Anda di halaman 1dari 20

Fisika Zat Padat

MAKALAH
“PITA ENERGI PADA FISIKA ZAT PADAT”

Dosen Pengampu:

Prof.Drs.Motlan M.Sc

DISUSUN OLEH:

MAULANA TRI AGUNG 4161121015

MAYA AULIYA RAHMA 4161321010

SINDI PUSPITA 4161121023

FISIKA DIK B 2016

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Model elektron bebas dapat memberikan penjelasan yang baik terhadap
kapasitas panas, hantaran listrik dan kalor, kelemahan magnet dan elektrodinamika
logam Namun model ini tidak bisa memberikan penjelasan terhadap berbagai
masalah seperti:
1. Perbedaan di antara logam-logam, semi-logam, semi-konduktor dan isolator
2. Terjadinya harga koefisien Hall yang positif
3. Hubungan antara elektron konduksi dalam logam terhadap elektron valensi
atom-atom bebas
4. Banyak sifat-sifat transport terutama mengenai magneto transport
Daya hantar listrik superkonduktor saat 1 K, < 10-10 Ω-cm sedangkan daya
hantar listrik dari isolator yang baik adalah > 1022 Ω-cm. Sifat tahanan listrik ini
dipengaruhi oleh suhu.
Untuk dapat menerangkan sifat daya hantar listrik zat padat diperlukan
sebuah model. Model yang dikembangkan adalah model elektron hampir bebas dan
teori pita energi.

B. Tujuan
1. Mempelajari teori pita energi
2. Mempelajari asal mula serta besar dari celah energi
3. Mempelajari fungsi Bloch dan model Kronigg-Penny
4. Mempelajari fungsi gelombang elektron dalam potesial periodik
5. Mempelajari jumlah orbital di dalam sebuah pita

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Model elektron Hampir Bebas


Dari bab 6 telah diketahui bahwa persamaan distribusi energi model
elektron bebas adalah:

𝐡𝟐
∈𝐤 = (𝐤 𝟐 + 𝐤 𝐲 𝟐 + 𝐤 𝐳 𝟐 ) ........ 1
𝟐𝐦 𝐱

Dimana kondisi batas pada kubus dengan sisi L adalah:

𝐤 𝐱, 𝐤 𝐲, 𝐤𝐳
𝟐𝛑 𝟒𝛑 ........ 2
=𝟎; ± ;± ;…
𝐋 𝐋
Fungsi gelombang elektron bebas

𝛗𝐤 (𝐫) = 𝐞𝐱𝐩(𝐢𝐤. 𝐫) ;
........ 3

Teori elektron bebas memiliki kegagalan dalam menjelaskan perbedaan


antara konduktor, semikonduktor dan isolator. Oleh karena itu, agar kita dapat
memahami perbedaan tersebut, kita menggunakan teori yang mirip dengan teori
elektron bebas tetapi sedikit dimodifikasi, yaitu model elektron hampir bebas.

Gambar 1 kurva a. Energi sebagai fungsi vektor gelombang k menurut model


elektron bebas.
Gambar 2 kurva b. Kurva energi (E) sebagai fungsi vektor gelombang (k)
dalam sebuah kristal monoatomik satu dimensi dengan konstanta kristal
sebesar a. Celah energi Eg yang ditunjukkan terjadi pada k = ± /a. Celah
energi lainnya ditemukan pada ± n/a, untuk nilai integral dari n.

syarat terjadinya difraksi Bragg adalah ( k + G )2 = k2.

Dalam satu dimensi, persamaan tersebut menjadi:

