum.

Seiring dengan terbitnya UU Nomor 30 Tahun 2009, PLN bukan lagi Along with the issuance of Law No. 30 of 2009, PLN is no longer
sebagai PKUK namun sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) an authorized agency in the electrical power business (PKUK), but
dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. as the State Owned Enterprises (SOE) with the task of supplying
Total daya pembangkit milik PLN yang dikelola sampai akhir tahun electricity to meet public needs. Total capacity of PLN’s power
2013 telah berkembang menjadi 34.206 MW. plants that were run until the end of 2012 had grown to 32,206 MW.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 69


Tonggak Sejarah/Milestone

TONGGAK SEJARAH
Milestone

1 Januari 1965
Akhir Abad 19 27 Oktober 1945 JANUARY 1, 1965
OCOTBER 27, 1945
END OF 19th CENTURY BPU-PLN dibubarkan, dibentuk
Perusahaan-perusahaan Belanda di Presiden Soekarno membentuk Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai
bidang Pabrik Gula dan Perkebunan Jawatan Listrik dan Gas di bawah pengelola tenaga listrik dan Perusahaan
Teh membangun pembangkit listrik Departemen Pekerjaan Umum Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas.
untuk keperluan sendiri. dan Tenaga.
BPU-PLN was disbanded and two (2) state-
Dutch Companies operating in President Sukarno established owned enterprises were inaugurated, i.e.
sugar mill and tea plantation Electricity and Gas Bureau under State Electricity Company (PLN) to manage
developed power plant to meet their the Department of Public works electric power and the National Gas
own needs. and Energy. Company (PGN) to manage gas.

1 Januari 1961
JANUARY 1, 1961
Jawatan Listrik dan Gas diubah
menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan
Umum Perusahaan Listrik Negara) 1970
dengan bidang usaha penyediaan
listrik, gas dan kokas. Status Perusahaan berubah
menjadi Perusahaan Umum
The Electricity and Gas Bureau (Perum) sesuai ketetapan
was renamed BPU-PLN (Board of Peraturan Pemerintah no.30
General Administration of the State tahun 1970.
Electricity Company) working in the
fields of electricity supply, gas and Company status was defined
coke. as general company (Perum)
pursuant to Government
Regulation No. 30 of 1970.

1942-1945
Seluruh perusahaan Penyedia Tenaga
Listrik eks Belanda diambil alih Jepang. 1972
All the former Dutch electrical Status PLN berubah menjadi Perusahaan
power suppliers were taken over by Umum Listrik Negara dan bertindak sebagai
the Japanese. Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan
(PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga
listrik bagi kepentingan umum.
PLN’s status was changed General State-
Owned Electricity Company and acted as
Authorized Agency for Electrical Power
Business (PKUK).

70 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE

2009
2006 Undang-undang No.30 tahun 2009
03

1994 Sesuai Peraturan Presiden no 71 disahkan, PLN bukan lagi sebagai


tahun 2006, PLN ditugasi untuk PKUK, namun beroperasi sebagai Badan
Status badan hukum berubah
membangun berbagai PLTU Usaha Milik Negara (BUMN) dengan
menjadi Perseroan Terbatas sesuai
berbahan bakar batubara sebesar tugas menyediakan tenaga listrik bagi
akta No. 169 dated July 30, 1994 by
10.000 MW tahap pertama (FTP I). kepentingan umum.
Sutjipto S.H., Notary, Jakarta
Pursuant to President Regulation Law No. 30 of 2009 was enacted,
The legal entity status was changed
No. 71 of 2006, PLN was assigned resulting PLN no longer being a PKUK,
to Limited Company, in accordance
to build coal-fired steam power but rather operating as a State-Owned
with Deed No. 169 dated July
plants with a total capacity of Enterprise (SOE) and assigned to supply
30, 1994 by Sutjipto S.H., Notary,
10,000 Mw of the first phase (FTP I). electrical power to meet public needs.
Jakarta.

2010
• Sesuai Peraturan Presiden No.4. tahun 2010, PLN
ditugasi untuk membangun berbagai PLTU berbahan
1992 2005 bakar batubara, gas maupun panas bumi sebesar 10.000
MW tahap kedua (FTP II).
Tahun pertama mendapatkan dana PLN memulai program • PLN mulai menerapkan teknologi sistem pengelolaan
investasi dari pasar modal domestik, Transformasi menjadi tagihan terpadu melalui penerapan Pengelolaan
melalui penerbitan Obligasi PLN I. Perusahaan Penyedia dan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat
Penyalur Listrik Kelas (P2APST).
First obtained funds from Dunia. • PLN mulai memperkenalkan sistem listrik prabayar
domestic capital market, through untuk meningkatkan mutu layanan dan mengamankan
the issuance of PLN Bonds I. PLN started the pendapatan.
Transformation program
to become world-class • Pursuant to President Regulation No. 4 of 2010, PLN
electricity supplying and was assigned to to build coal-fired steam power
distributing company. plants with a total capacity of 10,000 MW of the
second phase (FTP II).
• PLN started implementing integrated Billiong
management system technology by applying the
Centralized Management and Supervision of
Revenue Flows.
• PLN introduced prepaid electricity system to raised
the service quality and secure revenues.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 71


Bidang Usaha/Line of Business

Bidang Usaha
Line of Business

Sesuai UU No.30/2009 serta Anggaran Dasar Pursuant to Law No. 30/2009 regarding Electricity
Perusahaan, bidang usaha PLN, adalah: and the Company’s Articles of Association, the
Company’s fields of business are:
1. Menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik 1. Provision of electrical power covering:
yang mencakup:
• Pembangkitan tenaga listrik • Generation of electricity
• Penyaluran tenaga listrik • Supply of electricity
• Distribusi tenaga listrik • Distribution of electricity
• Perencanaan dan pembangunan sarana • Planning and constructing facilities to supply
penyediaan tenaga listrik. electrical power.
• Pengembangan penyediaan tenaga listrik • Development of electricity supply
• Penjualan tenaga listrik • Sales of electricity

2. Menjalankan usaha penunjang tenaga listrik yang 2. Electricity support covering:


mencakup:
• Konsultansi ketenagalistrikan • Electricity consultation
• Pembangunan dan pemasangan peralatan • Construction and installation of electrical
ketenagalistrikan. power equipment.
• Pemeriksaan dan pengujian peralatan • Assessment and testing of electrical power
ketenagalistrikan. equipment.
• Pengoperasian dan pemeliharaan peralatan • Operation and maintenance of electrical power
ketenagalistrikan. equipment.
• Laboratorium pengujian peralatan dan • Laboratory of electrical power equipment and
pemanfaatan tenaga listrik. consumer testing.
• Sertifikasi peralatan dan pemanfaatan tenaga • Certification of electrical power equipment
listrik. and consumer.
• Sertifikasi kompetensi tenaga teknik • Certification of electricity technician
ketenagalistrikan. competence.

3. Kegiatan-kegiatan lainnya mencakup: 3. Other activities covering:


• Pengelolaan dan pemanfaatan sumber • Managing utilization of natural resources
daya alam dan sumber energi lainnya untuk and other energy sources in the interests of
tenaga listrik. electrical power.
• Jasa operasi dan pengaturan (dispatcher) pada • Operating and dispatching services for
pembangkitan, penyaluran, distribusi dan generation, supply, distribution and retail sales
retail tenaga listrik. of electrical power.

72 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE

03
• Industri perangkat keras, lunak dan lainnya di • Industrial activity related to electrical power
bidang ketenagalistrikan. hardware and software and other equipment
related to electrical power.
• Kerja sama dengan pihak lain atau badan • Cooperation with other parties and
penyelenggara bidang ketenagalistrikan institutions related to electrical power
di bidang pembangunan, operasional, in the fields of development, operations,
telekomunikasi dan informasi terkait dengan telecommunications and other information
ketenagalistrikan. related to electrical power.
• Usaha jasa ketenagalistrikan • Electricity services

Lebih lanjut lagi, bidang usaha PLN mencakup juga: Furthermore, PLN’s fields of business also cover:
1. Kegiatan perencanaan pengembangan fasilitas 1. Planning and development activities of electric
tenaga listrik (pembangkitan, transmisi power facilities (generation, transmission
dan distribusi umum) dan penunjang, and distribution) and supporting activities of
rencana pendanaan, pengembangan usaha, budgeting, business development, organization
pengembangan organisasi, dan SDM. development and human resources.
2. Kegiatan pembangunan konstruksi sarana 2. Development activities covering construction
penyediaan tenaga listrik pembangkitan, of power generating facilities, transmission and
transmisi dan gardu induk. substations.
3. Kegiatan pengusahaan/operasi pusat-pusat 3. Corporate/operational activities of power
pembangkit tenaga listrik yang terdiri dari: Pusat plants, comprising steam power plant (PLTU),
Listrik Tenaga Uap (PLTU); Pusat Listrik Tenaga hydro power plant (PLTA), gas turbine power
Air (PLTA); Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG-gas plants (PLTG), geothermal power plant (PLTP),
turbine); Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP); diesel power plant (PLTD), solar cell power plant
Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Pusat Listrik (PLTS) and wind power plant (PLTB). PLN also
Tenaga Surya (PLTS), Pusat Listrik Tenaga Bayu purchases electrical power produced by private
(PLTB). PLN juga menjalankan kegiatan sewa power plants.
pembangkit dan pembelian tenaga listrik yang
diproduksi oleh pusat-pusat pembangkit tenaga
listrik swasta.
4. Kegiatan riset dan penunjang berkaitan dengan 4. Research and supporting activities related to
bidang kelistrikan. electricity.

Jasa-jasa yang disebutkan di atas dilaksanakan All of the above services are conducted by PLN
oleh PLN melalui 47 unit pelaksana yang tersebar di through its 47 business units distributed across the
seluruh wilayah Indonesia. entire Indonesian archipelago.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 73


Vusi, Misi dan Nilai-nilai Luhur Perusahaan/Vision, Mission and Company’s Core Values

VISI VISION
Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh
kembang, unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada
potensi insani.

To be acknowledged as a growing, superior and trusted


world-class company, supported by its competent
human resources.

MISI MISSION
1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada
kepuasan pelanggan, anggota perusahaan, dan pemegang saham.
2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat.
3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
4. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

1. To run an electricity business and other related sectors, oriented to customer


satisfaction companies members and shareholders.
2. To make electricity as a medium to improve quality of life of the public.
3. To make every effort for electricity as an economic booster.
4. To operate an environmentally friendly business.

Keterangan:
Pernyataan visi dan misi telah disepakati oleh Direksi dan Dewan Komisaris pada tahun 2002 dan telah
dideklarasikan pada saat Hari Listrik Nasional 27 Oktober 2002.
Note:
The vision and mission have been approved by the Board of Directors and Commissioners in 2002 and declared on
the National Electricity Day on October 27, 2007.

74 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE

Motto
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik 03

Electricity for a Better Life

Nilai-nilai Luhur Perusahaan


Company’s Core Values
Sejak awal berdiri, Perusahaan telah menanamkan nilai-nilai budaya yang kuat dalam
menjalin hubungan yang berkesinambungan dengan para pemangku kepentingan.
Since established, the Company has instilled strong cultural values in forming lasting
relations with its stakeholders.

Falsafah Perusahaan
THE COMPANY’S PHILOSOPHY
Saling percaya, integritas, peduli dan pembelajar Mutual trust, integrity, care and learning

Saling percaya Mutual trust


Suasana saling menghargai dan terbuka diantara sesama anggota An atmosphere of mutual trust and openness between fellow
perusahaan yang dilandasi oleh keyakinan akan integritas, itikad members of the company based on a belief in integrity, good faith and
baik, dan kompetensi dari pihak - pihak yang saling berhubungan competence from parties connected in the implementation of clean
dalam penyelenggaraan praktik bisnis yang bersih dan etis. and ethical business practice.

Integritas integrity
Wujud dari sikap anggota perusahaan yang secara konsisten The manifestation of an attitude shown by members of the
menunjukkan kejujuran, keselarasan antara perkataan dan perbuatan, company in which they consistently show honesty, harmony
dan rasa tanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan dan between words and deeds, and a sense of responsibility toward
pemanfaatan kekayaan perusahaan untuk kepentingan baik jangka company management and use of corporate property short and
pendek maupun jangka panjang, serta rasa tanggung jawab terhadap long-term benefit, as well as a sense of responsibilities toward
semua pihak yang berkepentingan. all stakeholders.

Peduli Care
Cerminan dari suatu niat untuk menjaga dan memelihara kualitas A reflection of the intention to protect and care for the work-life
kehidupan kerja yang dirasakan anggota perusahaan, pihak - pihak quality felt by company members and stakeholders growing together
yang berkepentingan dalam rangka bertumbuh kembang bersama, imbued with sensitivity toward problems faced by the Company and
dengan dijiwai kepekaan setiap permasalahan yang dihadapi the desire to find the right solution.
Perusahaan serta mencari solusi yang tepat.

Pembelajar
Learning
Sikap anggota perusahaan untuk selalu berani mempertanyakan
The attitude of company members who always have the courage to
kembali sistem dan praktik pembangunan, manajemen dan operasi,
question the system and practices of development, management
serta berusaha menguasai perkembangan ilmu dan teknologi
and operations, as well as mastering cutting-edge science and
mutakhir demi pembaharuan Perusahaan secara berkelanjutan.
technology for the renewal and sustainability of the Company.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 75


Kepemilikan Saham/Shareholders Ownership

KEPEMILIKan saham
Shareholders Ownership

Komposisi kepemilikan Shareholders Composition


PT PLN (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang PT PLN (Persero) is a State-Owned Enterprise (SOE) with the entire
100% sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. 100% of its shares owned by the State of the Republic of Indonesia.

Kronologis Pencatatan Saham Share Listing Chronology


PT PLN (Persero) hingga saat ini belum melakukan penawaran As of date PT PLN (Persero) has not conducted the Initial
perdana saham (IPO). Namun Perseroan telah menerbitkan Public Offering (IPO). However, the Company has issued some
beberapa seri obligasi korporasi, sukuk, dan obligasi global. series of corporate bonds, sukuk and global bonds.

Entitas Anak Perusahaan dan Asosiasi Entitas Anak Perusahaan dan Asosiasi
Daftar Anak Perusahaan PT PLN (Persero) dan Kepemilikan Saham. Subsidiaries and Affiliates, List of PT PLN (Persero) Subsidiaries
and Shareholders.
Nama Perusahaan Bidang Usaha Kepemilikan Status Operasional
Subsidiary Line of Business Ownership Operational Status
PT Indonesia Power Pembangkit Listrik Electricity Power Plant 99,99% Beroperasi Operating
PT Pembangkitan Jawa Bali Pembangkit Listrik Electricity Power Plant 99,99% Beroperasi Operating
PT Indonesia Comnets Plus Telekomunikasi dan Teknologi Informasi 99,99% Beroperasi Operating
Telecommunication and Information Technology
PT Pelayanan Listrik Nasional Batam Distribusi Listrik 99,99% Beroperasi Operating
Electricity Power Plant and Distribution
PT Prima Layanan Nasional Enjiniring Rekayasa/Konstruksi Listrik 99,90% Beroperasi Operating
Electricity Engineering/Construction
PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan Pembangkit dan Distribusi Listrik 99,97% Beroperasi Operating
Electricity Power Plant and Distribution
PT PLN Batubara Tambang dan Trading Batubara 99,99% Beroperasi Operating
Coal Mining and Trading
PT PLN Geothermal Pembangkit Geothermal 99,99% Tidak Beroperasi
Geothermal Power Plant Not Operating
Majapahit Holding BV Keuangan Finance 100% Beroperasi Operating
PT Pelayaran Bahtera Adi Guna Pengangkutan Batubara Coal Shipping 99,99% Beroperasi Operating
PT Haleyora Power Pembangkit Listrik Electricity Power Plant 99,99% Beroperasi Operating

Daftar Asosiasi dan Ventura Bersama PT PLN (Persero) beserta List of PT PLN (Persero) Affiliates and Joint Ventures and
Kepemilikan Saham. Shareholders.
Bidang Usaha Kepemilikan Ownership
Nama Perusahaan Status Operasional
Line of Business Langsung Tidak Langsung
Subsidiary Operational Status
Direct Indirect
Perusahaan Asosiasi Associated Company
Pembangkit Geothermal Beroperasi Operating
PT Geo Dipa Energi (PT GDE) 33,00%
Geothermal Power Plant
Penunjang penyedia tenaga listrik Beroperasi Operating
PT Unelec Indonesia 32,35%
Electrical Supports
Pembangkit tenaga listrik Beroperasi Operating
PT Mitra Energi Batam 30,00%/PT PLN Batam
Electricity Power Plant
Pembangkit tenaga listrik Beroperasi Operating
PT Sumber Segara Primadaya 49,00%/PT PJB
Electricity Power Plant
Pembangkit tenaga listrik Beroperasi Operating
PT Dalle Energy Batam 20,00%/PTPLN Batam
Electricity Power Plant
Pembangkit tenaga listrik Beroperasi Operating
PT Bajradaya Sentranusa 26,06%/PT PJB
Electricity Power Plant
Pembangkit tenaga listrik Belum Beroperasi
PT Bukit Pembangkit Innovative 40,25%/PT PJB
Electricity Power Plant Not Operating
Operasi dan pemeliharaan Beroperasi Operating
PT Komipo Pembangkitan Jawa Bali 49,00%/PT PJB
Operational and Maintenance
Pembangkit tenaga listrik
PT Tanjung Kasam Power 10,00%/PT PLN Batam Beroperasi Operating
Electricity Power Plant
Ventura Bersama Joint Ventures
Pembangkit tenaga listrik Belum Beroperasi
PT Rajamandala Electric Power 51,00%/PT IP
Electricity Power Plant Not Operating
Transportasi dan penyimpanan LNG Belum Beroperasi
PT Perta Daya Gas 35,00%/PT IP
LNG Transportation and Storage Not Operating
PT Indo Pusaka Berau Perdagangan Batubara Coal Trading 46,80%/PT IP Beroperasi Operating
Pembangkit tenaga listrik Beroperasi Operating
PT Energi Pelabuhan Indonesia 45%/PT Haleyora Power
Electricity Power Plant

76 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE

STRUKTUR GRUP PERUSAHAAN


Business Structure and Subsidiary
PLN mengusahakan produk dan jasanya melalui entitas anak, entitas asosiasi, joint venture, dan special purpose vehicle (SPV).
PLN seeks to provide its products and services through the business units, subsidiaries, associated company, joint venture, and special
purpose vehicle (SPV).

03

PT Indo Pusaka Berau (IPB), 46,8%


46 Unit Bisinis PLN *)

PT Artha Daya Coalindo (ADC), 60%

PT Indonesia Power (IP), 99,99% PT Cogindo Daya Bersama (CBD), 99,9%

PT Indo Ridlatama Power (IRP), 81,0%


PT PLN Batubara (PLN Batubara),
99,99%
PT Putra Indotenaga 99,90%

PT Pelayanan Listrik Nasional PT Tangkuban Perahu Geothermal


Batam (PLN Batam), 99,99% Power (TPGP), 95,21%

PT Pelayanan Listrik Nasional


Tarakan (PLN Tarakan) 99,97%

PT PLN (PERSERO) PT Haleyora Power (HP), 99,99% PT Haleyora Powerindo (HPI) 90%

PT PJB Services (PJBS), 98% PT Mitra Karya Prima (MKP) 92%

PT Pembangkitan Jawa Bali


(PJB), 99,99% PT Rekadaya Elektrika (RE) 91,79% PT Rekadaya Elektrika Consult (REC), 99,8%

PT Navigat Innovative Indonesia (NII), 73%


PT Pengembangan Listrik
Nasional Geothermal (PLN
Geothermal) 99,99%

Legenda Legends
Majapahit Holding B.V (MH),
100% Majapahit Finance B.V (MF), 100%
Listrik Terintegrasi
Integrated Electricity

PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Angkutan Laut


Shipping
(BAg) 100%

Keuangan
Finance
PT Indonesia Comnets Plus
(ICON+) 99,99% Pembangkit Listrik
Electricity Power Plant

PT Prima Layanan Nasional Telekomunikasi


Enjiniring (PLNE) 99,90% Telecommunication

Jasa Enjiniring & konstruksi kelistrikan


Electricity Engineering and Construction

Pemeliharaan Pembangkit
Catatan: Power Plant Cogeneration
*)
Unit Bisnis adalah Unit Operasional PLN yang melakukan fungsi usaha tertentu. Daftar unit bisnis ini serta bidang
kegiatannya masing-masing mengacu ke Lampiran “Data Perusahaan” per 31 Desember 2012
Note: Perdagangan Batubara
*)
Business Unit is PLN’s Operational Unit that executes certain business function. The list of this business unit along
Coal Trading
with the respective field of activities refer to the Appendix of “Corporate Data” as of December 31, 2012

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 77


Segmentasi Geografis/Geographical Segmentation

SEGMENTASI GEOGRAFIS
Geographical Segmentation

Untuk kepentingan perencanaan strategis maupun penyajian For the purpose of strategic planning and presentation of
laporan keuangan konsolidasi, PLN membagi area operasi ke consolidated financial statement, PLN divides its operational area
dalam tiga wilayah geografis, yakni: Operasi Geografis Jawa - Bali, into three geographical regions, i.e.: Java - Bali, Sumatera and
Sumatera dan Indonesia Timur. East Indonesia Geographical Operations.

Segmentasi Operasi Geografis, jumlah pelanggan, daya The geographical operational segmentation, number of customer,
tersambung, energi terjual dan kapasitas daya terpasang yang connected power, energy sold and installed power capacity that are
dikelola untuk masing-masing wilayah, adalah sebagai berikut: managed under each region are as follows:

Sumatera Sumatra
NAD
Jumlah Pelanggan 10.746.346 Total Customers
Daya Tersambung 15.080 MVA Connected Capacity
Energi Terjual 27,57 TWh Electric Power Sold
Kapasitas Terpasang 4.697 MW Installed Capacity

Medan

Pekanbaru

Samarinda

Padang
Pontianak
KALIMANTAN
Balikpapan
Jambi
SUMATRA Batam Palu
PANGKALAN DUM
Banjarmasin Toraj

Lampung

Ujungpandang
Jakarta

Banten
Jawa Barat Semarang
Yogyakarta
Surabaya NUSA TENGGARA
Lombok Komodo

Bali

Jawa - Bali Java - Bali


Jumlah Pelanggan 34.905.398 Total Customers Sumba
Daya Tersambung 67.569 MVA Connected Capacity
Energi Terjual 141,99 TWh Electric Power Sold
Kapasitas Terpasang 26.772 MW Installed Capacity

78 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE

03

Indonesia Timur East Indonesia


Jumlah Pelanggan 8.344.464 Total Customers
Daya Tersambung 10.446 MVA Connected Capacity
Energi Terjual 17,98 TWh Electric Power Sold
Kapasitas Terpasang 2.736 MW Installed Capacity

Manado

Maluku Utara

SULAWESI

MALUKU Jayapura
u

ja
IRIAN JAYA

Maluku Wamena
Timika

Asmat

east timor

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 79


Struktur Organisasi/Organizational Structure

Struktur organisasi
Organizational Structure

Direktur Utama
President Director
Nur Pamudji

Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur


(Operasi Jawa- (Operasi Indonesia (Pengadaan dan (Perencanaan (Konstruksi dan (Niaga, Manajemen (SDM dan Umum) (Keuangan)
Bali-Sumatera) Timur) Energi Primer) dan Pembinaan Energi Baru Risiko Director
Director
Director Director Director Afiliasi) Terbarukan) dan Kepatuhan) (Human Resource
(Java-Bali- (East Indonesia (Procurement and Director Director Director and General Affairs) (Finance)
Sumatera Operations) Primary Energy) (Planning and (Construction and (Commerce, Risk
Operations) Development New Renewable Management
Affiliates) Energy) and Compliance)

I.G.A. Ngurah Murtaqi Moch. Harry Jaya Setio Anggoro


Adnyana Vickner Sinaga Bagiyo Riawan Syamsuddin Nasri Sebayang Pahlawan Eddy D. Erningpraja Dewo

KDIVKIT Sekretaris
KDIVKIT Indonesia
Jawa-Bali KDIVDAS KDIVSIS KDIVKONKIT KDIVAGA KDIVTLN KDIVTAKT Perusahaan
Timur
Dewa Gede Ngurah Tri Setyo Nugroho I Made Ro Sakya Adang Sudrajat Benny Marbun Supriyono Beni Hermawan Corporate Secretary
Sapto Triono W.
Ambara Adi Supriono

Satuan Pengawas
KDIVKIT KDIVTRS KDIVMRO
KDIVIPP KDIVRKO KDIVKONRING KDIVORG KDIVBDH Intern
Sumatera Indonesia Timur R. Krisna
Hernadi Buhron Syofvi Felienty Setiyadi Dewantono Sriyono D. Siswoyo Tjutju Kurnia S Internal Supervisory
Ishvandono Yunani Sudibyo Simbaputra
Unit
Iryanto Hutagaol

KDIVTRS
KDIVDIS Satuan Hukum
Jawa - Bali - KDIVGBM KDIVRET KDIVAKO KDIVPNK KDIVSDM KDIVANG
Indonesia Timur Korporat
Sumatera Suryadi Mardjuki Moch. Prayudianto Yusuf Mirand Assisstia Semiawan Bagus Setiawan Gong Matua H.
Nyoman S. Astawa Dedeng Hidayat
Agoes Priyambodo

KDIVDIS Satuan Pengedalian


KDIVBAT KDIVBTL KDIVEBT KDIVMUM KDIVKEU
Jawa - Bali Korporat
Helmi Nadjamudin M. Ikbal Nur M. Sofyan Dadang Daryono R. Rawan Insani
A. Taufik Haji Zulfarida Faluzy

KDIVDIS Sumatera
KDIVSCM KDIVSIM
Daniel Sangap
Septa Hamid Rully Fasri
Bangun

Unit Bisnis Unit Bisnis PLN Unit Bisnis Pln Pln Pusat Anak
Pembangkit Wilayah Proyek Induk Pendidikan Perusahaan
Power Plant Regional Business PLN Main Project dan Pelatihan Subsidiaries
Business Units Unit Business Unit Education and
Training Center
Units of PLN

Unit Bisnis Unit Bisnis Unit Bisnis Pln Pusat Usaha - usaha
Pln Penyaluran Pln Distribusi Penunjang Penelitian dan Patungan
Center for Load PLN Distribution Supporting Business Pengembangan Joint Ventures
Dispatching Business Units Units Ketenagalistrikan
Business Units Center of Utilities
Research and
Development

80 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE

Lembaga Dan Profesi Penunjang Perusahaan Di Pasar Modal


Corporate Institutional and Professional Support in Capital Market
Lembaga Pemeringkat Obligasi Bond Rating Agencies
Perusahaan menunjuk PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) The Company has appointed PT Pemeringkat Efek Indonesia
untuk melakukan pemeringkatan terhadap obligasi dalam negeri (PEFINDO) to rate PLN’s domestic bonds and Moody’s investors
PLN dan Moody’s Investors Service, Fitch Rating dan Standar and service, Fitch Rating and Standard and Poor’s Rating to rate
Poor’s Rating untuk pemeringkatan obligasi internasional PLN, PLN’s international bonds; the addresses for each company are 03
dengan masing-masing alamat sebagai berikut: as follows:

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
Panin Tower Senayan City 17th floor Panin Tower Senayan City 17th floor
Jl. Asia Afrika Lot. 19 Jl. Asia Afrika Lot. 19
Jakarta 10270, Indonesia Jakarta 10270, Indonesia
Telp. (62-21) 7278 2380 Telp. (62-21) 7278 2380
Faks. (62-21) 7278 2370 Faks. (62-21) 7278 2370

Moody’s Investor Service Singapore Pte. Ltd. Moody’s Investor Service Singapore Pte. Ltd.
50 Raffles Place #23-06 50 Raffles Place #23-06
Singapore Land Tower Singapore Land Tower
Singapore 048623, Singapore Singapore 48623, Singapore
Telp. (65) 6398-8308 Telp. (65) 6398-8308

PT Fitch Ratings Indonesia PT Fitch Ratings Indonesia


DBS Bank Tower 24th Floor Suite 2403 DBS Bank Tower 24th Floor Suite 2403
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 3-5, Jakarta 12940 Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 3-5, Jakarta 12940
Telp. (62 21) 2988 6800 Telp. (62 21) 2988 6800
Faks. (62 21) 2988 6822 Faks. (62 21) 2988 6822
Indonesia Indonesia

Standard and Poor’s Singapore Pte. Ltd. Standard and Poor’s Singapore Pte. Ltd.
12 Marina Boulevard 12 Marina Boulevard
#23-01 Marina Bay Financial Centre Tower 3 #23-01 Marina Bay Financial Centre Tower 3
Singapore 018982 Singapore 018982

Obligasi dalam negeri PLN tercatat di Bursa Efek Indonesia, PLN’s domestic bonds are listed on the Indonesian Stock
sedangkan obligasi luar negeri tercatat di The Singapore Exchange Exchange, while international bonds are listed on the Singapore
Limited, Singapura. Masing-masing perusahaan pencatat efek Exchange Limited, Singapore. These institutions can be found at
tersebut beralamat di: the following addresses:

Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia


Gedung Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190, Indonesia Jakarta 12190, Indonesia

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 81


Lembaga dan Profesi Penunjang Perusahaan di Pasar Modal/Corporate Institutional and Professional Support in Capital Market

The Singapore Exchange Limited The Singapore Exchange Limited


2 Shenton Way 2 Shenton Way
#19-00 SGX Centre 1 #19-00 SGX Centre 1
Singapore 068804, Singapore Singapore 068804, Singapore
Telp. (65) 6236 8888 Telp. (65) 6236 8888
Faks. (65) 6535 6994 Faks. (65) 6535 6994

Wali Amanat Trustee


PT CIMB Niaga Tbk PT CIMB Niaga Tbk
Gedung Graha Niaga Lt 20 Gedung Graha Niaga Lt 20
Jl. Jend. Sudirman Kav. 58 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58
Jakarta 12190 Jakarta 12190

PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk


Securities & Agency Operations Securities & Agency Operations
Permata Bank Tower 3 Bintaro Lantai 14 Permata Bank Tower 3 Bintaro Lantai 14
Jl. M.H Thamrin Blok B 1 No 1 Jl. M.H Thamrin Blok B 1 No 1
Pusat Kawasan Niaga Bintaro Jaya Sektor 7 Pusat Kawasan Niaga Bintaro Jaya Sektor 7
Tangerang 15224 Tangerang 15224

Akuntan Perusahaan Company Accountant


Osman Bing Satrio & Eny Osman Bing Satrio & Eny
The Plaza Office Tower 32nd Floor The Plaza Office Tower 32nd Floor
Jl. MH Thamrin Kav 28-30 Jl. MH Thamrin Kav 28-30
Jakarta 10350 Jakarta 10350

Notaris Notary
Lenny Janis, SH Lenny Janis, SH
Jl. Hang Lekir 9 No.1 Jl. Hang Lekir 9 No.1
Jakarta 12120 Jakarta 12120

Aryanti Artisari, SH, M.Kn. Aryanti Artisari, SH, M.Kn.


Menara Sudirman Lantai 18 Menara Sudirman Lantai 18
Jl. Jend Sudirman Kav 60 Jl. Jend Sudirman Kav 60
Jakarta Selatan 12190 Jakarta Selatan 12190

Konsultan Hukum Legal Consultants


Marsinih Martoatmodjo Iskandar Kusdiharjo Law Office Marsinih Martoatmodjo Iskandar Kusdiharjo Law Office
Office 8 Lantai 15 Unit H-SCBD Lot 28 Office 8 Lantai 15 Unit H-SCBD Lot 28
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190 Jakarta 12190

Amanah Amanah
Gedung Victoria Lt 3 Gedung Victoria Lt 3
Jl. Sultan Hasanudin No. 47/51 Jl. Sultan Hasanudin No. 47/51
Jakarta Jakarta

A. Hakim G. Nusantara, Harman & Partners A. Hakim G. Nusantara, Harman & Partners
Menara Jamsostek Lt 4 Menara Jamsostek Lt 4
Suite TA 0402 Suite TA 0402
Jl. Jend Gatot Subroto No.38 Jl. Jend Gatot Subroto No.38
Jakarta Jakarta

Hadiputranto, Hadinoto & Partners Hadiputranto, Hadinoto & Partners


Indonesia Stock Exchange Building Tower II Lt 21 Indonesia Stock Exchange Building Tower II Lt 21
Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53 Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190 Jakarta 12190

82 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE

AKSES INFORMASI ACCESS TO INFORMATION

Seluruh informasi berkaitan dengan PT PLN (Persero) dapat di All information about PT PLN (Persero) can be accessed at:
peroleh di:

Sekretariat Perusahaan PT PLN (Persero) Sekretariat Perusahaan PT PLN (Persero) 03


Jl. Trunojoyo Blok M I No.135 Jl. Trunojoyo Blok M I No.135
Kebayoran Baru, Jakarta 12160, Indonesia Kebayoran Baru, Jakarta 12160, Indonesia
Tel. (62 21) 7251234, 7250550, 7261122 Tel. (62 21) 7251234, 7250550, 7261122
Fax. (62 21) 7221330 Fax. (62 21) 7221330
Website: www.pln.co.id Website: www.pln.co.id

Pada situs ini PLN memberikan informasi yang mencakup In this website PLN provides information covering aspects
aspek pelayanan pelanggan, info umum, info korporat dan of customer service, public and corporate information and
hubungan investor. investor relations.

Media Publikasi Publication


1. Untuk Level Korporasi mencakup: Laporan Tahunan, Laporan 1. Publication at corporate level covers: Annual Report,
Keberlanjutan, Company Profile, CSR, PLN Kita, majalah Sustainability Report, Company Profile, CSR, PLN Kita,
internal Fokus. Internal Focus magazine.
2. Untuk level Unit Bisnis mencakup: Yes,Saburai, Pelita Bertuah, 2. At the Business Unit level: Yes,Saburai, Pelita Bertuah, INFO
INFO PJB, SULUHETAM, DAYA, Warta PLN 8, LMK, ICONEWS, PJB, SULUHETAM, DAyA, warta PLN 8, LMK, ICONEWS,Fokus,
Fokus, Tabaos, WARTA Serumpun Sebalai, P3BSumatera, Tabaos, wARTA Serumpun Sebalai, P3BSumatera, LISTRIK
LISTRIK KITA, Floeksi, SULUH DEWATA dan CAHAYA. KITA, Floeksi, SULUH DEWATA and CAHAYA
3. Untuk menunjukkan komitmen PLN dalam meningkatkan 3. To show PLN’s commitment in improving GCG best practices,
kualitas penerapan praktik terbaik GCG, Perseroan the Company provided a website containing efforts of
menyediakan fasilitas website mengenai upaya pemberantasan corruption eradication in cooperation with Transparency
korupsi bekerjasama dengan TII (Transparansi Internasional International Indonesia (TII): www.plnbersih.com.
Indonesia) yaitu: www.plnbersih.com.
4. Media Sosial, berupa twitter @pln_123, dan facebook: PLN123. 4. Social media of Twitter account @pln_123 and Facebook
page PLN123.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 83


84 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)
PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA BUSINESS DEVELOPMENT PROGRAM

04

PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA


Business Development Program

Arah Pengembangan Jangka Panjang


86
Long-Term Development Roadmap

Strategi Pengembangan Usaha


92
Business Development Strategy

Pengembangan Organisasi
98
Organizational Development

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 85


Arah Pengembangan Jangka Panjang/Long-Term Development Roadmap

ARAH PENGEMBANGAN JANGKA PANJANG


Long-Term
Development Roadmap embangan
ea lis as ik an Program Peng h
er ru
ancang dan m bangkan selu
PLN telah mer njang dengan mempertim peningkatan kualitas
ka Pa ap ka n
Usaha Jang , menet
l yang dinamis a, dan menerapkan progra an
m
is i ek ster na
kond sa ra n utam al is as i de ng
satu sa ntuk re
sebagai salah jangka pendek sebagai be tap memperhatikan
ng em ba ng an tu al se rta te
pe
gi atan se su ai kondisi ak k pa da setiap tahap
fokus ke
lo la pe ru sa haan terbai
kaidah tata ke giatan.
ke
implementasi business
re a li ze d th e long-term
igned and ll external
PLN has des rogram considering a ne
en t p ro vement as o
developm b li sh ed q uality imp sh o rt -t er m
ta ted
dynamics, es jectives, and implemen lization of
of the main
ob of rea
en t p ro g ra ms as a form h the actual
developm ordance wit rporate
ivities in acc nt the best co tation.
focused act in to a cc o u
and taking ivity implem
en
conditions ev er y stage of act
a t
governance

Latar Belakang Background


Pada tanggal 23 September 2009, Undang-Undang No. 30 Tahun On September 23, 2009, Law No. 30 of 2009 on Electricity was
2009 tentang Ketenagalistrikan resmi berlaku. Berdasarkan put into effect. The law stipulates that the Government opens
Undang-Undang tersebut, Pemerintah membuka peluang up opportunities for State-Owned Enterprises (SOEs) other than
bagi BUMN di luar PLN, swasta, koperasi, bahkan LSM untuk PLN, private corporate, cooperatives, and even NGOs to provide
menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. Dengan electrical power for the public. This way, PLN today is no longer
demikian PLN saat ini bukan lagi sebagai PKUK, tetapi sebagai the sole Authorized Business for Electricity Provision (PKUK), but
Pemegang Ijin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) untuk rather one the holders of the electricity Business Supply License
kepentingan umum. for the public use (IUPTL).

Gambaran mengenai usaha kelistrikan sebelum dan setelah The following is an overview of the electricity business before and
diundangkannya Undang-Undang No. 30 Tahun 2009, after the enactment of Law No. 30 of 2009:
sebagai berikut:

Sistem Kelistrikan sebelum UU No. 30 Tahun 2009 Perubahan utama dengan adanya UU No. 30 Tahun 2009 Sistem Kelistrikan dengan UU No. 30 Tahun 2009
Electricity system before the ratification of law 30/2009 Major change caused by Law No. 30/2009 Electricity system pursuant to the prevailing Law No. 30/2009

1. Penentuan wilayah usaha (tidak didasarkan pada daerah

G G IPP Kit
administratif.

IPP IPP Kit


2. Tarif Nasional (mungkin berbeda per wilayah) yang pengaturannya
dilakukan oleh pemerintah dan atas persetujuan DPR untuk para
pemain nasional (misalnya PLN).
3. Non tarif nasional yang mungkin ditentukan oleh pemerintah
Transmisi
T T
daerah dan atas persetujuan DPRD untuk para pemain regional.
4. Peluang Pasar:
• Lisensi untuk pemain pendatang baru pada tingkat wilayah Transmission
Transmisi usaha yang terintegrasi.
Transmission • Lisensi para pendatang baru untuk beroperasi di pembangkitan
atau transmisi atau distribusi atau ritel atau distribusi & ritel.
5. Sistem perencanaan oleh Pemerintah RI setelah berkonsultasi
dengan DPR, perencanaan daerah oleh Pemerintah daerah dalam
hal system perencanaan nasional.
D D D Distribusi &
Ritel
Distribusi & Ritel Distribution
Distribution &Retail
1. Determining the area of business (no longer based on the
R R R &Retail

administrative area).
2. National tariff (may vary in every region) for the determined by
the government upon approval of the House of Representative for
national players (e.g. PLN).
3. Non-national tariff for regional enterprises is determined by the
regional government.
4. Market Opportunities:
Rumah Tangga Bisnis Industri Rumah Tangga Bisnis Industri
• License for new players in at the level of integrated business
Households Business Industry area,
Households Business Industry
• License for new players operating in the power generation or
transmission or distribution or retail or distribution & retail.
5. Planning system by the government upon consulting the House,
Pemain independen Pelanggan
PLN regional planning by the regional government in terms of national
Independent Players Customers
planning system.

86 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA BUSINESS DEVELOPMENT PROGRAM

Sebagai tindak lanjut dan pedoman pelaksanaan UU no. 30 Tahun 2009, As a follow-up to and implementation guidelines of Law No. 30 of
maka pada tanggal 24 Januari 2012 Pemerintah telah menerbitkan 2009, on January 24, 2012 the Government issued the Government
Peraturan Pemerintah no 14 tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Regulation No. 14 of 2012 on Electrical Power Provision Business
Penyediaan Tenaga Listrik. Terbitnya PP no 14 tahun 2012 semakin Activities. The issuance of this decree guarantees the
menegaskan kemungkinan tumbuh dan berkembangnya perusahaan possible growth and development of other enterprises, apart
lain, di luar PT PLN, yang memiliki bidang usaha sama dengan from PT PLN, which have the same line of business with the
Perseroan dan menjadi pesaing dalam menyediakan tenaga listrik Company and become a competitor in the supply of electricity to
kepada para pelanggan potensial di masa mendatang. the potential customers in the future.

Rencana Pengembangan Jangka Panjang Long-Term Development Plan


Mengantisipasi potensi persaingan usaha di masa mendatang, Anticipating the potential business challenges in the future, PLN
PLN telah menyiapkan rencana strategis pengembangan usaha has prepared a strategic plan for business development in the 04
dalam jangka panjang. Arah strategis jangka panjang PLN adalah long term. The strategic objective of the Company is to become
menjadi entitas korporasi yang sehat secara finansial, sehingga a corporate entity that is financially stable, so it can invest to
dapat melakukan investasi untuk mempertahankan market preserve the market share and then grow in accordance with the
share dan berkembang sesuai dengan kaidah-kaidah korporasi. corporate conventions. In addition to healthy financial condition,
Disamping kondisi keuangan yang sehat, PLN juga harus efisien PLN should also be efficient and able to meet the level of reliability
dan dapat memenuhi tingkat keandalan dan pelayanan sesuai and service as expected by the customers and also be supported
ekspektasi pelanggan serta didukung oleh SDM yang memiliki by human resources that have high competence and behave
kompetensi tinggi dan berperilaku sesuai Good Corporate according to Good Corporate Governance (GCG) and the Code of
Governance (GCG) dan Code of Conduct (CoC) dalam menjalankan Conduct (CoC) in the performance of its business.
usahanya. Dengan demikian, perusahaan dapat menjalankan
misinya sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi.

Arah strategis perusahaan untuk 10 tahun mendatang dibagi Thereby, the company can carry out its mission as the contributor
menjadi dua bagian, yaitu masa tumbuh (growth) pada periode to economic growth. The Company’s strategic objectives in the
2013-2017, dan masa ekselen (excellence) pada periode 2018- next ten years is divided into two phases, namely the growth
2022. Roadmap milestone dan rincian arah strategis menuju Visi phase in the 2013-2017 period, and excellence phase in the
Perusahaan untuk setiap periode, terlihat pada gambar berikut: 2018-2022 period. The following chart comprises the roadmap
milestone and detailed strategic plan toward the Company’s
vision in every period.

Periode 2013 2017 2018 2022 2023 2025


Tema Masa Tumbuh 15% terbaik 50% terbaik Masa Ekselen 5% terbaik Asia 25% terbaik Dunia
Asia Dunia 5% best in Asia 25% best in the World
15% best in 50% best in 35% terbaik Dunia
Asia the World 35% best in the World
Pengembangan “Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia "Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia "Perusahaan Kelas
Visi yang bertumbuh - kembang Unggul dan yang bertumbuh - kembang, unggul Dunia, Menguntungkan
Vision Terpercaya dengan Bertumpu pada potensi dan terpercaya dengan bertumpu pada dan Dicintai Pelanggan
development Insani”. potensi Insani". dengan cara yang
“Acknowledged as a growing world-class “Acknowledged as a growing world-class Ramah Lingkungan
Company, excellent and trusted by resting Company, excellent and trusted by resting dan Aman.
on human potential”. on human potential”. “World-class
Company, profitable
and treasured by
its customers,
environmentally
friendly and safe”.
Perspektif: Perspective:
a. Produk dan Keandalan (SAIDI dan SAIFI) pada level Keandalan (SAIDI dan SAIFI) pada level baik
Layanan baik Reliability (SAIDI and SAIFI) at very good levels
a. Perspective: Reliability (SAIDI and SAIFI) is at level of
25% of the best utility in Asia
b. Pelanggan Kepuasan pelanggan pada level baik Kepuasan pelanggan pada level sangat baik
b. Customers Customers satisfaction is at level of 25% of Customers satisfaction at a very good level
the best utility in Asia
Komposisi pelanggan semakin baik Komposisi pelanggan menguntungkan
Customer composition improves Customers composition is profitable

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 87


Arah Pengembangan Jangka Panjang / Long-Term Development Roadmap

Periode 2013 2017 2018 2022 2023 2025


Posisi (2012) c. Keuangan dan Keuangan sehat Keuangan sangat sehat
Positions (2012) Pasar Sound financial condition Excellent financial condition
c. Finance and
28% terbaik Asia *) Dipercaya investor dan lembaga keuangan Subsidi + Marjin yang wajar
Market
28% best in Asia *) Trusted by investor and financial institution Fair subsidy and margin
65% terbaik dunia *)
Subsidi + Marjin wajar Tariff makin mendekati harga keekonomian
65% best in the World *)
Fair subsidy and margin Tariff nearly reaches economic price
*)
Global Competitive report,
diukur berdasarkan Quality of Automatic Tariff Adjustment dan sistem tarif
Electricity baru diterapkan
*)
Global Competitiveness Automatic tariff adjustment and the
Report based on Quality of implementation of new tariff system
Electricity Supply of Indonesia
d. SDM Jumlah dan komposisi SDM baik Struktur organisasi efektif (Lean & Clean Organization, PLN Pusat
Visi: diakui sebagai Perusahaan
d. Human Proportional number and composition of fokus pada hal yang bersifat strategic)
Kelas Dunia yang bertumbuh
Resources human resources Effective organization structure (lean&clean organization, PLN
kembang Unggul dan
headquarters focuses on strategic matters)
terpercaya dengan bertumpu
pada potensi insani Kompetensi SDM meningkat Kompetensi SDM sangat baik
Vision: “Acknowledged as a Increasing human resources competence Competent human resources
growing world-class Company,
Knowledge Management berjalan baik Inovasi berjalan baik
excellent and trusted by resting
Good Knowledge Management Innovation goes well
on human potential”.
e. Proses Bisnis Krisis energi terpecahkan (Kapasitas Pasokan energi primer terjamin
Internal bertambah significant, mengimbangi Primary energy supply is assured
e. Internal permintaan).
Business Energy crisis is solved (the capacity
process significantly increases and the demand
is met)
Pasokan energi primer terjamin EAF pada level sangat baik di Asia
Primary energy supply is assured EAF is at a very good level in Asia
EAF pada level baik Susut jaringan pada level sangat baik
EAF is at a good level Network losses at a very good level
Prosentase produksi oleh BBM menurun IT - Based organization
The percentage of fuel oil-fired electricity IT-Based organization
production decreases
Susut jaringan pada level baik Teknologi ramah lingkungan dan penggunaan renewable energy
Network losses at a good level Environmentally-friendly technology and the use of renewable
energy
IT - yang terintegrasi Integrated IT system
Zero accident
Baku mutu lingkungan hidup sesuai
standard KLH
Environment quality in accordance with
Environment Ministry’s standards
f. Leadership GCG berjalan baik GCG berjalan sangat baik
GCG is well applied GCG runs very well
Menjadi Emerging Industry Leader dengan Menjadi Benchmark Leader )tahun 2020) berdasarkan kriteria
score MB minimal 576 (tahun 2013) dan Malcolm Baldrige
Industry Leader (tahun 2017)
Becoming emerging industry leader with Becoming benchmark leader (by 2020) based on Malcolm Balridge
MB minimum score is 576 points by 2013 criteria
and the industry leader by 2017
KPI Visi "Kelas Dunia" KPI Visi "Kelas
KPI “World Class” Vision Dunia"
KPI “World
Class” Vision
EAF PLTU = 88% EAF 85% 91% >91%
EAF PLTU = 88%
Susut jaringan = 9,21% Susut Jaringan 8,97% 8,48% >8,48%
Network losses = 9.21% Network losses
SAIDI = 231 menit/tahun SAIDI 200 menit/pelanggan/tahun 129 menit/ < 129 menit/pelanggan/tahun
SAIDI = 231 minutes/year 200 minutes/customer/year pelanggan/ <129 minutes/customer/year
tahun
129
minutes/
customer/
year
SAIFI = 4,2 kali/tahun SAIFI 3,8 kali/pelanggan/tahun 2,6 kali/ 2,6 kali/pelanggan/tahun
SAIFI = 4.2 times/year 3.8 times/customer/year pelanggan/ 2.6 times/customer/year
tahun
2.6 times/
customer/
year

88 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA BUSINESS DEVELOPMENT PROGRAM

Pengembangan Anak Usaha Subsidiary’s Development


Dalam rangka mendukung pencapaian tujuan strategis korporat, In order to support the accomplishment of corporate strategic
seluruh bisnis Anak Perusahaan diarahkan untuk mendukung goals, all of the Subsidiary’s business are oriented toward
bisnis proses PLN. Arah pengembangan bisnis Anak Perusahaan supporting the PLN’s business. The orientation of the Subsidiary’s
adalah spesifik untuk setiap Anak Perusahaan, namun tetap business development is specific to each subsidiary, yet still in line
sejalan dan terintegrasi dengan Rencana Jangka Panjang (RJP) and integrated with the corporate Long-Term Plan (RJP) to assure
korporat untuk menjamin sinergi antar Anak Perusahaan. synergy among the subsidiaries.

