Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN MAGANG MANDIRI

DI KLINIK BOGOR PET CENTER


29 JANUARI – 28 FEBRUARI 2018

Oleh:
Muammar Khodafi

KLINIK HEWAN 24 JAM


BOGOR PET CENTER
JALAN MAYJEN ISHAK DJUARSA NO 236
2018

i
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................................ ii


PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1
Latar Belakang ....................................................................................................... 1
Tujuan ................................................................................................................... 2
Manfaat ................................................................................................................ 2
PELAKSANAAN KEGIATAN........................................................................................... 2
Waktu dan Tempat Kegiatan ................................................................................... 2
Metode Pelaksanaan Kegiatan ................................................................................ 2
MANAJEMEN KLINIK HEWAN ...................................................................................... 3
Profil Klinik Hewan Bogor Pet Center ....................................................................... 3
Sistem Penerimaan Pasien di Bogor Pet Center ........................................................ 4
Kegiatan Pelayanan Kesehatan di Klinik Hewan Bogor Pet Center ............................. 5
TEMUAN KASUS......................................................................................................... 6
Feline Lower Urinary Tract Disease pada kucing ....................................................... 6
Patogenesis Terbentuknya Kristal struvite pada kasus FLUTD.................................... 7
PENUTUP .................................................................................................................. 8
Simpulan ............................................................................................................... 8
Saran..................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 9
LAMPIRAN............................................................................................................... 10
Lampiran 1 Dokumentasi Kegiatan ....................................................................... 10
Lampiran 2 Rekapitulsi kasus di Klinik Hewan Bogor Pet Center ... Error! Bookmark
not defined.

ii
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesejahteraan hewan semakin hari
semakin meningkat, hal ini ditandai dengan semakin banyak nya masyarakt
mendomestikasi hewan untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan. Terlebih dengan
semakin maju nya teknologi dan informasi, masyaraka semakin menjadi lebih
mudah merawat hewan dengan baik dan benar. Kondisi ini merupakan suatu
peluang dan tantangan nyata bagi dokter hewan, agar dapat berperan aktif dalam
menjaga kesehatan hewan itu sendiri. Kesehatan hewan sangat penting dijaga
karena penyakit pada hewan dapat menular ke manusia yang berdampak pada
kesehatan manusia. Berhubungan dengan hal tersebut, tenaga medis veteriner
sangat dibutuhkan dan diperbanyak jumlah nya di Indonesia. Peningkatan jumlah
tenaga medis veteriner ini dibutuhkan karena saat ini jumlah dokter hewan di
Indonesia masih belum dapat memenuhi kebutuhan akan pelayanan medis
veteriner. Ditambah dengan animo masyarakat yang semakin tinggi dalam
memelihara hewan khususnya hewan kecil seperti anjing dan kucing, keberadaan
dokter hewan sangat dibutuhkan supaya tidak terjadi penyebaran penyakit menular
dari hewan ke manusia maupun sebaliknya yang dikenal dengan zoonosis.
Dokter hewan di Indonesia dapat menjadi salah satu profesi yang turut andil
dalam perkembangan dan pertumbuhan ekonomi bangsa. Profesi yang dituntut
memberikan pelayanan medis terhadap hewan baik yang didomestikasi maupun liar
serta mampu melestarikan lingkungan di Indonesia. Pelayanan medis veteriner
dibidang hewan kesayangan atau yang didomestikasi dilakukan oleh dokter hewan
praktisi. Hewan kesayangan seperti anjing dan kucing mempunyai resiko tinggi
dalam penyebaran penyakit, baik menular ke hewan lain maupun ke manusia. Oleh
karena itu keberadaan dokter hewan praktisi sangat dibutuhkan, mengingat
tingginya kebutuhan akan dokter hewan praktisi dan kesadaran masyarakat akan
kesehatan hewan semakin meningkat. Dokter hewan praktisi merupakan profesi
yang dapat dijadikan sebagai usaha yang bernilai ekonomi tinggi. Proses untuk
menjadi dokter hewan yang baik, mahasiswa dituntut mempelajari semua ilmu yang
didapat diperkuliahan serta mahasiswa juga harus mampu mengaplikasikan
ilmunya melalui praktik lapang diantaranya melalui kegiatan magang.