𝟏
𝐤 = ± 𝐆 = ±𝐧𝛑/𝐚, ........ 4
𝟐

dimana G = 2nπ/a adalah vektor kisi resiprok dan n adalah bilangan bulat. Celah
energi pertama terjadi untuk nilai k = + π/a. Ingat bahwa daerah antara - π/a dengan
+ π/a disebut daerah Brillouin pertama. Celah energi-celah energi yang lainnya
terjadi untuk nilai-nilai k yang merupakan kelipatan dari + π/a.
Fungsi gelombang di titik k = + π/a merupakan fungsi gelombang hasil
interferensi antara gelombang yang berjalan ke kanan dan ke kiri. Hal ini dapat
terjadi jika syarat difraksi Bragg terpenuhi oleh fungsi gelombang k. Hasilnya,
fungsi gelombang di titik k = + π/a merupakan gelombang berdiri.
Fungsi gelombang berdiri tersebut terdiri atas dua macam, yaitu fungsi
gelombang yang saling menguatkan dan fungsi gelombang yang saling
melemahkan. Secara matematik, kedua fungsi gelombang berdiri tersebut dapat
dibentuk dari fungsi gelombang yang berjalan ke kanan dan ke kiri, yaitu sebagai
berikut:
𝐢𝛑𝐱 𝐢𝛑𝐱
𝛗(+) = 𝐞𝐱𝐩 ( ) + 𝐞𝐱𝐩 (− )
𝐚 𝐚
𝛑𝐱
= 𝟐𝐜𝐨𝐬( ) ........ 5
𝐚

𝐢𝛑𝐱 𝐢𝛑𝐱 𝛑𝐱
𝛗(−) = 𝐞𝐱𝐩 ( ) − 𝐞𝐱𝐩 (− ) = 𝟐𝐢 𝐬𝐢𝐧( )
𝐚 𝐚 𝐚

1. Asal Celah Energi


Asal mula adanya celah energi yaitu kedua fungsi gelombang φ (+) dan φ (-
) (seperti persamaan 5) menumpukkan elektron di dua tempat yang berbeda, dan
karena itu, kedua kelompok elektron itu memiliki nilai energi potensial yang
berbeda.
Kerapatan muatan pada kedua gelombang berdiri tersebut adalah:

𝛒(+) = |𝛗(+)|𝟐 ∞ 𝐜𝐨𝐬𝟐 𝛑𝐱/𝐚

Persamaan di atas akan menumpukkan elektron di atas ion-ion positif yang


dipusatkan di titik-titik x = 0, + a, + 2a, + 3a, dst. Lihat gambar 3, kelompok
elektron ini berada di daerah yang berenergi potensial rendah.

𝛒(−) = |𝛗(−)|𝟐 ∞ 𝐬𝐢𝐧𝟐 𝛑𝐱


/𝐚
Persamaan di atas akan menumpukkan elektron-elektron tersebut di tengah-tengah
antara ion-ion positif tersebut, sehingga elektron-elektron ini memiliki energi
potensial yang tinggi.

Gambar 3
Fungsi gelombang di titik A tepat di bawah celah energi pada gambar 2 di
atas adalah φ (+) sedangkan di titik B tepat di atas celah energi adalah φ (-).

2. Besar Celah Energi


Fungsi gelombang pada batas zona Brillouin k = π/a adalah
√𝟐 𝐜𝐨𝐬 𝛑𝐱 dan
/𝐚
yang dinormalisasikan.
√𝟐 𝐬𝐢𝐧 𝛑𝐱
/𝐚
Kita misalkan energi potensial sebuah elektron di titik x dalam kristal itu sebagai:

𝐔(𝐱) = 𝐔 𝐜𝐨𝐬 𝟐𝛑𝐱/𝐚

Maka kita dapat menentukan nilai energi celah, Eg (yaitu perbedaan energi antara
kedua gelombang berdiri) sebagai berikut:
𝟏
𝐄𝐠 = ∫𝟎 𝐝𝐱 𝐔(𝐱)[|𝛗(+)|𝟐 − |𝛗(−)|𝟐 ]
= 𝟐 ∫ 𝐝𝐱 𝐔 𝐜𝐨𝐬(𝟐𝛑𝐱/𝐚) (𝐜𝐨𝐬 𝟐 𝛑𝐱/𝐚 − 𝐬𝐢𝐧𝟐 𝛑𝐱/𝐚) = 𝐔 ........ 6

Jadi, nilai energi celah ini sama dengan komponen dari deret Fourier energi
potensial.

B. Fungsi Bloch
Fungsi Bloch membuktikan perlunya teorema bahwa solusi dari persamaan
Schrodinger untuk potensial periodik harus dalam bentuk khusus.

