Anda di halaman 1dari 4

ISSN : 2598-0068 Vol. 1 No.

1 (September, 2017)

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS DALAM PERAWATAN NEONATUS DI


PUSKESMAS SUNGAI BILU BANJARMASIN TAHUN 2016
(Overview Of The Pospartum Mother Known In Neonatus Treatment In Sungai Bilu
Health Center Banjarmasin Birthday 2016)

Sri Norlina

Akademi Kebidanan Bunga Kalimantan

ABSTRAK
Perawatan Neonatus merupakan hal yang sangat penting yang harus diketahui setiap ibu hamil untuk
mencegah suatu hal yang tidak diinginkan ibu nifas terhadap bayi baru lahirnya, sehingga perawatan
neonates sangat penting bagi ibu untuk mendapatkan bayi yang dilahirkan menjadi lebih baik. Tujuan peneliti
adalah untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan ibu nifas dalam perawatan neonates di puskesmas
Sungai Bilu Banjarmasin Tahun 2016. Rancangan penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dari data
primer yang diperoleh melalui ceklis wawancara terpimpin di Puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin Tahun
2016, dimana populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu nifas. Metode pengambilan sampel pada
penelitian ini dengan cara sampling jenuh, populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu Nifas yang
mempunyai bayi berusia 7-28 hari dan tali pusat telah lepas serta perawatan neonates lain yang bertempat
tinggal di wilayah kerja Puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin Tahun 2016 yang berjumlah 34 orang.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengetahuan Ibu Nifas Dalam Perawatan
Neonatus di Puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin Tahun 2016 dengan jumlah responden sebanyak 34 orang
dari responden, yang berpengetahuan baik ada 11 orang (32,4%), dan yang berpengetahuan cukup ada 14
orang (41,2%), dan yang berpengetahuan kurang ada 9 orang (26,4%), dengan demikian pengetahuan ibu
nifas yang berpengaruh dalam perawatan neonates di puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin Tahun 2016.

Kata Kunci : Pengetahuan Ibu Nifas, Perawatan Neonatus, Pospartum

ABSTRACT
Neonatal care is a very important thing that every pregnant woman should know to prevent an undesirable
postpartum mothers against newborns, so neonates treatment is very important for mothers to have baby
born to be better. The purpose of the researcher is to know the description of maternal child's knowledge in
neonates treatment at health center of Sungai Bilu Banjarmasin year 2016. This research design use
descriptive method from primary data obtained through checklist of guided interviews at puskesmas of river
Bilu Banjarmasin year 2016, where population in this research is whole postpartum mother. Sampling method
in this study by sampling saturated, population in this study were all postpartum mothers who have babies
aged 7-28 days and the umbilical cord has been released and other neonates treatment residing in the
working area of Bilu River Health Center Banjarmasin Year 2016 which amounted to 34 person. Based on
the result of the research, it can be concluded that the knowledge of Nifas Mother in Neonate Treatment at
health center of Sungai Bilu Banjarmasin Year 2016 with the number of respondents as many as 34 people
from the respondents, who have good knowledge there are 11 people (32.4%), and enough knowledgeable
there are 14 people (41.2%), and those with knowledge of less than 9 people (26.4%), thus knowledge of
postpartum mothers who are influential in neonates care at health Center of Sungai Bilu Banjarmasin in 2016.

Keywords: Postpartum Nursing Knowledge, Neonatal Treatment, Postpartum

journal.umbjm.ac.id/index.php/midwiferyandreproduction 32
ISSN : 2598-0068 Vol. 1 No. 1 (September, 2017)