1
Tujuan

Tujuan dari kegiatan magang ini adalah memberi wawasan lebih tentang
bagaimana upaya-upaya pencegahan, penanganan dan pengendalian penyakti pada
hewan kesayangan, meningkatkan daya soft skill dalam melakukan penanganan
medis veteriner di bidang hewan kesayangan, melatih kemampuan berkomunikasi
dengan klien serta dapat mengenal lebih banyak kolega dokter hewan praktisi.

Manfaat

Manfaat yang diperoleh dari kegiatan magang ini adalah memberikan


pengalaman dan pengajaran baru yang tidak didapatkan di perkuliahan serta
meningkatkan hubungan silahturahmi antar kolega lintas angkatan, dan menambah
pengetahuan dalam hal manajemen kesehatan hewan kesayangan.

PELAKSANAAN KEGIATAN

Waktu dan Tempat Kegiatan


Kegiatan magang ini dilaksanakan pada tanggal 29 Januari – 28 Februari
2018 di Klinik Bogor Pet Center, Ruko The Lokatmala, Jalan Mayjen Ishak Djuarsa
Nomor 236, Loji, Bogor.

Metode Pelaksanaan Kegiatan


Kegiatan magang mandiri ini mengikuti jadwal yang dibuat berdasarkan
kesepakatan dengan pihak klinik dan secara umum mengikuti sistem pelayanan
harian di klinik. Kegiatan harian dimulai pukul 08.00 sampai 17.00. Pukul 08.00
sampai 09.00 WIB dilakukan sanitasi kandang dan pengobatan pagi untuk pasien
rawat inap non infeksius dibawah bimbingan dokter hewan rawat inap dan
paramedis. Pukul 09.00 sampai 12.00 WIB kegiatan berupa membantu pelayanan
kesehatan hewan di poliklinik dan pragrooming dibawah bimbingan dokter hewan
poliklinik. Kemudian dilanjutkan dengan istirahat dari pukul 12.00 hingga 13.00
dan dilanjutkan kembali pukul 13.00 hingga 17.00 untuk praktik di poliklinik,
monitoring pasien rawat inap non infeksius, dan pengobatan sore pasien rawat inap
infeksius. Setelah itu dilanjutkan jadwal dari jam 17.00-21.00 kegiatan praktik
pokiklinik dan monitoring pasien rawat inap infeksius. Terakhir jam 21.00-08.00

2
dilakukan kegiatan praktik poliklinik emergensi, monitoring pasien rawat inap
infeksius serta pengobatan malam pasien rawat inap infeksius. Jadwal kegiatan
harian di Klinik Hewan Bogor Pet Center dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1 Jadwal harian magang di Klinik Hewan Bogor Pet Center
Waktu Kegiatan Koordinator
08.00-09.00  Sanitasi kandang Drh RI dan Paravet
 Pengobatan pagi RI non
infeksius
09.00-12.00  Poli Drh poli
 Pengobatan pagi RI non
infeksius
 Pragrooming
12.00-13.00 ISHOMA
13.00-17.00  Poli Drh poli dan Drh RI
 Post grooming
 Monitoring RI non infeksius
 Pengobatan sore RI infeksius
17.00-21.00  Poli Drh poli dan Drh RI
 Monitoring RI infeksius
 Pengobatan malam RI non
infeksius
21.00-08.00  Poli emergensi Drh Poli dan Paravet
 Monitoring RI non infeksius
 Pengobatan pagi RI infeksius

