Anda di halaman 1dari 45

LAPORAN AKHIR MAGANG 3

Mengajar Terbimbing

DOSEN PENGAMPU:

Dra. RATNA TANJUNG, M.Pd

DISUSUN OLEH:

Maulana Tri Agung (4161121015)

SMP NEGERI 21 MEDAN

Jln. Bunga Rampai Kelurahan Simalingkar B Medan

Telp. (061) 77830014 Medan

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

PENDIDIKAN FISIKA

2019
LEMBARAN PENGESAHAN
LAPORAN AKHIR MAGANG MENGAJAR TERBIMBING

Judul : Mengajar Terbimbing


Mahasiswa
Nama : Maulana Tri Agung
NIM : 4161121015
Fakultas/Jurusan : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/ Fisika
Program Studi : Pendidikan Fisika
Kelas : Pendidian Fisika Reguler B 2016
Dosen Pembimbing
Nama : Dra. Ida Wahyuni M.Pd
NIP : 1964 0118 1996 03 2001
Jabatan/Golongan : Pembina/IV a
Guru Pamong
Nama : Dra. Lidia br. Meliala
NIP : 1966 0312 1995 12 2001
Jabatan/Golongan : Pembina/IV b
Bidang Studi : Fisika

Menyetujui: Medan, April 2019


Guru Pamong Mahasiswa,

Dra. Lidia br. Meliala Maulana Tri Agung


NIP. 19660312 1995 12 2001 NIM. 4161121015

Mengetahui/Menyetujui:

Dosen Pembimbing, Kepala Sekolah SMP N 21 Medan

Dra. Ratna Tanjung M.Pd Drs. Pelan Tarigan


NIP. 19640118 1996 03 2001 NIP. 19590823 198503 1002

i
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah akhirnya penyusun dapat


menyelesaikan tugas laporan akhir matakuliah wajib yakni Magang Mengajar
Terbimbing, program studi S1 Pendidikan Fisika, yang merupakan Laporan Akhir
Magang 3
Penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya serta penghargaan
kepada Ibu Dra. Ida Wahyuni, M.Pd dan Lidia br. Meliala, S.Pd, sebagai dosen
pengampu mata kuliah ini yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh
karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritikan untuk perbaikan tulisan
ini. Akhir kata saya mengucapkan banyak terimakasih dan berharap semoga tulisan
ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Medan, April 2019

Maulana Tri Agung


4161121015

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ......................................................................................................... i


Daftar Isi.................................................................................................................. ii
Bab 1 PENDAHULUAN .........................................................................................1
A. Latar Belakang ..........................................................................................1
B. Tujuan Magang 3 .......................................................................................1
Bab 2 INFORMASI UMUM SMP NEGERI 21 MEDAN .....................................2
A. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah...................................................................2
B. Organisasi Sekolah.....................................................................................2
C. Sumber Daya Manusia Sekolah .................................................................3
D. Sarana Prasana ...........................................................................................4
E. Prestasi Sekolah dan Kegiatan Pendukung ................................................4
Bab 3 HASIL KEGIATAN MAGANG 3 ................................................................5
A. Analisis silabus bidang studi......................................................................5
B. Perangkat Pembelajaran yang digunakan guru ..........................................6
C. Strategi Pembelajaran ................................................................................9
D. Pengembangan RPP .................................................................................10
E. Pengembangan Media Pembelajaran .......................................................28
F. Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik ...........................................28
G. Refleksi ....................................................................................................31
Bab 4 PENUTUP ...................................................................................................32
A. Kesimpulan ..............................................................................................32
B. Saran ........................................................................................................32
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................33
LAMPIRAN ...............................................................................................................

iii
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 pasal 35 mengamanatkan bahwa


kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh setiap Perguruan Tinggi dengan
mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi untuk setiap Program Studi
yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual,akhlak mulia, dan
keterampilan. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.
16 Tahun 2012 mengamanatkan bahwa kurikulum dalam setiap jenjang pendidikan
di Indonesia mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Mengacu kepada KKNI, jenjang Strata 1 berada pada level 6. Untuk
meningkatkan kualitas lulusannya, khususnya dalam melaksanakan pembelajaran,
maka Unimed menerapkan model pembelajaran magang. Kegiatan magang
dilaksanakan di sekolah dan dalam pelaksanaannya, kegiatan Magang ini dilakukan
secara sistematis dengan melibatkan seluruh stakeholder seperti kepala
sekolah/wakil kepala sekolah, guru pamong magang (GPM), dan dosen
pembimbing magang (DPM). Melalui program magang bagi mahasiswa program
studi kependidikan, diharapkan akan terbentuk empat kompetensi guru
sebagaimana amanah UUGD, yaitu kompetensi keperibadian, sosial, pedagogik,
dan kompetensi profesional. Selama ini pencapai empat kompetensi ini hanya
bertumpu pada pendidikan profesi guru (PPG) yang hanya berdurasi 2 semester.
Undang-undang republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 mengamanatkan
bahwa guru harus memiliki kompetensi professional, pedagogik, kepribadian dan
social sesuai dengan bidang studi dan keilmuan yang terkait. Dalam rangka
menyiapkan calon guru yang memiliki kompetensi tersebut perlu dilakukan upaya
peningkatan, antara lain peningkatan awal siswa baru, peningkatan kompetensi
guru, pengembangan isi kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran dan
penilaian hasil belajar siswa, penyediaan bahan ajar yang memadai, dan penyediaan
sarana belajar. Dari semua cara tersebut, peningkatan kualitas pembelajaran melalui
peningkatan kualitas pendidik menduduki posisi yang sangat sentral dan akan akan
berdampak positif. Dampak positif tersebut berupa : (1) peningkatan kemampuan
dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran yang dihadapi secara
nyata ; (2) peningkatan kualitas masukan, proses dan hasil belajar ; (3) peningkatan
keprofesionalan pendidik ; (4) penerapan prinsip pembelajaran berbasis penelitian.

B. TUJUAN MAGANG 3

Magang 3 bertujuan memberikan pengelaman bagi calon guru dengan


mengamati pelaksanaan pembelajaran oleh pamong, mengembangkan perangkat
pembelajaran sebagai acuan pelaksanaan pembalajaran dikelas dengan bimbingan
guru pamong.

1
BAB II

INFORMASI UMUM SMP NEGERI 21 MEDAN

A. VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH

1. Visi
Mewujudkan manusia yang BERIMTAQ, IPTEK dan berprestasi, serta
berbudaya lingkungan
2. Misi
1) Melaksanakan ajaran agama dengan ikhlas, istiqomah dan saling
menghormati
2) Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga
setiap siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang
dimiliki
3) Mendorong dan membantu setiap siswa umtuk mengenali setiap pontensi
dirinya, sehingga dapat berkembang secara optimal
4) Menambah semangat keunggulana secara intensif kepada seluruh warga
sekolah
5) Melaksanakan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup
6) Menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan
7) Mendorong kepada seluruh warga sekolah untuk selalu menjaga dan
melestarikan lingkungan
3. Tujuan/Target SMP NEGERI 21 Medan
Dalam upaya mewujudkan sekolah yang diharapkan sesuai dengan visi dan
misi sekolah seyogyanya sekolah menempuh berbagai langkah dengan
mengerahkan segenap kemampuan baik sumber daya manusia maupun
sumber daya lainnya.
a) Melaksanakan kegiatan pembelajaran satu shif
b) Memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dan representative disegala
bidang dengan mengembangkan sistem kualitas belajar mengajar
c) Penataan lingkungan sekolah

B. ORGANISASI SEKOLAH

SMP N 21 Medan memiliki 10 ekstra kurikuler dan 6 organisasi, adapun


organisasi yang ada di SMP NEGERI 21 Medan yakni:
1. OSIS
2. Pramuka SMP N 21 MEDAN
3. Paskibra SMP N 21 MEDAN
4. PMR (Palang Merah Remaja)
5. Marcingband
6. Sanggar Tari SMP N 21 MEDAN

2
C. SUMBER DAYA MANUSIA DISEKOLAH

Siswa dan siswi SMP NEGERI 21 Medan pada tahun ajaran 2018/2019
adalah sebanyak 848 orang siswa dengan jumlah siswi sebanyak 428 dan jumlah
siswa sebanyak 420 orang. Adapun rincian data jumlah siswa dan siswi MAN 2
Model Medan adalah sebagai berikut:
Jenis Kelamin
No. Kelas Jumlah Rombel
Laki-laki Perempuan
1. VII 88 200 288 7 rombel
2. VIII 78 202 280 8 rombel
3. IX 112 168 280 7 rombel
Total 420 428 848 22 Rombel
Jumlah Guru dan Tenaga Kependidikan di SMP NEGERI 21 Medan adalah
50 Orang. Terdapat 1 orang yang lulusan S2, 49 orang lulusan S1, 3 orang belum
lulus S1. Namun, guru dan tenaga kependidikan yang sudah PNS ada 47 orang dan
sebanyak 3 orang masih honorer.