Arah pengembangan bisnis masing-masing Anak Perusahaan The orientation of Subsidiary-specific for 2013-2017 is as
tahun 2013-2017 adalah: follows:
1. PT Indonesia Power 1. PT Indonesia Power
a. Menjadi enabler untuk pekerjaan operation and a. Being an enabler for the operation and maintenance 04
maintenance (O&M) pembangkit - pembangkit milik PLN (O&M) of PLN-owned and non-PLN plants.
maupun non PLN.
b. Sebagai investasi yang diarahkan untuk meningkatkan b. Functioning as investments to improve reliability and
keandalan dan optimalisasi pemanfaatan pembangkit- optimize the utilization of existing plants.
pembangkit eksisting.
c. Melakukan sinergi dengan Perseroan dan anak c. Creating synergy between the Company and its
perusahaannya dalam hal pengadaan dan penyediaan subsidiaries in the procurement and supply of primary
energi primer, operation and maintenance, penelitian dan energy, operation and maintenance, research and
pengembangan teknologi reverse engineering dan re - development of reverse engineering technology and
engineering penyediaan komponen pembangkit. re-engineering of plant component procurement.
2. PT PJB 2. PT PJB
a. Menjadi Operating Holding Company (center of business a. Acting as operating holding company or the center of
development baik untuk kegiatan strategis dan pengoperasian business development for both the strategic activities and
serta menjadi energy company untuk mengamankan operations as well as being an energy company to secure
ketersediaan bahan bakar pembangkit listrik). the availability of fuel for power plants.
b. Mempersiapkan perusahaan menjadi Strategic Holding b. Preparing the Company to become a strategic holding
Company, dimana semua pekerjaan operasional company, where all the operational management is
pengelolaan pembangkit diserahkan kepada strategic transferred to strategic business unit (SBU) of PT PJB.
business unit (SBU) milik PT PJB.
3. PT PLN Batam 3. PT PLN Batam
a. Meningkatkan pangsa pasar dengan penjualan tenaga listrik a. Increasing the market share by selling electricity to Bintan
ke Bintan melalui interkoneksi transmisi Batam – Bintan. via Batam-Bintan transmission interconnection.
b. Memastikan kecukupan pasokan daya dengan beroperasinya b. Assuring sufficient supply of power to the operation of the Tj
pembangkit PLTGU Tj Uncang Blok I dan Blok II. Uncang Combined Cycle Power Plant Block I and Block II.
c. Beroperasinya LNG Plant dan Storage. c. The LNG Plant and Storage being in operation.
d. Bertambahnya sumber pasokan energi primer utama (gas). d. The increase of primary energy (gas) supply sources.
4. PT PLN Tarakan 4. PT PLN Tarakan
a. Melaksanakan efisiensi dengan cara menekan seluruh a. Practicing efficiency by suppressing all of the
biaya operasional. operational costs
b. Mewujudkan Harga Jual yang memenuhi kaidah b. Achieving Sales Price that meets the economic and
keekonomian dan sustainable. sustainability principles.
c. Meningkatkan kerjasama dengan pemasok energi primer. c. Improving cooperation with suppliers of primary energy.
d. Melaksanakan pembangunan PLTU skala kecil dan d. Developing small-scaled steam power plant and IPP
PLTU IPP. (Independent Power producer) steam power plant.
5. PT Indonesia Comnet Plus 5. PT Indonesia Comnet Plus
a. Menjadi penyedia utama solusi Teknologi Informasi a. Being the main network-based IT and communication
dan Komunikasi berbasis jaringan yang terkemuka di solution provider which is prominent in Indonesia, focusing
Indonesia, dengan fokus pada solusi berbasis jaringan on netwrok-based solutions (clear channel, IPVPN,
(clear channel, IPVPN, Metro-E, IPLC) dan tidak pada Metro-E, IPLC) rather than on all network products.
semua produk jaringan yang ada.
b. Menggunakan aset strategis untuk mengembangkan b. Using strategic asset for developing telecommunication
layanan telekomunikasi. services.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 89


Arah Pengembangan Jangka Panjang/Long-Term Development Roadmap

6. PT PLN Enjinering 6. PT PLN Enjinering


a. Memperbesar size business perusahaan dengan a. Increasing the Company’s business size by entering a new
memasuki jenis usaha baru yang masih berada pada type of business in the electricity industry.
industri ketenagalistrikan.
b. Menjadi perusahaan Engineering Procurement Construction b. Being an Engineering Procurement Construction (EPC)
(EPC), Independent Power Producer (IPP) dan industri company, Independent Power Producer (IPP) and
penunjang terkait proyek-proyek kelistrikan milik PLN supporting industry in connection with PLN and IPPs
dan IPP. electricity projects.
7. PT PLN Geothermal 7. PT PLN Geothermal
Peran PT PLN Geothermal dibatasi sebagai supporting PT PLN Geothermal roles is limited to support the
pengembangan PLTP yang konsesinya sudah dimiliki oleh development of geothermal power plants whose concessions
PT PLN Geothermal dan PT PLN Persero, sehubungan are already owned by PLN Geothermal and PT PLN (Persero),
dengan sudah adanya PT Geo Dipa Energi dan PT Pertamina in connection with the existing Geo Dipa Energi and state-
Geothermal Energi milik pemerintah. owned Pertamina Geothermal Energy.
8. PT PLN Batubara 8. PT PLN Batubara
a. Meningkatkan penyediaan batubara untuk memenuhi a. Increasing coal supply to meet the needs of the power
kebutuhan PLTU milik PT PLN (Persero) dan anak plant owned by PT PLN (Persero) and its subsidiaries,
perusahaan, melalui mekanisme trading maupun under trading mechanism and joint operation (KSO).
kerjasama operasi (KSO).
b. Melanjutkan penguasaan tambang dalam bentuk b. Remain controlling mines in the form of the purchase of
pembelian deposit/cadangan batubara. coal deposits/reserves.
9. PT Pelayaran Bahtera Adhiguna 9. PT Pelayaran Bahtera Adhiguna
a. Menjadi perusahaan yang dapat menunjang security of a. Becoming a company that can support security of
supply of coal untuk kebutuhan PLTU milik PLN, anak coal supply to the steam power plant owned by PLN,
perusahaan dan Independent Power Purchase (IPP). subsidiaries and Independent Power Purchase (IPP).
b. Menjadi perusahaan yang dapat melakukan transportasi laut b. Being a company that can conduct marine transportation
bahan bakar gas untuk pembangkit milik PLN dan IPP. of gas for PLN’s steam power plants and independent
power producer (IPP).
10. PT Haleyora Power 10. PT Haleyora Power
a. Menyediakan pasokan listrik untuk committed buyers a. Becoming a service company that provides operation
dengan kualitas dan layanan premium secara business to and maintenance of electrical power transmission and
business. distribution.
b. Menjadi perusahaan jasa layanan operasi dan b. Providing a dedicated power supply for buyers with
pemeliharaan transmisi dan distribusi tenaga listrik. premium quality and service under business to business
scheme.

90 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA BUSINESS DEVELOPMENT PROGRAM

SLA – PLN dengan 12 Kementerian/Lembaga Negara:


Menuju Era Baru Pengembangan Ketenagalistrikan di
Indonesia
SLA - PLN with 12 Ministries/State Agencies:
Towards a New Era of Electricity Development in Indonesia

Jum’at, 23 Maret 2013, PLN, diwakili oleh Direktur Utama, On Friday, March 23, 2013, represented by President
menandatangani kesepakatan yang tertuang dalam service Director, PLN signed the agreement contained in the service
level agreement (SLA) dengan 12 menteri dan kepala lembaga. level agreement (SLA) with 12 ministers and heads of
04
Esensi SLA adalah dukungan dari berbagai kementerian agencies. SLA is essentially the support of various ministries
dan lembaga pemerintah untuk kelancaran pembangunan and government agencies for the sound development of
ketenagalistrikan melalui pemenuhan indikator kinerja utama electricity through the fulfilment of PLN’s key performance
PLN. Jadi, di sini ada dukungan penuh dari pemerintah melalui indicators. This is the full support of the government
kementerian dan lembaga, sekaligus tantangan untuk memenuhi through the ministries and agencies, as well as the challenge
target kinerja PLN yang ketat. of achieving PLN’s stringent performance targets.

Acara yang disaksikan oleh Wakil Presiden, Boediono, tersebut The event that was witnessed by Vice President Boediono,
melibatkan PLN dengan Kementerian Keuangan, Kementerian involves PLN in the Ministry of Finance, Ministry
Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Badan of Energy and Mineral Resources, Ministry of State
Usaha Milik Negara, Kementerian Kehutanan, Kementerian Owned Enterprises, Ministry of Forestry, Ministry of
Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Transportation, Ministry of Environment, Ministry of
Dalam Negeri, Menko Perekonomian, Badan Pertanahan Home Affairs, Coordinating Minister for Economic Affairs,
Nasional (BPN), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan the National Land Agency (BPN), Special Task Force for
Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Badan Upstream Oil and Gas Business Activities (SKK Migas),
Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dan the Downstream Regulatory Agency of Oil and Gas (BPH
Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Migas), and the Presidential Task Force for Development
Pembangunan (UKP4). Monitoring and Control (UKP4).

Dalam SLA, terdapat 12 isu utama sektor ketenagalistrikan In the SLA, there are 12 major electricity sector issues that
yang memerlukan penyelesaian secepatnya oleh berbagai pihak require immediate resolution by the signatories through the
yang terlibat dalam penandatanganan itu melalui pemenuhan fulfilment of 17 key performance indicators. These issues are
17 indikator kinerja utama. Kedua belas isu utama itu adalah the increase of PLN capacity, the increase of IPP capacity,
penambahan kapasitas PLN, penambahan kapasitas IPP, kapasitas reserved power plant capacity, operational efficiency,
pembangkit cadangan, efisiensi operasional, keterbatasan limited gas supply, fuel price volatility, small portion of
pasokan gas, volatilitas harga bahan bakar, rendahnya porsi renewable energy, budget certainty, PLN’s revenue (cost
energi terbarukan, kepastian alokasi anggaran, revenue PLN (cost plus margin), the allocation of risks, PLN’s low business
plus margin), pengalokasian risiko, tingkat pengembalian usaha returns, and the tariffs that do not reflect costs. On the other
PLN yang rendah, dan tarif yang tidak mencerminkan biaya. Dilain hand, there are 17 performance indicators that UKP4 will
pihak, terdapat 17 indikator kinerja yang akan dinilai periodik periodically assess, which PLN must meet.
oleh UKP4, yang harus dipenuhi oleh PLN.

Bagi PLN, adanya SLA akan memberi angin segar bagi program To PLN, the SLA will refresh the business development
pengembangan usaha dan pelaksanaan tugas pemenuhan tenaga program and execution of task of electricity fulfilment in
listrik di Indonesia. Dengan adanya SLA, ada 11 institusi lain di Indonesia. Following the SLA, there are 11 other institutions
luar PLN yang turut pertanggung jawab penuh untuk menjamin apart from PLN which are also as fully responsible to ensure
kelancaran pembangunan ketenagalistrikan. Beberapa hambatan the sound development of electrical power. Some major
utama yang saat ini sering dijumpai, yakni masalah anggaran barriers that are currently prevalent are the investment
investasi, ketersediaan lahan untuk pembangkit maupun instalasi budget problem, the availability of land for the power plant
transmisi, perizinan dan sebagainya diharapkan dapat lebih and transmission installation, permits and the like which are
cepat teratasi melalui sinkronisasi program kelistrikan bersama expected to be quickly resolved through electricity program
lembaga terkait tersebut synchronization with the relevant institutions.

Penerapan SLA diyakini dapat mengurangi besaran subsidi, It is deemed that the SLA application will be able to reduce
namun mampu meningkatkan elektrifikasi nasional secara the amount of subsidies, yet substantially increase the
substansial, sehingga Indonesia dapat berdiri sejajar dengan national electrification rate, so that Indonesia can be
negara-negara utama di Asia yang telah memiliki tingkat equal with major Asian countries which have a 100%
elektrifikasi 100%. electrification rate.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 91


Strategi Pengembangan Usaha/Business Development Strategy

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA


Business Development Strategy

TUJUAN STRATEGIS TAHUN 2013 – 1027 STRATEGIC OBJECTIVES 2013-2027


Perseroan menetapkan tujuan strategis (strategic objectives) dan The Company establishes strategic objectives as well as short-
program prioritas jangka pendek maupun jangka panjang. term and long-term priority programs.

Adapun tujuan strategis perusahaan adalah: The company’s strategic objectives are:
1. Memperbaiki kondisi keuangan 1. Improve PLN’s financial position
2. Meningkatkan efisiensi investasi 2. Improve investment efficiency
3. Mengoptimalkan bauran energi 3. Optimize fuel mix
4. Memperbaiki kinerja operasional 4. Improve operational operational
5. Memperbaiki citra korporasi 5. Improve PLN’s image

PRIORITAS JANGKA PENDEK SHORT TERM PRIORITIES


Perseroan telah mengidentifikasi beberapa persoalan krusial The Company has identified some crucial issues that must be
yang harus segera diselesaikan, mencakup: resolved as soon as possible, namely:
1. Minimnya cadangan energi listrik, yang disebabkan oleh 1. The shortfall in electricity supply, which is the effect of:
a. Minimnya investasi pembangkitan akibat kondisi keuangan a. The lack of investment in power generation fue to the
sebelum tahun 2009. financial condition prior to 2009.
b. Keterlambatan penyelesaian pekerjaan - pekerjaan b. The delays in completion of works to serve the growing
investasi untuk melayani pertumbuhan permintaan, dan demand for investment, and
c. Turunnya kinerja peralatan sebagai akibat terbatasnya c. The decrease in performance as a result of the limited
kegiatan pemeliharaan sehingga tidak mampu memenuhi equipment maintenance activities that cannot meet the
tingkat mutu pelayanan. level of quality of service.
Kondisi ini tidak dapat ditangani sendiri oleh Perseroan, The handling of this situation cannot be solely done by
namun membutuhkan dukungan Pemerintah dan PLN, but rather needs support from the government and
Stakeholders lainnya. other Stakeholders.

Situasi infrastruktur sektor ketenagalistrikan saat ini belum The situation of the electricity sector infrastructure has not
memadai, dikarenakan: been adequate, as a result of:
a. Permintaan yang terus meningkat, namun dana internal a. Ever increasing demands, while the internal funds to
untuk mendukung investasi masih belum mencukupi. support the investment are still insufficient.
b. Banyaknya proyek IPP yang dijadwal ulang b. Many IPP projects being rescheduled and even stopped for
bahkan dihentikan pelaksanaannya karena alasan reasons of funding disability.
ketidakmampuan pendanaan.
c. Di sisi pembangkitan, meningkatnya permintaan energi c. From the aspect of power generation, the increasing
listrik akan menimbulkan tekanan pada sisi transmisi dan demand for electrical energy will put pressure on the
distribusi. transmission and distribution.
d. Pembebanan trafo yang mendekati kapasitas maksimal, d. The transformers having workloads approaching the
dan kapasitas saluran transmisi dan distribusi yang tidak maximum capacity and the capacity of transmission and
memenuhi kriteria keandalan. distribution lines that do not meet the reliability criteria.

Sesuai dengan program jangka pendek, PLN telah dan In accordance with the short-term programs, PLN has been
masih melakukan langkah-langkah terintegrasi untuk performing integrated measures to balance the supply and
menyeimbangkan pasokan dan kebutuhan dengan melakukan demand by optimizing the current local assets and resources,
optimalisasi aset dan sumber-sumber lokal yang ada, such as purchase of excess power and purchase of electricity
seperti pembelian excess power dan pembelian listrik dari from idle privately owned power plant, and revitalizing power
pembangkit milik swasta yang idle, revitalisasi pembangkit plant and generators.
dan sewa genset.

2. Kecukupan pasokan energi primer 2. Primary energy supply sufficiency


Sebagai contoh, beberapa pembangkit PLTGU/PLTG mengalami For example, some combined cycle and gas power plants
derating dari kapasitas terpasangnya akibat penurunan pasokan undergo derating from their installation due to the decreasing
gas alam, yang akan berdampak langsung pada kondisi sistem natural gas supplies. This will have direct impact on the

92 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA BUSINESS DEVELOPMENT PROGRAM

kelistrikan. Fenomena ini terjadi pada semua pembangkit dual- condition of the electrical system. This phenomenon occurs
fired lainnya dimana bahan bakar minyak akan digunakan sebagai in all other duel-fired plants where fuel oil will be used as
pengganti, apabila tidak tersedia gas. Di samping berdampak a substitute if gas is not available. In addition to the impact
pada keandalan pasokan, kondisi ini juga akan meningkatkan on supply reliability, this condition will also increase the
biaya produksi, mengingat harga bahan bakar minyak paling production cost, given the price of fuel oil is the highest
tinggi dibandingkan dengan sumber energi lainnya. compared to other energy sources.

Efisiensi penggunaan BBM dilakukan dengan Efficiency in fuel oil use is done by converting fuel oil to coal
mengkonversikan bahan bakar minyak ke batubara dan gas. and gas. The delayed target of the completion of the first stage
Mundurnya target penyelesaian proyek PLTU 10.000 MW 10,000 MW power plant project, which uses coal; and unfulfilled
tahap I yang menggunakan bahan bakar batubara dan tidak gas supply, force PLN to make a breakthrough to resolve these
terpenuhinya kebutuhan pasokan gas menuntut PLN harus chronics. But without the support of the government, the 04
melakukan terobosan untuk menyelesaikan persoalan yang problem PLN is facing cannot be resolved easily.
sudah menahun ini, namun tanpa dukungan Pemerintah
masalah yang dihadapi PLN tidak dapat teratasi begitu saja.

PLTS centralized yang hybrid dengan PLTD atau sepenuhnya Centralized solar power plants, either the hybrid with diesel
dipasok dari solar cell dikembangkan untuk daerah dengan power plant or fully fired by the solar cell system, are developed
sistem kecil (isolated), dan tidak mempunyai sumber energi for areas with small system (isolated), and where new renewable
baru terbarukan (air dan panas bumi). energy sources (water and geothermal) are not available.

Dalam jangka pendek, telah dan akan dimulai konsep baru In a short term, a new peaker system concept will commence,
sistem peaker, yaitu menggantikan PLTD dan PLTG berbahan replacing diesel and gas power plants by gas power plant-Gas
bakar minyak dengan PLTG-Gas Storage, PLTG-Mini LNG, Storage, gas and coal power plant-Gas Coal and hydro power
PLTGB-Gas Batubara, dan PLTA Pumped Storage. plant-Pumped Storage.

3. Tertundanya proyek IPP dan pengembangan pembangkit 3. Delays in IPP projects and geothermal development
geothermal The resolution to this problem requires an integrated policy
Untuk menyelesaikan permasalahan ini diperlukan kebijakan involving several related government departments, including
terpadu dengan melibatkan beberapa institusi pemerintah the Ministry of Finance, Ministry of Energy and Mineral
terkait, antara lain Kementerian Keuangan, Kementerian Resources, Ministry of SOEs, Ministry of National Planning
ESDM, Kementerian BUMN, BAPPENAS, Pemerintah Daerah and Development (BAPPENAS), the local government (local
(pembiayaan lokal, hak atas tanah) dan para stakeholders financing, land rights) and other stakeholders (lenders, IPP).
lainnya (lender, IPP).

4. Rendahnya tingkat elektrifikasi 4. Low levels of electrification


Penyediaan listrik dan peningkatan rasio elektrifikasi di Electricity supply and increasing electrification ratio in
propinsi tertinggal sangat penting karena ketersediaan listrik the underdeveloped provinces are very important as the
di suatu daerah erat kaitannya dengan tingkat kemajuan availability of electricity in an area is closely related to the
daerah tersebut. area’s progress rate.

5. Listrik Prabayar/Listrik Pintar 5. Prepaid Electricity/Smart Electricity


Merupakan layanan terbaru PLN untuk pelanggan dalam This is PLN’s latest service for customers in managing
mengatur penggunaan energi listrik melalui meter elektronik electrical energy use through prepaid electronic meter.
prabayar dengan berbagai kelebihan, antara lain: pemakaian The advantages of this scheme are: controlled electricity
listrik lebih terkendali, tanpa ada sanksi pemutusan, tanpa consumption, no sanction termination, no payment delay
dikenakan denda keterlambatan, tanpa Uang Jaminan penalty, no Customer Deposit, and no monthly charge.
Pelanggan, tidak dikenakan biaya beban bulanan dan sebagainya.

6. Tingginya susut jaringan 6. High network losses


Program penurunan susut jaringan akan terus dilaksanakan The network losses reduction program will go on with
dengan memperbanyak trafo distribusi sisipan baru, emphasis on adding inserted distribution transformers,
mengurangi transfer energi dengan mempercepat COD reducing the transfer of energy by accelerating the COD of new
pembangkit baru, penggunaan trafo distribusi low losses, plants, using low losses distribution transformer, improving
meningkatkan penertiban pemakaian listrik termasuk electricity consumption order including controlling street
penerangan jalan umum (PJU) termasuk pemakaian listrik lighting and electricity consumption of illegal billboards, and
billboard ilegal, serta mendorong penggunaan listrik prabayar. encourage the use of prepaid electricity.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 93


Strategi Pengembangan Usaha/Business Development Strategy

7. Terbatasnya dana Perseroan untuk investasi 7. Lack of Company’s fund for investment
Kondisi keuangan PLN yang masih terpengaruh oleh efek PLN’s financial condition is still affected by the 1998 financial
krisis keuangan 1998 mengakibatkan terbatasnya dana crisis, which resulted in a lack of investment. PLN’s capital
untuk kegiatan investasi. Modal PLN telah menyusut akibat has decreased due to accumulated losses amounting to Rp15
akumulasi kerugian hingga sebesar Rp15 triliun dalam 5 trillion in five years (up to 2008). But since 1999 PLN has gained
tahun terakhir (sampai dengan 2008), namun sejak 2009 PLN a PSO margin of 5% (2009), 8% (2010 and 2011) and 7% (2012),
telah mendapatkan margin PSO sebesar 5% (2009), 8% (2010 resulting profit gain as seen in the financial statements. Under
dan 2011) dan 7% (2012), sehingga secara laporan keuangan this condition, the liquidity was only sufficient to cover the
PLN telah mencetak laba. Dengan kondisi ini, likuiditas yang operating cost and there is a lack of internal funds to support
ada hanya cukup untuk menutupi biaya operasional dan dana investment activities.
internal yang terbatas untuk mendukung kegiatan investasi.

8. Program khusus untuk Papua dan Papua Barat 8. Special Program for Papua and West Papua
Dalam rangka membantu pembangunan propinsi Papua dan To help the development of Papua and West Papua provinces,
Papua Barat, dilakukan pembangunan infrastruktur dasar submarine cable infrastructure construction and distribution
kabel laut dan jaringan distribusi di Bintuni dan PLTA 10x5 network in Bintuni as well as 10x5 MW hydro power plant in
MW di Sungai Baliem untuk menerangi seluruh kawasan Baliem River are being performed to provide electricity in
pegunungan tengah Papua. Untuk pengembangan kualitas Papua mountainous area. While to help human resources
SDM putra putri provinsi Papua dan Papua Barat, dilakukan quality development of the two provinces, recruitment of the
penerimaan pegawai putra daerah Papua dan Papua Barat Papuans and West Papuans is carried out for placement in the
untuk ditempatkan di seluruh Indonesia. entire country.

Dalam rangka mengatasi persoalan tersebut, maka Perseroan In order to overcome these problems, the Company set the short-
menetapkan berbagai prioritas jangka pendek sebagai berikut: term priorities as follows:
1. Menuntaskan pembangunan pembangkit FTP 1 sehingga 1. Complete the FTP-1 power plant construction in order to
secara signifikan dapat mengurangi pemakaian BBM. significantly reduce fuel consumption.
2. Melanjutkan pengembangan solar cell untuk kawasan 2. Continue the development of solar cell for remote areas in
terpencil dalam rangka mempercepat elektrifikasi. order to accelerate electrification.
3. Mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) dan konservasi 3. Develop renewable energy sources and energy conservation
energi melalui partisipasi pelanggan. through customer participation.
4. Memulai proses tender pembangunan interkoneksi Jawa – 4. Start the tender process of Java - Sumatra interconnection
Sumatera. construction.
5. Memastikan jalannya proses tender pembangkit – pembangkit 5. Ensure the tender process of the large power plants in Mulut
besar mulut tambang di Sumatera. Tambang, Sumatra.
6. Mengembangkan pembangkit Peaker dengan memanfaatkan 6. Develop peaker plant by utilizing CNG technology, gas and coal
teknologi CNG, PLTGB dan Biomass sebagai pengganti PLTD power plant as well as Biomass as a substitute to fuel oil-fired
BBM. diesel power plant.
7. Menyelesaikan tambahan kabel laut Jawa – Bali. 7. Complete the additional Java - Bali submarine cables.
8. Mempertahankan bebas pemadaman bergilir yang telah dimulai 8. Maintain rolling backouts-free which has been done since
sejak pertengahan 2010 dan menurunkan angka SAIDI SAIFI. mid-2010 and reduce the SAIDI/SAIFI.
9. Melayani kebutuhan permintaan listrik yang tinggi termasuk 9. Serve the needs of high electrical demand, including serving
melayani daftar tunggu, dan meningkatkan rasio elektrifikasi a waiting list, and radically increase the electrification ratio in
secara radikal di propinsi tertinggal. the underdeveloped province.
10. Melanjutkan program Listrik Prabayar/Listrik Pintar. 10. Continue the Prepaid Electricity/Smart Electricity program.
11. Menurunkan susut jaringan secara berkesinambungan sesuai 11. Lower the network losses in line with losses roadmap
roadmap susut.
12. Melakukan roll out ERP untuk seluruh Indonesia. 12. Perform ERP roll out for the entire country.
13. Memulai inisiatif pengembangan infrastruktur kendaraan 13. Initiate the development of electric vehicle infrastructure
listrik (Charging Station). (Charging Station).
14. Mempersiapkan regenerasi pimpinan perusahaan akibat 14. Prepare the business leaders regeneration due to high
tingginya jumlah pensiun untuk level manajemen atas. number of retired high-level management.
15. Memperbaiki kemampuan meminjam (Debt Capacity). 15. Improve Debt Capacity.
16. Menurunkan non fuel cost. 16. Lower the non-fuel costs.
17. Melakukan program khusus untuk Papua dan Papua Barat. 17. Conduct special program for Papua and West Papua.

94 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA BUSINESS DEVELOPMENT PROGRAM

PRIORITAS JANGKA PANJANG LONG TERM PRIORITIES


Aspirasi jangka panjang PLN adalah menuju “Perusahaan Kelas The Company’s long term aspirations are to transform into a world
Dunia, Menguntungkan dan Dicintai Pelanggan dengan Cara yang class company that is profitable and treasured by its customers,
Ramah Lingkungan dan Aman”. utilizing safe and environmentally friendly practices.
1. Kelas Dunia. 1. World Class
Pada fungsi-fungsi utamanya, untuk menjadi perusahaan In its main functions, to become a world class company,
kelas dunia PLN harus berada pada kelompok 25% best PLN must be within the 25% best performance in Asia (or
performance di Asia (atau 60% best performance dunia) 60% best performance in the world) in terms of generation,
dalam hal kinerja operasi pembangkitan, transmisi, dan transmission and distribution by the end of 2017. Then, the
distribusi pada akhir tahun 2017. Selanjutnya, peningkatan target is to achieve 10% best operational performance in
kinerja operasi ditargetkan mencapai 10% terbaik Asia pada Asia by 2022. This must be done through improvements to
tahun 2022. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan cara reliability, efficiency and employee productivity. While for 04
memperbaiki keandalan, efisiensi, dan produktifitas pegawai. supporting functions such as business processes, PLN as
Sedangkan pada fungsi pendukung seperti proses bisnis, a world class company must apply world class business
PLN sebagai perusahaan kelas dunia harus menerapkan practices, including related to procurement, IT utilization
proses bisnis kelas dunia, antara lain dalam hal pengadaan, and asset management.
pemanfaatan teknologi informasi, dan manajemen aset.

Salah satu strategi untuk mencapai kelas dunia, PLN harus One of the strategies to be a world class company, PLN
mampu mengambil manfaat dari besarnya skala ekonomi must be able to make use of its large economy of scale
pengadaan dan penggunaan prinsip Total Cost of Ownership for procurement and use of the principle of total Cost of
(TCO) untuk mendapatkan harga dan kualitas yang lebih baik. Ownership (tCo) to obtain better price and quality. Similarly
Begitu juga dalam hal manajemen aset, optimalisasi investasi, for asset management, investment optimization and ability to
dan kemampuan mengeksekusi proyek-proyek skala besar. implement large scale projects.
2. Menguntungkan 2. Profitable
Menjadi perusahaan kelas dunia saja tidaklah cukup. PLN Becoming a world class company is not enough. PLN needs
memerlukan kemampuan dan kemandirian dalam hal to be financially capable and independent. Therefore, the
keuangan. Oleh karena itu diperlukan margin keuntungan Company requires a Return on Assets which can ensure that
(Return On Asset) yang dapat memastikan PLN untuk tumbuh it can grow and develop in line with the stakeholders’ demand.
dan berkembang sesuai dengan tuntutan Stakeholders.
3. Ramah Lingkungan 3. Environmentally Friendly
Perseroan harus turut bertanggung jawab menjaga lingkungan PLN must take responsibility for maintaining a healthy
yang sehat dan terus berupaya memanfaatkan renewable energi environment and continue to utilize renewable energy, focusing
yang fokus pada pengembangan geothermal dan pemanfaatan on the development of geothermal and hydro power. Coal
energi air. Energi batubara tetap menjadi andalan utama PLN, remains PLN’s prime mainstay; however, future efforts will be
namun ke depan diupayakan menggunakan teknologi pemanfaatan made to use cleaner technology and to ensure that exhaust gases
batubara yang lebih bersih dan lebih ramah lingkungan. Di from coal fire power plants are more environmentally friendly. In
samping itu PLN akan memulai inisiatif implementasi smart grid addition, PLN will start the smart grid implementation initiative
dan akan memperluas penerapannya apabila diperlukan. and expand its application when necessary.
4. Aman 4. Safe
PLN memiliki jumlah pegawai lebih dari 60.000 pegawai, With more than 60,000 employees, the Company must pay
sehingga perusahaan harus memperhatikan K3 (Kesehatan attention to the safety and health of its employees with the
dan Keselamatan Kerja) dengan tidak terjadi kecelakaan kerja aim of achieving zero accident. Similarly attention must also
(Zero accident), termasuk keamanan terhadap masyarakat be paid to safety of the public around the operational assets.
sekitar aset operasional (lingkungan).

Dalam rangka mewujudkan aspirasi jangka panjang tersebut, PLN In order to realize the long-term aspirations, the Company has
telah menetapkan prioritas kegiatan yang mampu mendukung set priorities for actions that can support the achievement of the
pencapaian roadmap visi perusahaan tahun 2025. Sesuai dengan company’s 2025 vision roadmap. In accordance with the phasing of
pentahapan pencapaian visi perusahaan, untuk tahap 2013-2017 the company’s vision achievement, the long-term priorities for the
beberapa prioritas jangka panjang yang telah ditetapkan adalah: 2013-2017 phase include:
1. Antisipasi implementasi UU No. 30 Tahun 2009 dan PP No.14 1. Anticipation of the enactment of Law No. 30 of 2009 and
Tahun 2012. Government Regulation No. 14 of 2012.
2. Mempertahankan kecukupan pasokan daya dan menciptakan 2. Maintaining adequate power supplies and creating an efficient
sistem ketenagalistrikan yang efisien termasuk melibatkan electricity system including through consumer participation in
partisipasi konsumen melalui Demand Side Management. the Demand Side Management.
3. Mempertahankan kondisi keuangan yang sehat. 3. Maintaining sound financial condition.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 95


Strategi Pengembangan Usaha/Business Development Strategy

4. Mempersiapkan kesiapan perusahaan menghadapi 4. Preparing the readiness of companies to cope with the
perubahan termasuk organisasi, budaya, manajemen kinerja changes, including organization, culture, performance
serta ketersediaan tenaga kerja. management and labor availability.
5. Meningkatkan efisiensi internal perusahaan dalam rangka 5. Improving internal efficiency in order to optimize the Basic
optimalisasi BPP. Cost of Electricity Production.
6. Memastikan ketersediaan energi primer dalam rangka 6. Ensuring the availability of primary energy in order to optimize
optimalisasi bauran energi. the mix of energy.

TARGET JANGKA PANJANG TAHUN 2013-2017 LONG-TERM TARGETS 2013-2017


Dalam rangka mendukung prioritas jangka panjang perusahaan, In order to support its long-term priorities, the Company has also
Perseroan juga telah menetapkan target jangka panjang sebagai berikut: set the long-term targets as follows:
1. Menambah kapasitas 5 GW per tahun. 1. Increasing the capacity by 5 GW per year.
2. Mengoptimalkan bauran energi dengan target produksi oleh BBM 2. Optimizing energy mix with oil production target by a maximum
menjadi maksimum 3% (2017), EBT minimum 8% pada tahun 2017. of 3% (2017), and renewable energy to a minimum of 8% by 2017.
3. Menurunkan BPP menjadi Rp1.131/kWh di tahun 2017. 3. Lowering Basic Cost of Electricity Production to become
4. Mengendalikan OPEX Non Fuel per kWh jual dari Rp216/kWh Rp1,131/kWh in 2017.
menjadi Rp214/kWh. 4. Controlling the OPEX of Non-Fuel per kWh sales from Rp216/
5. Menurunkan susut jaringan dari 8,97% menjadi 8,48% dan kWh to Rp214/kWh.
SAIDI/SAIFI dari 200 menit/3,8 kali gangguan menjadi 129 5. Lowering network losses from 8.97% to 8.48% and SAIDI/SAIFI from
menit/2,6 kali gangguan, mengoptimalkan EAF dari 85% 200 minutes/3.8 times of interruption to 129 minutes/2.6 times of
(tahun 2013) menjadi 91% (tahun 2017). interruption, optimizing EAF from 85% (2013) to 91% (2017).
6. Return On Assets (ROA) dari negatif 2,1% menjadi 4,5% sampai 6. Increasing Return On Assets (ROA) from minus 2.1% to 4.5%
dengan tahun 2017. by 2017.

INISIATIF STRATEGIS STRATEGIC INITIATIVES


Untuk mencapai tujuan di atas, PLN telah menyusun delapan In order to achieve the targets above, the Company has set eight
inisiatif strategis – lima inisiatif strategis berkaitan dengan fungsi strategic objectives of which five are related to core business
bisnis inti, dua inisiatif strategis sebagai enabler, dan satu inisiatif function, two as the enabler, and one as the ultimate result of the
strategis sebagai ultimate result dari inisiatif strategis lainnya. other strategic initiatives.

ROADMAP TARGET JANGKA PANJANG 2013-2017 ROAD MAP OF LONG-TERM TARGETS 2013-2017
Kondisi 2013 2014 2015 2016 2017 Target Kriteria
2012 Criteria Target
Conditions
in 2012
Penambahan Pembangkit 3.04 3.52 3.06 3.99 1.93 2.97 Memenuhi kebutuhan listrik sesuai kemampuan
PLN & IPP 1.59 0.43 0.75 1.22 4.41 5.94 keuangan perusahaan (GW)
Addition of PLN & IPP Plants To meet electricity demands in line with the Company’s
financial ability (GW)
Bauran Energi BBM & 19.3 16.3 11.6 5.4 5.6 3.4 Bauran Energi dari BBM berkurang, energi terbarukan
Energi terbarukan 9.2 8.6 10.6 6.2 6.9 7.9 bertambah (%)
Fuel Mix & Renewable Fuel mix from oil-based fuel decrease, renewable energy
Energy increase (%)
BPP 1.309 1.320* 1.347 1.207 1.182 1.131 Menurunkan BPP (Rp/kWh)
Basic Cost of Electricity Reducing BPP (Rp/kWh)
Production
Opex Non Fuel 214 216 217 217 216 214 Efisiensi operasi dengan menurunkan Opex non fuel per
kWh jual (Rp/kWh)
Operational efficiency by reducing Opex non-fuel per kWh
sold (Rp/kWh)
Susut Jaringan Network 9.21 8.97 9.00 8.55 8.50 8.48 Menurunkan susut jaringan (%)
Losses Reducing network losses
SAIDI 231 200 186 168 149 129 Menurunkan SAIDI (menit/pelanggan/tahun)
Reducing SAIDI (minute/customer/year)
SAIFI 4.2 3.8 3.5 3.2 2.9 2.6 Menurunkan SAIFI (kali/pelanggan/tahun)
Reducing SAIFI (times/customer/year)
EAF 88 85 87 89 90 91 Mengoptimalkan EAF (%) Optimizing EAF (%)
ROA 0.59 (2.1) 1.8 5.7 4.0 4.5 Kesehatan keuangan perusahaan dengan peningkatan
ROA (%)
The company’s financial health with ROA increase (%)
*Realisasi tahun 2013 adalah Rp1.380/kWh berdasarkan audit BPK
*Realization 2013 is Rp1.380/kWh based on Supreme Audit Board

96 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA BUSINESS DEVELOPMENT PROGRAM

Delapan inisiatif strategis tersebut adalah: The eight strategic initiatives are:
1. Mengoptimalkan ekspansi kapasitas dan pembiayaan, 1. Optimizing capacity and funding expansion, which is aimed
yang bertujuan untuk mengoptimalkan ekspansi kapasitas to optimize expansion of capacity along with the fuel mix at
berikut bauran bahan bakarnya dengan biaya terendah dan the lowest cost and increase opportunities of obtaining the
meningkatkan peluang untuk memperoleh sumber dana required fund sources.
yang dibutuhkan.
2. Mengoptimalkan biaya energi primer, yang bertujuan 2. Optimizing primary energy cost, which is aimed at: (i) secure
untuk: (i) mengamankan harga primer terendah untuk the lowest primary energy to reduce the cost, and (ii) assure
mengurangi biaya, dan (ii) memastikan ketersediaan the primary energy supply availability.
pasokan energi primer.
3. Melanjutkan Operational Performance Improvement 3. Maintaining Operational Performance Improvement (OPI),
(OPI), mempunyai tujuan untuk mendorong pelaksanaan this is aimed to drive operational execution toward world 04
operasional menuju pada tingkat layanan kelas dunia dengan class level by maximizing assets’ value added either from
memaksimalkan nilai tambah aset baik dari aspek efektivitas cost effectiveness aspect, operational and maintenance,
biaya, operasi dan pemeliharaan, tingkat layanan dan service level or capacity availability aspect.
ketersediaan kapasitas.
4. Melanjutkan Procurement and Construction Excellence, yang 4. Maintaining Procurement and Construction Excellence,
bertujuan untuk meminimalkan total cost of ownership (TCO), which is aimed to minimize total cost of ownership (TCO),
menurunkan dan mengoptimalkan biaya barang dan jasa reduce and optimize goods and service costs as well as assure
serta memastikan pelaksanaan konstruksi yang tepat waktu timely construction implementation that meets the quality
dan memenuhi kualitas. requirement.
5. Melanjutkan Commercial Excellence, yang dapat 5. Maintaining Commercial Excellence, which can be
diimplementasikan pada kategori Tarif Dasar Listrik untuk implemented in the Basic Electricity Tariffs category for the
keperluan Layanan Khusus. purpose of Special Service.
6. Meningkatkan Manajemen Stakeholders dan regulatory, yang 6. Improving Stakeholder and Regulatory Management, which
bertujuan untuk fokus kepada pembentukan fungsi regulasi is aimed to focus on the establishment of regulation function
dan pengimplementasian UU Ketenagalistrikan yang baru. and the implementation of the new electricity law.
7. Melanjutkan budaya kinerja tinggi dan kepemimpinan 7. Maintaining strong work culture and leadership, which is
yang kuat, yang bertujuan untuk (i) menjalankan visi aimed to (i) execute the corporate vision; (ii) build the culture of
korporat; (ii) membangun budaya perbaikan berkelanjutan; sustainable improvement; (iii) develop the future generation;
(iii) mengembangkan generasi untuk masa depan; (iv) (iv) implement Enterprise Risk Management (ERM); (v) strong
mengimplementasikan Enterprise Risk Management (ERM); (v) leadership in the execution.
kepemimpinan yang kuat dalam eksekusi.
8. Meningkatkan pembentukan citra yang positif, tujuannya 8. Improving positive corporate image, which is aimed to make
adalah untuk menjalin hubungan dan komunikasi yang baik good relations and communication between the company and
antara perusahaan dengan stakeholders. the stakeholders.

Lima inisiatif strategis pertama diharapkan akan memberikan The first five strategic initiatives are aimed to will provide
hasil yang terukur dan berdampak langsung pada kinerja keuangan measurable results and directly affect the Company’s financial
perusahaan, sedangkan keberhasilan inisiatif strategis enabler performance. Meanwhile, the success of the enabler strategic
dan infrastruktur pendukung lainnya meskipun tidak berdampak initiatives and other supporting infrastructure, although not
langsung pada kinerja keuangan PLN, namun kesuksesannya affecting PLN’s financial performance directly, will be important to
akan sangat penting untuk memastikan keberhasilan lima inisiatif assure the success of the five main strategic initiatives.
strategis utama.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 97


Pengembangan Organisasi/Organizational Development

PENGEMBANGAN ORGANISASI
Organizational Development

Sejalan dengan dinamika dan tantangan lingkungan bisnis yang In line with the dynamics and challenges of an increasingly
semakin kompleks, termasuk menyikapi implementasi regulasi complex business environment,including addressing regulatory
Undang-Undang Ketenagalistrikan No 30 Tahun 2009, maka implementation of Electricity Law No. 30 of 2009, PLN has compiled
PLN telah menyusun roadmap organisasi yang bersifat fleksibel, the roadmap of PLN organization which is flexible, adaptive,
adaptif, responsif dan mampu menjawab seluruh permasalahan responsive and able to thoroughly address all the problems of the
penataan organisasi secara menyeluruh. Roadmap penataan organization structuring. The organization structuring roadmap
organisasi tersebut telah memperhatikan pendekatan sistemik, has taken into account the systemic approach, by ensuring
dengan menjamin adanya alignment, integration, dan synthesis organizational alignment,integration, and synthesis, which is able
organisasi, yang mampu memelihara kinerja organisasi eksisting to maintain the existing performance of the organization as well as
sekaligus menyiapkan kemampuan untuk menjawab sustainability setting up the ability to maintain the organization’s sustainability
organisasi di masa mendatang. in the future.

ROADMAP ORGANISASI TAHUN 2013-2017 Organization Roadmap 2013-2017


Roadmap penataan organisasi PT PLN (Persero) disusun agar PT PLN’s (Persero) organizational structuring roadmap was so
komprehensif, memiliki kegesitan (agility) dan adaptif terhadap prepared to be comprehensive, agile and adaptive to internal and
dinamika lingkungan internal dan eksternal, diperlukan sebagai external environment’s dynamics. It is required to be appropriate
acuan pengembangan organisasi yang tepat dalam menjalankan reference for the organizations development in the execution
proses bisnis perusahaan, ditujukan untuk meningkatkan of the Company’s business processes, aimed at improving the
efektivitas dan efisiensi organisasi agar selaras dengan strategi effectiveness and efficiency of the organization to align with
korporat dan agar sesuai dengan regulasi yang berlaku. Roadmap corporate strategy and to comply with the applicable regulations.
organisasi tersebut adalah bagian integrasi yang tidak dapat The organization roadmap is an integrated part that is inseparable
dipisahkan dari roadmap korporat, serta selaras dengan seluruh from the corporate roadmap, as well as in line with the rest of the
inisiatif strategis dan kebijakan perusahaan. company’s strategic initiatives and policies.

