Anda di halaman 1dari 8

KONTRIBUSI KEMAMPUAN KALKULUS DIFFERENSIAL DAN

KALKULUS INTEGRAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATA


KULIAH PERSAMAAN DIFFERENSIAL
Sri Rejeki1), Rini Setyaningsih2)
1
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Email: sri.rejeki@ums.ac.id
2
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Email: rini.setyaningsih@ums.ac.id

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) signifikansi kontribusi kemampuan kalkulus differensial dan
kalkulus integral terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah persamaan differensial, (2) signifikansi
kontribusi kemampuan kalkulus differensial terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah persamaan
differensial, dan (3) signifikansi kontribusi kemampuan kalkulus integral daterhadap hasil belajar mahasiswa
pada mata kuliah persamaan differensial. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif assosiatif dengan
populasi seluruh mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Tahun Akademik 2015/2016. Dengan teknik sampling
kuota, diperoleh 25 mahasiswa sebagai sampel di dalam penelitian ini. Data penelitian diperoleh dengan
metode tes dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier ganda dengan
tingkat signifikansi 5% menggunakan software SPSS. Sebagai uji prasyarat analisis dilakukan uji normalitas,
uji linieritas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil analisis
data, diperoleh kesimpulan bahwa: (1) terdapat kontribusi yang signifikan dari kemampuan kalkulus
differensial dan kalkulus integral terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah persamaan differensial,
(2) terdapat kontribusi yang signifikan dari kemampuan kalkulus differensial terhadap hasil belajar
mahasiswa pada mata kuliah persamaan differensial, dan (3) terdapat kontribusi yang signifikan dari
kemampuan integral terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah persamaan differensial.

Kata kunci: persamaan differensial, kalkulus differensial, kalkulus integral

PENDAHULUAN Murtiyasa dan Khotimah 2012; Sugiyarto


Persamaan differensial merupakan salah 2015). Sebagai contoh di bidang kesehatan,
satu mata kuliah wajib di Program Studi persamaan differensial dapat diterapkan
Matematika maupun Pendidikan untuk mengetahui dinamika perkembangan
Matematika. Sebagai syarat untuk HIV/AIDS (Tjolleng, Komalik, dan Prang
menempuh mata kuliah ini, mahasiswa 2013). Sementara itu di bidang fisika
diwajibkan untuk menempuh mata kuliah persamaan differensial digunakan untuk
kalkulus differensial dan kalkulus integral menganalisis gerak harmonik teredam
terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan pada (Fauzi 2011). Selain itu aplikasi persamaan
mata kuliah persamaan differensial, materi differensial juga digunakan pada rangkaian
di dalamnya melibatkan penggunaan listrik (Sembiring 2015), pada aplikasi di
konsep-konsep dan teknik-teknik derivatif bidang teknik, biologi, fisika, kimia,
dan integrasi yang masing-masing dipelajari ekonomi, dan lain sebagainya (Zainuddin
pada mata kuliah kalkulus differensial dan 2012).
kalkulus integral (Murtiyasa dan Khotimah Pada umumnya, persamaan differensial
2012). digolongkan menjadi dua yaitu persamaan
Persamaan differensial merupakan salah differensial biasa dan persamaan
satu alat yang digunakan untuk menyusun differensial parsial. Pada penelitian ini,
dan menyelesaikan model matematika yang hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah
dibentuk dari permasalahan di dalam persamaan differensial dibatasi pada materi
kehidupan sehari-hari (Kartono 1994; persamaan differensial biasa, yang meliputi

63
materi persamaan differensial tingkat satu, dengan permasalahan kontekstual. Kedua,
persamaan differensial linier tingkat satu, mahasiswa mengalami kesulitan dalam
persamaan differensial tingkat dua, memecahkan masalah yang melibatkan
persamaan differensial linier tingkat dua, penggunaan teknik-teknik derivatif dan
persamaan differensial tingkat tinggi, dan integrasi yang artinya berkaitan dengan
penerapan persamaan differensial. konsep-konsep yang harus dikuasai untuk
Sementara itu, sebagai mata kuliah memecahkan permasalahan persamaan
prasyarat, kalkulus differensial fokus differensial sebagaimana dikemukakan oleh
mempelajari tentang fungsi, limit fungsi, Horst (2004) pada kategori kesulitan yang
derivatif, derivatif dari berbagai macam kedua. Penelitian ini difokuskan pada
fungsi dan aplikasi derivatif (Hw 2007) kesulitan yang kedua, yaitu kesulitan yang
sedangkan kalkulus integral fokus terkait penerapan teknik-teknik derivatif
membahas tentang integral tak tentu, dan integrasi yang dipelajari di mata kuliah
integral dari berbagai macam fungsi, kalkulus differensial dan kalkulus integral
integral tertentu, dan penggunaan integral dan kontribusinya terhadap hasil belajar
tertentu (Hw 2003). mahasiswa pada mata kuliah persamaan
Rata-rata hasil belajar mahasiswa pada differensial.
mata kuliah persamaan differensial Sebagai mata kuliah prasyarat untuk
cenderung rendah (Zainuddin 2012). Hal mempelajari persamaan differensial,
senada terjadi di Program Studi Pendidikan kemampuan mahasiswa pada mata kuliah
Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu kalkulus differensial dan kalkulus integral
Pendidikan, Universitas Muhammadiyah dimungkinkan menjadi faktor yang secara
Surakarta, di mana prosentase mahasiswa signifikan mempengaruhi hasil belajar
yang memperoleh nilai A, AB, atau B mahasiwa pada mata kuliah persamaan
hanya berkisar antara10-30%. Hal ini differensial. Penelitian terdahulu
menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menunjukkan bahwa penguasaan
belum memperoleh hasil belajar yang mahasiswa pada mata kuliah prasyarat
maksimal. berpengaruh terhadap hasil belajar siswa
Menurut Horst (2004), pada atau mahasiswa (Zainuddin 2012; Septian
pembelajaran persamaan differensial, 2014; Paris dan Assidiqi 2014). Selain itu,
terdapat tiga kesulitan yang dialami oleh pengetahuan awal mahasiswa tentang
mahasiswa. Pertama, mahasiswa materi tertentu adalah prediktor terkuat dari
mengalami kesulitan dalam menentukan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah
model persamaan differensial yang tepat tertentu (Hailikari, Nevgi, dan Komulainen
untuk menyelesaikan masalah. Kedua, 2008; Seery 2009).
mahasiswa mengalami kesulitan terkait Berdasarkan uraian di atas, penelitian
konsep-konsep persamaan differensial. ini bertujuan untuk: (1) menguji
Ketiga, mahasiswa mengalami kesulitan signifikansi kontribusi kemampuan
dalam menginterpretasi penyelesaian terkait kalkulus differensial dan kalkulus integral
permasalahan yang dipecahkan. terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata
Sementara itu, berdasarkan observasi kuliah persamaan differensial, (2) menguji
pada pembelajaran persamaan differensial signifikansi kontribusi kemampuan
di kelas, mahasiswa cenderung kesulitan kalkulus differensial terhadap hasil belajar
pada dua hal. Pertama, mahasiswa kesulitan mahasiswa pada mata kuliah persamaan
dalam menterjemahkan permasalahan ke differensial, dan (3) menguji signifikansi
dalam bentuk model matematika kontribusi kemampuan kalkulus integral
sebagaimana kategori kesulitan pertama daterhadap hasil belajar pada mata kuliah
dikemukakan oleh Horst (2004). Hal ini persamaan differensial.
terjadi ketika mahasiswa berhadapan

