Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH DAUN BLIMBING WULUH TERHADAP TEKANAN

DARAH LANSIA HIPERTENSI

LITERATUR REVIEW

Disusun Oleh:

Wulandari Alfiani

4002140136

PROGRAM STUDI STRATA-1 ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

DHARMA HUSADA BANDUNG

2018
Peneliti dan
Tujuan
Tahun Metode penelitian Participant Hasil Kesimpulan
penelitian
penelitian
Arimina Untuk Pre eksperiment 19 orang Hasil penelitian yang dilakukan Ada pengaruh yang
Hartati mengetahui lansia dengan menunjukan tekanan darah sebelum bermakna pemberian air
Pontoh, pengaruh hipertensi pemberian air rebusan daun rebusan daun belimbing
(2014) pemberian air belimbing wuluh 160-179/100-109 wuluh terhadap penurunan
daun belimbing mmHg sedangkan sesudah pemberian tekanan darah pada lansia
wuluh terhadap nilai rata-rata tekanan darah 140- penderita hipertensi di
penurunan 159/90-99 mmHg, dengan demikian Wilayah Kerja Puskesmas
tekanan darah tekanan darah systole dan diastole Balongsari Surabaya tahun
pada lansia setelah pemberian air rebusan daun 2014.
penderita belimbing mengalami penurunan.
hipertensi
Hernani et Tujuan dari 1. Pengertian 1 kucing Dari pemberian ekstrak kasar dengan Ekstrak kasar dan ekstrak
all., (2009) penelitian untuk daun sebagai hewan dosis 25 mg/kg bb bisa menurunkan yang telah dimurnikan dari
mengetahui 2. Analisis mutu uji tekanan darah sampai 41,25 mmHg, daun belimbing wuluh
pengaruh 3. Ekstraksi dan ekstrak yang telah dimurnikan mempunyai potensi untuk
pemberian 4. Pemurnian mencapai 51,5 mmHg. Durasi dikembangkan menjadi obat
ekstrak kasar dan ekstrak penurunan tekanan darah untuk obat anti hipertensi, karena
ekstrak yang 5. Analisis GC antihipertensi yang terbaik adalah memberikan efek penurunan
telah dimurnikan MS yang tidak terlalu cepat dalam tekanan darah secara
dari daun 6. Uji menurunkan tekanan darah setelah signifikan terhadap hewan
belimbing wuluh antihipertensi pemberiannya. Dari pemberian uji kucing
terhadap ekstrak kasar ternyata mempunyai
penurunan durasi penurunan tekanan darah lebih
tekanan darah cepat (0,99 menit) dibandingkan
pada hewan uji dengan ekstrak murni (1,43 menit).
kucing
Rai Siksa Penelitian ini Pre eksperiment 19 sampel Hasil menunjukkan bahwa 13 Terdapat pengaruh signifikan
Resty bertujuan untuk penelitian responden (68,4%) mengalami pemberian jus lidah buaya
Wasita menilai pengaruh penurunan tekanan darah sistolik dan jus belimbing terhadap
(2014) pemberian jus menjadi normal,dan enam responden penurunan tekanan darah
lidah buaya dan (31,6%) mengalami hipertensi derajat pada lansia dengan
jus belimbing 1(140-159 mmHg). Sedangkan untuk hipertensi di PSTW Wana
terhadap tekanan darah diastolik, terdapat 10 Seraya Denpasar
penurunan responden (52,6%) dengan tekanan
tekanan darah darah diastolik normal (<80 mmHg),
pada lansia delapan responden (42,1%) memiliki
hipertensi di tekanan darah diastolik pre hipertensi
PSTW Wana (80-89 mmHg) dan satu responden
Seraya Denpasar. (5,3%) memiliki tekanan darah
diastolik hipertensi derajat 1 (90-99
mmHg).
PEMBAHASAN

Penderita Hipertensi di indonesia terus mengalami peningkatan, Menurut

Kemenkes (2010), hipertensi menduduki peringkat nomor tiga penyebab kematian

setelah stroke dan tuberkulosis, yaitu mencapai 6,7% dari populasi kematian pada

semua umur di Indonesia (Kemenkes, 2010). Hipertensi dapat ditangani dengan

cara farmakologis yaitu dengan obat anti hipertensi maupun secara non

farmakologis yaitu dengan modifikasi gaya hidup atau bisa juga kombinasi dari

keduanya (Dekker, 1996). Pada saat obat anti hipertensi diperlukan, pengobatan

non farmakologis dapat digunakan sebagai pelengkap untuk mendapatkan efek

pengobatan yang lebih baik (Dalimartha, 2008). Beberapa penelitian telah

membuktikan bahwa pengobatan nonfarmakologi merupakan intervensi wajib

yang harus dilakukan pada setiap pengobatan hipertensi (Sneltzer & Bare, 2002).