Secara garis besar, Roadmap Organisasi PT PLN (Persero) sesuai In the outline, PT PLN’s (Persero) organization roadmap is in
dengan fungsi utamanya yaitu untuk memelihara dan memperkuat accordance with the Company’s main function, that is to maintain
kinerja organisasi saat ini serta menyiapkan kemampuan and strengthen the organization’s current performance and
berinovasi dalam rangka memelihara kelangsungan kehidupan to prepare the innovative capability in order to maintain the
organisasi di masa mendatang, disusun dengan pendekatan sustainability of the organization in the future. It is composed
struktur yang bersifat lean and clean. Gambaran ringkas roadmap with lean and clean structural approach. The roadmap of PLN
proses reorganisasi PLN adalah: reorganization process is summarized as follows:

Road Map Organisasi PLN Tahun 2013 - 2017


PLN Organization Roadmap 2013 - 2017

2012-2013 2014-2015 2016-2017

• Penyelesaian ERP fase 3 dan 4 (Wilayah • Penyelesaian ERP fase 5 (UIP dan Unit jasa) • Implementasi ERP diseluruh Unit Induk
Indonesia Timur) • Implementasi organisasi fungsi berjalan efektif
• Persiapan pemusatan organisasi fungsi support secara terpusat (Hukum, dan • Implementasi pemusatan organisasi
support (implementasi SPI, Hukum, dan Pengadaan) Fungsi Support (Hukum Pengadaan
Pengadaan) • Pembentukan Unit layanan Pengadaan terpusat dan Unit Layanan regional)
• Persiapan Pengelolaan Share Service Regional berjalan efektif
Center (SSC) • Implementasi SSC secara bertahap • Implementasi SSC berjalan efektif
• Persiapan Blue Print Organisasi • Implementasi Blue Print Organisasi
Korporat dan Unit Korporat dan Unit berjalan efektif

98 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA BUSINESS DEVELOPMENT PROGRAM

2012-2013 2014-2015 2016-2017

• Completion of ERP Phase 3 and 4 (East • Completion of ERP Phase 5 • Effective ERP implementation in all
Indonesia Area) (Transmission Development Unit and Transmission Unit
• Preparation of support function Services Unit) • Implementation of support function
organization centralization (SPI, legal • Implementation of support function organization centralization (centralized
and procurement implementation) organization centralization (legal and legal, procurement and Regional
• Preparation of Share Service Center procurement) Services Unit)
(SSC) management • Establishment of SSC in phases • Effective SSC implementation
• Preparation of Corporate and Unit • Effective implementation of Corporate
Organization Blue Print and Unit Organization Blue Print

• Persiapan dan pelaksanaan • Implementasi reorganisasi semua UIP • Implementasi pembaerdayaan organisasi
reorganisasi UIP termasuk perubahan berjalan efektif Unit Pusat-Pusat dan unit jasa: 04
sebutan numerik • Implementasi pemberdayaan organisasi • Pusdiklat menjadi Corporate University,
• Persiapan pemberdayaan Unit pusat- Unit Pusat-pusat dan Unit Jasa: Purhalis menjadi MRO, Puslitbang
pusat dan unit jasa: • Pusdiklat menjadi Corporate University, menjadi Research Center bejalan efektif
• Pusdiklat menjadi corporate University, Pusharlis menjadi MRO, Puslitbang • Semua unit Wilayah Sumatera menajdi
Pusharlis menjadi MRO, Puslitbang menjadi Research Center Distribusi
menadi Research Center • Implementasi Organisasi Wilayah • Implementasi organisasi unit indk
• Persiapan Organisasi Wilayah Sumatra Sumatra menjadi Distribusi secara pembangkit di Sulawesi
menjadi Distribusi Bertahap • Persiapan pembentukan Organisasi Unit
• Persiapan pembentukan organisasi Unit Induk Transmisi Sulawesi
Induk Pembangkit di Sulawesi • Persiapan pembentukan organisasi untik
induk Pembangkit Kalimantan

• Preparation and implementation of UIP • Effective implementation of all • Implementation of Development Unit
reorganization including the change to Development Unit reorganization and Services Unit; Center of Electrical
numeric naming • Implementation of Development Unit Power Maintenance transforming into
• Preparation of Development Unit and Services Unit; Center of Electrical MRO, Center of Education & Training into
and Services Unit transforming into Power Maintenance transforming into Research Center
Corporate University, Center for MRO, Center of Education & Training into • All Sumatra Area Units become
Electrical Power Maintenance into MRO, Research Center Distribution
Center of Education & Training into • Implementation of Sumatra Area • Preparation of establishing Sulawesi
Research Center) Organization transforming gradually into Transmission Development Unit
• Preparation of Sumatra Area Distribution Organization
Organization transforming into • Preparation of establishing Development • Preparation of Kalimantan Transmission
Distribution Unit organization in Sulawesi Development Unit organization
establishment

PENCAPAIAN PROGRAM ORGANISASI Organization’s Program Achievement


Adapun pencapaian perusahaan dalam menata organisasi PLN The company’s achievements in managing the PLN organization
selama tahun 2013 adalah: through out 2013 are:
1 a. Telah melakukan penataan organisasi dan penamaan numerik 1. a. Conducted organization managing and numeric naming
yang diberlakukan pada seluruh Unit Induk Pembangunan. undertaken to all Main Development Units.
Manfaat yang didapat adalah penyesuaian perkembangan The benefits gained from this are the adjustment of project
proyek, beban kerja dan wilayah kerja saat ini dan ke development, the current and the future business tasks
depan agar Kantor Pusat, Unit Induk dan Unit Pelaksana and business areas, so that the Headquarters, the Main
dapat melakukan fungsi dan tugas pokoknya secara Development Unit and the Executive Unit can conduct their
efektif dan efisien. main functions and tasks effectively and efficiently.
b. Telah dilaksanakan penyempurnaan organisasi PLN b. Conducted refinement of PLN Headquarters organization
Pusat melalui Kep.Dir No. 0443.K/DIR/2013 tentang through Board of Director’s Decision No. 0443.K/DIR/2013
Organisasi dan Tata Kerja PT PLN (Persero) Tanggal 17 on Organization and Work Procedures of PT PLN (Persero)
Juni 2013 yaitu: dated 17 June 2013, namely:
• Pembentukan Divisi Pertanahan dan Kelembagaan • Establishing the Land and Institution Division,
bertujuan untuk mengatasi masalah pertanahan which is aimed to solve land problems in the PLN
dalam rangka penyelesaian konstruksi proyek PLN project construction completion and institutional
dan mengelola hubungan kelembagaan dalam relationship management in SLA performance and
pelaksanaan dan pencapaian SLA. accomplishment.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 99


Pengembangan Organisasi/Organizational Development

• Pembentukan Divisi Supply Chain Management (SCM) • Establishing Supply Chain Management Supply (SCM)
untuk mengelola pengadaan dan logistik PLN secara Division to manage PLN provisions and logistics in
korporat. corporate level.
• Penggabungan Divisi Konstruksi Jawa - Bali, Divisi • Merging Java - Bali Construction Division, Sumatra
Konstruksi Sumatra dan Divisi Konstruksi Indonesia Construction Division, and East Indonesia Construction
Timur menjadi Divisi Konstruksi Pembangkit dan Division into Power Plants Construction Division and
Divisi Konstruksi Jaringan. Network Construction Division.
• Penggabungan Divisi Transmisi Jawa - Bali dengan • Merging Java - Bali Transmission Division with
Divisi Transmisi Sumatra menjadi Divisi Transmisi Sumatera Transmission Division into Java - Bali
Jawa - Bali Sumatra. Sumatera Transmission Division.

Manfaat yang didapat adalah optimalisasi pengelolaan The benefit gained from this is optimization of integrated
organisasi secara terintegrasi agar organisasi dan jabatan organization management so that the related organizations
terkait dapat melakukan fungsi dan tugas pokoknya secara and positions can conduct their main functions and tasks
efektif dan efisien. effectively and efficiently.

2. Sedang dilaksanakan pekerjaan Optimality of Organization 2. Conducting Optimality of Organization work to review
untuk mereview efisiensi dan efektivitas Organisasi PLN efficiency and effectiveness of PLN Organization today in
saat ini dalam mendukung kinerja perusahaan yang supporting the company’s performance resulting in the
hasilnya adalah Roadmap Organisasi (Blueprint for PLN’s organization’s roadmap the Blueprint for PLN’s High Level
High Level Organization) yang dilaksanakan oleh Konsultan Organization that is conducted by PT Booz Indonesia.
PT Booz Indonesia. Organization’s consultant.
Roadmap Organisasi akan digunakan sebagai acuan The roadmap will be used as reference for organization
pengembangan organisasi saat ini dan ke depan selaras development at present and in the future in line with Corporate
dengan rencana pengembangan Korporat. development plan.
3. Telah dan sedang dilaksanakan Standar Uraian Jabatan 3. Conducting and completed PT PLN’s Job Description
PT PLN (Persero), yaitu untuk Proyek Pembangkitan, Standards for Power Plants, Transmission, Area, and
Transmisi, Wilayah, dan Distribusi. Distribution Project.
Standar Uraian jabatan dapat diakses pada Aplikasi Manajemen Job Description Standard can be accessed on Organization
Organisasi (AMOR), dan bermanfaat untuk digunakan sebagai Management Application (AMOR) and is useful as
pedoman dalam proses pengembangan kompetensi individu guidelines for individual competency development process
yang sesuai dengan kompetensi perusahaan untuk mendukung in line with the company’s competency for the betterment
pencapaian kinerja perusahaan yang lebih baik, serta untuk of company’s performance, and for job evaluation in the job
evaluasi jabatan dalam penetapan bobot jabatan weight classification.
4. Telah dilaksanakan penghitungan evaluasi jabatan 4. Conducting and completed the calculation of job evaluation
dengan penetapan bobot dan grade posisi jabatan dengan by determining the weight and grade of position using point
menggunakan metode point system. system method.
Evaluasi jabatan yang telah dilaksanakan adalah posisi Job evaluation that has been conducted is for structural
struktural Manajemen Atas, posisi struktural selain Manajamen position of High-level Management, structural position
Atas, posisi Fungsional F1 sampai dengan F6 di Unit PLN, dan apart from High-level Management, F1 to F6 Functional
posisi fungsional F1 sampai dengan F6 di PLN Kantor Pusat. position in PLN Unit, and F1 to F6 Functional position of
Digunakan sebagai acuan dalam perhitungan bobot dan PLN Headquarters.
grade posisi jabatan yang selanjutnya dipergunakan untuk This is used as reference in assessment of the scale and
menentukan besaran remunerasi yang tepat diantara posisi grade of job position, and later used to determine accurate
jabatan di lingkungan PT PLN (Persero). remuneration for positions within PT PLN scope.
5. Telah dan sedang dilaksanakan Pemetaan Proses Bisnis 5. Conducting and completed the Mapping of PT PLN
PT PLN (Persero) Kantor Pusat dan Unit Operasional yaitu: Headquarters’ and Operational Unit’s Business Process,
Kantor Pusat; Pembangkitan Jawa - Bali; P3B Jawa - Bali namely: the Headquarters; Pembangkitan Jawa - Bali;
dan Distribusi Jawa Barat & Banten, sebagai pengembangan P3B Java - Bali also West Java and Banten Distribution, as
dan penyempurnaan Kep.Dir.No. 241.K/DIR/2012 tentang development and refinement of Board of Director’s Decision
Pemetaan Proses Bisnis PT PLN (Persero). No. 241.K/DIR/2012 on Mapping of PT PLN Business Process.

100 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA BUSINESS DEVELOPMENT PROGRAM

Akan diperoleh pemetaan proses bisnis PLN Pusat dan Detailed and basic mapping of PLN Headquarters’ and
Unit Operasional yang rinci dan baku sebagai acuan dasar Operational Unit’s business process will be acquired as
pengelolaan kegiatan, dasar penyusunan sistem korporasi main reference for activity management, basis for compiling
dan organisasi untuk menjalankan proses bisnis PLN yang corporate and organization system to operate PLN business
efektif, efisien dan berkelanjutan. process effectively, efficiently, and sustainably.
6. a. Telah diselesaikan Penataan Organisasi P3B Sumatera 6. a. Completed the Organization Structuring of P3B Sumatera
dengan P3B Jawa - Bali untuk level Unit Induk. and P3B Java - Bali at Main Unit level.
Hal ini akan bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas This is useful for thoroughly increasing the effectiveness
pengelolaan dan pengendalian operasional transmisi di of management and controlling transmission operations
Jawa - Bali dan Sumatra secara menyeluruh, sehingga in Java-Bali and Sumatera, to come up with synergized
diperoleh sinergi keseragaman pengelolaannya. management uniformity.
b. Telah diselesaikan Penataan Organisasi Pusdiklat b. Completed Center of Education and Training (Pusdiklat) 04
sebagai Corporate University, serta pelaksanaan Hapua Organizational Structuring as Corporate University, and
Working Group 5 dalam Workshop of Corporate University conducting Hapua Working Group 5 in the Workshop of
Implementation in Indonesia dengan tema Transforming Corporate University Implementation in Indonesia, of
Learning Into Business Performance Through Corporate which the theme is Transforming Learning Into Business
University. Performance Through Corporate University.
Hal ini memberikan manfaat dalam hal transformasi PLN This is useful in transforming PLN in terms of the
dalam sistem pembelajaran perusahaan bahwa orientasi company’s learning orientation, from previously only
pembelajaran tidak hanya peningkatan kompetensi aimed at enhancing employee’s competence to enhancing
pegawai tetapi peningkatan kinerja perusahaan; the company’s performance and enhancing participation
peningkatan peran serta dari pemilik bisnis proses. of business process owner.
c. Telah dilaksanakan The 2nd Meeting of Hapua Working c. Conducted the 2nd Meeting of Hapua Working Group 5
Group 5 on Human Resources and JEPIC Symposium on Human Resources and JEPIC Symposium with theme
dengan tema ‘HR as a Strategic Business Partner – The of‘ HR as a Strategic Business Partner – The Way of the
Way of the Future’. Kegiatan ini sebagai wadah untuk Future’. This activity is a forum for sharing knowledge
berbagi pengetahuan dan pengalaman implementasi and experience in implementation of Organization & HR
Organisasi & HR yang sudah proven dan selaras dengan that has been proven and is in line with the company’s
stategi bisnis perusahaan. business strategy.
d. Telah diselesaikan penataan organisasi Museum Listrik d. Completed the organizational structuring of Electricity and
dan Energi Baru menjadi organisasi Mandiri. Hal ini New Energy Museum to become Independent organization.
dilakukan untuk mendukung program pemerintah This is conducted to support the government’s program of
Gerakan Nasional Cinta Museum dan perubahan museum-loving national movement and transformation
pengelolaan museum yang mengedepankan fungsi of museum management that prioritizes education,
pendidikan, penelitian, hiburan, media komunikasi, dan research, entertainment, communication media, and
pencitraan. image building functions.
7. Telah diselesaikan Kep.Dir. No. 596.K/DIR/2013 tentang 7. Completed the Board of Director’s Decision No. 596.K/
Perubahan Ketiga Atas Keputusan Direksi PT PLN DIR/2013 on Third Amendment to the Decision of PT PLN
(Persero) No. 304.K/DIR/2009 tentang Batasan Kewenangan Board of Director No. 304.K/DIR/2009 on Decision Making
Pengambilan Keputusan Di Lingkungan PT PLN (Persero). Authority Limitation in PT PLN Scope.
Hal ini digunakan untuk memperlancar tindakan operasional This is used to facilitate operational and strategic actions in
dan strategis dalam penyediaan tenaga listrik providing electricity.
8. a. Telah diselesaikan Kep.Dir. No. 500.K/DIR/2013 tentang 8. a. Completed the Board of Director’s Decision No. 500.K/
Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada DIR/2013 on Transferring Partial Work Implementation to
Perusahaan Lain Di Lingkungan PT PLN (Persero). Other Company in PT PLN Scope.
b. Telah dilaksanakan workshop Kep.Dir. No. 500.K/DIR/2013 b. Completed workshop of Board of Director’s Decision No.
di Udiklat yang diikuti oleh pegawai dari setiap Unit Induk 500.K/DIR/2013 in Udiklat attended by employees from
PT PLN (Persero). each Main Unit of PT PLN.
c. Telah dilaksanakan pembentukan Asosiasi c. Completed the establishment of Electricity Association
Ketenagalistrikan bersama Anak Perusahaan PT PLN with PT PLN Subsidiaries
(Persero).

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 101


Pengembangan Organisasi/Organizational Development

d. Telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Ketenagakerjaan d. Completed Workforce Coordinated Meeting between
antara PT PLN (Persero) beserta Unit Induk terkait dengan PT PLN along with related Main Unit and the Director
Direktorat Jenderal PHI dan Jamsos Kementerian Tenaga General of Industrial Relations Development and Social
Kerja beserta Instansi Bidang Ketenagakerjaan di tingkat Security of Ministry of Manpower and workforce agencies
Kotamadya/Kabupaten. Rakor tersebut menghasilkan at City/Regency level. This coordinated meeting resulted
kesepakatan bersama untuk meningkatkan kerjasama in a joint agreement to increase cooperation in workforce
bidang ketenagakerjaan antara kedua belah pihak. between both sides.
Manfaat yang diperoleh adalah Implementasi dari Regulasi The benefit gained from this is the implementation of RI
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No. Ministry of Manpower and Transmigration Regulation No. 19
19 Th. 2012 tentang Syarat-syarat Penyerahan Sebagian of 2012 on Conditions for Transferring Work Implementation
Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain. to Other Company.
9. Telah dilaksanakan pembuatan dan pengembangan 9. Completed the construction and development of Organization
Aplikasi Manajemen Organisasi (AMOR) dan alamat aplikasi: Management Application (AMPOR) and the URL of the
http://amor.pln.co.id. application is: http://amor.pln.co.id.
Memanfaatkan peran teknologi informasi untuk mendukung Utilizing information technology to support organization
perencanaan sistem organisasi; membakukan dan system planning; standardizing and simplifying the storing
memudahkan penyimpanan data organisasi untuk seluruh of organization data of all PLN units; simplifying access to
unit PLN; memudahkan akses kebijakan dan produk – produk policies and products of Organization Division.
hasil Divisi Organisasi.
10. Telah diimplementasikan Budaya Perusahaan dan Code 10. Implemented the Corporate Culture and Code of Conduct:
of Conduct:
a. Penyusunan action plan hasil survey budaya terkait KPI a. Compiling the action plan resulted from related culture
SDM Unit diselaraskan dengan program PLN Bersih surveys concerning Unit human resources KPI, in line with
yang menghasilkan 2 action plan dan telah disebarkan the Clean PLN program. The output is two action plans
ke Unit. which have been distributed to Units.
b. Menyusun materi pembelajaran terkait: Strategic b. Compiling learning material related to Strategic Corporate
Corporate Culture dan PLN Bersih. Culture and Clean PLN.
c. Memfasilitasi mentoring terkait KPI Direktur SDM c. Facilitating mentoring related to Human Resource
mengenai HCR: Kesiapan Motivasi Kerja, dan OCR: Director’s KPI concerning HCR: Work Motivation
Kesiapan Budaya Kerja. Preparedness, and OCR: Work Culture Preparedness.
d. Memfasilitasi mentoring cascading KPI terkait PLN Bersih d. Facilitating KPI cascading mentoring concerning Clean
terhadap 3 unit pilot project. PLN on three pilot projects.
e. Melakukan pelatihan pelopor (change agent) PLN Bersih e. Conducting change agent training of Clean PLN for 13
untuk 13 unit pilot project. pilot projects.
f. Melakukan pelatihan mentor PLN Bersih. f. Conducting Clean PLN mentor training.
g. Melaksanakan Training of Trainer (TOT) Gratifikasi sampai g. Performing Gratification of Training of Trainer up to the
dengan angkatan 2. second batch.
h. Melakukan asesmen Integritas dan Implementasi PLN h. Conducting assessment of integrity and implementation
Bersih berupa survey kuantitatif terhadap Eksternal of Clean PLN through quantitative survey for external
(vendor) dan internal (Pegawai), diakhiri dengan asesmen party (vendor) and internal party (employee), ended with
Kualitatif terhadap 13 unit pilot project. Qualitative Assessment of 13 pilot projects.
i. Melakukan survey Employee Engagement Survey (EES) i. Conducting 2013Employee Engagement Survey (EES).
tahun 2013. j. Making 2013 Employee Engagement Survey (EES)
j. Membuat buku Laporan Employee Engagement Survey Report book.
(EES) tahun 2013. k. Verifying and validating materials of Change Management
k. Melakukan verifikasi dan validasi materi Change for basic, intermediate, and advance levels.
Management untuk level basic, intermediate, dan advanced.

102 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA BUSINESS DEVELOPMENT PROGRAM

telah
an usaha, PLN asi
an re al is as i pengembang nisasi. Roadmap Organis
Se ja la n de ng ba ng an orga hk an da ri
menyusun ro
admap pengem al yang tidak dapat dipisa strategis
al ah ba gi an integr se lu ru h in isiatif
tersebut ad laras dengan
orat, serta se
roadmap korp rusahaan.
pe
dan kebijakan t realizatio
n,
b u si n es s developmen development
In line with organizatio
n
tegral
mpiled the map is an in map,
PLN has co a ti o n R o a d d
he Organiz rporate roa
roadmap. T separable from the co ra te g ic
in ’s st
part that is e Company
e with all th
and is in lin .
and policies
initiatives

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 103


05

LAPORAN PENGELOLAAN
OPERASIONAL
Operational Management Report

106 Strategi Usaha di tahun 2013


Business Strategy in 2013
108 Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resources Management
124 Pengembangan Teknologi Sistem Informasi
Information Technology System Development
132 Transmisi dan Distribusi
Transmission and Distribution
138 Pembangunan Stasiun Pembangkit
Power Plant Construction
150 Kerja Sama dengan Berbagai Pihak
Collaboration with other Parties
154 Pendanaan
Funding

104 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

05

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 105


Strategi Usaha Di Tahun 2013/Business Strategy in 2013

STRATEGI USAHA DI TAHUN 2013


Business Strategy in 2013
an
prioritas deng n
as ik an prog ram-program erasional melalui penerapa
PLN merealis n efi si en si op as i te rk in i
an peningkata knologi inform n prinsip
mengedepank ovasi didukung aplikasi te pa
si l in un g tinggi penera si strategi
berbagai ha gi atan de ng an menjunj ri im plem en ta
diseluruh lini
ke
ba ik se ba ga i bagian da ka pa nj ang.
lola yang pun jang
dasar tata ke usaha jangka pendek mau
an
pengembang y focusing o
n
ri o ri ti ze d programs b u g h th e
dp thro
PLN realize ficiency improvement pported
er a ti o n a l ef n o v a ti v e creations, su es,
op
tion of vari
ous in ity lin
implementa te ch n o lo g y in all activ as part
information ce principle
s
by the latest d corporate governan el o p m en t strategy
h o ld in g g o o b u si n es s dev
up erm
- and long-t
of the short .
tion
implementa

Sebagai bagian dari implementasi rencana pengembangan jangka As a part of the company’s 2013-2017 (growth phase) long-term
panjang Perseroan periode 2013-2017 (Masa Pertumbuhan), PT development roadmap, PT PLN (Persero) has designed program
PLN (Persero) menetapkan rencana program yang dilaksanakan di roadmap to be executed in 2013. In designing the work plan, the
tahun 2013. Dalam menentukan program kerja tersebut, Perseroan company puts some external factors into consideration, including:
memperhitungkan berbagai faktor eksternal mencakup: kondisi macro condition, interest rate, exchange rate, GDP, income per
makro, suku-bunga, nilai tukar, PDB, pendapatan per kapita, capita, infrastructure development and the estimation of electricity
pembangunan infrastruktur dan prakiraan permintaan tenaga demand. The company also considers the internal conditions in
listrik. Perseroan juga mempertimbangkan kondisi internal relation to operational aspects, infrastructure support, human
berkaitan dengan aspek operasional, infrastruktur pendukung, resources readiness as well as financial condition.
kesiapan SDM maupun kondisi finansial.

Berdasarkan berbagai pertimbangan, maka Perseroan menyusun Based on those concerns, the company then mapped the problems
mapping persoalan dan prioritas program sesuai kondisi yang dihadapi and program priority in accordance with the prevailing condition by
dengan memperhitungkan ketercapaian target yang ditetapkan, considering the agreed achievement target, including the applied
termasuk strategi yang diterapkan agar target dapat dicapai. strategy in order to achieve the target.

Secara umum Perseroan menerapkan strategi agar menjadi In general, the company applies the strategy in order to become
entitas korporasi yang sehat secara finansial, sehingga dapat a financially stable corporate in such a way that it can fulfill its
mencukupi kebutuhan operasional sekaligus melakukan investasi operational needs and invest to preserve the market share and
untuk mempertahankan market share dan berkembang sesuai then grow in accordance with the corporate principles. In addition
dengan kaidah-kaidah korporasi. Disamping kondisi keuangan to healthy financial condition, PLN should also be efficient and
yang sehat, PLN juga harus efisien dan dapat memenuhi able to meet the level of reliability and service as expected by
tingkat keandalan dan pelayanan sesuai ekspektasi pelanggan the customers and also be supported by human resources that
dan didukung oleh SDM yang memiliki kompetensi tinggi dan have high competence and behave according to Good Corporate
berperilaku sesuai GCG dan CoC dalam menjalankan usahanya. Governance (GCG) and the Code of Conduct (CoC) in the
Dengan demikian, perusahaan dapat menjalankan misinya performance of its business. Thereby, the company can carry out
sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi. its mission as the contributor to economic growth.

Tantangan dan Prioritas Challenges and Priorities


Pada tahun 2013, Perseroan menghadapi berbagai tantangan, In 2013, the Company encountered various challenges
mencakup: including in:
1. Mempertahankan bebas pemadaman bergilir. 1. Preventing rolling power outages.
2. Menyeimbangkan pasokan dan kebutuhan dengan melakukan 2. Balancing supply with demand by optimizing assets as well as
optimalisasi asset dan sumber - sumber lokal yang ada, available local resources, such as purchasing excess power
seperti pembelian excess power dan pembelian listrik dari and purchasing electricity from the idle private power plants,
pembangkit milik swasta yang idle, revitalisasi pembangkit revitalizing plants and renting generators.
dan sewa genset.
3. Penyelesaian FTP-1 dan IPP terkendala. 3. Completing FTP-1 and resolving issue of constrained IPP.
4. Melayani permintaan listrik yang tinggi termasuk melayani 4. Serving high demand of electricity including the waiting list.
daftar tunggu.
5. Peningkatan Efisiensi Operasi (Penurunan Biaya Penyediaan 5. Improving operational efficiency (lowering Basic cost of
Tenaga Listrik): electricity production):
a. Biaya Energi Primer dan Biaya Operasi lainnya. a. Primary energy cost and other operational costs.
b. Implementasi perbaikan berkelanjutan melalui perluasan b. Implementing sustainable improvement by expanding
penerapan Operational Performance Improvement (OPI). Operational Performance Improvement (OPI).

106 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

6. Meningkatkan kemampuan menggalang sumber dana 6. Enhancing the capability of raising funds from alternative
alternatif untuk mendukung pembangunan instalasi sources to support electricity installation development.
ketenagalistrikan.

Untuk tahun 2013, PLN memprioritaskan upaya untuk For 2013, PLN prioritized the efforts of putting synergy
mensinergikan tuntutan mewujudkan kinerja operasi yang between the demands of excellent operational performance
ekselen dan melayani pertumbuhan pelanggan. Upaya tersebut and meeting the growth of the number of customers. These
berhadapan dengan kemampuan pendanaan investasi yang masih efforts encounter the yet limited investment fundings, so the
terbatas, sehingga Perseroan menyusun program kerja yang Company then formulated a work plan to balance the demand
dapat mensinergikan antara tuntutan untuk mewujudkan kinerja of actualizing excellence operational performance with
operasi yang ekselen dan melayani pertumbuhan pelanggan, serving the growth of customers by employing the limited
dengan sumber daya perusahaan yang terbatas dan dirumuskan resources of the company. This was formulated in several
dalam prioritas program kerja tahun 2013, yaitu: work plans of 2013.
1. Menjaga kecukupan pasokan listrik. 1. Maintain electricity supply sufficiency.
2. Mengoptimalkan bauran energi untuk menurunkan Biaya 2. Optimize fuel mix to reduce basic cost of electricity production,
Pokok Penyediaan Tenaga Listrik (BPP), dengan target with the target of oil-based fuel use of 12.47%.
penggunaan BBM sebesar 12,47%.
3. Meningkatkan efisiensi operasi, melalui perluasan program 3. Raise operational efficiency through expanding OPI program
OPI ke luar Jawa - Bali. to outside Java-Bali.
4. Penyelesaian PLTU 10.000 MW dan peningkatan pencapaian EAF 4. Complete the 10,000 MW steam power plant project and achieving 05
(Equivalent Availability Factor) dengan target sebesar 85,00%. the EAF (Equivalent Availability Factor) of the targeted 85.00%.
5. Memperbaiki tingkat kesehatan keuangan perusahaan. 5. Improve the Company’s financial health position.
6. Meningkatkan konsolidasi proses bisnis untuk integrasi 6. Improving consolidation of business process for the
pelayanan dan efisiensi, melalui penyempurnaan aplikasi purpose of service integrity and efficiency, by perfecting
ERP yang telah selesai di roll out ke seluruh Indonesia the ERP application that has been rolled out across
pada akhir tahun 2012. Langkah ini diikuti pengembangan Indonesia in late 2012. Following these steps are the
dan penyempurnaan sistem bisnis berbasis teknologi development and enhancement of IT-based business
informasi, seperti PLN Net, e-Proc, SMS 8123, P2APST, systems, such as PLN Net, e-Proc, SMS 8123, Centralized
dan pembangunan Data Center sebagai upaya untuk Management and Supervision of Revenue Flows (P2APST)
meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis. Selain and the construction of Data Center as an effort to increase
itu dilaksanakan juga transformasi proses bisnis keuangan business process effectiveness and efficiency. Conduct
di PLN. business process transformation in PLN.
7. Sinergi usaha Anak Perusahaan. 7. Put synergy amids Subsidiaries.

Selain berbagai bidang operasional yang telah disebutkan, Apart from the programs in operational field above, the Company
Perseroan juga memprioritaskan beberapa program di bidang also prioritizes programs in other fields, comprising:
lain, meliputi:

Bidang SDM HUMAN RESOURCES


1. Penyederhanaan fungsi Organisasi Unit, sentralisasi 1. Simplifying Operational Unit function, centralization of
fungsi supporting yang selaras dengan program supporting function which corresponds to administration
efisiensi biaya administrasi (Program Pemusatan cost efficiency program (Decentralization of Administration
Fungsi Administrasi). Function Program/PPFA).
2. Implementasi program Human Capital Management System 2. Implementing HCMS (Human Capital Management System)
(HCMS) yang didukung dan selaras dengan implementasi program which is supported by and in line with the strategic
program strategis sistem uji online kompetensi, Diklat program of competence test online system, career training,
Penjenjangan, Evaluasi Return On Training Investment (ROTI), Return on Training Investment (ROTI) evaluation, human
Audit SDM serta Survey Strategis. resources audit and strategic survey.
3. Integrasi Sistem Manajemen Kinerja Pegawai dan Talent 3. Integrating employees’ performance management system and
Pool Management System dengan HR System Information Talent Pool Management System with HR System Information
(SIPEG dan ERP). (SIPEG and ERP).
4. Melakukan organization governance berupa koordinasi aspek 4. Undertaking organization governance by coordinating
Hubungan Industrial, Forum Bipartit, Implementasi CoC. industrial relationship aspects, holding bipartite forum, and
apply Code of Conduct (CoC).

Bidang Keuangan Finance


1. Mengendalikan WACC (Weighted Average Cost of Capital) 1. Controlling WACC (Weighted Average Cost of Capital)
2. Optimalisasi pemanfaatan ERP antara lain pengembangan 2. Optimizing the Enterprise Resources Planning (ERP) by,
sistem informasi keuangan proyek, sistem informasi untuk among others developing information system of project
audit eksternal dan integrasi A2K (Aplikasi Anggaran dan finances, using information system for external audit and
Keuangan) ke ERP. integrating budget and finances application (A2K) into
3. Mendapatkan sumber pendanaan baru bagi kegiatan Enterprise Resources Planning (ERP).
pembangunan sistem pembangkit, maupun sistem distribusi/ 3. Obtaining new funding resources for the development of power
transmisi. plant system as well as distribution/transmission system.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 107


Pengelolaan Sumber Daya Manusia/Human Resource Management

PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA


Human Resource Management

,
utan, pelatihan
lis as ik an pr ogram perekr n m an aj em en
n merea laksanaa
Merancang da pengembangan disertai pe asis kinerja untuk
n rb
pendidikan da berian paket remunerasi be ompeten dan
a pe m ng be rk
karir sert anusia ya bangan usaha.
mber daya m
membentuk su bagai kunci sukses pengem
se
berintegritas t, training,
g recruitmen
nd co n d u ct in s along with
Designing a d ev el o p m ent program formance-based
nd per
education a d providing n
re er m a n agement an build competent huma
ca a g e to su cc es s in
on pack key to
remunerati h a v e in te g rity are the
at
resources th opment.
si n es s d ev el
bu

Di masa mendatang PLN dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan In the future, PLN is demanded to be able to fulfill electricity
listrik di Indonesia dengan kuantitas dan kualitas yang semakin supply in all areas at better quantity and quality. Despite being
baik. Sekalipun masih mendapatkan penugasan untuk melistriki tasked to supply electricity needs to the general public, as a
masyarakat yang kurang mampu, namun sebagai BUMN, PLN state-owned enterprise, PLN is demanded to provide other
tetap dituntut untuk dapat memberikan dividen kepada Pemerintah benefits to the Government in forms of dividends yielded from
yang disisihkan dari laba operasional. operational profit.

Disamping itu, pemberlakuan UU no.30 tahun 2009 tentang In addition, the enactment of Law No. 30 of 2009 on electrical
Ketenagalistrikan juga membuka peluang adanya perusahaan lain power also provides the chance for other companies to enter the
yang masuk ke industri penyediaan tenaga listrik, dan membuka electricity supply industry and create a competitive atmosphere
atmosfir persaingan dengan PLN. Suatu perubahan yang pada with PLN. An unbelievable change compared to previous years.
tahun-tahun sebelumnya tidak terbayangkan. Untuk menjawab To answer all the challenges, PLN must operate more effectively
seluruh tantangan tersebut, maka PLN harus dapat beroperasi and efficiently.
dengan lebih efektif dan efisien.

PLN meyakini bahwa salah satu elemen strategis dalam PLN believes that one of the strategic elements in coping with the
menjawab tantangan usaha dimasa mendatang, termasuk dalam upcoming business challenges including increasing operational
meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi, adalah ketersediaan efficiency and effectiveness, is competent and dedicated human
sumber daya manusia yang kompeten dan berdedikasi. Oleh resources. PLN has arranged a development strategic plan and
karenanya PLN telah menyusun rencana strategis pengembangan human resource management.
dan pengelolaan sumber daya manusia.

108 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

RENCANA STRATEGIS PENGELOLAAN SDM HUMAN RESOURCE MANAGEMENT STRATEGIC PLAN


PLN merancang dan menjalankan pengelolaan serta pemenuhan PLN is now designing and operating detailed human resource
SDM berdasarkan posisi dan kualifikasi sesuai pengembangan management and recruitment based on positioning and
strategis Perseroan, dengan fokus kepada: (i) memenuhi kualitas qualification in line with the corporate strategic plan, focusing
SDM sesuai kebutuhan organisasi (ii) mengelola pegawai yang on: (i) fulfilling human resource quality suitable to organizational
berkinerja rendah, (iii) outsourcing/kebijakan kemitraan bisnis needs (ii) managing under-performing employees (iii) outsourcing/
dan metodologinya, (iv) menciptakan kemitraan dengan institusi regulating business partnership and methodologies, (iv) creating
pendidikan dan (v) membangun sistem perekrutan pegawai yang partnership with educational institutions and (v) formulating a
kompetitif bagi fresh graduate. competitive employee recruitment system for fresh graduates.

Sebagai organisasi yang terus berkembang, PLN membutuhkan As a developing organization, PLN requires a significant number of
tambahan pegawai yang signifikan, sehubungan dengan new employees, relating to the increasing number of power plants,
bertambahnya pembangkit baru, jaringan yang lebih luas, dan wider network and total of customer. PLN endeavors to overcome
jumlah pelanggan yang lebih banyak. PLN berupaya mengatasi this obstacle in two ways: (i) ensuring the optimalization of
tantangan ini melalui: (i) memastikan bahwa tenaga kerja yang current workforce or ensuring each individual works effective and
ada telah dioptimalkan atau memastikan bahwa setiap orang efficiently with balancing productivity equal to that of companies
bekerja secara efektif dan efisien dengan produktivitas yang which conduct best practices in the world, (ii) increasing human 05
setara dengan perusahaan yang mempraktikan standar terbaik di resource quality and quantity to fit organizational needs.
dunia, (ii) melakukan peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga
kerja sesuai kebutuhan organisasi.

Dari proses review atas kondisi SDM saat ini, khususnya pada Based on the review of the current human resource condition,
fungsi-fungsi operasional, PLN telah mengidentifikasi adanya particularly operational functions, PLN has identified a moderate
kelebihan pekerja yang cukup moderat di fungsi pembangkitan, number of excess workers in power plant functions and significant
dan kelebihan pekerja yang signifikan di fungsi transmisi jika number of excess workers in transmission functions compared
dibandingkan dengan standar global. PLN telah menetapkan to global standards. PLN has appointed the excess as buffer,
kelebihan tenaga tersebut sebagai buffer, mengingat operasional considering the Company’s growing operations in those fields.
Perseroan dalam kedua hal tersebut yang akan terus meningkat. PLN has also identified sufficient human resource for other
PLN juga telah mengidentifikasi kecukupan SDM untuk fungsi- functions and prepared a scenario for developing competency
fungsi lain dan mempersiapkan skenario peningkatan kompetensi and recruitment.
maupun penambahan tenaga kerja.

Selain dari sisi alokasi SDM dikaitkan dengan kebutuhan fungsi Other than the human resource allocation connected to the
operasional, PLN telah menyiapkan program untuk menjamin requirements in operational function, PLN has prepared many
lahirnya generasi pemimpin perusahaan masa depan melalui programs to ensure the birth of the future’s corporate leader
berbagai program pengelolaan SDM dengan tujuan meningkatkan generation through human resources programs aimed to
kompetensi pekerja, memberi kompensasi sesuai kompetensi, develop worker’s competency, provide compensation according
menciptakan suasana kerja yang kondusif dan menjamin to competency, create a conducive working atmosphere and
kesejahteraan pekerja pada masa bakti maupun purna bakti. guarantee worker’s welfare during and after the tenure.

ROAD MAP PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA HUMAN RESOURCE MANAGEMENT ROADMAP
PLN menyusun Road Map SDM sebagai acuan dalam melakukan PLN prepared the Human Resource Management Road
review dan pembaruan rencana pengelolaan yang dilakukan secara Map to be a reference for regular reviews and planning. In
berkala. Penyusunan Road Map memperhatikan kondisi perusahaan the compilation of the Road Map, PLN will always take into
terkini dan rencana strategis perusahaan dalam beberapa tahun account its latest condition and the corporate strategic plan
kedepan. Dalam implementasinya, setiap pelaksanaan item of the following years. In the implementation of each program
program selalu mempertimbangkan dan memperhatikan kebijakan item, the Company will always consider the human resource
umum pengelolaan SDM, yang menyatakan bahwa “Pengembangan management general policy that says “Development of PLN’s
sumber daya manusia PLN selalu mengikuti kondisi perusahaan human resources always be in line with the company conditions,
terutama mengingat lokasi operasional yang tersebar luas di wilayah principally by considering our largest operational areas across
Indonesia. Pelaksanaan penambahan pegawai maupun peningkatan Indonesia. The practice of increasing employees and raising
kualitas dan kompetensi pegawai disesuaikan dengan kebutuhan PLN employee quality and competency is in accordance with the needs
baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang”. of PLN both for the mid- and long-term.”

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 109


Pengelolaan Sumber Daya Manusia/Human Resource Management

Adapun Road Map Pengembangan SDM Perseroan sebagai berikut: The Corporate Human Resource Development Road Map currently
implemented is as the following:
Road Map HR PT PLN (Persero)
PT PLN (Persero) Human Resource Road Map
2005 - 2011 2012 - 2013 2014 - 2016

1. Implementasi sistem 1. Penyempurnaan sistem 1. Seluruh top talent menjadi 1. Pegawai PLN berkompeten,
remunerasi 3P Tahap 1 dan manajemen talenta (Talent anggota working group produktif, memiliki tata nilai
Tahap 2. Pool). internasional. dan etika kerja tinggi.
2. Implementasi sistem 2. Implementasi employee 2. Unit sertifikasi kompetensi 2. Pengelolaan SDM PLN yang
manajemen kinerja secara well being survey secara PLN diakui secara global. efisien dan efektif.
on line (web base). sistematis. 3. Pengelolaan resources 3. Tata organisasi PLN yang
3. Perumusan dan penerbitan 3. Pelaksanaan kerjasama secara terpusat. sehat, dinamis, serta
tata nilai dan Code of dengan asosiasi/institusi 4. Sentralisasi fungsi mampu memberikan
Conduct pegawai. profesi strategis. pengelolaan SDM. layanan terbaik kepada
4. Review direktori 4. Perumusan kebijakan 5. Score Malcolm Baldridge masyarakat.
kompetensi. strategis korporat SDM. PLN Masuk kategori
5. Penyelarasan dan 5. Penyusunan jenjang jabatan “Emerging Industry leader”.
penyempurnaan sistem expert dan spesialis. 6. Expert dan specialist PLN
manajemen SDM Strategis. 6. Implementasi lanjutan mampu berkarir secara
6. Implementasi K2 yang HCMS global.
selaras dengan UUK. 7. Penerapan sertifikasi 7. Satu sistem manajemen
7. Kesetaraan sistem SDM profesi don level kompetensi SDM dalam pola HCMS.
seluruh korporasi PLN. pegawai. 8. Penerapan HR innovation
8. Penetapan milestone 8. Pengembangan award PLN.
implementasi HCMS. collaborative tools dan 9. Penciptaan PLN sebagai
9. Pengembangan knowledge peningkatan kegiatan CoP organisasi pembelajar.
management (penyusunan untuk mendorong inovasi.
K-Taxonomy, pembangunan
portal KMS KNIFE.

1. Implementation of 3P 1. Refining talent management 1. All top talents being 1. PLN employees who are
Remuneration system system (Talent Pool). international working group competent, productive,
phase1 and 2. 2. Running employee well members. and highly upholding work
2. Implementation of on-line being survey systematically. 2. PLN Competency ethics.
(web-based) performance 3. Cooperating with certification unit is globally 2. Efficient and effective
management system. associations/strategic acknowledged. PLN human resource
3. Formulating and publishing professional institutions. 3. Centralized resource management.
employee ethics and Code of 4. Formulating strategic management. 3. PLN organization that is
Conduct. human resource corporate 4. Centralizing human sound, dynamic and able to
4. Competency directory policy. resource functions. provide the best service to
review. 5. Setting expert and specialist 5. PLN’s Malcolm Baldridge society.
5. Adjustment and refining position levels. Score included in “Emerging
strategic human resource 6. Following up HCMS. industry leader” category.
management system. 7. Applying professional 6. PLN experts and specialists
6. Implementation of K2 in line certification and employee able to pursue global career.
with Manpower Law. competency level. 7. Uniform human resource
7. Accordance in human 8. Developing collaborative management system under
resource systems of all PLN tools and increasing CoP HCMS.
corporates. activities to stimulate 8. PLN human resource
8. Determining milestones of innovation. innovation award.
HCMS implementation. 9. Creating PLN as a learning
9. Knowledge management organization.
development (making
K-Taxonomy, KMS
portal,KNIFE).

Realisasi Pengembangan SDM Human Resource Development Progress


Sampai dengan akhir tahun 2013, pengembangan SDM sesuai Road As of 2013, human resource development referring to the Road Map
Map telah berada pada tahap: is now at the stage of:
1. Implementasi employee well being survey secara sistematis. 1. Systematic employee well-being survey implementation.
2. Penyempurnaan sistem manajemen talenta (Talent Pool). 2. Refining the Talent Pool.

110 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

3. Perumusan kebijakan strategis korporat SDM 3. Formulating strategic corporate human resource policy
4. Implementasi lanjutan Human Capital Management System (HCMS) 4. Follow-up of Human Capital Management System (HCMS)
5. Penerapan sertifikasi profesi dan level kompetensi pegawai 5. Applying professional certification and employee competency level
6. Pengembangan collaborative tools dan peningkatan kegiatan 6. Developing collaborating tools and increasing Community of
Community of Practice (CoP) untuk mendorong inovasi Practice (CoP) activities to stimulate innovation

Untuk mencapai tahapan sesuai road map SDM, maka strategi yang To reach the stages according to the human resource road map,
telah dijalankan adalah memperkuat kinerja organisasi saat ini dan human resource strategies have been executed, i.e. preparing lean
di masa mendatang, mempersiapkan organisasi yang ramping, and lateral organization that is adaptive to meet corporate business
efektif dan adaptif untuk mendukung kebutuhan bisnis perusahaan, needs and expectations, operational authority decentralization and
desentralisasi kewenangan operasional dan sentralisasi kebijakan strategic regulation centralization, standardizing comprehensive
yang bersifat strategis, implementasi kriteria kinerja ekselen, quality management system and implementing excellent
menjalankan Sistem Manajemen SDM yang komprehensif, performance criteria, applying and improving comprehensive
melakukan penyempurnaan Sistem Manajemen Kinerja yang human resource management system in line with business
selaras dengan strategi bisnis, serta meningkatkan keterlibatan strategy, as well as increasing employee participation in the efforts
pegawai dalam pencapaian visi dan misi perseroan. to achieve the corporate vision and mission.

05
PENERAPAN ASAS KESAMAAN KESEMPATAN Application of Equality Principle in
DAN KESETARAAN Opportunity
PLN memberikan kesempatan setara pada seluruh pegawai PLN provides equal opportunity to all employees to
untuk berkembang sesuai dengan kompetensinya. Kesetaraan ini develop according to their competency. Equality does not
tidak mengenal gender, namun berdasarkan pada kemampuan speak of gender, but is based on the employee’s individual
individual pegawai. Setiap tahun Perusahaan menyelenggarakan abilities. Every year the company organizes special training
pelatihan khusus dalam rangka promosi untuk mengisi jabatan for promotion of certain positions as part of the employee
tertentu dan sebagai bagian dari proses kaderisasi pegawai. cadre process.

Adapun jenis pelatihan yang dilaksanakan pada dasarnya terdiri atas: The types of training conducted comprise:
1. Pelatihan Ketrampilan Kompetensi, meliputi 17 jenis pelatihan 1. Competency Skills Training, comprising 17 types of training
sesuai kompetensi bidang tugas, meliputi: Administrasi, Audit, appropriate with the division, namely: Administration, Audit,
Distribusi, Pembangkitan, SDM, Keuangan, Komunikasi, Distribution, Power Generation, Human Resources, Finance,
Produksi Peralatan, Ketenagalistrikan dan sebagainya. Communication, Equipment Production, Electric Power, and so on.
2. Pengembangan Manajemen, meliputi tiga jenis pelatihan 2. Managerial Development, comprising three types of training:
manajemen: Studi/Kajian Manajemen, Jasa Konsultasi Management Studies, Management Consultation Service and
Manajamen dan Seminar/Lokakarya Manajemen. Management Seminar/Workshop.
3. Kursus Manajemen, meliputi 5 jenis pelatihan, yakni: 3. Managerial Course, comprising five types of training: Base-
Supervisory Dasar, Supervisory Atas, Manajemen Dasar, level Supervisory, Senior Supervisory, Base-level Management,
Manajemen Menengah dan Manajemen Atas. Mid-level Management and Senior Management.

PLN juga menerapkan asas kesamaan dalam penempatan PLN also applies equality principle in employee placement in
pegawai sesuai jenjang karir dan dalam pemberian remunerasi. accordance with career path and remuneration. PLN has applied
PLN telah menerapkan Manajemen Kinerja, yang menekankan Performance Management, with emphasis that career path
bahwa jenjang karir dan remunerasi semata-mata ditentukan and remuneration solely depend on employee competency and
oleh kompetensi dan kinerja pegawai, yang dinilai secara periodik performance, measured periodically with individual or group Key
dengan ukuran pencapaian Key Performance Indicator (KPI) Performance Indicator (KPI).
individu dan kelompok.

HUMAN CAPITAL MANAGEMENT SYSTEM HUMAN CAPITAL MANAGEMENT SYSTEM


Dalam menghadapi tantangan bisnis ketenagalistrikan, PT PLN In facing electricity business challenges, PT PLN (Persero) has
(Persero) telah mempersiapkan sumber daya manusia yang prepared its human resources to become professionals with
dimilikinya sehingga menjadi insan-insan profesional, high competency and integrity to support the short-, mid- and
berkompeten dan berintegritas tinggi guna mendukung strategi longterm Company strategies by the internalization of corporate
jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang Perseroan values and culture through the implementation of Human
dengan internalisasi tata nilai dan budaya perusahaan melalui Capital Management System (HCMS) which is characterized as
implementasi Human Capital Management System (HCMS) yang competitive, fair and transparent.
bercirikan kompetitif, adil dan transparan.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 111


Pengelolaan Sumber Daya Manusia/Human Resource Management

HCMS memiliki 7 pilar utama, yakni: i) Sistem Pengembangan HCMS has 7 main pillars, namely: i) Organizational Development
Organisasi dan Perencanaan Tenaga Kerja, ii) Sistem Rekrutmen, and Manpower Planning System, ii) Recruitment System, iii)
iii) Sistem Pengembangan Kompetensi dan Karir, iv) Sistem Competency and Career Development System, iv) Learning
Pembelajaran, v) Sistem Manajemen Kinerja, vi) Sistem System, v) Performance Management System, vi) Appraisal
Penghargaan, vii) Sistem Hubungan Industrial. System, and vii) Industrial Relations system.

