Anda di halaman 1dari 13

KERANGKA ACUAN KERJA

(KAK)

Paket Pekerjaan :

JASA KONSULTANSI

KAJIAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR


LIMBAH (IPAL) KAWASAN INDUSTRI
ACEH (KIA) LADONG

BIDANG PENGEMBANGAN INDUSTRI AGRO DAN


MANUFAKTUR
PROGRAM PERWILAYAHAN INDUSTRI
KEGIATAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI DAERAH

1
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN ACEH
TAHUN ANGGARAN 2019

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


PEKERJAAN :
KAJIAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KAWASAN
INDUSTRI ACEH (KIA) LADONG

1. Latar Ketersediaan sumber air bagi penduduk di


Belakang perkotaan mempunyai kecenderungan menurun
dengan sangat cepat, diakibatkan akan
meningkatnya polusi/pencemaran lingkungan.
Masalah pencemaran lingkungan hidup, secara
teknis telah didefinisikan dalam UU No. 4 Tahun
1982, yakni masuknya atau dimasukkannya mahluk
hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam
lingkungan dan atau berubahnya tatanan
lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam,
sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke
tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan
menjadi kurang atau tidak dapat lagi berfungsi
sesuai peruntukannya.

Dari definisi yang panjang tersebut, terdapat tiga


unsur dalam pencemaran, yaitu: sumber perubahan
oleh kegiatan manusia atau proses alam, bentuk
perubahannya adalah berubahnya konsentrasi suatu
bahan (hidup/mati) pada lingkungan, dan
merosotnya fungsi lingkungan dalam menunjang
kehidupan.

2
Pencemaran dapat diklasifikasikan dalam
bermacam-macam bentuk menurut pola
pengelompokannya. Berkaitan dengan itu, beberapa
ahli lingkungan mengelompokkan pecemaran atas
dasar: a).bahan pencemar yang menghasilkan
bentuk pencemaran biologis, kimiawi, fisik, dan
budaya, b). pengelompokan menurut medium
lingkungan menghasilkan bentuk pencemaran
udara, air, tanah, makanan, dan sosial, c).
pengelompokan menurut sifat sumber
menghasilkan pencemaran dalam bentuk primer
dan sekunder.

Namun, apapun bentuk klasifikasi dari pencemaran


lingkungan, pada dasarnya secara esensi,
pencemaran merupakan berbagai bentuk kegiatan
manusia yang mengakibatkan terjadinya kerusakan

kerusakan yang merugikan masyarakat banyak dan


lingkungan hidupnya. Untuk itu harus dilakukan
upaya-upaya mencegah terjadinya pencemaran
dimana salah satunya yakni pembangunan instalasi
pengolahan limbah domestik. Tujuan teknis sistem
IPAL adalah untuk mengisolasi tinja (kotoran
manusia) sehingga organisme-organisme dan
bahan-bahan lain yang menyebabkan infeksi
penyakit tak dapat mencemari lingkungan
sekitarnya. Metode-metode yang digunakan
tergantung pada banyak faktor termasuk keadaan
geologi dan hidrogeologi setempat, sosial dan
budaya masyarakat, bahan mentah & material yang
3
tersedia dan biaya baik jangka pendek ataupun
jangka panjang yang diperlukan termasuk rencana
operasional dan pemeliharaan yang diharapkan.

2. Maksud Maksud dari Pekerjaan ini merupakan petunjuk bagi


dan konsultan perencana, Kajian Instalasi Pengolahan Air
Tujuan Limbah (IPAL) Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong
yang memasukan criteria, keluaran dan proses yang
harus dipenuhi, diperhatikan serta di
interprestasikan ke dalam pelaksanaan tugas Kajian
IPAL Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong
Tujuan akhir dari pekerjaan ini adalah Membuat
kajian tentang IPAL yang efisien dalam penggunaan
lahan serta memiliki daya tampungan yang lebih
besar dan juga merencankan IPAL dengan
menggunakan sistem anaerob dan aerob sehingga
menghasilkan enfluen yang sesuai dengan baku
mutu limbah dengan mengacu pada debit eksisting
pada Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong.
3. Sasaran Beberapa sasaran yang bisa dicapai dari Kajian
Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Kawasan
Industri Aceh (KIA) Ladong ini, antara lain:
1. Menciptakan keseimbangan dan kelestarian
lingkungan secara fisik.
2. Menciptakan kesinambungan kehidupan sosial