64
METODE analisis statistik dilakukan dengan
Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan software SPSS.
kuantitatif karena melibatkan perhitungan
atau angka atau kuantitas (Sugiyono 2013). HASIL DAN PEMBAHASAN
Selain itu, berdasarkan tujuannya, Deskripsi data nilai kalkulus
penelitian ini merupakan penelitian differensial, kalkulus integral, dan
assosiatif karena bertujuan untuk persamaan differensial diberikan berturut-
mengetahui hubungan antara dua variabel turut pada Tabel 1, Tabel 2, dan Tabel 3.
atau lebih (Sugiyono 2013). Hubungan ini Tabel 1. Nilai Kalkulus Differensial
dapat berbentuk hubungan korelasional, Data Kemampuan
kontribusi satu variabel terhadap variabel Kalkulus
lainnya maupun hubungan sebab akibat. Differensial
Nilai Tertinggi 84.65
Penelitian ini difokuskan pada kontribusi Nilai Terendah 35.14
dua variabel bebas yaitu kemampuan Mean 63.93
kalkulus differensial dan kalkulus integral, Modus 50.40
dengan satu variabel terikat yaitu hasil Median 63.70
belajar mahasiswa pada mata kuliah Deviasi Standar 11.85
persamaan differensial.
Penelitian ini dilaksanakan di Program Tabel 2. Nilai Kalkulus Integral
Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Data Kemampuan
Kalkulus Integral
Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nilai Tertinggi 73.00
Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah, Nilai Terendah 56.00
Indonesia. Populasi dalam penelitian ini Mean 61.95
adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Modus 56.50
Matematika semester V Tahun Akademik Median 60.00
2015/2016 yang menempuh mata kuliah Deviasi Standar 5.81
persamaan differensial. Dengan teknik
sampling kuota, diperoleh 25 mahasiswa Tabel 3. Nilai Persamaan Differensial
Data Kemampuan
sebagai sampel penelitian. Pengumpulan Persamaan
data di dalam penelitian ini menggunakan Differensial
metode tes dan dokumentasi. Metode tes Nilai Tertinggi 83.64
digunakan untuk memperoleh nilai hasil Nilai Terendah 33.24
belajar mata kuliah persamaan differensial Mean 59.63
yang dilakukan dengan memberikan tes Modus 61.00
uraian. Sementara itu, metode dokumentasi Median 61.00
Deviasi Standar 13.95
digunakan untuk memperoleh nilai
kemampuan kalkulus differensial dan
Data pada tabel-tabel di atas
kalkulus integral yang masing-masing
menunjukkan bahwa nilai tertinggi pada
diperoleh dari dokumen nilai akhir
mata kuliah persamaan differensial lebih
mahasiswa pada semester I dan semester II.
tinggi daripada nilai tertinggi pada mata
Teknik analisis data pada penelitian ini
kuliah kalkulus integral dan sedikit lebih
dilakukan dengan menggunakan uji regresi
rendah daripada nilai tertinggi pada mata
linier ganda. Sementara itu, sebagai
kuliah kalkulus differensial. Hal yang
prasyarat dari analisis regresi linier ganda
berbeda terlihat dari nilai terendah pada
tersebut, terlebih dahulu dilakukan uji
mata kuliah persamaan differensial yang
normalitas, uji linieritas, uji
lebih tinggi dari nilai terendah pada mata
multikolinieritas, uji autokorelasi, dan uji
kuliah kalkulus differensial maupun pada
heteroskedastisitas (Sufren 2014). Seluruh
mata kuliah kalkulus integral. Hal senada
juga tampak pada deviasi standar pada nilai