HCMS memiliki tujuan utama sebagai pola pengelolaan SDM HCMS’ main objective is to be the human resource management
untuk mendukung strategi dan pencapaian korporat yang selaras system to support strategy and corporate achievements in line
dengan optimasi sumber daya terutama biaya-biaya jangka with the optimization of resources, especially the long-term
panjang Perseroan, yang diberlakukan kepada pegawai yang costs incurred by the Company. This optimization applies to
diangkat sejak tahun 2011 (kualifikasi SMA/SMK) dan tahun 2012 employees recruited since 2011 (of high school/vocational school
(kualifikasi D3, S1/D4, S2 dan Profesional) untuk kemudian secara qualifications) and in 2012 (of D3, S1/D4, S2 and Professional
jangka panjang akan diselaraskan dengan keseluruhan entitas qualifications) and then in the long run will be aligned with the
pegawai yang ada. overall current employees.

Adapun uraian pelaksanaan berbagai kegiatan pengelolaan SDM The PLN human resource management activities based on HCMS
PLN berdasarkan implementasi HCMS tersebut adalah: implementations are described as follows.

1. Sistem Organisasi dan Perencanaan 1. Organizational and Planning System


PLN memperhitungkan beberapa parameter dalam PLN takes several parameters into account in managing human
mengelola SDM agar sesuai dengan kebutuhan organisasi resources to fit the organization needs and business development.
dan pengembangan usaha. Beberapa parameter tersebut Some of these parameters include: the composition of
meliputi: komposisi pegawai unit-unit usaha, ketersediaan business unit’s employee, budget availability, efficiency and
anggaran dan faktor efisiensi serta produktifitas pegawai overall employee productivity as well as business unit factor.
secara keseluruhan maupun menurut unit-unit usaha.

PLN merencanakan rekrutmen pegawai baru dengan PLN plans the recruitment of new employee by considering,
mempertimbangkan antara lain: (i) strategi dan kebijakan among others, the corporate strategies and policy, employee’s
Korporat, (ii) level produktifitas pegawai yang diukur melalui productivity level measured by dividing the energy sold
energi terjual (kWh) dibagi dengan jumlah pegawai yang (kWh) by the total employee target of the current year,
menjadi target pada tahun berjalan, (iii) ketersediaan anggaran availability of the staffing budget, as well as efficiency
kepegawaian, serta (iv)   program efisiensi dan integrasi program integrated to the PLN’s information technology
dengan teknologi informasi yang dilakukan oleh PLN seperti such as the Shared Service Unit (SSU). In the allocating the
Share Service Unit (SSU). Dalam mengalokasikan komposisi employee composition, the inputs of employee composition
karyawan dipertimbangkan pula usulan komposisi   pegawai proposed by PLN units are considered.
yang diajukan oleh unit-unit PLN.

Proses rekrutmen dilaksanakan secara regional The recruitment process is carried out on a regional basis,
sehingga memudahkan calon pegawai dari daerah making it easier for prospective employees from the local area
setempat untuk mengikuti rekrutmen serta mendukung to participate in the recruitment and support the increase of
peningkatan  komposisi karyawan lokal. local employee in the composition.

2. Sistem Rekrutmen 2. Recruitment System


Perusahaan menerapkan kebijakan umum yang menetapkan In the recruitment process, the company implements a general
bahwa proses penerimaan pegawai berawal dari kebutuhan policy which stipulates that the employee recruitment process
unit bisnis (user) dan dalam bagian akhir (wawancara) juga starts from the needs of the business unit (user) and ends with
melibatkan user. interview that also involves user.

Pelaksanaan rekrutmen dilaksanakan berdasarkan rencana The recruitment is based on the workforce needs and longterm
kebutuhan tenaga kerja maupun jangka panjang. Proses considerations. The selection process incorporates third
seleksi melibatkan pihak ketiga dan dilakukan melalui party direction and is implemented to fulfill administrative
pemenuhan aspek administrasi, aptitude test, psikotes, tes requirements, aptitude test, psychological test, medical test, and
kesehatan, dan wawancara. Sebelum diangkat menjadi interview. Before being made a permanent employee,
pegawai tetap, terlebih dahulu para calon pegawai tersebut candidates participate in an orientation program.
mengikuti program orientasi.

112 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

PLN merealisasikan proses rekrutmen untuk jenjang jabatan PLN realizes the open recruitment process for particular
tertentu secara terbuka untuk menjaring calon SDM yang position levels to attract competent and talented candidates.
kompeten dan bertalenta tinggi. Sementara untuk rekrutmen Meanwhile, the regular recruitment of candidates with S1/D4/
rutin bagi calon pegawai dari jenjang pendidikan S1/D4/D3 D3 education backgrounds is performed by Direct Shopping and
dilakukan dengan metode direct shopping dan rekrutmen open to public. Recruitment for fresh graduates is conducted
terbuka. Rekrutmen fresh graduate ini dilakukan secara centrally and under coordination of the Headquarters, while
terpusat dan dikoordinir oleh Kantor Pusat, sedangkan the recruitment for SMA/SMK track is conducted openly and
untuk rekrutmen pekerja dari jenjang pendidikan SMA/SMK viable by respective PLN primary unit.
pelaksanaannya dilakukan terbuka dan dapat dilakukan oleh
masing-masing Unit Induk PLN.

Hasil proses rekrutmen akan dievaluasi tiap tahun, dan The results of the recruitment process will be evaluated each
dilakukan mapping dengan kebutuhan pegawai dari masing- year, and mapped according to each unit employee needs every
masing unit pada tiap periode operasional. Proses rekrutmen operational period. The recruitment of each unit will remain
dari masing-masing unit akan terus dibuka hingga pagu open until the ceiling of the needs of each unit is met.
kebutuhan telah terpenuhi.

05
Pada tahun 2013 PLN telah melakukan berbagai strategi In 2013, PLN performed recruitment strategies as follows:
rekrutmen sebagai berikut: 1. Open recruitment cooperation for S1/D4/D3 levels
1. Kerjasama rekrutmen terbuka tingkat S1/D4/D3 through job fairs and career expo, including at UGM,
melalui even acara Job Fair dan career expo diantaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember and Politeknik
di Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Negeri Bandung;
Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Politeknik
Negeri Bandung;
2. Rekrutmen terbuka tingkat S1/D4/D3 di beberapa kota 2. Open recruitment for S1/D4/D3 levels in
besar di Indonesia meliputi kota Medan, Palembang, some major cities in Indonesia, i.e. Medan,
Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang,
Yogyakarta, Surabaya, Malang, Makassar dan Manado; Yogyakarta, Surabaya, Malang, Makassar and Manado;
3. Rekrutmen khusus bekerjasama dengan beberapa 3. Special recruitment through cooperation with universities
universitas seperti UI, UGM, ITB, Politeknik Negeri including UI, UGM, ITB, Politeknik Negeri Bandung,
Bandung, Undip, Politeknik Negeri Semarang, ITS, Undip, Politeknik Negeri Semarang, ITS, Politeknik
Politeknik Negeri Malang; Negeri Malang;
4. Rekrutmen tingkat SMA/SMK yang dilaksanakan oleh unit 4. Recruitment for SMA/SMK levels held by PLN Units across
PLN di seluruh Indonesia; Indonesia;
5. Program D3 kelas kerjasama pada lima perguruan tinggi 5. D3 program in cooperation with five universities, i.e.
yaitu Universitas Diponegoro, Politeknik Negeri Semarang, Universitas Diponegoro, Politeknik Negeri Semarang,
Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Negeri Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Politeknik Negeri
Malang dan Politeknik Negeri Ujung Pandang. Malang and Politeknik Negeri Ujung Pandang

Jumlah calon Pegawai yang telah diseleksi sampai akhir 2013 The total candidates recruited as of end 2013 was 1,267
adalah 1.267 orang untuk tingkat S1/D4/D3 dan 349 orang employees of S1/D4/D3 level, 349 of high school/vocational
untuk tingkat SMA/SMK. Adapun jumlah Pegawai tingkat S1/ school level. While the number of candidates of S1/D4/D3 level
D4/D3 yang telah diangkat sebagai Pegawai adalah 415 orang. recruited reached 415 employees.

Secara tabulasi, berikut ini adalah tabel pagu dibandingkan Below is the table of ceiling and actual employee recruited:
realisasi pencapaian:

Pagu Kebutuhan Pegawai 2013 Realisasi Pencapaian 2013


Ceiling of Employee Needs 2013 Actual Recruitment in 2013

S1/D4 D3 SMA/SMK S1/D4 D3 SMA/SMK

459 875 349 345 922 349

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 113


Pengelolaan Sumber Daya Manusia/Human Resource Management

3. Sistem Pengembangan Kompetensi dan Karir 3. Competency and Career Development System
PLN melaksanakan sistem manajemen SDM berbasis PLN implements competency-based human resourcing
kompetensi secara konsisten dengan menerapkan management system on condition that executive development
ketentuan bahwa pengembangan eksekutif dilakukan is conducted by improving the human resource competency
melalui peningkatan kompetensi SDM sesuai persyaratan according to each level’s requirements, and management
yang ditentukan untuk setiap level, dan pengelolaan calon of prospective future leaders is conducted by improving
pemimpin masa depan dilakukan melalui penyempurnaan talent management system. For this purpose, PLN has been
sistem talent management. Untuk maksud tersebut, PLN implementing education and training as well as executive
telah melaksanakan program pendidikan dan pelatihan; development programs. carrying out Core Competency
program pengembangan eksekutif; melaksanakan asesmen assessment which aims to understand the competency of the
Kompetensi Inti yang bertujuan untuk lebih memahami employees in a more defined and focused way.
kompetensi pegawai secara lebih pasti dan terarah.

PLN memberikan kesempatan setara pada seluruh PLN provides equal opportunity to all employees to develop
pegawai untuk berkembang sesuai dengan kompetensinya. according to their competency. Equality does not speak
Kesetaraan ini tidak mengenal gender, namun semata-mata of gender, but is based solely on the employee’s individual
berdasarkan pada kemampuan individual pegawai. Setiap abilities. Every year the company organizes special training
tahun Perusahaan menyelenggarakan pelatihan khusus for promotion of certain positions as part of the employee
dalam rangka promosi untuk mengisi jabatan tertentu dan cadre process.
sebagai bagian dari proses kaderisasi pegawai.

Untuk maksud tersebut, PLN telah melaksanakan program For this purpose, PLN has implemented cadre training
Diklat Penjenjangan guna kaderisasi di seluruh jenjang program for all structural position levels, i.e. base-level
jabatan struktural yaitu Supervisor Dasar, Supervisor Atas, supervisor, senior supervisor, base-level manager, mid-level
Manajemen Dasar, Manajemen Menengah dan Manajemen managers and senior managers. Fit and proper test has also
Atas. Selain itu, dilaksanakan pula uji kelayakan dan kepatutan been carried out for the positions above.
dalam proses pengisian setiap jenjang jabatan tersebut.

4. Sistem Pembelajaran 4. Learning System


PLN mengembangkan sistem pembelajaran berjenjang sesuai PLN develops gradual learning system, in accordance
kebutuhan organisasi, dimana. jenis pelatihan terbagi atas with the needs of the organization. In this systems, the
beberapa jenjang mulai dari pelatihan khusus operasional types of training range from special operational training to
hingga pelatihan manajerial. managerial training.

Program pendidikan dan pelatihan meliputi seminar dan Education and training programs include seminars and
kursus yang dilaksanakan baik di dalam dan luar negeri, courses conducted either in Indonesia and abroad, this is aimed
yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pegawai. Di to improve the employee competency. In addition, PLN also
samping itu PLN juga melaksanakan program serupa yang implements similar programs carried out by itself and the Centre
dilaksanakan sendiri oleh PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan for Education & Training Center (Pusdiklat).
dan Pelatihan (Corporate University).

Program pengembangan eksekutif adalah program tugas Executive development program is a learning program for
belajar untuk pegawai yang lulus seleksi untuk melanjutkan employees who are selected to further education at various
jenjang pendidikannya di berbagai perguruan tinggi yang universities in Indonesia and abroad.
berada di dalam maupun di luar negeri.

Diklat Seleksi Pegawai Baru Employee Selection Training


Diklat yang dilaksanakan untuk memberikan pembekalan This training is carried out to deliver educational materials
kepada seorang calon pegawai. Diklat ini dilakukan oleh to prospective employees. Training is conducted by PT
PT PLN (Persero) Pusdiklat, dengan mekanisme diklat yang PLN (Persero) Education & Training Centre, with training
dibagi berdasarkan tingkat pendidikan dan bidang profesi. mechanism that is divided by level of education and profession.

Diklat Profesi Professional Training


Adalah diklat yang dilaksanakan untuk mencapai persyaratan This training is implemented to achieve field competency
kompetensi bidang yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi according to the professional competency requirement, both
jabatan, baik jabatan struktural maupun jabatan fungsional. structural and functional positions.

114 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

Diklat Penunjang Support Training


PLN juga menyelenggarakan Diklat Penunjang, yakni PLN also organizes Support Training, i.e. the training aimed to
diklat yang dilaksanakan untuk menambah kompetensi increase the competency required for the respective position.
yang dipersyaratkan dalam kebutuhan kompetensi jabatan, After completion, employees shall be able to carry out duties of
sehingga nantinya pegawai dapat melaksanakan tugas sesuai the respective position. Trainings that the Company need most
dengan kebutuhan jabatan. Diklat yang menjadi kebutuhan include those in field of Knowledge Management, Procurement,
utama perusahaan meliputi bidang Knowledge Management, Environmental, Law, Management Risk, and Public Relations.
Pengadaan Barang dan Jasa, Lingkungan, Hukum, Manajemen The prioritized fields of this type of training include:
Risiko, Kehumasan dan lain-lain. Bidang-bidang yang accounting, information technology, high-voltage line (SUTET)
menjadi prioritas dalam diklat penunjang meliputi: akuntansi, maintenance techniques, etc.
teknologi informasi, teknik perawatan SUTET, dsb.

Diklat Penjenjangan Leverage Training


Adalah diklat yang dilakukan dalam rangka memenuhi PLN also organizes leverage training, which is done in order
Kebutuhan Kompetensi Jabatan bagi pegawai struktural to meet the need for structural employee Title Competency
yang dilaksanakan dalam bentuk Pendidikan dan Pelatihan held in the form of education and training classes of PT PLN
Penjenjangan dengan PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan (Persero) Education & Training Center (Corporate University)
05
dan Pelatihan (Corporate University) sebagai pelaksana as the main executing unit. Through these training classes
utama. Di dalam diklat Penjenjangan inilah nantinya akan future leaders who have a vision toward the future, rapid
dipilih calon pemimpin yang mempunyai visi ke depan, cepat response to world’s changes and ability to compete with other
tanggap terhadap perubahan yang terjadi di dunia dan mampu countries, will be selected.
bersaing dengan negara lain.

Diklat Pembekalan Masa Purna Bakti Retirement Training


Diklat ini diberikan kepada pegawai yang akan memasuki This training is provided to employees who are about to retire,
masa purna bakti, bertujuan agar pegawai lebih siap dalam aimed to make them more prepared for retirement and have
menghadapi pensiun serta mempunyai kegiatan yang positif positive activities in retirement period.
untuk mengisi masa pensiun.

5. Manajemen Kinerja 5. Performance Management


PLN kini telah menerapkan Sistem Manajemen Kinerja PLN has implemented Employee Performance Management
Pegawai dengan tujuan: i) terwujudnya penilaian kinerja yang System with the following main objectives: i) the establishment
dapat membangun dan membina budaya pembelajar dan of performance assessment to build and promote a culture
berprestasi serta memotivasi pegawai untuk meningkatkan of learning and achievement and to motivate employees to
kompetensi dan kontribusi bagi Perseroan, ii) sebagai increase their competency and contribution to the Company,
pedoman untuk mengevaluasi kinerja pegawai secara ii) as a guideline for evaluating the performance of employees
lebih transparan, terukur, dan obyektif sehingga Perseroan in a more transparent, measurable, and objective way so that
dapat memberikan kompensasi dan atau penghargaan yang the Company can deliver and/or award fairly and in accordance
berkeadilan dan sepadan dengan Kinerja Pegawai selama with Employee Performance in 1 (one) semester work.
bekerja dalam kurun waktu 1 (satu) semester.

Key Performance Indicator (KPI) adalah indikator keberhasilan Key Performance Indicator (KPI) is an indicator of the
dari sebuah organisasi/unit kerja/pejabat pimpinan Unit dan success of an organization/work unit/unit leaders and
individu yang ada dalam Perusahaan. KPI adalah ukuran individuals of the Company. The KPI target is a performance
kinerja itu sendiri, sedangkan target KPI adalah target target that states expected and consensual score standards.
kinerja yang menyatakan standar dan kesepakatan hasil The accordance between KPI and the job description
yang diharapkan dan keselarasannya dengan job description position mainly assures that every employee holds the
jabatan adalah yang utama untuk memastikan setiap pegawai suitable position that is aligned with the main purpose of
memiliki pekerjaan yang berkesesuaian dan selaras dengan the establishment of the position.
tujuan utama dibentuknya jabatan tersebut.

KPI yang terkait dengan bidang SDM diukur melalui Perspektif The KPI’s related to the human resources are based on
SDM berbasis Malcolm Baldrige, yaitu Malcolm Baldridge Human Resource Perspectives, which are
a. Human Capital Readiness a. Human Capital Readiness
b. Organization Capital Readiness b. Organization Capital Readiness

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 115


Pengelolaan Sumber Daya Manusia/Human Resource Management

6. Sistem Penghargaan 6. Reward System


PLN menetapkan besaran remunerasi Pegawai mengacu pada PLN determines the amount of employee remuneration
Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 007.K/DIR/2008 referring to the Decree of the Board of Directors of PT PLN
tentang Sistem Remunerasi Pegawai beserta peraturan (Persero) Number 007.K/DIR/2008 concerning Employee
perubahannya yang terakhir yaitu SK Direksi No.0035.K/DlR/2014, Remuneration System and its revising rules, that every
yakni setiap pegawai berhak atas kompensasi berdasarkan: employee is entitled to remuneration based on:
a. Pay for person (P1), diberikan sebagai Kompensasi atas a. Pay for Person (P1), given as remuneration for
kompetensi individu berdasarkan level kompetensi individual competency based on the competency level
dan Grade; and Grade;
b. Pay for position (P2), diberikan sebagai Kompensasi atas b. Pay for Position (P2), given as remuneration for the value
bobot jabatan yang dibebankan kepada Pegawai yang of employee’s position, describing the know-how, problem
menggambarkan know how, problem solving, accountability; solving, accountability;
c. Pay for performance (P3), diberikan sebagai kompensasi c. Pay for Performance (P3), given as remuneration for the
atas prestasi kerja Pegawai berdasarkan hasil kinerja employee’s performance based on individual or team
yang dicapai baik secara individu atau secara kelompok achievement which is a real and measurable contribution.”
yang merupakan kontribusi nyata dan terukur.”

Selanjutnya, didefinisikan pula bahwa: Furthermore, the decree defines that:


a. “Pay for Person (P1) merupakan Kompensasi tetap a. “Pay for Person (P1) is a fixed monthly employee
bulanan Pegawai, yang terdiri atas Tunjangan Kompetensi compensation, which consists of Competency Benefits
dan Tarif Grade.” and Grade Rate.”
b. “Tunjangan Kompetensi dan Tarif Grade merupakan b. “Competency Benefits and Grade Rate are conversions of
konversi dari unsur-unsur penghasilan Pegawai sebelum employee income elements prior to the enactment of this
diberlakukannya Keputusan ini yang terdiri atas Gaji Dasar, decree, comprising Basic Salary, Basic Allowances, Regional
Tunjangan Dasar, Tunjangan Daerah dan Tunjangan Jabatan.” Allowances and Position Pay.”
c. “Pay for Position (P2) diberikan berupa Tunjangan Posisi c. “Pay for Position (P2) is determined by the following
yang ditetapkan berdasarkan rumusan sebagai berikut: formula:

Tunjangan Posisi = Indeks Daerah x Koefisien Posisi x Tarif Posisi


Pay for Position = Area Index x Position Coefficient x Position Rate

Pay for Performance (P3) diberikan berupa Kompensasi ”Pay for Performance (P3) is compensation given based on
berdasarkan hasil kinerja Pegawai baik secara individu the employee performance, either individual or as a team.”
maupun kelompok.”

Berdasarkan hal-hal diatas, maka remunerasi Pegawai Referring to the above, the remuneration of PT PLN (Persero)
di PT PLN (Persero), didasarkan pada masa kerja yang employees is based on the years of service that is reflected on
direfleksikan skala pada P1, tingkat pendidikan yang the P1 scale, education level reflected on P1 scale, and work
direfleksikan grade pada P1, dan prestasi kerja pada P3. performance reflected on P3 scale.

Komponen P1, mencakup: Gaji tetap, Rp3.246.000 (Pay For P1 components comprise: fixed salary, Rp3,246,000 (BAS
Person/tarif grade BAS – 4E skala 1). grade rate - 4E scale 1)

Komponen P2, mencakup: Pay for Position/Tunjangan jabatan, P2 components comprise: Position pay, Rp602,000 for full
Rp602.000 jika hadir penuh (tunjangan posisi fungsional VI pada attendance (allowance for functional position IV in Executive
Unit Pelaksana di kelompok daerah 2, misal di Kota DKI Jakarta). Unit in region group 2, for example Jakarta city)

Komponen P3, mencakup: Pay for Performance/kompensasi P3 components comprise: Pay for Performance or bonus based
berdasarkan capaian KPI pegawai secara individu dan on employee’s KPI by either individual or team achievement
kelompok yang diberikan tiap semester. provided every semester.

Total gaji pegawai dalam 1 (satu) bulan sebesar Rp3.848.000. Total employee salary of 1 (one) month amounts to Rp3,848,000

116 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI tentang Upah The Governor Regulation of Jakarta concerning Provincial
Minimum Propinsi (UMP) DKI Tahun 2013, ditetapkan UMP Minimum Wage (UMP) of Jakarta in 2013 sets the 2013 UMP
2013 sebesar Rp2.200.000/bulan, sehingga gaji pegawai baru at Rp2,200,000 per month, thus salary of the lowest PT PLN
golongan terendah PT PLN (Persero) di DKI Jakarta tahun (Persero) employee level in Jakarta in 2012 was greater
2013 telah lebih besar daripada UMP Propinsi DKI Jakarta than the Jakarta’s 2013 UMP, at a margin of Rp1,648,000
2013, dengan selisih sebesar Rp1.648.000/bulan. per month.

Selain remunerasi diatas, PLN memberikan paket jaminan In addition to the remuneration above, PLN provides employee
sosial pegawai, meliputi: jaminan kecelakaan kerja, jaminan social security package, which includes: work accident insurance,
kematian, Jaminan Hari Tua; Jaminan Pensiun; Jaminan death insurance, Old Age Insurance; Retirement Insurance;
Pemeliharaan Kesehatan; dan Bantuan Ganti Rugi. Health Care Insurance, and Compensation Assistance.

Untuk jaminan Pensiun, maka bentuk pengelolaannya melalui The pension fund is managed under two schemes, i.e.
dua skema, yakni Dana Pensiun Iuran Pasti dan Dana Pensiun fixed-contribution pension fund program and fixed benefit
Manfaat Pasti. pension program.

7. Hubungan Industrial 7. Industrial Relations 05


PLN berupaya membangun hubungan ketenagakerjaan PLN seeks to build a healthy labor relation, through discussion
yang sehat, melalui pembahasan dan penyusunan kerangka and preparation of a cooperation framework as outlined in the
kerjasama yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama Collective Work Agreement (PKB). PKB is prepared together
(PKB). PKB disusun bersama-sama perwakilan pekerja dalam with workers representative or union, and is to be reviewed
Serikat Pekerja, yang akan ditinjau secara berkala tiap 2 (dua) every 2 (two) years.
tahun sekali.

Sebagai salah satu upaya menciptakan lingkungan kerja yang One of the efforts of creating environment that is conducive for
kondusif, maka pada tanggal tanggal 11 Oktober 2013 telah work, on October 11, 2013, a PKB 2010 - 2012 Addendum was
dilakukan Penandatanganan Addendum PKB 2010 – 2012 di PT signed at PT PLN (Persero) Headquarters. Following that is the
PLN (Persero) Kantor Pusat. Selanjutnya dilakukan Sosialisasi Dissemination of PKB 2010 - 2012 Addendum on November 6
Addendum PKB 2010 – 2012 tanggal 6 – 7 November 2013 ke - 7, 2013 in all Units especially in five cities (Jakarta, Surabaya,
seluruh Unit yang dipusatkan di 5 kota (Jakarta, Surabaya, Medan, Bandar Lampung and Makassar).
Medan, Bandar Lampung, Makassar).

Perseroan meyakini pemberlakuan PKB tersebut akan The Company believes that the PKB application will give a
memberi andil besar bagi terciptanya suasana kerja yang large contribution to the creation of better work conditions,
semakin kondusif, yang memungkinkan seluruh pegawai which allow all employees to make their best efforts and
dapat memberikan kemampuan terbaiknya dan meyakini believe that their hard work will be fairly compensated by
bahwa kerja kerasnya akan mendapatkan imbalan yang layak the Company.
dari perusahaan.

Pada PKB dimuat hak dan kewajiban perusahaan dan pekerja PKB contains the rights and obligations of employers in
secara seimbang, dengan maksud untuk: balance between the Company and employees. The PKB is
a. Memberi kepastian hak dan kewajiban Perusahaan dan aimed at:
Pekerja yang meliputi: hubungan industrial, syarat-syarat a. Provide certainty of rights and obligations of the Company
kerja, serta Tata Tertib Perusahaan; and its workers in the fields of: industrial relations,
b. Memperteguh dan meningkatkan kerjasama antara working conditions, and the Company’s Code of Conduct;
Perusahaan dan Pekerja; b. Strengthen and enhance cooperation between the
c. Mengatur cara penyelesaian perbedaan pendapat secara company and workers;
adil sehingga tidak mengarah pada perselisihan dan setiap c. Set the way of resolving disagreements fairly so as not
perbedaan akan selalu diselesaikan melalui musyawarah leading to disputes and any disagreement will always be
untuk mufakat. settled through discussion to reach agreement.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 117


Pengelolaan Sumber Daya Manusia/Human Resource Management

Selain penandatanganan PKB, berbagai kegiatan Hubungan In addition to the PKB ratification, the industrial relations
Industrial yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2013, activities that were conduction in 2013 include:
mencakup:
a. Menangani kasus gugatan DPD SP PLN Distribusi Jateng a. Handling the PLN Central Java Distribution workers union
mengenai Kesetaran Gaji Dasar antara PT PLN (Persero) DPD lawsuit regarding Basic Salary Equality between
dengan Anak Perusahaan PT PLN (Persero) No. perkara PT PLN (Persero) and PT PLN (Persero) Subsidiary case
468K/Pdt.Sus/2010 sampai dengan tahap Peninjauan number 468K/Pdt.Sus/2010 until Judicial Review stage.
Kembali (PK).
b. Memberikan saran dan supervisi kasus–kasus b. Providing suggestions and supervision over Industrial
Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) dan serta kasus- Relations Dispute cases and cases related to the
kasus yang berkaitan dengan implementasi Peraturan implementation of Employee Disciplinary rules.
Disiplin Pegawai.
c. Merencanakan pertemuan periodik dengan Serikat c. Planning periodic meetings with the workers union in
Pekerja (SP) dalam forum Lembaga Kerjasama Bipartit Bipartite Cooperation Institution (LKS).
(LKS Bipartit).
d. Menyepakati penyelesaian perselisihan 9 (sembilan) Kep d. Approving the settlement to dispute of nine PLN Director
Dir PLN melalui Perundingan Bersama Serikat Pekerja Decisions through Negotiation with Workers Union.
e. Menginventarisir dan membuat rekapitulasi data e. Inventorying and recapitulating the Industrial Relations
Perselisihan Hubungan Industrial serta penyelesaian Dispute data and settlement of PLN Unit Employee
kasus-kasus Pelanggaran Disiplin Pegawai Unit-unit PLN. Disciplinary Violation cases.
f. Koordinasi penanganan masalah-masalah Hubungan f. Coordinating Industrial Relations response regarding
Industrial terkait dengan penyerahan sebagian outsourcing with related organizations (Manpower and
pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain Academic Bureau).
(outsourcing) dengan instansi terkait (Dinas Tenaga Kerja
dan Akademis).
g. Menangani penyelesaian kasus terkait dengan Keputusan g. Handling complaints from employees related to Decree No.
Direksi No. 025.K/DIR/2011 tentang Perkawinan Antar 025.K/DIR/2011 on Inter-staff Marriage by rehabilitating
Pegawai dengan merehabilitasi pegawai yang terkena the employees affected by the decree.
dampak SK tersebut.
h. Melakukan knowledge sharing Hubungan Industrial di PT h. Sharing knowledge of industrial relations at PT PLN
PLN (Persero) Wilayah Riau Mengikuti Forum Hubungan (Persero) Riau by attending the Industrial Relations Forum
Industrial yang diselenggarakan Kemenakertrans dengan organized by the Manpower Ministry under the theme of
tema membangun Hubungan Industrial Yang Harmonis, ‘building harmonious, dynamic industrial relations to
Dinamis untuk meningkatkan kesejahteraan bekerja atau improve labor welfare and competitiveness’.
buruh dan daya saing.
i. Membentuk Lembaga Kerjasama Bipartit dan melakukan i. Founding Bipartite Cooperation Institution (LKS) and
rapat koordinasi awal dengan LKS Bipartit pihak holding initial coordinating meetings with Bipartite LKS,
Manajemen Menginventarisasi kegiatan Hubungan the Management inventoried the industrial relations
Industrial di Unit seluruh Indonesia melalui surat Divisi activities in Units across Indonesia through HR Division’s
SDM perihal Laporan Pelaksanaan Sosialisasi Addendum letter on PKB 2010 - 2012 Addendum Dissemination
PKB 2010 – 2012, Laporan LKS Bipartit, dan Masukan Report, Bipartite LKS report and inputs of PKB
Bahan Perundingan PKB. negotiation materials.

8. Program Dana Pensiun 8. Pension Fund Program


Dana Pensiun PLN merupakan Badan Hukum yang terpisah Dana Pensiun PLN is a separate legal entity from its Founder
dari Pendirinya dan bertugas mengelola dana yang dihimpun and it manages funds funded by contributions from the
dari iuran pensiun untuk menjamin dan memelihara pension fees to ensure and maintain the sustainability of
kesinambungan penghasilan setelah berhenti bekerja bagi post-retirement earnings of the Member and the Beneficiary
Peserta dan Pihak Yang Berhak (Janda/Duda/Anak). (Widow/Widower/Child).

Tujuan pendirian Dana Pensiun PLN adalah untuk The purpose of establishment of the Dana Pensiun PLN is to
menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) organize Fixed-Benefit Pension Plan (PPMP) for employees
bagi pegawai PT PLN (Persero) beserta anak perusahaannya of PT PLN (Persero) and the co-founding subsidiaries, i.e. PT
yang menjadi Mitra Pendiri, yaitu PT Indonesia Power, PT Indonesia Power, PT Pembangkit Jawa Bali, PT PLN Batam
Pembangkit Jawa Bali, PT PLN Batam dan PT Indonesia and PT Indonesia Comnets Plus.
Comnets Plus.

118 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

Penyelenggaraan program pensiun ini khusus bagi The plan particularly applies for employees of the founders
pegawai pendiri dan mitra pendiri yang diangkat menjadi and the co-founders who were employed prior to January
pegawai sebelum Januari 2012. Seiring dengan peralihan 2012. Along with the transition of legal entity from the General
bentuk hukum Perusahaan Umum Listrik Negara menjadi Electricity Company to Corporation (Persero), Dana Pensiun of
Perusahaan Perseroan (Persero), Dana Pensiun Perusahaan General Electricity Company was changed to Dana Pensiun PT
Umum Listrik Negara diubah menjadi Dana Pensiun PT PLN PLN (Persero), or Dana Pensiun PLN (DP-PLN).
(Persero), atau disebut juga Dana Pensiun PLN (DP-PLN).

Saat ini yang berlaku adalah Peraturan Dana Pensiun dari Currently, the applicable rule is the Dana Pensiun PT PLN
Dana Pensiun PT PLN (Persero) Tahun 2013 sesuai Keputusan (Persero) Regulation of 2013, according to the Decree of the
Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-481/NB.1/2013 tanggal Financial Service Authority (OJK) No. KEP-481/NB.1/2013
11 September 2013. dated September 11, 2013.

Untuk melaksanakan ketentuan tentang program pensiun, To implement the provisions of the pension plan, Procedures
maka disusun Prosedur dan Petunjuk Pelaksanaan and Implementation Guidelines for Pension Plan have been
Penyelenggaraan Program Pensiun berdasarkan Peraturan made according to Pension Fund Regulation of the Dana
Dana Pensiun dari Dana Pensiun PT PLN (Persero). Saat ini Pensiun PT PLN (Persero). Currently the rule in force is in
05
yang berlaku adalah sesuai Edaran Direksi PT PLN (Persero) accordance with PT PLN (Persero) Board of Directors Circular
Nomor 008.E/DIR/2013 tanggal 18 November 2013. Number 008.E/DIR/2013 dated November 18, 2013.

PROFIL SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources Profile


Jumlah sumber daya manusia PT PLN (Persero) dan anak The total employee of PT PLN (Persero) and its subsidiaries up
perusahaan sampai akhir 2013 berjumlah 63.204 pegawai terdiri to late 2013 was 63,204, comprising 41,346 employees of PT PLN
dari 41.346 pegawai PT PLN (Persero) dan 21.858 pegawai anak (Persero) and 21,858 employees of subsidiaries, rose at 31.74%
perusahaan, meningkat sebesar 31,74% dari tahun 2012 yang from 47,976 employees in 2012. The composition of PLN employee
jumlahnya 47.976 pegawai. Komposisi pegawai PLN berdasarkan by management level is illustrated in the table below.
level manajemen dapat dilihat pada tabel berikut.

Seluruh pegawai PLN tersebut berstatus pegawai tetap. All those PLN employees are permanent employees.

Jumlah Pegawai PLN Berdasarkan Level Manajemen


Composition of PLN Management Level Employees

Tingkat 2013 2012 2011 Level

Manajemen Atas 84 81 80 Senior Management

Manajemen Menengah 328 343 358 Mid-level Management

Manajemen Dasar 868 890 1.003 Base-level Management

Supervisor Atas 2.285 2.106 2.409 Senior Supervisory

Supervisor Dasar 4.232 4.791 8.085 Base-level Supervisory

Fungsional 33.549 33.187 29.279 Functional

Anak Perusahaan 21.858 6.578 6.401 Subsidiary

Total 63.204 47.976 47.615 Total

Berdasarkan tingkat pendidikan, jumlah pegawai PLN yang By education level, the number of PLN employee with education
berlatar belakang pendidikan di bawah D1 adalah 24.847 pegawai background under D1 is 24,847, which is a decrease compared to
atau mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. the previous year. While the number of employees with education
Sedangkan jumlah pegawai yang berpendidikan D3, S1, S2 dan S3 of D3, S1, S2 and S3 experienced an increase.
mengalami kenaikan.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 119


Pengelolaan Sumber Daya Manusia/Human Resource Management

Jumlah Pegawai PLN Berdasarkan Tingkat Pendidikan


Number of PLN Employee by Management Level
LEVEL 2013 2012 2011
< D1 24.847 25.011 25.257
D2 _ _ _
D3 6.068 6.046 5.776
S1 Bachelors 9.413 9.335 9.199
S2 Masters 1.014 1.004 967
S3 PhD 4 2 5
Anak Perusahaan Subsidiary 21.858 6.578 6.401
Total 63.204 47.976 47.615

Berdasarkan usia maka jumlah pegawai PLN paling banyak By age, the largest number of PLN employees is those over 46
berada pada rentang usia 46 tahun ke atas, kemudian disusul usia years old, followed by below 30.
di bawah 30 tahun.

Jumlah Pegawai PLN Berdasarkan Kelompok Usia


PLN Employee Composition by Age Grouping
LEVEL 2013 2012 2011
< 7.241 7.398 6.444
26-30 6.786 5.743 5.063
31-35 2.731 1.791 1.503
36-40 1.369 2.083 2.497
41-45 4.394 4.661 4.745
46-50 6.579 8.754 9.631
>50 12.246 10.968 11.321
Anak Perusahaan Subsidiary 21.858 6.578 6.401
Total 63.204 47.976 47.615

Berdasarkan data-data demografi tersebut diatas, tampak bahwa From the demographic data above, from education aspect,
dari sisi pendidikan, PLN memiliki komposisi SDM dengan porsi PLN has human resource composition with quite dominant
lulusan sampai dengan D-1 cukup dominan, mencapai angka portion of up to D1 graduates, over 50%. While from age
diatas 50%. Sementara dari sisi usia, sekitar 26% SDM telah aspect, around 25% of human resources are of above 50 years
memasuki usia diatas 50 tahun dan 39% telah memasuki usia and 39% over 46 years.
diatas 46 tahun.

Data demografi pendidikan tersebut menunjukkan bahwa The educational demographic data above demonstrate that
dari sisi kompetensi dasar, PLN harus mulai meningkatkan from basic competency aspect, PLN has to start increasing the
kualifikasi SDM yang dimilikinya, agar lebih sesuai dengan qualification of its human resources, so as to be in line with
tuntutan perkembangan. Sementara dari demografi menurut the development demand. Meanwhile, from age demography,
usia, maka berarti dalam beberapa tahun kedepan, PLN harus it can be extracted that in the next few years PLN has to
mempersiapkan tambahan SDM yang memasuki usia pensiun prepare more human resources who will retire, totaling more
dengan jumlah diatas 10.000 orang. than 10,000 employees.

Dengan memperhatikan ketersediaan SDM dan keharusan Considering the human resources availability and the necessity of
mengembangkan kegiatan operasional agar dapat memenuhi developing operational activities to meet all Indonesian people’s
kebutuhan listrik seluruh masyarakat Indonesia, jelas bahwa PLN electricity needs, PLN clearly faces an uneasy task. To manage
menghadapi tugas yang tidak ringan. Untuk mengelola SDM yang the human resources so as to make maximum contribution to
ada agar dapat memberikan sumbangsih maksimal kepada kinerja its operational performance, PLN applies the human resources
operasional, PLN menerapkan sistem manajemen SDM, yakni management system called Human Capital Management System,
Human Capital Management System, yang mencakup pengelolaan which comprises management of all functions of employee
seluruh fungsi penambahan, pengembangan kompetensi, addition, competency development, performance assessment and
penilaian kinerja, dan sebagainya, hingga persiapan purna bakti. retirement preparation.

120 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

TINGKAT TURN-OVER EMPLOYEE TURNOVER


Dengan berbagai upaya pengelolaan SDM yang dilakukan secara With a wide range of efforts in human resources management
adil, transparan dan berimbang, Perseroan berhasil menciptakan undertaken fairly, transparently and evenly, the Company
lingkungan kerja yang kondusif bagi segenap pegawai. Hal ini succeeded in creating a conducive working environment for all
dapat dilihat dari rendahnya tingkat turn-over pegawai. employees. This is reflected in the low level of employee turnover.

Pada tahun 2013 tercatat hanya ada 2.068 pegawai PLN yang In 2013 there were only 2,068 PLN employees stopped working,
berhenti, atau berarti yang hanya mencapai 3,27% dari total meaning only 3.27% of the total PLN employees as of the end of
pegawai PLN per-akhir tahun yang mencapai 63.204 pegawai. the year, i.e. 63,204 employees. As many as 1,659 employees or
1.659 orang atau 2,62% dari pegawai yang berhenti tersebut 2.62% of those employees retired under normal circumstances,
adalah karena faktor alami (pensiun), 140 orang karena meninggal 140 passed away and 269 left the Company at their own request.
dunia dan 269 orang karena permintaan sendiri dan pensiun dini. Meanwhile in 2013, PLN hired 1,616 new employees for a variety
Di sisi lain pada tahun 2013, PLN telah merekrut 1616 pegawai of positions.
baru untuk berbagai posisi tertentu.

DAMPAK KEUANGAN PENGELOLAAN SDM Financial Impact of HR Management


Setiap tahun PLN menganggarkan sejumlah dana yang memadai PLN allocates adequate budget every year to assure the 05
untuk memastikan dipenuhinya kesejahteraan pegawai. Selain fulfillment of the employee’s welfare. In addition to compensation
dimaksudkan sebagai imbalan atas jasa pegawai, dana belanja to the employee’s service, personnel expenditure is also aimed to
pegawai dimaksudkan sebagai insentif agar setiap pegawai be incentives to encourage employees to do their daily duty at
tergerak untuk memberikan kemampuan terbaiknya dalam their best.
melakukan tugasnya sehari-hari.

Oleh karena itu, pada umumnya dana belanja pegawai PLN setiap Therefore, in general PLN’s personnel expenditure increases
tahun meningkat. Peningkatan tersebut bukan semata pengaruh every year. This is not solely influenced by the employee
penambahan pegawai, namun selaras dengan kenaikan skala addition, but rather in line with the larger business scale. To
usaha. Agar ada kesesuaian antara jumlah SDM dengan skala set a balance between the number of human resources and the
usaha, PLN merealisasikan program pelatihan dan pengembangan business scale, PLN conducts employee competency training
kompetensi pegawai. and development programs.

Dengan demikian, maka dampak keuangan pengelolaan SDM For this reason, the impact on HR management’s finance is that it
terdiri dari dua bagian besar, yakni menyangkut pemberian imbal comprises two main parts, one relates to remuneration (personnel
jasa (beban pegawai) serta penyediaan anggaran pelatihan dan expense) and the other, budget allocation for competency training
pengembangan kompetensi. and development.

Beban Pegawai Personnel Expense


Seperti tampak pada uraian “Ikhtisar Rugi Laba Komprehensif” As described under the “Overview of Comprehensive Profit and
beban pegawai PLN tahun 2013, naik 8,0% dari Rp14.401,0 miliar Loss Statements,” PLN’s personnel expense in 2013 rose 8.0% to
di tahun 2012 menjadi sebesar Rp15.555,1 miliar di tahun 2013. Rp15,555.1 billion from Rp14,401.0 billion in 2012. The personnel
Beban kepegawaian tersebut terdiri dari: imbalan kerja, Gaji, Jasa expense account comprises: Employee Benefits, Salaries, Bonus
produksi dan insentif prestasi kerja, Tunjangan dan Lain-lain. and Performance Incentives, Allowances and Others.

Total Biaya Pendidikan dan Pelatihan 2013 Total Education and Training Expense 2013
Secara total, pada tahun 2013, PLN Pusdiklat telah melaksanakan In total, in 2013 PLN Training Center has implemented training
program-program pelatihan baik yang berasal dari PLN, anak programs from PLN, PLN subsidiaries, and external parties, with
Perusahaan, maupun pihak eksternal, dengan total realisasi the total training budget realization of Rp284.44 billion.
anggaran diklat sebesar Rp284,44 miliar.

Mengingat besarnya biaya pegawai dan biaya yang dikeluarkan Considering the high personnel expense and expenses incurred
untuk mendukung program peningkatan kompetensi, dalam to support competency enhancement program, PLN takes into
melakukan penambahan pegawai maupun melaksanakan account, among others, employee productivity level in adding the
program menyangkut kepegawaian, PLN mempertimbangkan number of employee or conducting personnel-related programs. In
ukuran produktifitas pegawai sebagai salah satu butir yang connection with this, training programs show positive correlation
diperhatikan. Dalam kaitan ini, pelaksanaan program pelatihan, with employee productivity that is measured by unit of energy sold
menunjukan memiliki korelasi positif dengan produktivitas per employee, as illustrated in the table below.
pegawai yang diukur melalui satuan energi terjual per pegawai,
seperti ditunjukkan pada tabel berikut.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 121


Pengelolaan Sumber Daya Manusia/Human Resource Management

Produktifitas Pegawai (Energi terjual (kWh jual/jumlah pegawai)*


Employee Productivity (Energy sold (kWh of sales/number of employees) *
Tahun Year Produktivitas Pegawai Employee Productivity
2011 3.792,1 MWh/pegawai MWh/employee
2012 4.159,1 MWh/pegawai MWh/employee
2013 4.487,4 MWh/pegawai MWh/employee

* Produktivitas pegawai tanpa anak perusahaan.


* Employee productivity without subsidiary.

PENINGKATAN BUDAYA UNGGUL DAN Enhancement of Excellence Culture and


INTERNALISASI NILAI-NILAI BUDAYA KORPORAT Internalization of Corporate Cultural
Values
Pembentukan dan peningkatan Budaya Unggul merupakan bagian The establishment and enhancement of Excellence Culture is part
dari upaya memotivasi pegawai agar senantiasa berkinerja dan of the effort to motivate employees to continuously perform and
memberikan kontribusi terbaik bagi perseroan. make the best-possible contribution to the Company.

Program pembentukan dan peningkatan budaya unggul yang The program of establishment and enhancement of excellence
dilakukan pada tahun 2013, diantaranya: culture that was implemented in 2013 covered, among other things:
1. Penyusunan Action Plan Hasil survey budaya terkait KPI 1. The compilation of Action Plan based on results of cultural survey
SDM Unit diselaraskan dengan program PLN Bersih yang concerning Unit HR KPI is adjusted to the Clean PLN program. The
menghasilkan 2 Action Plan dan telah disebarkan ke Unit. output is two Action Plans that has been disseminated to Units.
2. Menyusun materi pembelajaran terkait: 2. Compiling learning materials about:
a. Strategic Corporate Culture telah selesai dan akan a. Strategic Corporate Culture, which has been completed
divalidasi. and will be validated.
b. Pelopor PLN Bersih. b. Clean PLN pioneers.
3. Memfasilitasi Mentoring terkait KPI DIR SDM terkait HCR: 3. Facilitating Mentoring related to Human Resources Board of
Kesiapan Motivasi Kerja, dan OCR: Kesiapan Budaya Kerja. Directors KPI particularly HCR: Work motivation preparedness
and OCR: Work Culture preparedness.
4. Memfasilitasi mentoring cascading KPI terkait PLN Bersih 4. Facilitating KPI mentoring cascading related to Clean PLN in
terhadap 3 Unit Pilot Project. 3 Pilot Project Units.
5. Melakukan pelatihan pelopor (change agent) PLN Bersih untuk 5. Holding Clean PLN change agent training in 13 pilot
13 Unit pilot project. project units.
6. Melakukan pelatihan mentor PLN Bersih sebanyak 13 orang. 6. Holding Clean PLN mentoring training for 13 people.
7. Melaksanakan Training of Trainer (TOT) Gratifikasi sampai 7. Holding Gratification Training of Trainer (TOT) up to batch 2.
dengan angkatan 2.
8. Melakukan asesmen Integritas dan Implementasi PLN Bersih 8. Conducting assessment of Clean PLN Integrity and
berupa survey kuantitatif terhadap eksternal (vendor) dan Implementation in the form of quantitative survey on external
internal (Pegawai), diakhiri dengan Assessment Kualitatif (vendor) and internal (employee), and subsequently qualitative
terhadap 13 unit pilot project. assessment of 13 pilot project units.
9. Survey Employee Engagement Survey (EES) tahun 2013. 9. The Employee Engagement Survey (EES) 2013.
10. Membuat buku Laporan Employee Engagement Survey (EES) 10. Composing the Employee Engagement Survey (EES)
tahun 2013. 2013 book;
11. Melakukan verifikasi dan validasi materi Change Management 11. Verifying and validating the material of Change Management
untuk level basic, intermediate, dan advanced. of basic, intermediate and advanced levels.

