Anda di halaman 1dari 7

KEPATUHAN PETUGAS LABORATORIUM DALAM PENGGUNAAN MASKER N 95

SAAT PEMERIKSAAN BTA


BAB 1

1.1 Latar Belakang


Penggunaan teknologi maju sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia
secara luas,terutama pada era industrialisasi yang ditandai adanya proses mekanisasi,
elektrifikasi dan modernisasi serta transformasi globalisasi.Hal tersebut di samping
memberikan
kemudahan bagi suatu proses produksi, tentunya efek samping yang tidak dapat dielakkan
adalah bertambahnya jumlah dan ragam sumber bahaya bagi pengguna teknologi itu
sendiri.
2 F
3 aktor lin
4 gkungan kerja yang tidak
5 memenuhi syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), proses kerja
6 tidak aman, dan sistem kerja yang semakin komplek dan modern dapat
7 menjadi ancaman tersendiri bagi keselamatan dan kese
8 hatan pekerja
9 (Tarwaka,
10 2014).
11 Menurut
12 data
13 International Labour Organization
14 (ILO) (2013),
15 setiap tahun ada lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan
16 lebih
17 dari 160 juta pekerja menjadi sakit karena bahaya di tempat kerja. Terlebih
18 lagi, 1,2 juta
19 pekerja meninggal akibat kecelakaan dan sakit di tempat
20 kerja. Angka
21 menunjukkan,
22 biaya manusia dan sosial dari produksi terlalu
23 tinggi
24 .Dalam istilah ekonomi, diperkirakan bahwa kerugian tahunan akibat
25 2
26 kecelakaankerja dan penyakit yang berhubungan dengan
27 pekerjaan di
28 beberapa negara
29 dapat mencapai 4%
30 d
31 ari produk nasional bruto (PNB).
32 PT. Jamsostek (Persero) yang saat ini telah berubah menjadi Badan
33 Penyelenggara Jaminan Sosial
34 (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat,
35 sepanjang tahun 2013 jumlah peserta BPJS
36 mengal
37 ami kecelakaan kerja
38 sebanyak 129.911 orang. Dari jumlah tersebut 75,8% berjenis kelamin
39 laki
40 -
41 laki. Sementara akibat kecelakaan tersebut, jumlah peserta Jamsostek

1
KEPATUHAN PETUGAS LABORATORIUM DALAM PENGGUNAAN MASKER N 95
SAAT PEMERIKSAAN BTA
42 yang meninggal sebanyak 3.093 pekerja, yang mengalami sakit 15.106
43 orang, luka
44 -
45 luka 174.266 o
46 rang dan meninggal mendadak sebanyak 446
47 orang
48 (Kumitu, 2016).
49 Berdasarkan data sekunder yang didapat di PT. Panen
50 tercatat
51 bahwa
52 pada tahun 2016 ditemukan jumlah angka kecelakaan kerja p
53 ada
54 lingkungan kerja sebanyak 10
55 kasus seperti tangan te
56 rg
57 unting,
58 terjepit,
59 tertimpa
60 b
61 ox
62 tempat rokok,
63 dan tersengat pengerat plastik. Kejadian
64 tersebut disebabkan karena pekerja kurang hati
65 -
66 hati dalam bekerja,
67 kurangnya pengetahuan terhadap
68 keselamatan dan kesehatan kerja,
69 kelelahan dan kurang
70 patuh dalam penggunaan APD
71 .S
72 edangkan untuk
73 penyakit akibat kerja
74 (PAK)
75 terdapat 30 kasus
76 kejadian tersebut
77 disebabkan karena
78 faktor psikososial seperti suasana kerja yang monoton,
79 hubungan kerja yang kurang baik, dan adanya tindakan tidak aman,
80 kemudian
81 faktor lingkungan tempat ke
82 rja yang dapat mempengaruhi
83 kesehatan pekerja, seperti kurangnya ventilasi udara di dalam tempat kerja
84 dan terdapat debu atau zat dari tembakau rokok
85 . Kemudian pada tahun
86 3
87 2
88 017 ini belum ditemukan kasus kecelakaan kerja maupun penyakit akibat
89 kerja.
90 Menurut
91 Azwar (2003) dalam Fitriah (2013) pengetahuan tentang