𝚿𝐤 (𝐫) = 𝐮𝐤 (𝐫) 𝐞𝐱𝐩(𝐢𝐤. 𝐫)


........ 7

uk (r) = periode kisi kristal

uk (r) = uk (r + T)

Teorema Bloch:
Fungsi eigen dari persamaan gelombang untuk suatu potensial periodik adalah
hasil kali antara suatu gelombang bidang exp(ik. r) dengan suatu fungsi uk (r)
dengan periode sifat kisi kristal.

ψk
Fungsi Bloch berlaku ketikatidak berdegenerasi, yaitu ketika tidak ada fungsi
gelombang lain dengan energi sama dan vektor gelombang sebagai ψk .
N = kisi kristal pada lingkaran Na
Energi potensial dalam a, dimana U (x) = U (x + sa), dimana s adalah bilangan
bulat. Maka solusi dari fungsi gelombang adalah:

𝛙(𝐱 + 𝐚) = 𝐂𝛙(𝐱)
........ 8

Dimana C adalah konstan, maka kejadian di sekitar lingkaran Na adalah:

𝛙(𝐱 + 𝐍𝐚) = 𝛙(𝐱) = 𝐂 𝐍 𝛙(𝐱)

karena ψ(x) harus bernilai tunggal.

𝐂 = 𝐞𝐱𝐩(𝐢𝟐𝛑𝐬/𝐍); 𝐬 ........ 9
= 𝟎, 𝟏, 𝟐, … . . , 𝐍 − 𝟏

Maka kita dapat melihat bahwa:

𝛙(𝐤) = 𝐮𝐤 (𝐱) 𝐞𝐱𝐩(𝐢𝟐𝛑𝐬𝐱/𝐍𝐚) ........ 10


Dimana:

uk (x) = uk (x + a)

k = 2πs/Na

C. Model Kronig-Penney

Potensial periodik yang merupakan persamaan gelombang dapat


diselesaikan dalam fungsi dasar seperti pada gambar 4. Persamaan gelombangnya
adalah:

ℏ𝟐 𝐝𝟐 𝛙
− + 𝐔(𝐱)𝛙 = 𝛜𝛙
𝟐𝐦 𝐝𝐱 𝟐
........ 11
Dimana:
U(x) = energi potensial
𝜖 = nilai eigen energi
Model ini menjelaskan tingkah laku elektron dalam sebuah energi potensial
yang periodik, dengan menganggap energi potensial periodik itu merupakan
deretan sumur energi potensial persegi seperti ditunjukkan dalam gambar 4 di
bawah ini.
Gambar 4 Energi potensial periodik satu dimensi yang digunakan oleh Kronig
dan Penney.

Di dasar sumur, yaitu untuk 0 < x < a, elektron dianggap berada di sekitar
sebuah inti atom (atau diantara dua inti atom), dan energi potensialnya dianggap
nol, sehingga di daerah ini elektron bertingkah sebagai elektron bebas. Sebaliknya,
di luar sumur, yaitu untuk –b < x < 0, energi potensial elektron dianggap sama
dengan U0.
Fungsi-fungsi gelombang elektron diperoleh dari persamaan Schrodinger
untuk kedua daerah (yaitu daerah 0 < x < a, dan daerah –b < x < 0) sebagai berikut:
Wilayah 0 < x < a saat U = 0, eigenfunction adalah kombinasi linear

𝛙 = 𝐀𝐞𝐢𝐊𝐱 + 𝐁𝐞−𝐢𝐤𝐱
........ 12

Bidang gelombang berjalan ke kanan dan ke kiri, dengan energi:


ϵ = ℏ2 K 2 /2m

........ 13

Dalam daerah –b < x < 0 solusi penghalangnya berbentuk

𝛙 = 𝐂𝐞𝐐𝐱 + 𝐃𝐞−𝐐𝐱 ........ 14

Dengan 𝐔𝐨 − 𝛜 = ℏ𝟐 𝐐𝟐 /𝟐𝐦 ........ 15

Solusi dari persamaan (7) pada wilayah a < x < a + b harus dikaitkan dengan
solusi persamaan (14) pada wilayah –b < x < 0 dengan teorema Bloch:

