Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN SOSIALISASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

PADA ANAK USIA DINI DI SDN BURENGAN 1 KOTA KEDIRI

BIDANG KEGIATAN

PENGABDIAN MASYARAKAT

DI SUSUN OLEH :

Ketua :

Anggota 1: Masud Deprasi Ajibasuki NIM :1711B0045

Anggota 2: Mike Oktavyana NIM :1711B0047

Anggota 3: Monica Putri Siscawati NIM :1711B0049

Anggota 4: Ni’matur Rohmah NIM :1711B0052

Anggota 5: Nindi Nia Mayasari NIM :1711B0054

Anggota 6: Pangestu Dwi Cahyo NIM :1711B0057

Anggota 7: Petrus Kondo NIM :1711B0059

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

SURYA MITRA HUSADA

PROGAM STUDI

ILMU PENDIDIKAN NERS

KEDIRI

2018
HALAMAN PERSETUJUAN
Judul kegiatan : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Bidang Kegiatan : Pengabdian kedapa Masyarakat
Bidang Ilmu : Pendidikan Ners
Ketua Pelaksana
Nama Lengkap dan Gelar :
NIK :
NIDN/NUPN :
Alamat Kantor :Jl. Manila No.37 Sumberence Kota
Kediri
Anggota Pelaksana :
a. Masud Deprasi Ajibasuki (1711B0045)
b. Mike Oktavyana (1711B0047)
c. Monica Putri Siscawati (1711B0049)
d. Ni’matur Rohmah (1711B0052)
e. Nindi Nia Mayasari (1711B0054)
f. Pangestu Dwi Cahyo (1711B0057)
g. Petrus Kondo (1711B0059)
Tempat Pelaksanaan : SDN Burengan 1 Kota Kediri
Waktu Pelaksanaan : 24-26 Mei 2018
Aggaran Biaya : Rp. 350.000,-
Menyetujui
Ketua program study pendidikan ners Ketua pelaksana
STIKes Surya Mitra Husada Kedir

Agusta Dian Elina, S.kep,ns., M.kep Yeni Puspita Sari, S.kep, Ns., M.kes
NIK. 13.07.075

Kepala sekolah Ketua umum

Wiwik Agustina. S.Pd Prima Dewi k,s.kep.NS., M.Kes


NIP.19610806 198010 2 002 NIK. 13.07.03.001
Ketua
STIKes Sirya Mitra Husada Kedir

Dr.H. Sandu Siyoto. S.Sos,.SKM.,M.kes


NIP.19700 216199203 1 007
ABSTRAK

Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS) adalah upaya untuk mengajarkan
anak di usia dini untuk mengetahui pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan
sekolah , agar kebersihan di dalam lingkungan sekolah dapat tertata dengan baik .

Menciptakan hidup bersih sebenarnya sangatlah mudah serta murah ,


apabila dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan
apabila mengalami gangguan kesehatan cukup mahal . Hidup sehat merupakan hal
yang seharusnya diterapkan oleh semua orang mengingat manfaat yang ditimbulkan
akan sangat banyak , mulai dari konsentrasi kerja , kesehatan dan kecerdasan anak
sampai dengan keharmonisan keluarga .

Tingkat pengetahuan siswa kelas III di SDN 1 Burengan Kota Kediri entang
PHBS dapat dikategorikan menjadi 3 kategori , yaitu baik , cukup dan kurang .
Hasil penelitian menunjukan bahwa 60% siswa masuk kategori baik , 30% siswa
masuk kategori cukup dan 10% siswa masuk dalam kategori kurang

Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat , Manfaat , Siswa Sekolah Dasar
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa , karena
berkat rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan hasil penyuluhan
yang berjudul “Perilaku Hidup Bersih daan Sehat” sesuai waktu yang ditentukan .
Laporan penyuluhan ini kami susun dari tugas Komunikasi dalam Keperawatan 1
Program StudI Pendidikan Ners di Sekolah Tingi Ilmu Kehatan Surya Mitra Husada
Kediri.

