Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL BOOK REVIEW

PEMBELAJARAN BELA DIRI &


AKT. KEBUGARAN JASMANI

Dosen Pengampu “Iwan Saputra S.Pd., M.Pd.”

PJKR V D

HARLY NUGRAHA 6163311022

Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi


Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Medan
MEDAN
2018
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kebutuhan paling dasar manusia adalah keamanan dan kesejahteraan. Untuk memenuhi
kebutuhan tersebut, manusia menciptakan dan mengembangkan berbagai cara dan sarana.
Diantara ciptaan manusia yang menyangkut kebutuhan keamanan, adalah cara dan sarana fisik
untuk menghadapi dan mengatasi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan fisik,
di antaranya adalah apa yang disebut "jurus" dan senjata.

"Jurus" adalah teknik gerak fisikal berpola yang efektif untuk membela diri maupun
menyerang tanpa maupun dengan menggunakan senjata. Bentuk awalnya sangat sederhana dan
merupakan tiruan dari gerak-gerik binatang yang disesuaikan dengan anatomi manusia.
Kemudian terus dikembangkan, sejalan dengan perkembangan budaya manusia. Demikian pula
senjata yang digunakan.

Di dalam memenuhi kebutuhan kesejahteraannya, manusia juga telah menciptakan


berbagai cara dan sarana di antaranya dengan pengembangan "jurus" ke dalam bentuk seni dan
olahraga yang dapat memberikan kesejahteraan batin dan lahir. Salah satu pengembangan seni
jurus tersebut adalah pencak silat.

Di bawah ini secara singkat akan diuraikan beberapa hal sekitar Pencak Silat yang
meliputi: sejarah, falsafah, jenis, aliran, perguruan dan pendekar Pencak silat, penelitian dan
penulisan tentang Pencak Silat, pengembangan dan penyebaran Pencak Silat serta tantangan
terhadap Pencak Silat. Keseluruhan uraian akan disimpulkan secara umum.

B. Tujuan
1. Memenuhi salah satu tugas critical book review mata kuliah pembelajaran bela diri
2. Mampu mengkritik suatu buku dengan baik dan benar
3. Untuk mengetahui keunggulan dan kelebihan suatu buku

C. MANFAAT
1. Untuk memahami Pembelajaran Bela Diri khususnya Pencak Silat
2. Untuk menambah wawasan mengenai pembelajaran bela diri dan aktivitas kebugaran
3. Untuk dapat menulis dengan baik dan benar
IDENTITAS BUKU

BUKU UTAMA

Nama Buku : PEMBELAJARAN DASAR-DASAR PENCAK SILAT

Pengarang : Iwan Saputra S.Pd., M.Pd

Penerbit : Unimed Press

Tahun Terbit : 2018

Cetakan :-

Jumlah Halaman : 51 Halaman

BUKU PEMBANDING

Nama Buku : PENCAK SILAT

Pengarang : Erwin Setyo Kriswanto, S.Pd.,M.Kes. AIFO

Penerbit : Pustaka Baru Press

Tahun Terbit : 2015

Cetakan : Pertama, Yogyakarta

Jumlah Halaman : 154 Halaman


BAB II

ISI BUKU

Ringkasan buku utama

1. BAHAN AJAR PENCAK SILAT 1&2

Pencak silat merupakan salah satu bentuk kebudayaan Indonesia juga merupakan
warisan dari nenek moyang kita peru disebar luaskan. Pencak silat merupakan cara membela
diri yang sesuai dengan kondisi alam sekitar telah berkembang pada zaman prasejarah. Pada
tahun 1973 di Tugu, pemerintah menyelenggarakan seminar pencak silat. Program olaraga bela
diri pencak silat ditingkatkan, pertandingan olahraga pencak silat dimasukkan dalam acara
Pekan Olahraga Nasional (PON). Pada PON sebelumnya, pencak silat hanya masuk dalam
lomba demonstrasi.

Pada tahun 1980 ikatan pencak silat seluruh Indonesia, diakui menjadi anggota Badan
Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia (BKKM). IPSI dalam hal pembinaan olahraga pencak
silat tergabung dalam organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), sedangkan
dalam bidang pembinaan kesenian pencak silat dalam organisasi BKKMI.

Pada tahun 1980 terbentuklah Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (PERSILAT) dan
selanjutnya tahun 1985 menetapkan peraturan-peraturan di bidang pencak silat. PERSILAT
berusaha menyempurnakan dan mengembangkan olahraga pencak silat melalui penelitian-
penelitian.

2. BAHAN AJAR PENCAK SILAT 3&4

Sikap merupakan dasar dari pembentukan gerak, kuda-kuda sebagai dasar tumpuan
untuk melakukan sikap dan gerak bela serang, waktu melakukan kuda-kuda keseimbangan
badan penting sekali. Apabila keseimbangan tidak benar akan mudah jatuh dalam sikap kuda-
kuda dalam keadaan seimbang, tetapi dapat mudah bergerak.