𝛙(𝐚 < 𝒙 < 𝒂 + 𝒃)


= 𝛙(−𝐛 < 𝒙
........ 16
< 𝟎)𝐞𝐢𝐤(𝐚+𝐛)
Konstanta A, B,C, D dipilih sehingga ψ dan dψ/dx kontinu pada x = 0 dan x
= a.
Saat x = 0
........ 17
A+B=C+D
iK(A – B) = Q(C – D) ........ 18

Saat x = a

Dengan menggunakan persamaan 16, didapat:

Aeika + Be−ika = (Ce−Qb + DeQb )eik(a+b)


........ 19

𝐢𝐊(𝐀𝐞𝐢𝐤𝐚 − 𝐁𝐞−𝐢𝐤𝐚 )
= 𝐐(𝐂𝐞−𝐐𝐛
........ 20
− 𝐃𝐞𝐐𝐛 )𝐞𝐢𝐤(𝐚+𝐛)

Keempat persamaan linier yang homogen ini (Persamaan 17 sampai 20)


akan memiliki solusi jika determinan dari koefisien-koefisien A, B, C, dan D adalah
sama dengan nol. Atau jika

[(𝐐𝟐 − 𝐊 𝟐 )/𝟐𝐐𝐊] 𝐬𝐢𝐧𝐡 𝐐𝐛 𝐬𝐢𝐧 𝐊𝐚


+ 𝐜𝐨𝐬𝐡 𝐐𝐛 𝐜𝐨𝐬 𝐊𝐚 = 𝐜𝐨𝐬 𝐤(𝐚 + 𝐛) ........ 21 a
Hasilnya akan menjadi sederhana, ketika batasnya b = 0 dan U = ~ menjadi
Q2ba/2 = P. Dalam batas ini Q > K dan Qb < 1. Kemudian 21a mereduksi menjadi:
(P/Ka) sin Ka + cos Ka = cos ka
........ 21 b

Gambar 5
D. Fungsi Gelombang Eletron Dalam Potensial Periodik
Deret Fourier untuk energi potensial:
𝐔(𝐱) = ∑ 𝐔𝐆 𝓮𝐢𝐆𝐱
𝐆
........ 22

Fungsi nyata dari UG adalah:

𝐔(𝐱) = ∑ 𝐔𝐆 (𝐞𝐢𝐆𝐱 + 𝐞−𝐢𝐆𝐱 )


𝐆>𝟎 ........ 23
= 𝟐 ∑ 𝐔𝐆 𝐜𝐨𝐬 𝐆𝐱
𝐆>𝟎

Secara eksplisit, persamaan gelombang adalah:

𝟏
[ 𝐩𝟐 + 𝐔(𝐱)] 𝛙(𝐱)
𝟐𝐦
........ 24
𝟏
= [ 𝐩𝟐 + ∑ 𝐔𝐆 𝓮𝐢𝐆𝐱 ] 𝛙(𝐱)
𝟐𝐦
𝐆
= 𝓮𝛙(𝐱)

Fungsi gelombang ψ(x) dapat dinyatakan sebagai deret Fourier

Ψ = ∑ 𝐂(𝐤)𝓮𝐢𝐤𝐱
𝐤
........ 25

Dimana

k = bilangan real (k = 2πn/L)

n = bilangan bulat

Untuk menyelesaikan persamaan gelombang, kita subtitusikan persamaan 25 ke


dalam 24.
Energi Kinetik
𝟏 𝟏 𝐝 ħ𝟐 𝐝𝟐 𝛙 ħ𝟐
𝐩𝟐 𝛙(𝐱) = (−𝐢ħ 𝐝𝐱)𝟐 𝛙(𝐱) = − 𝟐𝐦 = ∑𝐤 𝐤 𝟐 𝐂(𝐤)𝓮𝐢𝐤𝐱
𝟐𝐦 𝟐𝐦 𝐝𝐱 𝟐 𝟐𝐦