MANAJEMEN KLINIK HEWAN

Profil Klinik Hewan Bogor Pet Center


Klinik hewan Bogor Pet Center yang mulanya bernama Bogor Pet Clinic
didirikan pada bulan September 2014 oleh Drh Mustika Hidayati dan Drh Dodi
Irwan Suparno. Klinik ini merupakan klinik kedua setelah Pet Care Center yang
didirikan oleh pemilik sekaligus kepala klinik yaitu Drh Mustika dan Drh Dodi di
Metro, Lampung pada tahun 2009. Selanjutnya, klinik ketiga yang didirikan adalah
Happy Pow Pet Center di Ciputat yang didirikan pada tahun 2017. Pertama kali
dibangun, Bogor Pet Clinic berlokasi di Jalan Aria Surialaga. Bermula dari inisiatif
pemilik yang menyadari bahwa saat ini animo masyarakat mengenai kesehatan
hewan semakin tinggi. Dilihat dari semakin banyaknya penggemar hewan
kesayangan terutama di daerah Bogor yang mulai perhatian terhadap keadaan

3
hewan peliharaanya. Jam kerja klinik pertama kali masih berlangsung selama 12
jam yaitu dari pukul 8.00 hingga 20.00 WIB. Setelah itu Bogor Pet Clinic pindah
ke Jalan Mayjen Ishak Djuarsa Nomor 236 pada tahun 2016 dan nama klinik
berubah menjadi Bogor Pet Center hingga saat ini.
Bogor Pet Center memiliki 5 dokter hewan rawat inap, 4 dokter hewan
poliklinik, 4 paramedis, 2 groomer, 1 helper, dan 2 tim administrasi. Beranjak dari
Visi yaitu ingin menjadikan klinik hewan nomor satu di Kota Bogor 2020, klinik
hewan Bogor Pet Center melakukan beberapa inisiasi diantaranya merubah jam
kerja menjadi 24 jam. Hal ini juga didukung dengan melihat cukup banyaknya
penanganan kasus emergensi seperti tabrakan, kelahiran, atau kasus emergensi
lainnya, sehingga menginisiasi pemilik untuk menjadikan klinik buka selama 24
jam. Beberapa terobosan baru yang juga diinisiasi oleh klinik ini setelah pindah
lokasi adalah meningkatkan pelayanan seperti jasa antar jemput pasien, house call,
pelayanan yang cepat, dan selalu mem-follow up keadaan pasien kepada klien atau
pemilik hewan dengan selalu mengaktifkan pusat informasi melalui media sosial
seperti WhatsApp.

Sistem Penerimaan Pasien di Bogor Pet Center

Secara umum sistem penerimaan pasien di Bogor Pet Center dapat dilihat
pada Gambar 1 mengenai alur penerimaan pasien. Rekapitulasi data pasien dapat
dilihat pada Lampiran 2.
Pendataan pasien dan identitas
pemilik hewan

Check Up Grooming Jasa Penitipan Hewan (Pet


Hotel)

Pemeriksaan pasien oleh Pemeriksaan pasien oleh Pemeriksaan pasien oleh


dokter hewan poliklinik dokter hewan poliklinik dokter hewan poliklinik

Rawat Jalan Suntik Diterima Ditolak Diterima


Ulang
Rawat Inap
Non Grooming Grooming
Rawat Inap Kering Basah
Semi
Rawat Inap Sehat Kutu
Jamur Kombina
Isolasi
Gambar 1 Alur penerimaan pasien di Klinik Hewan Bogor Pet Center si

4
Kegiatan Pelayanan Kesehatan di Klinik Hewan Bogor Pet Center

Jam kerja Klinik Bogor Pet Center atau BPC buka selama 24 jam. Terdapat
3 putaran jam kerja untuk dokter poliklinik, dokter rawat inap, dan paramedik
veteriner di setiap harinya yaitu shift pagi, sore, dan malam. Shift pagi dimulai pukul
08.00 hingga 17.00, shift sore dimulai pukul 16.00 hingga 24.00, dan shift malam
dimulai pukul 23.00 hingga 08.00. Sedangkan jam administrasi dimulai dari pukul
08.00 hingga 21.00. Penerimaan pelayanan grooming dimulai dari pukul 08.00
hingga 16.00 WIB.
Pelayanan kesehatan di Klinik Hewan Bogor Pet Center meliputi jasa rawat
inap, pet hotel, poliklinik, dan panggilan dokter ke rumah (house call). Selama
berlangsungnya kegiatan pelayanan kesehatan di klinik, ditemukan sejumlah kasus
pada hewan. Kasus-kasus yang ditemukan selama kegiatan magang dilihat pada
Tabel 2.
Tabel 2 Rekapitulasi kasus pasien rawat inap di Klinik Hewan Bogor Pet Center
pada tanggal 13 – 25 November 2017
No Kasus Jumlah
1 Suspect calicivirus 5
2 Feline Lower Urinary Tract Disease / FLUTD 1
3 Parasit darah 3
4 Gingivits 4
5 Gastritis 1
6 Ovario histerektomi 1
7 Helminthiasis 4
8 Feline Panleukopenia Virus 7
9 Skabies 2
10 Earmite 2
11 Vulnus kaki depan 3
12 Cat flu 1
13 Vaksin F3 10
14 Dermatohytosis 1
15 Leptospira 1
16 Glaukoma 1
17 Omphalitis 1
18 Ringworm 1
19 Paringitis 1
20. Hair ball 1

5
TEMUAN KASUS

Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) pada kucing

Salah satu kasus yang ditemukan selama magang adalah Feline Lower
Urinary Track Disease (FLUTD). Pasien adalah seekor kucing jantan yang berumur
lebih kurang 2 tahun bernama Tigor. Pasien datang tanggal 12 Februari 2018 dan
didapat anamnesa dari klien vesika urinaria (VU) menegang dan keras serta
mengalami hematuria atau mengeluarkan darah dalam urin serta dysuria atau
kesulitan dalam urinasi. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik pada pasien dan
diperoleh data berat badan dan suhu. Berat badan mencapai 3,38 Kg dan suhu tubuh
berkisar 36,9oC. Kemudian dilakukan palpasi regio abdomen dan didapatkan
adanya masa keras pada VU. Proses diagnosa kemudian dilanjutkan dengan
pemeriksaan penunjang yakni pemeriksaan Ultrasonography atau USG pada bagian
abdomen kucing. Pemeriksaan USG dilakukan di klinik hewan Bogor Pet Center
menggunakan USG 2 dimensi. Hasil USG menunjukkan kelainan pada VU dan
didapat sebuah massa padat pada urin. Pengamatan pada VU didapatkan keterangan
bahwa, dinding VU mengalami ketebalan mencapai 2 mm sedangkan ketebalan
dinding normal VU pada kucing adalah 1.3-1.7 mm. Selain itu didapatkan juga
keadaan mukosa yang tidak rata dan adanya masa hypoechoic dengan bayangan
acoustic shadowing yang menyerupai bentuk kristal. Pemeriksaan urin juga
dilakukan yaitu urin diambil dengan cara memasang urine catheter pada penis
pasien. Dilakukan massage (pemijitan) pada VU supaya urin dapat dialirkan keluar.
Setelah urin berhasil diambil, urin diperiksa di bawah mikroskop dan terlihat jelas
terdapat kristal berjenis struvite pada urin tersebut. Berdasarkan keterangan tersebut
dapat di diagnosa bahwa pasien mengalami Feline Lower Urinary Track Disease
(FLUTD). FLUTD atau juga dapat dikenal dengan Feline Urologic Syndrome
(FUS) merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada Vesika Urinaria
(VU) dan uretra kucing terutama kucing jantan. Gangguan pada uretra terjadi
disebabkan oleh struktur uretra kucing jantan yang berbentuk seperti tabung
memiliki bagian yang menyempit sehingga sering menimbulkan penyumbatan urin
dari VU ke luar tubuh (Indahsari dan Zuhdi 2017). FLUTD paling sering
diakibatkan oleh adanya penumpukan kristal berjenis struvite yang menyumbat