LATAR BELAKANG sikap, kepercayaan tradisi dan sebagainya dari


Adaptasi pisikologis ibu masa nifas merupakan orang atau masyarakat yang bersangkutan.
periode ketergantungan yang berlangsung dari Berdasarkan uraian latar belakang di atas,
hari pertama sampai hari kedua setelah penelitti tertarik untuk meneliti tentang “Gambaran
melahirkan. Pada saat itu, vocus perhatian ibu Pengetahuan Ibu Nifas Dalam Perawatan
terutama pada dirinya sendiri. Pengalaman Neonatus di Puskesmas Sungai Bilu
selama proses perasalinan sering berulang Banjarmasin”.
diceritakannya. Kelelahan membuat ibu cukup
istirahat untuk mencegah gejala kurang tidur, METODE PENELITIAN
seperti mudah tersinggung. Hal ini membuat ibu Lokasi yang dipilih untuk melakukan penelitian
cenderung menjadi pasif terhadap lingkungannya. adalah di wilayah kerja Puskesmas Sungai Bilu
Oleh karena itu kondisi ibu perlu dipahami dengan Kotamadya Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
menjaga komunikasi yang baik. Karena itu ibu Sasaran penelitian ini adalah ibu nifas di wilayah
memerlukan dukungan karena saat ini merupakan kerja Puskesmas Sungai Bilu Kotamadya
kesempatan yang baik untuk menerima berbagai Banjarmasin pada bulan April – Juni 2016.
penyuluhan dalam merawat diri dan bayinya Penelitian yang dimaksud disini adalah untuk
sehingga tumbuh rasa percaya diri. Ibu sudah mengetahui bagaimanakah gambaran
mulai menyesuaikan diri dengan ketergantungan pengetahuan Ibu Nifas dalam perawatan neonates
bayinya. Keinginan untuk merawat diri dan bayinya di Puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin Tahun
meningkat (Eny Retna Ambarwati dan Diah 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
Wulandari 2009). ibu nifas yang melakukan kunjungan di
Menurut Rubin dalam Hamilton (1992), Puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin tahun 2016
adaptasi psikologis ibu nifas pada diri pertama dan pada bulan Januari-Maret 2016 rata-rata perbulan
kedua setelah melahirkan ibu membutuhkan adalah 34 orang. Sampel dalam penelitian ini
perlindungan dan pelayanan. Pada hari ketiga sama dengan populasi, yaitu seluruh ibu nifas
sampai akhir minggu keempat atau kelima, ibu yang melakukan kunjungan ulang di Puskesmas
siap untuk menerima peran barunya dan belajar Sungai Bilu Banjarmasin yang berjumlah 34 orang.
tentang semua hal-hal baru sedangkan mulai Pengambilan sampel dalam penelitian ini
minggu kelima sampai keenam, sistem keluarga menggunakan sampel jenuh. Instrument penelitian
telah menyesuaikan diri dengan anggota barunya. yang digunakan adalah kuesioner yang berisi
Berdasarkan studi pendahuluan dipuskesmas daftar pertanyaan tentang pengetahuan Ibu Nifas
Sungai Bilu pada 10 orang ibu nifas dengan tentang Perawatan Neonatus.
wawancara, 7 orang (70%) diantaranya kurang
mengerti tentang perawatan neonates dan 2 orang HASIL DAN PEMBAHASAN
(20%) berpengetahuan cukup, serta 1orang (10%) Data Khusus Responden
lagi berpengetahuan baik tentang perawatan
neonates disebabkan kurang memahami Tabel 1 Distribusi pengetahuan Ibu Nifas Dalam
bagaimana cara merawat neonates, dapat Perawatan Neonatus Di Wilayah Kerja
disimpulkan bahwa pengetahuan ibu nifas tentang Puskesmas Sungai Bilu, Tahun 2016.
NO Pengetahuan Frekuensi %
perawatan neonates masih kurang. 1 Baik 11 32,4%
Kurangnya pengetahuan ibu nifas tentang 2 Cukup 14 41,2%
perawatan neonates disebabkan kurangnya 3 Kurang 9 26,4%
Total 34 100%
pengalaman ibu dan kekhawatiran, hal ini Sumber: Data primer Pada Tahun 2016
disebabkan adaptasi sikologis ibu masa nifas,
kelelahan membuat ibu cukup istirahat untuk Berdasarkan table diatas didapatkan bahwa
mencegah gejala kurang tidur, seperti mudah responden yang berpengetahuan cukup ada 14
tersinggung, hal ini berdampak kurangnya orang (41,2%).
keterampilan ibu. Dampak lain yang besar adalah Kisi-kisi Kuesioner ibu Nifas di Puskesmas
terjadi infeksi seperti tali pusat. Sungai Bilu Banjarmasin berdasarkan Pengertian
Menurut Notoatmodjo (2007) menyebutkan Neonatus, macam-macam cara Perawatan
bahwa perilaku seseorang atau masyarakat Neonatus dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
tentang kesehatan ditentukan oleh pengetahuan,

journal.umbjm.ac.id/index.php/midwiferyandreproduction 33
ISSN : 2598-0068 Vol. 1 No. 1 (September, 2017)