Dalam penyuluhan , kami mendapatkan banyak pengarahan dan bantuan


dari berbagai pihak , untuk itu dalam kesempatan ini kami tidak lupa mengcapkan
terimakasih kepada yang terhormat :

1. Dr. H. Sandu Siyoto, S.Sos., M.Kes selaku Ketua STIKes Surya


Mitra Husada Kediri
2. Agusta Dian Ellina, S.kep.,Ns.M.Kep selaku Ketua Program Studi
Pendidikan Ners STIKes Surya Mitra Husada Kediri
3. Prima Dewi Kusumawati, S.Kep.Ns.,M.Kes selaku Ketua Lembaga
Penelitian dan pengabdian Masyarakat
4. Semua teman dan pihak yang sudah membantu dalam menyusun
laporan ini .

Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh untuk dikatakan semputna.
Oleh karena itu , kami sangat mengharapkan kritik saran yang konstuktif untk
perbaikan untuk masa yang akan datang .

Akir kata kami mengucapkan terima kasih , semoga hasil laporan ini
bermanfaat amin.

Kediri , 1 Juni 2018

Penulis
DAFTAR ISI

SAMPUL DEPAN ..................................................................................................


SAMPUL DALAM .................................................................................................
PENGESAHAN ......................................................................................................
ABSTRAK ..............................................................................................................
KATA PENGANTAR ............................................................................................
DAFTAR ISI ...........................................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ...........................................................................................
BAB I PENDLUHAN .............................................................................................

1.1 Latar belakang ...................................................................................................


1.2 Tujuan ...............................................................................................................
1.3 Manfaat .............................................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................
2.1 Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ....................................................
2.2 Jenis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah ..............................
2.3 Cara Menerapakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah .......
BAB III METODE PELAKSANAAN ...................................................................
BAB IV ANGGARAN BIAYA DAN JATWAL KEGIATAN .............................
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................................
5.1 Evaluasi Strktur .................................................................................................
5.2 Evaluasi Hasil....................................................................................................
BAB VI PENUTUP ................................................................................................
6.1 Kesimpulan .......................................................................................................
6.2 Saran ..................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Permohonan Izin

Lampiran 2. Surat balasan Dari SDN Burengan 1 Kota Kediri

Lampiran 3. Surat Keputusan

Lampiran 4. Surat Perintah Tugas

Lampiran 5. Surat Perintah Pelaksanaan Tugas

Lampiran 6. Susunan Biodata

Lampiran 7. Leatlef

Lampiran 8. Daftar Hadir Peserta Penyuluhan

Lampiran 9, Dokumentasi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan perilaku yang
dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang
menjadikan individu/kelompok dapat menolong dirinya sendiri dalam
bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan
masyarakat (Dinkes Jabar, 2010).
Pengertian perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah adalah
upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan
sekolah agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih
dan sehat serta berperan aktif mewujudkan sekoalah sehat. Sekolah sehat
adalah sekolah yang mampu menjaga dan meningkatkan kesehatan
masyarakat sekolah dan untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan
kecerdasan anak sekolah melalui berbagai upaya kesehatan (Sya’ironi, RS
2007).
Menyadari bahwa perilaku adalah sesuatu yang rumit, perilaku tidak
hanya menyangkut dimensi kultural yang berupa sistem nilai dan norma,
melainkan juga dimensi ekonomi, yaitu hal-hal yang mendukung perilaku.
Maka promosi kesehatan dan PHBS diharapkan dapat melaksanakan
strategi yang bersifat paripurna (komprehensif). Khususnya dalam
menciptakan tiga strategi dasar promosi kesehatan dan PHBS (Dinas
Kesehatan Kota Surabaya, 2009).
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan
paradigma sehat dalam budaya perorangan, keluarga, dan masyarakat yang
berorientasi sehat, bertujuan untuk meningkatkan, memelihara dan
melindungi kesehatannya baik fisik, mental, spiritual, maupun sosial. Selain
itu juga program prilaku hidup bersih dan sehat bertujuan untuk
memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi
perorangan, kelompok, kluarga, dengan membuka jalur komunikasi,
informasi, daan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan
perilaku sehingga para anak didik kelas 3 di SDN ....... yang berjumlah....
orang, ..... perempuan dan ..... laki-laki yang belum mengetahui tentang
mencuci tangan dan memilih jajanan yang benar dapat terhindar dari
masalah, seperti sakit perut yang dapat mengganggu proses belajarnya maka
kami dari mahasiswa STIKES SURYA MITRA HUSADA KEDIRI tertarik
melakukan penyuluhan di SD tersebut.