PLN meyakini berbagai pencapaian dan pertumbuhan kinerja PLN believes that achievements and growth in performance is
yang diperoleh hingga saat ini merupakan wujud nyata dari a concrete manifestation of the hard work and dedication of all
kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai Perseroan. Keyakinan Company employees. This belief fosters the notion that human
ini menumbuhkan pemahaman bahwa SDM merupakan unsur resources is the most important driver of all business operations
penggerak terpenting dari seluruh operasional bisnis yang carried out by PLN and is the key to successful business
dilaksanakan oleh PLN dan menempatkan SDM sebagai kunci development in the future.
sukses pengembangan usaha di masa mendatang.

122 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

Lomba Inovasi
Mengasah Kompetensi, Meningkatkan
Efisiensi, Mencatatkan Prestasi
Innovation Contest
Sharpening Competency, Improving Efficiency, Making
Achievement

Salah satu cara yang ditempuh PLN untuk memastikan One of the measures PLN takes to assure the
tersedianya Sumber Daya Manusia yang berkompetensi availability of highly competent Human Resources 05
tinggi adalah penyelenggaraan Lomba Inovasi. Melalui is holding the Innovation Contest. Through the
Lomba Inovasi, tambahan kompetensi SDM yang diperoleh Innovation Contest, the human resource competency
melalui jalur pendidikan formal, pelaksanaan program from formal education, training programs and work
pelatihan maupun dari pengalaman kerja akan terasah dan experience will sharpen and surface as beneficial
mengkristal muncul kepermukaan menjadi ide-ide kreatif creative ideas. Ultimately these ideas will further
yang berguna. Pada akhirnya ide-ide tersebut akan semakin improve the concerned employee’s competency and
meningkatkan kompetensi SDM yang bersangkutan dan motivate other employees to also make creations.
memotivasi SDM lainnya untuk ikut berkarya.

Meyakini manfaat yang dapat dipetik dari penerapan Believing in the fruits that can be borne from both small
inovasi-inovasi ringan maupun berat dalam mendukung and large innovation implementations in supporting the
kinerja korporasi dalam jangka panjang, PLN setiap long-term corporation performance, PLN has annually
tahun menyelenggarakan lomba inovasi sejak tahun 2005. held the innovation contest since 2005. The series of
Rangkaian lomba inovasi membuat PLN telah mencatat innovation contest resulted in 1,800 creations made
lebih dari 1.800 inovasi yang dihasilkan dari kerja keras through the hard work of PLN’s employees, most of which
para karyawan yang sebagian besar diaplikasikan menjadi are applied as solutions to daily operational activities
solusi bagi kegiatan operasional harian serta mendukung and support the Company’s development. Through this
perkembangan perusahaan. Atas kiprahnya tersebut, PLN achievement, PLN won the ‘Corporate Innovation Culture
meraih penghargaan “Corporate Innovation Culture & & Management 2013’ award from the Ministry of State-
Management 2013” dari Kementerian BUMN dalam ajang Owned Enterprises at the SOE Innovation Expo & Award
BUMN Innovation Expo & Award 2013 di Jakarta. 2013 in Jakarta.

Rangkaian acara lomba inovasi yang dilakukan di lingkup The series of innovation contest held in PLN premises
PLN dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional for commemorating National Electricity Day, is called
(HLN), dikenal dengan nama KNIFE (knowledge sharing, KNIFE (knowledge, science and technology English
lomba karya inovasi, pameran inovasi, science and contest), which in 2013 resulted 101 innovations.
technology english contest), yang pada tahun 2013, kegiatan
lomba inovasi menghasilkan 101 karya inovasi.

Dengan jumlah inovasi yang terus bertambah, PLN meyakini With growing number of innovations, PLN believes that
kinerja perusahaan akan semakin baik. its performance will be better.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 123


Pengembangan Teknologi Sistem Informasi/Information Technology System Development

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI


Information Technology System Development

erasi
sa PLN dan op
m er ea lis as ik an layanan ja rkini, yang
pasti asi te
PLN bergerak dukungan Teknologi Inform ai kaidah IT-Governance
ri an be rb as is ta si ka n se su
ha en iasa
n dan di implem untuk senant
dikembangka i wujud dari komitmen PLN sahaan.
ga Pe ru
terbaik, seba aktek terbaik Tata Kelola
pr
menerapkan the latest
en tl y in realizing ily
PLN is mov
ing co n si st ices and da
ec h n o lo g y -based serv m en te d in line
Informatio
nT
ev el o p ed a nd imple th e form
of PLN, d This is
operations o v er n a n ce principles. C o rp o rate
t IT-G the Goo d
with the bes a p p ly in g
mitment in .
of PLN’s com at all times
er n a n ce b est practices
G o v

Mengikuti pesatnya perkembangan teknologi sekarang ini, serta To keep up with the rapid technology growth today and support
untuk mendukung proses bisnis yang lebih cepat, akurat dan the faster, more accurate and accountable business process, PLN
akuntabel, maka PLN mengembangkan peran sistem operasi develops IT-based operating system as an “enabler”, that is a
berbasis teknologi informasi sebagai “enabler”, yaitu sistem system that can support and address all the challenges of rapid
yang mampu mendukung dan menjawab seluruh tantangan and accurate operation growth.
pertumbuhan operasi yang cepat dan akurat.

Hal tersebut membuat Divisi Sistem Informasi harus selalu This is why the Information System Division must always look
memandang ke depan untuk mendapatkan informasi terkini ahead to obtain the latest information on technology development,
mengenai perkembangan teknologi, mengevaluasi teknologi evaluate the current business process technology and strive to
proses bisnis sekarang dan melakukan upaya peningkatan improve its performance to enhance the company’s value.
kinerja-nya untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Sehubungan dengan tujuan tersebut, PLN mengembangkan In connection with these objectives, PLN develops IT application by
aplikasi teknologi informasi, dengan bergerak dari model shifting from a distributed model to a centralized and standardized
distributed menuju sistem yang terpusat dan standar, melalui application by strengthening the network infrastructure, data
penguatan infrastruktur jaringan, peningkatan pengolahan data processing and data center reliability.
dan keandalan data center.

Mengacu pada pelaksanaan program PLN IT Strategic Plan (2002) With reference to the implementation of PLN’s IT Strategic plan
dan PLN IT Master Plan (2004), maka secara bertahap aplikasi- (2002) program and PLN’s IT Master Plan (2004) programs,
aplikasi berbasis teknologi informasi yang tersebar mulai the business unit or function-wise locally distributed IT-based
distandarisasikan dan pengelolaannya dilakukan secara terpusat applications started to be gradually standardized and centrally
sebagai sistem aplikasi teknologi informasi korporat, seperti managed as in integrated corporate IT application system as
terlihat pada gambar di bawah ini: illustrated below:

124 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

SIMMAT EPROC Active Directory Email

PRC-EAM

SIMMAT MAT-ERP PRC-ERP SCADA SCD-DIS SIMDIS KMDEV


EAM
P2T-DIS
SAT-KEU
DOC
Management
SIMKEU EAM-ERP DIS-CC
AMR
GLM-KEU KEU-ERP
AMR-P2T Web Portal

GL-Magic
ERP
Budget Planning ERP-P2A P2APST P2A-P2T AP2T P2T-CC Call Center
APP EUC

P2A-QPR P2T-SLM DIS-SLM 05


Talent Pool

SPG Tlp PMO


QPR SILM
SIPEG SPG-ERP

SPG-SKP

SIMKP/SMUK SKP-ERP DASHBORD

STRATEGI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI Pln It Development Strategy


INFORMASI PLN
Pengembangan sistem teknologi informasi PLN secara konsisten The consistent development of PLN’s IT systems is aimed to
diarahkan untuk mengubah penggunaan aplikasi-aplikasi yang change the use of local applications into shared services of
bersifat lokal menuju teknologi informasi yang bersifat shared IT so as to drive operational efficiencies. This process goes
services guna mendorong efisiensi operasional. Proses tersebut with input process and operating system standardization and
disertai dengan standarisasi proses input maupun sistem operasi further towards Business Shared Services, where the sharing
hingga akhirnya bermuara kepada Business Shared Services, dimana process is not only for the IT operational aspects, but further
proses sharing tidak terbatas hanya pada aspek operasional teknologi to the level of daily business operations. PLN has developed
informasi semata melainkan lebih jauh, hingga menjangkau and applied Information Technology Road Map (ITRM) as
level operasional bisnis sehari-hari. PLN telah menyusun dan guidelines for the IT development at PT PLN (Persero) leading
mengaplikasikan Information Technology Road Map (ITRM) sebagai to Centralized, Integrated and Standardized IT services. This is
pedoman arah pengembangan teknologi informasi di PT PLN aimed to support the realization of reliable IT Shared Services
(Persero) menuju layanan teknologi informasi yang Centralized, and Business Shared Services.
Integrated dan Standardize dalam rangka mendukung terciptanya IT
Shared Services dan Business Shared Services yang handal.

Layanan teknologi informasi terpusat (centralized) adalah bentuk Centralized IT service is a form of IT service where all the data
layanan teknologi informasi dimana seluruh data dan informasi and information are stored in one Service Center, which according
ditempatkan pada satu Pusat Layanan yang rencananya berada to plan would be located at PLN Headquarters. Through this
di PLN Kantor Pusat. Melalui pemusatan tersebut, maka centralization, the integration of various forms of IT-based
penggabungan berbagai bentuk layanan berbasis teknologi services can take place more easily and affordably. Furthermore,
informasi dapat berlangsung dengan lebih mudah dan murah, when the integrated input and the operational system have all
terlebih jika sistem input dan operasional yang digabungkan been standardized, all users would have equal preferences in each
telah distandarisasikan, sehingga semua pengguna mempunyai business process.
preferensi yang sama pada setiap proses bisnis.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 125


Pengembangan Teknologi Sistem Informasi/Information Technology System Development

Strategi pengembangan teknologi informasi dilakukan The IT development strategy is taken based on the principles as
berdasarkan prinsip-prinsip: follows:
1. Sentraliasasi informasi dan Desentralisasi proses, yaitu 1. Information centralization and Process decentralization,
bahwa semua data dan informasi dari sistem yang dibangun where all the data and information of the system built will be
akan dipusatkan pada sebuah data center, sedangkan centralized to a data center, while data and information use
penggunaan data dan informasi dapat di-share ke Unit PLN di will be shared with PLN Units across Indonesia.
seluruh Indonesia.
2. Standarisasi Proses Bisnis, berarti sistem yang dibangun 2. Business Process Standardization, meaning the system built
secara korporat akan mendukung proses bisnis yang sama di at corporate scope will support the same business process in
seluruh Unit PLN. all PLN Units.
3. Transparansi, yang berarti seluruh aktivitas terlihat nyata dan 3. Transparency, meaning visible activities and clear
adanya tanggung gugat yang jelas pada peran manajemen, accountability in the management roles, so that the parties
sehingga pihak yang memiliki otoritas adalah pihak yang having the highest authority are the most responsible for the
paling bertanggung jawab atas keberhasilan pengembangan. development success.
4. Integrasi dan Shared Services, berfokus pada pengembangan 4. Integration and Shared Services, focused on the development
proses bisnis untuk menekan biaya melalui pengembangan of business processes to reduce costs through the development
sistem terstandarisasi dan mampu memberikan layanan of standardized systems and to be able to provide highest
dengan kualitas terbaik. quality services.
5. Security dan Disaster preparedness, mampu menjamin dan 5. Security and Disaster preparedness, meaning able to ensure
menjaga keakuratan, integritas, keselamatan proses maupun and maintain the accuracy, integrity, safety of processes and
sumber-sumber daya yang digunakan. utilized resources.
6. IT Governance, pedoman untuk mewujudkan pola standarisasi 6. IT Governance, is guidelines to bring about the pattern of
kerangka pelaksanaan pengembangan, penerapan dan standardized development implementation framework, IT
operasional teknologi informasi selaras dengan kebutuhan application and operation that are in line with the company’s
strategis perusahaan, pedoman untuk memantau dan strategic requirements, guidelines to monitor and evaluate
mengevaluasi unjuk kerja Penyelenggara Teknologi Informasi IT provider’s performance and guidelines to increase the
dan pedoman untuk meningkatkan kapabilitas Perseroan Company’s capability in contributing to the creation of value
dalam memberikan kontribusi bagi penciptaan nilai tambah added and increase the Company’s operational activity
serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan effectiveness and efficiency.
operasional Perseroan.

MANFAAT IT SHARED SERVICES DAN BUSINESS The Benefits of to Shared Services and
SHARED SERVICES Business Shared Services
Tujuan utama dari pengembangan IT Shared Services dan Business The main purpose of the IT Shared Services and Business Shared
Shared Services adalah standarisasi layanan, peningkatan kualitas Services is the service standardization, continuous service quality
layanan yang terus menerus dan efektivitas biaya (Cost Effective). improvement and cost effectiveness.

Untuk hal tersebut, PLN telah menerapkan aplikasi Finance In order to achieve that, PLN has implemented Finance
Management yaitu mekanisme pembayaran rekening listrik yang Management, i.e. mechanism of electricity bill payment that
kini dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja oleh pelanggan the customer can now do from anywhere and at any time, thus
dengan lebih mudah dan lebih cepat. Hal ini disebabkan oleh more easily and faster. This is made possible by the information
pengolahan informasi yang telah distandarisasi, sehingga dapat processing that has been standardized, enabling business units
digunakan oleh unit bisnis secara terpusat. to do it centrally.

TEKNOLOGI INFORMASI BERGERAK KE SISI HULU Upstream-Ward


Teknologi informasi PLN diarahkan pengembangannya ke bidang PLN information technology development is oriented toward
distribusi, transmisi dan pembangkitan sesuai dengan bisnis PLN distribution, transmission and power generation in accordance
yang secara realtime melayani pelanggan. with PLN’s business of serving the customer by real-time.

Fungsi teknologi informasi tersebut adalah (i) melihat keselarasan The IT functions are (i) to see the accordance between IT initiatives
antara inisiatif teknologi informasi dengan proses bisnis, (ii) and business processes, (ii) to determine the requirement of
menentukan persyaratan teknologi yang melayani proses bisnis, technology that serves business process, (iii) to assure business
(iii) memastikan adanya standarisasi proses bisnis dan sentralisasi process standardization and information centralization, and (iv) to
informasi, serta (iv) memastikan adanya integrasi sistem yang assure a new system that is integrated with the existing corporate
baru dengan sistem korporasi yang telah ada untuk menjamin systems for transparency and auditability.
transparansi dan audibility.

126 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

REALISASI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI Realization Of It Development In 2013


INFORMASI TAHUN 2013
Proyek strategis yang menjadi fokus utama adalah implementasi The most focused strategic projects are the Sumatra - Sulawesi
ERP Sumatera-Sulawesi serta pelaksanaan standarisasi dan ERP implementation and the standardization and Centralized
sentralisasi aplikasi pelayanan pelanggan AP2T (Aplikasi Customer Management Application (AP2T). The Sumatra -
Pengelolaan Pelanggan Terpusat). Proyek ERP Sumatera-Sulawesi Sulawesi ERP project that has gone Go-Live stage four since April
sudah go-live tahap ke 4 bulan April 2013 yang mencakup PLN 2013 covers PLN North, Central Sulawesi and Gorontalo Area and
Wilayah Suluttenggo dan PLN Wilayah Sulselrabar. Sementara itu PLN South, Southeast and West Sulawesi Area. Meanwhile the
implementasi ERP untuk wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur implementation of Kalimantan area and East Indonesia (West
(NTB, NTT, Maluku dan Papua) telah selesai dilaksanakan pada Nusa Tenggara, East Nusa Tenggara, Maluku and Papua) ERP has
November 2013. been completed in November 2013.

Terkait dengan Tata Kelola Teknologi Informasi, dalam rangka With regard to Information Technology Management, for
melaksanakan kepatuhan telah dilaksanakan: (i) penerbitan compliance, (i) the board of directors’ decisions on Establishment
pembaharuan keputusan direksi tentang Pembentukan Komite of Information Technology Committee; (ii) assessment into Office
Teknologi Informasi; (ii) assessment terhadap implementasi Automation, Knowledge Management and SmartOne, (iii) application
aplikasi Office Automation, Knowledge Management dan SmartOne; implementation as well as assessment into Cloud Computing 05
(iii) assessment terhadap implementasi teknologi Cloud Computing technology implementation by a third party, have been revised.
kepada pihak ketiga.

Adapun berbagai aplikasi yang berhasil dikembangkan dan The applications that have successfully been developed and
diaplikasikan hingga akhir tahun 2013, adalah: implemented up to end 2013 are as follows:
1. Data Center 1. Data Center
Pemusatan aplikasi korporat di Data Center memberi manfaat The corporate application centralization gives the benefits
antara lain: standarisasi bisnis proses, efisiensi operasional, of, among others, the standardization of business processes,
optimalisasi aset, keamanan data dan sebagainya. PLN operational efficiency, asset optimization and data security.
mempersiapkan fasilitas Data Center untuk mendukung PLN prepares the Data Center facilities to support the
implementasi aplikasi korporat seperti ERP, AP2T dan implementation of corporate application such as ERP,
P2APST. Central Application of Management and Customer (AP2T) and
Data center PLN yang baru telah beroperasi dengan baik, Centralized Management and Supervision of Revenue Flows
dan implementasi upgrade hardware ERP juga berlangsung (P2APST)
dengan baik, serta telah diselesaikan pada awal tahun 2013. PLN’s new data center has been operating properly, and so
has the ERP hardware upgrade, which was done in early 2013.
2. PLN Net 2. PLN Net
Jaringan komunikasi data/WAN PLN ini menjadi media untuk PLN’s data communication network/WAN is used as a medium
komunikasi data bagi aplikasi korporat seperti ERP, EPROC, for data communications for corporate applications such as
P2APST, AP2T, SMUK dan SIMKP, serta komunikasi email dan ERP, ERPOC, P2APST, AP2T, SMUK and SIMKP, as well as
pertukaran data antar unit. e-mail communication and inter-unit data exchange.
PLN juga mengelola administrasi serta kebijakan koneksi PLN also manages WAN- and internet connection-
yang menyangkut WAN dan internet secara terpusat melalui related administration and policies in centralized manner
kerjasama terpusat, serta telah dilakukan secara bertahap through centralized cooperation. Connection and capacity
standarisasi koneksi dan kapasitas dari unit level 1, 2 dan 3 standardization from unit level 1, 2 and 3 according to unit
berdasarkan kebutuhan unit. needs have been implemented.
Roll Out AP2T dan ERP telah berjalan dan tidak mengalami The AP2T and ERP roll-out has been ongoing and there is no
hambatan masalah jaringan komunikasi. communication network problem that hampers.

3. ERP (Enterprise Resource Planning) 3. ERP (Enterprise Resource Planning)


Aplikasi ERP memberikan manfaat dalam hal integrasi proses ERP applications provide benefits of, including standardized
bisnis terstandarisasi, meningkatkan akuntabilitas, akses and more controlled business process integration, increased
informasi semakin cepat dan akurat, serta memperbaiki accountability, faster and more accurate access to information,
proses pengambilan keputusan. Saat ini implementasi ERP and improved decision-making process. Currently the
telah selesai dilaksanakan di seluruh Distribusi, seluruh implementation of ERP has been completed in all Distribution
Wilayah, PLN P3B Jawa - Bali, PLN P3B Sumatera, PLN Kit channels, all areas, PLN P3B (Transmission Unit) Java - Bali,
SBU dan PLN Kit SBS. Untuk selanjutnya direncanakan ERP P3B Sumatra, PLN Kit, SBU and PLN Kit SBS. It is planned
that ERP will be implemented next in supporting units
(Education and Training Center (Pusdiklat), Jaser, Research

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 127


Pengembangan Teknologi Sistem Informasi/Information Technology System Development

akan diimplementasikan di unit-unit penunjang (Pusdiklat, & Development, Center for Electrical Power Engineering
Jaser, Litbang, Pusenlis, Pusharlis, UPJB dan pembangkitan (Pusenlis), Center for Electrical Power Maintenance
Tanjung Jati B). (Pusharlis), UPJB and Tanjung Jati B power plant).
4. E-Procurement 4. E-Procurement
Melalui e-procurement, proses pengadaan barang/jasa dapat Through e-procurement, the procurement of goods/services
berjalan lebih transparan dan terbuka, disamping mendorong can be more transparent and open, and the purchase process
terjadinya proses pembelian yang lebih optimal dengan harga becomes more optimum with competitive price.
yang kompetitif. PLN has completed and been operating the PLN E-Proc
PLN telah menyelesaikan dan mengoperasikan program application program and E-Proc for State Budget (EPROC
aplikasi E-Proc PLN dan E-Proc untuk APBN (EPROC LPSE), LPSE). While the DRC E-Proc has been implemented.
serta implementasi DRC E-Proc telah selesai dilaksanakan.
5. SMS-8123 5. SMS-8123
Pemanfaatan fitur ini memberi kemudahan dalam hal: The utilization of IT-based features has the following benefits:
meningkatkan komunikasi pelanggan ke PLN, meningkatkan improving the customer communication to PLN, increasing
transparansi proses bisnis, mengurangi beban call center transparency in business processes, also reducing call
dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Saat ini sedang center expenses and improving customer satisfaction. PLN
dikembangkan untuk menjadi sistem yang terintegrasi dengan is currently integrating this system with Centralized Contact
Sistem Contact Center Terpusat (CCTR) maupun AP2T (Aplikasi Center (CCTR) and Central Application of Management and
Pengelolaan Pelanggan Terpusat). Customer (AP2T).
6. P2APST (Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan 6. Centralized Management and Supervision of Revenue Flows
Secara Terpusat). (P2APST)
Aplikasi ini bermanfaat dalam hal: menurunkan risiko pengelolaan These applications provide a variety of benefits, namely
kas pendapatan, menyederhanakan proses bisnis, sentralisasi reducing the risk of revenue cash management, streamlining
pengelolaan penagihan, efisiensi biaya dan memungkinkan business processes, centralized Billiong management, cost
pelaksanaan pembayaran rekening listrik dimana saja, kapan efficiency and flexibility of electricity bill payments anywhere,
saja dan cara apa saja. Layanan ini menjadi tumpuan semua anytime and in any way. This service is the basis of all electricity
proses pembayaran rekening listrik dan pembelian stroom bill payment and pre-paid electricity purchase processes. The
prabayar. Sistem P2APST telah mampu melayani seluruh unit P2APST system has been able to serve all Distribution/Region
Distribusi/Wilayah termasuk anak perusahaan. units including the subsidiaries.
Untuk mendukung unjuk kerjanya, PLN telah menyelesaikan To support its performance, PLN has completed developing a
pengembangan back up sistem (Disaster Recovery Center). back-up system (Disaster Recovery Center).
7. AP2T (Aplikasi Pengelolaan Pelanggan Terpusat) 7. Central Application of Management and Customer (AP2T)
Melalui AP2T semua proses bisnis pelayanan pelanggan Through the AP2T, all customer business processes have been
menjadi seragam, dikembangkan melalui sistem yang satu made uniform. This was developed through setting a single
untuk semua Unit PLN, sehingga pengembangan fitur layanan system for all PLN units, so the services feature and operational
dan pengelolaan operasional cukup melalui satu sistem saja. management development goes through one system.
Program implementasi AP2T telah dilaksanakan di seluruh AP2T Program has been implemented in all PLN Distribution
Distribusi dan Wilayah Unit Bisnis PLN. and Regional Business Unit.
8. Service Desk PLN Pusat 8. PLN Headquarters Service Desk
Bermanfaat dalam hal dukungan operasional layanan teknologi This has the benefits in supporting corporate IT services
informasi korporat yang meliputi ERP, eProcurement, email, operations, which include ERP, e-Procurement, email,
Desktop Support, AP2T dan P2APST. Single Point of Contact Desktop Support, AP2T and P2APST. Single Point of Contact for
terhadap semua pengaduan, permintaan informasi dan all complaints, inquiries and service requests from all users of
permintaan layanan dari seluruh pengguna layanan teknologi IT services nationwide, as well as the ease and reliability of
informasi secara nasional, serta kemudahan dan keandalan access to service desk.
akses layanan service desk. PLN is currently heading towards the next phase of
Saat ini PLN tengah menuju pengembangan tahap berikutnya, development, which are ITSM and asset management.
yakni implementasi ITSM dan aset manajemen.
9. Project Management Office (PMO) Ketenagalistrikan 9. Electricity Project Management Office (PMO)
Terkait dengan Project Management Office (PMO) With regard to Electricity Project Management Office (PMO),
Ketenagalistrikan, telah dilakukan: the following implementations have been completed:
a. Pendataan proyek ketenagalistrikan dari seluruh Unit a. Data collection of electricity projects from Power
Induk Pembangkitan (UIP) dan divisi terkait. Generation Main Unit (UIP) and the related divisions.
b. Initial impact analysis akibat perubahan organisasi yang b. Initial impact analysis into the impacts of organizational
terjadi di PLN Pusat dan Unit Induk Pembangkitan (UIP), changes in PLN Headquarters and UIPs on business
terhadap proses bisnis dan sistem aplikasi PMO. process and PMO application system.

128 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

PROGRAM PENGEMBANGAN TEKNOLOGI 2014 Information Technology Development


INFORMASI TAHUN 2014 dan ITRM (INFORMATION Program and Information Technology Road
TECHNOLOGY ROAD MAP) Map (Itrm)
Mengingat banyaknya manfaat penerapan teknologi informasi Given the many benefits of the IT application in supporting PLN
dalam mendukung operasional PLN dengan lingkup kegiatan yang operations within activity scope of nation-wide 24 hours, PLN has
berlangsung di seluruh wilayah Indonesia dalam 24 jam, maka PLN been preparing and realizing the development of IT in several
menyusun dan merealisasikan program pengembangan teknologi stages, which altogether make an IT development roadmap.
informasi dalam beberapa tahap, yang secara keseluruhan
membentuk suatu roadmap pengembangan teknologi informasi.

Tabel berikut dapat memberikan gambaran kegiatan investasi The following table gives an overview of the investment activities
yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi PLN related to the PLN’s IT development for the 2012 - 2015 period.
untuk rentang waktu 2013 sampai dengan 2017.

No Kegiatan 2013 2014 2015 2016 2017


Activity
TW1

TW2

TW3

TW4

TW1

TW2

TW3

TW4

TW1

TW2

TW3

TW4

TW1

TW2

TW3

TW4

TW1

TW2

TW3

TW4
05

1 ERP Phase III


(Sumatera-Sulawesi)
ERP Phase IV
(Kalimantan IBT)
2 EAM Pembangkit
(Jawa - Bali Sumatera)
EAM of Power Generation (Java
Bali Sumatra)
EAM Pembangkit (IBT)
EAM of Power Generation (IBT)
EAM Distribusi (Pilot Bali)
EAM of Distribution (Pilot Bali)
EAM Distribusi (Jawa)
EAM of Distribution (Java)
EAM Distribusi (Luar Jawa)
EAM of Distribution (Outside Java)
EAM Transmisi
EAM of Transmission
3 Implementasi AMR Standard PLN
(Pilot)
PLN’s AMR Standard (Pilot)
Implementation
Implementasi AMR Standard PLN
(Jawa - Bali)
PLN’s AMR Standard (Java – Bali)
Implementation
Implementasi AMR Standard PLN
(Luar Jawa - Bali)
PLN’s AMR Standard (Outside Java
– Bali) Implementation
Implementasi AMR Budget Planning
AMR Budget Planning Implementation
4 Contact Center Jawa - Bali
Contact Center Java – Bali
Contact Center Luar Jawa - Bali
Contact Center Outside Java – Bali
5 PMO Investasi
PMO (Project Management Office)
Investment
6 Monitor, Evaluasi & Peningkatan
Layanan Operasional Aplikasi
Supervision, Evaluation and
Improvement of Application
Operational Service
7 Pembangunan dan Penguatan
Infrastruktur TI: Jar. Kom. (FO)
Jawa, Sumatera
IT, Communication Network (FO)
Infrastructure Development and
Upgrading Java, Sumatra

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 129


Pengembangan Teknologi Sistem Informasi/Information Technology System Development

No Kegiatan 2013 2014 2015 2016 2017


Activity

TW1

TW2

TW3

TW4

TW1

TW2

TW3

TW4

TW1

TW2

TW3

TW4

TW1

TW2

TW3

TW4

TW1

TW2

TW3

TW4
8 WAN PLN sampai level 3 (Rayon/
Ranting) Sumatera-Sulawesi
PLN WAN up to level 3 (Rayon/
Ranting) Sumatra - Sulawesi
9 Jar. Kom. (FO) Indonesia Timur
Communication Network (FO) East
Indonesia
10 WAN PLN sampai level 3 (Rayon/
Ranting) Kalimantan-IBT
PLN WAN up to level 3 (Rayon/
Ranting) Kalimantan-IBT
11 Data Center Korporat
Corporate Data Center
12 Corporate Disaster Recovery
Center
Disaster Recovery System ERP
Disaster Recovery System
Centralized Management and
Supervision of Revenue Flows
(P2APST)
Disaster Recovery System - Proc
Disaster Recovery System Central
Application of Management and
Customer (AP2T)
Disaster Recovery System EAM
Generation
13 Standarisasi Pengelolaan
Infrastruktur
Infrastructure Management
Standardization
14 Peningkatan ketersediaan dan
keandalan infrastruktur TI
IT infrastructure availability and
reliability improvement
15 Kebijakan dan Tata Kelola TI:
Asesmen awal tingkat kematangan
Tata Kelola TI
IT Governance and Policy: Initial
Assessment of IT Governance
maturity level
16 Penerbitan policy & procedure Tata
Kelola TI sesuai hasil asesmen
awal
IT Governance policy & procedure
issuance in accordance with results
of initial assessment
17 Asesmen secara reguler tingkat
kematangan Tata Kelola TI PLN
Regular Assessment of PLN’s IT
Governance maturity level
18 Penerbitan policy & procedure Tata
Kelola TI sesuai hasil asesmen &
Audit
IT Governance policy & procedure
issuance in accordance with
assessment & Audit results
19 Pencapaian Kematangan Tata
Kelola TI PLN minimal pada level 3
PLN’s IT Governance Maturity
Reaching minimum level 3
20 Monitoring and Compliance
21 Organisasi TI: Pembentukan
Organisasi SSO
IT Organization: Establishing SSO
Organization
22 Pengoperasian SSU
Operating SSU

130 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

ERP-PLN – Operasi Berbasis


Teknologi Informasi Untuk
Mendukung Efisiensi
ERP-PLN – Information Technology-
Based Operations for Efficiency

Dalam rangka mendukung transaksi atau operasi In order to support day-to-day transactions or
pengelolaan sumber daya perusahaan sehari-hari sekaligus operation of company resources management 05
meningkatkan efisiensi operasional, PLN bertekad and increase operational efficiency, PLN aims to
menerapkan sistem enterprise resources planning (ERP) implement the Enterprise Resources Planning (ERP)
di setiap unit bisnis. Dimulai pada tahun 2005, PLN telah system in every business unit. Starting 2005, PLN
mengimplementasikan ERP di unit bisnis di Jawa Bali, has implemented ERP in business units in Java, Bali,
Sumatera, dan Sulawesi. Sumatra and Sulawesi.

Tahun 2013, PLN tengah merealisasikan program perluasan In 2013, PLN is realizing the ERP Phase IV expansion
ERP phase IV untuk wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara, program in Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku and
Maluku, dan Papua. Perkembangan yang menarik dari Papua. An interesting development of this program is
perluasan ini adalah saat penerapan ERP phase IV roll out the roll-out in Kalimantan and East Indonesia was done
Kalimantan dan Indonesia Timur, dilakukan secara mandiri by PLN employees independently. The ERP Go-Live in
oleh para pegawai PLN. Go-live ERP di wilayah Kalimantan Kalimantan has taken place in July, while it is planned
telah dilaksanakan pada bulan Juli 2013, sementara untuk to be realized in East Indonesia in end 2013.
Wilayah Indonesia Timur direncanakan terealisir di akhir
tahun 2013.

Dengan menerapkan ERP di seluruh unit bisnis PLN, maka As ERP has been implemented in all PLN business
semua bisnis proses akan menjadi standar. Tentunya, proses units, all of every unit’s business processes will be
bisnis manajemen material, sumber daya manusia, dan standardized. The business process of material
keuangan akan terintegrasi ke dalam satu sistem. Data management, human resources and finance will
yang diintegrasikan itu akan terpusat dan dapat diakses dari certainly be integrated into one system. The integrated
satu tempat. Tidak diperlukan lagi permintaan laporan ke data will be centralized and accessible from one
Unit PLN, karena manajemen atas dapat langsung melihat location. Request of report is not necessarily addressed
setiap laporan secara realtime. to a unit, as the management would already be able to
see every report directly in real-time.

Sebagai imbasnya, keputusan strategis akan dapat diolah Finally, strategic decisions can be made based on
dan didasarkan pada pasokan data terkini yang akurat, up accurate, up-to-date and online data inputs so that all
to date dan online sehingga tercipta efisiensi pada seluruh operational lines can be efficient.
lini operasional.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 131


Transmisi dan Distribusi/Transmission and Distribution

Transmisi dan Distribusi


Transmission and Distribution

Proses penyaluran daya listrik dari pembangkit dilakukan The electrical power generated by power plants is transferred
melalui jaringan transmisi dan distribusi. Jaringan transmisi through transmission and distribution networks. PLN - developed
yang dikembangkan oleh PLN adalah jaringan tegangan ekstra transmission networks consist of extra high voltage (500kV), and
tinggi 500 kV, jaringan tegangan tinggi 275 kV, 150 kV dan 70 kV high voltage (275kV, 150kV, 70kV) while distribution networks
sedangkan jaringan distribusi adalah jaringan tegangan menengah consist of medium voltage (20 kV) and low voltage (220 V).
20 kV dan jaringan tegangan rendah 220 V.

Untuk jaringan transmisi di Jawa-Bali dan Sumatera, telah Transmission networks for Java-Bali and Sumatra have been
terinterkoneksi dan dilengkapi dengan pusat pengaturan dan interconnected and equipped with transmission and load
penyaluran beban (P3B), sedangkan untuk wilayah Kalimantan, dispatching center (P3B) whereas networks in Kalimantan,
Sulawesi, Maluku, NTB, NTT dan Papua belum terinterkoneksi Sulawesi, Maluku, West Nusa Tenggara, East Nusa Tenggara, and
secara penuh. Papua have yet to be interconnected.

PERAN PUSAT PENGATURAN DAN PENYALURAN ROLE OF TRANSMISSION AND LOAD DISPATCHING
BEBAN (P3B) CENTER (P3B)
Pusat Pengaturan dan Penyaluran Beban (P3B) mempunyai peran P3B functions to (i) regulate power load from transmission
sebagai (i) pusat pengatur beban listrik yang mengalir pada sistem networks to the customer, (ii) maintain satisfactory power supply
jaringan hingga sampai ke pelanggan, (ii) menjaga kecukupan during peak hours, and (iii) maintain power production efficiency
aliran listrik pada saat beban puncak sekaligus (iii) menjaga during off-peak hours.
efisiensi produksi listrik pada saat beban listrik relatif rendah.

Untuk menjaga kinerja sistem jaringan, P3B juga mengatur dan In order to maintain transmission system performance, P3B also
merekomendasikan jadwal pemeliharaan stasiun pembangkit, sistim maintains and recommends schedules for maintenance of power
transmisi dan sistim distribusi yang terdiri dari rangkaian trafo dan plants and transmission and distribution systems consisting of
gardu induk agar masing-masing titik beroperasi dengan kinerja transformers and substations to ensure every node operates at
terbaik dan terhindar dari kelebihan beban yang dapat berakibat optimum performance as well as to avoid overloading, which may
terbakar/terputusnya gardu distribusi pada sistim tertentu. cause fires or disconnection of such systems.

Untuk menjamin kinerja seluruh sistem kelistrikan dari To ensure the performance of the entire power system from power
stasiun pembangkit hingga ke pelanggan, PLN dengan plant through to customers, taking into account P3B inputs, PLN
mempertimbangkan masukan dari P3B untuk mengembangkan develops transmission networks with adequate load dispatching
jaringan transmisi dengan kapasitas beban penyaluran yang capacity and distribution systems corresponding with the needs
memadai dan sistim distribusi ke pelanggan dengan tegangan of its customers.
listrik sesuai karakteristik kebutuhan pelanggan.

PROGRAM PENGEMBANGAN SISTEM TRANSMISI Transmission System Development Program


Pengembangan saluran transmisi secara umum diarahkan kepada In general, the development of transmission systems are designed
tercapainya keseimbangan antara kapasitas pembangkitan to efficiently balance capacity produced in the upstream with
di sisi hulu dan permintaan daya di sisi hilir secara efisien power demand by meeting certain reliability criteria. In addition,
dengan memenuhi kriteria keandalan tertentu. Disamping itu such development is aimed to avoid bottlenecks in distribution,
pengembangan saluran transmisi juga dimaksudkan sebagai service voltage repairs, and operational disruption.
usaha untuk mengatasi bottleneck penyaluran, perbaikan
tegangan pelayanan dan fleksibilitas operasi.

Proyek transmisi pada dasarnya dilaksanakan oleh PLN, Transmission projects are usually carried out by PLN,
kecuali beberapa transmisi terkait dengan pembangkit milik except for certain transmission networks, which, according
IPP yang sesuai kontrak PPA dilaksanakan oleh pengembang to the power purchasing agreements, are developed by
IPP. Namun demikian, terbuka opsi proyek transmisi untuk juga independent power producer (IPP). However, transmission
dapat dilaksanakan oleh swasta dengan skema bisnis tertentu, project options are open to the private sector under certain
misalnya build lease transfer (BLT). Opsi tersebut berdasarkan business schemes, such as the build transfer lease (BLT).
pertimbangan keterbatasan kemampuan pendanaan investasi The option is offered on the basis of PLN’s investment limits, given

132 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

PLN dan pertimbangan perusahaan swasta dapat lebih fleksibel that private entity can have more flexibility in managing permits
dalam hal mengurus perizinan dan pembebasan lahan. and land acquisition.

Adapun program pengembangan sistem transmisi sebagai berikut: The transmission system development programs are as follows:

Wilayah Sumatera Sumatra Region


Pengembangan transmisi di Sumatera akan membentuk transmisi The transmission development in Sumatra will form a 500 kV
backbone 500 kV yang menyatukan sistem interkoneksi Sumatera backbone transmission that integrates the Sumatra interconnection
pada koridor timur, dengan pertimbangan: system in the east corridor, considering:
1. Pusat-pusat pembangkit skala besar dan pusat-pusat beban 1. The large-scaled power plants and load centers in Sumatra
yang besar di Sumatera akan tersambung ke dalam sistem will be connected to the 500 kV transmission system.
transmisi 500 kV.
2. Akan mentransfer tenaga listrik dari pembangkit listrik di 2. This will transfer electrical power from low cost energy-rich
daerah yang kaya sumber energi primer murah (Sumatera areas (southern Sumatra and Riau) to areas which are lacking
bagian selatan dan Riau) ke daerah yang kurang memiliki (northern Sumatra).
sumber energi primer murah (Sumatera bagian utara).
3. Akan bertindak sebagai feeder pemasok listrik dari PLTU 3. This will function as electricity supply feeder from Mulut
05
mulut tambang ke stasiun konverter transmisi HVDC yang Tambang steam power plant to HVDC transmission converter
akan menghubungkan pulau Sumatera dan pulau Jawa. station which will connect Sumatra to Java.

Wilayah Indonesia Timur East Indonesia Region


Pengembangan sistem transmisi di Kalimantan diutamakan untuk The transmission system development in Kalimantan is focused
menghubungkan sistem - sistem yang belum terinterkoneksi, on connecting the systems which still stand alone. While in
sedangkan untuk wilayah Sulawesi akan dibentuk sistem Sulawesi Sulawesi, a southern Sulawesi system will be built to connect the
bagian Selatan yang menghubungkan sistem interkoneksi Sulawesi South Sulawesi, West Sulawesi, Central Sulawesi and Southeast
Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Sulawesi interconnection systems.

Wilayah Jawa - Bali Java - Bali Region


Pengembangan transmisi 500 kV di Jawa pada umumnya The 500 kV transmission development in Java is generally aimed
dimaksudkan untuk mengevakuasi daya dari pembangkit- to evacuate power from new plants and for expansion, as well as
pembangkit baru maupun ekspansi, dan untuk menjaga to maintain the N-1 security criteria either by statistic or dynamic.
kriteria sekuriti N-1, baik statik maupun dinamik. Sedangkan While the 150 kV transmission development is aimed to maintain
pengembangan transmisi 150 kV dimaksudkan untuk menjaga the N-1 security criteria and function as transmission related to a
kriteria sekuriti N-1 dan sebagai transmisi yang terkait dengan new 150 kV substation.
gardu induk 150 kV baru.

Perencanaan Sistim Transmisi Transmission System Planning


Perencanaan transmisi dibuat dengan menggunakan kriteria Transmission planning is devised using the static and dynamic
keandalan N-1, baik statis maupun dinamis. Kriteria N-1 statis N-1 reliability criteria. Static N-1 criterion requires transmission
mensyaratkan apabila suatu sirkit transmisi padam, baik karena circuits to continuously distribute loads in the event a transmission
mengalami gangguan maupun dalam pemeliharaan, maka circuit goes offline, either due to disruption or maintenance, to
sirkit-sirkit transmisi yang tersisa harus mampu menyalurkan ensure uninterrupted power distribution. Dynamic N-1 criterion
keseluruhan arus beban, sehingga kontinuitas penyaluran tenaga requires continuous synchronization between generator banks
listrik terjaga. Kriteria N-1 dinamis mensyaratkan apabila terjadi in the event of 3-phase short circuiting followed by loss of one
gangguan hubungan singkat 3  fasa yang diikuti oleh hilangnya transmission circuit.
satu sirkit transmisi, maka tidak boleh menyebabkan kehilangan
ikatan sinkron antara suatu kelompok generator dan kelompok
generator lainnya.

Penambahan kapasitas transmisi direncanakan untuk Transmission capacity augmentation is planned to balance capacity
memperoleh keseimbangan antara kapasitas pembangkitan produced and power demand, in addition to avoiding bottlenecks,
dan kebutuhan beban, disamping untuk mengatasi bottleneck, improving system reliability, and meeting certain voltage quality
meningkatkan keandalan sistem, dan memenuhi kriteria mutu criteria. The criteria for improved transformer capacity at a
tegangan tertentu. Kriteria yang diterapkan adalah kebutuhan substation is determined if its load reaches 70% to 80%.
penambahan kapasitas trafo di suatu GI ditentukan pada saat
pembebanan trafo mencapai 70% - 80%.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 133


Transmisi dan Distribusi/Transmission and Distribution

Jumlah unit trafo yang dapat dipasang pada suatu GI dibatasi oleh The number of transformer units installed at a substation is limited
ketersediaan lahan, kapasitas transmisi dan jumlah penyulang by land area, transmission capacity, and its feeder capacity. Under
keluar yang dapat ditampung oleh GI tersebut. Dengan kriteria these criteria, a substation may have three or more transformers.
tersebut suatu GI dapat mempunyai 3 atau lebih unit trafo. Sebuah GI More substations may be brought if nearby substations could no
baru diperlukan jika GI-GI terdekat yang ada tidak dapat menampung longer sustain load demands.
pertumbuhan beban lagi karena keterbatasan tersebut.

Kebijakan Pengembangan Transmisi Transmission Development Policy


Dalam merealisasikan berbagai program pengembangan The following policies are implemented in conducting the
transmisi tersebut, Perseroan menerapkan berbagai kebijakan transmission development program:
pokok, meliputi:
1. Pembangunan sistem transmisi dilaksanakan dengan 1. Development of transmission system takes into consideration
mempertimbangkan pertumbuhan beban hingga 10 tahun ke depan. growth of load in the next 10 years.
2. Untuk jaringan yang memasok listrik ke ibukota negara PLN 2. For networks supplying power to the capital city, PLN plans to
merencanakan looping antar sub-sistem dengan pola operasi loop subsystems under isolated operation patterns to improve
terpisah untuk meningkatkan keandalan pasokan. supply reliability.
3. Pada saluran transmisi yang tidak memenuhi kriteria 3. Transmission systems failing to meet the N-1 reliability
keandalan N–1 akan dilaksanakan reconductoring dan uprating. criteria will be repaired and uprated.
4. Perluasan jaringan transmisi dari grid yang telah ada untuk 4. Expansion of transmission networks from existing grids to
menjangkau sistem isolated yang masih dilayani PLTD BBM reach isolated systems served by oil fuel-fired diesel power
(grid extension) dilaksanakan dengan mempertimbangkan plants (grid extension) takes into consideration economic and
aspek ekonomi dan teknis. technical aspects.
5. Penentuan lokasi GI dilakukan dengan mempertimbangkan 5. Substation location is determined based on the cost
keekonomian biaya pembangunan fasilitas sistem transmisi effectiveness of high voltage transmission system
tegangan tinggi, biaya pembebasan tanah, biaya pembangunan construction, land procurement, cost of constructing
fasilitas sistem distribusi tegangan menengah dan harus medium voltage distribution system, and it must be mutually
disepakati bersama oleh unit pengelola sistem distribusi dan agreed by both the distribution and transmission system
unit pengelola sistem transmisi. management units.
6. Pemilihan teknologi seperti jenis menara transmisi, 6. Technologies used such as transmission towers, poles, channel
penggunaan tiang, jenis saluran (saluran udara, kabel bawah (overhead line, underground cable, undersea cable) along
tanah, kabel laut) dan perlengkapannya (pemutus, pengukuran with the equipment (cutters, measurements, and protection)
dan proteksi) mempertimbangkan aspek keekonomian jangka must take into account long-term economic feasibility and
panjang, dan pencapaian tingkat mutu pelayanan yang lebih service quality excellence by meeting SNI, SPLN, or current
baik, dengan memenuhi standar SNI, SPLN atau standar international standards.
internasional yang berlaku.

Perseroan juga telah menetapkan kebijakan lebih rinci dalam The Company has also set more detailed policies in developing this
mengembangkan sistim transmisi ini, yakni: transmission system, i.e:
1. Jumlah unit trafo yang dapat dipasang pada suatu GI dibatasi 1. The number of transformer units installed at a substation
oleh ketersediaan lahan, kapasitas transmisi dan jumlah is limited by land area, transmission capacity, and its feeder
penyulang (feeder) keluar yang dapat ditampung oleh GI capacity. Under these criteria, a substation may have three or
tersebut. Dengan kriteria tersebut suatu GI dapat mempunyai more transformers.
3 atau lebih unit trafo.
2. Pengembangan GI baru juga dimaksudkan untuk mendapatkan 2. The new substation development is also aimed at obtaining
tegangan yang baik di ujung jaringan tegangan menengah. good voltage in the end of medium voltage network.
3. Trafo daya (TT/TM) pada dasarnya direncanakan mempunyai 3. It is basically planned that the transformers (TT/TM) have a
kapasitas sampai dengan 60 MVA. capacity of up to 60 MVA.
4. Trafo IBT GITET (500/150 kv dan 275/150 kv) dapat dipasang 4. Four units of IBT GITET (500/150 kv and 275/150 kv)
hingga 4 unit per GITET dengan pola operasi terpisah dan transformer can be installed at one GITET under separate
dengan 2 unit per sub-sistem. operation patterns and with two units per sub-system.
5. Spare trafo IBT 1 fasa disediakan per lokasi untuk GITET 5. The IBT 1-phase spare transformer is made available per
jenis GIS, dan 1 fasa per tipe per provinsi untuk GITET jenis location for GITET of GIS type and 1-phase per type per
konvensional. province for conventional GITET.
6. Untuk melistriki komunitas dengan kebutuhan listrik yang 6. To provide electricity to communities whose long-term needs
dalam jangka panjang diperkirakan akan tumbuh lambat, are estimated to grow sluggish, a substation can be built with
dapat dibangun gardu induk dengan disain minimalis. minimalist design.