Adapun utnuk pegawai lainnya seperti Pegawai Tata Usaha sebanyak 7 orang.
Pegawai Tata Usaha yang sudah PNS sebanyak 1orang dan yang masih honorer
sebanyak 6 orang. Selain itu, pegawai lainnya terdapat penjaga sekolah sebanyak 1
orang dan cleaning Service sebanyak 1 orang.

D. SARANA DAN PRASARANA

Sarana dan prasarana yang tersedia di SMP NEGERI 21 Medan adalah


sebagai berikut :

1) Ruangan Guru dan Tenaga Kependidikan,


Ruangan guru dan tenaga kependidikan lainnya yakni berupa ruangan Kepala
Madrasah, ruang guru, ruang Bendahara, ruang Kepala Tata Usaha, ruang
Tata Usaha, ruang BK, ruang komite dan rumah dinas.
2) Ruangan Belajar Mengajar
SMP NEGERI 21 Medan memiliki 22 ruangan belajar mengajar atau 22
Kelas. Terdapat 7 ruangan kelas VII, terletak disebelah kanan jika di lihat dari
arah mata angin, VIII ruang kelas 8, dan 7 kelas/ruangan belajar kelas IX
3) Laboratorium
Laboratorium yang ada di SMP NEGERI 21 Medan sebanyak 1 ruangan.
Dimana laboratorium tersebut berfungsi sebagai lab IPA terpadu.
Laboratorium juga terdapat sarana-prasarana yang sangat lengkap sesuai
dengan kebutuhan laboran.
4) Perpustakaan
Ruang perpustakaan SMP NEGERI 21 MEDAN hanya satu. Namun, fasilitas
yang ada di pepustakaan tersebut cukup lengkap. Selain buku pada mata
pelajaran yang dipelajari, SMP NEGERI 21 MEDAN sendiri juga memiliki

3
buku yang dari Universitas. Selain itu juga terdapat jurnal, Koran, majlah,
tabloid, serta Al-Quran dan AL-Kitab yang sangat lengkap. Pada
perpustakaan ini juga terdapat meja dan kursi untuk membaca da nada
ruangan khusus diskusi.
5) Musholla
Musholla SMP Negeri 21 Medanhanya 1, dengan 2 tempat wudhu. Selain itu
fasilitas yang ada pada musholla SMP Negeri 21 Medan yaitu, kipas angina,
mic, mukena, tirai pembatas, sejadah, cermin, lemari, dan perlengkapan
lainnya.
6) Toilet (WC)
Toilet atau WC SMP Negeri 21 Medan sebanyak 10 ruangan, 3 toilet siswa,
3 toilet siswi, 1 toilet guru, 1 toilet tata usaha dan 1 toilet kepala madrasah.
7) Ruangan/Sekretariat Organisasi di Sekolah
Untuk ruangan/sekretarias organisasi di skeolah terdapat 4 ruangan, yakni
secretariat PASKIBRA dan OSIS, secretariat Pramuka dan secretariat
keterampilan.
8) Alat dan Bahan Belajar Mengajar
Adapun sarana prasarana alat dan bahan belajar mengjaar terdiri dari, meja,
kursi, lemari, papan tulis, proyektor, rak buku, jam dinding, rak sepatu, kipas
angina, Lembar Kerja Siswa (LKS), spidol, penghapus, computer dan lain
sebagainya. Untuk seperti mata pelajaran Penjaskes dan seni bisa berupa, ring
bola basket, tiang bola voly, bola takraw, dan gawang bola kaki atau futsal.
9) Lapangan
Lapangan yang ada pada SMP Negeri 21 Medan yakni, lapangan
upacara/Basket/Badminton, Lapangan Volly Ball dan Lapangan biasa.
10) Kantin
SMP Negeri 21 Medan memiliki 4 kantin, yakni 1 kantin koperasi, dan 3
kantin biasa yang letaknya berada di ujung-ujung lokais .
11) Sarana Prasarana Lainnya
Adapun sarana-prasana lainnya berupa, alat pengenal wajah untuk absensi
guru dan tenaga Kependidikan. Parkiran siswa dan guru.taman dan lain
sebagainya.

E. PRESTASI SEKOLAH DAN KEGIATAN PENDUKUNG

Prestasi SMP Negeri 21 Medan yang sangat mencolok pada kegiatan


kebersihan sekolah, pramuka dan gerak jalan. Pada tahun 2019 SMP Negeri 21
Medan belum menorehkan prestasi yang cukup signifikan tapi kedepannya sekolah
tersebut akan lebih maju pada sekarang karena lagi masa pemulihan sekolah dengan
cara mengintropeksi kembali kebelakang terhadap kinerja yang akan datang.

4
BAB III

HASIL KEGIATAN MAGANG 3

A. ANALISIS SILABUS BIDANG STUDI


Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab
II Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa
agar menjadi Marusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dalam mencapai tujuan pendidikan nasional dan menghadapi tantangan abad
21 yang ditandai dengan perkembangan teknologi yang pesat, Ilmu Pengetahuan
Alam menjadi salah satu landasan penting dalam pembangunan bangsa. Oleh
karena itu, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam diharapkan dapat menghantarkan
siswa memenuhi kemampuan berikut ini:
1. keterampilan belajar dan berinovasi yang meliputi berpikir kritis dan mampu
menyelesaikan masalah, kreatif dan inovatif, serta mampu berkomunikasi dan
berkolaborasi;
2. terampil untuk menggunakan media, teknologi, informasi dan komunikasi;
dan
3. kemampuan untuk menjalani kehidupan dan karir, meliputi kemampuan
beradaptasi, luwes, berinisiatif, mampu mengembangkan diri, memiliki
kemampuan sosial dan budaya, produktif, dapat dipercaya, memiliki jiwa
kepemimpinan, dan bertanggung jawab.
Hasil dari penyelidikan ini umumnya membawa ke pertanyaan lanjutan yang
lebih rinci dan lebih kompleks. Kegiatan penyelidikan memerlukan teknologi yang
sudah ada dan pada akhirnya akan menghasilkan teknologi yang lebih baru. Dengan
demikian, Ilmu Pengetahuan Alam layak dijadikan sebagai wahana untuk
menumbuhkan dan menguatkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terus-
menerus pada diri siswa di berbagai jenjang pendidikan.
Fisika sebagai bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam diperoleh dan
dikembangkan berdasarkan percobaan untuk mencari jawaban mengenai gejala-
gejala alam khususnya yang berkaitan dengan materi dan energi.
Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana
sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format
dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun
lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata
urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan
dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah
diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur
pencapainnya (measurable); bermakna (meaningfull); dan bermanfaat untuk

5
dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan
pendidikan siswa.
Silabus ini merupakan acuan bagi guru dalam melakukan pembelajaran agar
siswa mampu mengembangkan kompetensinya secara optimal melalui kegiatan
pengamatan, berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan terlibat aktif dalam pembelajaran.
Selain itu siswa diharapkan mampu mengambil keputusan dan menyelesaikan
masalah dalam kehidupan sehari-hari baik berhubungan dengan proses maupun
pengetahuan sains.
Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan
kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta dapat
mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut,
komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan
pembelajaran. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan
alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut
merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai
model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam
melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam mengembangkan materi,
mengelola proses pembelajaran, menggunakan metode dan model pembelajaran,
yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat
perkembangan kemampuan siswa.

B. PERANGKAT PEMBELAJARAN YANG DIGUNAKAN GURU


1. Silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata
pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar,
materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian
kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar
(Kunandar, 2011: 244). Silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu
dan/atau kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup Standar
Kompetensi, Kompetensi Dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indikator, pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu,
dan sumber belajar (Trianto, 2010:96).
a. Isi Silabus
1. Identitas mata pelajaran
2. Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas;
3. kompetensi inti,
4. kompetensi dasar
5. tema (khusus SD/MI/SDLB/Paket A/dll);
6. materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan
ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian
kompetensi;

6
7. pembelajaran,yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik
untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
8. penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk
menentukan pencapaian hasil belajar
9. alokasi waktu
10. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar
atau sumber belajar lain yang relevan.
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan
pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari
silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya
mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan
berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran
berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang
cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun berdasarkan KD
atau subtema yang dilaksanakan kali pertemuan atau lebih.

a. Komponen RPP
Komponen RPP SMP Negeri 21 Medan terdiri atas 13 bagian.
a. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan.
b. Identitas mata pelajaran atau tema/subtema.
c. Kelas/semester.
d. Materi pokok.
e. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan
beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia
dalam silabus dan KD yang harus dicapai.
f. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan
kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
g. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi.
h. Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang
relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator
ketercapaian kompetensi.
i. Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang
disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai.
j. Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk
menyampaikan materi pelajaran.