1.2 Tujuan
a. Mengetahui dan menjelaskan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
b. Mendemonstrasikan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
c. Setelah mengikuti kkegiatan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
diharapkan para siswa mampu memelihara kesehatan dirinya sendiri dari
kondiri lingkungan di sekitarnya.

1.3 Manfaat
1.3.1Bagi Peserta Penyuluhan
Setelah dilakukan penyuluhan tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat) diharapkan para siswa mampu memelihara kesehatan dirinya sendiri
dari kondisi lingkungan disekitarnya.

1.3.2 Bagi Mahasiswa


Dengan memberikan penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
pada anak-anak, mahasiswa dapat memberikan informasi serta mengajak
anak-anak untuk lebih menjaga kesehatan dilingkungannya. Dan mahasiswa
mampu menyelesaikan tugas praktik yang diberikan oleh dosen secara baik
dan benar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)


Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang
dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan
seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri
di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan
pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga,
kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalan komunikasi, memberikan
informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan
perilaku, melalui pendekatan pimpinan (advokasi), bina suasana (social support)
dan pemberdayaan masyarakat (empowerman) sebagai suatu upaya untuk
membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, dalam tatanan
masing-masing, agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat, dalam rangka
menjaga, memelihara dan menigkatkan kesehatan .
PHBS di sekolah upaya untuk memberdayakan siswa guru dan masyarakat
lingkungan sekolah agar tau, mau dan mampu mempraktikkan PHBS dan berperan
aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat juga
merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan
masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran,
sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya,
serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

2.2 Jenis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah


1. Mencuci tangan dengan baik dan benar
2. Jajanan sehat
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Olahraga
5. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan secara teratur
setiap 6 bulan
6. Hindari Rokok
7. Memberantas jentik nyamuk
8. Buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di jamban sekolah

2.3 Cara Menerapakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah
1.) Mencuci tangan
Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun
siswa dan guru mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir
sebelum makan dan sesudah buang air besar. Perilaku cuci tangan dengan
air mengalir dan menggunakan sabun mencegah penularan penyakit seperti
diare, kolera, disentri, typus, cacingan, penyakit kulit, hepatitis A, ISPA, flu
burung, dan lain sebagainya. WHO menyarankan cuci tangan dengan air dan
sabun karena dapat meluruhkan semua kotoran dan lemak yang
mengandung kuman. Usaha pencegahan dan penanggulangan ini
disosialisasikan di lingkungan sekolah untuk melatih hidup sehat sejak usia
dini. Anak sekolah menjadi sasaran yang sangat penting karena daiharapkan
dapat menyampaikan informsi kesehatan pada keluarga dan masyarakat.
Cara mencuci tangan yang baik dan benar :
 Pertama cuci terlebih dahulu telapak tangan anda hingga
pertengahan lengan menggunakan air bersih yang mengalir, ambil
sabun, lalu gosok dan usap kedua telapak tangan anda secara lembut
menggunakan sabun tersebut.

 Usap dan gosok juga kedua punggung tangan anda secara


bergantian.

 Agar lebih maksimal, jangan lupa jari - jari tangan anda juga gosok
hingga bersih secara bergantian.

 Dan pastikan semua ujung jari anda juga dibersihkan hingga bersih
dengan mengatupkannya.

 Kemudian gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.

 Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan -


lahan. Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian
dengan gerakan memutar. Langkah akhiri dengan membasuh
seluruh episode tangan anda menggunakan air bersih yang mengalir
dan keringkan menggunakan kain atau tisu bersih.