4
yang lebih baik di lingkungan masyarakat.
3. Menjaga terwujudnya biaya untuk kehidupan
sehari-hari yang lebih rendah dalam jangka
panjang secara ekonomi bagi masyarakat.
4. Membentuk budaya sadar lingkungan bagi
masyarakat.
5. Peningkatan derajat/tingkat kesehatan bagi
masyarakat dalam jangka panjang.
6. Menjaga sumber-sumber alam yang dapat
dimanfaatkan bagi kepentingan masa
mendatang.
4. Lokasi Kajian Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL)
Kegiatan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong Gampong
Ladong Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh
Besar.
5. Sumber Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan DPA-
Pendanaa SKPA Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh
n& Tahun Anggaran 2019 dengan nilai Pagu sebesar
Perkiraan
Rp. 300,000,000,- (Tiga ratus juta rupiah), untuk
Biaya
Kegiatan Pengembangan Kawasan Industri Daerah.
6. Nama dan Nama Organisasi yang melaksanakan kegiatan
Organisasi pengadaan ini adalah :
a. Satuan Kerja : Dinas Perindustrian dan
Pengadaa
Perdagangan Aceh
nBarang/
Jasa Alamat : - JALAN POCUT BAREN NO. 11 TELP. 0651 32429,
FAX. 0651 32428 BANDA ACEH (KODE POS23123)
b. KPA : M. SURYA PUTRA, SE, M.SI
c.PPTK : ISNAIDI DAHLAN, ST
7. Data Data Dasar kegiatan ini adalah :
a. Gambar Perencanaan.
Dasar
b. Rencana Kerja dan Syarat-Syarat
c. Dokumen Pelaksanaan Fisik Lapangan
8. Standar Standar teknis perencanaan mengacu pada peraturan-
Teknis peraturan dan pedoman teknis tentang bangunan dan
konstruksi yang diterbitkan oleh Kementerian Pekerjaan
Umum yang berlaku khususnya teknis pembangunan
5
gedung negara Permen PU No, 45/KPTS/M2007 tanggal
27 Desember 2007 tentang pedoman teknis
Pembangunan Bangunan Gedung Negara.
9. Studi- Master Plan Kawasan Industri Aceh,DED, dan Kajian
studi yang telah selesai laksanakan.
10 Referensi Referensi yang digunakan dalam melaksanakan
. Hukum pekerjaan, antara lain :
a. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 30 Tahun 2005 tentang Rencana Induk
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan
Kehidupan Masyarakat Provinsi Aceh dan
Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara.
b. UU no. 32 tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup
c. UU no 18 tahun 2008 tentang
Pengelolaan Sampah
d. PP 18 tahun 1999 tentang Pengelolaan
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Jo.
PP 85 tahun 1999 tentang Perubahan atas
Peraturan PP 18 tahun 1999
e. Program Pembangunan Provinsi Aceh;
f. Pembangunan Kota Banda Aceh dan
Renstra Kota Banda Aceh; dan
g. Program / Kegiatan Sektoral yang relevan.
11 Lingkup Lingkup Pekerjaan Kajian Instalasi Pengelolaan Air Limbah
. Kegiatan (IPAL) Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong yakni kajian
Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) untuk sistem IPAL
kawasan industry aceh. Kajian ini nantinya bisa di jadikan
pedoman untuk proses pelaksana apakah layak atau tidak di
lakukan sekaligus estimasi biaya yang diperlukan :
1. a. Metoda yang digunakan dalam pekerjaan
sejak dari Analisa Kerangka Acuan atau