2
KEPATUHAN PETUGAS LABORATORIUM DALAM PENGGUNAAN MASKER N 95
SAAT PEMERIKSAAN BTA
92 alat pelindung diri (APD) merupakan pemahaman pekerja mengenai
93 berbagai hal berkaitan dengan alat pelindung diri yang digunakan pada
94 saat bekerja. Pengetahuan pekerja tentang alat pelindung diri akan
95 b
96 erpengaruh terhadap perilaku dalam menggunakan APD secara lengkap
97 pada saat bekerja.
98 Menurut hasi
99 l penelitian yang dilakukan Barizqi
100(2015) pekerja yang
101patuh memiliki pengetahuan dan kes
102a
103daran untuk melindungi dirinya
104terhadap bahaya keselamatan kerja
105dan
106akan
107berperilaku aman dalam
108melaksanakan pekerjaannya,
109s
110ebaliknya pekerja yang tidak patuh akan
111cenderung melakukan kesalahan dalam setiap proses kerja karena tidak
112mematuhi standar dan peraturan yang ada. Hal inilah yang dapat
113meningkatkan peluang terjad
114inya kecelakaan kerja ringan bahkan
115kecelakaan
116kerja yang lebih berat.
117K
118ejadian kecelakaan kerja di Indonesia disebabkan oleh pekerja
119yang tidak menerapkan
120standar
121safety
122yang lengkap seperti penggunaan
123APD. Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa kasus ke
124celakaan yang pernah
125terjadi dan penyebab kecelakaan dari tahun ke tahun selalu berulang
126-
127ulang
128dan terkesan tiap kasus kecelakaan kerja yang pernah terjadi tidak
129dilakukan evalusi dan perbaikan oleh perusahaan maupun pekerja di
130Indonesia aga
131r tidak terjadi
132lagi ke
133depannya
134(
135Astria
136, 2012).
1374
138Penerapan
139APD merujuk pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
140Transmigrasi No.08/Men/VII/2010. Pasal 1 dalam Peraturan Menteri ini
141yang dimaksud dengan APD adalah suatu alat yang mempunyai

3
KEPATUHAN PETUGAS LABORATORIUM DALAM PENGGUNAAN MASKER N 95
SAAT PEMERIKSAAN BTA
142kemampuan untuk melindungi ses
143e
144orang yang fungsinya mengisolasi
145sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja.
146Perlindungan yang memadai terhadap risiko kecelakaan atau cedera pada
147kesehatan, termasuk paparan kondisi buruk, dengan memperhatikan jenis
148pekerjaan dan risi
149ko.
150Pekerja tidak memakai APD karena berbagai hal, misalnya para
151pekerja tidak nyaman menggunakan APD serta belum paham dengan
152risiko pekerjaan yang ada, juga di dalam beberapa kasus hanya bersifat
153kronik sehingga ada anggapan bahwa penggunaan APD tidak d
154iperlukan.
155(Ridley, 2008).
156Berdasarakan p
157enelitian yang dilakukan
158Wahyuni (2013) ada
159hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pekerja tentang alat
160pelindung diri (APD) dengan penggunanya di CV. Unggul Farm Nguter
161tahun 2013 dan didapatkan nilai
162p= 0,029<0,05.
163Hasil penelitian lain yang
164dilakukan Yustina (2014) menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat
165pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan APD (p = 0,006 ;
166ɑ
167= 0,05).
168Hasil penelitian ini
169dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tentang
170AP
171D mempengaruhi kepatuhan menggunakan APD pada
172cleaning service.
173PT. Panen merupakan perusahaan yang
174bergerak dibidang industri
175Rokok Kretek yang berlokasi di Desa Pandeyan, Ngemplak, Boyolali.
1765
177Perusahaan te
178rsebu
179t memiliki berbagai macam proses produksi,
180salah satu
181diantaranya adalah bagian proses pelintingan yang mempunyai jumlah
182tenaga kerja 120 da
183n dibagian pe
184lintingan
185tenaga kerja berjenis kelamin
186perempuan sebanyak 95% dan 5% berjenis kelamin laki
187-
188laki,
189dimana
190proses kegia
191tannya mengutamakan keterampi