Energi Potensial

∑ 𝐔𝐆 𝓮𝐢𝐆𝐱 ) 𝛙(𝐱) = ∑ ∑ 𝐔𝐆 𝐞𝐢𝐆𝐱 𝐂(𝐤)𝐞𝐢𝐤𝐱


𝐆 𝐆 𝐊

Persamaan gelombang merupakan jumlah dari energi kinetik dan energi potensial:
ħ𝟐
∑ 𝐤𝟐 𝐂(𝐤) 𝓮𝐢𝐤𝐱
𝟐𝐦
𝐤 ........ 26
𝐢(𝐤+𝐆)𝐱
+ ∑ ∑ 𝐔𝐆 𝐂(𝐤)𝓮 =
𝐆 𝐤
Setiap komponen Fourier harus memiliki koefisien yang sama pada kedua sisi
∈ ∑ 𝐂(𝐤)𝓮𝐢𝐤𝐱
persamaan ini
(𝛌𝐤 − 𝛜𝐤)𝐂(𝐤) + ∑ 𝐔𝐆 𝐂(𝐤 − 𝐆)
𝐆
........ 27
=𝟎

Dengan notasi

λk = ħ2 k2 /2m ........ 28

1. Pernyataan Ulang Teorema Bloch

Bila kita menentukan C pada persamaan 27, persamaan gelombang pada


persamaan 25 menjadi:

𝚿𝐤 (𝐱)
........ 29
= ∑ 𝐂(𝐤 − 𝐆)𝓮𝐢(𝐤−𝐆)𝐱
𝐆

Menurut aturan

𝚿𝐤 (𝐱) = (∑ 𝐂(𝐤 − 𝐆)𝓮−𝐢𝐆𝐱 ) 𝐞𝐢𝐤𝐱 = 𝐞𝐢𝐤𝐱 𝐮𝐤 (𝐱)


𝐆

Dengan

𝐮𝐤 (𝐱) ≡ ∑ 𝐂(𝐤 − 𝐆)𝐞−𝐢𝐆𝐱


𝐆

Karena uk (x) adalah deret Fourier vektor kisi resiprok dan T adalah
translasi kisi kristal, maka uk (x) = uk (x + T). Maka:

𝐮𝐤 (𝐱 + 𝐓) = ∑ 𝐂(𝐤 − 𝐆) 𝓮−𝐢𝐆𝐓(𝐱+𝐓) = 𝓮−𝐢𝐆𝐓 [𝚺 𝐂(𝐤 − 𝐆)𝓮−𝐢𝐆𝐱 ] = 𝐞−𝐢𝐆𝐓 𝐮𝐤 (𝐱)

Karena exp (-iGT) = 1, maka uk (x + T) = uk (x). Ini merupakan bukti dari


teorema bloch yang berlaku bahkan saat ψk berdegenerasi.

2. Momentum Kristal Sebuah Elektron


Arti penting dari k vektor gelombang digunakan untuk label fungsi Bloch:
 Dalam translasi kisi kristal yang membawa r pada r + T, kita mempunyai

𝚿𝒌 (𝒓 + 𝑻) = 𝒆𝒊𝒌𝑻 𝒆𝒊𝒌𝒓 𝒖𝒌 (𝒓 + 𝑻) = 𝒆𝒊𝒌𝑻 𝚿𝒌 (𝒓)


........ 30
Karena uk (r + T) = uk (r) dengan demikian exp (ik.T) adalah faktor fase
dimana fungsi Bloch dikalikan ketika kita membuat translasi kisi kristal.
 Jika potensi kisi hilang, persamaan pusat mengurangi ke (λk – ε)C(k) = 0,
sehingga semua C (k - G) adalah nol kecuali C (k), dan dengan demikian uk
(r) adalah konstan. Kami memiliki ψk(r) = ℯikr , seperti untuk elektron bebas.
 k masuk dalam hukum yang mengatur peristiwa tabrakan dalam kristal.