6
uretra, penumpukan kristal ini merupakan akibat dari urolithiasis (Canello et al
2017).
Terapi yang diberikan kepada pasien di atas meja periksa adalah Flushing
NaCl menggunakan urine catheter untuk mengambil urin beserta masa kristal
sampai berkurang dan tidak lagi menyumbat uretra. Pemberian antibioti untuk
mencegah terjadinya infeksi sekunder juga dilakukan, yaitu diberikan Ceftrioxone
dan Amoxicillin 0,02 mg/KgBB intra VU, serta cefixime 1 ml per oral. Gambar
hasil flushing NaCl hari pertama dapat dilihat pada lampiran 1. Hari pertama
flushing NaCl masih banyak terdapat endapan kristal disertai dengan adanya darah
pada urin. Pasien dibawa ke ruang rawat inap untuk dapat diberi tindakan medis
dan dikontrol selama 24 jam dibawah pengawasan dokter hewan Rawat Inap (RI)
agar kondisi pasien dapat ditingkatkan secara optimal. Selama pengobatan rawat
inap pasien diberikan medikasi Drug of choice (DOC) yaitu cystaid 1 kapsul yang
berguna meregenasi atau mengembalikan lapisan dinding uretra yang mengalami
luka dan peradangan akibat adanya obstruksi kristal pada VU serta diberikan
vitamin B kompleks untuk meningkatkan fisiologis tubuh pasien kembali.
Dilakukan flushing kembali setiap pengobatan RI dan dilihat apakah ada perubahan
pada urin pasien. Pemberian antibiotik yang dipiliha adalah Ceftrioxone 1-2 cc intra
VU, Cefadroxil 22 mg/kgBB dan Amoxilin clavulanate 62,5 mg/kgBB diberikan
sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pengomatan RI pagi dan malam. Pengobatan RI
terus dilakukan sampai tidak lagi terlihat adanya masa kristal pada urin melalui
flushing NaCl. Pasien dipulangkan pada tanggal 15 Februari 2018 karena kondisi
urin sudah membaik dan tidak ditemukan lagi masa kristal struvite yang
menyumbat dan kondisi fisiologis tubuh nya sudah normal kembali.

Patogenesis terbentuknya kristal struvite pada kasus FLUTD

Pasien yang menderita FLUTD biasa nya menunjukkan gejala klinis berupa
dysuria, pollakiuria, hematuria, periuria dan perubahan sifat seperti leibih agresif
(Gunn-Moore 2003). Sebagian besar FLUTD diakibatkan oleh pembentukan kristal
(paling sering struvite) di dalam VU. Kristal tersebut kemudian akan menyebabkan
inflamsi, perdarahan pada urin (hematuria) dan kesulitan buang air kecil (dysuria)
(Indahsari 2017). Kristal struvite ini terbentuk dari pemberian pakan kering secara

7
terus menerus. Pada pakan kering terkandung ion-ion MgO2 dan MgSO4 yang
bersifat basa. Urin yang bersifat basa akan membuat ion Mg, Phospat, dan
ammonium akan mengkristal membentuk kristal struvite. Kristal ini yang akan
menyebabkan obstruksi VU dan hemoragi pada urettra (Fauziah 2015). Keberadaan
kristal ini yang menghambat aliran urin keluar sehingga terjadi tekanan ke dinding
uretra yang mengakibatkan pasien susah untuk urinasi (dysuria), adanya hemoragi
dan inflamasi pada dinding uretra, sampai terjadinya hematuria. Kasus penyakit
FLUTD ini apabila dibiarkan akan mengakibatkan adanya pembentukan calculi
atau batu pada VU yang lebih dekanl dengan urolithiasis. Apabila pasien sudah
terkena urolithiasis maka penangan medis yang lebih sering digunakan adalah
tindakan bedah (Canello et al 2017). Kucing dengan ras Siamese mempunyai resiko
lebih rendah terkena FLUTD dibandingkan kucing dengan ras Persian. Kucing
jantan lebih sering mengidap penyakit ini dibandingkan kucing betina,
pembentukan kristal struvite dan batu kalkuli oxalate lebih sering terbentuk pada
kucing muda dibandingkan kucing tua (Canello et al 2017).