65
mata kuliah persamaan differensial yang kalkulus integral terhadap hasil belajar
lebih tinggi daripada deviasi standar pada mahasiswa pada mata kuliah persamaan
nilai mata kuliah kalkulus differensial dan differensial.
kalkulus integral. Sebaliknya, mean pada 1. Kontribusi kemampuan kalkulus
nilai mata kuliah persamaan differensial differensial dan kalkulus integral
lebih rendah daripada mean pada nilai mata terhadap hasil belajar mahasiswa pada
kuliah kalkulus differensial dan kalkulus mata kuliah persamaan differensial.
integral. Berdasarkan hasil uji F atau uji
Berdasarkan hasil uji normalitas dengan simultan dengan   5% diperoleh hasil
Kolmogorov-Smirnov, variabel residu perhitungan nilai Fhitung = 18.315 > Ftabel
berdistribusi normal dan telah memenuhi = 3.44 sehingga H0 ditolak yang berarti
asumsi normalitas. Selanjutnya, uji bahwa ada korelasi secara simultan dari
linieritas menunjukkan bahwa X1 terhadap kemampuan kalkulus differensial dan
Y (kemampuan kalkulus differensial kalkulus integral terhadap hasil belajar
terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata mahasiswa pada mata kuliah persamaan
kuliah persamaan differensial) dan X2 differensial. Artinya kemampuan
terhadap Y (kemampuan kalkulus integral kalkulus differensial dan kalkulus
terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata integral memberikan kontribusi yang
kuliah persamaan differensial) masing- signifikan pada hasil belajar mahasiswa
masing mempunyai hubungan linier secara pada mata kuliah persamaan differensial.
signifikan. Adapun nilai koefisien determinasi
Sementara itu, hasil uji multikoinearitas simultan (R2) sebesar 0.63 yang berarti
dengan melihat nilai tolerance dan Variance prosentase sumbangan yang diberikan
Inflation Factor (VIF) menunjukkan bahwa oleh kemampuan kalkulus differensial
tidak terjadi masalah multikolinieritas. Uji dan kalkulus integral terhadap hasil
autokorelasi dengan Durbin Watson SPSS belajar mahasiswa pada mata kuliah
memberikan kesimpulan bahwa tidak persamaan differensial adalah sebesar
terjadi masalah autokorelasi. Pada uji 63%, sedangkan sisanya 37%
heteroskedastisitas dengan uji Glejser dipengaruhi oleh faktor lain di luar
menunjukkan bahwa tidak terdapat penelitian ini.
permasalahan heteroskedastisitas. Hal ini 2. Kontribusi kemampuan kalkulus
didukung dengan grafik scatter plot yang differensial terhadap hasil belajar
menunjukkan bahwa titik-titik menyebar mahasiswa pada mata kuliah persamaan
dengan pola yang tidak jelas di atas dan di differensial.
bawah angka nol pada sumbu Y. Berdasarkan hasil uji t atau uji parsial
Dengan terpenuhinya uji prasyarat dengan   5% diperoleh hasil
analisis tersebut, maka model regresi dapat perhitungan nilai thitung = 5.970 > ttabel =
digunakan. Dari data yang telah diperoleh 1,171 sehingga H0 ditolak yang berarti
didapat model regresi bahwa ada korelasi yang signifikan dari
Y  0.082  0.875 X 1  0.061X 2 . Lebih kemampuan kalkulus differensial
lanjut, dilakukan analisis dengan uji F dan terhadap hasil belajar mahasiswa pada
uji t untuk mengetahui kontribusi mata kuliah persamaan differensial.
kemampuan kalkulus differensial dan Artinya, kemampuan kalkulus
kalkulus integral terhadap hasil belajar differensial memberikan kontribusi yang
mahasiswa pada mata kuliah persamaan signifikan pada hasil belajar mahasiswa
differensial, kontribusi kemampuan pada mata kuliah persamaan differensial.
kalkulus differensial terhadap hasil belajar Adapun nilai koefisien determinasi
mahasiswa pada mata kuliah persamaan parsial (r2) sebesar 0.62 yang berarti
differensial, dan kontribusi kemampuan prosentase sumbangan yang diberikan