Berdasarkan table diatas didapatkan hasil dari Berdasarkan tabel diketahui bahwa
Pengetahuan Ibu Nifas Dalam Perawatan pengetahuan ibu dalam jadwal imunisasi sebagian
Neonatus. responden memiliki pengetahuan yang salah yaitu
Pengetahuan Ibu Nifas Dalam merawat Tali Pusat sebanyak 18 orang ibu (34,5%) dan yang
di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bilu menjawab benar sebanyak 26 orang ibu (75,4%)
Banjarmasin Pengetahuan Ibu Nifas dalam perawatan
Pada tabel diketahui bahwa masih banyak ibu Neonatus cara merawat Kulit Bayi di Wilayah Kerja
dalam merawat Tali Pusat bayi sebagian Puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin.
responden yang menjawab salah yaitu sebanyak Berdasarkan tabel didapatkan bahwa
22 orang (64,7%). Dan yang menjawab benar responden yang berpengetahuan cukup ada 14
sebanyak 12 orang (35,3%). orang (41,2%).
Pengetahuan adalah merupakan hasil dari
“tahu” dan hasil ini terjadi setelah orang
Tabel 2 Kisi-kisi Kuesioner ibu Nifas di mengadakan penginderaan terhadap suatu objek
Puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin tertentu. Penginderaan terhadap objek terjadi
Tahun 2016. melalui panca e manusia yakni penglihatan,
NO Kuesioner Benar Salah Jumlah
Pengetahuan pendengaran, penciuman, rasa dan raba dengan
1. Perawatan tali pusat 12 22 sendiri. Sebagian besar pengetahuan manusia
(35,3%) (64,7%) 34% diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo,
2. Cara memandikan bayi 24 10 2003 dalam Wawan, 2010:11).
yang benar (70,6%) (29,4%) 34% Hal ini sesuai dengan pendapat Notoatmodjo
3. Jadwal imunisasi bayi 8 26
(2003) bahwa pengetahuan dipengaruhi oleh
(24,6%) (75,4%) 34% factor internal dan factor eksternal. Faktor internal
antara lain pendidikan, persepsi, motivasi dan
4. Frekuensi dan Posisi 18 16
menyusui yang baik (52,9%) (47,1%) 34% pengalaman. Dari faktor internal inilah yang
mendukung untuk mereka mampu memperoleh
5. Perawatan pada kulit 16 18 informasi tentang bagaimana cara memandikan
yang baik (47,1% (52,9%) 34%
bayi baru lahir, karena tanpa adanya latar
belakang pendidikan dan motivasi yang kuat
Jumlah 78 92 100% kemungkinan responden tidak memiliki
Sumber : Data Primer Pada Tahun 2016
pengetahuan yang cukup.
Pengetahuan ibu nifas dalam perawatan Pada tabel menunjukkan bahwa rata-rata usia
ibu nifas yang 20-25 tahun sebanyak 19 orang
Neonatus Cara Memandikan Bayi Baru Lahir di
Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bilu (55,9%).
Banjarmasin. Usia merupakan ukuran untuk menunjukkan
Berdasarkan tabel diketahui bahwa masih seberapa lama manusia hidup setiap tahapan
banyak ibu cara memandikan bayi sebagian kehidupan seseorang senantiasa memberi
responden yang menjawab salah yaitu sebanyak kontribusi penting dalam proses kehidupannya,
34 orang (70,6%) dan yang menjawab benar termasuk saat kesiapan mereka dianggap cocok
sebanyak 10 orang (29,4%). untuk suatu kehamilan. Menurut BKKBN, umur
Pengetahuan Ibu Nifas dalam Perawatan aman untuk hamil dan persalinan adalah 20-35
Neonatus Cara Menyusui dan Frekuensi menyusui tahun, lebih atau kurang dari usia tersebut adalah
Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bilu risiko (Nurjaya, 2010).
Banjarmasin. Berdasarkan tabel di dapatkan dari 34
responden yang ada tingkat pendidikan SLTP
Berdasarkan tabel diketahui bahwa
pengetahuan ibu cara Menyusui dan Frekuensi responden sebagian besar masih kurang yang
menyusui yang salah yaitu sebanyak 16 orang dapat mempengaruhi dalam perawatan Neonatus
(47,1%) dan yang menjawab benar sebanyak 18 dengan jumlah 12 orang (35,5%)
orang (52,9%). Jenjang pendidikan sangat mempengaruhi
terhadap hal untuk memperoleh informasi, dan hak
Pengetahuan ibu nifas dalam perawatan Neonatus
dengan Jadwal Imunisasi Bayi Baru Lahir di menolak atau menerima penjelasan yang
Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bilu diberikan. Kemudian semakin baik pendidikan
Banjarmasin. orangtua maka orang tua akan semakin mudah
menerima informasi dari luar tentang cara yang