PROGRAM PENGEMBANGAN SISTIM DISTRIBUSI DISTRIBUTION SYSTEM DEVELOPMENT PROGRAM


Pengembangan sistim distribusi disesuaikan dengan pertumbuhan The development of distribution systems is adjusted to growth of
permintaan sesuai dengan perkembangan perekonomian suatu demand and economic development of an area. For 2014, the need
daerah. Kebutuhan pembangunan sistem distribusi untuk

134 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

tahun 2014 diprakirakan akan meningkat sejalan dengan telah of this development is projected to increase, as several additional
beroperasinya beberapa stasiun pembangkit tambahan, disamping power plants have begun operating and number of customers
telah bertambahnya jumlah pelanggan. increased.

Secara keseluruhan, pada tahun 2013 PLN merealisasikan Overall, in 2013 PLN realized the development of distribution
pembangunan trafo distribusi berkapasitas total 43.183,67 MVA, transformers with total capacity of 43,183.67 MVA, a 329,409.29
pembangunan jaringan tegangan menengah sepanjang 329.409,29 kms km long medium voltage network and 469.478,92 kms long
kms dan jaringan tegangan rendah sepanjang 469.478,92 kms. low voltage network.

Perencanaan Sistim Distribusi Distribution System Planning


Sistim distribusi pada umumnya dibuat dengan memperhatikan Distribution systems are developed under the criteria as follows:
kriteria sebagai berikut:
1. Membatasi panjang maksimum saluran distribusi (JTM 1. The maximum distribution network length (JTM and JTR)
dan JTR) untuk menjaga agar tegangan pelayanan sesuai is limited to maintain service voltage meeting the SPLN
standar SPLN 72:1987. 72:1987 standards.
2. Konfigurasi JTM untuk kota-kota besar dapat berupa 2. JTM configuration for major cities may use more reliable
topologi jaringan yang lebih andal seperti spindle, sementara topologies such as the spindle, whereas configuration for
konfigurasi untuk kawasan luar kota minimal berupa saluran suburbs may use the radial topology supplied from at least
radial yang dapat dipasok dari 2 sumber. two sources. 05
3. Mengendalikan susut teknis jaringan distribusi pada tingkat 3. Controlling technical losses of distribution networks to the
yang optimal. minimum.
4. Program listrik desa dilaksanakan dalam kerangka 4. Rural electrification program is carried out in the overall
perencanaan sistem kelistrikan secara menyeluruh dan tidak framework for electricity system planning and not hampering
memperburuk kinerja jaringan dan biaya pokok penyediaan. network performance or basic production costs.

Selain itu sistem distribusi juga diarahkan untuk meningkatkan In addition, distribution systems are aimed to improve continuous
kontinuitas pasokan kepada pelanggan (menekan SAIDI dan SAIFI) power supply to customers (minimizing SAIDI and SAIFI) by:
dengan upaya:
1. Membangun SCADA Distribusi untuk ibukota propinsi dan 1. Building Distribution SCADA for provincial capitals and cities
kota-kota lain yang minimal dipasok oleh 2 Gardu Induk dan by supplying at least 2 Substations and 15 feeders.
15 feeder.
2. Mengoptimalkan pemanfaatan recloser atau AVS yang 2. Optimizing recloser or AVS installed at SUTM, coordinated
terpasang di SUTM, dikoordinasikan dengan reclosing relay with feeder reclosing relay at the substation. Monitoring
penyulang di GI. Memonitor pengoperasian recloser atau AVS, recloser or AVS operation and improving its periodical
dan menyempurnakan metode pemeliharaan-periodiknya. maintenance method.
3. Dimungkinkan menggunakan DAS (Distribution Automation 3. Distribution Automation System (DAS) is made available in
System) pada daerah yang sangat padat beban dan potensi areas with high load and high potential income.
pendapatan tinggi.

Sasaran sistem distribusi adalah menyediakan sarana The objectives of the distribution system are to provide
pendistribusian tenaga listrik yang cukup, andal, berkualitas, sufficient, reliable, quality, efficient electricity distribution with
efisien, dan susut teknis wajar. fair technical loss.

Kebijakan Pengembangan Distribusi Distribution Development Policy


Fokus pengembangan dan investasi sistem distribusi secara There are four focuses of development and investment in
umum diarahkan pada 4 hal, yaitu: (i) perbaikan tegangan distribution systems, namely: (i) improving service voltage, (ii)
pelayanan, (ii) perbaikan SAIDI dan SAIFI, (iii) penurunan susut improving SAIDIs and SAIFIs, (iii) minimizing technical network
teknis jaringan dan (iv) rehabilitasi jaringan yang tua. Kegiatan losses, and (iv) rehabilitating worn out networks. The next steps
berikutnya adalah investasi perluasan jaringan untuk melayani are investment in network expansion to cope with service growth
pertumbuhan dan perbaikan sarana pelayanan. and service improvements.

Pemilihan teknologi seperti jenis tiang (beton, besi atau Technologies to be used such as pole type (concrete, metal,
kayu), jenis saluran (saluran udara, kabel bawah tanah), or wood), channel (overhead, underground cables), network
sistem jaringan (radial, loop atau spindle), perlengkapan system (radial, loop, or spindle), equipment (recloser
(menggunakan recloser atau tidak), termasuk penggunaan installed or otherwise), including the use of 70 kV lines to
tegangan 70 kV sebagai saluran distribusi ke pelanggan distribute power to the main customers, are determined by
besar, ditentukan oleh manajemen unit melalui analisis dan the management unit following analysis, long-term economic
pertimbangan keekonomian jangka panjang dan pencapaian considerations, and service quality improvements while
tingkat mutu pelayanan yang lebih baik, dengan tetap memenuhi observing SNI or SPLN standards.
standard SNI atau SPLN yang berlaku.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 135


Transmisi dan Distribusi/Transmission and Distribution

Pengembangan Sistim Pengelolaan Aset


Korporat Berbasis SAP Plant Maintenance
SAP Plant Maintenance-Based Corporate Asset Management
System Development

Mengelola aset PLN berupa sistem pembangkit, sistem It is a heavy task to manage PLN’s assets of plant system,
transmisi dan sistem distribusi yang tersebar di seluruh transmission and distribution systems that are located
pelosok Indonesia termasuk kWh meter yang ada di across the country, plus the meters at the customers’ place,
lokasi pelanggan agar senantiasa beroperasi maksimal so that these operate at their best at all times and benefit
dan memberi nilai bagi perusahaan dengan optimal tentu the Company maximally.
merupakan tugas yang berat.

Oleh karenanya, menyusul penerapan ERP di seluruh Thus, following the ERP application in the entire
wilayah operasional, PLN kini sedang mengimplementasikan operational areas, PLN has been implementing Enterprise
Enterprise Asset Management (EAM) Distribusi dengan EAM, Asset Management (EAM) for the distribution assets.
sehingga PLN akan memiliki kapabilitas pengelolaan aset The purpose is that PLN would have excellent asset
yang mumpuni. management capability.

Implementasi proyek DrEAM (Distribution Enterprise Asset The Distribution Enterprise Asset Management (DrEAM)
Management) adalah sebuah pilot project implementasi EAM is a SAP Plant Maintenance (PM) based EAM pilot project
berbasis SAP Plant Maintenance(PM) yang terintegrasi dengan that is integrated with eMAP for PLN’s Distribution units.
eMap untuk unit Distribusi PLN.

EAM akan mencakup siklus suatu aset secara keseluruhan The EAM will cover an asset cycle in overall, namely: Plan/
yakni: Plan/Design – Build/Construct-Operate – Dismantle dan Design – Build/Construct-Operate – Dismantle and will
akan menangani proses bisnis yaitu pasang baru, perubahan handle the business processes comprising new connection,
daya/multiguna/ganti meter atau migrasi, penanganan PFK, power upgrade/multipurpose/meter replacement or
perluasan jaringan/penyeimbang beban, aset hibah dan migration, third party calculation (PFK) handling, network
equipment dismantle, operasi dan pemeliharaan. expansion/load balancing, grant asset and equipment
dismantle, as well as operations and maintenance.

Di dalam EAM, fungsi aplikasi eMAP akan terfokus pada In EAM the eMAP application function will focus on
proses plan/design dan penggambaran jaringan aset the plan/design process and distribution asset network
distribusi, sedangkan SAP PM akan menangani proses bisnis outlining, while SAP PM will address business process of
seperti work order, resource planning, order processing, order work order, resource planning, order processing, order
completion, dan cost settlement. Nantinya proses tersebut completion and cost settlement. The above processes will
akan terintegrasi dengan proses bisnis lain di PLN yang later be integrated with other processes in PLN that use
menggunakan ERP, yaitu proses bisnis untuk material ERP, namely business processes for material management,
management, financial management, dan human resource financial management and human resources management.
management. Integrasi kedua sistem ini akan berkontribusi The integration of the two systems will make positive
positif terhadap peningkatan efisiensi operasional. contribution to operational efficiency improvement.

Sebagai pilot, proyek ini akan diimplementasikan di As a pilot project, this project will be implemented in
PLN Distribusi Bali dan kantor- kantor Area di bawahnya. PLN Bali Distribution and area offices under it. After
Setelah dievaluasi dan menunjukan kontribusi positif terhadap evaluation and showing its positive contribution to
kinerja PLN Distribusi Bali, akan diperluas ke seluruh kantor PLN Bali Distribution’s performance, the project will be
distribusi lain secara bertahap. implemented in other distribution offices in stages.

136 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

05

distribusi
ka n si st im transmisi dan
mengemba ng i, agar mam pu
PLN berupaya lam satu wilayah operas merata dari seluruh
ra si di da se ca ra
terinteg ya listrik yang didukung
oleh
kan beban da
mendistribusi kit, baik saat beban puncak ban puncak yang daya-
ng be
sistim pemba kit peaker maupun diluar roleh efisiensi
sistim pemba
ng
ki t re gu le r sehingga dipe
eh pembang
nya dipasok ol
na l ya ng optimal.
operasio nsmission a
nd
d evel o p in tegrated tra a rea so a s to be
l
PLN seeks to stems in an operationa to a ll plant
distribution
sy it y lo a n evenly
ibute the elec
tr ic by peaker
able to distr p ea k h o u rs, supported pplied
er durin g e power is su .
systems, eith ide peak hour, where th effici en cy
uts tional
system or o ts, fo r o p timum opera
lan
by regular p

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 137


Pembangunan Stasiun Pembangkit /Power Plant Construction

PEMBANGUNAN STASIUN PEMBANGKIT


Power Plant Construction

PERENCANAAN PEMBANGKIT POWER PLANT PLANNING


Perseroan merencanakan untuk membangun stasiun pembangkit The Company has planned to construct fairly large power
dengan daya yang cukup besar hingga beberapa tahun mendatang, plants every year within the next few years. For this reason, the
sehingga dibuat program Perencanaan Sistem Pembangkit Company has designed the plant system roadmap as a guidance in
yang akan digunakan sebagai acuan dalam menyusun rencana formulating the power plant construction.
pembangunan stasiun pembangkit.

Sistem Interkoneksi Interconnection System


Perencanaan sistem pembangkit bertujuan untuk mendapatkan The plant system roadmap is aimed to result plant development
konfigurasi pengembangan pembangkit yang memberikan nilai net configuration that provides net present value (NPV) of the least
present value (NPV) total biaya penyediaan listrik termurah dalam cost in electricity supply within the time frame of plan, and that
suatu kurun waktu periode perencanaan, dan memenuhi kriteria complies with the determined reliability criterion. The lowest-
keandalan tertentu. Konfigurasi termurah diperoleh melalui proses cost configuration is resulted from the process of optimizing
optimasi suatu objective function yang mencakup NPV dari biaya an objective function covering NPV of the capital cost, fuel
kapital, biaya bahan bakar, biaya operasi dan pemeliharaan dan biaya cost, operational and maintenance cost, as well as energy not
energy not served. Selain itu diperhitungkan juga nilai sisa (salvage served cost. Furthermore, the salvage of the respective plant
value) dari pembangkit yang terpilih pada tahun akhir perioda studi. is calculated at the end of assessment period. Simulation and
Simulasi dan optimisasi dilakukan dengan menggunakan model optimization are carried out using the WASP (Wien Automatic
yang disebut WASP (Wien Automatic System Planning). System Planning) model.

Kriteria keandalan yang dipergunakan adalah Loss of Load Reliability criterion used is Loss of Load Probability (LOLP) below
Probability (LOLP) lebih kecil dari 0,274%. Hal ini berarti 0.274%. This means the probability of the plant overcapacity is
kemungkinan/probabilitas terjadinya beban puncak melampaui less than 0.274%.
kapasitas pembangkit yang tersedia adalah lebih kecil dari 0,274%.

Perhitungan kapasitas pembangkit dengan kriteria LOLP The calculation of power plant capacity with LOLP criterion results
menghasilkan reserve margin tertentu yang nilainya tergantung in a certain reserve margin by taking into account the size, level of
pada ukuran unit pembangkit, tingkat ketersediaan (availability) availability, the total number, and the type of the plant unit.
setiap unit pembangkit, jumlah unit, dan jenis unit.

Pada sistem Jawa - Bali, kriteria LOLP  <  0.274% adalah setara In Jawa-Bali system, LOLP criterion of < 0.274% is equal to reserve
dengan reserve margin > 25-30% dengan basis daya mampu netto. margin of > 25-30% of the net basic capacity. If the installed power
Apabila dinyatakan dengan daya terpasang, maka reserve margin is stated, the required reserve margin is approximately 35%.
yang dibutuhkan adalah sekitar 35%.

Untuk sistem di wilayah operasi Indonesia Timur dan Barat, For the system in the East and West Indonesia operating areas,
reserve margin ditetapkan sekitar 40% dengan mengingat jumlah the required reserve margin is approximately 40%, considering the
unit pembangkit yang lebih sedikit, unit size yang relatif besar fewer number of plant unit, relatively bigger unit size compared
dibandingkan beban puncak, derating yang prosentasenya lebih to its maximum load, higher derating percentage, and the rapid
besar, dan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding Jawa - Bali. growth compared to Jawa - Bali.

Pembangkit energi terbarukan, khususnya panas bumi dan tenaga Renewable energy plant, specifically geothermal and hydro-power,
air, dalam proses optimisasi diperlakukan sebagai fixed system are optimized as fixed system (set to be included in the system) in
(dipaksa/ditetapkan masuk sistem) pada tahun-tahun yang sesuai the periods according to the phase of the project.
dengan kesiapan proyek tersebut.

Rencana pengembangan kapasitas pembangkitan dibuat dengan The roadmap of plant capacity development is designed taking
memperhitungkan proyek-proyek yang sedang berjalan dan yang into account the ongoing projects and the committed ones, both
telah jelas alokasi pendanaannya, baik proyek PLN maupun IPP, PLN’s and IPP’s projects, excluding all rented plants and excess

138 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

Meningkatkan Load Factor dengan


Pembangkit Peaker CNG
Increasing Load Factor using CNG
Peaker Power Plant

Kebutuhan listrik di tanah air dipasok melalui The national electricity demands are supplied by based
pembangkit listrik based load, seperti PLTU, PLTGU, load power plants, including Steam Power Plant, Gas
PLTP, combine cycle, PLTA, dan sebagainya. Akibatnya, Power Plant, Geothermal Power Plant, Combine Cycle
beban kelistrikan Indonesia rata-rata mempunyai load Power Plant and Hydro Power Plant. As a result, 05
factor cukup rendah, dan beban puncak terjadi hanya Indonesia’s average electricity load factor is low and the
pada pukul 17.00-22.00. Rendahnya load factor membuat peak hours are only between 17:00 and 22:00. The low
pengoperasian pembangkit kurang optimal yang pada load factor caused the power plant operation to be less
akhirnya membuat biaya pengoperasian per kWh secara optimal, which eventually leads to the total operational
total kurang optimal. cost per kWh to be inefficient.

Dalam rangka meningkatkan load factor tersebut, PLN In order to increase the load factor, PLN seeks to
berupaya membangun pembangkit untuk beban puncak construct power plants which are only used during peak
saja. Salah satunya dengan memanfaatkan aliran gas hours. One of the efforts is by utilizing gas flow packed
yang dikemas dalam bentuk compressed natural gas as compressed natural gas (CNG) for peaker plant.
(CNG) untuk pembangkit peaker (beban puncak). Melalui Utilizing the compressed natural gas (CNG) technology
teknologi compressed natural gas (CNG) sebagai sumber as energy resource, the peaker plant can operate five to
energi pembangkit peaker tersebut, dimungkinkan six hours a day only during peak hours, under fast and
pengoperasian pembangkit 5 - 6 jam setiap hari pada flexible start-stop operating system.
beban puncak saja, dengan sistem start-stop operasi
pembangkit yang cepat dan sangat fleksibel.

PLN telah mengoperasikan PLTG CNG di Jakabaring, PLN has stared to operate CNG Gas Power Plant in
Palembang, Sumatera Selatan dan Sei Gelam-Jambi, dan Jakabaring, Palembang, South Sumatera and Sei Gelam
akan membangun fasilitas sejenis di Duri-Riau dan Grati- – Jambi, and will construct the same facility in Duri –
Jawa Timur. Riau and Grati – East Java.

Selama ini, PLN banyak menggunakan pembangkit To this day, PLN uses oil-based fuel peaker plant to
peaker berbahan bakar BBM, untuk meningkatkan load increase plant operational load factor. Constructing
factor operasional pembangkit. Dengan pembangunan CNG peaker plants, PLN gains two benefits: effective
pembangkit peaker CNG, PLN mendapatkan dua solusi, operating cost per kWh and solution to problems of the
yakni biaya operasi per kWh yang lebih hemat dan availability of the stable-pressure gas supply.
sekaligus mengatasi kendala ketersediaan pasokan gas
dengan tekanan yang stabil.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 139


Pembangunan Stasiun Pembangkit /Power Plant Construction

dan tidak memperhitungkan semua pembangkit sewa serta power. In addition, some oil-based fuel fired plants are worn out
excess power. Selain itu beberapa pembangkit berbahan bakar or inefficient, and can be replaced with coal plant assuming that
minyak yang sudah tua, tidak efisien dan dapat digantikan perannya these will be written off or declared as a stand-by plant under
dengan PLTU batubara diasumsikan akan dihapuskan atau maintenance (mothballed).
dijadikan sebagai pembangkit stand-by yang tidak dioperasikan
tetapi tetap dipelihara (mothballed).

Selanjutnya penambahan kapasitas pembangkit pemikul beban Furthermore, the additional plant capacity of basic load bearer is
dasar diutamakan berupa pembangkit berbahan bakar batubara, preferably the coal-fired plants and renewable energy (geothermal
dan pembangkit sumber energi terbarukan (panas bumi dan and certain hydro) power plants.
tenaga air tertentu).

Sistem Kecil Tidak Interkoneksi/Isolated Small and Isolated System


Perencanaan pembangkitan ada sistem-sistem yang masih There are small and isolated systems in the power plant planning,
kecil dan belum interkoneksi (isolated) tidak menggunakan which have not yet used probabilistic method or economical
metode probabilistrik maupun optimisasi keekonomian, namun optimization, but rather the deterministic method. Such planning
menggunakan metode deterministik. Perencanaan dibuat dengan is designed according to N-2 criterion, which means the minimum
kriteria N-2, yaitu cadangan minimum harus lebih besar dari 1 reserves must be higher than one first largest and one second
(satu) unit terbesar pertama dan 1 (satu) unit terbesar kedua. largest units.

Life Extension dan Rehabilitasi Pembangkit Eksisting Life Extension and Existing Plant Rehabilitation
Suatu pembangkit tenaga listrik didesain untuk beroperasi secara A power plant is designed to operate economically during its
ekonomis selama umur tekno-ekonomisnya (economic life). economic life.

Keputusan untuk melakukan life extension atau menutup/ An in-depth research will lead to the determination of an optimal
menghentikan suatu pembangkit memerlukan kajian yang solution, whether a life extension or terminate the plant and
bermuara pada penetapan solusi optimal antara opsi life extension constructing a new one.
dan membangun pembangkit baru.

TARGET PEMBANGUNAN PEMBANGKIT POWER PLANT CONSTRUCTION TARGET


Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik yang semakin In order to fulfill the mounting demands of electricity as well as the
meningkat dan memenuhi target rasio elektrifikasi diatas 80% target of electrification ratio of above 80% throughout Indonesia by
untuk seluruh wilayah Indonesia di tahun 2014, dari sekitar 76% 2014, from approximately 76% at the end of 2012, the Company
di akhir tahun 2012 Perseroan mentargetkan penambahan daya targets to add the capacity by 5 MW per annum.
sebesar 5 GW per tahun.

Untuk memenuhi target pertambahan daya, Pemerintah telah To keep up with the targeted additional capacity, the government
menugaskan PLN untuk melaksanakan percepatan pembangunan has assigned PLN to accelerate the development of a number of
sejumlah stasiun pembangkit, yang kemudian dikenal dengan power plants, called the Fast Track Program 10,000 MW Phase
Program Pembangunan Pembangkit 10.000 MW Tahap 1 (FTP – 1), 1 (FTP-1), followed by the subsequent program, i.e. Fast Track
yang disusul dengan program lanjutannya, Program Pembangunan Program 10,000 MW Phase 2 (FTP-2). The following is the
Pembangkit 10.000 MW Tahap 2 (FTP – 2). Berikut adalah uraian breakdown of the progress of above mentioned programs.
mengenai perkembangan program tersebut.

PROGRAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN FAST TRACK PROGRAM 10,000 MW PHASE 1 (FTP-1)


PEMBANGKIT 10.000 MW TAHAP 1 (FTP-1) In order to reduce reliance to the expensive oil-based fuels, the
Untuk  mengurangi  ketergantungan  akan  bahan  bakar  minyak  yang  government has stipulated to accelerate power plant energy
mahal  harganya,  Pemerintah menetapkan  percepatan  diversifikasi  diversification from oil-based fuel to coal. 
energi  pembangkit  tenaga  listrik  dari  BBM  ke  batubara. 

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 71 As stipulated by Presidential Decree No. 71/2006 dated July 5, 2006
Tahun 2006 tanggal 5 Juli 2006 yang kemudian diubah melalui which is then amended by Presidential Decree No. 59/2009 dated
Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 59 Tahun 2009 tanggal December 23, 2009, the government of Indonesia assigns the
23 Desember 2009, Pemerintah menugaskan Perseroan untuk

140 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan Company to establish coal-fired steam power plant (PLTU) in 37
bakar batu bara di 37 lokasi di Indonesia, yang meliputi 10 lokasi different locations throughout Indonesia, comprising 10 with total
dengan jumlah kapasitas 7.490 MW di Jawa – Bali; 12 lokasi capacity of 7,490 MM in Java-Bali; 12 with capacity of 1,600 MW in
dengan kapasitas 1600 MW di Indonesia Barat dan 15 lokasi West Indonesia and 15 with capacity of 885 MW in East Indonesia.
dengan kapasitas 885 MW di Indonesia Timur.

Pembangunan pembangkit  tenaga  listrik  berbahan  bakar  batubara  The construction of coal-fuel power plant run behind the schedule,
tersebut mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan, due to several constraints, among others: 
disebabkan oleh disebabkan beberapa kendala, antara lain: 
1. Finansial:  keterlambatan pendanaan,   karena  terlambatnya proses  1. Financial:   funding delays, due to the funding delays for 3
pendanaan untuk  3  PLTU  yang  harus  menunggu  perubahan  steam power plants which have to await presidential decree
Perpres  untuk  mendapatkan  pendanaan;  keterlambatan efektif  amendment to obtain funding; delays on effective loan; interest
loan;  kenaikan  suku  bunga  karena perpanjangan  availability  rate hike due to the extension of availability period related to
period  terkait  dengan keterlambatan penyelesaian pembangunan the delays on the power plant construction completion; and
pembangkit; dan kesulitan finansial kontraktor contractor’s financial problem.
2. Konstruksi:  keterlambatan  penyediaan  lahan  karena  2. Construction:   delays in the provision of the land because of
ketidaksepakatan  harga  antara Panitia Pembebasan  tanah  price dispute between the committee of the land acquisition
05
dan  pemilik  lahan;  kendala  pada  proses  custom  clearance:  and the land owner; obstacles in customs clearance process;  
waktu  untuk pemeriksaan  material,  biaya  demurrage  dan  ijin  time for material check; demur rage cost and permit hampered
timbul  memperlambat  proses  penyelesaian pembangunan;   the completion the power plant construction.  
3. Kontraktor yang  kurang  kompeten,  tidak  ada  koordinasi  3. Incompetent contractor, lack of coordination between main
yang  baik  antara  main  leader  dan  sub  kontraktor, leader and subcontractor, communication barrier between
kesulitan  dalam  berkomunikasi  antara  kontraktor  China  Chinese contractor and local contractor.   
dan kontraktor lokal.  

Pendanaan Proyek Project Funding


Dari sisi pendanaan, proyek percepatan pembangunan With regard to the funding, the Fast Track Program 10,000 MW has
pembangkit 10.000 MW PLN tersebut telah mengalami kemajuan shown a significant progress. The funding of the project has fully
yang signifikan. Seluruh pendanaan proyek percepatan tersebut been secured. The funding composition is 85% from bank loan that
telah mendapatkan kepastian pendanaan. Komposisi pendanaan is entirely guaranteed by the government of Indonesia pursuant
adalah 85% dari pinjaman perbankan yang sepenuhnya dijamin to the Presidential Decree (PP) No. 91/2001 as the amendment of
oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan the Presidential Decree No. 86/2006 on granting of government
Presiden Republik Indonesia (PP) No. 91 Tahun 2007 pengganti dari guarantees for acceleration of development of electricity power
PP No. 86 Tahun 2006 tentang Pemberian Jaminan Pemerintah generation using coal, whereas the remaining 15% will be covered
untuk Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang by own funds. The bank loan for the plant project amounts to
Menggunakan Batubara, sedangkan sisanya 15% bersumber US$5.1 billion for funding in foreign currency and Rp21.7 trillion
dari dana internal PLN. Pinjaman perbankan untuk proyek for local currency. The bank loan for the transmission projects
pembangkitan adalah sebesar USD 5,1 miliar untuk kebutuhan which are directly or indirectly related to the Fast Track Program
pendanaan porsi mata uang asing dan IDR 21,3 triliun untuk 10,000 MW amounts to US116 million for foreign currency and
kebutuhan pendanaan porsi mata uang lokal. Pinjaman perbankan Rp4.8 trillion for local currency.
untuk proyek transmisi yang terkait langsung dan tidak langsung
dengan proyek percepatan 10.000 MW adalah sebesar USD 116
juta untuk kebutuhan pendanaan porsi mata uang asing dan IDR
4,8 triliun untuk kebutuhan pendanaan porsi mata uang lokal.

Sampai dengan akhir Desember 2013, Perseroan telah membayar As of the end of December 2012, the Company had paid a down
uang muka sebesar US$873 juta dan Rp4.781.725 juta untuk 36 payment amounting to US$872 million and Rp4,781,725 million for
kontrak EPC, atau sekitar 15% dari jumlah nilai kontrak, yang 36 EPC contracts, or around 15% of the total value of the contracts
dicatat sebagai pekerjaan dalam pelaksanaan. Uang muka classified as construction in progress. The down payment was
tersebut didanai dari hasil penerbitan Obligasi Terjamin dan funded by the issuance of guaranteed bonds and the withdrawal of
penarikan “fasilitas kredit program percepatan” credit facilities for the fast track program.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 141


Pembangunan Stasiun Pembangkit /Power Plant Construction

Perkembangan Pembangunan 10.000 MW Tahap 1 Progress of 10,000 MW Phase 1


Secara keseluruhan, pembangkit program FTP-1 yang telah Overall, the plant programs FTP-1 which have operated by the end
beroperasi sampai dengan akhir tahun 2013 sebesar 6.377 MW, of 2013 with amount of 6,377 MW, are as follows:
yaitu:
1. PLTU 1 Banten – Suralaya 1 x 625 MW 1. Steam Power Plant 1 Banten - Suralaya 1 x 625 MW
2. PLTU 2 Banten – Labuan 2 x 300 MW 2. Steam Power Plant 2 Banten - Labuan 2 x 300 MW
3. PLTU 3 Banten – Lontar 3 x 315 MW 3. Steam Power Plant 3 Banten - Lontar 3 x 315 MW
4. PLTU 1 Jawa Barat - Indramayu 3 x 330 MW 4. Steam Power Plant 1 Jabar - Indramayu 3 x 330 MW
5. PLTU 1 Jawa Tengah – Rembang 2 x 315 MW 5. Steam Power Plant 1 Jateng – Rembang 2 x 315 MW
6. PLTU 2 Jawa Timur – Paiton 1 x 660 MW 6. Steam Power Plant 2 Jatim – Paiton 1 x 660 MW
7. PLTU Jawa Timur – Pacitan 2 x 315 MW 7. Steam Power Plant 2 Jatim – Pacitan 2 x 315 MW
8. PLTU Pelabuhan Ratu 3 x 350 MW 8. Steam Power Plant Pelabuhan Ratu 3 x 350 MW
9. PLTU Sulawesi Utara – Amurang 2 x 25 MW 9. Steam Power Plant North Sulawesi – Amurang 2 x 25 MW
10. PLTU Sulawesi Tenggara – Kendari 1 x 10 MW 10. Steam Power Plant Souheast Sulawesi – Kendari 1 x 10 MW
11. PLTU Barru 1 x 50 MW 11. Steam Power Plant Barru 1 x 50 MW
12. PLTU Asam-Asam 2 x 65 MW 12. Steam Power Plant Asam-Asam 2 x 65 MW
13. PLTU Tanjung Balai Karimun 1 x 7 MW 13. Steam Power Plant Tanjung Balai Karimun 1 x 7 MW

Dengan kata lain, pertambahan daya menurut lokasi geografis In short, the additional capacity according to the geographical
menunjukkan bahwa: location shows that:
1. Jawa-Bali mendapatkan pertambahan daya sebesar 6.130 MW. 1. Java-Bali attains the additional capacity amounting to 6,130 MW.
2. Sumatera mendapatkan pertambahan daya sebesar 7 MW. 2. Sumatra attains the additional capacity amounting to 7 MW.
3. Sistem Indonesia Timur mendapatkan pertambahan daya 3. East Indonesia System attains the additional capacity
sebesar 240 MW. amounting to 240 MW.

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan PLN untuk As for the necessary steps the Company undertook to accelerate
mempercepat penyelesaian Proyek Percepatan Pembangunan the completion of the Fast Track Program 10,000 MW Phase 1
Pembangkit 10.000 MW Tahap 1 (FTP–1) antara lain: (FTP - 1) are, among others:
1. Mengganti subkontraktor dan site manager yang kinerjanya 1. Terminating poorly performing or incompetent subcontractor
buruk atau kurang kompeten. and site manager.
2. Mengenakan denda keterlambatan (liquidated damage) 2. Charging maximum penalty (liquidated damage) to contractor
maksimal kepada kontraktor PLTU Rembang, Suralaya, of steam power plant Rembang, Suralaya, Paiton, Indramayu,
Paiton, Indramayu, dan Bima. and Bima. 
3. Memberikan sanksi kepada kontraktor utama pembangunan 3. Imposing sanction on the main contractor of the construction of
PLTU Lombok, Bima, Gorontalo untuk tidak diikutsertakan steam power plant Lombok, Bima, Gorontalo by eliminating their
dalam pembangunan pembangkit PLN di 5 tahun mendatang, participation in PLN power plant construction for the next five
karena tidak mampu menyelesaikan proyek tepat waktu years, as they failed to complete the project on time as stipulated
sesuai surat dari Direksi ke UIP KITRING NUSRA dan UIP KIT on the Board of Director’s letter to UIP KITRING NUSRA and UIP
SULMAPA dengan No. 0172/121/DITOPIT/2011 tanggal 15 Juli KIT SULMAPA No. 0172/121/DIOPIT/2011 dated July 12, 2011 on
2011 perihal Pelaksanaan Proyek PLTU Perpres NTB 1 – Bima, Implementation of Presidential Decree on Steam Power Plant
NTB 2-Lombok dan Gorontalo. Project NTB 1 – Bima, NTB 2- Lombok and Gorontalo. 
4. Melakukan kajian dan membuat pedoman untuk 4. Carrying out a study and formulating guidelines for plant
Pembangunan Pembangkit dan sudah dikeluarkan surat construction, where the Board of Directors’ Decision no.
keputusan Direksi No. 1062.K/DIR/2011 tanggal 20 Juli 2011 1062.K/DIR/2011 dated July 20 2011 on procedures of
tentang Prosedur Pengelolaan dan Penanganan Proyek- management and organization of the projects in the PLN (Ltd.)
proyek di Lingkungan PT PLN (Persero). area has been issued.  
5. Direksi menginstruksikan kepada UIP Pembangkit Thermal 5. Board of Directors instructed UIP Thermal Power Plant Java -
Jawa Bali dengan surat No.02292/121/0229/121/DIROPJB/2011 Bali through letter No. 02292/121/0229/121/DIROPJB/2012 dated
tanggal 15 Juli 2011 perihal Penyelesaian masalah ruislag dan July 15, 2011 on Ruislag troubleshooting and land certification for
sertifikasi lahan PLTU 2 Jawa Barat –Pelabuhan Ratu. Steam Power Plant 2 West Java – Pelabuhan Ratu. 
6. Menambah tenaga kerja ahli dalam bidangnya (Welder, Fitter, 6. Increasing the number of specialized workers (Welder, Fitter,
Commissioning Expert, dan sebagainya). Commissioning Expert, etc).
7. Menambah alat kerja dan shift kerja. 7. Adding the working tools and working shifts.  
8. Memprioritaskan penyelesaian pekerjaan yang inti untuk 8. Prioritizing the completion of the main works for plant
dapat mengoperasikan pembangkit. operation.

142 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

9. Melakukan konsultasi dengan kantor legal dan badan 9. Consulting the legal office and independent body to make
independen untuk mencari solusi dispute dalam kontrak dispute solution written in a contract (duty issue, escalation,
(masalah bea masuk, eskalasi, klaim dan sebagainya). claim, and so on).
10. Membantu menyelesaikan dispute atau ketidaksepahaman 10. Assisting to solve disagreements among the consortium
antar anggota konsorsium atau antar main kontraktor dan members or between the main contractor and subcontractor. 
subkontraktor.
11. Melakukan optimasi disain agar dapat dilaksanakan 11. Optimizing the design for contractor to execute, as long as it
oleh kontraktor, sejauh tidak mengubah spesifikasi dan does not alter the specification and performance guarantee.
performance guarantee.
12. Meminta Lembaga Sertifikasi Pengujian memberikan 12. Asking testing certification body to give coaching and parenting
coaching dan parenting kepada kontraktor yang mempunyai to contractors who have difficulties in test & commissioning.  
kendala test dan commissioning.
13. Menggunakan temporary jetty pada lokasi yang 13. Using temporary jetty where the contractors are still unable to
kontraktornya belum mampu menyelesaikan jetty. complete the jetty. 
14. Mencari upaya komersial dan legal untuk membantu 14. Finding commercial and legal effort to support contractors
kontraktor yang mengalami kendala finansial. who encounter financial problem.
15. Memperkuat personil SDM dan organisasi proyek di PLN. 15. Reinforcing human resource personnel and project
05
organization in PLN. 
16. Menyelenggarakan workshop untuk meningkatkan 16. Holding workshop for supervisors in the coal-fired steam
kemampuan supervisor proyek PLTU batubara. power plants to enhance their competence.

Program Percepatan Pembangunan Pembangkit Fast Track Program 10,000 MW Phase 2 (FTP-2)
10.000 MW Tahap 2 (Ftp–2)
1. Proyek percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik 1. The Fast Track Program Phase 2 of the10,000 MW (FTP-2)
10.000 MW tahap kedua (Fast Track Program Tahap II atau FTP is the continuation of the first phase program of which the
II) merupakan lanjutan dari proyek percepatan tahap pertama, construction is in progress.
yang saat ini sudah mencapai tahap pembangunan/konstruksi.
2. Dasar pelaksanaan FTP-2 adalah Perpres No 4 Tahun 2010 dan 2. The legal basis of FTP-2 is presidential regulation No. 4/2010
Permen ESDM No.15 Tahun 2010 tentang penugasan kepada and MEMR Minister Instruction No.15/2010 on the assignment
PLN untuk melakukan percepatan pembangunan pembangkit of PLN to accelerate the construction of power generation
tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan (panas using renewable energy-(geothermal, hydro), coal and gas.
bumi dan hidro), batubara, dan gas.
3. Adapun proyek FTP-2 memiliki total kapasitas sebesar 9.522 3. As for the FTP-2 project with the total capacity of 9,522
MW, dengan rincian 4.216 MW dibangun oleh PLN dan 5.306 MW, of which 4,216 MW was constructed by PLN and the
MW dibangun oleh swasta berikut jaringan transmisi terkaitnya. remaining 5,306 MW by private company along with the related
4. Pendanaan pembangunan pembangkit yang ditugaskan transmission networks.
kepada PLN akan bersumber dari APBN, APLN, pinjaman 4. The plants construction executed by PLN will be financed by the
lunak dan pinjaman bentuk lainnya. national state budget, foreign budget, soft loan and other loans.

Perkembangan Pembangunan 10.000 MW Tahap 2 Progress of 10,000 MW Phase 2


Dengan adanya perkembangan pada sektor ketenagalistrikan, Considering the electric power sector growth, PLN gave
PLN mengusulkan kepada Menteri ESDM tentang perubahan recommendation to Minister of Energy and Mines Resources
lingkup proyek percepatan pembangkit 10.000 MW Tahap II yang (MEMR) regarding the amendment of the 10,000 MW FTP-2
telah tertuang dalam Permen ESDM No.15 Tahun 2010, yaitu project scope that is stipulated in MEMR Minister Instruction
mencakup hal-hal: No.15/2010, including:
1. Perubahan beberapa proyek PLTU skala kecil menjadi PLTGB. 1. The transformation of some small-scaled steam power plant
projects into gas and coal-fired power plant. 
2. Perubahan unit size beberapa proyek EBT sesuai dengan hasil 2. The changes of unit size of some renewable energy projects
studi terbaru dan kontrak. based on the new research findings and new contracts.
3. Perubahan PLTGU Bangkanai 120 MW menjadi PLTG 3. The transformation of combined cycle power plant Bangkanai
Bangkanai 280 MW. 120 MW into gas power plant Bangkanai 280 MW. 
4. Perubahan kepemilikan beberapa proyek swasta yang 4. The ownership transfer of some private projects to PLN’s
dialihkan menjadi proyek PLN. projects. 
5. Tambahan beberapa proyek pembangkit EBT seperti 5. The additional new and renewable energy plant projects, for
PLTP yang baru saja memperoleh penetapan WKP oleh instance geothermal power plant of which the mining working
Kementerian ESDM. area (WKP) license has been endorsed by the Minister of
Energy and Mines Resources.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 143


Pembangunan Stasiun Pembangkit /Power Plant Construction

Berdasarkan Permen ESDM No.1 Tahun 2012, maka Proyek Pursuant to Minister of Energy and Mines Resources Decree No.
Percepatan Pembangkit 10.000 MW Tahap II berada di 98 lokasi 1/2012, the Fast Track Program 10,000 MW phase 2 are located
dengan kapasitas 10.047 MW, dengan rincian 26 lokasi dan 3.757 in 98 different sites with a total capacity of 10,047 MW, of which
MW akan dibangun oleh PLN, sedangkan 72 lokasi dan 6.290 MW 26   sites with total capacity of 3,757 MW will be constructed
akan dibangun oleh IPP (swasta). by PLN, whereas the remaining 72 sites with total capacity of
6,290 MW will be executed by IPP.

Target operasi proyek pembangkit FTP-2 adalah mulai tahun 2014, The plant projects of FTP-2 are expected to operate by 2014.
namun dengan adanya beberapa hambatan di bidang regulasi, However, due to some impediments in regulation, funding and
pendanaan dan teknis, maka beberapa proyek pembangkit FTP-2 technical issues, it is estimated that some of the FTP-2 projects
diperkirakan tidak dapat memenuhi target COD tersebut. would not meet the commercial operating date (COD) target.

Adapun hal-hal yang menjadi hambatan dalam proses The impediments are, among others:
pembangunan antara lain:
1. Aspek Regulasi 1. Regulation
a. Perijinan penggunaan lahan: Sebagian besar lokasi a. Land use permit: most of the plants to be developed are
pengembangan pembangkit terletak di kawasan hutan located in the protected forest/conversational forest/
lindung/hutan konservasi/taman nasional, khususnya PLTP. national park area particularly for geothermal power plant.
b. Pembebasan Lahan: Adanya opini bahwa PLN adalah b. Land acquisition: some opine that PLN does not account
bukan Pemerintah, sehingga pembebasan lahan harus for the government, as a consequence the process of land
dilakukan dengan pola business-to-business yang lebih acquisition is done through business-to-business which is
menyita waktu dan biaya. certainly more time-consuming.
c. Ketidakpastian waktu dan proses perijinan. c. Time uncertainty in the licensing process.
d. Pengembang meminta waktu eksplorasi paling lambat 5 d. The developers asking for exploration period of five
tahun (sesuai UU 27/2003 & PP 59/2007), sehingga COD years at the maximum (in line with Law No. 27/2003 &
minimal 7 tahun, berdampak mundurnya COD proyek Presidential Decree No. 59/2007), so the COD becomes
PLTP FTP II. seven years at the minimum, which results in the delay of
PLTP FTP-2 projects.
2. Aspek Pendanaan 2. Funding Aspect
a. Alokasi risiko yang belum diatur dengan jelas, menjadikan a. Risk allocation not yet clearly arranged, which results in
faktor risiko sebagai “terms” yang harus dinegosiasikan. risk factor being a negotiable ‘term’.
b. Pengembang meminta kepastian bentuk jaminan b. The developers demanding the assurance of PLN business
kelayakan usaha PLN. feasibility.
c. Kebutuhan dana “equity” yang besar yang umumnya c. The need of large equity funding which is commonly
diperlukan untuk eksplorasi. required for exploration.
3. Aspek Teknis 3. Technical Aspect
a. Potensi cadangan uap pada pembangkit PLTP tidak ada a. Steam reserves potential of geothermal power plants is
atau lebih kecil dari perkiraan. non existing or less than estimation.
b. Pemindahan lokasi pembangkit, karena kondisi lokasi b. Relocation of the plants, as the site condition is not
tidak memungkinkan dibangun pembangkit baru. conducive for constructing a new plant.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM No. 21 tahun 2013 tanggal 01 Pursuant to Minister of Energy and Mines Resources Instruction
Agustus 2013 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri No. 21/2013 dated August 1, 2013 on Second Amendment to
Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Minister of Energy and Mines Resources Instruction No. 15/2010
Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit on List of Acceleration of Renewable Energy, Coal and Gas Fired
Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara Power Plant Construction and Related Transmission, the fast
Dan Gas Serta Transmisi Terkait, proyek-proyek percepatan track program of renewable energy, coal and gas fired power plant
pembangunan pembangkit tenaga Listrik yang menggunakan construction is performed by cooperating with private electric
energi terbarukan, batubara dan gas yang dilaksanakan melalui power developers, of which the program amounts to 12,169 MW
kerjasama dengan pengembang listrik swasta, diprogramkan spread in 59 locations.
sebesar 12.169 MW yang tersebar di 59 lokasi.