66
oleh kemampuan kalkulus differensial belajar mahasiswa pada mata kuliah
terhadap hasil belajar mahasiswa pada persamaan differensial.
mata kuliah persamaan differensial Hasil penelitian ini selaras dengan apa
dengan menganggap variabel kalkulus yang dikemukakan oleh Paris dan Assidiqi
integral bernilai konstan adalah sebesar (2014) bahwa kalkulus A (kalkulus
62%, sedangkan sisanya 38% differensial) dan kalkulus B (kalkulus
dipengaruhi oleh faktor lain. integral) masing-masing secara parsial
3. Kontribusi kemampuan kalkulus integral berpengaruh nyata terhadap persamaan
terhadap hasil belajar mahasiswa pada differensial. Akan tetapi, hal ini
mata kuliah persamaan differensial. bertentangan dengan hasil penelitian yang
Berdasarkan hasil uji t atau uji parsial menyatakan bahwa tidak ada kontribusi
dengan   5% diperoleh hasil kemampuan awal terhadap hasil belajar
perhitungan nilai thitung = 1.899 > ttabel = mata kuliah persamaan differensial
1,171 sehingga H0 ditolak yang berarti (Puspaningrum dan Khotimah 2015).
bahwa ada korelasi yang signifikan dari Munculnya hasil penelitian tersebut
kemampuan kalkulus integral terhadap dimungkinkan karena kemampuan awal
hasil belajar mata kuliah persamaan yang diteliti adalah kemampuan matematika
differensial. Artinya, kemampuan mahasiswa secara umum, tidak difokuskan
kalkulus integral memberikan kontribusi pada kemampuan awal mahasiswa terkait
yang signifikan pada hasil belajar materi prasyarat pada mata kuliah
mahasiswa pada mata kuliah persamaan persamaan differensial, dalam hal ini
differensial. Adapun nilai koefisien kalkulus differensial dan kalkulus integral.
determinasi parsial (r2) sebesar 0.14 Sementara itu, pada penelitian ini
yang berarti prosentase sumbangan yang kemampuan mahasiswa difokuskan pada
diberikan oleh kemampuan kalkulus kemampuan kalkulus differensial dan
integral terhadap hasil belajar mahasiswa kalkulus integral.
pada mata kuliah persamaan differensial Kontribusi signifikan dari kemampuan
dengan menganggap variabel kalkulus mahasiswa pada mata kuliah prasyarat juga
differensial bernilai konstan adalah didukung oleh hasil penelitian terdahulu.
sebesar 14%, sedangkan sisanya 86% Sebagai contoh, beberapa hasil penelitian
dipengaruhi oleh faktor lain. menyimpulkan pentingnya kemampuan
Hasil belajar mata kuliah persamaan prasyarat dalam mempelajari materi tertentu
differensial adalah bukti keberhasilan yang dan bagaimana kemampuan awal pada mata
dicapai setelah melalui proses belajar kuliah prasyarat tersebut dapat menjadi
mengajar, yang merupakan penguasaan prediktor pada prestasi belajar matematika
materi mahasiswa yang dinyatakan dalam (Septian 2014; Hailikari, Nevgi, dan
bentuk angka. Hasil penelitian Komulainen 2008). Hal senada juga
menunjukkan bahwa secara simultan dikemukakan oleh Seery (2009) untuk
maupun secara parsial kemampuan kalkulus kasus serupa di bidang kimia dan Baek dkk.
differensial dan kalkulus integral (2015) di bidang bahasa. Pengetahuan awal
memberikan kontribusi yang signifikan ini menjadi salah satu hal terpenting dalam
pada hasil belajar mahasiswa pada mata pembelajaran (Williams dan Lombrozo
kuliah persamaan differensial. Artinya, 2013; Taub dkk. 2014) sehingga kurangnya
peningkatan nilai hasil belajar yang terjadi penguasaan terhadap pengetahuan awal
pada kalkulus differensial dan kalkulus akan berdampak negatif terhadap proses
integral secara simultan maupun secara belajar siswa (Svinicki 1994). Untuk itu,
parsial memberikan kontribusi yang penguatan pada materi-materi inti dari mata
signifikan terhadap peningkatan hasil kuliah prasyarat menjadi hal yang penting

67
demi tercapainya hasil belajar yang antaranya pandangan siswa tentang
maksimal (Mustaqim 2014). matematika, kecemasan siswa terhadap
Selanjutnya, terkait dengan koefisien matematika (Al-Agili dkk. 2012).
determinasi, hasil penelitian menunjukkan Lebih khusus pada pembelajaran di
bahwa prosentase sumbangan yang cukup tingkat universitas, prestasi akademik
besar diberikan oleh kemampuan kalkulus mahasiswa dipengaruhi oleh hambatan
differensial dan kalkulus integral secara personal, motivasi, strategi belajar, dan
simultan (63%) terhadap hasil belajar pengaruh social (Richardson, Abraham, dan
mahasiswa pada mata kuliah persamaan Bond 2012). Oleh karena itu, selain
differensial. Sementara itu prosentase kemampuan mahasiswa pada materi
sumbangan yang cukup besar juga prasyarat, faktor-faktor di atas juga perlu
diberikan secara parsial oleh kemampuan menjadi pertimbangan. Sebagai contoh,
kalkulus differensial (62%) terhadap hasil terkait interaksi dan strategi pembelajaran
belajar mahasiswa pada mata kuliah pada mata kuliah persamaan differensial,
persamaan differensial. Sebaliknya, penggunaan Computer Algebraic System
sumbangan yang sangat kecil diberikan dapat menjadi alternatif strategi yang
oleh kemampuan kalkulus integral (14%) mempermudah mahasiswa dalam
pada hasil belajar mahasiswa pada mata memahami hubungan konsep-konsep
kuliah persamaan differensial. Prosentase matematika dan penerapannya di bidang
yang sangat kecil pada sumbangan dari teknik (Maat dan Zakaria 2011). Selain itu,
kemampuan kalkulus integral kemungkinan berkaitan dengan interaksi dan strategi
disebabkan oleh cakupan materi persamaan pembelajaran, penerapan model
differensial yang lebih banyak melibatkan pembelajaran inovatif juga dapat menjadi
teknik-teknik derivatif dibandingkan alternatif solusi untuk menciptakan iklim
dengan teknik-teknik integrasi (Kartono pembelajaran yang lebih baik (Zainuddin
1994; Murtiyasa dan Khotimah 2012; 2012).
Sugiyarto 2015).
Selain itu, sumbangan simultan sebesar SIMPULAN
63% menunjukkan bahwa terdapat 37% Berdasarkan tujuan penelitian dan
faktor lain di luar kalkulus differensial dan analisis hasil penelitian yang telah
kalkulus integral yang mempengaruhi hasil diuraikan di atas, maka dapat ditarik
belajar mahasiswa pada persamaan kesimpulan sebagai berikut: (1) ada
differensial. Demikian pula dengan kontribusi yang signifikan dari kemampuan
sumbangan parsial sebesar 62% untuk kalkulus differensial dan kalkulus integral
kalkulus differensial dan 14% untuk secara simultan terhadap hasil belajar
kalkulus integral yang mengindikasikan mahasiswa pada mata kuliah persamaan
bahwa terdapat berturut-turut 38% dan 86% differensial dengan koefisien determinasi
faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar simultan sebesar 0.63, (2) ada kontribusi
mahasiswa pada mata kuliah persamaan yang signifikan dari kemampuan kalkulus
differensial di luar kalkulus differensial differensial terhadap hasil belajar
maupun kalkulus integral. Hal ini didukung mahasiswa pada mata kuliah persamaan
oleh hasil penelitian dari (Fatokun dan differensial dengan koefisien determinasi
Omenesa 2015; Reyes dkk. 2012) yang parsial sebesar 0.62, dan (3) ada kontribusi
menyatakan bahwa selain kemampuan yang signifikan dari kemampuan kalkulus
awal, interaksi pembelajaran memberikan integral terhadap hasil belajar mahasiswa
pengaruh signifikan terhadap prestasi pada mata kuliah persamaan differensial
belajar siswa. Selain interaksi pembelajaan, dengan koefisien determinasi parsial
terdapat faktor-faktor lain yang sebesar 0.14. Kesimpulan penelitian di atas
mempengaruhi hasil belajar siswa, di menunjukkan signifikansi pengaruh