PENUTUP

Simpulan

Secara umum kegiatan magang di klinik hewan Bogor Pet Center sudah
terlaksana dengan baik. Kegiatan magang ini sudah memberikan pengalaman baru
dalam melakukan tindakan medis veteriner di bidang hewan kecil serta dapat
melatih kemampuan berkomunikasi dan percaya diri. Pihak klinik sudah menjadi
wadah untuk menggali ilmu dan pengalaman baru yang dapat diterapkan
dikemudian hari oleh peserta magang mandiri. Selain itu peserta magang
mendapatkan lebih banyak kenalan kolega dokter hewan maupun paramedic dari
berbagai lintas angkatan yang tentu saja dapat mempererat jalinan silahturahmi.

Saran

Mahasiswa magang

Kemampuan dalam mempelajari berbagai pemilihan drug of choice alangkah


baiknya lebih ditingkatkan dan diajarkan lebih mendalam, supaya peserta magang
lebih mengerti setiap kedatang pasien medikasi apa yang harus diberikan. Peserta

8
magang sebaiknya lebih meningkatkan kemampuan komunikasi dengan kien
dengna lebih baik lagi sehingga klien juga lebih merasa senang.

Klinik Hewan

Secara umum fasilias yang ada sudah baik untuk ukuran klinik yang sedang
berkembang, upaya yang dilakukan untuk membangun klinik ini menjadi lebih
besar sudah sangat baik dengan cara membuka jam klinik menjadi 24 jam.
Disarankan adanya penambahan fasilitas lab untuk pemeriksaan darah baik itu
histopatoligi maupun kimia darahnya untuk meminimalisir kejadian yang tidak
diinginkan, penambahan peralatan penunjang seperti x-ray dan USG 3 dimensi
disarankan selalu stanby sehingga hasil diagnosa dapat ditentukan dengan akurat
dan lebih mudah.

DAFTAR PUSTAKA

Canello S, Centenaro S, Guidetti G. 2017. Nutraceutical Approach for Struvite


Uroliths Management in Cats. Intern J Appl Res Vet Med. Vol: 15.
Fauziah H. 2015. Gambaran cystitis melalui pemberiksaan klinis dan laboratoris
(uji dipstick dan sedimentasi urin) pada kucing di klinik hewan makassar.
Makassar (ID): Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin.
Indahsari RD dan Zuhdi I. 2017. Sistem Pakar untuk Mendeteksi Penyakti pada
Kucing Persia. Jurnal SPIRIT. Vol: 9. Hal 40-47.

9
LAMPIRAN
Lampiran 1 Dokumentasi kegiatan

Gambar 2 Petshop dan ruang tunggu klinik Bogor Pet Center

Gambar 3 Ruang poliklinik

Gambar 4 Ruang rawat inap non isolasi dan Pet Hotel

10
Gambar 5 Ruang grooming

Gambar 6 Ruang inap isolasi

Gambar 7 Proses flushing NaCl pada pasien FLUTD

11
Gambar 8 Urin hasil kateterisasi menggunakan Urine catheter

Gambar 9 Hasil Pemeriksaan mikroskopis urin yang menunjukkan adanya kristal


struvite

12
Lampiran 2 Rekapitulasi Kasus di Klinik Hewan Bogor Pet Center

No. Nama Pemilik Nama Hewan Anamnesa Diagnosa Terapi Keterangan

1. KIsha Gio Stomatitis, Nafsu Suspect Amoxilin, betadine, vitol Rawat Jalan
makan menurun, calicivirus
Muntah, radang di
mukosa mulut.
2. Sri Nuryani Buba Nafsu makan Suspect Navet doxy, vitol. Rawat Jalan
menurun, lemes, Leptospira R/doxycydine
pup agak lembek, Suspect
muntah, banyak Haemobartonema
terdapat lice, kurus
3. Marlina Ardiyani Brandon Jamur Di ekor Grooming Jamur Rawat Jalan
4. Syarif Hidayat Mumuy Anorexia, radang di R/ Amoxilin, Rawat Jalan
mulut, Feses Metronidazole,
terdapat ookista Meloxicam, Herbafit
5. Doni Emis Parasite darah Dexamethasone, Rawat Jalan
Neurobion
6. Dwi Cahyo Kalm King Jamur Grooming Jamur Rawat Jalan
Musafar (tiger)
7. Arinda Millenia Akiro Dehidrasi, Telinga Grooming Kombinasi Rawat Jalan
kotor dan basah
Radang, Jamur dan
Kutu di pinggir
ekor
8. Wiwiet Widyastuti Monic Lice Grooming Kutu Rawat Jalan

9.