3. BAHAN AJAR PENCAK SILAT 5, 6, 7 & 8

Serangan adalah usaha pembelaan diri dengan menggunakan lengan tangan untuk
mengenai sasaran tertentu pada anggota tubuh lawan. Serangan lengan dibagi menjadi:

l. Melalui depan, antara lain tinju, dorong, sodok, dan Bandul

2. Melalui bawah antara lain sanggah, tusuk.

3. Melalui atas

4. Melalui samping

Tangkisan adalah usaha pembelaan dengan cara mengadakan kontak langsung dengan
seseorang. Kontak langsung bertujuan:

-Mengalihkan serangan dari lintasan


-Membendung atau menahan serangan jika terpaksa

4. BAHAN AJAR PENCAK SILAT 9, 10, 11 & 12

Pada serangan tungkai terdiri dari:

-tendangan

-sapuan

-Guntingan

-Serangan tungkai atau

-tendangan

Pada waktu pelaksanaannya atau melakukan teknik tendangan posisi badan dan lintasan
gerakan dapat melalui:

-depan/lurus,

-belakang

-samping (tendangan sisi, busur (tendangan sabit).

Sikap kuda-kuda penting sebagai awalan untuk melakukan tehnik tendangan dan juga
sikap tubuh sertas sikap tangan. Sapuan, yaitu serangan menyapu kaki dengan sasaran betis
bawah dan tumit. Guntingan yaitu tehnik menjatuhkan lawan dilaksanakan dehgan menjepitkan
kedua tungkai kaki pada sasaran leher, pinggang, atau tungkai lawan sehingga lawan jatuh.

5. BAHAN AJAR PENCAK SILAT 13, 14, 15 & 16

Langkah adalah perbuatan injakan kaki dari satu tempat ketempat lainnya. Langkah
adalah suatu hal yang penting dalam pencak silat karena berfungsi sebagai:

1. Dasar tumpuan dapat berdiri dengan kuat dan tangguh

2. Dasar untuk tumpuan bila melakukan serangan dan pembelaan.

3. Cara untuk mencari posisi yang menguntungkan.

Kombinasi jalan lurus adalah mengkombinasikan dasar kuda-kuda, pukulan, tangkisan,


tendangan.

6. BAHAN AJAR PENCAK SILAT 17, 18, 19 & 20

Pola langkah zig zag gerakannya hampir sama dengan pola langkah jalan lurus tetapi
arahnya berbeda. Kombinasi zig-zag adalah rangkaian kombinasi dari dasar kuda-kuda,
pukulan, tangkisan, tendangan dengan arah gerakannya zig-zag.
7. BAHAN AJAR PENCAK SILAT 21, 22, 23 & 24

Pola langkah Ladam Rangkap arah gerakannya menggandakan gerakan ladam tunggal
dengan kombinasi dasar kuda-kuda, pukulan, tangkisan tendangan.

8. BAHAN AJAR PENCAK SILAT 25 & 26

Pola langkah ladam tunggal (letter U) gerakannya mengkombinasikan rangkaian


gerakan kuda- kuda, pukulan, tangkisan, tendangan dengan arah letter U (Ladam tunggal)

9. BAHAN AJAR PENCAK SILAT 27, 28, 29 & 30

Pola langkah segitiga tunggal arah gerakannya membentuk segitiga,


mengkombinasikan dasar-dasar gerakan kuda-kuda, pukulan, tangkisan, tendangan. Pola
langkah segitiga rangkap gerakannya menggandakan segitiga Tunggal.
Ringkasan buku pembanding

Pencak silat adalah bela diri asli dari Indonesia. Pencak Silat merupakan sistem beladiri
yang diwariskan oleh nenek moyang sebagai budaya bangsa Indonesia sehingga perlu
dilestarikan, dibina, dan dikembangkan. Indonesia merupakan negara yang menjadi pusat ilmu
beladiri tradisional pencak silat. Kamus bahasa Indonesia, pencak silat diartikan permainan
(keahlian) dalam mempertahankan diri dengan kepandaian menangkis, menyerang dan
membela diri dengan atau tanpa senjata. Pencak silat juga merupakan seni beladiri, sehingga di
dalamnya terdapat unsur keindahan dan tindakan. Pencak silat merupakan hasil budi dan akal
manusia, lahir dari sebuah proses perenungan, pembelajaran dan pengamatan.

Bab 1

Membahas sejarah dan perkembangan pencak silat dimulai pada zaman kerajaan
sampai zaman kemerdekaan (sekarang). Peradaban yang tinggi telah dimiliki oleh bangsa
Indonesia, sehingga dapat berkembang menjadi rumpun bangsa yang maju.