68
kalkulus differensial dan kalkulus integral Baek, Youngkyun, Yan Xu, Sanghoon Han,
baik secara simultan maupun secara parsial and Jungwon Cho. 2015. “Exploring
sebagai kemampuan prasyarat dari mata Effects of Intrinsic Motivation and
kuliah persamaan differensial. Prior Knowledge on Student
Berlandaskan pada adanya pengaruh Achievements in Game-Based
yang signifikan tersebut, maka perlu Learning.” Smart Computing Review 5
ditekankan tentang pentingnya penguasaan (5): 368–77. doi:10.6029.
yang matang pada mata kuliah prasyarat Fatokun, K. V. F., and K. A. Omenesa.
oleh mahasiswa sebelum mengambil mata 2015. “Effect of Prior Knowledge and
kuliah tertentu. Artinya, mahasiswa harus Classroom Interactions on Students’
menguasai kalkulus differensial dan Achievement in Chemistry.” African
kalkulus integral merupakan sebelum Educational Research Journal 3 (3):
mengambil mata kuliah persamaan 184–89.
differensial. Oleh karena itu, ketika Fauzi, A. 2011. “Analisis Gerak Harmonik
menempuh mata kuliah kalkulus Teredam (Damped Harmonic Motion)
differensial dan kalkulus integral, dosen dan Dengan Spreadsheet EXCEL.” Orbith
mahasiswa perlu memaksimalkan proses 7 (2): 1–5.
belajar untuk meningkatkan kemampuan Hailikari, Telle, Anne Nevgi, and Erkki
mahasiswa. Hal ini diharapkan dapat Komulainen. 2008. “Academic
membawa dampak positif pada hasil belajar Self‐beliefs and Prior Knowledge as
mahasiswa pada mata kuliah persamaan Predictors of Student Achievement in
differensial. Selain itu, jika diperlukan, Mathematics: A Structural Model.”
scaffolding terkait teknik-teknik Educational Psychology: An
differensiasi dan integrasi dapat dilakukan International Journal of Experimental
agar mahasiswa mencapai hasil belajar Educational Psychology 28 (1): 59–71.
yang maksimal. Scaffolding ini dapat doi:10.1080/01443410701413753.
difokuskan pada teknik-tenik yang sering Horst, Erin. 2004. “Examining Differences
dipakai pada pemecahan masalah in Student Achievements in
persamaan differensial. Differential Equations.” PSU McNair
Selain kemampuan kalkulus differensial Scholars Online Journal 1 (1): 165–
dan kalkulus integral, terdapat banyak 79.
faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil Hw, Slamet. 2003. Kalkulus II. Surakarta:
belajar persamaan differensial. Oleh karena Muhammadiyah University Press.
itu, mahasiswa dan dosen harus ———. 2007. Kalkulus I. Surakarta:
memperhatikan dan mempertimbangkan Muhammadiyah University Press.
faktor-faktor tersebut agar tidak menjadi Kartono. 1994. Penuntun Belajar
penghambat, akan tetapi justru menjadi Persamaan Differensial. Yogyakarta:
pendukung tercapainya hasil belajar yang Andi Offset.
maksimal. Maat, Siti Mistima, and Effandi Zakaria.
2011. “Exploring Students’
Understanding of Ordinary
DAFTAR PUSTAKA Differential Equations Using
Al-Agili, Mohamed Z.G., Mustafa Bin Computer Algebraic System (CAS).”
Mamat, Lazim Abdullah, and Hamdan The Turkish Online Journal of
Abdul Maad. 2012. “The Factors Educational Technology 10 (1): 123–
Influence Students’ Achievement in 28.
Mathematics: A Case for Libyan's Murtiyasa, Budi, and R. P. Khotimah. 2012.
Students.” World Applied Sciences Persamaan Differensial. Surakarta:
Journal 17 (9): 1224–30. Muhammadiyah University Press.