7
k. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar,
atau sumber belajar lain yang relevan.
l. Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti,
dan penutup.
m. Penilaian hasil pembelajaran.

b. Prinsip Penyusunan RPP


Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat
intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi,
gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya,
norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

b. Partisipasi aktif peserta didik.

c. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi,


minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.

d. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk


mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan
berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.

e. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program
pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

f. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran,


kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, dan
sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.

g. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata


pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

h. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis,


dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
c. Pengembangan RPP
Pengembangan RPP dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun
pelajaran dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap
awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru
secara individu maupun berkelompok dalam kelompok kerja guru (KKG) di gugus
sekolah, di bawah koordinasi dan supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan.
3. Bahan Ajar
Dalam melakukan proses pembelajaran diperlukan bahan ajar atau materi
pembelajaran (instructional materials) yang secara garis besar terdiri atas
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa-siswi dalam
rangka mencapai kompetensi inti yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-

8
jenis materi pembelajaran terdiri atas pengetahuan yang berupa konsep. Sumber
bahan ajar yang digunakan SMP Negeri 21 Medan pelajaran fisika adalah buku
teks dan buku kurikulum. Buku teks yang digunakan dapat berasal dari berbagai
sumber, tidak harus satu. Semakin banyak bahan ajar yang digunakan akan
semakin bervariasi dan semakin banyak ilmu yang didapat. Tetapi yang perlu
diingat harus tetap relevan dengan materi ajar. Buku teks yang digunakan guru
fisika SMP Negeri 21 Medan adalah buku fisika terbitan Erlangga dan Seribu
Pena. Buku kurikulum penting untuk digunakan sebagai sumber bahan ajar.
Karena berdasar kurikulum itulah kompetensi inti, kompetensi dasar, dan materi
bahan dapat ditemukan. Hanya saja materi yang tercantum dalam kurikulum hanya
berisikan pokok-pokok materi. Gurulah yang harus menjabarkan materi pokok
menjadi bahan ajar yang terperinci. Adapun buku kurikulum yang digunakan guru
fisika SMP Negeri 21 Medan yakni buku Kajian konsep fisika terbitan Platinum
Kurikulum 2013 revisi.
4. Media Pembelajaran
Media pembelajaran yang digunakan guru fisika SMP Negeri 21 Medan barupa
PPT dan alat peraga praktikum Fisika dan Buku Laporan Praktikum.
5. Lembar Kerja Peserta Didik
Lembar Kerja yang digunakan guru fisika SMP Negeri 21 Medan bersumber
dari buku kurikulum, buku teks seribu pena dan LKPD pada RPP.
6. Perangkat Penilaian
Perangkat penilaian yang digunakan guru fisika SMP Negeri 21 Medan
didasarkan pada RPP dan panduan perangkat penilaian Kurikulum 2013 revisi.

C. STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN


1. Strategi Penyampaian Bahan Ajar
Strategi Urutan Penyampaian Simultan
Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih dari satu, maka menurut
strategi urutan penyampaian simultan, materi secara keseluruhan disajikan secara
serentak, baru kemudian diperdalam satu demi satu (metode global). Misalnya guru
akan mengajarkan materi vektor maka terlebih dahulu diulas tentang vektor.
Kemudian baru menyampaikan salah satu aplikasi vektor dalam kehidupan sehari-
hari.
Strategi Urutan Penyampaian Suksesif
Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih dari satu, maka menurut
strategi urutan penyampaian suksesif, sebuah materi satu demi satu disajikan secara
mendalam baru kemudian secara berurutan menyajikan materi berikutnya secara
mendalam pula.
Strategi Penyampaian Fakta
Jika guru harus menyajikan materi pembelajaran termasuk jenis fakta seperti nama
pencetus teori, isi teori atau hukum serta rumus-rumus, strategi yang tepat untuk
mengajarkan materi tersebut adalah :

9
• Sajikan materi fakta dengan lisan, tulisan, atau gambar.
• Barikan bantuan kepada siswa siswi untuk menghafal. Bantuan diberikan
dalam bentuk penyampaian secara bermakna.
Strategi Penyampaian Konsep
Materi pembelajaranjenis konsep adalah materi berupa definisi atau pengertian.
Tujuan mempelajari konsep adalah agar siswa siswi paham, dapat menunjukkan
ciri-ciri, unsur, membedakan, membandingkan, menggenaralisasi, dan sebagainya.
Langkah-langkah mengajarkan konsep: 1) Sajikan konsep, 2) berikan bantuan
(berupa inti isi, ciri-ciri pokok, contoh dan bukan contoh), 3) berikan latihan
(exercise) misalnya berupa tugas mencari contoh lain, 4) barikan umpan balik , 5)
berikan tes.
Strategi Penyampaian Materi Pembelajaran Prinsip
Termasuk materi pembelajaran jenis prinsip adalah dalil, rumus, hukum atau law,
postular, teorema, dan sebagainya. Langkah-langkah mengajara atau
menyampaikan materi pembelajaran jenis prinsip adalah:
1. Sajikan prinsip
2. Berikan bantuan berupa contoh penerapan prinsip
3. Berikan soal-soal latihan
4. Berikan umpan balik
5. Berikan tes
Strategi Penyampaian Prosedur
Tujuan mempelajari prosedur adalah agar siswa siswi dapat melakukan atau
mempraktekkan prosedur tersebut, bukan sekedar paham atau hafal. Termasuk
materi pembelajaran jenis prosedur adalah langkah-langkah mengerjakan suatu
praktikum secara berurutan.
Langkah-langkah mengerjakan prosedur meliputi:
Menyajikan prosedur,
Memberikan bantuan dengan jalan mendemostrasikan bagaimana cara
melaksanakan prosedur,
Memberikan latihan,
Memberikan umpan balik
Memberikan tes
Strategi Mengajarkan/Menyampaikan Materi Aspek Afektif
Termasuk materi pembelajaran aspek sikap atau afektif menurut Bloom (1978),
adalah pemberian respon penerimaan suatu nilai, internalisasi, dan penilaian.
Beberapa strategi mengajarkan materi aspek sikap antara lain:
Penciptaan kondisi dan Pemodelan atau contoh
Demonstrasi dan Simulasi
Penyampaian ajaran atau dogma.

D. PENGEMBANGAN RPP

10
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
PEMANASAN GLOBAL
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 21 Medan
Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : VII / 2
Materi Pokok : Pemanasan Global
Alokasi Waktu : 10 x 40 menit (2 kali pertemuan)

A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR


1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek
fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia
dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama
yang dianutnya.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud
implementasi sikap dalam melakukan pengamatan, percobaan dan/atau
berdiskusi.
3.10 Mendeskripsikan tentang penyebab terjadinya pemanasan global dan
dampaknya bagi ekosistem. Indikator:
a. menjelaskan pengertian pemanasan global
b. menjelaskan pengertian efek rumah kaca
c. menyebutkan gas rumah kaca
d. menjelaskan proses terjadinya efek rumah kaca
e. menjelaskan dampak dari pemanasan global
f. menyebutkan cara pengendalian pemanasan global.
3.11 Membuat laporan tentang manfaat atmosfer. Indikator:
a. menyajikan laporan tentang manfaat atmosfer.
3.12.Membuat laporan upaya hemat energi.Indikator:
a. menyajikan laporan sederhana tentang upaya hemat energi
b. melakukan tes tentang upaya hemat energi menggunakan charta alat tes

B. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melakukan kegiatan identifikasi pemanasan global, siswa menunjukkan
kekaguman terhadap keesaan Tuhan.
2. Melakukan studi pustaka dan diskusi informasi, siswa menunjukkan perilaku
ilmiah: rasa ingin tahu (curiosity), jujur, teliti, cermat dan tekun dalam
aktifitas sehari-hari
Pertemuan ke: 1.
1. Melalui kegiatan studi pustaka dan diskusi tentang pemanasan global dan
efek rumah kaca, siswa dapat:

11
2. menjelaskan pengertian dan penyebab pemanasan global.
3. menjelaskan efek rumah kaca dan penyebabnya.
4. menjelaskan dampak pemanasan global
Pertemuan ke: 2.
1. melalui kegiatan studi pustaka tentang upaya pengendalian pemanasan
global, siswa dapat:
2. mengetahui upaya pengendalian pemanasan global.

C. MATERI PEMBELAJARAN
1. Pengertian dan penyebab pemanasan global.
2. Efek rumah kaca dan penyebabnya.
3. Dampak pemanasan global..
4. Upaya pengendalian pemanasan global.

