Anda di halaman 1dari 3

KURIKULUM DI SINGAPURA

Sistem pendidikan Singapura didasarkan pada pemikiran bahwa setiap


siswa memiliki bakat dan minat yang unik. Singapura memakai pendekatan yang
fleksibel untuk membantu perkembangan potensi para siswa.
Selama bertahun-tahun, Singapura telah berkembang dari sistem
pendidikan ala Inggris yang tradisional menjadi sistem pendidikan yang bertujuan
untuk memenuhi kebutuhan individual dan mengembangkan bakat.
Sistem pendidikan Singapura bertujuan untuk menyediakan siswa dengan
berbasis luas dan pendidikan holistik. Dengan multi-budaya dan multi-rasial
karakteristik dari Singapura, bilingual kebijakan adalah kunci fitur pendidikan
Singapura. Berdasarkan kebijakan dwibahasa, setiap siswa belajar bahasa Inggris
yang merupakan bahasa kerja umum. Students also learn their mother tongue
language (Chinese, Malay or Tamil), Siswa juga belajar bahasa ibu mereka bahasa
(Cina, Malay atau Tamil), untuk membantu mereka mempertahankan identitas
etnis, kebudayaan, warisan budaya dan nilai-nilai.
Kurikulum Matematika di SD
Terdapat 4 mata pelajaran yang akan diujikan setiap semester dan juga
bagian dari ujian PSLE (Ebtanas untuk SD). Pelajaran wajib tersebut adalah Math,
English, Mother Tongue dan Science. Khusus pelajaran Science, mulai dipelajari
secara formal sejak kelas 3. Pada saat kelas 1 dan 2, siswa lebih fokus kepada 3
pelajaran Math, English dan Mother Tongue.
Matematika merupakan pelajaran yang hampir tiap hari ditekuni oleh
siswa-siswa SD. Dari kelas 1 SD, mereka sudah diperkenalkan model matematika.
Pendekatan problem-solving banyak dilakukan dalam pelajaran matematika.
Dalam pendekatan problem-solving ini, siswa SD diberikan sebuah problem
dengan soal cerita. Setelah mereka membaca ceritanya, mereka diminta untuk
menggambarkan model dari masalah tersebut, mereka dituntut untuk
memodelkan informasi apa yang mereka ketahui dan apa yang ingin mereka
ketahui. Setelah pemodelan selesai, siswa baru menggunakan ilmu tambah,
kurang, kali dan bagi yang mereka telah ketahui untuk menyelesaikan masalah.
Dalam pelajaran matematika ini, paling tidak siswa akan menggunakan
dua buku. Buku pertama adalah sebuah TEXT book yang berisi segala teori dan
buku kedua adalah WORK book. Semua pekerjaan siswa dikerjakan dalam buku
WORK book. Kertas di WORK book memiliki robekan di sampingnya, sehingga
setelah siswa menyelesaikan satu seksi WORK book, siswa bisa merobeknya
untuk kemudian diserahkan kepada guru untuk dikoreksi. Setiap hasil kerja siswa
harus ditanda tangani oleh orang tua setelah guru memberikan nilai.
Pendekatan pelajaran matematika di Singapura lebih ditekankan kepada
problem-solving, yang memiliki tahapan berikut :
 Read and Understanding, siswa diminta untuk mengerti mengenai
pertanyaan yang sebenarnya di ajukan dalam problem tersebut. Dan
siswa juga diharapkan mampu menangkap kata-kata kunci dan angka-
angka yang terdapat dalam soal dan menghubungkannya.
 Strategy, siswa mampu menyiapkan metode yang tepat untuk
menyelesaikan soal matematika tersebut. Semua informasi kunci telah
diidentifikasi seperti data yang diketahui serta data yang ingin dicarikan
solusinya.
 Computation, setelah itu baru siswa dituntut uttuk dapat menghitung
dengan menggunakan operasi yang tepat seperti tambah, kurang, kali
dan sebagaikan serta menghasilkan perhitungan yang tepat.
 Logical, setelah proses perhitungan selesai siswa diminta untuk
melakukan pengujian. Bisa jadi pengujian terbalik atau menghitung ulang.
Siswa harus benar-benar yakin bahwa semua langkah yang dilakukan
adalah tepat.
SD di Singapura juga ada Ujian Nasional (UN) yaitu PSLE (Primary School
Leaving Examination) dan yg paling penting adalah English, Mathematics,
Science, Chinese. Secondary (SMP) di sini ada 2 UN yaitu O level dan N level. O
level digunakan untuk masuk Junior College (JC) atau Polytechnic. N level
digunakan untuk masuk Polytechnic atau ITE (Institute of Technical Education).
Junior College (JC setingkat SMA) ada A level digunakan untuk masuk University
(bisa untuk luar negeri juga). Yang paling penting adalah bahasa Inggris atau
English. Kalau English gagal (di bawah 50%) maka pasti tidak bisa lanjut. Namu,
pelajaran yang lain tidak masalah.
Dalam PSLE, O & N level, serta A Level pelajaran bahasa Inggris, semua
pasti ada unsur ‘composition & comprehension’ atau ‘menulis dan pemahaman
bacaan’. PSLE, O & N level English juga mengandung unsur ‘oral’ atau
kemampuan bicara, kemudian murid harus menjelaskan di hadapan guru tentang
suatu gambar. Semua UN: English, Maths, Chinese berbentuk pertanyaan
jawaban singkat atau jawaban dalam esai. Sedangkan History, Geography, Social
Studies, Economics semua pertanyaannya esai. Science di PSLE mengandung
bagian pilihan ganda, pertanyaan dengan jawaban singkat & jawaban uraian.
Sedangkan Science di O & A level semua pertanyaan dengan jawaban uraian.