6
TOR, Metoda Survey, Metoda
Pengelolaan Data, sampai pada
rekomendasi akhir dapat dilihat secara
singkat dalam uraian berikut iniS)
b. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
2. Melakukan koordinasi untuk menjaga kriteria,
keutuhan hirarkhi dan keharmonisan dari tujuan
perencanaan dan pembangunan yang baik,
sesuai dengan standar, inovasi serta menurut
pedoman perencanaan dan pembangunan
dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
12 Keluaran Hasil-hasil kegiatan Pembuatan DED, berupa ;
. a. Dokumen Gambar Detail Engineering Design
(DED)
b. Dokumen Rencana Kerja dan Syarat-syarat
(RKS)
c. Dokumen Estimasi Biaya Pembangunan
d. Dokumen Perhitungan Struktur (Bila
Diperlukan)
13 Peralatan Semua Peralatan dan Bahan disiapkan oleh Penyedia
. dan Jasa Konsultansi
Material
14 Peralatan Adapun Penyedia Jasa Konsultan adalah:
. dan a. Konsultan
Material mempunyai kewajiban dan bertanggungjawab terhadap
dari pelaksanaan Pekerjaan Kajian Instalasi Pengolahan Air
Penyedia
Limbah (IPAL) Kawasan Indutri Aceh (KIA) Ladong
Jasa
berdasarkan ketentuan Kerangka Acuan dan perjanjian yang
Konsultan
telah disepakati.
si
b. Dalam
melaksanakan pekerjaannya konsultan dapat menerima
bantuan dari instansi terkait dari Pemerintah Kabupaten Aceh
Besar maupun Pemerintah Provinsi Aceh berupa data,
petunjuk, pengarahan dan fasilitas lainnya yang diperlukan
konsultan dalam melaksanakan tugasnya sejauh tidak
membebani biaya khusus.
7
c. Konsultan wajib
melakukan alih pengetahuan tentang Pekerjaan Kajian
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kawasan Indutri
Aceh (KIA) Ladong kepada aparatur daerah untuk
menyatukan bahasa, pengertian dan pola pikir yang sama.
15 Lingkup Menempatkan personil dan mengawasi proses
. Kewenang pelaksanaan Dokumen kegiatan sesuai dengan apa yang
an tertuang di dalam dokumen penawaran berdasarkan
Penyedia Rencana Kerjadan Syarat-Syarat tanpa tekanan dari
Jasa pihak lain.
16 JangkaWa 90 (Sembilan puluh)hari kalender
. ktu

17 Personil Konsultan Perencana harus menyediakan tenaga yang


. memenuhi kriteria, ketentuan kegiatan dengan
memperhitungkan segi kompleksitas pekerjaan. adapun
tenaga-tenaga ahli dan penunjang yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan ini terdiri dari :
JUM PENGA
TENAGA AHLI
LAH LAMAN
A. Tenaga Ahli
Team Leader, S1 , SKA Teknik
1. Lingkungan Muda , Teknik Lingkungan 1 5 Thn
(501)

Tenaga Ahli Bangunan, S1 Teknik Sipil


2. Muda, SKA, Teknik Bangunan Muda 1 3 Thn
(201)
Tenaga Ahli Teknik Sanitasi dan
3. 1 3 Thn
Limbah, SKA Teknik Lingkungan (503)
Tenaga Ahli Teknik Sumber Daya Air,
4. 1 3 Thn
SKA Teknik Sipil (211)
Tenaga Ahli Sosial
5. Kelembagaan/Ekonomi, S1, Sarjana 1 3 Thn
Sosial/Ekonomi,Ijazah
B. Tenaga Pendukung
1. Juru Gambar 2 2 Thn
Operator Komputer, Adm. Umum &
2 1 2 Thn
Keuangan, D3/STM/SMA sederajat

8
18 Jadwal Metoda yang digunakan dalam pekerjaan sejak dari Analisa
. Tahapan Kerangka Acuan atau TOR, Metoda Survey, Metoda Pengelolaan
Pelaksana Data, sampai pada rekomendasi akhir dapat dilihat secara singkat
an dalam uraian berikut ini :
Kegiatan
Analisa Kerangka Acuan
a. Latar Belakang
b. Tujuan, Sasaran
dan Manfaat Pekerjaan
c. Bidang Lingkup
Pekerjaan
Pengumpulan Data
a. Studi-studi yang
telah ada yang terkait dengan lokasi rencana dan atau
pekerjaan yang akan dilakukan
b. Data sekunder
terkait
c. Referensi
Peraturan Perundangan dan Standar-standar terkait
Survey Lapangan
a. Pendataan kondisi
eksisting lokasi rencana dan sekitarnya baik yang berupa data
sekunder maupun data primer.
b. Pengukuran
kondisi topografi lokasi rencana
c. Pengujian kondisi
bawah permukaan lokasi rencana
Analisa Data
a. Peta kondisi
eksisting lokasi rencana termasuk peta topografi
b. Laporan hasil
penyelidikan tanah dan hasil uji laboratorium (jika ada)
termasuk kondisi profil bawah permukaan lokasi rencana

9
c. Analisa primer
dan sekunder terkait lainnya
Identifikasi Pengembangan
a. Telaah kondisi
fisik eksisting lokasi rencana dan sekitarnya
b. Telaah kondisi
non-fisik eksisting lokasi rencana dan sekitarnya
c. Telaah pola
perubahan yang paling mungkin dalam beberapa tahun
mendatang
d. Rancangan
Kajian IPAL yang diusulkan dengan pertimbangan berbagai
hasil-hasil telaah seperti disebutkan dalam point a, b, dan c
sebelumnya
Rekomendasi

Pekerjaan Kajian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)


Kawasan Indutri Aceh (KIA) Ladong ini harus menguraikan
tentang kajian IPAL yang hasilnya menjadikan air limbahnya
layak untuk di buang ke badan air/saluran drainase sesuai dengan
peraturan yang berlaku, disamping itu disarankan juga spesifikasi
teknis yang diaplikasikan dan rencana kerja & syarat-syarat
(RKS) yang dipakai untuk pelaksanaan kajian IPAL Kawasan
Indutri Aceh di lokasi rencana yang sudah ditentukan.
19 Laporan Laporan dalam Pekerjaan Perencanaan Kajian Instalasi
. Pendahulu Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kawasan Indutri Aceh (KIA)
ann Ladong ini, dibagi dalam 3 (tiga) tahap:
Tahap – I, berupa :
Laporan Pendahuluan
Laporan dibuat dalam rangkap 5 (lima) exemplar dan diserahkan
dalam masa 30 hari.
Berisi :
 Usulan penyampaian laporan
10
 Penjadwalan
 Struktur organisasi
 Rencana kerja
20 Laporan Tahap – II, berupa :
. Bulanan Laporan Antara
Laporan antara ini dibuat dalam rangkap 5 (lima) exemplar dan
diserahkan dalam masa 60 Hari
Berisi :
 Hasil Tinjauan Lapangan
 Hasil Studi Literatur
 Konsep Rencana
21 Laporan Tahap – II, berupa :
. Antara Laporan Antara
Laporan antara ini dibuat dalam rangkap 5 (lima) exemplar dan
diserahkan dalam masa 60 Hari
Berisi :
 Lanjutan Hasil Tinjauan Lapangan
 Lanjutan Hasil Studi Literatur
 Lanjutan Konsep Rencana
22 Laporan Tahap – III, berupa :
. Akhir Laporan Akhir
Laporan Akhir (Final Report) yang merupakan produk hasil di
buat sebanyak 5 (lima) exemplar dan diserahkan dalam masa 90
hari.
Berisi :
 Hasil Tinjauan Lapangan
 Hasil Studi Literatur
 Konsep Rencana
 Pengembangan Konsep Rencana
 Analisis
 Hasil Kajian
 Rekomendasi
23 Pedoman Konsultan Perencana dalam melaksanakan tugas harus
11
. Pengumpu berpedoman kepada ketentuan-ketentuan yang berlaku,
lan Data khususnya Pedoman Teknis tentang Pembangunan
Lapangan Bangunan Gedung, Keputusan Menteri Kimpraswil
Nomor : 332/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002,
dan Peraturan menteri Pekerjaan Umum Nomor
45/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan
Gedung Negara.
Pekerjaan Jasa Konsultansi Konsultan Perencana
diantaranya meliputi:
a. Memeriksa dan mempelajari dokumen
perencanaan .
b. Mengumpulkan data dan informasi lapangan
untuk pemecahan masalah selama perencanaan
berlangsung.
c. Membuat laporan perencanaan dengan masukan
dari pengguna dan pejabat penyelenggara
kegiatan.
d. Menyusun Laporan Akhir Pekerjaan Konsultan
Perencana
19 Alih Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban
Pengetahu untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan
an dalam rangka alih pengetahuan kepada personil
proyek/satuan kerja Pengguna Anggaran.

Banda Aceh, Februari 2019


DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
KUASA PENGGUNA ANGGARAN

M. SURYA PUTRA, SE, M.Si


Pembina
NIP. 19771129 200112 1 003

12
13