D. PENDEKATAN, DAN METODE PEMBELAJARAN


1. Pendekatan : Scientific
2. Metode Pembelajaran : Discovery dan diskusi Informasi

E. MEDIA, ALAT DAN BAHAN PEMBELAJARAN


1. Media
a. Charta dan tabel pengamatan.
b. Perangkat percobaan: -
2. Alat dan Bahan
a. Alat dan bahan: -

F. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


1. Pertemuan Pertama (5 x 40 menit)
Tatap Muka Ke: 1 (3 jam pelajaran)
a. Pendahuluan ( 10 menit )
1). Meminta siswa berbaris secara disiplin untuk memasuki ruang kelas.
2). Meminta siswa berdo’a (Religius) menurut agama dan kepercayaan
masing-masing sebagai rasa taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
3). Memeriksa kehadiran siswa sambil mengenal karakteristik peserta
didik.
4). Prasarat Pengetahuan untuk menguji kemampuan berpikir logis
- menanyakan pengetahuan awal siswa tentang:atmosfer..
5). Motivasi (membangkitkan siswa agar memiliki karakter ingin tahu)
- guru menanyakan: mengapa kalau mau hujan, temperatur udara
terasa panas?
6). Menyampaikan tujuan pembelajaran.yang akan dikuasai siswa.

12
b. Kegiatan Inti ( 95 menit)
Mengamati:
1) Meminta siswa membuka buku IPA Terpadu Erlangga dengan teliti
2) Meminta siswa menggaris bawahi kata-kata yang penting, kemudian
menuliskan dalam buku masing-masing pemanasan global dengan
cermat (eksplorasi)
Menanya:
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk menyusun pertanyaan
mengenai apa
yang sudah dibaca dan yang dicatat.
Mengumpulkan data:
4) Meminta siswa duduk dalam tatanan kelompok dan menjelaskan
kegiatan yang dilakukan dengan mengenal karakter siswa.
5) Meminta siswa berdiskusi dan membandingkan hasil mencari
pengertian pemanasan global (elaborasi)
Mengasosiasikan
6) Melakukan pengecekan pemahaman tentang konsep pemanasan
global.
7) Memberikan kesempatan siswa menggali informasi lebih luas melalui
referensi.
8) Siswa diberi kesempatan untuk membandingkan hasil diskusi dengan
kelompok lain memberikan saran dan pendapatnya.
Mengkomunikasikan
9) Melakukan pengecekan pemahaman siswa tentang konsep pemanasan
global dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpendapat
(konfirmasi)
10) Meminta siswa kerja kelompok dan melakukan diskusi serta
mengemukakan pendapat berdasarkan hasil pengamatan yang benar
11) Guru menanggapi hasil diskusi siswa dan memberikan konfirmasi
yang sebenarnya.
c. Kegiatan Penutup ( 15 menit )
1) Meminta siswa menuliskan hasil belajar dengan membuat rangkuman
secara teliti.
2) Guru melakukan pengecekan pemahaman siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan.
3) Melakukan penilaian pembelajaran untuk mengetahui ketercapaian
tujuan dengan jujur dan obyektif

13
4) Memberikan penghargaan kepada kelompok yang terbaik dalam
pembelajaran kooperatif.
5) Guru memberikan tugas dan tindak lanjut Kegiatan Mandiri Tidak
Terstruktur agar siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir
kritis dan memberikan pelatihan penerapan Buku IPA Terpadu
Erlangga

Tatap Muka Ke: 2 (2 Jam Pelajaran)


a. Pendahuluan ( 10 menit )
1). Meminta siswa berbaris secara disiplin untuk memasuki ruang kelas.
2). Meminta siswa berdo’a (Religius) menurut agama dan kepercayaan
masing-masing sebagai rasa taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
3). Memeriksa kehadiran siswa sambil mengenal karakteristik siswa.
4). Prasarat Pengetahuan untuk menguji kemampuan berpikir logis
- menanyakan pengetahuan awal peserta didik tentang pelajaran yang
lalu, yaitu pemanasan global dengan pertanyaan: sebutkan efek
rumah kaca ?
5). Motivasi (membangkitkan siswa agar memiliki karakter ingin tahu)
- guru menanyakan : apakah dampak pemanasan global bagi
kehidupan manusia ?
6). Menyampaikan tujuan pembelajaran.yang akan dikuasai siswa.
b. Kegiatan Inti (55 menit)
Mengamati
1) Meminta siswa membaca tentang dampak pemanasan global.
2) Siswa duduk dalam tatanan kelompok kemudian berdiskusi.
Menanya
3) Berdasarkan rancangan siswa memprediksi apa yang akan dihasilkan
pada diskusi kelompok.
4) Siswa mengajukan pertanyaan terkait hasil diskusi.
Mengumpulkan data
5) Siswa melakukan diskusi tentang dampak pemanasan global.
6) Siswa mencatat hasil diskusi tentang dampak pemanasan global.
Mengasosiasi
7) Siswa berdiskusi secara kelompok membahas tentang dampak
pemanasan global dan mengimplementasikan dalam kehidupan
sehari-hari

14
8) Siswa membandingkan hasil prediksi dengan hasil diskusi yang telah
dilakukan
9) Siswa melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan dampak
hasil pemanasan global.
Mengkomunikasikan
10) Siswa menyusun laporan dan mempresentasikan hasil diskusi.
c. Kegiatan Penutup ( 15 menit )
1) Bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini, serta
mendorong siswa untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan berupa
hasil fotosintsesis.
2) Memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan
lain yang relevan) kepada kelompok yang berkinerja baik
2. Pertemuan Kedua (5 x 40 menit)
Tatap Muka Ke: 1 (3 jam pelajaran)
a. Pendahuluan ( 10 menit )
1). Meminta siswa berbaris secara disiplin untuk memasuki ruang kelas.
2). Meminta siswa berdo’a (Religius) menurut agama dan kepercayaan
masing-masing sebagai rasa taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
3). Memeriksa kehadiran siswa sambil mengenal karakteristik peserta
didik.
4). Prasarat Pengetahuan untuk menguji kemampuan berpikir logis
- menanyakan pengetahuan awal siswa tentang:dampak pemanasan
global.
5). Motivasi (membangkitkan siswa agar memiliki karakter ingin
tahu)
- guru menanyakan: Bagaimana upaya pengendalian pemanasan
global ?
6). Menyampaikan tujuan pembelajaran.yang akan dikuasai siswa.
b. Kegiatan Inti ( 95 menit)
Mengamati:
1) Meminta siswa membuka buku IPA Terpadu Erlangga dengan teliti
2) Meminta siswa menggaris bawahi kata-kata yang penting, kemudian
menuliskan dalam buku masing-masing tentang upaya pengendalian
pemanasan global dengan cermat (eksplorasi)
Menanya:
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk menyusun pertanyaan
mengenai apa yang sudah dibaca dan yang dicatat.
Mengumpulkan data:
4) Meminta siswa duduk dalam tatanan kelompok dan menjelaskan
kegiatan yang dilakukan dengan mengenal karakter siswa.

15
5) Meminta siswa berdiskusi dan membandingkan hasil mencari
pengertian upaya pengendalian pemanasan global (elaborasi)
Mengasosiasikan
6) Melakukan pengecekan pemahaman tentang upaya pengendalian
pemanasan global.
7) Memberikan kesempatan siswa menggali informasi lebih luas melalui
referensi.
8) Siswa diberi kesempatan untuk membandingkan hasil diskusi dengan
kelompok lain memberikan saran dan pendapatnya.
Mengkomunikasikan
9) Melakukan pengecekan pemahaman siswa tentang upaya pengendalian
pemanasan global. serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk
berpendapat (konfirmasi)
10) Meminta siswa kerja kelompok dan melakukan diskusi serta
mengemukakan pendapat berdasarkan hasil pengamatan yang benar
11) Guru menanggapi hasil diskusi siswa dan memberikan konfirmasi
yang sebenarnya.
c. Kegiatan Penutup ( 15 menit )
1) Meminta siswa menuliskan hasil belajar dengan membuat rangkuman
secara teliti.
2) Guru melakukan pengecekan pemahaman siswa dengan memberikan
pertanyaan secara lisan.
3) Melakukan penilaian pembelajaran untuk mengetahui ketercapaian
tujuan dengan jujur dan obyektif
4) Memberikan penghargaan kepada kelompok yang terbaik dalam
pembelajaran kooperatif.
5) Guru memberikan tugas dan tindak lanjut Kegiatan Mandiri Tidak
Terstruktur agar siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir
kritis dan memberikan pelatihan penerapan Buku IPA Terpadu
Erlangga
Tatap Muka Ke: 2 (2 Jam Pelajaran)
Ulangan Harian.
G. SUMBER BELAJAR
1) Buku IPA Terpadu Tim Abdi Guru: Eka Purjiyanta, M.Pd., dkk. 2014. IPA
Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Erlangga.
2) Buku-buku pelajaran IPA yang relevan
3) Lembar Kerja Peserta didik
4) Vidio Pembelajaran

16
H. PENILAIAN
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik Bentuk Instrumen
Pengamatan Sikap Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
Tes Tertulis Pilihan Ganda, Memasangkan, dan Uraian
Tes Unjuk Kerja Uji Petik Kerja dan Rubrik
Portofolio Panduan Penyusunan Portofolio

2. Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
No Aspek yang dinilai 3 2 1 Keterangan
1 mengagumi energi ciptaan Tuhan
2 memiliki rasa ingin tahu (curiosity)
3 menunjukkan ketekunan dan
tanggungjawab dalam belajar dan bekerja
baik secara individu maupun
berkelompok
Rubrik Penilaian Sikap
No Aspek yang dinilai Rubrik
1 Mengagumi manusia 3: menunjukkan ekspresi kekaguman bahwa
sebagai makhluk manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan
ciptaan Tuhan dan/atau ungkapan verbal yang menunjukkan
rasa syukur terhadap Tuhan

2: belum secara eksplisit menunjukkan ekspresi


kekaguman atau ungkapan syukur, namun
menaruh minat bahwa manusia makhluk
ciptaan Tuhan.