Bab 2

Membahas dunia persilatan di indonesia mengenai landasan budaya yang melandasi


dan mewarnai pencak silat di indonesi sampai dengan makna lambang ipsi dan organisasi
pencak silat di indonesia.

Bab 3

Membahas sikap sikap dalam pencak silat. Sikap digunakan untuk memperindah
gerakan bisa juga di gunakan untuk memulai atau mengakhiri sebuah pertandingan.

Bab 4

Membahas kuda kuda yang ada dalam pencak silat, kuda kuda digunakan untuk
tumpuan semakin baik kuda semakin kuta pula tumpuannya.

Bab 5

Membahas tentang pengentahuan mengenai gerakan dalam pencak silat. Pembentukan


gerakan merupakan dasar dalam mewujudkan pembelaan dan serangan terhadap pihak lawan.

Bab 6

Membahas tehnik serangan lengan dalam pencak silat. Pencak silat adalah beladiri yang
menggunakan lengan dan tungkai. Lengan mempunyai peranan penting baik sebagai alat
serang maupun alat bela. Teknik penggunaan lengan sebagai alat serang disebut pukulan. Jenis-
jenis pukulan ada banyak macamnya, namun yang akan dibahas adalah yang biasa dilakukan
khususnya untuk tingkat dasar.
Bab 7

Membahas tehnik serangan tungkai dalam pencak silat. Dalam pencak silat, serangan
dapat juga dilakukan dengan menggunakan tungkai. Serangan tungkai lebih dikenal dengan
tendangan. Berikut adalah uraian teknik dasar tendangan yang membutuhkan kekuatan dan
kecepatan.

Bab 8

Membahas tehnik belaan dalam pencak silat. Belaan dalam pencak silat untuk bertahan
dari lawan yang menyerang. Pembelaan adalah upaya mempertahankan diri dari serangan
lawan. Pada dasarnya membela adalah menggerakkan anggota tubuh dari arah lintasan
serangan lawan atau mengalihkan serangan lawan hingga tidak mengenai tubuh/anggota tubuh.

Bab 9

Membahas pengetahuan dasar dalam pertandingan pencak silat. Peraturan pertandingan


dalam pencak silat dirapatkan dalam persilat (persekutuan pencak silat antar bangsa).
Berdasarkan Munas PB IPSI Tahun 2012, ditetapkan peraturan pertandingan sebagai
perbaikan/revisi dari peraturan sebelumnya. Ditetapkan dalam rapat teknik negara pendiri
PERSILAT (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam) tanggal 1-3 April 2012 di
Jakarta, dan disempurnakan pada pelaksanaan SEA Games 2013 di Myanmar.
BAB III

PEMBAHASAN

KELAMAHAN BUKU

1. Bahasa yang digunakan dalam kedua buku ini tidak mudah dicerna bagi kaum awam

2. Pada buku pembanding tidak memiliki ringkasan dalam setiap babnya

3. Dalam buku utama dan pembanding gambar sangat minim dan tidak jelas

4. Dalam buku utama penjelasan mengenai sejarah pencak silat tidak terlalu mendalam

5. Dari segi layout kedua buku ini kurang menarik minat pembaca

6. Dalam buku utama fokus pembahasan di bab tersebut tidak hanya 1 materi

KELEBIHAN BUKU

1. Pembahasan materi dalam buku pembanding sangat luas

2. Dalam buku pembanding keterkaitan antara sub-bab sangat berkaitan

3. Materi dalam buku utama lebih fokus kepada teknik gerakan pencak silat

4. Materi dalam buku kedua fokus terhadap sejarah pencak silat

5. Penggunaan EYD dalam kedua buku ini sudah baik

6. Pemakaian tanda baca juga sudah tepat


BAB IV

KESIMPULAN

Pencak silat adalah adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia.
Seni bela diri ini secara luas lebih dikenal di negara-negara Asia maupun Eropa. Terbukti dari
banyaknya organisasi-organisasi pencak silat yang tumbuh dengan pesat, seperti: PERSILAT
di Indonesia, IPSI, PESAKA di Malaysia.

Berkembangnya seni pencak silat tidak terlepas dari sejarah awal mulanya berdiri
pencak silat. Berawal dari nenek moyang bangsa Indonesia yang berusaha untuk
mempertahankan dirinya dari ancaman dan tantangan alam, Kerajaan-kerajaan besar yang
memiliki prajurit dan pendekar-pendekar yang siap berperang, Pahlawan nasional bangsa
Indonesia, seperti pangeran Diponegoro yang melawan penjajah, sampai pada akhirnya bela
diri berkembang seiring berkembangnya jaman.