144 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

Daftar Proyek FTP-1 List of FTP-1 Projects


Adapun daftar lengkap proyek pembangunan stasiun pembangkit Below is the complete list of the plant construction projects under
yang masuk kedalam program FTP-1, lokasi, daya dan estimasi the FTP-1 program. The details of the location, capacity and
tahap commercial operating date (COD) adalah sebagai berikut: estimated commercial operating date (COD) are as follow:

Fast Track Program Tahap I (Ftp 1)


Fast Track Program Phase 1 (FTP-1)
No Proyek Kap. (MW) # Unit COD Kontrak COD Estimasi/Realisasi
Project COD Contract COD Estimation/Realization

1 2 3 4 5 6

Jawa-Bali Java - Bali

1 PLTU 1 Banten - Suralaya 1 12 Maret March 2010 22 Agustus August 2011


1 x 625
Steam Power Plant 1 Banten -Suralaya

2 PLTU 2 Banten - Labuan 1 12 September 2009 29 Oktober October 2009


Steam Power Plant 2 Banten - Labuan 05
2 x 300
2 12 Desember December 15 April 10
2009

3 PLTU 3 Banten - Lontar 1 07 April 2010 28 Desember December 2011


Steam Power Plant 3 Banten - Lontar
  3 x 315 2 07 Juni June 2010 29 Februari February 2012

3 07 Agustus August 2010 10 April 12

4 PLTU 1 Jawa Barat - Indramayu 1 12 September 2009 29 Januari January 11


Steam Power Plant 1 West Java-Indramayu
2 12 Desember December 23 Maret March 11
3 x 330
2009

3 12 Maret March 10 15 September 11

5 PLTU 2 Jawa Barat - Pelabuhan Ratu 1 Agustus August 2012 26 Agustus August 2013
Steam Power Plant 2 West Java-Pelabuhan
Ratu 2 November 2012 07 Januari January 2014
3 x 350
3 Februari February 21 Januari January 2014
2013

6 PLTU 1 Jawa Tengah - Rembang 1 21 September 09 10 Desember December 2011


Steam Power Plant 1 Cental Java-Rembang
2 x 315
2 21 Desember December 10 Desember December 2011
2009

7 PLTU 2 Jawa Tengah - Adipala 1 22 April 2012 Oktober October 2015


1 x 660
Steam Power Plant 2 Cental Java-Adipala

8 PLTU 1 Jawa Timur - Pacitan 1 07 Februari February 2010 Agustus August 2012
Steam Power Plant 1 East Java-Pacitan 2 x 315
2 07 Mei May 2010 Desember December 2012

9 PLTU 2 Jawa Timur - Paiton 1 12 Maret March 10 25 Juni June 2012


1 x 660
Steam Power Plant 2 East Java-Paiton

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 145


Pembangunan Stasiun Pembangkit /Power Plant Construction

No Proyek Kap. (MW) # Unit COD Kontrak COD Estimasi/Realisasi


Project COD Contract COD Estimation/Realization

1 2 3 4 5 6

10 25 Oktober October
1 24 Januari January 2014
PLTU 3 Jawa Timur - Tj. Awar-awar 2010
Steam Power Plant 3 2 x 350
East Java-Tj. Awar-Awar 25 Januari January
2 01 Agustus August 2014
2011

  Total FTP-1 Jawa-Bali


7.490      
Total of FTP-1 Java-Bali

Indonesia Barat West Indonesia        

11 1 April 2012 April 2014


PLTU NAD - Meulaboh
2 x 110
Steam Power Plant NAD-Meulaboh
2 Juli July 2012 Juni June 2014

12 Desember December
PLTU 2 Sumatera Utara - Pangkalan Susu 1 Maret March 2015
2011
Steam Power Plant 2 Sumatra Utara- 2 x 220
Pangkalan Susu
2 Februari February 2012 Januari January 2015

13 09 Oktober October
1 Terminasi Termination
2010
PLTU 1 Riau - Bengkalis
2 x 10
Steam Power Plant 1 Riau-Bengkalis
09 Desember December
2 Terminasi Termination
2010

14 1 19 Agustus August 2010 Terminasi Termination


PLTU 2 Riau - Selat Panjang
2x7
Steam Power Plant 2 Riau-Selat Panjang 19 Oktober October
2 Terminasi Termination
2010

15 1 Oktober October 2013 Juni June 2015


PLTU Riau - Tenayan
2 x 110
Steam Power Plant Riau-Tenayan
2 Januari January 2014 September 2015

16 PLTU Kepualauan Riau - Tj. Balai Karimun 1 Agustus August 2011 April 2014
Steam Power Plant Kepulauan Riau-Tj 2x7
Balai Karimun 2 September 2011 Juli July 2013

17 PLTU Sumatera Barat - Teluk Sirih 1 Oktober October 2012 Mei May 2014
Steam Power Plant West Sumatra-Teluk 2 x 112
Sirih 2 Januari January 2013 Juli July 2014

18 1 10 November 2010 Desember December 2014


PLTU 3 Bangka Belitung - Bangka Baru
2 x 30
Steam Power Plant 3 Babel-Bangka Baru 10 Januari January
2 April 2014
2011

19 PLTU 4 Bangka Belitung - Belitung 1 Maret March 2012 Januari January 2015
Steam Power Plant 4 Bangka Belitung 2 x 16,5
-Belitung 2 Mei May 2012 Maret March 2015

146 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

No Proyek Kap. (MW) # Unit COD Kontrak COD Estimasi/Realisasi


Project COD Contract COD Estimation/Realization

1 2 3 4 5 6

20 PLTU LAMPUNG - Tarahan Baru 1 November 2011 April 2014


Steam Power Plant Lampung-Tarahan 2 x 100
Baru 2 Januari January 2012 Desember December 2014

21 28 Desember December
1 Maret March 2015
PLTU 1 Kalimantan Barat - Parit Baru 2011
Steam Power Plant 1 West Kalimantan- 2 x 50
Parit Baru 28 Februari February
2 Mei May 2015
2012

22 PLTU 2 Kalimantan Barat - Bengkayang 1 Maret March 2012 Desember December 2014
Steam Power Plant 2 West Kalimantan 2 x 27,5
Bengkayang 2 Mei May 2012 Maret March 2015

  Total FTP-1 Indonesia Barat


1.600       05
Total of FTP-1 Western Indonesia

Indonesia Timur East Indonesia        

23 PLTU Kalimantan Selatan - Asam-Asam 3 Maret March 2012 April 2013


Steam Power Plant South Kalimantan 2 x 65
Asam-Asam 4 Mei May 2012 April 2013

24 PLTU 1 Kalimantan Tengah - Pulang Pisau 19 Desember December Juli July 2015 (unit 1),
2 x 60 1
Steam Power Plant 1 Central Kalimantan 2012 September 2015 (unit 2)

25 1 04 September 2013 Januari January 2015


PLTU Kalimantan Timur - Teluk Balikpapan
Steam Power Plant 2 x 110
4 Desember December
East Kalimantan-Teluk Balikpapan 2 Maret March 2015
2013

26 1 April 2011 Juni June 2015


PLTU Gorontalo
2 x 25
Steam Power Plant Gorontalo
2 Juni June 2011 Agustus August 2015

27 Desember December
PLTU 2 Sulawesi Utara - Amurang 1 November 2012
2010
Steam Power Plant 2 2 x 25
North Sulawesi-Amurang
2 Februari February 2011 Oktober October 2012

28 PLTU Sulawesi Tenggara - Kendari 1 April 2011 Juni June 2014


Steam Power Plant South East Sulawesi 2 x 10
Kendari 2 Juni June 2011 November 2012

29 1 Juni June 2011 April 14


PLTU Sulawesi Selatan - Barru
2 x 50
Steam Power Plant South Sulawesi-Barru
2 Agustus August 2011 Februari February 2013

30 PLTU 1 Nusa Tenggara Barat - Bima


Desember December Juni June 2015 (unit 1),
Steam Power Plant 1 West Nusa Tenggara- 2 x 10 1
2012 Agustus August 2015 (unit 2)
Bima

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 147


Pembangunan Stasiun Pembangkit /Power Plant Construction

No Proyek Kap. (MW) # Unit COD Kontrak COD Estimasi/Realisasi


Project COD Contract COD Estimation/Realization

1 2 3 4 5 6

31 PLTU 2 Nusa Tenggara Barat - Lombok 2 x 25 1 April 2011 Juni June 2014

Steam Power Plant 2

West Nusa Tenggara-Lombok 2 Juni June 2011 September 2014

32 PLTU 1 NTT - Ende 2x7 1 April 2011 September 2014

Steam Power Plant 1

East Nusa Tenggara-Ende 2 Juni June 2011 Desember December 2014

33 PLTU 2 Nusa Tenggara Timur - Kupang 2 x 16,5 1 Februari February 2012 Mei May 2014

Steam Power Plant 2

East Nusa Tenggara-Kupang 2 April 2012 Juli July 2014

34 PLTU Maluku Utara - Tidore 2x7 1 Oktober October 2011 Juli July 2014

Steam Power Plant North Maluku-Tidore 2 Desember December September 2014


2011

35 PLTU Maluku - Ambon 2 x 15 1 Mei May 2012 Juni June 2015

Steam Power Plant Maluku-Ambon 2 Juli July 2012 Agustus August 2015

36 PLTU 1 Papua - Timika 2x7 1  

Steam Power Plant 1 Papua-Timika 2  

37 PLTU 2 Papua - Jayapura 2 x 10 1 Februari February 2012 Desember December 2014

Steam Power Plant 2 Papua-Jayapura 2 April 2012 Februari February 2015

  Total FTP-1 Indonesia Timur 885      

Total of FTP-1 Eastern Indonesia

Grand Total FTP-1 9.975      

148 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

Mendorong Perkembangan Industri


Ketenagalistrikan di Dalam Negeri
Driving Electric Power Industry Development
in Indonesia

Pembangunan dan pemeliharaan sistim ketenagalistrikan Electric power system development and maintenance, covering
yang meliputi pembangkit listrik, jaringan transmisi, distribusi power plant, transmission and distribution networks along
lengkap dengan gardu induk dan gardu distribusi, membutuhkan with the relay stations, require the industry’s support and
dukungan industri dan melibatkan investasi dalam jumlah yang involve investment in a great deal of amount. According to
besar. Dalam catatan PLN, untuk tahun 2012 saja, realisasi capex
PLN’s records, for 2012 alone the Company’s capex realization
Perseroan mencapai Rp50 triliun. Tapi dari angka pengeluaran
reached Rp50 trillion. However, only a small part of the figure
itu, ternyata hanya sebagian kecil yang dinikmati di dalam
was spent in the country. So far PLN’s capex goes abroad, due
negeri. Sebagian besar capex PLN selama ini mengalir ke
luar negeri, karena faktanya peralatan kelistrikan masih to the fact that electric power equipment is still dominated by
didominasi produk impor. imported products. 05

Dalam rangka mendukung pertumbuhan industri kelistrikan To support domestic electric power industry growth and
di dalam negeri dan menciptakan “multilflier effect” terhadap create ‘multiflier effect’ in Indonesia’s economic growth, PLN
kemajuan perekonomian Indonesia, PLN menerapkan applies a new approach in meeting the needs of electric power
pendekatan baru dalam memenuhi kebutuhan peralatan equipment for development and maintenance, both plant and
ketenagalistrikan, baik dalam rangka pembangunan dan
transmission - distribution networks (including relay stations
pemeliharaan pembangkit, maupun dalam rangka membangun
and distribution-supporting relay stations).
dan memelihara jaringan transmisi-distribusi (termasuk sarana
gardu induk maupun gardu pendukung distribusi).

PLN menerapkan sistem nurture, yaitu mendorong terciptanya PLN applies the nurture system, namely encouraging the
suatu pabrikan peralatan listrik tertentu yang selama ini realization of a specific electricity equipment factory, which
belum ada di dalam negeri. Contohnya, pabrik switchgear untuk has not yet existed in the country. For example, factory of
tegangan tinggi. switchgear for high voltage.

PLN juga juga telah memberlakukan pengadaan dengan PLN has also applied procurement under open book system,
sistem open book, yaitu sistem pengadaan barang dengan cara
namely goods procurement system that breaks down the structure
membedah structure cost secara transparan pada pabrikan
cost transparently for equipment which are produced locally in
yang keberadaannya di dalam negeri masih sangat terbatas.
limited scale. This way the overseas suppliers are encouraged
Dengan cara ini pemasok luar negeri didorong untuk bekerja
sama dengan pemasok dalam negeri, sehingga struktur biaya to cooperate with domestic suppliers, so that the cost structure
makin ekonomis bagi PLN, sekaligus memfasilitasi transfer for PLN becomes more economical and transfer of knowledge is
pengetahuan. Ketentuan ini sudah lazim diberlakukan di negara- facilitated. These provisions commonly apply in other countries
negara lain yang juga giat membangun ketenagalistrikan. which also develop electric power industry maximally.

Terobosan lain yang dilakukan adalah mengganti suku cadang Other breakthroughs are replacing spare parts by prioritizing
dengan memprioritaskan produksi dalam negeri, disertai local products, applying assessment system to local workshops
penerapan sistem asesmen terhadap bengkel-bengkel atau
which are capable to produce spare parts, as well as checking
workshop di dalam negeri yang mampu membuat suku
the quality and production system.
cadang, sekaligus memeriksa kualitas dan sistem produksinya.

Selanjutnya PLN pun mengimplementasikan kewajiban Next PLN will implement local product usage obligations on
penggunaan produk dalam negeri pada pembangkit listrik independent power producer (IPP), including requiring bidder
swasta (independent power producer/IPP). Antara lain in the bidding phase to explicitly state the equipment it will
mewajibkan kepada bidder pada tahap lelang untuk supply from the local market.
mencantumkan secara eksplisit peralatan apa saja yang akan
dipasok dari dalam negeri.
All these efforts are aimed at supporting the domestic electric
Seluruh upaya tersebut ditujukan untuk mendukung
power industry growth, while increasing PLN’s operational
perkembangan industri ketenagalistrikan dalam negeri,
efficiency in the long run. These are also a form of the
sekaligus meningkatkan efisiensi operasional PLN dalam jangka
implementation of Industry Minister Regulation No. 54/2012 on
panjang, selain sebagai wujud implementasi Permenperind
No.54/2012 tentang TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) Domestic Component Level of Domestic Electrical Power.
Ketenagalistrikan dalam negeri. (sumber Fokus Edisi Juni dan
Oktober 2013).

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 149


Kerja Sama dengan Berbagai Pihak/Collaboration with Other Parties

KERJA SAMA DENGAN BERBAGAI PIHAK


Collaboration with other Parties

Guna mendukung seluruh program penyediaan listrik kepada PLN and its subsidiaries set up partnership with various parties
pelanggan, sekaligus menyediakan layanan yang berkualitas, PLN including State-owned Enterprises (SOEs), national private
dan Anak Perusahaan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, companies, and foreign companies so as to support electricity
baik dari kalangan BUMN, Perusahaan Swasta Nasional, maupun supply to consumers while providing excellent services. The
Perusahaan dari luar negeri. Kerjasama tersebut meliputi hal- cooperation involves specific matters of the respective party’s
hal spesifik yang merupakan kompetensi khusus dari para pihak, competencies. The thorough cooperation is based on long-
dan didasarkan pada pendekatan bisnis yang saling memberi term mutual benefit business approaches. An overview of the
manfaat dalam jangka panjang. Adapun penjelasan ringkas dari cooperation between PLN and parties with similar interests is
kerjasama yang dilakukan PLN dengan berbagai pihak adalah as follows.
sebagai berikut.

KERJASAMA DENGAN BUMN Cooperation with State Owned


Enterprises (SOEs)
Kerjasama dengan sesama BUMN baik yang dilakukan oleh PT The cooperation with other SOEs undertaken by PT PLN (Persero)
PLN (Persero), Unit PLN dan Anak Perusahaan terus dilanjutkan and PLN subsidiaries continues to proceed and improve. This
dan ditingkatkan, yaitu: cooperation include:
1. Bidang pelayanan melalui call center 123 dengan PT 1. Service sector through call center 123 with PT Telkom. A
Telkom. Sedang dikembangkan kerjasama dalam bidang cooperation in telecommunication sector via PT Telkom and
telekomunikasi baik dengan PT Telkom maupun PT INDOSAT PT Indosat through the PLN electricity network and fiber
melalui jaringan listrik dan fiber optik PLN; optics is underway;
2. Pembelian tenaga listrik dengan Perum Otorita Jatiluhur 2. Purchasing electric power from Perum Otorita Jatiluhur (PLTA
(PLTA Jatiluhur); Jatiluhur);
3. Pemenuhan seluruh kebutuhan bahan bakar dengan 3. Fulfilling all fuel needs with PERTAMINA and partial gas needs
PERTAMINA dan pemenuhan sebagian kebutuhan gas dengan with PT PGN;
PT PGN;
4. Pemenuhan kebutuhan batu bara dengan PT Tambang Batu 4. Assisting coal operations with PT Tambang Batu Bara Bukit
Bara Bukit Asam; Asam;
5. Pemanfaatan dan pengusahaan aset PLN seperti dermaga (PLTU 5. Application and utilization of PLN assets including piers
Gresik dan PLTU Grati), right of way di PLN wilayah Sulselrabar, (PLTU Gresik and PLTU Grati) and right of way of PLN region
PLN distribusi Jatim dengan PT Telkom dan Indovision; Sulselrabar, distribution Jatim with PT Telkom and Indovision;
6. Pendampingan Pengelolaan Sistem Kelistrikan di Bandara 6. Coaching of electric system management at Soekarno-Hatta
Udara Soekarno Hatta dengan PT Angkasa Pura II (Persero); International Airports with PT Angkasa Pura II (Persero);
7. Pelayanan pasokan listrik ke kawasan pelabuhan yang dikelola 7. Supply electric power to port areas developed by Pelindo II;
oleh Pelindo II;
8. Alokasi pekerjaan pengangkutan batubara kepada PT Djakarta 8. Allocating coal transportation task to PT Djakarta Lloyd;
Lloyd (Persero);
9. PLN dan Pelindo II sepakat membentuk perusahaan patungan. 9. PLN and Pelindo II agreed to establish a joint venture.
Bentuk perusahaan patungan ini telah disepakati dalam term The type of this joint venture has been agreed in the Joint
sheet Rencana Pembentukan Perusahaan Patungan (JVCO) Venture Establishment Plan (JVCO) term sheet of electric
Penyediaan Tenaga Listrik. power supply.

KERJASAMA DENGAN MITRA USAHA LAIN COOPERATION WITH OTHER BUSINESS PARTNERS
Kerjasama dengan mitra usaha non BUMN baik yang dilakukan PT PLN and PLN subsidiaries cooperation with non-SOEs involves
oleh PT PLN (Persero), Unit PLN dan Anak Perusahaan tidak specific items, not restricted to electricity but rather more of
terbatas pada bidang kelistrikan saja, namun meliputi juga cooperation of product and service procurement to facilitate the
kerjasama penyediaan barang dan jasa bagi kelancaran Company’s operation. The cooperation include:
operasional Perseroan, yaitu:
1. Pelatihan, pengembangan SDM dan rekrutmen pegawai 1. Training, human resources development, and employee
dengan lembaga-lembaga pendidikan seperti ITB, ITS, recruitment with several educational institutions like Bandung
UI, UGM; Institute of Technology (ITB), Surabaya Institute of Technology (ITS),
University of Indonesia (UI), and Gadjah Mada University (UGM);

150 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

2. Studi kelayakan dengan konsep shared service centre (SSC) 2. Feasibility study adopting shared service center between PT
oleh PT ICON+. ICON+.
3. Kerjasama proyek konversi bahan bakar minyak (BBM) 3. Cooperation in the method of conversion from kerosene into
menjadi bahan bakar nabati (BBN) antara PT PLN biofuel with PT PLN and PT Wilmar Abati as supplier of biofuel.
(Persero) dengan PT Wilmar Nabati sebagai pemasok
bahan bakar nabati.
4. Pembelian tenaga listrik berupa excess power maupun 4. Purchase excess electric power as well as fulfilling contractual
memikul/memenuhi pertumbuhan kebutuhan sesuai dengan purchase-sales agreements with, among others: PT RPE and
kontrak jual-beli antara lain: PT RPE dan PT INALUM di PT INALUM in Sumatera; PT Kalimantan Prima Coal, PT Aji
Sumatera; PT Kalimantan Prima Coal, PT Aji Ubaya di Ubaya in Kalimantan; PT INCO in Sulawesi
Kalimantan; PT INCO di Sulawesi.
5. Pembayaran rekening listrik di payment point untuk 5. Electricity payment services through accounts with private and
meningkatkan pelayanan dengan Bank Swasta, Bank government banks and village cooperatives (KUD);
Pemerintah dan KUD.
6. Suplai gas dengan PT Emerada Hess, PT Kodeco dan PT 6. Gas supply with PT Emerada Hess, PT Kodeco, and PT Madya
Madya Karya Sentosa. Karya Sentosa;
7. Pelaksanaan operation maintenance dengan PT Siemens 7. Implementation of operation maintenance with PT Siemens
05
Indonesia di PLTG Muara Tawar. Indonesia in PLTG Muara Tawar;
8. Penelitian dengan lembaga-lembaga pemerintah maupun 8. Research along with government and private institutions such
swasta, antara lain: Bank Indonesia, Biro Pusat Statistik, as: Bank Indonesia, Central Bureau of Statistics, Research
Balitbang Depkes, BATAN, BPPT, LIPI, Puslitbang Geologi dan and Development Agency of the Ministry of Health, National
LAPAN. Nuclear Energy Agency (BATAN), Agency for the Assessment
and Application of Technology (BPPT), Indonesian Institute of
Sciences (LIPI), Research and Development Center for Geology,
and National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN);
9. Penyaluran tenaga listrik untuk: 9. Electric power supply to:
a. Pelanggan yang berada di kawasan Suryacipta City of a. Customers located in Suryacipta City of Industryi (SCI)
Industri SCI dengan PT Surya Cipta Swadaya, with PT Surya Cipta Swadaya,
b. Pabrik PT Semen Dwima Agung di Tuban, b. Cement plant of PT Semen Dwima Agung in Tuban,
c. Pabrik PT Mitsubishi Chemical Indonesia di Pulo Merak c. PT Mitsubishi Chemical Indonesia factory in Pulo Merak,
Banten, Banten,
d. Pabrik PT Gorda Prima Steelworks di kawasan Industru d. PT Gorda Prima Steelworks factory in Pancatama Cikande
Pancatama Cikande, Industrial estate,
e. Pabrik PT Semen Gresik Padang, e. PT Semen Gresik Padang factory,
f. Pabrik PT Chandra Asri di Cilegon. f. PT Chandra Asri factory in Cilegon.
7. Kerjasama dengan Transparency International Indonesia (TII) 7. Cooperation with Transparency International Indonesia (TII),
yaitu jaringan organisasi global anti korupsi. Kerjasama ini a global network of anti-corruptions organization. This
bertujuan untuk memastikan, bahwa PLN dalam menjalankan partnership aims at ensuring PLN to seriously put in place the
usahanya sungguh-sungguh menerapkan praktik GCG dan GCG and anti-corruption principles.
anti korupsi.

KERJASAMA LUAR NEGERI FOREIGN COOPERATION


PLN juga menjalin kerjasama jangka panjang dengan PLN also undertakes long-term cooperation with foreign
berbagai pihak dari luar negeri, yang meliputi berbagai parties. The fields of the cooperation vary, including exchange of
bidang, termasuk dalam rangka pertukaran ilmu pengetahuan scientific knowledge and sharing experience in in the business of
dan berbagi pengalaman dalam penyelenggaraan usaha electricity supply.
penyaluran tenaga listrik. The partnerships between foreign interest between PT PLN, PLN
Kerjasama dengan pihak luar negeri baik yang dilakukan oleh PT Unit, and PLN’s subsidiaries include:
PLN (Persero), Unit PLN dan Anak Perusahaan meliputi: 1. HAPUA (Heads of ASEAN Power Utilities/Authorities)
1. HAPUA (Heads of ASEAN Power Utilities/Authorities), gathering held annually among the members of ASEAN
pertemuan dilakukan setiap tahun diantara negara anggota rotating in alphabetical order.
ASEAN secara alphabetis. The partnership incorporates eight project areas, including
Kerjasama tersebut meliputi 8 proyek, yaitu: Generation, Generation, Transmission, Distribution, Renewable Energy
Transmission, Distribution, Renewable Energy and Environment, and Environment, ESI Services, Resource Development, Power
ESI Services, Resource Development, Power Reliability and Reliability and Quality and Human Resources. These activities
Quality dan Human Resource. Kegiatan tersebut dilaporkan are reported to SOME/AMEM (Senior Official on Energy/ASEAN
ke SOME/AMEM (Senior Official on Energy/ASEAN Ministers on Ministers on Energy Meeting) which is also held annually.
Energy Meeting) yang diadakan setiap tahun.
ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 151
Kerja Sama dengan Berbagai Pihak/Collaboration with Other Parties

2. AESIEAP (The Association of Electricity Supply Industry East 2. AESIEAP group (The Association of Electricity Supply Industry East
Asia and the Western Pacific) yang beranggotakan 19 Negara Asia and the Western Pacific) which is joined by the participation
Asia Timur dan Pasifik bagian barat, dengan 4 Technical Sub of 19 East Asia and Western Pacific states with four Technical Sub
Commitee yaitu: Deregulation, Privatization and Competition Committees, namely Deregulation, Privatization and Competition
(DPC), Power Quality (PC), Performance Benchmarking(PB) dan (DPC), Power Quality (PC), Performance Benchmarking (PB) and
Customer Relations Management (CRM). Customer Relations Management (CRM).
3. PLN dipercaya sebagai sebagai ketua ASEAN Power 3. PLN has been entrusted as the head of the ASEAN Power
Grid Consultative Committee dan tergabung dalam IERE Grid Consultative Committee which is joined with IERE
(International Electric Research Exchange); (International Electric Research Exchange);
4. Kerjasama antara PT PLN (Persero) dan Tenaga Nasional 4. There is also cooperation agreement between PT PLN
Berhad (TNB) Malaysia dalam rangka interkoneksi Sumatera– and main Malaysia’s Tenaga Nasional Berhad (TNB) under
Peninsular (Malaysia); the framework of interconnection between Sumatra and
Peninsular Malaysia;

PLN juga menjalin kerjasama jangka panjang dalam berbagai bidang dengan pihak dari luar negeri,
termasuk pertukaran ilmu pengetahuan dan berbagi pengalaman dalam penyelenggaraan usaha
penyaluran tenaga listrik.

PLN also undertakes long-term vary cooperation with foreign parties,


including exchange of scientific knowledge and sharing experience in the
business of electricity supply.

5. Kerjasama antara PT PLN (Persero) dengan Serawak 5. PT PLN (Persero) is working together with Serawak
Electricity Suply Company (SESCO) dalam rangka interkoneksi Electricity Supply Company (SESCO) under the framework of
Kalimantan-Serawak; interconnection between Kalimantan and Serawak;
6. Perusahaan multinasional secara job order yang bersifat tidak 6. Non-binding job orders are with multinational companies of,
mengikat, antara lain: Sulzer Hydro untuk perbaikan PLTA, among others: Sulzer for hydro power generator repairs,
Yokogawa untuk perbaikan sistem control industri, Sulzer Yokogawa for internal automation and control business, Sulzer
Pump untuk perbaikan pompa, Vatech-Elin untuk pembuatan Hydro to assist PLTA, Yokogawa for enhancing the industry
sistem kontrol PLTA, Entec/GTZ untuk pembuatan PLTMH, control system, Sulzer Pump for pump technology, Vatech-
Hickam Industries untuk perbaikan PLTG, Thomassen untuk Elin for improving the PLTA control system, Entec/GTZ for
perbaikan PLTG, Quality Assurance Services untuk sertifikasi implementing PLTMH, Hickam Industries for improvements at
ISO, Cast Iron Welding Ltd. untuk pengelasan cast iron, Global PLTG, Thomassen for improvements at PLTG, Quality Assurance
Crankshaft Services Ltd. untuk regrindingcrankshaft dan Services for ISO certification, Cast Iron Welding Ltd. for the cast
Suzler Metco untukmetal coating; iron welding, Global Crankshaft Services Ltd. for regrinding
crankshaft and Suzler Metco for metal coating;
7. Project Prepatory Technical Assistance For Geothermal Energy 7. Project Preparatory Technical Assistance among BAPPENAS,
Development Plant antara BAPPENAS, PLN, PERTAMINA dan ADB; PLN, PERTAMINA and ADB;
8. Indramayu Coal Fired Power Plant Project antara JICA dengan 8. The JICA in cooperation with PT PLN (Persero), BAPPENAS,
PT PLN (Persero), BAPPENAS, Kementerian Sumber Daya Ministry of Energy and Mineral Resources for the Indramayu
Mineral dan Energi; Coal Fired Power Plant project;
9. Kerjasama dengan Ministry of Electric Power Myanmar dalam 9. Cooperation with the Ministry of Electric Power of Myanmar
hal penanganan susut jaringan dan efisiensi energi; in terms of network losses treatment and energy efficiency;
10. Kerjasama dengan The Export-Import Bank Korea dalam hal 10. Cooperation with The Export-Import Bank of Korea under the
dukungan finansial untuk proyek-proyek PLN. framework of financial support for PLN projects.

152 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

Surprise dari Korea


Surprise from Korea

Salah satu tantangan yang harus dihadapi PLN dalam Among the challenges that PLN must deal with in its
membangun, menyediakan dan mencukupi kebutuhan efforts to develop, provide, and supply power to every
tenaga listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia Indonesian citizen is the lack of financial support
adalah keterbatasan dana untuk membiayai investasi needed for the expansion of electricity infrastructures—
pembangunan infrastruktur tenaga listrik, yakni power plants and distribution/transmission network,
pembangkit dan jaringan transmisi/distribusi, yang which requires a considerable amount of annual fund.
memerlukan dana dalam jumlah besar setiap tahun. Third-party loan is one of the alternatives to solve
Sumber dana pinjaman dari pihak ketiga menjadi salah that constraint. However, the lender’s requirement of
satu alternatif. Namun persyaratan adanya jaminan the government’s guarantee makes the infrastructure
Pemerintah dari pihak pemberi pinjaman, membuat development to rely on the State Budget capacity.
pembangunan infrastruktur dimaksud akan bergantung
05
pada kemampuan APBN.

Dengan latar belakang tersebut, maka adanya dukungan Put against the backdrop, the export credit agency
berwujud pembiayaan proyek dengan skema export (ECA) which offers project financing through direct
credit agency (ECA) melalui pinjaman langsung ke loans without asking for the government’s guarantee
PLN tanpa jaminan pemerintah menjadi sesuatu becomes unpredictable yet exulting. The jubilant
hal yang mengejutkan sekaligus membanggakan. surprise came as the Export-Import Bank of Korea
PLN mendapatkan surprise yang membanggakan supported by providing guarantee for Korean
tersebut ketika The Export- Import Bank of Korea manufacturing companies bidding in power generation
(K-Exim) memberikan dukungan penjaminan projects in Indonesia. The financing scheme noted above
perusahaan manufaktur Korea yang mengikuti is the first of the kind offered in Asia.
tender pembangunan proyek ketenagalistrikan di
Indonesia. Skema dukungan pembiayaan pembangunan
infrastruktur kelistrikan tanpa jaminan pemerintah ini
merupakan yang pertama dari negara Asia.

Nota kesepahaman (memorandum of understanding/ The Export-Import Bank of Korea signed the
MoU) terkait mutual business cooperation, langsung memorandum of understanding on financing
antara PLN dengan The Export-Import Bank of power plant projects in Indonesia with PLN on
Korea terkait pembangunan proyek ketenagalistrikan October 11, 2013.
tersebut ditandatangani oleh kedua pimpinan tertinggi
perusahaan di Jakarta pada tanggal 11 Oktober 2013.

Salah satu proyek ketenagalistrikan yang tidak Arun Gas Turbine Power Plant is one of power generation
menggunakan jaminan pemerintah adalah PLTG Arun. projects not requiring government’s collateral. According
Menurut Direktur Utama PLN, bank dari Eropa pun the PLN CEO, European banks are willing to provide loans
bisa dan mau memberi pinjaman tanpa jaminan dari without having to sign for any government collateral for the
pemerintah untuk proyek tersebut. Pembiayaan dari project. The loans from the Export-Import Bank of Korea
The Export-Import Bank of Korea akan diarahkan untuk will be allocated to several power generation projects in
beberapa proyek pembangkit di Sumatera (200 MW), Sumatra (200MW), Kalimantan (100 MW), and Sulawesi
Kalimantan (100 MW), dan Sulawesi (50 MW). Yang (50 MW). The closest bid to date on power generation
terdekat adalah pelelangan PLTU Nagan Raya 3 dan 4 projects includes Nagan Raya Steam Electric Power Station
yang masing-masing berkapasitas 2 x 200 MW. 3 and 4 each of which has the capacity of 2x200 MW.

Raihan ini merupakan salah satu imbas positif dari terus The improving confidence in power generation
tumbuh dan berkembangnya kepercayaan pelaku bisnis businesses toward PLN is a result of the company’s
ketenagalistrikan terhadap PLN berkat konsistensinya consistent efforts in implementing the best practices of
dalam menerapkan praktek terbaik tata kelola Good Corporate Governance.
perusahaan yang berkualitas.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 153


Pendanaan/Funding

PENDANAAN
Funding

Untuk membiayai seluruh kegiatan investasi pembangunan stasiun To finance all the investment activities in developing power plant
pembangkit, sistem transmisi, sistem distribusi, pembangunan transmission system, distribution system, and facility as well
sarana termasuk talangan dana cicilan bunga dalam masa as the out fund interest during construction (IDC) which overall
pembangunan (interest during construction/IDC) yang memerlukan require a large amount of funds, PLN acquires funds from the
dana besar, PLN mendapatkan dana dari berbagai sumber, yakni: following sources:
1. Pendanaan dari APBN 1. Allocation of the State Budget
2. Pinjaman Luar Negeri DIPA SLA 2. Foreign loans under subsidiary loan agreement according to
3. Pinjaman dari Bank Budget Implementation Checklist (DIPA)
4. Dana Internal (APLN) 3. Bank loans
5. Penerbitan Obligasi 4. Internal funds
5. Bonds issuance

PLN menerapkan beberapa kebijakan dan program untuk PLN implements funding policies and programs to acquire and
memenuhi kebutuhan pendanaan investasi pembangunan sarana manage the funding needs for electricity facility development
ketenagalistrikan, mencakup: investment, which consist of:
1. Mengupayakan untuk memperkecil tagihan PSO (Public 1. Striving to minimize the Public Service Obligation (PSO) bills
Service Obligation) melalui program pendanaan dengan biaya through funding programs with low interest rate loan.
bunga pinjaman yang rendah.
2. Mengupayakan peningkatan Penyertaan Modal Negara 2. Seeking to increase the state co-financing
3. Mengendalikan pinjaman dalam batas kemampuan 3. Controlling loans to be within capability range

REALISASI PENDANAAN 2013 Funding Realization


Pada tahun 2013 PLN telah merealisasikan pendanaan untuk In 2013 PLN has used funds to finance a variety of development
membiayai berbagai proyek pembangunan hingga sebesar projects totaling Rp49.97 trillion, or 3.07% above the previous
Rp49,97 triliun, atau 3,07% di atas tahun sebelumnya sebesar years of Rp48.48 trillion.
Rp48,48 triliun.

Pada tahun 2013 PLN mendapatkan komitmen pendanaan In 2013 PLN managed to obtain funding commitments for the
untuk pembiayaan berbagai proyek pembangunan kelistrikan, financing of electricity development projects in the future, as
dengan rincian: described below:
1. Penandatanganan penerusan pinjaman antara Pemerintah 1. The signing of two-step loan Subsidiary Loan Agreement
Indonesia dengan PLN (Subsidiary Loan Agreement) dengan between the Government of Indonesia and PLN No. SLA-
No. SLA-1248/DSMI/2013 pada tanggal 28 Februari 2013 1248/DSMI/2013 on February 28, 2013 amounting to
sebesar USD132,189,694.53 dalam rangka pembiayaan Parit USD132,189,694.53 under the financing framework of Parit
Baru Coal Fired Steam Power Plant (2x50 MW) Project yang Baru Coal Fired Steam Power Plant (2x50 MW) Project which
bersumber dari pinjaman The Export-Import Bank Of China is sourced from the Export-Import Bank of China loans dated
tanggal 12 November 2012. November 12, 2012.
2. Penandatanganan penerusan pinjaman antara Pemerintah 2. The signing of two-step loan Subsidiary Loan Agreement
Indonesia dengan PLN (Subsidiary Loan Agreement) dengan between the Government of Indonesia and PLN No. SLA-
No. SLA-1249/DSMI/2013 pada tanggal 19 Maret 2013 1249/DSMI/2013 on March 19, 2013 amounting to JPY36.994
sebesar JPY36,994,000,000.00 dalam rangka pembiayaan billion under the financing framework of Java-Sumatra
Java-Sumatera Interconnection Transmission Line Project Interconnection Transmission Line Project (I) which is sourced
(I) yang bersumber dari pinjaman Japan International from the Japan International Cooperation Agency (JICA) loan
Cooperation Agency (JICA) dengan nomor Loan Agreement IP- with loan agreement number IP-566 dated April 30, 2010.
556 tanggal 30 April 2010.

154 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

3. Penandatanganan penerusan pinjaman antara Pemerintah 3. The signing of two-step loan Subsidiary Loan Agreement
Indonesia dengan PLN (Subsidiary Loan Agreement) dengan between the Government of Indonesia and PLN No. SLA-1250/
No. SLA-1250/DSMI/2013 pada tanggal 19 Maret 2013 DSMI/2013 on March 19, 2013 amounting to JPY2,064,733,000
sebesar JPY2,064,733,000.00 dalam rangka pembiayaan under the financing framework of Scattered Transmissions
Scattered Transmissions and Substations Package 8 Project and Substations Package 8 Project which is sourced from the
yang bersumber dari pinjaman Japan Bank for International Japan Bank for International Cooperation (JBIC) loan dated
Cooperation (JBIC) tanggal 19 November 2012. November 19, 2012.
4. Penandatanganan penerusan pinjaman antara Pemerintah 4. The signing of two-step loan Subsidiary Loan Agreement
Indonesia dengan PLN (Subsidiary Loan Agreement) dengan between the Government of Indonesia and PLN No. SLA-
No. SLA-1252/DSMI/2013 pada tanggal 30 September 2013 1252/DSMI/2013 on Monday, September 30, 2013 amounting
sebesar JPY1,727,000,000.00 dalam rangka pembiayaan to JPY1.727 billion under the financing framework of
Indramayu Coal Fired Power Plant Project (E/S) yang Indramayu Coal Fired Power Plant Project (E/S) which is
bersumber dari pinjaman Japan International Cooperation sourced from the Japan International Cooperation Agency
Agency (JICA) dengan nomor Loan Agreement IP-561 (JICA) loan with loan agreement number IP-561 dated
tanggal 28 Maret 2013. Thursday, March 28, 2013.
5. Penandatanganan penerusan pinjaman antara Pemerintah 5. The signing of two-step loan Subsidiary Loan Agreement
Indonesia dengan PLN (Subsidiary Loan Agreement) dengan between the Government of Indonesia and PLN No. SLA-
05
No. SLA-1253/DSMI/2013 pada tanggal 30 September 2013 1253/DSMI/2013 on Monday, September 30, 2013 amounting
sebesar JPY5,104,000,000.00 dalam rangka pembiayaan to JPY5.104 billion under the financing framework of Tulehu
Tulehu Geothermal Power Plant Project (E/S) yang bersumber Geothermal Power Plant Project (E/S) which is sourced
dari pinjaman Japan International Coopeeration Agency from the Japan International Cooperation Agency (JICA)
(JICA) dengan nomor Loan Agreement IP-560 tanggal 28 loan with loan agreement number IP-560 dated Thursday,
Maret 2013. March 28, 2013.
6. Penandatanganan penerusan pinjaman antara Pemerintah 6. The signing of two-step loan Subsidiary Loan Agreement
Indonesia dengan PLN (Subsidiary Loan Agreement) dengan between the Government of Indonesia and PLN No. SLA-
No. SLA-1254/DSMI/2013 pada tanggal 30 September 2013 1254/DSMI/2013 on September 30, 2013 amounting
sebesar USD49,500,000.00 dalam rangka pembiayaan to USD49.5 million under the financing framework of
Strengthening West Kalimantan Power Grid Project yang Strengthening West Kalimantan Power Grid Project which is
bersumber dari pinjaman Agence Francaise de Developpement sourced from Agence Francaise de Development (AFD) loan
(AFD) tanggal 8 Februari 2013. dated February 8, 2013.
7. Penandatanganan pinjaman bilateral tanpa jaminan 7. The signing of bilateral loans without the government’s
pemerintah antara PLN dengan Standard Chartered Bank guarantee between PLN and Standard Chartered Bank on
pada tanggal 11 Desember 2013 sebesar EUR90,000,000.00 December 11, 2013 amounting to EUR90 million under the
dalam rangka pembiayaan Pembangkit Listrik Arun. financing framework of Arun Power Plant.
8. Penandatanganan pinjaman bilateral tanpa jaminan 8. The signing of bilateral loans without the government’s
pemerintah antara PLN dengan Standard Chartered Bank guarantee between PLN and Standard Chartered Bank on
pada tanggal 23 Desember 2013 sebesar EUR70,850,000.00 Monday, December 23, 2013 amounting to EUR70.85 million
dalam rangka pembiayaan Pembangkit Listrik Bangkanai. under the financing framework of Bangkanai Power Plant.

PENERBITAN, PENGELOLAAN OBLIGASI DAN Issuance And Management Of Medium


SURAT HUTANG BERJANGKA Term Notes
Selain pembiayaan yang bersumberkan dana pemerintah, Apart from the financing of which the funds were sourced from the
pinjaman penerusan luar negeri dan pinjaman perbankan, PLN government, foreign two-step loans and bank loans, PLN seeks
berupaya mendapatkan sumber dana lain yang berdurasi jangka to acquire other medium-term fund sources. Since 1992 PLN has
panjang. Sejak 1992 PLN telah memanfaatkan pendanaan dari been utilizing funds from the capital market by issuing bonds for
Pasar Modal dengan menerbitkan obligasi untuk keperluan investment purpose in power plant, transmission and distribution
investasi pembangunan pembangkit, jaringan transmisi dan
distribusi serta untuk modal kerja. Obligasi PLN yang telah

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 155


Pendanaan/Funding

diterbitkan dikelola oleh wali amanat yang berpengalaman network development as well as for working capital. Reputable
dan setiap tahun dinilai oleh badan pemeringkat bereputasi international or national rating agencies annually assess PLN
internasional maupun nasional. bonds that are issued and managed by experienced trustee.

Selain penandatanganan pinjaman, Perusahaan juga melakukan Apart from the signing of loans, the Company also made
Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Tahun 2013 untuk Continuous Public Offering I Year 2013 for Bonds and Sukuk Ijarah
Obligasi dan Sukuk Ijarah dengan tujuan penggunaan adalah untuk for the purpose of transmission network investment in Sumatra
kegiatan investasi jaringan transmisi di Pulau Sumatera dan/atau and/or Java, and/or Bali, and/or Sulawesi and/or Maluku and/or
Jawa, dan/atau Bali, dan/atau Sulawesi, dan/atau Maluku, dan/ Papua and/or the interconnection among them and/or electrical
atau Papua, dan/atau interkoneksi di antaranya, dan/atau jaringan power distribution network in Java and/or Bali.
distribusi tenaga listrik di Pulau Jawa dan/atau Bali.

Sejak 1992 PLN telah memanfaatkan pendanaan dari Pasar Modal


dengan menerbitkan obligasi untuk keperluan investasi pembangunan
pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi serta untuk modal kerja.

Since 1992 PLN has been utilizing funds from the capital market by
issuing bonds for investment purpose in power plant, transmission and
distribution network as well as for working capital.

Adapun Obligasi dan Sukuk Ijarah yang telah diterbitkan selama The PLN bonds and Sukuk Ijarah that have been issued in 2013 are
tahun 2013 adalah: listed below.
1. Obligasi Berkelanjutan I PLN Tahap I Tahun 2013 Seri 1. PLN I Continuous Bond I Year 2013 Series A issued on July 5,
A yang diterbitkan pada tanggal 5 Juli 2013 sebesar 2013 amounting to Rp182,000,000,000.
Rp182.000.000.000,00.
2. Obligasi Berkelanjutan I PLN Tahap I Tahun 2013 Seri 2. PLN I Continuous Bond I Year 2013 Series B issued on July 5,
B yang diterbitkan pada tanggal 5 Juli 2013 sebesar 2013 amounting to Rp697,000,000,000.
Rp697.000.000.000,00.
3. Sukuk Ijarah Berkelanjutan I PLN Tahap I Tahun 2013 3. PLN I Continuous Sukuk Ijarah I Year 2013 Series B issued on
yang diterbitkan pada tanggal 5 Juli 2013 sebesar July 5, 2013 amounting to Rp121,000,000,000.
Rp121.000.000.000,00.
4. Obligasi Berkelanjutan I PLN Tahap II Tahun 2013 Seri A 4. PLN II Continuous Bond I Year 2013 Series A issued on
yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 2013 sebesar December 10, 2013 amounting to Rp593,000,000,000.
Rp593.000.000.000,00.
5. Obligasi Berkelanjutan I PLN Tahap II Tahun 2013 Seri B 5. PLN II Continuous Bond I Year 2013 Series B issued on
yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 2013 sebesar December 10, 2013 amounting to Rp651,000,000,000.
Rp651.000.000.000,00.
6. Sukuk Ijarah Berkelanjutan I PLN Tahap II Tahun 2013 Seri 6. PLN II Continuous Sukuk Ijarah I Year 2013 Series A issued on
A yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 2013 sebesar December 10, 2013 amounting to Rp321,000,000,000.
Rp321.000.000.000,00.
7. Sukuk Ijarah Berkelanjutan I PLN Tahap II Tahun 2013 Seri 7. PLN II Continuous Sukuk Ijarah I Year 2013 Series B issued on
B yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 2013 sebesar December 10, 2013 amounting to Rp108,000,000,000.
Rp108.000.000.000,00.

Kronologi Pencatatan Surat Hutang Chronology of Debt Listing


Seluruh untuk obligasi PLN dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, All PLN bonds are listed on the Indonesian Stock Exchange,
kecuali global MTN dicatatkan di Bursa Efek Singapura. except for the global MTN, which are listed on the Singapore
Exchange Limited.

156 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

Daftar obligasi domestik, Obligasi PLN yang pernah diterbitkan, The PLN domestic bonds that have been settled or are outstanding
telah dilunasi dan masih outstanding sebagai berikut. are listed below.

Nama Nominal Tanggal Terbit Tenor Tanggal Jatuh Kupon Peringkat


Name Value Date of (Tahun) Tempo Coupon Rating
Issuance Tenor Maturity Date
(In Year)
 Obligasi 

Obligasi PLN VII 2004 IDR 1.500.000.000.000 11 November 10 11 November 2014 12,25% idAA+
PLN VII 2004 Bonds 2004
Obligasi PLN VIII 2006 SERI IDR 1.335.100.000.000 21 Juni June 10 21 Juni June 2016 13,60% idAA+
A PLN VIII 2006 Series A 2006
Bonds
Obligasi PLN VIII 2006 SERI IDR 865.000.000.000 21 Juni June 15 21 Juni June 2021 13,75% idAA+
B PLN VIII 2006 Series B 2006
Bonds
PLN Sukuk IJARAH I PLN IDR 200.000.000.000 21 Juni June 10 21 Juni June 2016 13,60% idAA+ (sy)
Ijarah I 2006 05
Obligasi PLN IX 2007 SERI A IDR 1.500.000.000.000 10 Juli July 10 10 Juli July 2017 10,40% idAA+
PLN IX 2007 Series A Bonds 2007
Obligasi PLN IX 2007 SERI IDR 1.200.000.000.000 10 Juli July 15 10 Juli July 2022 10,90% idAA+
B PLN IX 2007 Series B 2007
Bonds
PLN Sukuk IJARAH II PLN IDR 300.000.000.000 10 Juli July 10 10 Juli July 2017 10,40% idAA+ (sy)
Ijarah II 2007
Obligasi PLN X 2009 SERI A IDR 1.015.000.000.000 9 Januari 5 9 Januari January 14,75% idAA+
PLN X 2009 Series A Bonds January 2009 2014
Obligasi PLN X 2009 SERI B IDR 425.000.000.000 9 Januari 7 9 Januari January 15,00% idAA+
PLN X 2009 Series B Bonds January 2009 2014
PLN Sukuk IJARAH III IDR 293.000.000.000 9 Januari 5 9 Januari January 14,75% idAA+ (sy)
SERI A January 2009 2014
PLN III Series A Sukuk
Ijarah
PLN Sukuk IJARAH III IDR 467.000.000.000 9 Januari 7 9 Januari January 15,00% idAA+ (sy)
SERI B January 2009 2014
PLN III Series B Sukuk
Ijarah
Obligasi PLN XI 2010 SERI A IDR 920.000.000.000 12 Januari 7 12 Januari January 11,95% idAA+
PLN XI 2010 Series A Bonds January 2010 2017
Obligasi PLN XI 2010 SERI IDR 1.783.000.000.000 12 Januari 10 12 Januari January 12,55% idAA+
B PLN XI 2010 Series B January 2010 2020
Bonds
PLN SUKUK IJARAH IV IDR 130.000.000.000 12 Januari 7 12 Januari January 11,95% idAA+
SERI A January 2010 2017
PLN IV Series A Sukuk
Ijarah
PLN SUKUK IJARAH IV IDR 167.000.000.000 12 Januari 10 12 Januari January 12,55% idAA+
SERI B January 2010 2020
PLN IV Series B Sukuk
Ijarah
Obligasi PLN XII 2010 SERI IDR 645.000.000.000 8 Juli July 5 8 Juli July 2015 9,70% idAA+
A PLN XII 2010 Series A 2010
Bonds
Obligasi PLN XII 2010 SERI IDR 1.855.000.000.000 8 Juli July 12 8 Juli July 2022 10,40% idAA+
B PLN XII 2010 Series B 2010
Bonds

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 157


Pendanaan/Funding

Nama Nominal Tanggal Terbit Tenor Tanggal Jatuh Kupon Peringkat


Name Value Date of (Tahun) Tempo Coupon Rating
Issuance Tenor Maturity Date
(In Year)
 Obligasi 

PLN SUKUK IJARAH V IDR 160.000.000.000 8 Juli July 5 8 Juli July 2015 9,70% idAA+
SERI A 2010
PLN V Series A Sukuk
Ijarah
PLN SUKUK IJARAH V IDR 340.000.000.000 8 Juli July 12 8 Juli July 2022 10,40% idAA+
SERI B 2010
PLN V Series B Sukuk
Ijarah
Surat Hutang Jangka Menengah
Mid-Term Promissory Notes
MTN PLN I TAHUN 2008 IDR 500.000.000.000 15 Desember 4,5 15 Juni June 2013 2,50% idAA+
SERI I MTN PLN I Series I December
Bonds 2008 2008
MTN PLN I TAHUN 2008 IDR 500.000.000.000 15 Desember 5 15 Desember 2,50% idAA+
SERI J MTN PLN I Series J December December 2013
Bonds 2008 2008

Selain obligasi, PLN juga menerbitkan Surat Hutang Jangka In addition to bonds, PLN also issued medium-term notes in the
Menengah di pasar domestik, dengan nama MTN PLN I. Perseroan domestic market, named MTN PLN I. The Company issued four
menerbitkan 4 seri MTN I (G, H, I, J), pada tahun 2008, dengan MTN I series (G, H, I, J) in 2008 with denomination Rp500 billion
nilai nominal masing-masing sebesar Rp500 miliar. Dua seri MTN each. Two series of MTN PLN I (G and H) bonds have been paid off,
PLN I (yakni G dan H) telah dilunasi, sehingga saat ini yang masih so the remaining bonds in circulation are the other two MTN PLN I
beredar adalah dua MTN PLN I, seri I dan J. series, i.e. Series I and Series J.