1: belum menunjukkan ekspresi kekaguman,


atau menaruh minat bahwa manusia ciptaan
Tuhan, atau ungkapan verbal yang
menunjukkan rasa syukur terhadap Tuhan

2 Menunjukkan rasa 3: menunjukkan rasa ingin tahu yang besar,


ingin tahu antusias, terlibat aktif dalam kegiatan
kelompok

17
2: menunjukkan rasa ingin tahu, namun tidak
terlalu antusias, dan baru terlibat aktif dalam
kegiatan kelompok ketika disuruh

1: tidak menunjukkan antusias dalam


pengamatan, sulit terlibat aktif dalam
kegiatan kelompok walaupun telah didorong
untuk terlibat
3 Menunjukkan 3: tekun dalam menyelesaikan tugas dengan
ketekunan dan hasil terbaik yang bisa dilakukan, berupaya
tanggung jawab dalam tepat waktu.
belajar dan bekerja baik
secara individu maupun 2: berupaya tepat waktu dalam menyelesaikan
berkelompok tugas, namun belum menunjukkan upaya
terbaiknya

1: tidak berupaya sungguh-sungguh dalam


menyelesaikan tugas, dan tugasnya tidak
selesai
Catatan : Deskripsi sikap ini (bersama sikap dari mata pelajaran lain) digunakan
untuk menentukan profil siswa

b. Penilaian Pemahaman Konsep


1) Pilihan Ganda (IPA Terpadu Erlangga halaman 307-308)
3) Memasangkan (IPA Terpadu Erlangga halaman 309)
4) Uraian (IPA Terpadu Erlangga halaman 309)
Rubrik Penilaian Tes Pilihan Ganda, Memasangkan, dan Uraian
A. Bentuk Soal Pilihan Ganda
1. Jumlah soal = 20 butir soal
2. Bobot tiap soal =1
3. Skor Ideal = 20 x 1 = 20
B. Bentuk Soal Memasangkan
1. Jumlah soal = 10 butir soal
2. Bobot tiap soal =3
3. Skor Ideal = 10 x 3 = 30
C. Bentuk Soal Uraian
1. Jumlah soal = 5 butir soal
2. Bobot soal = lihat table
3. Skor Ideal = 50
4. Tabel Penskoran

18
No Hasil Pengerjaan soal Skor Skor
Soal Maksimal
a. Dijawab lengkap dan benar 10
b. Dijawab sebagian besar benar 6
c. Dijawab sebagian kecil benar 3
d. Tak ada jawaban benar 0

a. Dijawab lengkap dan benar 10


b. Dijawab sebagian besar benar 6
c. Dijawab sebagian kecil benar 3
d. Tak ada jawaban benar 0
a. Dijawab lengkap dan benar 10
b. Dijawab sebagian besar benar 6
c. Dijawab sebagian kecil benar 3
d. Tak ada jawaban benar

a. Dijawab lengkap dan benar 10


b. Dijawab sebagian besar benar 6
c. Dijawab sebagian kecil benar 3
d. Tak ada jawaban benar 0

a. Dijawab lengkap dan benar 10


b. Dijawab sebagian besar benar 6
c. Dijawab sebagian kecil benar 3
d. Tak ada jawaban benar 0

JUMLAH SKOR TOTAL URAIAN 50

c. Penilaian Kinerja Ilmiah


1). Penilaian Proyek (IPA Terpadu Erlangga halaman 309)
2). Penilaian Produk (IPA Terpadu Erlangga halaman 309)
A. Penilaian Proyek
Hasil Kegiatan Skor Skor
Maksimum
a. Dibuat, benar dan diberi keterangan 10
b. Dibuat, benar dan tak diberi keterangan 5
c. Dibuat, salah dan diberi keterangan 3
d. Dibuat, salah dan tak diberi keterangan 0
Jumlah skor
Nilai = x100 = ………………….
Skor Maksimum
B. Penilaian Produk

19
RUBRIK PENILAIAN PSIKOMOTOR
MEMPERAGAKAN EFEK RUMAH KACA
Nama Kelompok : ……………………………….
Anggota :1. …………………….
2. …………………….
3………………………
Laporan / Hasil karya

KRITERI SKOR SKO


A 5 4 3 2 R
Desain Gambar Gambar Gambar Gambar
baik, ada baik, tidak tidak baik, tidak baik,
keterangan ada ada tidak ada
keterangan ketearngan keterangan
Kerapian Model Model Model tidak Model tidak
benar, letak benar, letak benar, letakbenar, letak
proporsiona tidak proporsiona tidak
l proporsiona l proporsiona
l l
Fungsi Berfungsi Berfungsi Berfungsi Tidak
sempurna baik kurang baik berfungsi
Jumlah Skor

Keterangan : Skor Maksimum = 15

Jumlah skor Jumlah skor


Nilai = x100 = x100 = ………………….
Skor Maksimum 15

Medan, April 2019


Mengetahui
Guru Pamong Mahasiswa

Dra.LIDIA br. MELIALA MAULANA TRI AGUNG


NIP. 1966 0312 1995 12 2001 NIM. 4161121015

20
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A. Identitas
Nama Sekolah :
SMP Negeri 21 Medan
Mata Pelajaran :
Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/ Semester :
VII/Ganjil
Materi Pokok :
Pengukuran
Sub Materi :
Ketelitian (Akurasi), Ketepatan (Presisi) dan
Alat Ukur
Alokasi Waktu / Pertemuan : 3 Jam pelajaran/Pertemuan ke satu dari tiga
pertemuan @3 jam pelajaran

B. Kompetensi
Kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap sosial dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect learning) pada pembelajaran.
Kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan melalui keteladanan,
pembiasaaan, dan budaya sekolah, denan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran, serta kebutuhan dan konsisi peserta didik.
KI -1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI -2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif,
dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

Pengetahuan Keterampilan
Kompetensi Inti
3. Memahami, menerapkan, 4. Mengolah, menalar, dan menyaji
menganalisis pengetahuan faktual, dalam ranah konkrit dan ranah
konseptual, prosedural abstrak terkait dengan
berdasarkan rasa ingin tahunya pengembangan dari yang
tentang ilmu pengetahuan, dipelajarinya di sekolah secara
teknologi, seni, budaya, dan mandiri, dan mampu menggunakan
humaniora dengan wawasan metode sesuai kaidah keilmuan.
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerap-kan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah.
Kompetensi Dasar
3.2 Menerapkan prinsip-prinsip 4.2 Menyajikan hasil pengukuran
pengukuran besaran fisis, besaran fisis berikut ketelitiannya

21
Pengetahuan Keterampilan
ketepatan, ketelitian, dan angka dengan menggunakan peralatan
penting, serta notasi ilmiah dan teknik yang tepat serta
mengikuti kaidah angka penting
untuk suatu penyelidikan ilmiah
Indikator
3.2.1 Menjelaskan pengertian 4.2.1 Melakukan pengukuran
besaran, satuan dan besaran-besaran pokok panjang,
pengukuran* massa, waktu dengan
3.2.2 Membedakan besaran pokok mempertimbangkan aspek
dan besaran turunan* ketepatan, kesalahan matematis
3.2.3 Membedakan satuan baku dan yang memerlukan kaliberasi dan
tidak baku dalam SI* ketelitian.
3.2.3 Menganalisi dimensi suatu 4.2.2 Mengolah dan menyajikan data
besaran* hasil pengukuran panjang,
3.2.4 Menjelaskan macam-macam massa dan waktu
alat ukur serta ketelitiannya* 4.2.3 Melaporkan hasil percobaan
3.2.5 Menerapkan prosedur
percobaan menggunakan alat
ukur
3.2.6 Menerapkan kesalahan dan
ketidakpastian pengukuran
tunggal dan berulang pada
pengukuran panjang, massa
dan waktu
3.2.7 Menerapkan ketidakpastian
pengukuran sesuai percobaan
yang dilakukan
3.2.8 Menjelaskan aturan angka
penting
3.2.9 Menerapkan operasi-operasi
dalam angka penting
3.2.10 Menunjukan prilaku ilmiah
dalam melakukan percobaan
diskusi
• Khusus untuk pertemuan ke satu

