Anda di halaman 1dari 11

MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN

SUMBER: MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN NO. 02/M/BM/2017


KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DIREKTORAT JENDRAL BINA MARGA
PROVINSI : KALIMANTAN TENGAH NO.PAKET :
KABUPATEN : KOTAWARINGIN BARAT PANJANG RUAS
RUAS JALAN : JALAN SAMARI - STADION - PINANG MERAH

1. MENENTUKAN NILAI CBR

100
90
80
70
60
50
40
30
20
10

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
GRAFIK PENENTUAN HARGA CBR YANG MEWAKILI

Dari grafik penentuan nilai CBR di dapat nilai CBR yg mewakili adalah = 5,2

2. MENENTUKAN NILAI DDT DARI DATA CBR


dengan rumus DDT = 4,3 log CBR +1,7
didapat DDT = 4.8

3. MENGHITUNG LHR
a. Data Status Jalan dan Daya Dukung
- Peranan jalan : Jalan Kolektor
- Dari Grafik CBR(%) yang mewakili : 5.2
- Berdasarkan hitungan diperoleh DDT : 4.8

b. Data Lalu--lintas rencana


- Peranan jalan : Jalan Kolektor
- Tipe jalan : 1 Jalur 1 arah
- Rencana jenis pekerjaan : lentur
- Curah hujan rata-rata-n tahun : 1900 - 2500 mm/tahun(dari tabel B.1)
- Umur rencana : 10 Tahun
- Angka pertumbuhan lalu lintas : 3,5 (dari tabel 4.1, halaman 4-2)
- Kelandaian rata-rata jalan : <6%

Kode Alt. 6.1 - Truck 2 sumbu-cargo ringan : 205 kendaraan/hari


Kode Alt. 6.2 - Truck 2 sumbu- ringan : 9 kendaraan/hari
Kode 2,3,4 - Sedan/angkot/pikup : 374 kendaraan/hari

No.Jenis Kendaraan Jumlah Harian Kode


1 Truck 2 sumbu-cargo ringan 205 6.1
2 Truck 2 sumbu- ringan 9 6.2
3 Sedan/angkot/pikup 374 2,3,4
Jumlah total 588

menentukan umur rencana (n tahun) diambil dari tabel 2.1 bahwa umur rencana minimal = 10 tahun
c. Menentukan nilai Faktor Ekivalen Beban (Vehicle Damage Factor)
Berdasarkan tabel 4.4 halaman 4-5 menentukan nilai VDF masing-masing jenis kendaraan niaga maka di
ambil nilai VDF adalah untuk wilayah kalimantan yaitu VDF 5
- beban aktual 8 ton = 0.5
- beban aktual 13 ton = 8.5

d. Perhitungan beban sumbu standar komulatif- Comulative Equivalen Single Axle Load(CESAL)
di hitung dengan ketentuan sebagtai berikut :

Pertumbuhan lalu-lintas selama umur rencana dihitung dengan faktor pertumbuhan komulatif (Comulative Growth Factor)

Laju pertumbuhan lalui-lintas berdasarkan tabel 4.1


( 1 + 0,01 x 3,5 )10 -1
R=
(0,01 x 3,5)

R= 11.73

Kemudian dihitung Beban Sumbu Standar Komulatif dihitung berdasarkan rumus ESA

Jumlah hari
Jenis kendaraan LHR VDF 5 DD DL R ESA TH-1
pertahun
Truck 2 sumbu-cargo ringan 205 365 0.5 0.5 1 11.73 219,450.37
Truck 2 sumbu-ringan 9 365 8.5 0.5 1 11.73 163,784.91
Jumlah 383,235.29
CESA 5 FF1 < 0,5 ⁶
dari perhitungan diperolah CESA⁵ = FF1 < 0,5⁶, sehingga berdasarkan komulatif beban sumbu dengan usia
rencana 10 tahun pada lajur rencana maka struktur perkerasan dapat ditentukan.

4. PENENTUAN STRUKTUR DESAIN PERKERASAN LENTUR

5 cm HRS-WC

15 cm LFA-KLS A

15 cm LFA-KLS B

5. KESIMPULAN
Dari hasil perhitungan tabel perkerasan jalan berdasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) No. 04/SE/Db/2017 untuk
perencanaan pekerjaan pada ruas penagananJalan Samari - Stadion - Pinang Merah Diperoleh dimensi penanganan untuk tebal
perkerasan sebagai berikut :
a. perkerasan lentur yang digunakan adalah Lataston HRS WC = 5,0 cm
b. Perkerasan lapis Fondasi Agregat Kls A di atas permukaaan eksisting badan jalan dengan tebal = 15 cm
c. Perkerasan lapis Fondasi Agregat Kls B di atas permukaaan eksisting badan jalan dengan tebal = 15 cm

Anda mungkin juga menyukai