4
KEPATUHAN PETUGAS LABORATORIUM DALAM PENGGUNAAN MASKER N 95
SAAT PEMERIKSAAN BTA
192lan tangan. Pekerja rokok
193diperusahaan tersebut merupakan pekerja tetap dan tiap pekerja
194mengerjakan bagian
195-
196bagian sendiri sesuai dengan keterampilan yang
197berbeda
198-
199beda dan terget yang telah ditentukan oleh perusahaan.
200Jam kerja
201perusahaan dimulai dari ja
202m
20307.00
204-
20514
206.00 WIB, dengan waktu istirahat
207yang tidak ditentukan oleh perusahaan.
208Berdasarkan
209survei
210awal yang dilakukan penulis pada
211pertengahan
212bulan M
213aret
2142017
215,
216telah dilakukan
217observasi dan wawancara
218diketahui
219bahwa pada bagian pelintingan terdapat debu yang berterbangan serta bau
220zat dari tembakau yang sangat menyengat, serta terlihat sebagian pekerja
221tidak menggunakan alat pelindung diri yang telah disediakan oleh
222perusahaan sebelumnya seperti maske
223r, topi pengaman, sarung tangan,
224apron sebagai upaya pencegahannya. Kemudian penulis melakukan
225wawancara terhadap 10 pekerja bahwa semua pekerja belum mengetahui
226tentang keselamata
227n dan kesehatan kerja. H
228asil observasi diketahui bahwa
22940% dari pekerja patu
230h menggunakan APD yang meliputi masker, apron,
231dan sarung tangan, adapun sisanya 60% dari pekerja tidak patuh dalam
232memakai APD pada saat bekerja, pekerja menyampaikan bahwa tidak
233nyaman dalam
234memakai APD dan tidak mengetahui fungsi atau manfaat
2356
236dari pengg
237unaan APD,
238se
239h
240ingga
241pekerja

5
KEPATUHAN PETUGAS LABORATORIUM DALAM PENGGUNAAN MASKER N 95
SAAT PEMERIKSAAN BTA
242merasa terganggu pada saat
243bekerja
244apabila memakai APD pada saat bekerja
245. Bahkan pada tahun 2016
246terjadi kecelakaan kerja pada saat pemotongan rokok, sehingga jari
247tanga
248n
249nya tergunting.
250Berdasarkan permasalahan di
251atas penulis
252tertarik untuk melaku
253kan
254penelitian mengenai Hubungan
255Tingkat
256Pengetahuan
257APD
258dengan
259Ke
260patuhan Pemakaian APD
261Masker
262Pada Pekerja Bagian
263Pelintingan PT.
264Panen
265Boyolali.
266B.
267Rumusan Masala
268h
269Apakah a
270da h
271ubungan
272t
273ingkat
274p
275engetahuan
276APD
277dengan
278Kepatuhan
279Pemakaian
280APD
281masker
282p
283ada Pekerja Bagian Pelintingan
284PT.
285Panen Boyolali?
286C.
287Tujuan Penelitian
2881.
289Tujuan Umum
290Tujuan dari penelitia
291n ini adalah mengetahui hubungan

6
KEPATUHAN PETUGAS LABORATORIUM DALAM PENGGUNAAN MASKER N 95
SAAT PEMERIKSAAN BTA
292tingkat
293pengetahuan
294APD
295dengan
296kepatuhan pemakaian APD
297masker
298pada
299pekerja bagian pelintingan PT. Panen
300Boyolali
3012.
302Tujuan Khusus
303a.
304Mengukur
305tingkat pengetahuan
306APD
307pada pekerja bagian
308pelintingan PT. Panen Boyolali.
3097
310b.
311M
312engukur
313kepatuhan pemakaian APD
314masker
315pada pekerja bagian
316pelintingan PT. Panen Boyolali.
317c.
318Untuk menganalisis
319hubungan
320tingkat pengetahuan
321APD dengan kepatuhan pemakaian APD masker N95

1.2 Rumusan Masalah


1.3 Tujuan Penelitian
BAB 2
2.1 Tinjauan Teoritis
2.2 Kerangka Teori (tidak wajib)
2.3 Hipotesis Penelitian
BAB 3
3.1 Jenis Penelitian
3.2 Rancangan Penelitian
3.3 Populasi dan Sampel