C. Tujuan Pembelajaran
• Melalui langkah discoveri/inkuiri dengan sintak: stimulasi dan
identifikasi masalah; mengumpulkan informasi; pengolahan informasi;
verifikasi hasil; dan generalisasi siswa dapat mencapai kompetensi
pengetahuan (memahami, menerapkan, menganalisis, dan
mengevaluasi), dan keterampilan (mengamati, mencoba, menyaji, dan
menalar)

22
• Melalui kegiatan eksperiment dan diskusi siswa dapat menunjukkan
sikap ilmiah (kritis, obyektif, dan rasa ingin tahu), sikap ketelitian, sikap
kejujuran, dan sikap tanggung jawab
• Melalui kegiatan diskusi informasi dan bertanya siswa dapat
mengelompokkan alat ukur
• Melalui kegiatan belajar tentang pengukuran, Siswa dapat
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

D. Materi Pembelajaran
Pengetahuan factual • Mengukur panjang kayu dengan meteran
• Pedagang daging menimbang dengan neraca
• Mengukur waktu dengan stopwatch pada lomba lari
Konseptual • Alat ukur
• Ketelitian (akurasi) dan ketepatan (presisi)
• Kesalahan pengukuran
• Aturan notasi angka penting
Prosedural • Langkah kerja prosedur percobaan pengukuran
panjang, massa, dan waktu menggunakan alat ukur
• Penyajian dan pengolahan data
• Percobaan pengukuran massa jenis kelereng dan balok
Metakognitif Menganalisis adanya kesalahan dalam pengukuran dan
pengolahan data serta melakukan kegiatan mengulang
untuk mendapatkan hasil yang jauh dari kesalahan dan
ketidakpastian dalam pengukuran.
E. Metode
Model Pembelajaran : Diskoveri/Inkuiri
Metode : Diskusi, eksperimen, presentasi

F. Media dan Sumber Belajar


Alat Bantu : projektor, komputer, papan tulis, spidol, power point
Alat/Bahan : Mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca
ohauss, pensil, buku, dan silinder logam
Bahan ajar : Buku Fisika Kelas VII
Sumber referensi : Fisika 1 : untuk SMA dan MA Kelas VII /, Ir. Marthen
Kanginan, M.Sc. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2013
halaman 6 – 32
G. Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
Pendahuluan
• Memberikan apersepsi

23
• Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
“Manakah yang disebut sebagai besaran dalam 1 Km?”
• Melakukan tanya jawab untuk menggali pengetahuan siswa mengenai
besaran dan satuan yang sudah mereka pelajari waktu di SMP
Kegiatan Inti
stimulasi dan identifikasi masalah;
• Membagi peserta didik dalam kelompok @4-5 orang
• Guru memperlihatkan berbagai benda seperti meja, papan tulis,
kemudian mintalah peserta didik untuk mengamati benda tersebut
• Menyampaikan informasi tentang kegiatan kerja pada materi
pengukuran
mengumpulkan informasi;
• Peserta didik (dalam bentuk kelompok) menyimak penjelasan tentang
definisi besaran, satuan dan pengukuran
• Peserta didik (dalam bentuk kelompok) diminta untuk mendiskusikan
tentang macam-macam besaran pokok, besaran turunan dan satuannya
beserta contoh-contohnya
• Peserta didik diminta untuk mendiskusikan tentang berbagai macam
satuan baku dan tidak baku, serta membedakannya
• Peserta didik diminta untuk menuliskan lima contoh analisis dimensi
dari besaran turunan
• Menyimak penjelasan tentang alat ukur dan ketelitiannya
pengolahan informasi;
• Peserta didik (dalam bentuk kelompok) mendiskusikan tentang cara
memperoleh besaran turunan dari besaran pokok
• Peserta didik menjawab pertanyaan pada lembar kerja
verifikasi hasil;
• Perwakilan kelompok melakukan konfirmasi dan verifikasi hasil diskusi
dan jawaban kepada guru
generalisasi
• Kelompok menyusun kesimpulan dan mempresentasikan hasil diskusi
dan jawaban pertanyaan secara klasikal
Penutup
• Guru memeriksa penulisan analisis dimensi dari besaran turunan yang
dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau
belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat
melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan
bimbingan
• Guru menilai sikap peserta didik dalam kerja kelompok, berkomunikasi
lisan, merumuskan kesimpulan, serta menilai kemampuan peserta didik
menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah

24
• Mendorong peserta didik untuk menyimpulkan (individu), merefleksi,
dan menemukan nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini
• Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal
• Guru menyampaikan materi selanjutnya agar peserta didik
mempersiapkan diri sebelum pembelajaran, setelah itu mengucapkan
salam.

H. Penilaian

Aspek Teknik Instrumen


Pengetahuan Tugas dan tes tertulis Format penilaian tugas (substansi,
bahasa, dan estetika), dan tes uraian
(soal dan penskoran)
Keterampilan Kinerja praktik, Format pengamatan kinerja praktik
Menulis (Laporan) (merangkai, mengukur, menyaji/
mengolah data), format penilaian
laporan (kesesuain struktur, detail
kegiatan, hasil grafik/persamaan/
kesimpulan, dan dokumen
pendukung)
Sikap Observasi Format pegamatan sikap (kejujuran
data/ dokumen, disiplin waktu,
tanggungjawab)

Medan, 31 Maret 2019


Mengetahui,
Guru Pamong Mahasiswa

LIDIA br. MELIALA MAULANA TRI AGUNG


NIP. 1966 0312 1995 12 2001 NIM. 4161121015

25
Lampiran 1. Instrumen Penilaian Tes Tertulis
SOAL TES TERTULIS
No Soal dan jawaban (SKor
Maksimum)
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan: (4)
a. Besaran B. satuan
Jawaban:
a. Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dapat
dinayatakan dengan angka-angka.
b. Satuan adalah sesuatu yang digunakan untuk menyatakan
ukuran besaran
2. Jelaskan perbedaan besaran pokok dan besaran turunan! (4)
Jawaban:
• Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah
ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari
besaran lain.
• Besaran turunan adalah besaran yang satuannya
diturunkan dari besaran pokok.
3. Berikan 7 contoh besaran pokok dan 4 contoh besaran (6)
turunan! (sertakan dengan satuan masing-masing)
Jawaban:
No. Besaran pokok Satuan SI Singkatan
1. Panjang Meter M
2. Massa Kilogram Kg
3. Waktu Sekon S
4. Suhu Kelvin K
5. Kuat arus Ampere A
6. Jumlah molekul Mole Mol
7. Intensitas cahaya Candela Cd

No. Besaran Besaran pokok Satuan


turunan
1 Luas panjang x lebar m2
2 Volume panjang x lebar x tinggi m3
3 Kecepatan Jarak / waktu m/s
4 Massa Massa / panjang x lebar x Kg/m3
jenis tinggi
4. Tentukanlah dimensi satuan dari : (6)
a. Percepatan b. Kecepatan c. Tekanan
Jawaban:
a. Percepatan (a) b. Kecepatan (v) c. Tekanan (P)

26
No Soal dan jawaban (SKor
Maksimum)
a= V= P=
a = m/ V = m/s P =(kg)(m/s2)/m2
a = L. V= = L. P=M
Pedoman Penskoran
1. a. menjelaskan pengertian besaran pokok
Benar: skor 2, Salah: skor 0
b. menjelaskan pengertian besaran turunan
benar: skor 2, salah : skor 0
2. a. menjelaskan perbedaan besaran pokok dan besaran turunan
Benar : skor 4, salah: skor 0
3. a. memberikan 7 besaran pokok beserta satuannya
Benar dengan satuannya: skor 3, benar tanpa satuan :1, Salah: skor 0
b. memberikan 4 contoh besaran turunan beserta satuannya
Benar dengan satuannya: skor 3, benar tanpa satuan: skor 1, salah :skor 0
4. a. menuliskan dimensi satuan (percepatan, kecepatan dan tekanan)
Benar :skor 2, salah: skor 0 (max. Skor 6)
Pedoman Penilaian