13
Darul Arifin Shiro Nafsu mkan Feline Intertrim, Vitol, Tolcid Semi Isolasi
menurun, muntah, Calicivirus R/ Amoxiln,
diare, radang Metronidazole,
Meloxacim
10. Darul Arifin Kuro Diare, Muntah, Feline Intertrim, Vitol, Tolcid Semi Isolasi
Nafsu makan Calicivirus R/ Amoxiln,
menurun, Telinga Metronidazole,
kotor, Stomatitis, Meloxacim, Diaform,
Flu Vetotic
11. M. Farrus Lana Diare, anorexia, Helminthiasisi Dontal cat, imboost, Rawat Jalan
dikasih recovery Herbafit
mau, berut buncit
tapi tidak undulasi
Cek lab: positif
telur toxocara
12. Fazri Oliver Telinga kotor dan Otitis Intertrim, vitol, imboost, Rawat Inap
hitam seta bau Amoebiasis Meloxicam,
Cek lab: Positif metronidazole, Vit A, vit
otodectes, cystitis, B
feses agak lembek
Cek feses: positif
entamoeba
Muntah
Sudah vaksin
lengkap
13. Yumita Manis Anorexia, lemas, Suspect FPV Intertrim, introvit, Rawat inap
tidak mau makan, Amozilin, meloxicam,
dicoba recovery Vit C, Vit A
mau

14
14. Emma Mocha Telinga keluar Calici virus Intertrim, tolfedin, Rawat inap
cairan, sariawan, FPV introvit
anus kotor,
15. Savira Unyil Muntah, tidak mau Skabies, otitis Hetopropen, amoxilin, vit Rawat jalan
makan, belum c, vit B, meloxicam
divaksinasi,
16. Vanne Popy Mata belekan, Glaukoma Genoin salep mata, Rawat jalan
bengkak,nafsu amoxilin, meloxicam, Vit
makan menurun B, Vit C
17. Ryandika Cantik Ketemua dua fetus Betadin
ada kepala denyut USG kebuntingan
jantung sudah ada Salep biogen
bentukan
Umur kebuntingan
lebih dari 1 bulan
18. Erni Agustin Milo Cacingan pada Helmintiasis Ontansetron, Ranitidine Rawat jalan
feses, protozoa dan
feses lembek
19. Anisa Blaster Feses lembek, ada Amoebiasis, Intertrim, introvit, Rawat jalan
muntah, dan feses Otitis revolution,metronidazole,
berlendir meloxicam
20. Eti Ucup Luka di dekat ekor, Vulnus Amoxilin, vitol, Rawat inap
nanah sedikit, Ketopropan, meloxicam,
telinga kotor, ada vit A, vit B, salep racik
darah bekas
garukan.
Cek lab: positif
otodectes cyanotis,
ada radang, makan
pakan basah mau

15
21. Ummu Hafzah Ahoy Muntah, diare, Gingivitis, Tolcid Rawat jalan
nafsu makan observasi 1x24
menurun, vaksinasi jam RI
lengkap, gingivitis,
ada karang gigi
22. Tania susan Telinga botak, kaki Skabies Revolution Rawat jalan
alopecia
23. Boril Remo Muntah, nafsu Earmites/otitis Amoxicilin, tolacid, Rawat jalan
makan menurun, vitol, meloxicam, vit C,
diberi recovery vtt A, imuno 3
mau, telinga basah,
bernanah, radang
earmites
24. Dwi Ucrot Nafsu makan Intertrim, vitol, tolcid, Rawat jalan
menurun, diare 2 Amoxicilin, vit C, vit B
hari kompleks
25. Anggraeni Muzza Kulit Dermatophytosis Vitol, Transfactor Rawat jalan
jamur/ketombe di
punggung ekor dan
dada
26. Yoke Cinong Sariawan Gingivitis Kenalog, biosan,
intertrim, tolcid, vit C,
bromhexidin, vit B,
meloxicam, amoxicilin
27. Rossi Sisi Luka pada mata kiri Vulnus massive Introvit, Amoxycilin, Rawat inap
dan jari kaki kiri tolcid
28. Heny NN1 Diare Suspect virus Vit C, tolcid, herbafit. Rawat jalan