Kapan sebaiknya kita mencuci tangan :


 Sebelum dan setelah makan
 Sebelum memegang makanan
 Sebelum melakukan kegiatan apapun yang memasukkan jari
jari kedalam mulut atau mata
 Setelah buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB)
 Setelah buang ingus dan buang sampah
 Setelah bermain dengan hewan/unggas termasuk hewan peliharaan
 Sebelum masukkan dan mengeluarkan lensa kontak

2. ) Jajanan sehat
Di sekolah siswa dan guru membeli atau konsumsi makanan/jajanan
yang bersih dan tertutup di warung sekolah sehat. Makanan yang sehat
mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Makanan
yang seimbang akan menjamin tubuh menjadi sehat. Makanan yang ada di
kantin sekolah harus makanan yang bersih, tidak mengandung bahan
berbahaya, serta penggunaan air matang untuk kebutuhan minum.
3. ) Membuang sampah pada tempatnya
Tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga agar
lingkungan selalu terjaga dari sampah adalah sebagai berikut:

 Guru memberi contoh pada siswa-siswi membuang sampah selalu


pada tempatnya,
 Guru wajib menegur dan menasehati siswa yang membuang sampah
di sembarang tempat,
 Mencatat siswa-siswi yang membuang sampah di sembarang tempat
pada buku/kartu pelanggaran, dan
 Membuat tata tertib baru yang isinya tentang pemberian denda
terhadap siswa-siswi yang membuang sampah di sembarang tempat.

4.) Olahraga
Aktivitas fisik adalah salah satu wujud dari perilaku hidup sehat
terkait dengan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Kegiatan
olah raga di sekolah bertujuan untuk memelihara kesehatan fisik dan
mental anak agar tidak mudah sakit. Dalam rangka meningkatkan
kesegaran jasmani, perlu dilakukan latihan fisik yang benar dan
teratur agar tubuh tetap sehat dan segar. Dengan melakukan olahraga
secara teratur akan dapat memberikan manfaat antara lain:
meningkatkan kemampuan jantung dan paru, 12 memperkuat sendi
dan otot, mengurangi lemak atau mengurangi kelebihan berat badan,
memperbaiki bentuk tubuh, mengurangi risiko terkena penyakit
jantung koroner, serta memperlancar peredaran darah

5.) Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan secara teratur
pencatatan hasil penimbangan berat badan dan pengukuran
tinggi badan siswa di kartu menuju sehat anak sekolah (KMS-AS)
secara teratur setiap 6 bulan akan memperlihatkan pertumbuhan dan
perkembangan siswa ( kekurangan gizi ,kegemukan atau gizi baik
). Anak dengan status gizi baik akan tumbuh dan berkembang secara
optimal sesuai usia.
 Tanda – tanda siswa dengan gizi kurang
 siswa tampak kurus
 tidak segar
 tidak ceria.
 tidak bergairah / malas melakukan aktifitas.
 cenderung sering sakit

 Tanda – tanda siswa dengan gizi lebih


 siswa tampak gemuk
 bentuk tubuh terlihat tidak seimbangtidak dapat bergerak bebas.
 nafas mudah tersengal – sengal jika melakukan kegiatan.
 mudah lelah.

6.) Hindari rokok

Siswa dan guru tidak ada yang merokok di lingkungan


sekolah. Timbulnya kebiasaan merokok diawali dari melihat orang
sekitarnya merokok. Di sekolah siswa dapat melakukan hal ini
mencontoh dari teman, guru, maupun masyarakat sekitar sekolah.
Banyak anak-anak menganggap bahwa dengan merokok akan
menjadi lebih dewasa. Merokok di lingkungan sekolah sangat tidak
dianjurkan karena rokok mengandung banyak zat berbahaya yang
dapat membahayakan kesehatan anak sekolah.
 jangan pernah mencoba untuk merokok
 jangan mau terbujuk oleh rayuan untuk merokok
 berani bilang Tidak kalau ada yang menawari kita merokok
 katakan Tidak Mau kalau ada yang mengajak merokok
 Tegur kalau ada yang merokok disekolah
 Katakan Tidak Boleh kepada penjual rokok disekitar sekolah
 Pilih dan bergaulah dengan teman yang tidak merokok

7.) Memberantas jentik nyamuk


kegiatan memeriksa dan membersihkan tempat-tempat
penampungan air bersih yang ada disekolah agar terbebas dari jentik
nyamuk. agar siswa terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan
oleh nyamuk seperti demam berdarah,malaria dan kaki gajah.
Pemeriksaan jentik berkala dan 3M dilakukan secara teratur setiap
minggu(satu hari dalam satu minggu) di sekolah.
 Cara memberantas jentik
Dengan melakukan cara 3M yaitu :
 menguras dan menyikat dinding tempat-tempat
penampungan air sekurangkurangnya seminggu sekali.
 menutup rapat-rapat tempat penampungan air.
 menguburkan, mengumpulkan, memanfaatkan atau
menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat
menampung air hujan, seperti kaleng bekas, plastik bekas
dan lain-lain.
8.) Buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di jamban sekolah