= 100
20
Lampiran 2. Format Penilaian Tugas
Substansi

Estetika

NO NAMA SISWA NILAI


Bahasa

27
E. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
Menurut Riyana (2007: 2) media video pembelajaran adalah media yang
menyajikan audio dan visual yang berisi pesan-pesan pembelajaran baik yang berisi
konsep, prinsip, prosedur, teori, aplikasi untuk membantu pemahaman terhadap
suatu materi pembelajaran. Menurut Susilana dan Riyana (2009: 147) model tutorial
adalah pembelajaran melalui komputer dimana siswa dikondisikan untuk mengikuti
alur pembelajaran yang sudah terprogram dengan penyajian materi dan latihan soal.
Pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa video tutorial adalah media pembelajaran
yang menyampaikan pesan kepada siswa berupa audio dan visual yang didalamnya
terdapat materi pembelajaran interaktif sehingga siswa dapat belajar secara mandiri
yang tidak dibatasi dengan tempat. Media pembelajaran merupakan hal yang
terpenting untuk berlangsungnya suatu pembelajaran dikelas, pembelajaran yang
kreatif, komunikatif, dan inovatif yang dapat mendukung dalam meningkatkan
hasil belajar siswa, dalam hal ini kata “media” berasal dari bahasa latin dan
merupakan jamak dari kata “medium”, yang secara harfiah berarti “perantara atau
pengantar”. Media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur
pesan. (Djamrah dan Aswan, 2010: 120). Arsyad (2007: 6) menyatakan bahwa
“media pembelajaran mempunyai beberapa istilah diantaranya alat pandang dengar,
bahan pengajaran (instructional material), komunikasi pandang dengar (audio
visual communication), pendidikan alat peraga pandang (visual education),
teknologi pendidikan (educational technology), alat peraga dan alat penjelas.

Secara umum Ariani (2010: 26-27) mengemukakan beberapa manfaat


multimedia pembelajaran antara lain: (1) Lebih menarik, (2) Lebih interaktif, (3)
Jumlah waktu mengajar (ceramah) guru/pendidik dapat dikurangi, (4) Kualitas
belajar siswa dapat lebih termotivasi dan terdongkrak, (5) Sikap dan perhatian
belajar siswa dapat ditingkatkan dan dipusatkan, (6) Dapat menghidupkan teks
dengan menyertakan bunyi, gambar, musik, animasi dan video, (7) Dapat
menarik minat karena merupakan gabungan antara pandangan, suara dan gerakan.

Manfaat multimedia yang dikemukakan Fenrich (1997) yang dikutip oleh


Pramono (Depdiknas 2008) adalah:(1) Siswa dapat belajar sesuai dengan
kemampuan, kesiapan dan keinginan mereka, (2) Siswa belajar dari tutor yang
sabar (komputer) yang menyesuaikan diri dengan kemampuan dari siswa, (3)
Siswa akan terdorong untuk mengejar pengetahuan dan memperoleh umpan balik
yang seketika, (4) Siswa menghadapi suatu evaluasi yang obyektif melalui
keikutsertaannya dalam latihan/tes yang disediakan, (5) Siswa menikmati privasi
(6) Belajar saat kebutuhan muncul (“just-in- time” learning), (7) Belajar
kapan saja mereka mau tanpa terikat suatu waktu yang telah ditentukan, (8)
Mengatasi kelemahan pada pembelajaran kelompok maupun individual.

28
F. PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Lembar Kegiatan Peserta Didik
MENGUKUR PANJANG DAN MASSA
Nama :
Kelas :
A. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mampu menggunakan alat ukur yang sesuai
2. Mampu mengkalibrasi alat alat ukur panjang dan massa
3. Mampu mematuhi prosedur penggunaan alat ukur
4. Mampu menyusun laporan hasil pengukuran panjang dan massa
B.Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menggunakan alat ukur yang sesuai dengan tepat
2. Peserta didik mampu mengkalibrasi alat alat ukur panjang dan massa dengan
teliti
3. Peserta didik mampu mematuhi prosedur penggunaan alat ukur dengan
cermat
4. Peserta didik mampu menyusun laporan hasil pengukuran panjang dan massa
C. Alat dan Bahan:
• Mistar • Buah
• Jangka sorong • Koin
• Buku • Tutup Botol
• Pipa

C. Permasalahan
Alat ukur panjang yang biasa digunakan ada 3 yaitu mistar, jangka sorong,
dan micrometer sekrup dan untuk mengukur massa adalah neraca. Ketiga alat ukur
tersebut penggunaannya berbeda beda. Untuk kegiatan hari ini kita akan mengukur
panjang buku, diameter dalam dan diameter luar pipa, dan mengukur ketebalan
sebuah koin. Alat ukur yang sesuai untuk mengukur panjang buku adalah...Untuk
mengukur diameter pipa adalah... dan untuk mengukur ketebalan koin adalah…
serta untuk mengukur massa buah adalah...
Untuk membuktikan jawaban diatas mari kita melakukan pengukuran dengan
langkah berikut.

D. Langkah Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Kalibrasi alat ukur
3. Mengukur panjang buku dengan mistar
4. Mengulangi percobaan sebanyak 3 kali.
5. Mengukur diameter dalam dan diameter luar tabung dengan menggunakan
jangka sorong
6. Mengulangi percobaan sebanyak 3 kali.

29
7. Mengukurkur tebal koin dengan memakai mikrometer sekrup
8. Mengulangi percobaan sebanyak 3 kali.
9. Menulis hasil percobaan dalam tabel pengamatan

E. Tabel Pengamatan
• Pengukuran panjang dan tebal buku dengan ……….
Ketelitian alat :……………………………………..
X Pengukuran Ke- Nilai
I II III IV V rata-rata
Panjang (L)
• Pengukuran diameter dalam dan luar pipa dengan ……..
Ketelitian alat :……………………………………..
X SU SN
I II III I II III
Diameter dalam (d)
Diameter luar (d)

X Hasil Pengukuran ke- Nilai


I II III rata-rata
Diameter dalam (d)
Diameter luar (d)
• Pengukuran ketebalan koin dengan ...
Ketelitian Alat :...........
X Pengukuran Ke- Nilai
I II III rata-rata
Tebal koin
• Pengukuran massa buah dengan ...
X Pengukuran Ke- Nilai
I II III rata-rata
Massa buah
• Pengukuran diameter dan kedalaman tutup botol dengan ...
X Pengukuran Ke- Nilai
I II III rata-rata
Diameter
Kedalaman

F. Tugas
1. Dari percobaan dapat disimpulkan bahwa alat ukur yang sesuai untuk
mengukur panjang adalah…
Mengukur diameter pipa adalah...
Mengukur ketebalan koin adalah...

30
Mengukur kedalaman Ztutup botol adalah...
Mengukur massa buah adalah....
2. Tentukanlah nilai rata-rata setiap pengukuran yang Anda lakukan!
3. Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan, alat ukur manakah yang paling
teliti diantara mistar, dan jangka sorong? Mengapa?
4. Laporkanlah hasil pengukuran yang telah Anda lakukan berdasarkan aturan
penulisan angka penting.

G. REFLEKSI
Hasil magang observasi yang dilakukan di SMP NEGERI 21 Medan pada
satu minggu pertama tidak begitu memiliki kesulitan. Karena dari awal pertemuan
baik pihak kepala sekolah, tenaga kependidikan serta siswa itu sendiri sudah
dibantu terutama oleh guru pamong magang. Selain itu, dari pihak sekolah sendiri
sangat terbuka terutama mengenai proses pembelajaran dikelas.

Adapun kesulitan yang dihadapi selam kegiatan magang observasi ini yakni
dalam melengkapi data-data lampiran magang, kami mengalami kesulitan dalam
melengkapinya karena harus melewati proses yang tidak sebentar dan memakan
waktu hingga berhari-hari. Faktor kesulitannya antara lain yaitu saat ingin menemui
Kepala Sekolah bidang kurikulum karena beliau termasuk orang yang memiliki
banyak urusan sehingga sulit untuk ditemui, kemudian saat meminta daftar nama
guru dan tenaga pendidik kepada pengurus Tata Usaha juga demikian, kami harus
mengetik ulang daftar nama guru dan tenaga pendidik yang jumlahnya cukup
banyak karena pihak Tata Usaha hanya memberikan data berupa kertas yang harus
diabadikan melalui kamera dan data itulah yang selanjutnya diketik secara ulang.

Selama observasi pengalaman yang dapat diambil yaitu dapat menilai secara
langsung bagaimana kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dalam sekolah
tersebut, mengikuti kegiatan rutin yang dilakukan oleh pihak sekolah setiap
minggunya yaitu membaca buku refrensi dan mendengar pengarahan yang
diberikan oleh Kepala Sekolah maupun oleh siswa. Sikap guru yan juga sangat
bertanggung jawab atas kegiatan mengajar nya selama dikelas. Selain itu, juga
dapat belajar dari sikap siswa/i yang sopan saat berpapasan dengan siapa pun.

