Anda di halaman 1dari 3

Genesa Batupasir (Sandstone)

- Pengertian
Batupasir (Sandstone) yang terutama terdiri dari mineral berukuran pasir atau butir-butir
batuan yang dapat berasal dari pecahan batuan-batuan lainnya. Sebagian besar batupasir terbentuk
oleh kuarsa atau feldspar karena mineral-mineral tersebut paling banyak terdapat di kulit bumi.
Seperti halnya pasir, batupasir dapat memiliki berbagai jenis warna, dengan warna umum adalah
coklat muda, coklat, kuning, merah, abu-abu dan putih. Karena lapisan batupasir sering kali
membentuk karang atau bentukan topografis tinggi lainnya, warna tertentu batupasir dapat dapat
diidentikkan dengan daerah tertentu dan dapat ditentukan penamaannya dengan melihat ukuran
butir pada batupasir tersebut (Wenworth 1922)
Bentukan batuan yang terutama tersusun dari batupasir biasanya mengizinkan perkolasi air
dan memiliki pori untuk menyimpan air dalam jumlah besar sehingga menjadikannya
sebagai akuifer yang baik.
- Pembentukan
Batupasir terbentuk dari butiran yang tersemen yang kemudian disebut fragmen dari batuan
asal atau fragmen dari kristal-kristal mineral. Semen yang mengikat butir-butir bersama biasanya
merupakan kalsit, lempung, dan silika. Ukuran butir batupasir (di geologi) adalah berkisar dari
0,0625 mm hingga 2 mm (dilihat dari skala wenworth). Lempung dan sedimen dengan ukuran
butir lebih kecil dan tak terlihat oleh mata telanjang (seperti batulanau dan shale), biasanya
disebut sedimen argillaceous; sedang batuan dengan ukuran butir lebih besar
( breksi dan konglomerat) disebut sedimen rudaceous.
Pembentukan Batupasir terjadi dua tahap. Pertama, sebuah perlapisan atau kumpulan
perlapisan terakumulasi sebagai akibat dari sedimentasi, baik oleh air ( di aliran, danau, atau laut)
atau oleh udara ( di padang pasir). Biasanya, Sedimentasi terjadi ketika pasir terlepas
dari suspensi dimana pasir tersebut menggelinding atau terseret di sepanjang dasar aliran atau di
bagian bawah tubuh air( juga di padang pasir). Akhirnya, ketika telah berakumulasi, pasir berubah
menjadi batupasir ketika dikompaksi oleh tekanan dan endapan diatasnya serta disementasi oleh
presipitasi mineral-mineral di dalam pori-pori antar butiran.
- Batupasir Pulau Serutu
Terdiri atas batupasir dengan sisipan batubara setebal beberapa millimeter. Batupasir berwarna
putih – merah kecoklatan, berbutir halus dengan ukuran butir 0,06 – 0,25 mm ( wenworth 1922)
dan tidak mengandung fosil. Pembentukan batupasir pulau Serutu dipengaruhi oleh lingkungan
Kepulauan Karimata yang di dominasi oleh batuan beku dengan jenis granit, diorite kuarsa, dengan
itu dapat mempengaruhi warna batupasir pulau serutu itu sendiri. Batupasir pulau Serutu
mempunyai pemilahan (keseragaman ukuran butir pada batuan sedimen) yang baik dengan
diperlihatkan oleh ukuran besar butir yang seragam pada semua komponen batuan sedimen dan
batupasir pulau Serutu mempunyai derajat kebundaran (Kebundaran adalah nilai membulat atau
meruncingnya bagian tepi butiran pada batuan sedimen klastik sedang sampai kasar) yang rounded
dan sub angular, dapat dilihat pada prasasti Pasir Cina.

Batupasir Serutu yang mempunyai derajat kebundaran sub angular, dapat dilihat pada prasasti Pasir Cina

Batupasir ini dapat dikorelasikan dengan Plateau Sandstone di cekungan Melawi, Kalimantan
barat atau batupasir Sekayam yang berumur Oligosen (William & Heryanto, 1986). Satuan ini
diendapkan di lingkungan fluvial dengan adanya air tawar yang mengalir di dekat pantai pulau
serutu.

Batupasir yang tersingkap di pulau Serutu


Skala ukuran butir pada Batuan Sedimen (Wenworth 1922)

Williams, P.R dan Heryanto (1986), Data Rekaman Geologi. Pusat Penelitian dan
Pengembangan Geologi Indonesia
Pettijohn, F.J., 1975, Sedimentary Rock, Third Edition, Marker and Bow Publisher.
Wentworth, C.K (1922). A Scale of Grade and Class Terms for Clastic Sediments, Journal of
Geology, Vol XXX : 377-392
Tornbury W.D. (1954). Principles of geomorphology, New York : John Wiley

Anda mungkin juga menyukai