 Cara menggunakan jamban dengan benar


 Buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di jamban dengan
benar, yaitu bila menggunakan jamban duduk jangan berjongkok
karena kaki /alas kaki akan mengotori jamban
 Menyiram hingga bersih setelah buang air kecil dan buang air besar
 Membuang sampah pada tempatnya, agar jamban tidak tersumbat
dan penuh dengan sampah
 Mengingatkan siswa/I dan penjaga sekolah untuk mengawasi dan
memastikan jamban yang tersedia selalu dalam keadaan bersih

 Cara memeliharanya
 Membersihkan lantai jamban dan menghindari terjadi genangan air
 Membersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam
keadaanbersih dan tidak ada kotoran didalam jamban, tidak ada
serangga (kecoa,lalat) dantikus yang berkeliaran.
 Selalu tersedia alat pembersih (sabun,sikat,air bersih dan tisu ).
 Sediakan tempat sampah.
 Apabila ada kerusakan segera diperbaiki

 Buang air kecil dan buang air besar dijamban sekolah


 Untuk mmenjaga lingkungan agar selalu bersih, sehat dan tidak
berbau.
 Supaya tidak mencemari sumber air yang ada sekitarnya.
 Agar tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat
menjadi penularan penyakit seperti
diare,kolera,disentri,thypus,cacingan,penyakit infeksi saluran
pencernaan, penyakit kulit dan keracunan.
 Jamban yang sehat
 tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum
dengan lubang penampungan minimal 10 meter ).
 tidak berbau.
 kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.tidak
mencemari tanah sekitarnya.
 mudah dibersihkan dan aman digunakan.
 dilengkapi dinding dan atap pelindung.
 penerangan dan ventilasi cukup.
 lantai kedap air dan luas ruangan memadai tersedia air dan luas
ruangan memadai.
 tersedia air,sabun dan alat pembersih.
BAB III

METODE PELAKSANAAN

A. Pokok bahasan

Untuk mengetahui tentang prilaku hidup bersih dan sehat sejak dini
dan cara mencegah sebelum terjadinya penyakit.

B. Sub pokok bahasan


a. Untuk mengetahui pengertian prilaku hidup bersih dan sehat.
b. Untuk mengetahui tujuan prilaku hidup bersih dan sehat. Untuk
mengetahui cara yang dapat dilakukan siswa untuk menjaga
kebersihan diri sendiri , lingkungan sekolah maupun rumah
c. Untuk memperkenalkan apa saja yang termasuk perilaku hidup
bersih dan sehat.
C. Sasaran

Penyuluhan ini mengikut sertakan semua siswa kelas 3 SDN


Burengan 1 Kota Kediri

D. Waktu pelaksanaan

Pada saat proses belajar mengajar akan dimulai (24-26 Mei , 08.00
– 10.00 )

E. Tempat

SDN BURENGAN 1 KOTA KEDIRI

F. Materi
a. Pengertian perilaku hidup bersih dan sehat
b. Tujuan prilaku hidup bersih dan sehat
c. Siapa saja yang harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
disekolah
d. Cara yang dapat dilakukan siswa untuk menjaga kebersihan diri
sendiri dan lingkungan
e. Memperkenalkan apa saja yang termasuk perilaku hidup bersih dan
sehat.
G. Kegiatan