Seluruh obligasi PLN dipasar domestik tersebut mendapatkan All of those PLN bonds in the domestic market were ranked AA+ by
peringkat AA+ dari Lembaga Pemeringkat Indonesia (Pefindo). Indonesia Rating Agency (Pefindo).

Selain itu PLN juga menerbitkan obligasi dan MTN di pasar In addition, PLN issued bonds and MTN in the international money
uang internasional dalam denominasi US Dollar. Perseroan market in denomination in US Dollar. The Company issued Global
menerbitkan obligasi Global Bond I Tranche A pada tahun 2006 Bond I Tranche A in 2006 in denomination of US$450 million. This
dengan nominasi sebesar US$450 juta. Obligasi ini telah dilunasi bonds have been redeemed at the time of maturity, i.e. in 2011.
pada saat jatuh tempo yakni pada tahun 2011. Terakhir kali PLN Lastly, PLN issued Global Bond IV in 2009 in denomination of
menerbitkan Global Bond IV pada tahun 2009 dengan nilai sebesar US$1.200 billion.
US$1.200 juta.

Hingga akhir tahun 2013, PLN telah 2 (dua) kali menerbitkan As of end 2013, PLN has twice issued Global Medium Term Notes
surat hutang berjangka (Global Medium Term Notes/GMTN) dengan (GMTN) in denomination of US$1.00 million each.
masing-masing senilai US$1.000 juta.

Obligasi PLN di pasar internasional mendapatkan peringkat PLN’s bonds in the international market were ranked BB by
BB dari Lembaga Pemeringkat Standard & Poor’s dan Ba1 dari Standard & Poor’s, and Ba1 by Moody’s. Meanwhile, the GMTN that
Moody’s, sedangkan untuk GMTN yang baru diterbitkan di tahun has only been issued in 2011 and 2012 were ranked BB/Baa3 and
2011 dan 2012, mendapatkan peringkat BB/Baa3 dan BBB- dari BBB- by the same rating agencies. The rank increase is in line with
lembaga pemeringkat yang sama. Kenaikan peringkat tersebut the improvement in Indonesia’s debt rank.
sejalan dengan perbaikan peringkat hutang negara RI.

Daftar obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan adalah: (Lihat juga The bonds issued by the Company are: (See also “List of PLN
tabel “Daftar Ikhtisar Efek Perseroan”). Bonds”)In addition to bonds, PLN also issued medium-term notes.

158 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Laporan Pengelolaan Operasional Operational Management Report

Daftar Obligasi Internasional Pln


List of PLN International Bonds

No. Uraian Name of Securities Jangka Mata Nominal Jatuh Tempo


Waktu Uang Obligasi Maturity Date
Tenor Currency Principal
(In
Years)

1 GLOBAL BOND PLN I        

  - The “2011 Notes” - 16 Oktober 2006 5 Tahun USD 450.000.000 17 Oktober October 2011

  - The “2016 Notes” - 16 Oktober 2006 10 Tahun USD 550.000.000 17 Oktober October 2016

2 GLOBAL BOND PLN II        

  - The “2017 Notes” - 28 Juni 2007 10 Tahun USD 500.000.000 28 Juni June 2017

  - The “2037 Notes” - 28 Juni 2007 30 Tahun USD 500.000.000 29 Juni June 2037

3 GLOBAL BOND PLN III        

  - The “2019 Guaranted Notes” - 07 Agustus 2009 10 Tahun USD 750.000.000 07 Agustus August 2019 05

4 GLOBAL BOND PLN IV        

  - The “2020 Guaranted Notes” - 06 Nopember 2010 10 Tahun USD 1.250.000.000 20 Januari January 2020

5 GLOBAL MEDIUM TERM NOTE PROGRAM        

  - The “2021 Guaranted Notes” - 22 Nopember 2011 10 Tahun USD 1.000.000.000 22 November 2021

   Total   Usd 5.000.000.000  

No. Wali Amanat/Agen Pembayar Interest Dutch Nominal Bunga Pembayaran Bunga Keterangan
Trustee/Paying Rate Margin Per Jatuh Tempo Coupon Payment Notes
Agent (Termasuk Dutch
Margin)
Interest Amount
As Per Maturity
(Including Dutch
Margin)

1 Deutsche Bank Trust Company Americas 7,2500% 0,8485% 18.221.625.00 17 April & 17 Oktober October Selesai/
Lunas

7,7500% 0,8485% 23.645.875.00 17 April & 17 Oktober October -

2 Deutsche Bank Trust Company Americas 7,2500% 0,9155% 20.413.750.00 28 Juni June & 28 Desember -
December

7,8750% 0,9155% 21.976.250.00 28 Juni June& 28 Desember -


December

3 Deutsche Bank Trust Company Americas 8,0000% 4,9955% 48.920.289.11 07 Februari February & 07 Agustus -
August

4 Deutsche Bank Trust Company Americas 7,7500% 5,2200% 81.253.531.24 20 Januari January & 20 Juli July -

5 Deutsche Bank Trust Company Americas 5,5000%   27.500.000.00 22 Mei May & 22 Nopember -

Keterangan: Note:
• Interest Rate adalah tingkat bunga yang dibayarkan kepada Bond Holder • Interest Rate is the interest rate to be paid to Bondholder
• Dutch margin adalah tambahan bunga yang dikenakan oleh Majapahit • Dutch margin is additional interest rate Majapahit Finance imposed on
Finance kepada PLN PLN
• Pembayaran bunga Global Bond PLN I s.d. IV merupakan Intercompany • The interest payment of Global Bond PLN I to IV is intercompany loan
Loan antara Majapahit Finance dan PLN, sehingga pembayaran bunga between Majapahit Finance and PLN, thus the amount is resulted from
besarnya adalah interest rate plus dutch margin atas nominal dalam interest rate plus Dutch margin on denomination under the respective
perjanjian Intercompany Loan tersebut intercompany loan.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 159


Tinjauan Ekonomi dan Prospek Usaha/Economic Review and Business Prospects

160 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion and Analysis

06

Pembahasan dan
Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis

06

162 Tinjauan Ekonomi dan Prospek Usaha


Economic Review and Business Prospect
164 Tinjauan Kinerja Operasional
Operational Performance Review
165 Pemasaran
Marketing
186 Tinjauan Kinerja Keuangan
Financial Performance
188 Ikhtisar Posisi Keuangan
Balance Sheet Overview
201 Struktur Modal dan Kebijakan Struktur Modal
Capital Structure and Capital Structure Policy
212 Rasio-Rasio Keuangan
Financial Ratios
213 Realisasi Belanja Modal
Capital Expanditure Realization
216 Informasi Keuangan Lainnya
Other Financial Information

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 161


Tinjauan Ekonomi dan Prospek Usaha/Economic Review and Business Prospects

TINJAUAN EKONOMI DAN PROSPEK USAHA


Economic Review and Business Prospect

TINJAUAN EKONOMI ECONOMIC REVIEW


Perekonomian global di tahun 2013, masih belum menunjukkan The global economy in 2013 did not grow better substantially.
perbaikan yang substansial. Kawasan Eropa masih berupaya keras Europe remained seeking to overcome the financial crisis, China
mengatasi krisis finansial, China dan India masih mencatatkan and India still showed sluggish economic growth, while Japan
pelambatan pertumbuhan ekonomi, sedangkan Jepang tengah was still trying to drive its economy through monetary fiscal
berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui realisasi stimulus. The United States started showing recovery since the
stimulus fiskal moneter. Amerika Serikat mulai menunjukkan third quarter, making the government consider decreasing the
gejala pemulihan sejak kuartal ke-3, membuat Pemerintah AS stimulus starting 2014.
mempertimbangkan realisasi pengurangan stimulus yang akan
dimulai tahun 2014.

Masih lemahnya intensitas perekonomian global, mempengaruhi The yet slow global economy affected Indonesia’s economic growth
laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2013, hanya in 2013, which was only 5.78%, lower than previously 6.23%. The
tumbuh 5,78% lebih rendah 6,23% di tahun 2012. Penurunan slowdown in 2013 was mainly because of the less non-oil and
pertumbuhan ekonomi 2013 terutama disebabkan oleh penurunan gas export performance as the demands for Indonesia’s primary
kinerja ekspor non-migas akibat lemahnya permintaan berbagai export commodities such as CPO, coal and other minerals went
komoditas primer andalan ekspor Indonesia seperti CPO, down. This condition pressured the balance of trade.
batubara dan mineral tambang lainnnya. Kondisi ini membuat
neraca perdagangan tertekan.

Realisasi subsidi BBM yang terus membesar memberikan The ever-increasing oil-based fuel subsidy contributes to the
kontribusi pada semakin besarnya angka defisit pada neraca increase of deficit in Indonesia’s balance of payment, which
pembayaran Indonesia, yang mengakibatkan turunnya nilai tukar ultimately weakened Rupiah’s exchange rate. This condition was
rupiah. Kondisi ini diperparah dengan rencana tapering off, yang worsened by the plan of tapering off, which reoriented large
membuat orientasi penempatan dana investor besar bergerak investors’ fund placements back to the US. Rupiah’s exchange
kembali ke Amerika Serikat. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS rate against the US Dollar was finally closed at Rp12,170, went
akhirnya ditutup pada posisi Rp12.170/US$, melemah 20,8% dari down 20.8% compared to that in 2012.
posisi tahun 2012.

Upaya Pemerintah mengurangi besaran subsidi melalui The government’s efforts to reduce subsidy amount through
penyesuaian harga BBM, mendorong peningkatan harga barang oil fuel price adjustments pushed the goods price hike in the
di pasar domestik sehingga berpengaruh pada tingginya angka domestic market, which also increased the inflation rate in 2013.
inflasi pada tahun 2013. Data Bank Indonesia menyebutkan, According to Bank Indonesia’s data, the 2013 inflation rose to
inflasi pada tahun 2013 meningkat menjadi 8,38% dari 4,30% pada 8.38%, from 4.30% in 2012. To curb inflation rate and Rupiah’s
2012. Dalam rangka mengendalikan laju inflasi dan menahan laju depreciation, throughout 2013 Bank Indonesia revised the its
pelemahan rupiah, selama tahun 2013 Bank Indonesia melakukan interest rate (BI Rate) thrice, from 5.75% in January to finally
3 kali revisi tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) dari 7.50% in end of the year.
5,75% di bulan Januari 2013 hingga akhirnya menjadi sebesar
7,50% diakhir tahun 2013.

Naiknya suku bunga rujukan tersebut membuat kredit investasi The increase of the central bank’s interest rate also brought
juga meningkat dan pada akhirnya mempengaruhi realisasi investment credit to rise and eventually influenced the large-
investasi skala besar dan mempengaruhi biaya dana dalam rangka scaled investments and the costs for raising investment financing
penggalangan sumber pembiayaan investasi. Naiknya laju inflasi sources. The increase of inflation rate and BI Rate also affected
dan suku bunga rujukan tersebut juga membuat konsumsi rumah the domestic consumption. Electronic device expenditure and
tangga terpengaruh. Belanja barang elektronik maupun konsumsi household consumption had a tendency of decreasing, also the
rumah tangga cenderung berkurang, termasuk pemakaian listrik use of electricity and other energy.
dan energi lainnya.

162 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion and Analysis

Namun demikian, secara keseluruhan konsumsi domestik cukup However, in overall domestic consumption was robust and become
kuat, dan masih menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan the main contributor to Indonesia’s economic growth in 2013.
ekonomi Indonesia di tahun 2013. Bank Indonesia maupun pakar Bank Indonesia and economic experts believe that Indonesia will
ekonomi meyakini Indonesia akan melanjutkan tren pertumbuhan maintain its economic growth trend for the next few years, at the
ekonomi dalam beberapa tahun ke depan dengan kisaran range between 5% and 7%.
pertumbuhan 5-7%.

PROSPEK USAHA Business Prospects


Pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan walaupun dengan In spite of the less favorable global and national macro economy,
kondisi makro ekonomi global dan nasional yang kurang kondusif the continuous economic growth brought Indonesia’s Gross
membuat Gross Domestic Product (GDP) perkapita Indonesia tahun Domestic Product (GDP) of 2013 to go by 8.8% to Rp35.5 million
2013 naik 8,8% dari Rp33,5 juta di tahun 2012 menjadi Rp35,5 juta (Central Statistics Bureau – BPS) from Rp33,5 million in 2012.
(BPS). Dengan tingkat pendapatan perkapita tersebut Indonesia With such GDP per capita, Indonesia is categorized as middle-
telah masuk ke kelompok negara menengah. income countries.

Tahapan selanjutnya adalah masuk ke negara berpendapatan The next stage is being in the high-income category, which requires
tinggi, yang mensyaratkan pemenuhan beberapa infrastruktur several basic infrastructure including electricity. The GDP per
dasar, termasuk ketenagalistrikan. Peningkatan pendapatan capita increase will drive the needs of goods and services, among
per kapita, akan mendorong pertumbuhan kebutuhan berbagai others, electricity.
produk dan jasa termasuk sektor kelistrikan.

Realisasi program pembangunan nasional, yang meliputi It is estimated that the realization of national development
pembangunan ketenagalistrikan, sektor transportasi, perumahan programs, which comprise electricity, transportation, housing and 06
dan pembangunan industri diprakirakan membuat pertumbuhan industry will increase electricity demands even higher.
permintaan tenaga listrik akan meningkat lebih besar dari
pertumbuhan GDP nasional di masa mendatang.

Tingkat rasio elektrifikasi nasional hingga akhir tahun 2013 adalah The national electrification rate up to late 2013 was 80.38%, below
sekitar 80,38%, masih dibawah rata-rata negara lain dikawasan the average of other countries in Asia, which was 99% (Malaysia,
Asia yang telah mencapai rasio sekitar 99% (Malaysia,Thailand, Thailand, Vietnam), even 100% (Singapore, Brunei). The program
Vietnam), bahkan 100% (Singapura, Brunei). Dengan adanya of electrification ratio increase to over 90% starting 2019 would
program peningkatan rasio elektrifikasi hingga diatas 90% mulai require additional power generation stations with a total power of
akhir tahun 2019, maka hal ini berarti perlunya tambahan stasiun approximately 5 GW a year.
pembangkit dengan total daya sekitar 5 GW setiap tahunnya.

Keputusan Pemerintah untuk mewajibkan pendirian fasilitas The government’s decision of obliging metal mineral mining
smelter bagi pelaku kegiatan penambangan mineral logam, business players to build smelter facility made electricity needs
membuat kebutuhan listrik untuk industri dimasa mendatang for industry in the future to increase substantially and evenly. Thus
akan meningkat dengan jumlah yang substansial dan dengan electricity growth will be more rapid compared to the projected
sebaran yang semakin merata. Dengan demikian pertumbuhan GDP growth. Empirical study shows that 1% of GDP Growth needs
ketenagalistrikan di masa mendatang akan meningkat lebih to be supported by electricity supply increase between 1.2 and
cepat lagi dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan 1.5%. Thus with projected growth of 5 to 7% a year, Indonesia
PDB. Studi empiris menunjukkan setiap pertumbuhan PDB requires additional electricity supply between 7.5% and 10.5% per
1% perlu didukung pertumbuhan suplai listrik sebesar 1,2 - year. Empirical study shows that 1% of GDP Growth needs to be
1,5%. Sehingga dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 5 - 7% supported by electricity supply increase between 1.2 and 1.5%.
pertahun. Indonesia membutuhkan tambahan suplai listrik Thus with projected growth of 5 to 7% a year, Indonesia requires
antara 7,5% sampai 10,5% pertahun. additional electricity supply between 7.5% and 10.5% per year.

Realisasi penyesuaian tarif listrik secara periodik diyakini akan The realization of periodic electricity cost adjustment made
menjadikan PLN memiliki kemampuan keuangan yang semakin PLN have much better finance, so it was able to finance new
baik, sehingga mampu membiayai pembangunan stasiun electrical power generation station development sourced from
pembangkit baru dengan sumber dana dari kas internal. Saat its internal cash. PLN has been planning the development of
ini, PLN telah merencanakan pembangunan berbagai proyek several power plant projects for the next five years by allocating
pembangkit tenaga listrik untuk lima tahun ke depan dengan two-thirds of the national needs for itself, while the remainder
menyediakan dua-per-tiga dari kebutuhan nasional, sedangkan for third party participation.
sisanya disediakan melalui partisipasi pihak swasta.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 163


Tinjauan Ekonomi dan Prospek Usaha/Economic Review and Business Prospects

Disamping itu, Keputusan Menteri BUMN untuk mewajibkan In addition, the SOE Minister Decision that obliges SOEs to identify
Perusahaan BUMN mengidentifikasi dan mengelola risiko and manage market risk and allow hedging for the exposure to
pasar serta mengizinkan dilakukannya transaksi lindung nilai obligations in foreign currency make PLN have the legal basis in
(hedging) atas eksposur kewajiban dalam valas, membuat PLN managing its foreign currency risk. This matters considering the
memiliki landasan hukum untuk mengelola risiko valasnya. projection presented before the Government as the shareholder
Hal ini penting, mengingat sesuai dengan proyeksi yang telah that PLN needs a great amount of funds for supporting the national
dipaparkan dihadapan Pemerintah selaku pemegang saham, electricity adequacy program.
PLN membutuhkan dana yang besar dalam mendukung program
kecukupan listrik nasional.

Di samping pembangunan pusat pembangkit, PLN masih Apart from plant construction, PLN needs investment to build
memerlukan investasi untuk membangun jaringan transmisi transmission and distribution networks.
dan distribusi.

Diperkirakan sampai tahun 2017 mendatang, Perseroan It is estimated that up to 2017, the Company needs investment
membutuhkan dana investasi sebesar Rp367 triliun (termasuk funds amounting to Rp367 trillion, including the Interest During
Interest During Construction, IDC). Pendanaan tersebut bersumber Construction (IDC). These funds will derive from internal and
dari dana internal maupun eksternal Perusahaan. Sumber dana external sources of the Company. Internal fund source is the
internal berasal dari laba usaha, sedangkan sumber dana eksternal operating profit, while the external sources include two-step
dapat berupa pinjaman two step loan, pinjaman pemerintah melalui loan, the government’s loan through investment fund account,
rekening dana investasi, obligasi nasional maupun internasional, national and international bonds as well as other loans of
serta pinjaman komersial perbankan lainnya. commercial banks.

Dengan seluruh gambaran tersebut, jelaslah bahwa prospek From this overview, we can see the electricity industry prospect is
industri kelistrikan di masa mendatang, termasuk kinerja PLN growing, so is PLN’s performance.
akan semakin baik.

TINJAUAN KINERJA OPERASIONAL OPERATIONAL PERFORMANCE REVIEW


Dengan realisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,78%, PLN With economic growth at the rate of 5.78%, PLN continues seeking
terus berupaya merealisasikan berbagai proyek pembangunan to realize electricity development projects to meet the growing
ketenagalistrikan untuk memenuhi pertumbuhan permintaan electricity demands. The ever-growing demands, either due to
tenaga listrik. Pertumbuhan permintaan yang terus berkembang, higher welfare level or new installations for raising electrification
baik karena naiknya tingkat kesejahteraan maupun adanya ratio, cause PLN to set the priority programs in accordance with
penyambungan baru untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, the latest condition and the Company’s capability, either from
membuat PLN harus menetapkan program prioritas, sesuai resources or financial aspects.
dengan kondisi terkini dan kapabilitas perusahaan, baik dari sisi
sumber daya maupun dari sisi finansial.

Adapun prioritas program kerja yang dilaksanakan sepanjang The work program priorities carried out in 2013 are:
tahun 2013 adalah:
1. Menjaga kecukupan pasokan listrik. 1. Maintain electricity supply sufficiency.
2. Mengoptimalkan bauran energi untuk menurunkan Biaya 2. Optimize fuel mix to reduce the Basic Cost of Electricity
Pokok Penyediaan Tenaga Listrik (BPP). Production.
3. Meningkatkan efisiensi operasi. 3. Improve operation efficiency.
4. Menyelesaikan proyek PLTU 10.000 MW dan peningkatan 4. Complete the 10,000 MW steam power plant project and
pencapaian Equivalent Availability Factor (EAF). achieve higher equivalent availability factor (EAF).
5. Memperbaiki tingkat kesehatan keuangan perusahaan. 5. Improve the Company’s financial health position.
6. Meningkatkan konsolidasi proses bisnis untuk integrasi 6. Increase business process consolidation for service integrity
pelayanan dan efisiensi. and efficiency.
7. Sinergi usaha Anak Perusahaan. 7. Put synergy amids Subsidiaries.

Sesuai dengan prioritas program kerja tersebut, PLN berupaya In line with the priorities above, PLN seeks to best increase every
meningkatkan setiap output program secara optimal dan program’s outputs and record various operational achievements.
mencatatkan berbagai keberhasilan operasional. Adapun pencapaian The operational achievements in 2013 is discussed below.
hasil operasional tahun 2013 diuraikan pada pembahasan berikut.

164 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion and Analysis

PEMASARAN MARKETING

Penjualan Tenaga Listrik Sales of Electric Power


Penjualan tenaga listrik di tahun 2013 dilakukan dengan The sale of electric power in 2013 was conducted by taking into
memperhatikan bahwa penjualan listrik di suatu daerah account that electric power sale in an area would not cause
sedapat mungkin tidak menyebabkan volume bahan bakar the oil-based fuel used for electricity production exceed the
minyak yang digunakan untuk produksi tenaga listrik tidak consumption target.
melampaui target konsumsi.

Fokus pengendalian penjualan adalah di daerah-daerah yang The sales control is focused on areas whose electricity supply is
pasokan listriknya didominasi oleh pembangkit listrik berbahan dominated by oil-based fuel fired power plants, namely: North
bakar minyak, yaitu: Sumatera Utara dan sekitarnya, Kalimantan Sumatra and nearby areas, West Kalimantan and nearby areas,
Barat dan sekitarnya, Kalimantan Timur, Bali, dan sebagian besar East Kalimantan, Bali and most of East Indonesia.
di daerah Indonesia Timur.

Sebaliknya daerah-daerah yang pasokan listriknya diproduksi oleh On the other hand, areas whose electricity is supplied from non-oil
pembangkit listrik berbahan bakar non-minyak didorong untuk based fired plants, the sales are boosted by taking into account
meningkatkan penjualan dengan tetap memperhatikan kendala other operational impediments, including in: South Sumatra,
operasional lainnya, diantaranya: Sumatera Selatan, Jambi Jambi and Bengkulu, South and Central Kalimantan, North
dan Bengkulu; Kalimantan Selatan & Tengah; Sulawesi Utara, Sulawesi, Southeast Sulawesi and Gorontalo, South Sulawesi,
Sulawesi Tenggara dan Gorontalo; Sulawesi Selatan, Sulawesi West Sulawesi and East Java.
Barat, Sulawesi Tenggara; dan Jawa Timur.
06

Pengendalian pertumbuhan penjualan listrik ini pada dasarnya The control of electric power supply growth basically does not
tidak mengurangi target peningkatan rasio elektrifikasi karena hamper the electricity ratio increase, because new installation
pelayanan penyambungan baru bagi pelanggan rumah tangga service for household customers is not limited.
tidak dibatasi.

Adapun pangsa pasar penjualan listrik PLN di seluruh Indonesia The market segment of PLN’s sales of electricity across Indonesia
adalah sekitar 95%. is about 95%.

Penjualan Tenaga Listrik (GWh) per Kelompok Pelanggan


Sales of Electric Power (GWh) by Customer Group

Kelompok Pelanggan Penjualan Tenaga Listrik (GWh) Sales of Electric Power (GWh) Customer Group

2009 2010 2011 2012 2013

Rumah Tangga 54.945 59.825 65.110 72.133 77.211 Households

Bisnis 24.825 27.175 28.309 30.989 34.498 Business

Industri 46.204 50.985 54.725 60.176 64.381 Industry

Lainnya 8.607 9.330 9.848 10.694 11.451 Others

Jumlah 134.581 147.297 157.992 173.991 187.541 Total

Dilihat dari pertumbuhannya, maka penjualan tenaga listrik From its growth, the sale of electric power decreased compared
mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yaitu dari to the previous year, from 10.13% to 7.79% in 2013. This decrease
sebesar 10,13% di tahun 2012 menjadi 7,79% di tahun 2013. applied to most of customer groups, excluding Business
Penurunan ini terjadi pada hampir semua kelompok pelanggan, customer group, which increased at 11.33%. The increase
kecuali kelompok pelanggan Bisnis yang mengalami peningkatan applied to B-2 and B-3 as well as Special Service customer
sebesar 11,33%. Peningkatan ini didominasi oleh kelompok groups, which are productive customers who no longer receive
pelanggan B-2 dan B-3 serta Layanan Khusus, yang merupakan subsidy. Thus the growth of electric power sale in these groups
pelanggan produktif yang tidak lagi mendapatkan subsidi, remains profitable.
sehingga pertumbuhan penjualan tenaga listrik yang meningkat
pada kelompok pelanggan ini masih menguntungkan.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 165


Tinjauan Ekonomi dan Prospek Usaha/Economic Review and Business Prospects

Disamping adanya pengendalian pertumbuhan pada daerah- Apart from growth control in the areas dominated by oil-based
daerah yang didominasi oleh pembangkit berbahan bakar fuel fired power plants, the sale of electric power (GWh) decrease
minyak, penurunan pertumbuhan penjualan tenaga listrik is also caused by the customers’ saving due to gradual electricity
(GWh) juga merupakan kontribusi dari penghematan yang tariff hike throughout 2013 and the floods in early 2013.
dilakukan pelanggan akibat kenaikan tarif listrik secara bertahap
disepanjang tahun 2013 serta adanya bencana alam banjir yang
terjadi di awal tahun 2013.

Kelompok pelanggan Industri mengalami penurunan pertumbuhan The Industry customer group underwent a significant growth. This
yang cukup signifikan, hal ini disebabkan selain adanya kenaikan is due to gradual electricity tariff hike throughout the year and
tarif listrik secara bertahap sepanjang tahun 2013 juga menurunnya the industry players’ production decrease following the decrease
produksi usaha industri karena berkurangnya permintaan pasar of American and European market demands. Furthermore, the
dari Amerika dan Eropa. Selain itu meningkatnya harga bahan imported raw material price hike due to the rising USD exchange
baku impor akibat tingginya nilai tukar USD terhadap mata uang rate against the Rupiah also contributed to the industry business
rupiah turut mempengaruhi turunnya produksi usaha industri. production decrease.

Pertumbuhan Penjualan Tenaga Listrik, Menurut Kelompok


Pelanggan (%)
Growth in Sales of Electric Power by Customer Group (%)

Kelompok Pelanggan 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012 2012-2013 Customer Group

Rumah Tangga 9,49 8,88 8,83 10,79 7,04 Households

Bisnis 8,28 9,39 4,24 9,47 11,33 Business

Industri (3,68) 10,35 7,34 9,96 6,99 Industry

Lainnya 8,40 8,40 5,55 8,59 7,08 Others

Jumlah 4,31 9,45 7,26 10,13 7,79 Total

Berdasarkan segmen geografisnya, kontribusi penjualan terbesar By geographical segment, the largest sale contribution came from
terjadi pada region Jawa-Bali yaitu sebesar 75,71% dari penjualan Java-Bali region, which accounts for 75.71% of the Company’s
tenaga listrik Perseroan tahun 2013, seperti terlihat pada tabel 2013 electricity sales, as illustrated in the table below.
dibawah ini.

Penjualan Listrik Menurut Segmen Geografis (GWh)


Sales of Electric Power by Geographical Segment (GWh)

Area Geografis 2012 2013 2012 2013 Perubahan Geographical Area

Sumatera 27.451 27.565 15,78 14,70 0,07% Sumatra

Indonesia Timur 14.48 17.98 8,32 9,59 2,01% East Indonesia

Jawa - Bali 132.06 141.996 75,90 75,71 5,71% Java-Bali

Jumlah 173.991 187.541 100 100 7,79% Total

Jumlah Pelanggan Total Customers


Pertumbuhan penjualan tenaga listrik (GWh) sejalan dengan The electricity sales (GWh) growth was in line with the increase of
bertambahnya jumlah pelanggan. Hal ini terlihat dari penambahan the total customers. This is demonstrated by the growing number
pelanggan sampai akhir tahun 2013 yang mencapai 4,2 juta of customers up to end 2013 to 4.2 million, or a 7.71% increase
pelanggan atau meningkat 7,71% dibanding tahun sebelumnya. compared to the previous year. The household customer group
Penambahan pelanggan terbesar terjadi pada kelompok made the largest increase, with the total 3.8 million customers,
pelanggan rumah tangga, yang mencapai sebesar 3,8 juta while last year it was 3.6 million.
pelanggan dibanding tahun lalu sebesar 3,6 juta pelanggan.

166 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion and Analysis

Penambahan Pelanggan (pelanggan)


New Customers

Kelompok Pelanggan 2009 2010 2011 2012 2013 Customer Group

Rumah Tangga 1.074.759 2.224.690 3.253.022 3.642.238 3.986.347 Households

Bisnis 85.562 110.542 137.211 168.981 200.089 Business

Industri 364 775 1.690 2.296 2.885 Industry

Lainnya 112.914 (18.305) 67.835 86.589 101.638 Others

Jumlah 1.273.599 2.317.702 3.459.758 3.900.104 4.200.959 Total

Peningkatan jumlah pelanggan tersebut sebagai hasil penerapan The increase in the total customer was a result of PLN’s innovation
inovasi PLN dalam meningkatkan kualitas layanan pelanggan application in customer service quality improvement through the
yaitu dengan melakukan perbaikan proses bisnis penyambungan betterment of new installation business process and providing of
baru dan penyediaan layanan fasilitas antara lain melalui: facility services including:
1. “Contact Center 123” Penyambungan Baru, Penambahan Daya 1. “Contact Center 123”, New Connections, Online Power
dan Penyambungan Sementara Online (“PB/PD/PS Online”) Upgrade and Temporary Connections (“PB/PD/PS Online”)
melalui website. through the PLN website.
2. Pemasaran Listrik Prabayar. 2. Prepaid electricity installation.

Melalui penerapan proses bisnis ini, pelanggan dapat langsung Through these new business processes, customers can administer
melakukan proses pemasangan listrik baru tanpa harus datang the new electricity installment without having to visit a PLN unit, 06
ke kantor unit layanan PLN, hal ini sekaligus menghilangkan and this also removes the opportunity for brokering services.
praktik percaloan. Penambahan pelanggan baru sebesar 4,2 juta Additional new customers of 4.2 million made the total PLN
pelanggan menjadikan jumlah pelanggan Perseroan secara total customers to 53.9 million, or an 8.44% increase compared to last
sebesar 53,9 juta pelanggan atau mengalami kenaikan sebesar year, as illustrated in the table below.
8,44% dibandingkan tahun lalu, seperti terlihat pada tabel di
bawah ini.

Penambahan pelanggan didominasi oleh pelanggan prabayar yang The new customers are dominantly pre-paid customers, and this
merupakan salah satu program prioritas perusahaan. is one of the company’s priority programs.

Pada tahun 2013 penambahan pelanggan prabayar mencapai In 2013 the addition of prepaid customers reached 4,808,777,
4.808.777 pelanggan yang berasal dari pelanggan baru dan comprising new customers and migration customers from post to
pelanggan migrasi dari pasca bayar ke prabayar, sehingga jumlah pre-paid electricity, thus made the pre-paid customers total
pelanggan prabayar mencapai 13.150.079 pelanggan. Jumlah 13,150,079. The number of pre-paid customers increased significantly
pelanggan prabayar meningkat sangat signifikan dibanding tahun compared to last year, which was only 7,832,713.
lalu yang hanya sebesar 7.832.713 pelanggan.

Jumlah Pelanggan (ribu pelanggan)


Total Customers (thousand customer)

Kelompok Pelanggan 2009 2010 2011 2012 2013 Customer Group

Rumah Tangga 37.099 39.324 42.578 46.22 50.116 Households

Bisnis 1.802 1.912 2.049 2.218 2.418 Business

Industri 48 49 50 53 56 Industry

Lainnya 1.168 1.15 1.218 1.304 1.406 Others

Jumlah 40.117 42.435 45.895 49.795 53.996 Total

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 167


Tinjauan Ekonomi dan Prospek Usaha/Economic Review and Business Prospects

Pertumbuhan jumlah pelanggan di tahun 2013 yang sebesar The 8.44% growth in the number of customers in 2013 caused the
8,44% mengakibatkan rasio elektrifikasi secara nasional menjadi national scale electrification ratio to rise to 80.38% (including non PLN
sebesar 80,38% (termasuk pelanggan non PLN) dari angka tahun customers) from that in last year, which was 76.16%.
sebelumnya sebesar 76,16%.

Perkembangan Rasio Elektrifikasi, 2009 – 2013 (%)


Growth in Electrification Ratio, 2009 - 2013 (%)

80,83
76,16 74,28
66,51 63,75

2013 2012 2011 2010 2009

*)
Termasuk pelanggan Non-PLN
*)
Including non-PLN customers

Berdasarkan segmen geografisnya, jumlah pelanggan di region By geographical segment, the number of customers in Java-Bali
Jawa - Bali tetap mendominasi, dengan kontribusi sebesar was still dominant, with contribution of 64.64%. This was followed
64,64%, diikuti region Sumatera dan Indonesia Timur, seperti by Sumatra and East Indonesia, as shown in the table below.
ditunjukkan pada tabel berikut.

Jumlah Pelanggan menurut segmen geografis (%)


Total Customers by geographical segment (%)

Kontribusi Contribution

Area Geografis 2012 2013 2012 2013 Perubahan Geographical Area

Sumatera 10.648.841 10.746.346 21,39% 19,90% 0,20% Sumatra

Indonesia Timur 6.717.541 8.344.464 13,49% 15,45% 3,27% East Indonesia

Jawa - Bali 32.428.867 34.905.398 65,12% 64,64% 4,97% Java-Bali

Jumlah 49.795.249 53.996.208 100% 100,00% 8,44% Total

Daya Tersambung Installed Capacity


Penambahan daya tersambung tahun 2013 sebesar 9.197 MVA The addition of connected power in 2013 was 9,197 MVA, a 5.61%
meningkat 5,61% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 8.709 increase compared to last year’s 5.61% MVA. This is in line with the
MVA. Hal ini seiring dengan meningkatnya penjualan tenaga listrik increase of electricity sales (GWh) and total customers compared
(GWh) dan penambahan pelanggan dibanding tahun sebelumnya. to last year.

Penambahan daya tersambung terjadi pada semua kelompok All customer groups had the addition of connected power, except
pelanggan, kecuali kelompok pelanggan Industri mengalami the Industry group. This is because of the growth control especially
penurunan, yang disebabkan oleh adanya pengendalian in areas where the plants use oil-based fuels and the power supply
pertumbuhan terutama di daerah-daerah yang pembangkitnya is short, particularly North Sumatra. In that area the industry
masih menggunakan bahan bakar minyak serta kekurangan is developing, but the growth is hampered due to the lack of
pasokan daya khususnya untuk wilayah Sumatera Utara dimana electricity supply.
industri masih berkembang namun pertumbuhannya terkendala
karena keterbatasan pasokan listrik.

168 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion and Analysis

Penambahan Daya Tersambung (MVA)


Additional Connected Power (MVA)

Kelompok Pelanggan 2009 2010 2011 2012 2013 Customer Group

Rumah Tangga 1.365 2.503 3.98 3.686 4.345 Households

Bisnis 781 1.062 1.464 1.993 2.703 Business

Industri 259 776 1.912 2.503 1.563 Industry

Lainnya 403 205 394 527 586 Others

Jumlah 2.808 4.546 7.75 8.709 9.197 Total

Jumlah daya tersambung hingga akhir 2013 mencapai 93.095 MVA The total connected power up to end 2013 was 93,095, or a 10.96%
atau naik hampir 10,96% dari tahun sebelumnya, seperti terlihat increase from the previous year, as shown by the table below.
pada tabel berikut:

Daya Tersambung (MVA)


Connected Power (MVA)

Kelompok Pelanggan 2009 2010 2011 2012 2013 Customer Group

Rumah Tangga 30.700 33.202 37.183 40.869 45.214 Households

Bisnis 12.710 13.772 15.236 17.229 19.931 Business


06
Industri 14.790 15.566 17.478 19.981 21.544 Industry

Lainnya 14.790 4.899 5.292 5.819 6.405 Others

Jumlah 4.649 67.439 75.189 83.898 93.095 Total

Secara geografis, daya tersambung untuk region Jawa - Bali By geographic segment, the connected power for Java-Bali
mendominasi hingga sekitar 72,58% dari total daya tersambung dominates by about 72.58% of the total national connected power,
nasional, disusul oleh daya tersambung di wilayah Sumatera dan followed by Sumatra and East Indonesia. This is shown by the
Indonesia Timur seperti ditunjukkan pada tabel berikut. table below.

Daya Tersambung per Regional (MVA)


Connected Power by Region (MVA)

Kontribusi Contribution

Area Geografis 2012 2013 2012 2013 Perubahan Geographical Area

Sumatera 14.348 15.080 17,10% 16,20% 0,87% Sumatra

Indonesia Timur 8.124 10.446 9,68% 11,22% 2,77% East Indonesia

Jawa - Bali 61.426 67.569 73,22% 72,58% 7,32% Java-Bali

Jumlah 83.898 93.095 100% 100,00% 10,96% Total

Pendapatan Penjualan Tenaga Listrik Electricity Power Sales Revenue


Nilai pendapatan penjualan tenaga listrik pada tahun 2013 The revenue of power sales in 2013 reached Rp153,485 billion,
mencapai Rp153.485 miliar, mengalami peningkatan 21,12% increased by 21.12% from the previous year of Rp126,722 billion.
dari tahun sebelumnya sebesar Rp126.722 miliar. Hal ini sejalan This is in line with the increase of electricity sales (GWh), addition
dengan meningkatnya penjualan tenaga listrik (GWh), penambahan of total customers, connected power and gradual electricity tariff
jumlah pelanggan, daya tersambung serta dampak kenaikan tarif hike in 2013.
listrik secara bertahap sepanjang tahun 2013.

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 169


Tinjauan Ekonomi dan Prospek Usaha/Economic Review and Business Prospects

Call Back Center: Wujud Integritas


Layanan PLN
Call Back Center: Manifestation of PLN’s Service
Integrity

Sebagai wujud dari komitmen untuk melayani As a manifestation of the commitment in serving the
masyarakat lebih baik dan semakin dekat, PLN kini people better and more closely, PLN is developing a
mulai mengembangkan layanan call back center (CBC), call back center (CBC) started from PLN Jakarta and
dimulai dari PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang. Tangerang Distribution.

Layanan call center yang diluncurkan PLN untuk The call center service launched to respond to the
menanggapi keluhan pelanggan memang semakin customers’ complaint is expanded. It functions not only
diperluas. Tak hanya menerima telepon dari pelanggan, for receiving customers’ call, but also to call them back.
tetapi juga menelepon balik mereka. Layanan ini This service is a breakthrough in the customer’s habit
untuk mendobrak kebiasaan masyarakat yang of using brokering services for new installation, power
masih menggunakan jasa “calo” untuk mengurus upgrade or temporary connection.
permohonan pemasangan baru, penambahan daya atau
penyambungan sementara.

CBC adalah sarana komunikasi untuk CBC is a means of communication for information,
mendapatkan informasi, khususnya integritas especially public service integrity and customer
layanan publik dan kepuasan pelanggan terhadap satisfaction with PLN Jakarta and Tangerang
layanan yang dikeluarkan PLN Distribusi Distribution’s services. Currently CBC only covers new
Jakarta dan Tangerang. Saat ini, CBC hanya connection, temporary connection and power upgrade
melayani penyambungan baru, penyambungan services. A latest version of CBC will be developed, which
sementara, dan perubahan daya. Ke depan, akan cover services related to electricity needs.
dikembangkan CBC versi terbaru, yang mencakup
berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat
berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan listrik.

Peluncuran CBC merupakan momentum untuk berbenah The CBC launching is a momentum of reorganization in
diri dalam memberikan layanan lebih baik lagi. providing better service.

170 LAPORAN TAHUNAN 2013 . PT PLN (Persero)


Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion and Analysis

Dengan adanya kenaikan tarif listrik pada tahun 2013 menyebabkan The tariff hike caused the average sales price to increase to
harga jual rata-rata penjualan tenaga listrik menjadi sebesar Rp818.41/kWh or 12.37% compared to 2012 of Rp714.28/kWh.
Rp818,41/kWh atau 12,37% diatas harga rata-rata tahun 2012
sebesar Rp714,28/kWh.

Pendapatan Penjualan Tenaga Listrik


Revenue from Electricity Sales

2009 2010 2011 2012 2013

Pendapatan Penjualan Revenue from Electricity


90.172 102.974 112.845 126.722 153.485
Listrik (miliar Rp) Sales (billion Rp)

Harga Jual Rata-rata Average Sales Price


670,02 699,09 714,28 728,32 818,41
(Rp/kWh) (Rp/kWh)

PRODUKSI DAN PEMBELIAN TENAGA LISTRIK Electrical Power Production and Purchase
Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat, To meet the ever-increasing electricity needs, the Company
Perseroan berupaya untuk memproduksi listrik tidak hanya dari seeks to produce electric power not only through its own plants,
pembangkit listrik milik sendiri, melainkan dari pembangkit sewa but also rented power plants and the purchase of electric power
dan pembelian tenaga listrik milik swasta. from private parties.

Prioritas program kerja Perseroan dalam hal produksi tenaga The Company’s work program priorities in power production
listrik bertujuan antara lain: menjaga kecukupan pasokan are: maintaining electricity supply adequacy, optimizing fuel mix
listrik, mengoptimalkan bauran energi untuk menurunkan Biaya to reduce the Basic Cost of Electricity Production and increasing 06
Pokok Penyediaan Tenaga Listrik (BPP), serta meningkatkan operation efficiency.
efisiensi operasi.

Produksi tenaga listrik tahun 2013 mencapai 216.189 GWh Electricity production in 2013 reached 216,189 GWh, an increase
mengalami kenaikan sebesar 7,92% dari tahun 2012 sebesar of 7.92% from 2012 which reached 200,318 GWh. In 2013 the
200.318 GWh. Produksi tenaga listrik tahun 2013 yang berasal dari electricity which was produced by own plants, rented plants and
pembangkit sendiri, pembangkit sewa dan pembelian dari pihak purchase from private parties increased by 9.52%, 9.27% and
swasta mengalami kenaikan masing-masing sebesar 9,52%, 3.28% respectively compared to 2012.
9,27% dan 3,28% dibandingkan dengan tahun 2012.

Produksi Tenaga Listrik (GWh)


Electricity Production (GWh)

Produksi (GWh) 2009 2010 2010 2012 2013 Production (GWh)

Produksi Sendiri (GWh) 116.579 124.516 128.836 131.684 144.220 Own Production (GWh)

BBM 30.533 27.049 29.713 14.570 11.307 Fuel oil

Non BBM 86.046 97.467 99.123 117.114 132.913 Non Fuel Oil

Batubara 43.138 46.685 54.950 66.633 74.269 Coal

Gas Alam 29.097 31.556 30.369 36.395 41.254 Natural Gas

Panas Bumi 3.504 3.398 3.487 3.558 4.345 Geothermal

Air 10.307 15.827 10.316 10.525 13.010 Hydro

Surya dan Bayu _ 0,53 0,72 2,85 34,93 Solar and Wind

Sewa (GWh) 5.194 8.233 13.886 18.071 19.746 Rented (GWh)

Pembelian (GWh) 36.169 38.076 40.682 50.563 52.223 Purchase (GWh)

Jumlah Produksi 157.942 170.825 183.404 200.318 216.189 Total production

ANNUAL REPORT 2013 . PT PLN (Persero) 171


Tinjauan Ekonomi dan Prospek Usaha/Economic Review and Business Prospects

Pada tabel di atas terlihat bahwa produksi tenaga listrik The table shows that electricity production from oil-based fuel-fired
yang berasal dari pembangkit sendiri berbahan bakar minyak power plants decreased by 22.40% from 2012, while the production
(BBM), mengalami penurunan sebesar 22,40% dari tahun 2012, from non-oil based (coal, natural gas, hydro, geothermal, solar
sedangkan produksi tenaga listrik dari pembangkit non-BBM and wind) power plants increased by 13.49% compared to last year.
(batubara, gas alam, tenaga air, panas bumi, surya dan angin)
mengalami peningkatan sebesar 13,49% dari tahun lalu.

Menurunnya produksi tenaga listrik yang berasal dari pembangkit The production decrease was due to the following:
BBM disebabkan oleh:
1. Telah beroperasinya beberapa pembangkit FTP I – 10.000 MW 1. The operation commencement of several coal-fired FTP I –
yang berbahan bakar batubara. 10,000 MW plants.
2. Adanya pasokan gas alam, sehingga pembangkit berbahan 2. Natural gas supply, which increased natural gas-fired plants’
bakar gas alam dapat menghasilkan produksi tenaga listrik electricity production compared to last year.
yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya.

Usaha yang dilakukan untuk menekan produksi tenaga listrik The efforts taken to minimize electricity production from oil-based
dari pembangkit berbahan bakar minyak, telah sejalan dengan fuel plant has been in line with the Company’s work program
prioritas program kerja Perseroan untuk menurunkan Biaya priority of reducing the Basic Cost of Electricity Production by
Pokok Penyediaan Tenaga Listrik melalui cara memaksimalkan maximizing production from non-oil based plants.
produksi tenaga listrik dari pembangkit non BBM.

Adapun produksi sendiri yang berasal dari pembangkit berbahan The production from non-oil based plants increased at 13.49%
bakar non BBM mengalami peningkatan sebesar 13,49% dari from last year. This is shown by the production resulted from
tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari produksi yang dihasilkan coal, natural gas, geothermal, hydro and solar power plants,
oleh pembangkit berbahan bakar batubara, gas alam, panas which increased at 11.46%, 11.35%, 22.14%, 23.61% and
bumi, air, dan surya yang mengalami peningkatan masing-masing 92.28% respectively.
sebesar 11,46%, 11,35%, 22,14%, 23,61% dan 92,28%.

Selain itu, Perseroan telah menggunakan bahan bakar bio fuel The Company has also used biofuel in the electricity production as
dalam memproduksi tenaga listrik sebagai salah satu upaya one of the efforts to reduce oil-based fuels. This is in accordance
menguran