journal.umbjm.ac.id/index.php/midwiferyandreproduction 34
ISSN : 2598-0068 Vol. 1 No. 1 (September, 2017)

baik untuk merawat dan mengasuh anaknya Mc. Kinney, et al. (2009). Maternal-Child Nursing.
(Saifuddin, 2002). Philadelphia : WB Saunders
Pendidikan bertujuan untuk menanamkan Nany Lia Dewi Viavan. (2010). Asuhan Neonatus
tingkah laku atau kebiasaan yang baru, semakin Bayi dan Anak Balita. Jakarta : Salemba
tinggi tingkat pengetahuan seseorang diharapkan Medika.
semakin baik pengetahuannya, dan meningkatkan Notoadmodjo Soekijdo. (2010). Metodologi
pula keadaan sosial ekonomi. Selain itu akan Penelitian Kesehatan. Jkarta : PT Asdi
makin mudah mendapatkan informasi Mahasatya.
(Notoatmojdo, 2003). Nursalam. Konsep dan penerapan metodologi
Pengatahuan ibu dalam perwatan neonatus penelitianilmu keperawatan. Surabaya :
sesuai dengan tingkat pendidikan ibu yang rendah Salemba Medika. 2008.
sehingga sangat mempengaruhi pengetahuan, Pinem Saroha. (2009). Kesehatan Reproduksi dan
sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat Kontrasepsi. Jkarta : CV Trans Info Media.
pendidikan seorang ibu dapat mempengaruhi Pudjiaji, S. (1992). Bayiku Sayang. Fakultas
pengeatahuan ibu dalam perawatan neonatus. Kedoktoran UI. Jakarta
Retna Eny Ambarwati dan Wukandari Diah.
KESIMPULAN (2009). Asuhan Kebidanan Nifas. Jogjakarta
Pengetahuan Ibu Nifas Dalam Perawatan : Mitra Cendikia Press.
Neonatus dari 34 responden, yang Rudolf, Abraham. (2006). Buku Ajar Pediaktrik.
berpengetahuan cukup ada 14 orang (14,2%) Edisi 20. Jakarta : EGC
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat Saleha, Siti. (2009). Asuhan Kebidanan pada
disimpulkan bahwa Pengetahuan ibu dalam Masa Nifas, Jakarta : Slemba Mdika.
Perawatan Neonatus di Puskesmas Sungai Bilu Soetjiningsih. (1997). Asi : Petunjuk untuk Tenaga
adalah dipengaruhi oleh beberapa faktor antara Kesehatan. Jakarta : EGC
lain: Usia dan Pendidikan. Suririnah , (2009). Buku pintar merawat bayi 0-12
bulan. Jakarta : Gramedia pustaka utama.
DAFTAR PUSTAKA Yeyeh Rukiah Ai dan Yulianti Lia. (2010). Asuhan
Barbara, R. S. (2002). Keperaawatan Ibu-Bayi Neonatus Bayi dan Anak Balita,. Jakarta :
Baru Lahir. Edisi 3. Jakarta : EGC. CV Trans Info Media.
BOBAK, Lowdermilk, Jensen. (2004). Buku Ajar
Keperawatan Maternitas, IEdisi 4, Jakarta :
EDC.
Corol & Theodora. (2003). Perawatan Bayi Sehari-
hari. Dibuka 7 April 2016 dari
http://www.nakita.com
Farrer, Helen. (1999). Perawatan Maternitas. Edisi
2. Jakarta : EGC
Hamilton, Persis. (1995). Dasar-dasr Keperawatan
Maternitas. Edisi 2. Jakarta : EDC
Hidayat, A.A. (2007). Penghantar Konsep
Keperawatan. Edisi 2. Jakarta : Selemba
Medika
Irianti, Pergola. (1997). Profesi Pustakawan dan
Kemandirian. Diambil tanggal 24 September
2009 dari http://lib.ugm.ac.id/.
Jhonson, Ruth. (2005). Buku Ajar Praktik
Kebidanan. Jakarta : EGC
Kompas. (2008). Angka Kematian Bayi Masih
Tinggi. Dibuka pada tanggal 14 Maret 2009
dari http://www.kompas.com.compascetak/
humaniora/ html.
Manuaba, Ida Bagus Gde. (1999). Memahami
Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : CV
Trans Info Media.

journal.umbjm.ac.id/index.php/midwiferyandreproduction 35