No FASE KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN


. DAN PENYULUHAN PESERTA
WAKTU
1. Pembukaa a. Salam Menyampaikan , Salam - Menjawab
n ( 5 menit pembuka pembukaan , Perkenalan , salam
) b. Perkenal menyampaikan tema , - Memperh
an mengomunikasikan tujuan atikan
c. Menyam . - Memperh
paikan atikan
tema - memperha
d. Mengom tikan
unikasika
n tujuan
2. Pelaksana Menjelaskan dan Menjelaskan serta
a ( waktu ) mengurai materi mengurai secara jelas dan
padat tentang materi
tentang :
1. Pengertian perilaku
hidup bersih dan
sehat
2. Tujuan perilaku
hidup bersih dan
sehat
3. Siapa saja yang
harus menerapkan
perilaku hidup
bersih dan sehat
disekolah
4. Cara yang dapat
dilakukan siswa
untuk menjaga
kebersihan diri
sendiri dan
lingkungan
5. Memperkenalkan
apa saja yang
termasuk perilaku
hidup bersih dan
sehat
3. Evaluasi Tanya jawab Menjawab pertanyaan dari Bertanya kepada
(20 menit) antara peserta peserta penyuluh
dan penyuluh
4. Terminasi Penutup - Menyimpulkan Memjawab salam
( 5 menit ) materi yang
disimpulkan
- Salam

H. Kepanitian
a. Moderator : (Mas’ud Deprasi Ajibasuki)
Tugas :
 Membuka dan menutup acara
 Memperkenalkan diri
 Menetapkan tata tertib acara
 Menjaga kelancaran acara
 Memimpin diskusi
b. Penyaji : (Mike Oktavyana dan Nindi Nia Mayasari)
 Menyajikan materi penyuluhan
 Bersama fasilitator menjalin kerja sama dalam acara
penyuluhan

c. Fasilitator : (Monica Purti Siscawati)


 Bersama moderator menjalin kerja sama dalam menyajikan
materi penyuluhan
 Memotivasi peserta dalam bertanya
d. Obsrvasi : (Pangestu Dwi Cahyo dan Petrus Kondo)
 Mengamati jalannya kegiatan
 Mengevaluasi kegiatan
 Mencatat perilaku verbal atau non verbal peserta kegiatan
e. Dokumentasi dan Perlengkapan : (Ni’matur Rohmah)
 Membagikan kenang-kenang an kepada peserta
 Mengabadikan setiap momen pada sat penyuluhan berlangsung

I. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Diskusi
J. Media
a. LCD
b. Laptop
c. Leatlef
K. Seting tempat

PE
F M

F
P P P
O
P P P
DP
P P P
\Keterangan : Penyaji : PE Peserta : P

Moderator : M observer : O

Fasilitator : F dukumentasi dan perlengkapan : DP

L. Kreteria evaluasi
a. Evaluasi struktur
i. Persiapan penyuluhan dan media 15 menit
ii. Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap
dan dapat digunakan dalam penyuluhan yaitu : leatlef, LCD
(power point)
iii. Pengorganisasian sistem
b. Evaluasi proses
i. 100% peserta antusias
ii. 100% peserta mengikuti dari awal sampai akhir
iii. Proses penyuluhan dapat berjalan dengan lancar dan peserta
dapat memahami materi penyuluhan
iv. 80% peserta memperhatikan penyuluhan
v. Selama proses penyuluhan diharapkan 80% pesrta
berpartisipasi mengajukan penyuluhan
c. Evaluasi hasil

Peserta penyuluhan mengerti 75% dari apa yang telah


disampaikan dengan kreteria mampu menjawab pertanyaan dalam
bentuk lisan yang di berikan oleh penyuluh
Berikut beberapa pertanyaan yang akan di berikan

i. Pengertian perilaku hidup sbersih dan sehat


ii. Tujuan prilaku hidup bersih dan sehat
iii. Siapa saja yang berperan dalam menjaga lingkungan sekolah
iv. Siapa yang bisa menybutkan apa saja cara melakukan prilaku
hidup bersih dan sehat di sekolah
v. Jelaskan tanda-tanda orang yang kekurangan gizi

Jawaban yang diberikan :

a. Selalu menjaga lingkungan , selalu cuci tangan sebelum dan sesudah


makan , membuang sampah pada tempat nya (.......)
b. Supaya tetap sehat , tidak terkena penyakit (......)
c. Semua warga sekolah , siswa , guru dan karyawan sekolah (.......)
d. - Mencuci tangan
-Jajanan sehat
-Membuang sampah pada tempatnya
-Olahraga
-Menimbang berat badan dan tinggi badan secara teratur
-Hindari rokok
-Memberantas jentik nyamuk
-BAB dab BAK di toilet sekolah
(......)
e. –Kurus
-Tidak segar
-Tidak ceria
-Tidak bergairah / melas melakukan sesuatu
-Cenderung sering sakit