31
BAB IV

PENUTUP

A. SIMPULAN

SMP Negeri 21 Medan memiliki visi, misi, tujuan dan target yang sangat
baik dan direalisasikan sampai saat ini. Sarana prasarana sekolah tersebut juga
tergolong memadai sehingga tidak menghambat proses pembelajaran yang
berlangsung. Sekolah yang berlandaskan agama Islam ini sudah memiliki kultur
dan manajemen yang baik, namun kurangnya manajemen pada kedisiplinan untuk
siswa yang terlambat masuk ke sekolah.

SMP Negeri 21 Medan memiliki tenaga pendidik yang professional dalam


menjalankan tugas dan kewajibannya sehingga siswa/i dalam sekolah ini cukup
memiliki prestasi yang baik dan unggul. Budaya yang terdapat disekolah ini juga
cukup baik yang ditandai dengan adanya kegiatan rutin setiap hari maupun setiap
minggunya yang dilakukan di dalam lingkungan sekolah. Kegiatan organisasi yang
terdapat di sekolah tersebut berjalan dengan baik dan siswa/i juga berkontribusi
aktif dalam kegiatan organisasi yang mereka ikuti.

SMP Negeri 21 Medan memiliki siswa yang sangat aktif dalam bidang
berprilaku tetapi tidak bisa dikondisipkan sehingga mengakibatkan keributan
didalam kelas dan diluar kelas. Siswa di SMP tersebut sangatlah tidak kondusip di
dalam kelas siswa tersebut sangatlah tidak bisa diarahkan dalam proses
pembelajaran sehingga model yang digunakan guru hanyalah model mencatat dan
tidak bisa dikembang dengan model yang lainnya.

Model yang digunakan pada SMP Negeri 21 Medan yaitu model discovery
tetapi tidak berjalan dengan lancer sehingga menggunakan metode mencatat dan
bertanya, media yang digunakan adalah video interaktif dimana siswa dapat melihat
dan mengamati dampak permasalah yang ada di video tersebut, video tersebut akan
di pertanyakan solusi yang di berikan oleh siswa melalui kegiatan diskusi.

B. SARAN

Untuk pihak sekolah, ada baiknya jika sekolah meningkatkan upaya dalam
mengurangi siswa/i yang terlambat agar tingkat kedisiplinan sekolah semakin
meningkat dan memberikan efek jera yang baik bagi siswa/i. Terutama di dalam
proses belajar mengajar dikarenakan suasana yang tidak kondusip dalam belajar
disebabkan keributan yang sangat luar bisa.

32
DAFTAR PUSTAKA

Arends, Richards I. 2012. Learning to Teach. New York. Mc-Graw Hill

Arifin, M. 1995. Pengembangan Program Pengajaran Bidang Studi Kimia.


Surabaya: Airlangga University Press

Dasna, I.Wayan.2005. Kajian Implementasi Model Siklus Belajar (Learning Cycle)


dalam Pembelajaran Kimia. Makalah Seminar Nasional MIPA dan
Pembelajarannya. FMIPA UM – Dirjen Dikti Depdiknas. 5j September
2005

George Lucas Educational Foundation (2005:52) tersedia online.


http://www.eurekapendidikan.com/2014/12/model-project-based-
learning landasan.html diakses pada tanggal 15 juni 2016 jam 18:48

Harahap, Mara Bangun. 2017. Startegi Belajar Mengajar Fisika. Medan. UNIMED
Press

Iskandar, S.M. 2005. Perkembangan dan Penelitian Daur Belajar. Makalah


Semlok Pembelajaran Berbasis Konstruktivis. Jurusan Kimia UM. Juni
2005

Joyce, Bruce and Weil, Marsha. 2003. Models of Teaching. New Delhi: Prentice
Hall of India

Lorsbach, A. W. 2002. The Learning Cycle as A tool for Planning Science


Instruction. Online
(http://www.coe.ilstu.edu/scienceed/lorsbach/257lrcy.html, diakses 10
Mei 2012)

Renner, J.W., Abraham M.R.,Birnie, H.H. 1988. The Necessity of Each Phase of
The Learning Cycle ini Teaching High School Physics. J. of Research in
Science Teaching. Vol 25 (1), pp 39-58.

33
LAMPIRAN 1

A. Struktur organisasi
B. Daftar nama guru dan tenaga kependidikan
C. Denah sekolah dan kelas yang diobservasi
D. Foto kegiatan yang relevan
E. Lembar Observasi
F. Absensi Mingguan
G. Kartu Kendali Magang
H. Jurnal Mingguan
I. Data Pendukung
J. Surat Ijin Magang Prodi
K. Surat Persetujuan Ijin Magang dari Lokasi Magang
L. Curriculum Vitae Mahasiswa Magang
M. Dokumentasi
N. Video
O. Lainnya .....

34
Curiculum Vitae ( CV)

Nama : Maulana Tri Agung


Tempat Tanggal Lahir : Cinta Rakyat, 05 Agustus 1998
Umur : 20 Tahun
Alamat : Desa Saentis Musyawarah E Lrg Tempel
Agama : Islam
Golongan Darah :O
Jenis Kelamin : Laki- laki
Kewarganegaraan : Warga Negara Indonesia
Anak ke : KeTiga dari Lima bersaudara
Nomor Handphone : 0858 3015 6466/ 082D1 6100 1325
Alamat Tinggal : Desa Saentis Musyawarah E. Kec Percut
Sei Tuan Kode Pos. 20222
Email : maulanatriagung9@gmail.com
Status : Belum Menikah
Pekerjaan : Mahasiswa
Tinggi/Berat Badan : 165 cm / 60 kg
Nama Orangtua : Surianto dan Yunita
Alamat Orangtua : Desa Saentis Musyawarah E Lrg. Tempel
Riwayat Pendidikan : Pernah bersekolah di
- SD pada tahun 2004 di SDN 104209
Saentis
- SMP pada tahun 2010 di SMPN 3 Percut
Sei Tuan
- SMA pada tahun 2013 di SMAN 1 Percut
Sei Tuan
- Kuliah pada tahun 2016 di Universitas
Negeri Medan
Riwayat Organisasi : Pernah menjabat sebagai

- Asisten Lab Fisika


- SEMAF

35
Daftar Nama Guru dan Tenaga Kependidikan SMP N 21 MEDAN

69567376403XXXXX Aritha Masrina Purba P

53427386413XXXXX Asnita P

73367396402XXXXX Dani Aris L

30387586593XXXXX Darmawati. P

78477386403XXXXX Efniati P

03337376413XXXXX Erita Rustam P

85577476493XXXXX Erlayasi Br Ginting P

19367466493XXXXX Esphy Murni Tetiaty Sinambela P

75577376402XXXXX Halasan Hutahayan L

88507416423XXXXX Herlina Simbolon P

79427446463XXXXX Hotmauli Hutabarat P

- Ida Ardiah P

39407476503XXXXX Idawati Br Sembiring P

60427356393XXXXX Juriah P

36437416433XXXXX Karolina Karo Karo P

17367406413XXXXX Kurnia P

08337376383XXXXX Lesna Bangun P

76447396403XXXXX Lesterina Damanik P

06447446463XXXXX Lidia Br.meliala P

85337596613XXXXX Lisnawaty Sinambela, S.pd P

23427516533XXXXX Magdalena Tarigan P

94407456473XXXXX Maria Magdalena Siahaan P

76337396393XXXXX Marintan Pinem P

71447396413XXXXX Mariwaty Saragih P

66557376392XXXXX Marsal Karo Karo L

36
22587406413XXXXX Merida Harahap P

57457456473XXXXX Miskiah P

93557416442XXXXX Moden Sihotang L

88397436463XXXXX Nomi Br.tarigan P

95437596603XXXXX Nur Amalia P

40607436453XXXXX Nuriani Simamora P

35577656662XXXXX Palupi Arumsari P

35627426433XXXXX Rama Adriana Hutabarat P

57497406413XXXXX Ratna Uli Panjaitan P

35487426462XXXXX Rela Ginting L

88437436463XXXXX Renata P

13487536553XXXXX Riama Gumanti Pasaribu P

33517386393XXXXX Rismauli Saragih P

68417376413XXXXX Rosita J Nadeak P

99477416422XXXXX Ruspita Sitohang P

04387496513XXXXX Silawati Keliat P

- Siska Napitupulu P

05407366393XXXXX Siti Rahmi Sirait P

41627536552XXXXX Solo Raja Batubara L

15587476502XXXXX Suhut Mangatur Tarihoran L

20447376393XXXXX Sumarni P

04337476493XXXXX Usni Junari Lubis P

44337386392XXXXX Wardi Sinaga L

30607446463XXXXX Yuliria Telaumbanua P

79517436453XXXXX Yumine Buulolo P

37
Denah kelas VII 2-4 dan IX 7

Lemari
Meja Guru

38
Foto Kegiatan yang Relevan
Kegiatan pembelajaran di kelas, diskusi

Sekretariat organisasi Sekolah

Sarana dan Prasarana

39
40
Mading Sekolah

Prestasi sekolah yang di capai

41