69
Mustaqim, M. 2014. “Scaffolding Process Matakuliah Analisis Real.” ATIKAN:
Based on Diagnosis Students Jurnal Kajian Pendidikan 4 (2): 179–
Difficulties in Solving Linear Program 88.
by Using Mapping Mathematic.” Sufren, Yoathan Nathael. 2014. Belajar
Jurnal Pendidikan Sains 1 (1): 72–78. Otodidak SPSS Pasti Bisa. Jakarta:
Paris, M. A., and H Assidiqi. 2014. “. Elex Media Komputindo.
Pengaruh Penguasaan Mahasiswa Pada Sugiyarto. 2015. Persamaan Differensial.
Mata Kuliah Prasyarat Terhadap Mata Yogyakarta: Binafsi Publisher.
Kuliah Persamaan Diferensial Di Sugiyono. 2013. Metode Penelitian
Jurusan Pendidikan Matematika Tahun Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D.
Akademik 2013/2014.” Jurnal Bandung: Alfabeta.
Pendidikan Matematika 1 (1). Svinicki, M. 1994. “What They Don’t
Puspaningrum, Ika Ratna, and Rita P. Know Can Hurt Them: The Role of
Khotimah. 2015. “Kontribusi Prior Knowledge in Learning.”
Kemampuan Awal, Minat, Dan Teaching Excellence 5 (4): 1–2.
Kemandirian Mahasiswa Terhadap Taub, M., R. Azevedo, F. Bouchet, and B
Hasil Belajar Mata Kuliah Persamaan Khosravifar. 2014. “Can the Use of
Differensial.” In Prosiding Seminar Cognitive and Metacognitive Self-
Nasional Pendidikan Matematika Regulated Learning Strategies Be
UMS 2015, edited by Sumardi, Predicted by Learners’ Levels of Prior
Sutarni, and Sri Rejeki, 12–22. Knowledge in Hypermedia-Learning
Surakarta: Muhammadiyah University Environments?” Computers in Human
Press. Behavior 39: 356–67.
Reyes, Maria R., Marc A. Brackett, Susan Tjolleng, A., H. A. Komalik, and J. D.
E. Rivers, Mark White, and Peter Prang. 2013. “Dinamika
Salovey. 2012. “Classroom Emotional Perkembangan HIV/AIDS Di Sulawesi
Climate, Student Engagement, and Utara Menggunakan Model Persamaan
Academic Achievement.” Journal of Differensial Non Linier SIR
Educational Psychology 104 (3): 700– (Susceptible, Infectious, and
712. Reccovered).” Jurnal Ilmiah Sains 13
Richardson, Michelle, Charles Abraham, (1): 9–14.
and Rod Bond. 2012. “Psychological Williams, J. J., and T Lombrozo. 2013.
Correlates of University Students’ “Explanation and Prior Knowledge
Academic Performance: A Systematic Interact to Guide Learning.” Cognitive
Review and Meta-Analysis.” Psychology, 66 (1): 55–84.
Psychological Bulletin 138 (2): 353– Zainuddin. 2012. “Meningkatkan Hasil
87. Belajar Persamaan Differensial Pada
Seery, Michael K. 2009. “The Role of Prior Penerapan Model Pembelajaran
Knowledge and Student Aptitude in Pencapaian Konsep Mahasiswa
Undergraduate Performance in Pendidikan Matematika.” Kreatif 15
Chemistry: A Correlation-Prediction (1): 76–84.
Study.” Chemistry Education Research
and Practice 10 (3).
Sembiring, T. 2015. “Aplikasi Persamaan
Differensial Pada Rangkaian Listrik.”
Epsilon 4 (2).
Septian, Ari. 2014. “Pengaruh Kemampuan
Prasyarat Terhadap Kemampuan
Penalaran Matematis Dalam

70