Anda di halaman 1dari 5

E.

EVALUASI KEPERAWATAN
1. Evaluasi
Evaluasi merupakan tahap akhir dan tahap penilaian dari apa yang
telah dilaksanakan, dalam evaluasi ini merupakan evaluasi yang bersifat
jangka pendek, karena masalah yang ditemukan lebih banyak masalah
yang berhubungan dengan perilaku, dan dimana untuk mengubah perilaku
suatu masyarakat memerlukan waktu yang tidak singkat.
Evaluasi dilakukan setiap akhir dari pelaksanaan kegiatan. Dari
sudut pandang mahasiswa praktik kerja lapangan komunitas di Desa
Gegerung Kabupaten Lombok Barat dapat dikatakan berhasil, semua
kegiatan yang direncanakan telah dilaksanakan, meski ada beberapa
perubahan dan berjalan dengan lancar, baik rencana dalam bentuk
penyuluhan maupun pemeriksaan dan demonstrasi. Tingkat partisipasi
masyarakat Desa Gegerung tergolong dalam partisipasi aktif terlihat dari
tingkat kehadiran masyarakat dalam setiap kegiatan mencapai lebih dari
50% pada semua kegiatan. Antusiasme masyarakat juga cukup baik
dimana setiap kegiatan selalu dihadiri oleh masyarakat.

2. Rencana Tindak Lanjut


Setiap kegiatan yang dilaksanakan sudah berjalan sesuai rencana
untuk mencapai tujuan jangka panjang yakni mengubah perilaku
masyarakat agar berperilaku sehat maka diperlukan tindak lanjut dari
setiap kegiatan. Kegiatan seperti medical check up harus dilaksanakan
rutin sebagai upaya pencegahan penyakit-penyakit yang dapat dideteksi
dini khusunya penyakit tidak menular sehingga angka kejadian penyakit
tidak menular dapat dikurangi khususnya bagi lansia dan masyarakat yang
memiliki resiko tinggi.
Kegiatan penyuluhan ISPA membutuhkan tindak lanjut dari
berbagai pihak khususnya para kader dan partisipasi ibu-ibu yang
memiliki bayi dan balita. Penyuluhan ISPA sebaiknya dilakukan saat
posyandu balita setiap sebulan sekali sesuai jadwal posyandu masing-
masing dusun, untuk mengurangi peningkatan kesakitan ISPA di Desa
Gegerung
Penyuluhan gizi seimbang pada ibu hamil, membutuhkan tindak
lanjut dari berbagai pihak, khususnya bidan desa dan kader, kegiatan
penyuluhan dan pengukuran BB pada ibu hamil sesuai usia kehamilan
seharusnya dilaksankan sebulan sekali sesuai jadwal masing-masing
dusun, untuk mengurangi resiko kekurangan gizi seimbang pada ibu
hamil.
Penerapan hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan
sabun, menggosok gigi, dan jajanan sehat bagi anak SD, seharusnya tidak
hanya dilakukan dilingkungan sekolah tetapi juga di rumah, dan perlu
pengawasan dari guru, dan orang tua
Penerapan dari penyuluhan kesehatan bahaya merokok dan bahaya
pernikahan dini memerlukan pengawasan dari berbagai pihak khususnya
tokoh agama, kadus dan orang tua
Kegiatan seperti posyandu lansia seharusnya dilakukan disetiap
dusun, karena mampu menjadi media bagi lansia untuk dapat
memriksakan kesehatannya sehingga diharapkan dengan adanya Posyandu
lansia, lansia dapat mendapatkan pelayanan secara menyeluruh. Kegiatan
seperti penyuluhan membutuhkan tindak lanjut dari berbagai pihak
khusunya dalam hal ini para kader selaku pihak pertama yang langsung
berhubungan dengan masyarakat. Sedangkan untuk masyarakat yang
didapatkan menderita rematik, hipertensi dari pemeriksaan yang telah
dilakukan maka masyarakat dianjurkan untuk melakukan konsling dan
pemeriksaan lebih lanjut ke pustu atau puskesmas terdekat.
Untuk, gotong royong, pembuangan sampah diserahkan kepada
kepala dusun dan warga untuk melanjutkan program kegiatan Jumat bersih
agar tetap melaksanakan gotong royong di masing-masing dusun.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa secara
umum pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di Desa
Gegerung, Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat oleh mahasiswa/i
Poltekkes Kemenkes Mataram Jurusan Keperawatan Program Studi DIV
Keperawatan Mataram dapat terlaksana sesuai dengan tujuan, yaitu mampu
menerapkan konsep, teori, dan prinsip ilmu perilaku, sosial dan ilmu
keperawatan dalam melaksanakan pelayanan dan atau asuhan keperawatan
kepada individu / keluarga. melaksanakan pelayanan dan atau asuhan
keperawatan dari masalah secara tuntas melalui pengkajian, penetapan
diagnosa keperawatan, perencanaan tindakan keperawatan, implementasi dan
evaluasi baik bersifat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, sesuai
batas kewenangan , tanggung jawab dan kemampuannya serta berlandaskan
etika keperawatan. Mendokumentasikan seluruh proses keperawatan secara
sistematis, dan memanfaatkannya dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan
keperawatan dan melaksanakan kerjasama lintas sektoral.

B. SARAN
Demi kesuksesan dan keberlangsungan Praktik Kerja Lapangan
Keperawatan Komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik dan
perkembangan keperawatan sendiri maka disarankan :
1. Untuk optimalisasi persiapan mahasiswa, maka diharapkan adanya
pembinaan dan bimbingan yang intensif pra terjun ke lapangan dengan
konsep bimbingan yang telah terstruktur rapi dan baku, baik dari segi
mekanisme bimbingan maupun konsep-konsep Keperawatan Komunitas,
keperawatan keluarga, keperawatan gerontik sendiri
39

2. Diharapkan mahasiswa lebih meningkatkan kemampuan dan menambah


bekal tentang konsep keperawatan komunitas, sehingga terdapat
optimalisasi kinerja dalam melaksanakan Praktik Kerja Lapangan
Keperawatan Komunitas, keperawatan keluarga, dan keperawatan
gerontik.
3. Diharapkan optimalisasi peran kader, tokoh agama, tokoh masyarakat dan
kepala dusun di setiap kegiatan, sehingga mempermudah pengorganisasian
masyarakat.
4. Diharapkan juga pada sumber untuk memberikan data yang lebih valid dan
terbaru pada pengkajian data sekunder dan wawancara.
DAFTAR PUSTAKA

Dainu, DR. 1995. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Widya Medika: Jakarta

Soemirat, SJ. 2004. Kesehatan Lingkungan. Gajah Mada University Press:


Yogyakarta.

Tim Komunitas. 2015. Panduan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Komunitas


Pltekkes Kemenkes Mataram Jurusan Keperawatan Program Study D III
Keperawatan Mataram. Kemenkes RI: Mataram.