16
29. Edo Kucruk Kutu, anorexia, Suspect parasit Vitol, Doxyciclin Rawat inap
iathargia, mukosa darah
pucat sampai kuning,
feses berdarah,
30. Ratna Lucas Anorexia, dehidrasi, Suspect calici Intertrim, tolcid, IFN, Rawat inap
discharge hidung, cefadroxil, meloxicam,
mata berair, vit C, vit B, vit A
konjungtiva merah
31. Darmawan Pluto Belum pernah Sehat klinis Vaksin F3, Transfactor
urinasi advance, drontal cat
32. Ilma Browny Diare, muntah, helminthiasis Inj. Intertrim, vitol, Rawat Jalan
telinga kasar, vulnus tolcid, diaform
di pipi
33. Jamil Boy Diare konjungtivits, Suspect FPV Intertrim, votol, tolcid Rawat inap
otitis
34. Ira Blacky Anorexia, muntah, Suspect FPV Ondansefron, tolcid, Rawat inap
belum vaksin transfactor advance,
Trimetroprim,
meloxicam, vit B, vit A
35. Nursatria Cimeng Bersin berisn, Cat flu Nebulizer, intramox, Rawat jalan
auskultasi nafas analginc, salep mata,
berisik, amox, melox,
konjungtivitis, usus salburatmol, CTM, vit
kosong C, vit B
36. Eli Ucup Luka di dekat ekor vulnus Ketopropen, amox, Rawat inap
ada nanah sediki, vitol, meloxicam, vit A,
telinga kotor, cek lab vit B kompleks
: positif otodectes
cyanotis, demam,
radang.

17
37. Anggoro Milo Diare, muntah, Helminthiasisi, Amox, melox, vit C, Rawat inap
gingivitis, jamur parasit CTM
pada telinga dan
ekor
38. Ditia Lose Radang pusar, Omphalitis Intramox, Diaform, Rawat jalan
bengkak merah, amox, meloxicam
keluar darah, diare,
suap makan masih
mau
39. Shinta TIgor Vu tegang, keras FLUTD Ceftriaxone, tolcid, Rawat inap
USG= masih intramox
terdapat kristal
struvite
40. Puput Rio Banyak terdapat luka Ringworm Vitol, salep telinga Rawat jalan
merah, jamur
dipunggung dan
pangkal ekor
41. Ucit Flu, nafsu makan Paringitis dan Intramox, vitol, amox, Rawat jalan
tinggi, telinga kotor, gingivitis melox,
42. Evi Meti Anorexia, nafsu Suspect hairball, Vitol, imboost Rawat jalan
makan menuru, periodontitis,
telinga kotor, gingivitis
muntah
43. Ermawaty Rocky Kutu lice, otodectes, Vitol, revo blue Rawat jalan
karang gigi,
44. Suwardi Diggy Radang, makan baik, Revolution blue
muntah coklat
45. Raisal Celo Muntah, diare, nafsu Gastritis Intramox, vitol, drontal, Rawat inpa
makan turun, amox, melox, diaform,

18
anemia, gingivitis,
otttis,
46. Dadan doud Anorexia, muntah Suspepect calici Intramox, vitol, amox, Rawat inap
melox, vit c, vit a, vit b
47. Ranti Codi Gingivitis, telinga Gingivits Vitol, intramox Rawat jalan
kotor, otitis
48. Salman Gege Batuk, jamur di ekor, Earmite Vitol, intramox, amox, Rawat Jalan
konjugtivits bromhex, CTM,
apyalis, revo, genoint

19