Menurut anggraini (2012) Pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang

mengandung banyak bahan kimia secara berlebihan akan menimbulkan dampak

lain dibandingkan pengobatan dengan menggunakan obatobatan tradisional,

disamping biaya pengobatan tradisional lebih murah dibandingkan dengan

obatobatan yang lain. Obat tradisional dapat digunakan sebagai alternative lain

dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Penelitian yang dilakukan

oleh ( Aimina Pontoh, 2014 ) dalam penggunaan obat tradisional adalah dengan

menggunakan daun belimbing wuluh untuk menurunkan tekanan darah hal ini

dibenarkan dengan penelitian dan hasil yang telah dilakukan yaitu Sebelum

diberikan rebusan daun belimbing wuluh sebagian besar dari responden

mempunyai tekanan darah sistolik 160-179 (sedang) sejumlah 11 (57,9%), dan


sesudah diberikan rebusan daun belimbing wuluh sebagian besar dari responden

mempunyai tekanan darah sistolik 140-159 (ringan) sejumlah 11 orang (57,9%).

Daun belimbing wuluh (averrhoa bilimbi) merupakan alternatife yang baik

mengingat daun belimbing mudah didapatkan oleh masyarakat. Daun belimbing

wuluh memiliki kandungan untuk menurungka tekanan darah antara lain Tanin,

Sulfur, Asam format, Peroksidase, Calium oxalate, Dan kalium sitrat (junaedi &

Rinata,2013)

Penelitian lain untuk pengaruh daun belimbing wuluh terhadap hipertensi juga

dijelaskan pada penelitian yang dilakukan oleh (Hernani dkk (2009) yang

dilakukan terhadap hewan uji kucing. Menurut Djatmiko et al., (2001) yang

menggunakan kucing sebagai hewan uji mengatakan tekanan darah kucing dapat

dikatakan menyerupai tekanan darah pada manusia. Penelitian yang dilakukan

oleh Hermani menghasilkan hasil yang signifikan yaitu Ekstrak kasar dan ekstrak

yang telah dimurnikan dari daun belimbing wuluh mempunyai potensi untuk

dikembangkan menjadi obat anti hipertensi, karena memberikan efek penurunan

tekanan darah secara signifikan terhadap hewan uji kucing. Dari pemberian

ekstrak kasar dengan dosis 25 mg/kg bb bisa menurunkan tekanan darah sampai

41,25 mmHg, dan ekstrak yang telah dimurnikan mencapai 51,5 mmHg. Durasi

penurunan tekanan darah untuk obat antihipertensi yang terbaik adalah yang tidak

terlalu cepat dalam menurunkan tekanan darah setelah pemberiannya. Dari

pemberian ekstrak kasar ternyata mempunyai durasi penurunan tekanan darah

lebih cepat (0,99 menit) dibandingkan dengan ekstrak murni (1,43 menit).
Penelitian lainnya dilakukan oleh ( Wasita, 2014 ) bahwa daun belimbing

wuluh ada pengaruh signifikan pemberian jus lidah buaya dan jus belimbing

terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi yaitu

berdasarkan hasil yang signifikan 13 responden (68,4%) mengalami penurunan

tekanan darah sistolik menjadi normal,dan enam responden (31,6%) mengalami

hipertensi derajat 1(140-159 mmHg). Sedangkan untuk tekanan darah diastolik,

terdapat 10 responden (52,6%) dengan tekanan darah diastolik normal (<80

mmHg), delapan responden (42,1%) memiliki tekanan darah diastolik pre

hipertensi (80-89 mmHg) dan satu responden (5,3%) memiliki tekanan darah

diastolik hipertensi derajat 1 (90-99 mmHg). Menurut (Puspaningtyas, Dalam

Wasita 2013). Belimbing mengandung beberapa mineral dan elektrolit, seperti

kalium, fosfor, seng dan zat besi. Kalium merupakan komponen penting dari sel

dan cairan tubuh yang diperlukan untuk membantu mengendalikan detak jantung

serta mencegah pengaruh buruk dari natrium. Dengan demikian buah belimbing

juga bagus untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Beberapa

penelitian yang dilakukan diatas memperlihatkan bahwa pemberian terapi non

farmakologis daun belimbing wuluh memiliki pengaruh yang signifikan dalam

mengatasi atau menurunkan tekanan darah hipertensi.


DAFTAR PUSTAKA

HERNANI, Christina Winarti; MARWATI, Tri. (2009) Pengaruh pemberian


ekstrak daun belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah pada
hewan uji. J. Pascapanen, 2009, 6.1: 54-61.

WASITA, Rai Riska Resty; WASITA, Rai Riska Resty.(2015) Pengaruh


Pemberian Jus Lidah Buaya (Aloe vera) Dan Jus Belimbing (Averrhoa
carambola L.) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita
Hipertensi Di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Wana Seraya Denpasar.
PhD Thesis. Universitas Udayana.

PONTOH, Arimina Hartati.(2014) PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN


DAUN BELIMBING WULUH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN
DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI.