Anda di halaman 1dari 4

NAMA: RISMA HALIM

USERNAME : 19081384010118
JAWABAN FORUM DISKUSI M2 KB2

1. HAKIKAT DAN PERBEDAAN DARI : PROFESI, PROFESIONAL,


PROFESIONALISASI, PROFESIONALITAS DAN
PROFESIONALISME DARI GURU

Profesi
Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan khusus yang
menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya. Profesi adalah
pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan
nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
Profesi guru diakui sebagai bidang pekerjaan khusus yang mempunyai
kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar,
pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur
pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.

Profesional
Profesional adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau
pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang
tinggi. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance
seseorang dalam melakukan pekerjaan di profesinya.
Guru merupakan suatu pekerjaan profesional, yang memerlukan suatu
keahlian khusus sehingga kedudukan guru dalam proses pembelajaran
masih belum dapat digantikan oleh mesin secanggih apapun. Keahlian
khusus inilah yang membedakan profesi guru dengan profesi yang
lainnya. Pendidikan guru tidak diperoleh hanya saat mengikuti
pendidikan formal sebelum menjadi guru namun berlangsung seumur
hidup (life long teacher education). Artinya meskipun sudah memangku
jabatan guru mengembangkan diri secara berkelanjutan atas dasar
refleksi (reflective professional).
Maka dapat disimpulkan bahwa guru professional adalah guru yang
melakukan pekerjaan berdasarkan keahlian, kemampuan dan
keterampilan khusus dibidang pekerjaannya yaitu mendidik anak
bangsa.

Profesionalitas
Profesionalitas merupakan sikap para anggota profesi benar-benar
menguasai, sungguh-sungguh kepada profesinya.
“Profesionalitas” adalah sutu sebutan terhadap kualitas sikap guru
terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang
dimiliki untuk dapat melakukan tugas-tugasnya sebagai pendidik.

Profesionalisasi
Profesionalisasi” adalah suatu proses menuju kepada perwujudan dan
peningkatan profesi sebagai guru dalam mencapai suatu kriteria yang
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam hal ini kebijakan
pemerintah dimana setiap guru dituntut mempunyai sertifikat pendidik
agar diakui sebagai guru yang profesional, sebagai contoh adalah
program PPG Dalam Jabatan ini yang diadakan pemerintah untuk
mewujudkan tenaga pendidik yang bersertifikat dan profesinal di
bidangnya masing-masing.

Profesinalisme
Profesionalisme adalah komitmen guru terhadap profesinya sebagai
guru. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kebanggaan dirinya
sebagai guru profesional, dengan usaha terus-menerus untuk
mengembangkan kemampuan profesional, dst.

Profesionalisme merupakan komitmen para guru untuk meningkatkan


kemampuannya secara terus menerus.

“ Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental


dalam bentuk komitmen dari guru untuk senantiasa mewujudkan dan
meningkatkan kualitas profesionalnya dalam mendidik.

2. PENGARUH REVOLUSI INDUSTRI 4.0 terhadap PARADIGMA


PROFESI GURU

Fenomena revolusi industri 4.0 yang sedang berlangsung mau tidak


mau berdampak langsung pada dunia pendidikan tak terkecuali guru.
Kehadiran perangkat teknologi canggih pada saatnya akan menjadi air
bah tak bisa dibendung yang memasuki dunia pendidikan.
Kalau saat ini smartboard( papan tulis digital) masih terbatas di
dalam video saja,pada saatnya nanti akan menjadi kebutuhan
pendidikan di Indonesia. Kebutuhan mengajar bagi sekian ribu guru di
Indonesia.
Ini adalah tantangan kompetensi guru abad 21 adalah kemampuan
beradaptasi (adaptability), memahami disiplin ilmunya dari berbagai
konteks, dan peka terhadap perkembangan kebutuhan peserta didik
dan masyarakat. Guru harus mau untuk berpacu mengikuti tuntutan
perkembangan teknologi bukan hanya terlibat namun bertindak
inovatif. Seorang guru harus mampu untuk memformulasikan,
mengkonstruk, menyusun, memodifikasi dan peka terhadap informasi
sehingga dapat dipahami sebagai suatu pengetahuan. Disini guru juga
berperan sebagai fasilitator dan motivator yang tidak tergantikan
posisinya.
Dibandingkan dengan dulu guru adalah sebagai satu-satunya
sumber belajar siswa (teacher center), pada revolusi industri 4.0
keadaaan menjadi terbalik menjadi siswa lah yang menjadi pusatnya
proses pembelajaran (student center)

3. STRATEGI TRATEGI PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU


BERKELANJUTAN MENJADI GURU ERA PENDIDIKAN 4.0
SEKALIGUS MEMASUKI ABAD 21

Guru merupakan suatu pekerjaan profesional, yang memerlukan


suatu keahlian khusus sehingga kedudukan guru dalam proses
pembelajaran masih belum dapat digantikan oleh mesin secanggih
apapun. Keahlian khusus inilah yang membedakan profesi guru dengan
profesi yang lainnya. Pendidikan guru tidak diperoleh hanya saat
mengikuti pendidikan formal sebelum menjadi guru namun
berlangsung seumur hidup (life long teacher education). Artinya
meskipun sudah memangku jabatan anda mengembangkan diri
secara berkelanjutan atas dasar refleksi (reflective professional).
Guru selama proses melaksanakan tanggungjawab dan tugasnya
perlu melakukan up-grade kompetensinya. Sebagai guru anda tidak
hanya meningkatkan profesionalisme melalui jalur pendiidikan dan
latihan formal namun terlibat dalam kegiatan-kegiatan produktif bagi
upaya reformasi pendidikan. Tantangan kompetensi guru abad 21
adalah kemampuan beradaptasi (adaptability), memahami disiplin
ilmunya dari berbagai konteks, dan peka terhadap perkembangan
kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Guru harus mau untuk
berpacu mengikuti tuntutan perkembangan bukan hanya terlibat namun
bertindak inovatif. Seorang guru harus mampu untuk memformulasikan,
mengkonstruk, menyusun, memodifikasi dan peka terhadap informasi
sehingga dapat dipahami sebagai suatu pengetahuan.