3. Solusi dari Persamaan Pusat


Persamaan 27 disebut persamaan pusat

(𝛌𝐤 − 𝛜)𝐂(𝐤) + ∑ 𝐔𝐆 𝐂(𝐤 − 𝐆)


𝐆
........ 31
=𝟎

Persamaan tersebut merupakan satu set persamaan linear yang menghubungkan


koefisien C(k – G) untuk semua vektor resiprok G. Persamaan ini akan konsisten
jika determinan dari koefisien sama dengan 0.
Kita asumsikan bahwa energi potensial U (x) hanya mengandung satu komponen
Fourier Ug = U-g yang dinotasikan oleh U. Koefisien determinannya:

........ 32

Dengan k yang diberikan, setiap akar E atau Ek terletak di sebuah pita energi
yang berbeda, kecuali dalam kasus kebetulan.
4. Model Kronig-Penny Dalam Ruang Kisi Balik
Persamaan 31 diselesaikan dengan model Kronig Penney pada delta
periodik-fungsi potensial.

𝐔(𝐱) = 𝟐 ∑ 𝐔𝐆 𝐂𝐨𝐬 𝐆𝐱 ........ 33


𝐆>𝟎

= 𝐀𝐚 ∑ 𝛅 (𝐱 − 𝐬𝐚)
𝐬
Dimana A adalah konstan dan a adalah kisi spasi. Jumlah yang lebih dari semua
bilangan buat s antara 0 dan 1/a. Syarat batas berkala atas cicin satuan panjang,
yang berarti lebih dari 1/a atom. Dengan demikian koefisien fourier potensial
adalah:

𝟏
𝐔𝐆 = ∫ 𝐝𝐱 𝐔(𝐱) 𝐜𝐨𝐬 𝐆𝐱
𝟎
𝟏
= 𝐀𝐚 ∑ ∫ 𝐝𝐱 𝛅 (𝐱 ........ 34
𝐬 𝟎

− 𝐬𝐚) 𝐜𝐨𝐬 𝐆𝐱

= 𝐴𝑎 ∑ cos 𝐺𝑠𝑎 = 𝐴
𝑠

Kami tulis persamaannya dengan k sebagai indeks Bloch, ini menjadi:


(𝜆𝑘 − 𝜖)𝐶 (𝑘) + 𝐴 ∑𝑛 𝐶 (𝑘 − 2𝜋𝑛/𝑎) = 0
........ n,
Di mana 𝜆𝑘 = ℏ2 𝑘 2 /2𝑚 dan jumlah yang lebih dari semua bilangan bulat 35 kita

ingin memecahkan persamaan diatas untuk 𝜖(𝑘) kita mendefinisikan


𝑓(𝑘) = ∑𝑛 𝐶 (𝑘 − 2𝜋𝑛/𝑎)
........ 36
Maka persamaannya menjadi
2𝑚𝐴
( 2 )𝑓(𝑘)
ℏ ........ 37
𝐶(𝑘) = − 2𝑚𝜖
𝑘 2 −( 2 )

Karena jumlah persamaan 36 adalah semua koefisien C, kita memiliki untuk setiap
n yaitu:
2𝜋𝑛
𝑓(𝑘) = 𝑓(𝑘 − ) ........ 38
𝑎

Hubungan ini dapat dituliskan


2𝑚𝐴
𝐶(𝑘 − 2𝜋𝑛/𝑎) = − ( ℏ2
) 𝑓(𝑘)[(𝑘 − 2𝜋𝑛/𝑎)2 − 2𝑚𝜖/ℏ2 ]−1 ........ 39
Jumlah kedua belah pihak untuk mendapatkan semua n, menggunakan persamaan
36 dan menghilangkan f(k) dari kedua belah pihak
(ℏ2 /2𝑚𝐴) = − ∑𝑛[(𝑘 − 2𝜋𝑛/𝑎)2 − 2𝑚𝜖/ℏ2 ]−1 ........ 40
penjumlahan dapat dihitung dengan bantuan hubungan standar
1
𝑐𝑡𝑛 𝑥 = ∑𝑛 ........ 41
𝑛𝜋+𝑥

setelah manipulasi trigonometri di mana kita menggunakan hubungan untuk selisih


dua cotangents dan produk dari dua sinus, jumlah pada persamaan (40) menjadi
𝑎 2 sin 𝐾𝑎
4𝐾𝑎 (cos 𝑘𝑎−cos 𝐾𝑎)
........ 42
Dimana 𝐾 2 = 2𝑚𝜖/ℏ2
Hasil dari persamaan (40) adalah
........ 43
(𝑚𝐴𝑎2 /2ℏ2 )(𝐾𝑎)−1 sin 𝐾𝑎 + cos 𝐾𝑎 = cos 𝐾𝑎
yang sesuai dengan hasil Kronig-Penney (21b) dengan P ditulis untuk 𝑚𝐴𝑎2 /2ℏ2 .

5. Pendekatan Kisi Kosong


Struktur pita yang sebenarnya biasanya dipamerkan sebagai bidang energi
berlawanan dengan vektor gelombang di zona Brilouin pertama. Ketika vektor
gelombang diberikan di luar zona pertama, mereka dibawa kembali ke dalam zona
pertama dengan mengurangi vektor kisi cocok timbal balik.
Ketika energi pita yang diperkirakan cukup baik dengan energi elektron
bebas 𝜖𝑘 = ℏ2 𝑘 2 /2𝑚, disarankan untuk memulai perhitungan dengan melakukan
energi elektron bebas kembali ke dalam zona pertama. Prosedur ini cukup
sederhana sekali Anda dapat menguasainya. Cari nilai G sehingga k’ di zona
pertama dapat ditentukan.
𝑘′ + 𝐺 = 𝑘

di mana k tidak terbatas dan merupakan vektor gelombang elektron bebas dalam
kisi kosong.
Jika kita menjatuhkan K sebagai bagasi yang tidak perlu, energi elektron bebas
selalu dapat ditulis sebagai
ℏ2
𝜖(𝑘𝑥, 𝑘𝑦 , 𝑘𝑧 ) = ( ) (𝑘 + 𝐺)2
2𝑚
ℏ2 2
=( ) [(𝑘𝑥 + 𝐺𝑥 )2 + (𝑘𝑦 + 𝐺𝑦 ) + (𝑘𝑧 + 𝐺𝑧 )2 ]
2𝑚
Dengan K di zona pertama dan G diizinkan untuk menjalankan lebih dari titik-titik
kisi timbal balik. Misalkan, kita ingin menunjukkan energi sebagai fungsi dari K
ℏ2
dalam bidang arah [100] . Untuk, pilih unit tersebut bahwa = 1. Kami
2𝑚

menunjukkan beberapa dataran rendah di pita ini pendekatan kisi kosong dengan
energi mereka 𝜖(000) di k = 0 dan 𝜖(𝑘𝑥 00) panjang sumbu kx di zona pertama.

Pita-pita elektron bebas diplot pada Gambar 8.

Gambar 8
Perkiraan solusi Dekat Batas Zona
Vektor gelombang pada batas zona 1/2G, yaitu pada /a.

sehingga pada batas zona energi kinetik dari dua komponen gelombang K= 1/2G
adalah sama.

Jika C (1/2G) adalah koefisien penting dalam 29 orbital pada batas zona, daripada
C (-1/2G) juga merupakan koefisien penting. Hasil ini juga mengikuti dari
disscussion dari 5. Kami retaint hanya persamaan dalam persamaan pusat yang
mengandung kedua koefisien C (1/2G) dan C (-1/2G), dan mengabaikan semua
koefisien lainnya.

Satu persamaan 31 menjadi, dengan K = 1/2G dan

........ 44
persamaan dari 31 menjadi

........ 45

Ini dua persamaan memiliki solusi trivial untuk koefisien benar jika e energi
memenuhi
........ 46

........ 47
ketika
Energi ini memiliki dua akar, satu lebih rendah dari energi kinetik elektron
bebas oleh U, dan satu yang lebih tinggi dengan U. Jadi energi potensial 2 U cos
Gx telah menciptakan sebuah energi gap 2U pada batas zona. Rasio C mungkin
dari 44 atau 45:

........ 48

langkah terakhir menggunakan persamaan 47. Jadi ekspansi Fourier pada batas
zona memiliki solusi dua.

Kami menggunakan pendekatan yang sama untuk komponen, sekarang dengan


fungsi gelombang dari formulir.

........ 49

Sebagaimana diarahkan oleh persamaan 31:


dengan λk didefinisikan sebagai . persamaan ini memiliki solusi jika
energi satis sebuah

Ketika

Energi ini memiliki dua akar:


........ 50

Dan setiap akar menggambarkan sebuah pita energi, diplot pada gambar 9. Hal ini
mudah memperluas energi, dalam hal K kuantitas (tanda atas K disebut tilde), yang

mengukur perbedaan wavevector antara K dan batas zona.

........ 51

Di wilayah . Berikut seperti sebelumnya.

Gambar 9

dua akar batas zona 47 sebagai kita dapat menulis persamaan 51 sebagai:
........ 52
Ini adalah akar untuk energi ketika wavevector sangat dekat dengan batas zona di
1/2G.
E. Jumlah Orbital Dalam Sebuah Pita
Mempertimbangkan kristal dibentuk dari bilangan genap N dan kisi
konstan. Nilai-nilai yang diperbolehkan dari gelombang elektron vektor k di zona
Brilouin pertama adalah:
𝟐𝛑 𝟒𝛑 𝐍𝛑
𝐤 = 𝟎, ± ,± ,….
𝐋 𝐋 𝐋 ........ 53
Kami memotong rangkaian di Nπ/L=π/a, ini adalah batas zona.
Titik -Nπ/L=-π/a tidak akan dihitung sebagai titik independen karena terhubung
dengan vektor kisi timbal balik dengan π/a,yaitu jumlah total sel N.
Setiap sel berkontribusi hanya satu nilai independen k untuk setiap kisi
energi. Hasil ini membawa lebih ke dalam tiga dimensi. dengan pertimbangandua
orientasi independen dari spin elektron, ada 2N orbital independen dalam
setiap kisi energi.
Ada atom tunggal valensi satu di setiap sel, kisi ini dapat setengah diisi
dengan elektron. Jika setiap atom memberikan kontribusi dua
elektron valensi untuk kisi, kisi ini bisa diisi penuh. Jika ada dua atom valensi satu
di setiap sel, kisi ini juga dapat diisi penuh.
1. Logam dan Isolator
Jika elektron valensi mengisi satu atau lebih kisi dan yang lain kosong maka
disebut isolator. Medan listrik eksternal tidak akan menimbulkan aliran arus pada
isolator. Kristal dapat menjadi isolator jika jumlah elektron valensi dari kristal
adalah bilangan bulat.
Logam-logam alkali dan logam-logam mulia memiliki 1 elektron valensi
per sel, sehingga mereka disebut logam. Logam alkali tanah memiliki 2 elektron
valensi, mereka bidsa menjadi isolator. Berlian, Silikon dan Germanium masing-
masing memiliki 2 atom valensi 4, sehingga ada 8 elektron valensi per sel.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
𝛙𝐤 (𝐫) = 𝐞𝐢𝐤.𝐫 𝐮𝐤 (𝐫),
1. Solusi dari persamaan gelombang dalam kisi kristal dari Bloch

dimana uk (r) adalah sama dalam translasi kisi kristal.


2. Ada daerah energi yang bukan solusi dari fungsi Bloch. Energi ini
membentuk daerah terlarang dimana fungsi gelombang yang teredam dalam
ruang-ruang dan nilai-nilai k yang kompleks, seperti pada gambar di bawah
ini.

Adanya daerah energi terlarang merupakan syarat terjadinya isolator


3. Pita energi dapat didekati dengan satu atau dua bidang gelombang, contoh

𝛙𝐤 (𝐱) ≅ 𝐂(𝐤)𝐞𝐢𝐤𝐱 + 𝐂(𝐤 − 𝐆)𝐞𝐢(𝐤−𝐆)𝐱 𝟏


dekat dengan daerah batas
𝐆
𝟐

4. Jumlah orbital dalam pita adalah 2N, dimana N adalah jumlah sel dalam
specimen

B. Saran

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
kami mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan di masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Charle Kittel, Introduction to Solid State Physics, sixth ed., John Wiley & Sons,
Inc., New York, 1996.